Langkah Nyata
Pemanfaatan Limbah B3
30
Tingkatkan Laju
Perekonomian
Borneo
19
Percepatan Proyek
35.000 MW
12
Terangi
Papua
Peduli Listrik
Peduli Lingkungan
T
idak hanya fokus terhadap program pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya program 35.000 Megawatt (MW), PLN juga senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan. Sejalan dengan misi perusahaan yaitu “MenjalankanKegiatan Usaha yang Berwawasan Lingkungan”, PLN tentu saja selalu berusaha memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya.
PLN secara maksimal telah berupaya mengurangi pencemaran tanah, air dan udara oleh zat-zat polutan termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh dalam semua kegiatan penyediaan listrik oleh PLN baik itu instalasi pembangkit, transmisi/gardu induk dan distribusi. PLN telah memanfaatkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan PLTU Batubara sebagai bahan baku jalan (Road Base). Langkah terobosan ini banyak memberikan keuntungan. Selain dapat menghemat biaya pemanfaatan FABA, juga mampu menyerap limbah dalam skala besar dan sangat ramah lingkungan. Adalah PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Sektor Pembangkitan Asam Asam yang telah memanfaatkan Limbah B3 FABA yang dihasilkan PLTU sebagai
Road Base. Pengelolaan ini merupakan pertama kali yang berhasil diimplementasikan dari PLTU PLN lainnya yang ada di Indonesia.
Sebagai implementasi dari misi tersebut, Perusahaan telah menetapkan aspek lingkungan sebagai salah satu unsur penilaian dalam kinerja unit bisnis PLN di seluruh Indonesia. Melalui hasil penilaian ini, perusahaan dapat mengevaluasi pemenuhan komitmen dalam bidang lingkungan. Pada 2018 mendatang diharapkan sudah banyak unit PLN yang berhasil meraih PROPER Emas, dan tidak ada lagi unit yang mendapat Rapor Merah dan Hitam dari Kementerian Lingkungan Hidup.l
Penerbit: PT PLN (Persero), Pembina: I Made Suprateka, Pemimpin Redaksi: Agung Murdifi, Redaktur Pelaksana: Ida Wardani, Redaksi: Sampurno Marnoto, Ahmad Hidayat, Anita Widyastuti, Hasti Triana Putri, Santika Aristi, Tutang Wien, Dian Mandasari, Raden Prayudi, Intan Fahdiana, Redaksi Foto: Agus Trimukti, Irwanto Sumadi, Administrasi: Asnalia Winta, Konsultan Media: PT INTEGRA CIPTA KREASI, Telp. 021 - 2765 0747, www.integriti.web.id ISSN : 1907-1469
Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Telp. : +6221 7261122, 7251234 ext. 1669 Faks. : +6221 7227059
www.pln.co.id
Redaksi menerima artikel, kritik dan saran, serta foto-foto (minimal 1 Mb/foto) dari pembaca. Kirimkan ke email : [email protected],
Redaksi berhak memilih dan mengedit naskah yang masuk untuk diterbitkan.
MATA
11 | KINERJA
Percepat Pembangunan 35.000 MW16 | KOMITMEN
Bangun GITET di Utara Jawa
25 | NUSANTARA
Siapkan SDM Kompeten
33 | PLN PEDULI
Peduli Masyarakat Sekitar Proyek
37 | PROFIL
Melistriki Ujung Utara Kalimantan
38 | LENSA
6 | TEROKA
Langkah Nyata
Pemanfaatan Limbah B3
14 | NASIONAL
Bahagia Bersama Dhuafa
Kotak pengaman meter listrik dibiarkan terbuka di Jalan Legoso, Ciputat.l
BAYAR LISTRIK DENGAN SAMPAH
PLN terus berinovasi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesejahteraan
masyarakat melalui kegiatan pengelolaan sampah secara mandiri yang dikenal sebagai
Program Bank Sampah. Hingga saat ini, Bank Sampah PLN yang sudah dijalankan sejak 2011
memiliki berbagai program unggulan seperti "Bayar Listrik dengan Sampah" yang tersebar
di lebih dari 1.000 bank sampah di Indonesia.
Bayar Listrik Dengan Sampah
Sampah
dipilah sesuai
kategori
Nilai sampah
(volume x
harga sampah)
dicatat dalam
buku tabungan
Disetorkan ke
bank sampah
Sampah ditimbang
petugas
Saldo tabungan dikonversi dalam token/
pulsa listrik atau pelunasan listrik pascabayar
BANK SAMPAH BINAAN PLN
(5 Bank Sampah Induk)
Tersebar di
12
kota
337
ton
sampah per bulan
Mengelola
53.550
nasabah
Melibatkan
Mataram
BANTUAN PLN
Pembangunan/renovasi gedung dan pergudangan
Pembangunan jejaring kerja bank sampah Program bayar listrik dan tukar sembako dengan sampah Kendaraan pengangkut
Penghargaan nasabah/ bank unit berprestasi Pelatihan dan peningkatan pengetahuan
Sebaran Bank Sampah Binaan
Surabaya
205
unit127
unit131
unit5
unit Bank sampah indukBandung
Yogyakarta
Malang
520
unitJakarta
Tanah Datar
Palembang
Kediri
Klungkung
Samarinda
Balikpapan
Sumber: Corporate Social Responsibility (CSR) PLN
FOTO LEPAS
Compressed Natural Gas (CNG)
plant Gresik yang berada di lokasi Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik, Jawa Timur beroperasi pada awal April 2016. Pembangkit ini dapat beroperasi penuh saat beban puncak (peaker) menggunakan gas. Saat beban puncak, bisa menggantikan pembangkit Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 300 Megawatt (MW) atau setara 450 kilo liter (Kl) per hari atau sekitar Rp 2,25 miliar per hari.
TEROKA
U
paya PLN memanfaatkan Limbah B3 FABA sebagai Road Baseini merupakan langkah nyata PLN untuk peduli lingkungan. Maklum, PLN menghadapi berbagai masalah terkait lingkungan hidup sejak limbah pembakaran batubara tersebut
dikategorikan sebagai Limbah B3, sesuai Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 yang diterbitkan pada 17 Oktober 2014. Adalah PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Sektor Pembangkitan Asam Asam yang telah memanfaatkan Limbah B3 FABA yang dihasilkan PLTU sebagai Road Base. Pengelolaan ini merupakan pertama kali yang berhasil diimplementasikan dari PLTU PLN lainnya yang ada di Indonesia. Selama ini PLN Sektor Pembangkitan Asam Asam menghadapi kesulitan dalam mengelola limbah FABA yang dihasilkan PLTU Asam Asam (4 X 65 MW) yang berlokasi di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kabupaten
FABA dan pemanfaatan. Produksi FABA 160 ton/hari, tetapi hanya dimanfaatkan untuk pembuatan paving block sebanyak 2 ton/hari. Karena itulah, diperlukan cara pemanfaatan yang relatif besar dengan biaya yang lebih murah dari harga batubara. Jika tidak, deposit FABA akan terus “menggunung” di ash pond PLTU Asam Asam.
Kepala Divisi (KDIV) Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN Helmi Najamuddin mengaku bahwa pihaknya cukup kesulitan menampung limbah FABA di berbagai PLTU. Termasuk salah satunya PLTU Asam Asam. Jika tak dimanfaatkan dalam skala besar, diperlukan lahan yang semakin lama semakin banyak untuk menampung limbah ini.
Atas dasar itulah, PLN
mengimplementasikan pemanfaatan FABA dengan membuat akses jalan PLTU Asam Asam sepanjang 1 mm di Desa Asam Asam Kabupaten Tanah Laut. Menurut Helmi Najamuddin, penyerapan limbah dengan panjang 100 meter sebanyak 1.200 ton. Untuk penyerapan limbah dengan panjang 2 km mampu menyerap FABA sebanyak 25.000 ton.
Kelebihan lainnya dari pemanfaatan FABA dengan membuat akses jalan adalah dapat menghemat biaya. Biaya pemanfaatan
Langkah Nyata
Pemanfaatan Limbah B3
PLN telah memanfaatkan Limbah B3
fly ash
dan
bottom ash
(FABA) yang
dihasilkan PLTU Batubara sebagai bahan baku jalan
(Road Base)
. Langkah
terobosan ini banyak memberikan keuntungan. Selain dapat menghemat biaya
pemanfaatan FABA, juga mampu menyerap limbah dalam skala besar dan
sangat ramah lingkungan.
PLTU Asam Asam.
Tanah Laut Kalimantan Selatan. PLTU ini setiap hari mengkonsumsi batubara yang diisupai oleh PT Arutmin sekitar 4.000 ton. Produksi limbah FABA per hari mencapai 160 ton. Hingga saat ini deposit FABA mencapai ±356.000 ton di ash pond PLTU Asam Asam.
