• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTS MPK Manajemen Pendidikan Kejuruhan .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UTS MPK Manajemen Pendidikan Kejuruhan ."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Eva Yulia Safitri

NIM : 160533611462

Prodi : S1 PTI ’16 B

UJIAN TENGAH SEMESTER

Mata kuliah : Manajemen Pendidikan Kejuruan

Dosen : Wahyu Nur Hidayat, S.Pd., M.Pd.

Tanggal UTS : 11 Oktober 2017 – 18 Oktober 2017 (Hardcopy)

1. Esensi pembelajaran bidang kejuruan sebagai proses memfasilitasi ketrampilan how to think,

how to learn, dan how to create untuk membentuk individu yang siap berperan sebagai job

creator dan Job seeker unggul.

a. Jelaskan yang dimaksud dengan kertampilan how to think, how to learn, dan how to

create!

Jawab :

- How to think yaitu lebih menekankan pada pengembangan critical thinking. Berpikir

kritis merupakan suatu kemampuan kognitif dan strategi yang meningkatkan

kemungkinan hasil yang diharapkan, berpikir yang bertujuan, beralasan, dan

berorientasi pada sasaran. Pemikiran ini mencakup pemecahan masalah,

memformulasikan kesimpulan, menghitung kemungkinan, dan membuat keputusan

(Halpern dalam Frijters at. Al, 2008).

- How to learn yaitu lebih menekankan pada kemampuan untuk dapat menguasai dan

mengolah informasi. How to learn merupakan kemampuan individu atau kelompok

masyarakat dalam melakukan aktivitas sustainable self-learning bidang teknologi

(Mukhadis,2013:8). Wujud nyatadari kemampuan ini menurut Harefa(2010) dalam

Mukhadis (2013:129) terdiri dari kemampuan learning , unlearning, re-learning.

Representasi kemampuan learning dalam konteks pemanfaatan dan pengembangan

teknologi merupakan proses untuk mencari, mengumpulkan informasi, pengetahuan

dan ketrampilan, serta nilai – nilai hidup melalui proses asimilasi dengan skema yang telah dimiliki pada struktur kognitif individu sehingga menghasilkan pengalaman

(2)

pengembangan teknologi merupakan proses kemauan untuk meninggalkan atau

melepaskan berbagai pola pikir yang sudah tidak sesuai, dan ketinggalan era serta

kebiasaan yang tidak mendukung kemajuan dan pengembangan mindset baru.

Selanjutnya adalah representasi kemampuan re-learning dalam konteks pemanfaatan

dan pengembangan teknologi merupakan proses memperbaiki mind set yang sudah

tidak sesuai dengan tuntutan zaman , dengan melakukan adopsi berbagai pola pikir

yang lebih berkualitas dan relevan.

- How to create yaitu lebih menekankan pada pengembangan kemampuan untuk dapat

memecahkan berbagai problem yang berbeda – beda. Menurut Mukhadis(2009:226) adalah kemampuan atau daya emulasi yang tinggi. Kemampuan ini merupakan

prasyarat suatu individu, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara untuk melakukan

loncatan dalam pengembangan teknologi sebagai alat pemecahan masalah dalam

kehidupan.

b. Jelaskan yang dimaksud dengan kemampuan individu sebagai job creator dan job

seeker unggul!

Jawab :

- Job creator adalah seorang pencipta lapangan pekerjaan, dia menciptakan sesuatu

yang tidak ada menjadi ada dan berguna bagi manusia yang lain dengan tindakan

kreatif dan inovatif yang dimilikinya. Jadi seorang job creator mampu bekerja sendiri

(self-employment), menemukan sesuatu,membaca peluang/kesempatan –kesempatan , merangkai, dan mengendalikan sumber – sumber untuk mewujudkan tujuannya. - Job seeker yaitu pencari pekerjaan, adala seseorang yang mencari pekerjaan dan

bergantung pada orang lain yang memiliki lapangan pekerjaan untuk

mendapatkannya. Banyak orang yang hanya ingin mencari pekerjaan yang layak,

tanpa berfikir bahwa ia sebenanrnya bisa menjadi pencipta lapangan itu

sendiri.(Desiana,2014)

c. Jelaskan hubungan poin(a dengan poin (b)

