• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KEANEKARAGAMAN DAN POTENSI SUKU PIPERACEAE DI SUMATERA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KEANEKARAGAMAN DAN POTENSI SUKU PIPERACEAE DI SUMATERA BARAT"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI

KEANEKARA

GAMAN DAN POTENSI SUKU PIPERACEAE

DI SUMATERA BARAT

Esti Munawaroh, Inggit Puji Astuti, dan Sumanto Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LlPI, Bogor

ABSTRACT

The results of research on diversity usages, and potentials oJPiperaceae in Manirljau Nature Reserve "Nort-South ", Agam regency and Batang Pangean 11 Natural Reserve, Sijunjung district,· West Sumatra Province showed that 25 species ofPiperaceae was existing in the regions those that have been identified, include 21 species consisting, 19 species oj the genus Piper and two species oj the Peperomia Fourteen species of the Piper are new collections oj Bogor Botanical Gardens. A bout 10 species of Piperacaee are used as medicinal plants and 4 species listed have potential Jor ornamental plants, while the other eleven species are unknown. Usages all the species have been grown and are being studied in term of acclimatization and cultivation methods Jor conservation and development in the Bogar Botanical Gardens. "

Key words: Diversity, Potential, West Sumatra, Piperaceae

PENGANTAR

Seperti kita ketahui bahwa Indonesia merupakan kawasan yang mempunyai potensi luas sebagai lahan studi biologi, karen a kawasan ini memiliki kekayaan yang besar tentang keanekaragaman hayati. Selain itu kawasan inijuga mengalami tekanan yang kuat dan terus menerus terhadap kekayaanjenis tumbuhan khususnya keanekaragamannya. Oleh karen a itu sangat mendesak untuk dilakukan pengungkapan, inventarisasi, karakterisasi dan dokumentasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan jenis-jenis dari suku Piperaceae sebelum pengetahuan tersebut musnah, terutama terhadap jenis-jenis Piperaceae yang memiliki peran sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Suku Piperaceae terdiri dari 10 marga dan sekitar

1.400-2.000 jenis. Keanekaragaman jenis dari suku Piperaceae

te~sebut memberikan inspirasi untuk menginventarisasi

. kegunaan dan potensinya bagi masyarakat Indonesia. Beberapa I iteratur menyebutkan bahwa Piperaceae mempunyai beberapa kegunaan diantaranya adalah sebagai bahan obat-obatan, Melalui studi karakterisasi dan keanekaragaman jenis dari suku Piperaceae diharapkan dapat diungkapkan potensinya sehingga memiliki nilai tam bah dan sebagai dasar pengembangan.

Studi keanekaragaman dan potensi jenis-jenis dari suku Piperaceae merupakan studi interdisipliner yang menganalisis berbagai aspek yang berhubungan dengan keanekaragaman jenis, habitat, dan potensinya. Melalui studi ini diharapkan kita mampu mengungkapkan keanekaragamanjenis suku Piperaceae dan potensinya baik sebagai bahan obat, bahan kosmetika, penyegar, tanaman hias dan lain-Iainnya. Disamping itu diamati pula peran sosial ekonomi jenis-jenis berpotensi dan dipelajari cara pengelolaannya (manfaat dan aspek konservasinya).

Melalui studi potensi jenis-jenis Piperaceae ini diharapkan mampu menyajikan alternatif pengembangan pemanfaatan sumber daya tumbuhan (Piperaceae) sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, pemerintah daerah dan nasional.

Beberapajenis dari suku Piperaceae mempunyai peran penting bagi kehidupan masyara~at Indonesia baik untuk kepentingan sosial budaya, tetapi juga untuk kepentingan ekonomi. Misalnya jenis Piper betle L., digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk kegiatan sosial budaya (ritual, tanda penghormatan, dan lain-Iainnya), bahan ramuan obat tradisional dan menyirih. Jenis Piper nigrum L sebagaijenis yang diusahakan untuk tujuan ekonomi.

Keanekaragaman jenis dari suku Piperaceae yang melimpah di Indonesia ini belum tergali atau dimanfaatkan secara optimal sebagai modal dasar untuk pengembangan yang menguntungkan dan sekaligus melestarikannya . Keanekaragamanjenis suku Piperaceae tersebut merupakan asset yang sangat strategis yang perlu diteliti dan dikembangkan guna menghasilkan produk yang dapat lebih bernilai.