TEROKA
Rp 294.000 per ton untuk 2 km panjang
road base dibandingkan dengan pemusnahan ke pihak ketiga berizin Rp 1.000.000 per ton. “Jadi dari sisi biaya jauh lebih murah,” ujar Helmi kepada FOKUS. Pemanfaatan FABA dengan membuat akses ini ramah lingkungan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh
laboratorium penguji PT SYSLAB Bogor menyebutkan bahwa Toxicity Characteristic Leaching Procedure
(TCLP) produk di bawah bakumutu yang dipersyaratkan, dan kandungan logam berat produk di bawah bakumutu yang dipersyaratkan. Contoh, Arsenic < 0,0007 mg/l dengan bakumutu 3 mg/l. Yang lebih penting juga untuk diketahui, imbuh Helmi, dipilihnya Limbah B3 FABA oleh di PLTU Asam Asam sebagai road base karena memiliki daya tahan yang kuat. Berdasarkan hasil kajian Universitas Lambung Mangkurat, pada lapisan pondasi bawah struktur jalan komposisi penggunaan fly ash sebesar 70 persen,
bottom Ash 20%, dan semen hanya 10%. Sementara, pada lapisan lapisan subbase, komposisi penggunaan fly ash 40 persen,
bottom ash 20 persen dan semen 40%. “Jadi jelas bahwa penggunaan Limbah B3 FABA sebagai road base selain memiliki daya tahan yang kuat juga dapat menekan biaya, karena mampu mengurangi pemakaian semen yang relatif banyak,” tuturnya.
Menurut Helmi, dalam mengelola pemanfaatan limbah FABA, PLTU Asam
Perlu Dukungan
Saat ini pemanfaatan Limbah B3 sebagai struktur jalan masih tahap awal atau pilot project. Ke depan PLN akan terus melakukan pengembangan dan peningkatan. Untuk itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Kepada pihak Kementrian LHK, PLN berharap agar pemanfaatan FABA sebagai road base dapat menjadi salah satu solusi pengurangan penumpukan FABA dan dapat diimplementasikan di unit-unit PLTU Batubara PLN se-Indonesia.
“Untuk itu, perlu adanya peraturan khusus yang mengatur tentang pengelolaan FABA sehingga dapat dimanfaatkan secara luas dengan mempermudah perizinan bagi pemanfaat FABA,” ujar Helmi Najamuddin.
PLTU Asam Asam.
Asam sendiri telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sesuai keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.942/Menlhk/Setjen/ PLB.3/2/2016.
TEROKA
Kepada pihak Kementerian PUPR, PLN berharap agar dapat memanfaatkan FABA untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia sesuai program pemerintah. Antara lain untuk bahan campuran semen, ready mix, pengerasan jalan/jembatan, bahan untuk pembangunan 1 juta rumah murah, dan untuk pembuatan paving block, bata ringan, batako, tiang listrik beton, batu pemecah ombak.
“Kami PLN juga sangat berharap kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk memudahkan pengurusan perizinan kepada PLN perihal pengelolaan lingkungan dan pengelolaan Limbah B3,’’ ujarnya lagi.
Perlunya dukungan untuk pemanfaatan FABA tersebut sangat beralasan. Sampai tahun ini saja pembangkit batubara telah mengonsumsi hampir 80 juta ton per tahun. Kalau Program 35.000 MW jalan, maka di akhir tahun 2019 diperkirakan ada 180 juta ton hingga 2019 juta ton batubara yang dibakar dan lima persen dari volume tersebut, sekitar delapan hingga sembilan juta ton akan menjadi FABA.
Untungnya, FABA yang dihasilkan oleh seluruh PLTU di Pulau Jawa sudah diserap industri semen dan beton. Tren produksi
FABA di Pulau Jawa terus meningkat, hingga 2027 akan mencapai 11,18 juta ton per bulan. Rinciannya yaitu terdiri dari PLN 6,5 juta ton dan IPP sekitar 4,6 juta ton. Adapun pada 2016, produksi ash sudah mencapai 4,6 juta ton per bulan, terdiri
ash dari PLN 3,26 juta ton dan IPP 1,33 juta ton.
Sementara, total penyerapan FABA PLN dan IPP oleh perusahaan semen dan beton dari tahun 2012-2027 akan mencapai 7,16 juta ton per tahun. Sementara total penimbunan ash mencapai 15,36 juta ton. Diperkirakan kebutuhan lahan untuk penimbunan sebesar 229,62 hektare. Penyerapan dilakukan oleh 4 industri yaitu pabrik Semen Holcim, Semen Gresik, Indocement dan pabrik Wika Beton. Namun FABA di PLTU di Luar Jawa tidak termanfaatkan sehingga menumpuk dan menimbulkan persoalan. Hal itu dikarenakan, PLN tidak diberikan izin oleh instansi berwenang terkait lingkungan untuk mendapatkan tempat pembuangan akhir atau landfill. “Jika tak ada
penyerapan yang mencukupi maka FABA akan menumpuk,” tandas Helmi. PLN sendiri telah memiliki road map
pemanfaatan FABA yang terstruktur. Pada 2016 adalah pemanfaatan Internal Unit,
dimana pendampingan dan peningkatan kemampuan SDM unit dalam pemanfaatan FABA. Di tahun terebut, unit diharapkan dapat mengembangkan pemanfaatan FABA menjadi batako, conblock untuk keperluan unit maupun CSR.
Selanjutnya, di 2017 ini berfokus kepada pemanfaatan sektor infrastruktur.
Kerjasama antara PU-PR dan unit penghasil FABA terus dikawal agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dan FABA dapat dimanfaatkan oleh Kementerian PU-PR untuk penggunaan infrastruktur jalan dan jembatan. Kedepannya, tahun 2018 semua Unit Pembangkit Batubara di Indonesia diharapkan mulai memanfaatkan FABA terutama untuk infrastruktur jalan sehingga tidak ada Limbah B3 yang tersimpan/ditimbun di pembangkit.
Seperti diketahui, FABA menjadi isu yang sangat krusial bagi PLN sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, dimana FABA dikategorikan sebagai Limbah B3 . PP ini mengamandemen PP No. 18 dan PP No. 85 tahun 1999 yang sudah tidak berlaku lagi. Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 (PP 101/2014) merupakan amanat dari Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 59 dan juga Agenda 21 Indonesia serta Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan.
PP 101/2014 berubah secara signifikan dari PP 18 dan 85 tahun 1999, dimana pengelolaan Limbah B3 harus dilakukan secara terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk hidup lainnya dan lingkungan hidup.
Perusahaan sebagai penghasil Limbah B3 bertanggung jawab sejak Limbah B3 dihasilkan sampai dimusnahkan (from cradle to grave) dengan melakukan pengelolaan secara internal dengan benar dan memastikan pihak ketiga pengelola Limbah B3 memenuhi regulasi dan kompeten.
Dalam tuntutan hukum, Limbah B3 tergolong dalam tuntutan yang bersifat formal. Artinya, seseorang atau perusahaan dapat dikenakan tuntutan perdata dan pidana lingkungan karena cara mengelola Limbah B3 yang tidak sesuai dengan peraturan, tanpa perlu dibuktikan bahwa perbuatannya tersebut telah mencemari lingkungan. l
TEROKA
“Connecting People To Nature“. Itulah tema yang diusung pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017. Hari Lingkungan merupakan perayaan tentang Pelestarian Lingkungan yang diselenggarakan pada 5 Juni setiap tahunnya secara serentak di seluruh dunia. Tema tersebut mengajak kita semua untuk kembali berpikir bahwa manusia merupakan bagian dari alam semesta. Kehidupan manusia sangat bergantung pada alam, tentu ini memberikan peluang
bagi manusia untuk mencari solusi yang tepat bagaimana menyelaraskan kebutuhan manusia dengan kelestarian lingkungan.
PLN, sejalan dengan misi perusahaan yaitu “Menjalankan Kegiatan Usaha yang Berwawasan Lingkungan”, tentu saja selalu berusaha memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya. PLN secara maksimal telah berupaya mengurangi pencemaran tanah, air dan udara oleh zat-zat polutan
Menuju PROPER Emas
PLN berkomitmen untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan. Pada
2018 mendatang diharapkan sudah banyak unit PLN yang berhasil meraih
PROPER Emas, dan tidak ada lagi unit yang mendapat Rapor Merah dan Hitam
dari Kementerian Lingkungan Hidup.
termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh dalam semua kegiatan penyediaan listrik oleh PLN baik itu instalasi pembangkit, transmisi/gardu induk dan distribusi.
Sebagai implementasi dari misi tersebut, Perusahaan telah menetapkan aspek lingkungan sebagai salah satu unsur penilaian dalam kinerja unit bisnis PLN di seluruh Indonesia. Melalui hasil penilaian ini Perusahaan dapat mengevaluasi pemenuhan komitmen dalam bidang lingkungan.
TEROKA
instrumen penilaian untuk mengevaluasi sejauh mana pemenuhan komitmen unit-unit bisnis PLN dalam bidang lingkungan. Menurut Helmi Najamuddin, PLN berkomitmen untuk meningkatkan kinerja
pengelolaan lingkungan. Pada 2018 mendatang, diharapkan tidak ada lagi
unit PLN yang mendapat penilaian PROPER Merah dan Hitam dari
Kementerian Lingkungan Hidup. Helmi mengatakan, peringkat
PROPER unit-unit PLN membaik dari tahun ke tahun. Pada 2016 lalu, dari 23 unit yang sebelumnya berperingkat merah sebanyak 8 unit meningkat ke peringkat biru. Bahkan, ada sebanyak 17 unit pembangkit listrik yang dikelola PLN bersama anak perusahaan berhasil meraih peringkat hijau.