Jawab :

Dalam poin a dijelaskan tentang how to think, how to learn, and how to create dimana

dalam ketiga hal tersebut tersebut terdapat penguasaan hard skills(teori dan praktis) dan

(3)

ketrampilan komunikasi yang diperlukan pada jengjang kualifikasi. Kemampuan ini

wajib diperlukan dan seharusnya diajarkan pada pendidikan kejuruan. Sedangkan

seseorang yang mempunya kemampuan hard skill dia sudah siap bekerja dalam

bidangnya ataupun menjadi seoran pencipta pekerjaan. Jadi kesimpulannya seorang job

creator dan job seeker harus memiliki soft skill dan hard skill yang diperoleh dari

pembelajaran yang mencakup how to think, how to learn, and how to create. Agar bisa

menghasilkan output yang berkualitas baik sebagai job creator maupun job seeker.

2. Menurut Morris (dalam Miller,1985), esensi dasar filosofi pelaksanaan pembelajaran di

bidang kejujuran paling tidak ada empat, yaitu esensialisme, eksistensialisme, pragmatism

(dengan progresivisme dan rekonstruksionisme) dan elektisisme.

a. Jelaskan makna keempat landasan filosofi tersebut !

Jawab :

- Esensialisme adalah Aliran filsafat essensialisme adalah suatu paham yang

menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan yang lama , merujuk kepada pendidikan bersifat “tradisional” atau “back to basics” aliran ini dinamakan demikian karena filsafat ini berupaya menanamkan pada anak didik hal – hal “essensial” dari pengetahuan akademik dan perkembangan karakterEssensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan

keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang

berguna. Matematika, sains, dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar

substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Jadi essensialisme

lebih berorientasi pada masa lalu.

- Eksistensialisme adalah paham yang berpusat pada manusia individu yang

bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas/kreatif. Masing – masing individu bebas menentukan mana yang benar atau salah karena seorang eksistensialis sadar

bahwa kebenaran itu bersifat relatif. Sebelum memahami kehidupan seseorang

harusnya memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu eksistensialisme menekankan

pada individu sebagai sumber pengetahuan hidup dan makana. Aliran filsafat ini

(4)

- Pragmatisme

Konsep Dasar : Realitas  Pengetahuan  Nilai

berasal dari dua kata yaitu pragma dan isme (bahasa Yunani). Pragma berpikir

tindakan, sedangkan isme adalah car berpikir. Jadi, filsafat pragmatisme beranggapan

bahwa pikiran itu mengikuti tindakan.filsafat ini mengajarkan bahwa sesuatu yang

benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya benar dengan melihat kepada akibat – akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Filsafat ini terdiri dari :  Progresivisme

Lebih menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat

pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Pembelajaran peserta

didik aktif didasari oleh filosofi progresivisme.

 Rekontruktivisme

Lebih ditekankan pada peradapan manusia pada masa depan. Di samping

menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme,

rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir

kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis,

memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu? Penganut aliran ini menekankan

pada hasil belajar dari pada proses.

- Eklektisisme

Yaitu gabungan antara filsafat taradisional dan filsafat progresif. Mengarah pada

sinkretisme dan dalam menggabungkan ide – ide yang ada. Upaya seperti itu adalah cara terbaik agar dapat memakai semua teori yang bernilai dan diterapkan dalam

banyak bidang kehidupan.

b. Jelaskan rasional dari setiap filosofi tersebut sebagai landasan pembelajaran !

- Esensialisme

Rasional esensialisme dalam pembelajaran yaiut lebih menekankan pada fungsi guru

dalam pembelajaran, ahli dan menguasai subjek materi, mengembangkan skill

dengan berlatih, pengulangan, pengkodisian, pengembangan kebiasaan baik dalam

mempengaruhi perilaku peserta didik.(Suyitno).

