• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Nizhamul Islam @Abayabuhamzah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ringkasan Nizhamul Islam @Abayabuhamzah"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

Ringkasan Kitab

Ringkasan Kitab

Peraturan

Peraturan

Hidup

Hidup

dalam Islam

dalam Islam

Karya Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani

Karya Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani

Ringksan dan Slide disusun oleh

Ringksan dan Slide disusun oleh

The MoveTivator @abayabuhamzah

(2)
(3)

Bab I

Bab I

Jalan

Jalan

M e n u j u

M e n u j u

I m a n

I m a n

(4)

Kebangkitan Manusia

Kebangkitan Manusia

Kebang-kitan

kitan

Perubahan

Perubahan

Sikap

Sikap

Perubahan

Perubahan

Persepsi

Persepsi

Perubahan

Perubahan

Pemikiran

Pemikiran

Pemikiran tentang

Pemikiran tentang

manusia, alam semesta

manusia, alam semesta

dan kehidupan. Serta

dan kehidupan. Serta

hubungan ketiganya

hubungan ketiganya

dengan sebelum dan

dengan sebelum dan

sesudahnya (Uqdatul

sesudahnya (Uqdatul

Kubra)

(5)

Uqdatul Kubro

Uqdatul Kubro

Sebelumnya

Sebelumnya

Manusia,

Manusia,

Alam

Alam

Semesta,

Semesta,

Kehidupan

Kehidupan

Sesudahnya

Sesudahnya

Penciptaan

Penciptaan

Pembangkitan

Pembangkitan

Syariat

(6)

Landasan Iman

Landasan Iman

••

Keturunan

Keturunan

••

Ketenteraman

Ketenteraman

••

Keajaiban

Keajaiban

••

Pemikiran

Pemikiran

(7)

Peran Akal

Memikirkan hal-hal yang

terindera saja, seperti

keberadaan Allah

Tidak bisa memikirkan

hal-hal yang tidak terindera,

seperti wujud Allah

(8)

Jalan Menu ju Im an

Manusia

Alam

semesta

Kehidupan

Manusia Memiliki:

Hajat

 Naluri

Akal

Bersifat:

Lemah

Tergantung

Terbatas

 berjalan dalam

keteraturan

dengan kompleksitas

yang tinggi

Tidak

mungkin ada

dengan

sendirinya,

 pasti ada

pencipta

Pencipta tidak

 boleh

memiliki sifat

lemah,

tergantung

dan terbatas

Jika dibiarkan tanpa

aturan, akan terjadi

kekacauan. Karena

itu perlu

aturan

Tuhan pasti

menurunkan aturan

untuk mengatur alam

semesta, tetapi tidak

mungkin Tuhan turun

langsung untuk

menyerahkan aturan

itu pada manusia

(9)

Kemungkinan sumber al-Quran

Buatan Muhammad

Terbantah karena :

Muhammad buta huruf

Gaya bahasa al-Quran sangat berbeda dengan gaya

bahasa Hadits, tidak pernah tercampur sama sekali,

padahal Rasulullah hidup bersama al-Quran selama 23

tahun

Buatan orang Arab

• Terbantah karena para ahli sya’ir Arab tidak bisa

menandingi kehebatan al-Quran dari segala aspeknya

Kalamullah

Terbukti karena jika bukan buatan siapa-siapa,

sementara wujudnya ada, pastilah Tuhan yang

menurunkannya.

(10)

Karena Al-Quran terbukti

benar dari Tuhan, maka:

Segala sesuatu yang ada di

dalamnya adalah benar

Islam adalah agama yang benar

Tuhan yang dimaksud adalah Allah

SWT

Qadha-qadar, malaikat, akhirat, nabi

dan kitab terdahulu, syariat,

(11)

Konsekuensi Iman

Meyakini segala sesuatu yang

didoktrinkan

 dalam Islam

Terikat dengan aturan yang

diturunkan oleh Allah SWT, karena

kita harus mempertanggungjawabkan

semuanya di hadapan-Nya.

(12)

Bab II

Q ad h a &

(13)

Pemahaman keliru tentang

perbuatan manusia

Jabbariyah 

: hamba tidak bisa memilih

perbuatannya, ditentukan Allah semua

 Mu’tazilah

: hamba bebas memilih

perbuatan dan qadhanya, Allah tidak turut

campur

A h l u s s u n n a h  

: jika hamba ingin

melakukan sesuatu, maka Allah

menciptakan perbuatan itu

(14)

Wilayah Perbuatan

MUKHAYYAR 

MUSAYYAR 

Keterangan

Manusia bisa

memilih untuk

melakukannya

atau tidak 

Manusia tidak bisa

memilih sesuatupun

dalam wilayah ini

Pertanggung- jawaban

Manusia

dimintai

 pertanggung- jawaban

atasnya, karena

merupakan

 pilihannya

Manusia tidak dimintai

 pertanggung-jawaban

atasnya, karena bukan

merupakan pilihannya

(15)