“Saya berharap pada 2018 nanti tidak ada lagi unit PLN yang mendapat penilaian PROPER Merah dan Hitam, bahkan diharapkan pula sudah ada unit-unit yang berhasil meraih PROPER Emas,” ujarnya.
Seperti diketahui, PROPER bertujaun untuk meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi dan community development. PROPER didesain untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrumen insentif dan disentif. Insentif dalam bentuk penyebarluasan kepada publik tentang reputasi atau citra positif kepada masyarakat dan
stakeholders bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang bagus. Ini ditandai dengan Rapor Hijau dan Emas. Sementara Rapor Biru adalah perusahaan yang secara minimum mampu memenuhi regulasi. Disinsentif dalam bentuk penyebarluasan reputasi atau citra buruk bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang tidak taat regulasi. Ini ditandai dengan Rapor Merah dan Hitam. Helmi Najamuddin optimis, Rapor PROPER Hijau dan Emas bisa diraih jika setiap unit PLN mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan-ketentuan lain serta mengendalikan aspek dan dampak penting lingkungan setiap kegiatannya. Untuk itu, setiap kegiatan ketenagalistrikan
(Pembangkit, Transmisi dan Distribusi) wajib memiliki Dokumen Lingkungan (AMDAL, UKL-UPL, DELH atau DPLH dan SPPL) dan Izin Lingkungan sebelum tahap konstruksi.
Pada kegiatan ketenagalistrikan
(Pembangkit, Transmisi, Distribusi), semua izin terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) juga harus dipenuhi. Ada 4 izin terkait PPLH. Pertama, Izin Pembuangan Limbah cair (IPLC) yang wajib sudah terbit sebelum Limbah Cair dihasilkan. Kedua, Izin Pengelolaan Limbah B3 yang terdiri dari Izin
Penyimpanan Sementara Limbah B3 Non
Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) (wajib dimiliki Distribusi, Transmisi dan semua Pembangkitan dan sudah terbit sebelum Limbah B3 dihasilkan), dan Izin Landfill/ Penimbunan Limbah B3 (diperuntukkan untuk Pembangkit batubara dan wajib sudah terbit sebelum Limbah B3 dihasilkan).
Ketiga, Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 FABA yang diperuntukkan untuk Pembangkit Batubara dan wajib sudah terbit sebelum Limbah B3 dihasilkan. Keempat, wajib dipenuhinya Izin Pemanfaatan Limbah B3 yang khusus untuk Pembangkit Batubara.
Selain mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan-ketentuan lain serta mengendalikan aspek dan dampak penting lingkungan PLN juga melakukan berbagai program lainnya. Yakni, program sertifikasi Lingkungan (Sistem Manajemen Lingkungan) untuk unit induk & unit pelaksana, program penghijauan di Unit Induk dan Unit Pelaksana serta masyarakat umum, program implementasi program
Good House Keeping (baik di area perkantoran, instalasi ketenagalistrikan, gudang, bengkel dan lain-lain di Unit Induk dan Unit Pelaksana), dan program Reuse, Reduce, Recycle (3R) yaitu penggunaan kembali barang/material yang masih dapat digunakan kembali baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain serta mengolah limbah/sampah menjadi produk baru.
KINERJA
D
irektur Keuangan PLN Sarwono Sudarto dalam Video Conference(Vicon)Asset Liabilities Committee (ALCO) (29/5) menghimbau agar seluruh insan PLN meningkatkan kinerjanya demi mempercepat pembangunan mega proyek 35.000 MW. Terlebih lagi pada 16 Mei 2017 PLN telah menerima dana
Global Medium Term Notes sebanyak USD 1.98 miliar atau setara dengan Rp 26 triliun, yang dapat digunakan untuk kegiatan investasi perusahaan. Di sisi lain, penyerapan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2016 pun masih belum dapat terserap dengan optimal. Dengan tambahan sumber investasi ini tentu saja menjadi tantangan bagi PLN untuk dapat semakin mempercepat penyelesaian proyek.
“Kita harus mempercepat penyelesaian proyek
pembangunan sehingga dapat meningkatkan penyerapan dana investasi, jangan sampai dananya sudah siap tapi pembangunan tidak juga diproses, hal ini akan berdampak kerugian di PLN,” kata Sarwono.
Selain penyerapan dana investasi, Sarwono Sudarto juga menghimbau agar rekan PLN seluruh unit dapat meningkatkan penjualan listrik ke pelanggan. Hingga April 2017 volume penjualan kurang bergairah yaitu sebesar 72.162 Gigawatt hour (GWh), jika penjualan tidak meningkat, maka dapat diproyeksikan hingga akhir 2017 penjualan mencapai 216.486 GWh atau dibawah RKAP 2017 yaitu sebesar 234.016 GWh.
Hal ini menjadi tantangan bagi PLN untuk meningkatkan penjualan, salah satu cara nya adalah dengan segera menyelesaikan daftar tunggu, Sarwono Sudarto
Percepat Pembangunan
35.000 MW
mengungkapkan bahwa daftar tunggu ini dapat dianggap sebagai prioritas. “Seperti di Jawa Barat yang memiliki jumlah daftar tunggu terbanyak, sekitar 30 ribu calon pelanggan ini perlu segera kita layani. Upaya lainnya adalah memperbanyak jumlah konsumen tarif non subsidi serta terus menurunkan tunggakan,” lanjut Sarwono.
pada akhirnya tarif non subsidi harus tetap dapat menjaga kestabilan kas PLN. Kepala Divisi (KDIV) Niaga Benny Marbun juga menghimbau kepada para rekan-rekan PLN seluruh unit agar mengetahui betul peran PLN dalam program Subsidi Listrik Tepat Sasaran ini.
“PLN hanya memadankan data yang diterima dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), kita tidak berhak memutuskan siapa yang miskin dan tidak, yang berhak dan tidak berhak subsidi, itu diluar
ranah kita,” kata Benny.
“Tolong informasi ini diteruskan kepada setiap Area hingga Rayon dan Sub Rayon PLN agar menjadi pemahaman bersama,” lanjut Benny. Dalam Vicon ALCO tersebut, BOD PLN juga berpesan agar seluruh insan PLN dapat menjaga pasokan listrik di bulan Ramadhan ini terutama selama jam-jam berbuka dan sahur agar masyarakat tetap nyaman dalam menjalankan ibadah puasa. l
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan infrastruktur kelistrikan, Jayapura (9/5).
NASIONAL
Terangi Papua
Presiden Joko Widodo (Jokowi) lakukan
groundbreaking
pembangkit dan
resmikan Listrik Desa sebagai upaya nyata menerangi Papua.
P
residen Republik Indonesia Jokowi menaruh perhatian besar kepada Provinsi Papua dan Papua Barat dalam bidang kelistrikan. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melaluigroundbreaking Pusat Listrik Tenaga Mesin dan Gas Mobile Power Plant (PLTMG MPP) Jayapura berkapasitas 70 Megawatt (MW) di Jayapura (9/5). Dalam kesempatan sama Jokowi meresmikan pula Listrik Desa di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara; serta Pembangkit listrik Tidore 2x7 MW.
Jokowi mengatakan, listrik bukan hanya memberi penerangan melainkan juga kesempatan bagi rakyat dan penduduk di Papua untuk meningkatkan taraf hidupnya. “Malam hari anak-anak bisa belajar. Yang punya usaha di rumah, menghidupkan
usaha di rumah. Dan yang penting, anak-anak bisa belajar, bisa bersaing di masa depan dengan pelajar negara lain,” jelas Jokowi.
Menurut Jokowi, Papua dan Papua Barat pada 2019 mendatang akan menikmati pasokan listrik sebesar 730 MW. Pasokan tersebut lebih besar dua kali lipat dari ketersediaan daya listrik saat ini yang mencapai 280 MW.
“Diharapkan sudah tidak ada kekurangan listrik lagi di sini. Saya perintahkan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk diberikan prioritas penggunaan gas untuk kelistrikan kita. Jangan semua batu bara. Harus ada beberapa pembangkit listrik memakai tenaga mikro hidro, matahari, arus laut seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Inilah yang dilakukan pemerintah dalam menyediakan kelistrikan,” lanjut Jokowi. Jokowi menginginkan kecukupan pasokan listrik akan menjadikan Papua dan Papua Barat setara dengan provinsi lain di Indonesia, seperti di Jawa dan Sumatera. Ia pun menyatakan ketersediaan pasokan listrik di Papua akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.
“Sekarang venue-venue tempat penyelenggaraan sedang dibangun gubernur, pemerintah daerah dan sebagian pemerintah pusat. Tetapi setelah dihitung listriknya masih kurang. Maka kita resmikan ini (PLTMG MPP Jayapura 70 MW) dan apa yang kita bangun dalam rangka menyiapkan PON 2020,” tegas Jokowi. Berkenaan dengan desa yang belum berlistrik, Jokowi memberi target kepada Menteri ESDM untuk melistriki desa-desa yang sulit dijangkau listrik melalui listrik tenaga matahari atau surya.