(5)

Rasional eksistensialisme dalam pembelajaran yaitu membantu individu untuk

mampu mewujudkan dirinya sebagai manusia. Metode pembelajarannya dengan

metode penghayatan dan metode dialog (Suyitno).

- Pragmatisme

Rasional pragmatisme yaitu bertujuan menyediakan pengalaman untuk menemukan

hal – hal baru dala kehidupan pribadi dan sosialnya (Edgar J.Power, 1982 dalam Tatang,2010:8). Impikasinya yaitu warisan – warisan budaya dari masa lalu tidak menjadi fokus perhatian pendidikan melainkan pendidikan terfokus kepada

kehidupan yang baik pada masa sekarang. Peranan guru dan siswa yaitu guru bukan “menuangkan” pengetahuan kepada siswa tetapi menjadikan siswa sebagai seorang individu.

 Progresive

Bahwa orientasi pendidikan pragmatisme adalah progresivme. Artinya

pendidikan pragmatisme menolak segala bentukformalisme yang berlebihan dan

membosankan dari pendidikan sekolah yang tradisional. Pendidikan

pragmatisme dipandang memiliki kekuatan demi terjadinya perubahan sosial dan

kebudayaan melalui penekanan perkembangan individual peserta didik.

(Callahan dan Clark (1983) dalam Tatang (2010:84)  Rekontruksionisme

Rekontruksionosme adalah variasi dari progresivisme, yaitu suatu orientasi

pendidikan /sekolah. Pembelajaran diartikan sebagai proses reorganisani dan

rekontruksi (penyusunan kembali)pengalaman sehingga dapat menambah

efisiensi individu dalam interaksinya dengan lingkungan dan dengan demikian

mempunyai nilai sosial untuk memajukan kehidupan masyarakat. (Callahan dan

Clark (1983) dalam Tatang (2010:84)

- Eklektisisme

Melalui kegiatan pembelajaraan dapat meningkatkan kreativitas peserta didik

sehingga mereka mampu berperan sebagai agen perubahan berdasarkan ilmu yang

(6)

c. Jelaskan relevansi keempat filosofi tersebut sebagai dasar pembelajaran di bidang

kejuruan !

Jawab :

- Esensialisme memiliki relevansi bahwa pendidikan adalah untuk mendorong

perkembangan intelektual individu, dan untuk mendidik orang yang cakap.

Ketrampilan peserta didik lebih mengarah kepada penguasaan konsep dan prinsip – prinsip mata pelajaran. Jadi pendidik memiliki otoritas pada bidang studi yang

ditekuninya dan pengajaran eksplisit nilai – nilai tradisional.

- Eksistensialisme memiliki relevansi bahwa pendidikan tidak semestinya

membelenggu manusia. Oleh karena manusia adalah makhluk yang bebas dan

kreatif, maka pendidikan harus pula menjadi wahana pembebasan dan kreativitas

peserta didik. Dengan kata lain, pendidikan yang diilhami oleh ekstensialisme adalah

pendidikan yang membumi, yang berhadapan denga masalah – masalah kehidupan konkrit yang dihadapi peserta didik.

- Pragmatisme memiliki relevansi bahwa pendidikan bukan merupakan suatu proes

pembentukan dari luar, tetapi merupakan suatu proses pengelompokan ulang dari

pengalaman – pengalaman individu. Sehingga pragmatisme dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang berdasarkan dengan pengalaman.

- Progresivisme memiliki relevansi bahwa pendidikan adalah untuk mengenalkan

kehidpan sosial dan demokratis. Pengetahuan mendorong pertumbuhan dan

perkembangan, proses pembelajaran langsung, fokus pada pembelajaran aktif yang

relevan. Sehingga pendidik bertugas membimbing pemecahan masalah dan

penelitian ilmiah.

- Rekontrusionisme memiliki relevansi dalam pembelajaran yaitu upaya untuk

mengembangkan peserta didik yang aktif. Pendidikan dapat dijalankan melalui

pengalaman fisik. Kemudian mengutamakan pada perkembangan ilmu, teknologi,

dan industrialisasi. Lalu memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari

lingkungan nyata. Terakhir memberi kesempatan peserta didik untuk

mengaplikasikan perolehan belajarnya ke dalam dunia nyata.