Qadha

Kejadian-kejadian yang berada di

luar kuasa manusia untuk

memilihnya, baik yang bersifat

sunnatullah maupun yang tidak

termasuk sunnatullah. (contoh:

seseorang kejatuhan pesawat

terbang)

(16)

Qadar

Potensi yang diberikan Allah kepada

benda-benda. Potensi tersebut tidak bisa

diubah, kecuali jika Allah ingin

melepaskan potensi tersebut dari benda.

(Contoh: manusia memiliki potensi naluri

seksual, api memiliki potensi panas dan

membakar, dll)

(17)

Ilustrasi:

Manusia memiliki potensi naluri seksual

(potensinya adalah qadar, dan keberadaan

potensi tersebut pada manusia adalah

qadha)

Manusia tidak akan dimintai

pertanggung- jawaban kenapa dia memiliki naluri seksual,

Karena itu bukan pilhan manusia (berada di

wilayah musayyar)

Tetapi manusia bisa memilih, untuk apa dia

menggunakan potensi naluri seksual

tersebut, apakah menikah atau berzina

(berada di wilayah mukhayyar), karena itu

manusia harus mempertanggung-jawabkan

hal ini di sisi Allah.

(18)

Kesimpulan

Manusia

tidak diminta

pertanggung-jawaban

atas

qadha

dan

qadar

yang diberikan Allah,

tetapi

diminta

pertanggung- jawaban

atas

apa yang

dilakukannya

dengan

qadha

dan

(19)

Bab III

Qiyadatul

F i k r i y y a h

(20)

Mabda

Fikroh

: sekumpulan konsep,

pemikiran, penyelesaian

masalah kehidupan, konsep

ideal, dll

Thariqah

: metode untuk

(21)

Lahirnya Mabda

Wahyu (Islam)

Kejeniusan (Kapitalisme

& Sosialisme)

(22)

Stan d ar K eb en ar an M ab d a

memuaskan akal

(23)

Perb ed aan A n tar Mab d a

SOSIALISME

KAPITALISME

ISLAM

Akidah

• segala sesuatu berasal

dari materi, tidak ada tuhan • akidahnya  pemisahan agama dari kehidupan • akidahnya: Allah sebagai pencipta,  pengatur, dan tempat

kembali

Lahirnya

 peraturan

•  peraturan diambil dari

evolusi materi

•  perarturan diambil

dari realita kehidupan

• aturan hidup diambil

dari wahyu yang dibawa oleh utusan Allah

Tolok ukur 

• tolok ukurnya dialektika

materialisme

• tolok ukurnya

adalah manfaat

• tolok ukurnya hukum

syara

Pandangan

terhadap

masyarakat

• masyarakat adalah

kumpulan individu yang terdiri dari tanah, alam, manusia dan alat

 produksi

• masyarakat terdiri

dari individu saja

• masyarakat adalah

sekumpulan individu yang berinteraksi terus menerus (perasaan,  pemikiran, peraturan)

Penerapan

 peraturan

•  penerapan peraturan

oleh Negara saja, dengan militer dan undang-undang

•  Negara adalah

 pengontrol kebebasan

•  peraturan diterapkan

oleh individu dan  Negara

(24)

K eb er h as i l an Pen er ap an

Q i y a da h Fi k r i y y ah Is l am

mengubah bangsa Arab bahkan dunia

dalam hal kebangkitan berpikir

mempersatukan berbagai bangsa, bahasa

dan budaya

menjadikan ummat Islam sebagai ummat

terkemuka dalam hadharah, madaniyyah,

tsaqofah dan ilmu pengetahuan

(25)

Ten tan g Sejarah Is lam

 jangan mengambil sejarah dari musuh

Islam, terutama yang menampakkan

kebenciannya terhadap Islam

tidak boleh menilai masyarakat atau suatu

zaman dari sejarah perorangan

tidak boleh menggeneralisasi salah satu

fragmen sejarah

 jangan menjadikan sejarah sebagai

sumber rujukan hokum Islam, kecuali

sejarah Rasulullah dan para shahabat

(26)

Sumber Sejarah

Catatan Sejarah 

 (dipengaruhi

zaman, tidak valid)

Pen in g g alan Sejarah 

 (jika

objektif, bisa dijadikan sumber

sejarah)

Riwayat 

 (bisa dijadikan rujukan

fakta sejarah)

(27)

Bab IV

Tatacara

M e n g e m b a n

(28)

Seb ab K em u n d u r an

Um m at Is l am

Meninggalkan ajaran Islam

Masuknya peradaban asing

Masuknya tsaqafah Barat

Meninggalkan qiyadah fikriyah Islam

Lemah dalam mengemban dakwah

Islam

(29)

Prinsip dakwah Islam

Bertujuan untuk menyebarkan

qiyadah fikriyah Islam; pemikiran;

persepsi; pandangan hidup

Mengikuti metode dakwah Rasulullah

Saw.