P
ertumbuhan ekonomi nasional yang dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat dan investasi, khususnya pada sektor industri, mendorong pemerintah memfasilitasi penyediaan infrastruktur dan ketersediaan listrik yang memadai. Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir dalam acara sharingterkait program 35.000 Megawatt (MW) yang diselenggarakan MM-FEB UI, Jakarta (19/5). Sofyan menjelaskan, PLN menjamin ketersediaan energi listrik di dalam negeri sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat terus dilaksanakan. “PLN merupakan perusahaan yang erat sekali dengan kehidupan masyarakat semua. Sampai hari ini sudah 63 juta rumah tangga yang terlistriki,” ujar Sofyan Basir.
Guna mendukung nawacita, PLN melakukan terobosan untuk meningkatkan jumlah pasokan listrik, rasio elektrifikasi dan terus
mengupayakan pemerataan listrik ke seluruh pelosok nusantara. Rasio elektrifikasi berhubungan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah atau negara. Berkenaan dengan hal tersebut, PLN menghadirkan solusi penyediaan energi listrik dengan menggunakan energi baru dan terbarukan, yaitu solar panel maupun angin, yang juga dikombinasikan dengan diesel, terutama untuk kawasan terpencil.
Dalam rangka mencapai rasio elektrifikasi menuju 100% di Indonesia, PLN secara kontinyu melakukan sejumlah investasi energi listrik, khususnya dengan pembangunan pembangkit total 35.000 Megawatt (MW). Nilai investasi mega proyek tersebut sebesar 72.942 juta USD.
Untuk mewujudkan program 35.000 MW dibutuhkan SDM handal dalam jumlah cukup besar, yaitu sebanyak 656.000 tenaga kerja langsung dan 3.000.000 tenaga kerja tidak langsung. Selain itu dibutuhkan pula bahan dan peralatan dalam jumlah signifikan, seperti 3.5 juta ton baja, 2600 set trafo dan 301.300 km konduktor aluminium.
Dalam kesempatan sama Sofyan juga menyinggung tentang kemudahan mendapatkan listrik. Dimana pada Ease of Doing Business (EoDB) 2017 Indonesia sudah pada peringkat 49 dari 190 negara. Pada EoDB 2018, PLN menargetkan perbaikan, yaitu menduduki peringkat 25. l
NASIONAL
Saatnya Maksimalkan
Peran Organisasi
Tata kelola organisasi PLN berperan penting mengatur dan
mengkoordinasikan pekerjaan di lapangan, termasuk memberi
solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi.
O
rganisasi dalam sebuah perusahaan berperanan penting untuk mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan perusahaan guna mencapai target bersama. Berkenaan dengan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan peran organisasi untuk meningkatkan kinerja, sekaligus memberi solusi terhadap ragam kendala di lapangan, PLN menyelenggarakan Forum StrategiDirektur Utama PLN Sofyan Basir dalam acara
sharing terkait program 35.000 MW yang diselenggarakan MM-FEB UI, Jakarta (19/5).
Forum Strategi Organisasi – Trilogi I di PLN Pusdiklat Ragunan (15/5).
Dorong Pertumbuhan
Ekonomi Nasional
Sumber daya energi, seperti sumber energi listrik, merupakan
salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.
Organisasi – Trilogi I di PLN Pusdiklat Ragunan (15/5). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu strategi guna mendukung terwujudnya Program 35.000 MW yang tengah diusung PLN. Struktur organisasi yang sesuai dengan strategi perusahaan akan mampu mendukung terciptanya efisiensi kinerja secara signifikan. Terlebih, arah strategi PLN dewasa ini adalah menjadi perusahaan yang sehat secara finansial, sehingga mampu meningkatkan investasi dan mempertahankan marketshare. Melalui kegiatan ini, diharapkan pula dapat terjaring strategi dari masing-masing perwakilan divisi yang hadir.
Dalam melaksanakan proyek 35.000 MW, salah satu
permasalahan tata kelola yang perlu mendapat perhatian adalah bahan bakar, seperti batu bara ataupun gas. Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhamad Ali pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya penyediaan batubara maupun gas yang memadai sekaligus berkualitas.
Hal lain yang juga dibahas Muhamad Ali adalah penyerapan dana obligasi. Terkait proyek 35.000 MW, PLN mendapat obligasi sebesar 2 miliar USD. Menurut Ali, dari hasil ALCO, dana tersebut belum terserap dengan baik. Oleh karenanya, diperlukan perbaikan dalam eksekusi “Seharusnya dimasukkan dalam Key Performance Index (KPI). Dengan demikian akan lebih efektif dan lebih jelas pertanggung jawaban dananya,” katanya.
NASIONAL
PLN kembali berbagi kebahagiaan memuliakan kaum dhuafa di bulan suci nan berkah dengan memberikan 50.000 paket sembako secara serentak se-Nusantara (31/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) PLN dan PLN Peduli (CSR PLN) ini diantaranya membagikan 15.000 paket sembako untuk 15 wilayah di Jabodetabek dan 35.000 paket sembako lainnya yang dibagikan oleh seluruh unit Lazis PLN se-Indonesia kepada masyarakat dhuafa.
Seluruh paket sembako ini berasal dari dana zakat para pegawai Muslim PLN se-Indonesia melalui kebijakan Direksi yang memfasilitasi pemotongan zakat dari penghasilan pegawai secara otomatis terpusat (automatic payroll system) dan sebagian dari dana PLN Peduli.
Adapun paket sembako yang dibagikan masing-masing berisi 10 kilogram (kg) beras, 1 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir, 1 bungkus kecap manis 600 gram, setengah dus mie instan, dengan harga rata-rata sembako adalah Rp 250.000 per paket ditambah uang tunai Rp 50.000 per orang. Dengan begitu, total yang digelontorkan oleh PLN melalui dana LAZIS PLN dan PLN Peduli adalah sebesar Rp 15 milyar.
Bahagia
Bersama Dhuafa
Memasuki bulan Ramadhan, PLN menyalurkan 50.000 Paket Sembako untuk
Dhuafa dari Zakat Pegawai PLN.
Khusus di Jabodetabek, acara ini serentak dilakukan di 15 lokasi sebagai Direksi dan Dewan Komisaris PLN hadir tersebar di masing-masing lokasi. Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Komisaris Utama PLN Hasan Bisri serta Ketua Dewan Syariah LAZIS PLN Prof. DR. Amin Suma hadir di lokasi utama, yakni di Masjid Nurul Iman Jembatan Tiga Tanjung Wangi, Penjaringan, Jakarta Utara.
Sofyan mengucap syukur Alhamdulillah karena PLN dapat berbagi kebahagiaan dengan memberikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami memahami bahwa ada sebagian dari harta kami adalah milik kaum dhuafa. Kini kami sudah membagikannya. Insyaallah rejekinya ditambah, PLN semakin maju, dan karyawannya bahagia karena kewajibannya sudah lepas," ungkap Sofyan.
Sofyan juga berharap, bentuk kepedulian dari LAZIS PLN dan PLN Peduli ini dapat memberikan kebahagian kepada warga yang menerimanya. "Tahun lalu, kita membagikan 35.000 paket sembako, sekarang kita tambah lagi menjadi 50.000 paket. Ini bukti keberkahan untuk PLN dan kita ingin berbagi dengan masyarakat,” jelas Sofyan.
Pada kesempatan ini, Sofyan juga sempat mengunjungi rumah-rumah warga sekitar untuk memastikan warga mendapat sembako. Masyarakat sangat antusias dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.
Kegiatan ini juga merupakan rangkaian program LAZIS PLN dengan tema “Bahagia
Milik Bersama” Ramadhan 1438 H di lingkungan PLN yang juga diikuti dengan program lainnya seperti Berbagi Bareng Anak Yatim (santunan untuk 10.000 anak yatim), Senyum Bareng Guru Ngaji (santunan untuk 1.000 Ustadz) dan Buka Puasa Bareng 10.000 Dhuafa dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan utama kaum dhuafa se-Indonesia. l
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat (JBB) PLN Murtaqi Syamsuddin saat memberikan bantuan.
NASIONAL
Dukung Peningkatan
Kualitas Pesantren
PLN berkomitmen men-
support
pengembangan
pesantren di Sukabumi
Pengembangan Listrik
di Serambi Mekkah
PLN dan Konsorsium China Datang
Overseas Investment
– PT Pembangunan
Perumahan - PT Sumberdaya Sewatama menandatangani
Power Purchase
Agreement
(PPA) proyek
Independent Power Producer
(IPP) Pusat Listrik
Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh berkapasitas 2x200 Megawatt (MW) (31/5)
U
ntuk membangun semangat ukhuwah Islamiah, MenteriBadan Usaha Miliki Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir beserta rombongan melakukan kunjungan untuk bersilaturahmi di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fitroh, Perguruan Yaspida Sukabumi (21/5). Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi media untuk melihat lebih dekat kondisi pesantren di Sukabumi, sehingga PLN dan BUMN lain dapat memberikan support yang diperlukan untuk peningkatan kualitas pesantren di wilayah Sukabumi. Pada kunjungan yang dihadiri oleh pengurus dari sekitar 50 pondok pesantren di Sukabumi dan sekitarnya ini, PLN
L
istrik yang dihasilkan PLTU Meulaboh akan disalurkan ke sistem kelistrikan Sumatera melalui jaringan transmisi 275KOMITMEN
berkomitmen men-support program BUMN Peduli, khususnya bagi pengembangan pesantren di Sukabumi dan juga di seluruh Indonesia. Beberapa Direktur Utama BUMN juga hadir dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program tersebut.l Penandatanganan komitmen program BUMN Peduli di Sukabumi (21/5).
Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) proyek Independent Power Producer (IPP) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh berkapasitas 2x200 MW (31/5)
kilo Volt (kV) ke Gardu Induk (GI) PLN di Nagan Raya. Nantinya pembangkit ini akan dibangun di Meulaboh, Kabupaten Aceh
Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini berfungsi sebagai pemikul beban dasar (base load) dengan Availibility Factor sebesar 80% per tahun. PLTU Meulaboh akan mensuplai energi listrik ke sistem Sumatera sebesar ±2.803 Gigawatt hour (GWh) setiap tahun selama masa kontrak 25 tahun. Proyek PLTU Meulaboh diperkirakan menelan total biaya USD 600 Juta.
Secara keekonomian, PLTU Meulaboh layak dibangun dimana apabila dibandingkan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan setempat, maka proyek ini akan memberikan penghematan Rp 2 triliun per tahun.
G
una menyalurkan listrik dari pembangkit-pembangkit proyek 35.000 Megawatt (MW) di Utara Jawa ke sistem kelistrikan Jawa-Bali, PLN bangun GITET Mandirancan Extension di Kuningan, Jawa Barat. Pembangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan pembangunan GITET Mandirancan Extension oleh Direktur Bisnis RegionalJawa Bagian Tengah (JBT) PLN Nasri Sebayang di Yogyakarta (8/5). Nasri mengatakan, GITET Mandirancan Extension menjadi jantung dari seluruh GI yang ada di sistem kelistrikan Jawa-Bali. “GI ini nantinya akan menampung dan menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit-pembangkit 35.000 MW Jalur Utara Jawa
(Ungaran-Mandirancan-Bangun GITET
di Utara Jawa
Humas UIP JBT II
PLN bangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Mandirancan Extension
sebagai jantung seluruh Gardu Induk (GI) pada sistem Jawa-Bali
Penandatanganan kontrak pekerjaan pembangunan GITET Mandirancan Extension oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) PLN Nasri Sebayang di Yogyakarta (8/5).
KOMITMEN
PLN terus melakukan optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa pengembang lokal yang mempunyai komitmen dalam membangun pembangkit listrik berbasis renewable energy di Kalimantan.
Penandatanganan MoU yang dilaksanakan oleh General Manager (GM) PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Wil. Kalselteng) Purnomo beserta PLN Wilayah Kalimantan Barat
Perkuat
Kelistrikan
Kalimantan
Melalui pemanfaatan energi terbarukan,
PLN perkuat sistem kelistrikan Kalimantan.
Penandatanganan MoU pengembang pembangkit berbasis EBT di Palangka Raya (16/5). (Wil. Kalbar) Bima Putrajaya dengan pengembang pembangkit berbasis EBT di Palangka Raya (16/5) ini disaksikan langsung oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko R. Abumanan. MoU
Indramayu-Cibatu Baru) yang saat ini tengah dibangun,” kata Nasri. Lebih lanjut Nasri menjelaskan, GITET Mandirancan Extension adalah bagian dari pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV) Jalur Utara Jawa untuk mendukung proyek 35.000 MW. GITET Mandirancan Extension dibangun dengan anggaran PLN sebesar Rp 153 miliar.
“Pembangunan GITET ditargetkan selesai di triwulan pertama 2019, seiring dengan pembangunan jaringan transmisi dan pembangkit listrik di Jalur Utara,” ungkap Nasri.
Guna menjamin proses pelaksanaan pengadaan pekerjaan pembangunan GITET Mandirancan Extension, PLN didampingi penuh Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pendampingan ini dilakukan mulai dari perencanaan, site visit, pelaksanaan lelang, penetapan pemenang lelang sampai pada penyiapan kontrak proyek.
Pembangunan GITET Mandirancan Extension ini menambah deretan proyek yang sudah dimulai sebelumnya, yaitu SUTET 500 kV Tx (Ungaran-Pedan) – Batang, SUTET 500 kV Batang – Mandirancan Seksi 1, SUTET 500 kV Batang – Mandirancan Seksi 2, SUTET 500 kV Mandirancan – Indramayu, SUTET 500 kV Indramayu – Cibatu Baru, GITET 500 kV Batang Extension, GITET 500 kV Indramayu, dan GITET 500 kV Cibatu Baru Extension. l
KOMITMEN
Jamin Pasokan Batubara
Perkuat Sistem Kelistrikan Jawa-Bali dengan memastikan pasokan batubara
untuk Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB).
Penandatanganan kontrak penyediaan batubara untuk PLTU TJB bersama PT Indominco Mandiri dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di PLN Kantor Pusat, (9/5).
K
epastian ini direalisasikan melalui penandatanganan kontrak penyediaan batubara untuk PLTU TJB bersama PT Indominco Mandiri dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di PLN Kantor Pusat, (9/5) dengan pasokan 4,8 juta metrik ton batu bara per tahun selama 5 tahun untuk PLTU TJB.3 dan 4 sebesar 500 ribu metric ton per tahun.
Selain itu, saat ini terdapat 1 Lot yang masih dalam proses Contract Discussion Agreement (CDA), yaitu pengadaan batubara untuk unit 3 dan 4 Lot-F sebanyak 0,5 juta metric ton per tahun oleh PT Jembayan Muarabara.
Pasokan batubara untuk PLTU TJB diharuskan memenuhi spesifikasi tertentu, antara lain mengandung 5.550-5.700 KKal/Kg dengan kelembaban antara 17%-20%, kandungan sulfur sekitar 0,6%-0,88% dan
ash content sekitar 5,5%-6%. Adapun harga batubara ditetapkan sesuai dengan pada Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang pada kesempatan tersebut mengatakan, penandatanganan ini telah melalui proses panjang dan merupakan pencapaian yang baik. “Proses negosiasi di balik ini sudah cukup panjang. Alhamdulillah akhirnya bisa terselesaikan dengan baik. Suplai batubara tersebut rencananya dimulai pada Juni 2017,” ujar Nasri.
Lebih lanjut Nasri mengatakan, PLTU TJB merupakan pembangkit yang sangat penting pada sistem kelistrikan Jawa-Bali. PLTU TJB telah beroperasi sejak 2006 (unit 1 dan 2) sementara TJB unit 3 dan 4 beroperasi sejak 2012. l
Barat. Salah satu titik PLTBm akan dibangun oleh PT Cahaya Manggala Power berlokasi di Desa Purbasari, Kecamatan Lada dan PLTBm yang akan dibangun oleh PT Biogreen Power Kobar berlokasi di Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara.
Selain di Kotawaringin Barat, pembangunan PLTBm juga akan dilaksanakan di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Balai Riam, Kecamatan Balai Riam oleh PT Fajar Mitra Energi. Rencananya, ketiga PLTBm berbahan bakar cangkang kelapa sawit tersebut masing-masing akan menyuplai listrik sebesar 10 MW bagi sistem kelistrikan di Kalselteng.
Di Provinsi Kalimantan Barat, PLTBm akan dibangun pada tiga titik lokasi. Titik pertama akan dibangun oleh PT Intika Accord Power dengan daya 10 MW, berlokasi di Kecamatan Sungai Tebelian, Kab Sintang, Kalimantan Barat. PLTBm juga akan dibangun oleh PT Carpediem Elektrikal Nusantara dengan daya 10 MW, berlokasi di Desa Empaci, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Selain itu pembangunan PLTBm dengan daya 4 MW juga akan dilaksanakan di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat oleh PT Pundi Global Investama. l
Secara detil, PT Indominco Mandiri siap memenuhi pengadaan batubara Lot-1I unit 1 dan 2 sebesar 500 ribu metric ton per tahun. Sementara kontrak dengan PT KPC adalah pengadaan batubara Lot-1H unit 1 dan 2 sebesar 1,5 juta metric ton per tahun, Lot-E unit 3 dan 4 sebesar 2,3 juta metric ton per tahun dan Lot-G unit
dilakukan untuk memperlancar pembangunan Pusat Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Wil. Kalselteng dan Wil. Kalbar.
Djoko R. Abumanan mengatakan, penandatangan MoU ini sejalan dengan program 35.000 Megawatt (MW) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dengan berbasis EBT. “Kerja sama ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan listrik di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dimasa mendatang. Sehingga mampu menciptakan efisiensi dan efektifitas dalam menyediakan listrik bagi masyarakat,” pungkas Djoko.
Ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen PLN dalam upaya memanfaatkan potensi EBT sebagai perwujudan implementasi Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 10/2017 dan Permen ESDM Nomor 12/2017 tentang FIT pembangkit PLR EBT. Pemanfaatan energi terbarukan lokal yang dinilai ramah lingkungan dapat digunakan bagi daerah terpencil dan terluar, khususnya yang belum terjangkau oleh sistem interkoneksi.