- Eklektisisme memiliki relevansi bahwa pembelajaran menggunakan filsafat ini tidak

(7)

jalan pintas rasionalisasi dan menghindar dari tanggung jawan ketika terjadi berbagai

persoalan, yaitu mulai dari ilihan materi pengajaran, metode, sistem evaluasi, bahkan

dalam eksekusinya.

3. Pembelajaran di SMK sesuai kurikulum 2013 dilaksanakan dengan scientific approaches

untuk memfasilitasi terbentuknya ketrampilan hidup. Namun bila dilihat di lapangan, masih terkesan “kelas sebagai pusat pengajar, bukan pusat belajar”. Oleh karena itu tumbuh kembangnya ketrampilan how to think, how to learn, dan how to create masih dikesani

rendah.

a. Identifikasi minimal 3 faktor utama penyebab disertai alasannya !

Jawab :

Pelaksanaan pembelajaran di SMK dengan scientific approaches, menekankan pada lima

aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan komunikasi. Siswa

dituntut untuk selalu aktif dalam pembelajaran serta harus memunjukkan kreativitasnya

dalam pembelajaran. Namun dalam kenyataannya hal di atas masih sulit untuk

diterapkan karena beberapa faktor. Diantaranya :

1. Siswa dan guru masih terbiasa dengan kurikulum yang lama.

Dimana dalam kurikulum lama (KTSP) guru merupakan sumber dari pengajaran,

sedangkan pada kurikulum 2013 ini guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga

diperlukan waktu untuk penyesuaian. Mengubah paradigma guru dalam mengajar

bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, karena guru sudah terbiasa dengan

gaya mengajar konvensional, sedangkan dalam urikulum 2013 ini guru dituntut

untuk memahami dan mampu menerapkan pendekatan dan model pembelajaran

menggunakan kurikulum 2012 dengan baik, seperti halnya pemanfaatan media dan

sumber belajar yang bervariasi.

2. Kurikulum 2013 yang kurang konsisten penerapannya pada awal penerapannya.

Fungsi kurikulum adalah untuk membantu guru dalam mengembangkan

pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan dari berbagai bahan kajian. Setiap

pengembangan kurikulum harusnya ada sebuah perubahan dan pergantian terhadap

susunan yang ada. Perubahan kurikulum seharusnya dilakukan secara terencana dan

progresif . Pada saat awal diterapkan kurikulum 2013 pemerintah memiliki kebijakan

(8)

2016 harus sudah siap kembali ke kurikulum 2013. Itu menunjukkan bahwa belum

ada kurikulum yang ideal untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran khususnya pada

jenjang SMK.

3. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai untuk pelaksaan kurikulum

2013.

Sarana dan prasarana adalah komponen penting yng mendukung terlaksananya

kurikulum 2013, contohnya fasilitas praktikum harus sudah memadai karena hal itu

sangat penting dalam pengembangan kompetensi siswa. Khususnya untuk jenjang

SMK, siswa dituntut untuk dapat mengoptimalkan kegiatan praktikum di sekolah.

Jika sarana dan prasana praktikum tidak terfasilitasi maka tentunya akan mengurangi

daya kreatifitas siswa untuk mencoba apa yang telah ia dapat. Akibatnya guru hanya

bisa menjelaskan melalui teori yang tentunya akan menghasilkan hasil pembelajaran

yang kurang optimal.

b. Berikan prioritas alternative pemecahannya !

Jawab :

1. Prioritas alternatif pemecahan masalah SDM (guru dan siswa yang belum siap)

Profesionalisme guru dalam mengajar perlu dilakukan peningkatan secara

berkesinambungan dan berkelanjutan. Adanya sertifikasi guru juga seharusnya

menjadi acuan untuk tetap meningkatkan kualitas guru dalam pembelajaran sehingga

tujuan pembelajaran dapat tercapai. Jika guru telah memahami setiap kompetensi

dalam kurikulum 2013, maka akan dengan mudah menerapkan dalam pembelajaran

dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang memotivasi siswa untuk selalu

berfikir kreatif dan inovatif serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Prioritas alternatif pemecahan masalah kurikulum

Perlu dilakukan pengkajian dan analisis yang terperinci sebelum diterapkan, jadi

guru tidak menerima secara mentah setiap kompetensi dalam kurikulum 2013. Guru

sebagai perancang pembelajaran seharusnya berasumsi bahwa silabus dalam K-13 di

SMK belum sepenuhnya dihasilkan berdasarkan proses analisis yang cermat.