Kedaulatan pada aqidah Islam, bukan

adat, keinginan masyarakat, atau

(30)

S ik a p Y an g D ip er l u k an

Dalam Dak w ah Is lam

Terus terang

Keberanian

Kekuatan

Pemikiran

Semuanya dalam rangka

membongkar kesesatan yang ada,

menjelaskan dan memperjuangkan

yang shahih

(31)

Co n t o h s i k ap R as u l

d al am d ak w ah Is l am

Membongkar kepalsuan, menentang

dan meremehkan teologi pagan

Tidak peduli kekuatan internal

Tidak peduli kesiapan

(32)

Fase Dakwah

Fase Makkah

Fase Madinah

Mengajak

 pada Islam

Mengajak

kembali

 pada Islam

Dan

mendirikan

daulah Islam

Memperbaiki aqidah

keliru

Menjelaskan solusi

 problema kehidupan

Menerapkan

Islam

Menyebarkan

Islam

(33)

Fikrah, Thariqah dan

Ushlub

Fikrah:

 Konsep ideal yang ingin

dicapai

Thariqah:

 metode yang harus

ditempuh untuk mencapainya

Ushlub:

 cara yang dipilih untuk

menjalankan metode tersebut

(34)

Ilustrasi

Fikrah

Laa ilaaha

illallaah

Muhammad

Rasuulullaah

Thariqah

Menghancurkan

 berhala

Mensucikan nama

Allah

Tidak kompromi

Ushlub

Org kafir sendiri

yang

menghancurkan

 berhala mereka, atau

Orang mukmin yang

menghancurkannya

(35)

Bab V

Hadharah

Islam

(36)

Hadharah

Definisi: sekumpulan cara

pandang tentang hidup

Bersifat khas peradaban tertentu,

dan haram mengambil hadharah

dari peradaban selain Islam

(37)

M a d a n i y a h

Definisi: benda-benda yang

terindera yang digunakan dalam

kehidupan

Jika bersifat khas peradaban

tertentu, haram diambil

Jika tidak khas peradaban

tertentu, mubah diambil

(38)

Perb ed aan Hadh arah Is lam

Den g an Had h arah B arat

Unsur Pembeda Hadharah Islam Hadharah Barat

• Landasan • Aqidah dan syariat Islam • Pemisahan agama dari kehidupan • Tolok ukur  • Kesesuaian dengan perintah dan

larangan Allah, serta kesadaran akan hubungan dengan-Nya

• Manfaat

• Kesesuaian

dengan fithrah

• Sesuai, karena memahami bahwa

manusia memiliki thaqatul hayawiyah, tetapi di sisi lain sangat lemah, tergantung dan terbatas

• Tidak sesuai, karena standarnya

adalah manfaat. Sedangkan

masing-masing manusia berbeda sudut pandang tentang manfaat, muncullah pertentangan

• Efek

 penerapan

• Ketenteraman, karena sesuai

dengan fithrah, tidak saling kontradiktif, dan berasal dari Sang Pencipta manusia

• Kehancuran, karena tidak sesuai

dengan fithrah manusia, saling kontradiktif, dan berasal dari kejeniusan manusia yang tidak mengetahui hakikat manusia

(39)

Bab VI

Peraturan

Islam

(40)

Definisi Islam

ISLAM

agama

Diturunkan

Allah

Kepada Nabi

Muhammad

Mengatur hubungan

manusia dengan

(41)

Islam komprehensif, tidak

ada dikotomi ahli agama

dan ahli politik, yang ada

adalah Muslim!

(42)

Perlunya aturan

Manusia

Alam semesta

Kehidupan

Manusia Memiliki:

Hajat

Naluri

Akal

Bersifat:

Lemah

Tergantung

Terbatas

 berjalan dalam

keteraturan

dengan

kompleksitas

yang tinggi

Jika dibiarkan tanpa

aturan, akan terjadi

kekacauan. Karena itu

 perlu

aturan

(43)

M at er i d an R u h

Menggabungkan materi dengan ruh

adalah menjadikan aturan Allah sebagai

panduan dalam menjalani kehidupan

Kesesuaian perbuatan dengan hokum

syara, belum pasti tergolong sebagai

perbuatan yang melibatkan ruh, kecuali

 jika ada kesadaran bahwa ia melakukan

(44)