Terdapat dua titik lokasi pembangunan pembangkit listrik berbasis
KOMITMEN
R
encananya kapasitas pembangkit yang akan dibangun sebesar 283 Megawatt (MW), yang terdiri atas Pusat Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) 150 MW; PLT Biomass 55 MW; PLT Biogas 71 MW; Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) 7 MW. Ditargetkan seluruh pembangkit EBT tersebut akan selesai dalam kurun waktu 18-24 bulan kedepan.Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat rasio
Bangun Pembangkit EBT
di Sumatera
Genjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT),
PLN tandatangani 37
Memorandum of Understanding
(MoU) dan 2
Power
Purchase Agreement
(PPA) dengan
Independent Power Producer
(IPP) EBT
di PLN Kantor Pusat (19/5).
Penandatanganan 37 MoU dan 2 PPA dengan IPP EBT di PLN Kantor Pusat (19/5).
elektrifikasi dengan melistriki desa-desa yang belum berlistrik serta mengejar target pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik.
Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengungkapkan, dengan terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber EBT untuk Penyediaan Tenaga
Terus Upayakan Efisiensi
Bersama Perbankan dan PT POS, PLN untuk terus mengupayakan efisiensi yang
akan memberikan nilai positif bagi PLN maupun Pelanggan PLN.
PLN berkomitmen terus mengupayakan efisiensi, salah satunya melalui penyempurnaan kerja sama dengan Perbankan dan PT POS dalam melayani transaksi pembayaran tagihan listrik pelanggan PLN. Hal ini ditandai dengan Penandatanganan Re-statement Perjanjian
Kerja Sama PLN dengan Bank dan PT POS tentang pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya di PLN Kantor Pusat (30/5). Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menjelaskan, tiga poin perubahan dalam perjanjian ini dirancang untuk terus meningkatkan efisiensi PLN.
Listrik dan Kepmen ESDM No.1404 tahun 2017 tentang Besaran Biaya Pokok Penyediaan (BPP) PLN, merupakan momentum yang tepat bagi PLN, karena selain untuk melistriki nusantara dengan energi baru dan terbarukan, juga dapat menurunkan BPP.
“Permen ESDM No. 12 tahun 2017 disambut baik oleh para pengembang, hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengembang yang terlibat dalam penandatanganan MoU hari ini,” ujar Amir.
Saat ini Pembangkit EBT di Regional Sumatera sudah mencapai 1.506 MW atau 18% dari total kapasitas pembangkit terpasang. Diharapkan pada 2025 prosentase pemanfaatan EBT bisa mencapai target 23%.
“Untuk di daerah Sumatera Utara ada 300 Mega Volt Ampere (MVA) yang kita sambung. Sekarang, 2017 terhitung sampai Maret, sudah kita sambung sebesar 150 MVA. Untuk para pengembang yang ada saat ini sangat memberikan bantuan pada sistem Sumatera. Kebanyakan di daerah Barat, sedangkan daerah Timur belum terlihat. Oleh karena itu, kita tawarkan kepada pengembang untuk daerah Timur, terutama untuk biomassa,” kata Amir. Menurutnya, ini merupakan potensi yang besar bagi para pengembang dan bagi PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik, khususnya EBT. Kini wilayah Sumatera sedang mengejar transmisi. Pada 2016 transmisi yang dioperasikan adalah 1.700 kilometer sirkit (kms). Sedangkan, trafo Gardu Induk (GI) dioperasikan 4.000 kms yang akan tersambung hingga ke Binjai. l
Poin pertama adalah menghilangkan
switching provider. Kedua, merubah mekanisme pelimpahan dana yang dilaksanakan dua kali per 1 Juli 2017, yaitu pada H+0 untuk transaksi pukul 00.01-12.00 WIB dan pada H+1 setelah proses rekonsiliasi final dilaksanakan dengan memperhitungkan pelimpahan dana pada H+0. Ketiga, perubahan jangka waktu perjanjian, yaitu hingga 31 Maret 2018 sebagai akhir masa transisi perpindahan sistem existing ke sistem Host to Host. Penghilangan switching provider
Percepatan
Proyek 35.000 MW
PLN tandatangani 8 proyek 35.000 Megawatt (MW)
dengan total biaya Rp 7,2 triliun.
U
ntuk mempercepat Program 35.000 MW, PLN terus mendorong percepatan penyelesaian kontrak pembangunan proyek pembangkit, transmisi, dan distribusi. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan 8 kontrak senilai Rp 7,2 triliun, yang terdiri dari pembangunan pembangkit Engineering, Procurement, Construction (EPC) total sebesar 735,5 MW dengan biaya Rp 6,28 triliun. Ditambah pula, jaringan transmisi 150 kilo Volt (kV) sepanjang 246 kilometer sirkit (kms) dari Kabupaten Tayan sampai Sekadau, Kalimantan Barat, dengan biaya mencapai Rp 299 miliar.Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, proyek yang ditandatangani ini sangat penting dan strategis untuk bangsa Indonesia, khususnya untuk Pusat
KOMITMEN
Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir tandatangani MoU 8 Proyek 35.000 MW.
Sambutan Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto pada Penandatanganan Re-statement perjanjian kerja sama PLN dengan Bank dan PT POS, Jakarta (30/5).
Listrik Tenaga Diesel (PLTD). “Karena lokasinya sangat banyak, lebih dari 400 lokasi yang tersebar di pulau-pulau di Indonesia,” paparnya di PLN Kantor Pusat (18/5).
Sebelumnya PLN telah menandatangani proyek pembangunan PLTD tersebar yakni Lot I total 10,3 MW dan Lot II total 27,2 MW. Sehingga secara keseluruhan total proyek pembangunan PLTD tersebar di seluruh Indonesia mencapai 772 unit atau setara dengan 443 MW.
Sofyan menyebutkan, nilainya kalau kita bandingkan dengan pembangkit-pembangkit di Jawa tentu tidak besar. “Akan tetapi, nilai bagi penduduk pulau-pulau tersebut adalah manfaat yang sangat besar yang akan dirasakan. 1 – 2 MW di
sistem ini, mestinya nasabah kami tidak lagi dikenai biaya yang lebih besar, karena kerja sama kita tidak lagi menggunakan switching provider, melainkan koneksi langsung antara PLN dan Perbankan,” jelas Sarwono. Kepala Divisi (KDIV) Treasury PLN Iskandar mengungkapkan, perubahan kerja sama ini sangat penting, mengingat banyaknya pelanggan PLN yang melakukan transaksi melalui Perbankan dan PT POS. Transaksi pelanggan PLN pada Triwulan I - 2017 menunjukkan, total transaksi pelanggan PLN melalui PT POS sebesar 50,92% setara Rp 31 triliun dan Delivery Channel Perbangkan sebesar 48,99% setara Rp 30 triliun. l
pulau itu sama besarnya, sama pentingnya dengan nilai 1.000 MW di Jawa,” jelasnya. Menurut Sofyan, apa yang ditandatangani ini adalah bagian dari rencana ke depan yang sangat besar yakni 35.000 MW pembangkit dan 46.000 kilometer transmisi. Sampai saat ini, telah ditandatangani hampir 23.000 MW dari total 35.000 MW. “Jadi, masih ada 12.000 MW yang Insya Allah tahun ini semua selesai untuk proyek 35.000 MW,” ungkapnya.
Penandatanganan 8 proyek pembangkit dan transmisi ini diharapkan menjadi sebuah awal yang baik bagi kesuksesan Program 35.000 MW dan direncanakan rampung pada 2018. Dengan begitu, rencana Pemerintah untuk mewujudkan target rasio elektrifikasi sebesar 99% pada 2019 dapat tercapai.
Secara detail, delapan proyek tersebut terdiri atas lima kontrak proyek pembangkitan sebesar 735,5 MW : MPP Paket 3 (PLTMG Tanjung Selor 15 MW, PLTMG Biak 15 MW, PLTMG Merauke 20 MW, PLTMG Langgur 20 MW, dan PLTMG Seram 20 MW), total 90 MW. MPP Paket 4 (PLTMG Maumere 40 MW, PLTMG Bima 50 MW, dan PLTMG Sumbawa 50 MW), total 140 MW. MPP Paket 5 (PLTMG Ambon 30 MW, PLTMG Bau-Bau 30 MW dan PLTMG Jayapura 40 MW), total 100 MW. PLTD tersebar Lot III, total 77,5 MW 64 lokasi; dan PLTD tersebar Lot IV, total 328 MW 60 lokasi.
NUSANTARA
Tingkatkan Mutu
Pelayanan Publik
Humas PLN Disjaya
Temui PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero),
Disjaya PR Agent belajar transformasi pelayanan
dan kehumasan.
Penerima penghargaan Denpasar Marketing Champion 2017 (23/5).
Para peserta study visit kehumasan Disjaya PR Agent 2017 di PT KAI Kantor Pusat, Bandung (16/5).