(9)

3. Prioritas alternatif pemecahan masalah sarana dan prasarana

Peran pemerintah dalam mendukung masalah ini memiliki pengaruh yang sangat

penting, karena ketersediaan sarana dan prasarana di setiap sekolah tergantung dari

anggaran pendidikan pemerintah yang diberikan. Sedangkan sekolah hanya bisa

mengelola anggaran agar siswa dapat terfasilitasi sarana dan prasarana praktik untuk

siswa yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

c. Berikan jaminan akan keterlaksanaan dan keberhasilannya !

Jawab :

Jika kompetensi guru telah meningkat maka guru akan dapat menganalisis kebutuhan

siswa dan memilih metode apa yang sesuai dengan isi kompetensi dari kurikulum 2013

sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik

saat terjun ke masyarakat secara langsung pada nantinya. Karena dengan penggunaan

metode pembelajaran yang tepat dapat mendorong kemampuan how to think, how to

learn, and how to create dan menjadikan lulusan bidang kejuruan menjadi individu yang

memiliki kemampuan job creator dan job seeker dalam tingkat global. Kemudian dengan

sarana dan prasara yang memadai contohnya alat – alat praktikum sudah sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini maka siswa akan dengan mudah menerapkan apa

yang telah diperolehnya dari SMK untuk diterapkan di dunia kerjanya nanti. Sehingga

siswa akan bekerja sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang telah dimilikinya.

4. Saat ini banyak menjamur institusi SMK di berbagai wilayah. Beberapa institusi SMK

tersebut didirikan tidak atas dasar pertimbangan sumberdaya dan potensi lokal, justru

bertitik berat pada minat costumer, seperti paket keahlian IT. Alhasil beberapa sekolah

tersebut kesulitan untuk mencari partner DU/DI.

a. Bagaimana tanggapan anda atas permasalahan tersebut !

Jawab :

Saat ini banyak pengangguran yang didominasi oleh anak SMK. Sehingga untuk

penambahan pembangunan sekolah SMK perlu direncanakan dampaknya secara matang.

Ketersediaan lapangan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lulusan menjadi

(10)

pendirian sebuah institusi SMK, misalnya saja di wilayah atau kota yang mayoritas

penghasilan dan usahanya adalah pertanian dan pariwisata harusnya jurusan/paket

keahlian institusi SMK nya difokuskan pada keahlian pariwisata, perhotelan, pertanian,

dan lain sebagainya yang relevan dengan sumber daya wilayahnya. Karena jika lulusan

yang memiliki profil kompetensi keahlian yang sesuai dengan SDA sekitar, akan

menciptakan banyak peluang untuk menciptakan pekerjaan berbekal dari pengetahuan

dari pendidikan kejuruhan yang ditempuh. Atau pun lowongan pekerjaan yang relevan

juga lebih banyak peluangnya. Selain itu akan mempermudah sekolah juga dalam

mencari partner DU/DI karena sudah difasilitasi oleh masyarakat sekitar. Mengingat

pentingnya DU/DI yaitu membantu sekolah dalam mengembangkan kurikulum sekolah

yang berorientasi pada pasar kerja. DU/DI memberikan kesempatan kepada sekolah

untuk melakukan prakerin, melatih siswa untuk berkomunikasi/berinteraksi secara

profesional di dunia kerja yang baik bagi siswa melalui prakerin. Walaupun sudah

menjadi rahasia umum bahwa banyak siswa SMK yang melakukan prakerin di suatu

tempat tetapi tidak mendapat bagian sesuai dengan kompetensi keahliannya, hal ini

merupakan salah satu dampak dari tidak tepatnya pembangunan institusi SMK yang

menyediakan paket keahkian tidak sesuai dengan SDA sekitar.