A s u m s i k e li r u t en t an g r u h d an j as m an i

bahwa alam terdiri dari jasmani dah rohani,

maka:

Jika ruh mendominasi, akan berperilaku

malaikat

Jika jasmani mendominasi, akan

berperilaku iblis

Konsekuensi : ada pemisahan agama dari

kehidupan (terutama pada agama kristen)

(45)

Islam adalah aqidah dan syariah

 Aqidah (sudah dibahas di thariqul

iman)

Syariah (konsekuensi dari aqidah),

karena ditunjukkan secara umum,

maka mujtahid dibebaskan untuk

menggali keterangan (nash) umum

tersebut untuk diperinci

(46)

Pemecahan masalah

kehidupan mendorong

mujtahid untuk mengkaji fakta,

mempelajari nash yang

berkaitan, dan mengambil

kesimpulan hokum

(47)

Bab VII

H u k u m

(48)

 Hukum Syara’ 

 seruan asy-Syari’

terkait perbuatan hamba

A s y -  

Syari’ 

 Allah, rasul, dan

(49)

Tentang Dalil

Qath’i Tsubut

 (sumbernya tegas)

 al-Quran dan hadits mutawatir

Zhanni Tsubut

 (sumbernya dugaan kuat)

 hadits ahad

Qath’i Dilalah

 (maknanya tegas)

 ayat-ayat Muhkamat

Zhanni Dilalah

 (maknanya dugaan)

 ayat-ayat Mutasyabihat

(50)

TSUBUT

D

I  

L

A

L

A

H

QATH’I

ZHANNI

QATH’I

Qath’i 

(ex: jumlah rakat

shalat fardhu)

Zhanni

(puasa enam

hari syawwal)

ZHANNI

Zhanni

(ex: ayat tentang

 jizyah)

Zhanni

(ex: larangan

menyewakan

lahan pertsnian)

(51)

Seorang mujtahid tidak boleh taqlid kepada

mujtahid lain yang pendapatnya berlawanan

dengannya, kecuali karena empat hal:

 jika jelas bahwa sandarannya lemah, dan

sandaran mujtahid lain lebih kuat

 jika jelas bahwa mujtahid lain lebih dalam

menguasai fakta dan menggali hokum, atau

lebih banyak paham dalil

untuk menyatukan ummat Islam

(52)

Jika kita tidak memilki

qualifikasi sebagai mujtahid,

berarti kita adalah seorang

(53)

ada dua jenis muqallid, yaitu

 muqallid muttabi’:

 paham

sebagian cara ijtihad dan

mengetahui dalilnya

 muqallid ‘amm:

 tidak paham

(54)

M u qa l l i d  

 harus berpegang

pada satu mujtahid saja untuk

satu perkara, dan boleh

berpegang pada mujtahid lain

dalam perkara lainnya.

(55)

MACAM

 –

 MACAM HUKUM

SYARIAT ISLAM

HUKUM

MENGERJAKAN MENINGGALKAN

FARDHU

dituntut

dilarang

SUNNAH

dituntut

tidak dilarang

MUBAH

tidak dituntut

tidak dilarang

MAKRUH

tidak dilarang

dituntut

(56)

AS-SUNNAH

Lughawi = jalan yang ditempuh

• Syar’i = amalan nafilah yang kita

terima dari Nabi melalui riwayat

• Syar’i = apa saja yang berasal

dari Nabi, berupa dalil selain

al-Quran

(57)

Pem ah am an K el ir u

Sunnah berasal dari nabi, fardhu

dari Allah

Revisi

 sunnah dan fardhu

berasal dari Allah, Nabi hanya

penyampai

(58)

Per buatan Rasul ul l ah 

JENIS

JIBILIYYAH

NON JIBILIYYAH

SUNNAH

KHUSUSIYAH

Keterangan

Terkait

sifat rasul

sebagai

seorang

manusia

 biasa

Terkait

 perbuatan

Rasul sebagai

 penyampai

Risalah untuk

umat manusia

Terkait perbuatan

Rasul

menyangkut

kekhasannya

sebagai seorang

Rasul

Hukum

mengikuti-nya

mubah

Sunnah /

fardu

haram

(59)

MELEGALISASIKAN HUKUM

SYARA

Khalifah berhak berijtihad, kemudian

melegalisasikannya untuk diterapkannya atas

seluruh rakyatnya

Jika tidak berijtihad, maka khalifah berhak

mengambil salah satu hasil ijtihad ulama,

kemudian melegalisasikannya untuk diterapkan

atas seluruh rakyatnya

Rakyat berkewajiban mentaati ijtihad yang

diadopsi oleh khalifah, meski berbeda pendapat

dengannya

Referensi

Dokumen terkait