Jawara Pemasaran
Humas PLN Disbali
General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto
dinobatkan sebagai Denpasar Marketing Champion 2017
dalam bidang
infrastructure
dan
utilities
(23/5).
P
enghargaan ini diberikan oleh MarkPlus Inc kepada tokoh di tingkat manajemen perusahaan yang memiliki semangat marketing dan menjadi inspirasi, sehingga mendorong performa perusahaan menjadi lebih baik. Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota Denpasar IGN Eddy Mulya secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada seluruh pemenang dari masing-masing kategori.“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama dari seluruh pegawai PLN Distribusi Bali sehingga performa PLN pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan pesat,” ujar Sandika. Pada 2016, PLN Distribusi Bali mencatat pertumbuhan sebesar 10,99% dari pertumbuhan tahun 2015 yang hanya mencapai 5,98%. Angka pertumbuhan tersebut diperoleh dari jumlah penjualan mencapai Rp 5,96 triliun rupiah, dan sebanyak 73 ribu sambungan baru.
Tidak hanya mengejar pertumbuhan pelanggan, PLN juga terus berupaya memperbaiki pelayanan pelanggannya. “Di tahun
Foto: Humas PLN Disbali
Foto: Humas PLN Disjaya
2016 terus disampaikan bahwa PLN harus menawarkan solusi terhadap kebutuhan pelanggan. Itu yang terus ditanamkan kepada pegawai,” jelas Sandika.
Melalui semangat tersebut, PLN berupaya menjadi lebih dekat dengan pelanggan dan menawarkan solusi dari berbagai kebutuhan masyarakat. Dari sisi pelayanan, PLN menyediakan berbagai kelompok tarif dan besaran daya pelanggan sesuai dengan kebutuhan. Kemudahan akses layanan PLN juga terus diperkuat melalui Contact Center PLN 123 yang dapat diakses 24 jam melalui telepon, email, website, hingga media sosial. l
U
ntuk semakin meningkatkan mutu pelayanan publik, PLN melalui Disjaya PR Agent mengadakan study visit kehumasan di PT KAI. Dalam kunjungannya, Disjaya PR Agent diterima oleh Vice President of Public Relations PT KAI Agus Komarudin di PT KAI Kantor Pusat, Bandung (16/5). Para Disjaya PR Agent mempelajari perubahan demi perubahan PT KAI dalam meraih persepsi positif di masyarakat, terutama dari sisi pelayanan publik maupun kehumasan.Agus menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transformasi pelayanan publik. Antara lain, adanya contoh dari pimpinan secara langsung yang berujung kepada peningkatan
moral value para pegawai, dan kesamaan persepsi dan tujuan dalam pelayanan publik di internal organisasi. Kemudian, adanya perbaikan proses bisnis berdasarkan hal-hal yang ditemukan oleh pimpinan di lapangan, dan benchmarking ke perusahaan sejenis yang telah dapat memberikan pelayanan dengan baik. Selanjutnya, penggunaan teknologi dan inovasi dalam pelayanan
dan operasional berintegritas untuk mempermudah masyarakat,
stakeholder management yang baik, serta sosialisasi yang tepat sasaran, baik melalui media massa atau media sosial maupun tatap muka secara langsung.
Disamping itu, para Disjaya PR Agent juga mengunjungi
Gerakan Bayar Listrik ini tidak hanya berfokus pada pengurangan tunggakan, namun kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan dan memasarkan produk layanan PLN kepada pelanggan. Dengan demikian, selain pelayanan pembayaran rekening listrik dan transaksi pembelian token, kesempatan itu juga digunakan untuk melayani pelanggan dengan One-Day Service seperti pelayanan tambah daya dan pasang baru. Ide, konsep dan penyelenggaraan kampanye sepenuhnya diserahkan kepada area untuk berkreasi. Berbagai ide yang dilakukan area, antara lain membuat sosialisasi dengan konsep teatrikal; membuat sarana edukasi untuk pelanggan, seperti Museum Listrik dan Fun Facts produk kelistrikan; sosialisasi di pasar; membuat kegiatan kreatif seperti untuk anak-anak di RPTRA; hingga penukaran sembako gratis dengan menukarkan dengan syarat tidak ada catatan menunggak pembayaran listrik selama 3 bulan.
Kreativitas ke-16 area yang masuk ke dalam wilayah kerja PLN Disjaya dalam mengemas kampanye ini nantinya akan dikompetisikan. Pemenang dari kampanye kreatif ini akan kembali menggelar temu pelanggan untuk sosialisasi dan pemasaran produk di roadshow Gebyar Listrik yang akan berlangsung hingga bulan Juli.
Harapannya, dengan diadakan kegiatan Gebyar Listrik ini, kampanye kreatif pada khususnya, dapat mewujudkan Zero Bad Debt dan memotivasi area agar bisa menggunakan kreativitasnya dalam melakukan pelayanan dan sosialisasi kepada pelanggan. l
NUSANTARA
PLTMG 50 MW
untuk Sumbawa
Humas PLN NTB
Tingkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumbawa melalui
hadirnya Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).
Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) PLN Machnizon Masri melakukan groundbreaking pembangunan PLTMG Sumbawa 50 MW di Mataram (1/6). “Gebyar Listrik” PLN Disjaya, Jakarta (1-26/5).
Foto: Humas PLN NTB
Gebyar Listrik
Humas PLN Disjaya
PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mensukseskan program
Bayar Listrik Tepat Waktu dilakukan dengan mengadakan
kegiatan “Gebyar Listrik”.
K
egiatan Gebyar Listrik resmi dibuka dengan perlombaan Kampanye Kreatif di tiap-tiap area sejak tanggal 1 hingga 26 Mei 2017 lalu. Gebyar Listrik yang merupakan singkatan dariS
istem kelistrikan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan segera meningkatkan keandalan pasokan listrik dengan hadirnya PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 Megawatt (MW). PLTMG ini akan memperkuat sistem kelistrikan Sumbawa, dan merupakan upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi serta pertumbuhan ekonomi NTB.Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) PLN Machnizon Masri melakukan groundbreaking proyek pembangunan PLTMG Sumbawa yang berlokasi di Badas, Kabupaten Sumbawa. Pembangkit ini merupakan bagian dari Program 35.000 MW yang diusung pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. “Listrik ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menyelesaikan proyek ini secara serius agar listriknya bisa digunakan untuk melistriki ± 110.000 kepala keluarga, dan juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi di Sumbawa,” kata Machnizon Masri di Mataram (1/6).
Sistem kelistrikan di Provinsi NTB terdiri dari tiga sistem yang terpisah, yaitu Sistem Lombok, Sumbawa dan Bima. Sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 MW
dengan beban puncak sebesar 40 MW. Dengan tambahan 50 MW dari PLTMG Sumbawa, maka pasokan listrik di Sumbawa akan bertambah dua kali lipat. “Jika Sumbawa dan Bima sudah interkoneksi dengan jaringan transmisi, listrik dari PLTMG Sumbawa ini juga bisa memperkuat kelistrikan Bima,” sebut Machnizon. Pembangunan PLTMG Sumbawa ini diperkirakan membutuhkan waktu selama 18 bulan agar dapat beroperasi, dan ditargetkan akan memperkuat Sistem Sumbawa pada Desember 2018. Dengan masuknya PLTMG Sumbawa diharapkan rasio elektrifikasi di NTB dapat meningkat dari 79,44 persen pada April 2017, menjadi di atas 95 persen pada akhir tahun 2019.
NUSANTARA
PLN menjadi salah satu penerima penghargaan atas dukungan dalam pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Solo (26/5)
Penghargaan Terhadap
Peningkatan Kualitas
Humas PLN Pusdiklat
PLN menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan
dan Budaya atas dukungan dalam pengembangan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
P
enyerahan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk industri ini berlangsung di Solo (26/5). Dalam kesempatan tersebut, PLN menjadi salah satu penerima penghargaan atas dukungan dalam pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyerahan Penghargaan yang sedianya akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo ini diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani.Dalam sambutan Presiden Joko Widodo yang dibacakan Puan Maharani, menyebutkan bahwa guna mendukung implementasi dari Instruksi Presiden No.09 tahun 2016, diinstruksikan agar peningkatan kompetensi siswa SMK dapat diteruskan sampai ke Pelosok Negeri. Adapun tahapan pelaksanaanya adalah penyelarasan kurikulum, melakukan upgrading guru, dan diakhiri dengan sertifikasi kompetensi.
Foto: Humas PLN Pusdiklat
Ditengarai pula oleh Joko Widodo bahwa tantangan program ini harus segera berlanjut agar tenaga terampil yang bersertifikat bisa mengisi kebutuhan dunia Industri di Negeri sendiri.
Mendukung target tersebut PLN telah melakukan program peningkatan kompetensi Siswa SMK. Salah satunya diimplementasikan melalui Program Upgrading Guru SMK sekaligus penyerahan Sertifikat Kompetensi yang telah berlangsung beberapa waktu lalu di Surabaya (22/5).l
Petugas PLN di Pulau Bawean.
2019 Tuntas
Di 2019, target tuntaskan listrik
di 11 Dusun Pulau Bawean.
