• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEKANISME PEMBENTUKAN dan mekanisme penyusunan PERDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MEKANISME PEMBENTUKAN dan mekanisme penyusunan PERDA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MEKANISME PEMBENTUKAN

PERDA

(EXECUTIVE)

(2)

Pengertian perda

Peraturan Daerah adalah

peraturan perundang-undangan

yang dibentuk oleh Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah dengan

persetujuan bersama Kepala

(3)

Kedudukan Peraturan Daerah dalam Hierarki

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945;

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat;

UU/Peraturan Pemerintah Pengganti UU;

PP;

Peraturan Presiden;

Peraturan Daerah Provinsi; dan

Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

(4)

Dasar Pembentukan

Peraturan Daerah

Berdasarkan ketentuan butir 39 Lampiran II UU No. 12/2011,

dasar pembentukan Peraturan Daerah dibedakan menjadi:

Yang memberikan dasar kewenangan

a. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

b. Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah yang

bersangkutan

c. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah

Yang memerintahkan

peraturan perundang-undangan yang memerintahkan secara

(5)

MEKANISME PEMBENTUKAN PERDA

Tahap Perencanaan

Perencanaan dilakukan dalam suatu Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda)

Disusun oleh DPRD dan kepala daerah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda.  Penyusunan dan penetapan Program Pembentukan Peraturan

Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dilakukan setiap tahun sebelum penetapan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota.

Program pembentukan Perda ditetapkan dengan keputusan DPRD, tapi sebelum itu khusus dilingkungan Pemda, kepala daerah

(6)

Penyusunan Propemperda di lingkungan

pemerintah daerah dikoordinasikan oleh

perangkat daerah yang membidangi hukum

dipemerintahan daerah

Penyusunan

Propemperda

dapat

mengikutsertakan instansi vertikal terkait,

Instansi vertikal terkait

Hasil penyusunan Propemperda diajukan

oleh perangkat daerah yang membidangi

hukum dipemerintahan daerah kepada kepala

daerah melalui sekretaris daerah

Kepala

daerah

menyampaikan

hasil

(7)

Tahap Penyusunan

Penyusunan rancangan Perda dilakukan berdasarkan program pembentukan Perda.

Kepala daerah memerintahkan perangkat daerah(SKPD) pemrakarsa untuk menyusun rancangan perda berdasarkan Propemperda

Pemrakarsa(pimpinan SKPD) dalam mempersiapkan rancangan perda disertai dengan penjelasan atau keterangan dan/atau naskah akademik

Penyusunan penjelasan atau keterangan dan/atau naskah akademik untuk rancangan perda yang berasal dari pimpinan perangkat daerah(SKPD) mengikutsertakan perangkat daerah yang membidangi hukum dipemda

(8)

Dalam menyusun rancangan perda, Kepala

daerah membentuk tim penyusun rancangan perda

yang ditetapkan dengan keputusan keputusan

kepala daerah

Tim penyusun dipimpin oleh seorang ketua yang

ditunjuk oleh perangkat daerah(pimpinan SKPD)

pemrakarsa dan Dalam hal ketua tim adalah

pejabat lain yang ditunjuk, pimpinan perangkat

daerah(SKPD) pemrakarsa tetap bertanggungjawab

terhadap materi muatan rancangan perda yang

disusun

Ketua tim penyusun menyampaikan hasil

rancangan perda kepada kepala daerah melalui

sekretaris

daerah

untuk

dilakukan

pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan

konsepsi

Setiap rancangan perda yang merupakan konsep

(9)

Tahap Pembahasan

Pembahasan dilakukan oleh DPRD bersama kepala

daerah untuk mendapat persetujuan bersama.

Pembahasan bersama dilakukan melalui tingkat

pembicaraan, yaitu: pembicaraan tingkat I dan

pembicaraan tingkat II.

Pembicaraan Tingkat I meliputi:

1. penjelasan kepala daerah dalam rapat

paripurna mengenai rancangan peraturan daerah;

2. pemandangan umum fraksi terhadap rancangan

Perda; dan

3. tanggapan dan/jawaban kepala daerah terhadap

(10)

Pembicaraan Tingkat II meliputi:

a. pengambilan keputusan dalam rapat paripurna yang

didahului dengan:

1. penyampaian laporan pimpinan komisi/ pimpinan

gabungan komisi/pimpinan panitia khusus yang berisi

proses pembahasan, pendapat fraksi dan hasil

pembicaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf

c; dan

2. permintaan persetujuan dari anggota secara lisan oleh

pimpinan rapat paripurna.

b. pendapat akhir kepala daerah.

Pada tingkat II, apabila persetujuan tidak dapat dicapai

secara musyawarah untuk mufakat, keputusan diambil

berdasarkaan suara terbanyak.

(11)

Tahap Penetapan

Rancangan Perda yang telah disetujui

bersama oleh DPRD dan Kepala Daerah

disampaikan oleh pimpinan DPRD kepada

kepala daerah untuk ditetapkan menjadi

Perda.

Penyampaian rancangan Perda dilakukan

(12)

Rancangan

Perda

yang

tidak

ditandatangani kepala daerah dinyatakan

sah dengan kalimat pengesahannya

berbunyi “Peraturan Daerah ini dinyatakan

sah”.

Pengesahan tersebut harus dibubuhkan

pada halaman terakhir Perda sebelum

pengundangan naskah Perda ke dalam

lembaran daerah.

Rancangan

Perda

yang

belum

mendapatkan nomor register belum dapat

ditetapkan kepala daerah dan belum

dapat diundangkan dalam lembaran

daerah.

Gubernur sebagai wakil Pemerintah

(13)

Tahap Pengundangan

Perda diundangkan dalam lembaran

daerah.

Pengundangan Perda dalam

lembaran daerah dilakukan oleh

Sekretaris Daerah.

Perda mulai berlaku dan mempunyai

kekuatan mengikat pada tanggal

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Jika pemain menemukan buku pertama maka pemain harus mempelajari materi yang akan muncul, setelah itu pemain harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan benar dan

Ketiga, perjanjian utang piutang antara unit simpan pinjam tersebut dengan masyarakat peminjam uang, tidak dengan adanya jaminan secara khusus berupa harta benda milik debitur

Batimetri daerah penelitian meliputi batimetri pa- paran benua dan palung dengan kedalaman bervari- asi. Kedalaman rata-rata laut Arafura berkisar antara 30 m sampai 90 m.

Kabupaten Seruyan adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten

Puji syukur kehadirat Khalik atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Analisis Kemitraan Pemerintah Kota dan Swasta Dalam

masyarakat.Keperawatan sudah ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini profesi keperawatan berkembang dengan pesat dan keperawatan suatu bentuk layanan kesehatan profesional

Hubungan sisi yang mengikat juga sangat banyak macamnya, dari hasil penelitian jejaring sosial ini bisa digunakan dalam berbagai tingkat relasi.. Teori ini dapat

1 Pengkajian Teknologi Pengolahan Kelapa Mendukung agroindustri di Kabupaten Donggala 2 Kajian Sistem Usaha Tani Jarak Pagar di Lahan Kering Dataran Rendah Sulawesi Tengah 3