b. Bagaimana seharusnya MBS diterapkan untuk mengatasi berbagai masalah di SMK (

uraikan beberapa program SMK yang dikelola otonom untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran melalui MBS)

Jawab :

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan strategi jitu untuk mencapai

manajemen sekolah yang efektif dan efisien melalui lima aspek. Lima aspek yaitu

meliputi manajemen kurikulum dan program pengajaran, tenaga pendidik, kesiswaan,

keuangan dan pembiayaan, sarana dan prasarana pendidikan. Kepemimpinan kepala

sekolah merupaka salah satu penentu kesuksesan implementasi MBS di sekolah.

Implementasi MBS yang dilaksanakan oleh sekolah sebenarnya memerlukan adanya

monitoring dan evaluasi secara intensif dan dilakukan secara terus – menerus (Depdiknas:53). Dengan monitoring dan evaluasi, kita dapat menilai apakah MBS

benar-benar mampu meningkatkan mutu pendidikan. Tanpa pengukuran, tidak ada alasan

(11)

kenyataannya, monitoring dan evaluasi terhadap MBS belum dilaksanakan oleh Dinas

Pendidikan. Sehingga penerapan fungsi-fungsi Manaemen Berbasis Sekolah dapat juga

dilaksanakan dalam bentuk Perencanaan dan evaluasi program sekolah, Pengelolaan

kurikulum, Pengelolaan proses belajar mengajar, Pengelolaan ketenagaan, Pengelolaan

peralatan dan perlengkapa, Pengelolaan keuanga, Pelayanan siswa, Hubungan sekolah

dan masyarakat, serta Pengelolaan iklim sekolah.

5. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa pengelolaan SMA/SMK

dilakukan oleh DInas Pendidikan Provinsi. Berdasarakan perubahan pengolahan oleh

kabupaten / kota menjadi Provinsi, bagaimana analisis anda terkait latar belakang kebijakan

dan dampaknya (kelebihan dan kekurangannya) terhadap ketercapaian dan kemajuan SMK

kedepannya !

Jawab :

Berdasarkan UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah tanggung jawab pendidikan

setingkat SD/SMP berada dalam lingkup pemerintah kabupaten – kota sedangkan Pemerintah Provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK dan

Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas pendidikan tinggi.

Latar belakang penetapan UU No 23 tahun 2014 menurut saya ini lebih ke pembagian

tanggung jawab dan alokasi dana dari APBN dan APBD, tenaga pengajar, infrastruktur

sekolah, pembangunan sekolah, dan siswa. Selain itu dalam menangani suatu permasalahan

terkait sekoalah agar pemerintah daerah bisa lebih fokus. Pemerintah kabupaten/kota dapat

lwbih fokus membenahi pendidikan dasar,PAUD, dan Dikmas. Pemkab diharapakn bisa

mengatasi ini secara optimal dan maksimal. Sedangkan pemerintah provinsi dapat lebih

memprioritaskan pendidikan menengahnya. Lalu, pemprov juga diharapkan bisa

menuntaskan program yang dicanagkan pemerintah pusat, yakni Wajib Belajar 9wajar) 12

tahun.

Kelebihan :

- Pemerintah daerah lebih fokus menangani permasalahan yang terjadi pada SMK

- Efisiensi APBD yang cukup signifikan sehingga bisa dialihkan pada program yang

memiliki skala prioritas, skala prioritasnya hanya SMA dan SMK sehingga bisa

(12)

Kekurangan :

- Pelayanan administrasi yang berkaitan dengan pendidikan SMK akan tidak maksimal

karena rentang kendali yang cukup jauh.

-See the future, be the future (wnh)--

DAFTAR RUJUKAN

Anik Dihan Ekawati. 2012, “Hubungan Kerja Sekolah Dengan DU/DI”. Naskah Publikasi

Universitas Muhammadiyah Surakarta,(Online)

http://eprints.ums.ac.id/18975/11/NASKAH_PUBLIKASI.pdf, diakses 16 Oktober 2017.