P
ulau Bawean yang terletak di Kabupaten Gresik mendapatkan pasokan listrik dari berbagai sumber seperti Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 8 Megawatt (MW). PLN menargetkan di 2019 akan menuntaskan 11 dusun di Pulau Bawean yang belum teraliri listrik.“Masih ada 11 dusun yang belum teraliri listrik. Kami targetkan pada 2019, seluruh atau 100 persen dusun-dusun di Pulau Bawean tersebut teraliri listrik,” ujar General Manager (GM) PLN Distribusi Jawa Timur (Disjatim) Dwi Kusnanto, di Gresik (16/5). Pulau Bawean memiliki luas wilayah 197,42 kilometer persegi (km2) dan terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang terdiri dari 30 desa. Saat ini, jumlah pelanggan listrik di Pulau Bawean sebanyak 17.843 pelanggan. Listrik di Pulau Bawean didukung oleh 86 gardu dengan daya tersambung 12.696 kilo Volt Ampere (kVA) dengan beban puncaknya mencapai 4,8 MW. Peta jaringan listrik PLN di Pulau Bawean terlihat mengelilingi daerah pesisir pantai, sehingga pemukiman penduduk di daerah tengah masih belum terjangkau listrik sepenuhnya.
Foto: Humas PLN Disjatim
NUSANTARA
Optimalkan
Keandalan SCADA
Humas PLN DJTY
PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY (DJTY) Pastikan Keandalan
Jaringan dan Ketersediaan Pasokan Listrik saat Ramadhan.
M
enjelang Bulan Suci Ramadhan 1438 H, PLN DJTY mengadakan gelar alat dan personel yang dilakukan oleh seluruh Area PLN se-Wilayah Jawa Tengah dan DIY. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi peralatan, keandalan peralatan SCADA (Supervisory Control Data And Acquisition), Pemeliharaan Jaringan 20 kV dan Apel kesiapan personel. Sedangkan dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dilakukan simulasi penanggulangan kebakaran.Asisten Manajer SCADA dan Telekomunikasi Angga Rajasa
menyampaikan, sistem SCADA atau remot listrik jarak jauh saat ini telah terpasang di jaringan distribusi tenaga listrik, sehingga penormalan pasca gangguan bisa dilakukan lebih cepat dengan meminimalisir pekerjaan manual. Selain gelar alat dan personel, PLN juga mengadakan Apel Bhakti Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada 23 - 24 Mei yang dihadiri 124 orang dari seluruh tim PDKB se-Jawa Tengah dan DIY.
“Gelar alat dan Apel PDKB ini adalah upaya PLN dalam rangka memastikan keamanan jaringan menyambut Ramadhan,” jelas Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Hardian Sakti Laksana.
Gelar alat dan personel PLN se-Jawa Tengah dan DIY (23-24/5).
Foto: Humas PLN DJTY
Kemudian dari segi pasokan listrik PLN juga menyatakan kesiapannya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Manajer PLN APD Jawa Tengah & DIY Arsyadany Ghani Akmalaputri, “tidak ada kendala yang disebabkan kurangnya pasokan listrik, saat ini cadangan pasokan listrik untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY tersedia sebanyak 1652 MW”.
Pada bulan Ramadhan terjadi pegeseran waktu beban puncak dari yang semula pukul 19:00 – 22:00 WIB menjadi 03:00 – 06:00 WIB. Arsyadany mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa bijak dalam menggunakan energi listrik. “Hal ini dapat dilakukan dengan mematikan peralatan listrik dan lampu yang tidak digunakan,” tambahnya. l
Byarr Listrikè
Joss Internetè
Humas PLN Disjatim
Program Pemasaran Bersama dan Pemanfaatan
Telematika antara PLN Disjatim bersama dengan PT ICON+.
D
engan menggunakan udeng dan selendang khas daerah Banyuwangi, Rapat Kerja (Raker) yang digelar PLN Distribusi Jawa Timur (Disjatim) kali ini terasa berbeda. Bertempat di Ruang Rapat Mojopahit Kantor Disjatim (16-17/5). Raker kali ini mengusung tema “Penajaman Disiplin Eksekusi Untuk Mencapai Disjatim HEBAT Excellent K1”. Acara Raker dibuka oleh General Manager (GM) PLN Disjatim Dwi Kusnanto, yang diikuti oleh seluruh Manajer Bidang, Manajer Area, Asisten Manajer dan perwakilan Manajer Rayon terbaik, dan Manajer Rayon yang membutuhkan perhatian. Seluruh Manajer Area memaparkan tentang kinerja yang belum tercapai dan bagaimana upaya perbaikannya. Di sela-sela pelaksanaan Raker ini, diselenggarakan pula penandatanganan Nota Kesepahaman Program Pemasaran Bersama dan Pemanfaatan Telematika antara PLN Disjatim bersama dengan PT ICON+. Penandatanganan dilakukan oleh GM PLN Disjatim dan GM PT ICON+ SBU Regional Moch Sodiq. Program Pemasaran Bersama dan Pemanfaatan Telematika ini merupakan salah satu upaya PT ICON+ menggandeng PLN Disjatim untuk meningkatkan revenue, yang saat ini telah mempunyai pelanggan layanan ketenagalistrikan dengan jumlah yang sangat besar.Acara Launching Program tersebut ditandai dengan penekanan sirine secara bersama-sama. Diharapkan dengan adanya program ini mampu menambah potensi yang bisa dikerjakan bersama, baik untuk pelanggan ketenagalistrikan diajukan usulan untuk Automatic Meter Reading (AMR) serta ditawarkan layanan internet dari PT ICON+. l
Foto: Humas PLN Disjatim
Tingkatkan
Pasokan Listrik
Humas PLN UIP JBT II
Penambahan daya Trafo #2
Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) Mojosongo.
PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) II terus berusaha meningkatkan penyaluran pasokan listrik bagi pelanggan PLN, melalui pekerjaan pembangunan Transmisi dan GI serta Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT).
Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Tengah (UPP JJBT) 3 telah berhasil melakukan pekerjaan penambahan daya pada Trafo #2 GI 150 kV Mojosongo, yang semula 30 Mega Volt Ampere (MVA) menjadi 60 MVA (16/5). Penambahan daya ini merupakan pekerjaan kedua yang telah diselesaikan dalam bulan ini setelah sebelumnya pada 3 Mei 2017 lalu, UPP JJBT 1 juga telah berhasil melaksanakan pemberian tegangan pada penghantar 1 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Padalarang – Jatiluhur dengan panjang saluran 42,461 kms.
Asisten Manajer (Asman) Teknik UPP JJBT 3 Zaenuri mengatakan, Trafo #2 ini sendiri menyuplai listrik kepada 10 pelanggan
Foto: Humas PLN UIP JBT II
Tegangan Menengah sejumlah 12,4 MVA dan sisanya disalurkan ke kurang lebih kepada 42 ribu pelanggan Tegangan Rendah mulai dari daya 450 VA sampai dengan 197.000 Volt Ampere (VA) di daerah-daerah seputaran Boyolali dan Klaten meliputi Ampel, Musuk, Teras, Tulung, Jatinom, Ngawen, dan sebagian Mojosongo.l
NUSANTARA
Upgrading Guru Honorer
Humas PLN Disjabar
Beri pelatihan kepada Guru Honorer yang mengabdi di
wilayah tertinggal di Provinsi Jawa Barat.
U
ntuk mengatasi belum meratanya kompetensi dan kualitas Guru Honorer di beberapa wilayah di Jawa Barat, PLN melalui Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS) PLN mengadakan pelatihan/upgrading bagi Guru Honorer. Melalui pelatihan ini, kompetensi dan karakter para guru diharapkan dapat ditingkatkan, sehingga dapat terus berkontribusi demi kemajuan dunia pendidikan di daerah Jawa Barat.Pelatihan bertema “Menjadikan Guru yang Berkompeten dan Berkarakter” ini berlangsung di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat (Disjabar), (8-9/5). Pelatihan ditujukan kepada 100 Guru Honorer yang tersebar di wilayah-wilayah tertinggal dari penjuru Jawa Barat, antara lain Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Garut, Kabupaten Bandung, Sukabumi dan Cianjur. Guru Honorer yang mengikuti pelatihan ini merupakan guru-guru dengan kriteria seperti; mengajar di madrasah daerah tertinggal, minimal sudah 1 tahun mengabdi dan penghasilan maksimal 1 juta rupiah per bulan. “PLN melihat bahwa pengabdian Guru Honorer ini sangat luar biasa dalam mendidik para siswa di daerah masing-masing. Kami hanya ingin apa yang kami berikan dapat menjadi penyemangat yang dapat memacu motivasi para guru dalam mengajar, sehingga dapat melahirkan generasi yang unggul di masa yang
Upgrading bagi Guru Honorer PLN Disjabar (8-9/5).
Foto: Humas PLN Disjabar
akan datang,” ungkap General Manager (GM) PLN Disjabar Iwan Purwana.
“Untuk membangun dan menciptakan generasi yang berkualitas terlebih dahulu kita harus meningkatkan kualitas para pendidik untuk memberi keteladanan bagi para siswa. Saya memberikan apresiasi pada para guru dan terhadap program LAZIS PLN,” ungkap Deddy Mizwar.