Eka Nanda, Desiana. 2014. “Job Creator Vs Job Seeker”. http://desiana-gunadarma.blogspot.co.id/2014/12/job-creator-vs-job-seeker.html. Diakses 16 Oktober 2017

Fatimah Ibtisam. 2017. “Kemampuan membaca, Menyeleksi, dan mengolah Informsi dengan Kritis dan tepat”. https://www.youthmanual.com/post/life/how-to/penting-kemampuan-membaca-menyeleksi-dan-mengolah-informasi-dengan-kritis-dan-tepat. Diakses 17 Oktober 2017

Febriani,Nika. 2016. “Manajemen Berbasis Sekolah di SMK”. anajemen-berbasis-senikafebriani.blogs.uny.ac.id/2016/03/28/mkolah-di-smk/. Diakses 16 Oktober 2017

Harefa, A. 2010. Mindset Therapy: Terapi Pola PikirTentang Makna Learn, Un-Learn,dan Re-Learn. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kusnan. 2017. http://warta17agustus.com/berita-kelebihan-dan-kelemahan-pengambilalihan-pendidikan-sma-smk-dari-kabupaten-kota-ke-provinsi.html. “Kelebihan dan Kelemahan Pengambilan Pendidikan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi”. Diakses 16 Otober 2017.

Mawardi, Imam.2012.”Pengembangan Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Life Skills

Peserta Didik:Universitas Pendidikan Indonesia.

(13)

Muh.hanif. 2013. “Tinjauan Filosofis Kurikulum 2013”. https://media.neliti.com/media/publications/73902-ID-tinjauan-filosofis-kurikulum-2013.pdf diakses 17 Oktober 2017.

Mukhadis, Amat.2013. Sosok Manusia Indonesia Umggul dan Berkarakter Dalam bidang Teknologi Sebagai Tuntutan Hidup di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(2): 115-136

Rukiyati. 2009. “Pemikiran Pendidikan menurut Eksistensialisme”. Jurnal Pendidikan . http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Pemikiran%20Pendidikan%20menurut%20Eksiste nsialisme.pdf. (Online). Vol.1. maret 2009.

Said Darnius.2016.”Identifikasi Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Dengan Pendekatan Saintifik di Kelas Tinggi Gugus mangga Kecamatan Jata Baru banda Aceh”. Jurnal Pendidikan.vol.2 hal 40-48

Sukardi Ikhsan dan Indah Anisyurlillah. 2010.” Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah SMK Negeri dan SMK Swasta Se-Karasidenan Semarang”. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan.(Online). https://media.neliti.com/media/publications/58907-ID-penerapan-manajemen-berbasis-sekolah-smk.pdf.Vol V. Hal 1-9. Diakses 17 Oktober 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Selain sebagai sumber makanan trofik level di atasnya, Ordo Lepidoptera ini juga dapat menjadi hama pada saat dewasa, sehingga produktivitas sekunder Ordo

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam analisis dengan spektrofotometri ultraviolet dan cahaya tampak terutama untuk senyawa yang tidak berwarna yang akan dianalisis yaitu

Pada ekosistem hutan tropis dataran rendah, species Myristica teysmannii yang ditemukan tercatat berstatus endemik dan tanaman ini berlabel status kritis atas

Pola yang sama didapatkan pada penelitian yang dilakukan oleh Durratul Fakhiroh (2107) dalam pengujian generasi pada penelitiannya menggunakan algoritma genetika untuk

hukum adat secara historis telah ada semenjak zaman pra Islam dan setelah zaman Islam. Kemudian pada Tahun 375 H. 986 M, telah ada Kerajaan Linge Gayo di pimpin oleh Adi

• Namun record dari file lama tersebut hanya terbatas pada record yang tidak sama dengan data yang akan dihapus.. • Sedangkan record yang sama dengan data yang akan dihapus

Peningkatan Debt to Equity Ratio (DER) pada tahun 2008 triwulan II yaitu 12.119 disebabkan ketidakmampuan perusahaan dalam membayar hutangnya, dan menggunakan sebagian