Sehubungan dengan berbagai hal tersebut di atas, maka kegiatan penelitian tentang keanekaragaman jenis suku Piperaceae dan potensinya serta cara pengelolaannya, diarahkan pada aspek penggalian potensi dan aspek pengembangannya serta konservasinya.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) penggalian dan mengungkapkan keanekaragaman dan potensi suku Piperacae sebagai bahan obat-obatan, tanaman hias

(ornamental plant), bahan penyegar, bahan kosmetika, bahan bumbu, bahan ritual, potensi sosial ekonomi, peran

socia-cultural (ritual adat dan nilai so sial lainnya); (b) mengungkapkan aspek pelestarianya dan aspek domestikasi

(2)

yaitu mulai dari kegiatan ekstraktivisme, budidaya dan pengembangannya sesuai dengan potensinya; dan (c) pelestarian ex-situ keanekaragaman jenis Piperaceae berguna dan berpotensi

BAHAN DAN CARA KERJA

Lokasi kegiatan eksplorasi dan penelitian adalah di kawasan Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan, Kab Agam dan dikawasan Cagar Alam Batang Pangean II, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat, pada tahun 2009.

1. Identifikasi potensi di lapangan: Mencatat potensi jenis-jenis dari suku Piperaceae hasil eksplorasi yang

diperoleh di lapang. 2. Eksplorasi

a. Pengoleksian:

Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi (survei) yaitu melakukan penjelajahan kawasan ke berbagai arah dengan melakukan koleksi berbagai jenis dari suku Piperaceae yang ditemukan. Setiap jenis yang dikoleksi kemudian diberi label gantung, dicatat lokasi, tinggi tempat dari permukaan air laut dengan bantuan GPS, habitat, ciri morfologis dan karakteristik spesifik yang mungkin akan hilang setelah dibuat herbariumnya. Pembuatan spesimen herbarium mengikuti cara yang dikemukakan oleh RugaY<l;h et al. (2004). Selain itu juga dikoleksi . material hidup berupa stek batang, anakan, dan bijinya. Teknik koleksi mengacu pada protokol koleksi hidup dari Kebun Raya Bogor.

b. Pemeliharaan di Lapangan

Perlakuan terhadap material tanaman berupa anakan adalah sebagai berikut: setelah sampai di kemah peristirahatan tanahnya diganti dengan moss yang sudah direndam air, kemudian dibungkus dengan hati-hati dan beberapa daunnya dikurangi untuk mengurangi penguapan. Ada jenis piper yang memerlukan bamu pelindung seperti gam bar dan ada yang masih berupa anakan cukupdibungkus dengan plastik hitam.

. Untuk menjaga kelembaban, dilakukan

penyungkupan dengan menggunakan kantong plastik dengan ukuran 100 x 50 cm. Setiap hari dibuka kurang lebih 1-2 jam. Setiap pagi antara 1-2 jam kantong palastik tersebut dibuka, supaya air yang menempel di plasitik selama penyungkupan berkurang.

c) Pembuatan Herbarium: Pembuatan spesimen

herbarium mengikuti cara yang dikemukakan oleh Rugayah et al. (2004). Pembuatan herbarium yang baik bila materialnya lengkap meliputi,

daun, bunga dan buah. Caranya yaitu spesimen tersebut dibungkus kertas koran yang rapi kemudian dimasukkan plastik besar sesuai ukuran materialnya kemudian diberi spiritus atau alkohol secukupnya agar daunnya tidak rontok. Pemrosesan lebih lanjut dilakukan di Lab. Herbarium sesuai dengan tahap-tahap pembuatan specimen Herbarium.

d. Identifikasi Tumbuhan: Mengidentifikasi koleksi tumbuhan hasil eksplorasi yang masih belum diketahui jenisnya di laboratorium Herbarium tanaman.

3. Aklimatisasi

Aklimatisasi tumbuhan koleksi hasil eksplorasi di lapang yang ditumbuh

kembangk~n

di laboratorium Kebun Raya Bogor. Semua Tanaman hasil eksplorasi dari lapang di tanam dalam pot ukuran 15 cm, dengan media campuran kompos dan cacakan pakis dengan perbandingan 1: 1.

HASIL

Hasil Penelitian studi keanekaragaman dan potensi jenis-jenis dari Piperaceae pada tahun 2009 di kawasan Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan Kabupaten Agam, dan Cagar Alam Batang Pangean II, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat memperoleh 25 jenis suku Piperaceae dan berhasil mengidentifikasi 21 jenis meliputi 19 jenis Piper spp., dan 2 jenis dari marga Piperomia .

Dari hasil studi pemanfaatannya tercatat 10 jenis digunakan sebagai bahan ramuan obat dan 5 jenis berpotensi sebagai tanaman hias.

Jenis-jenisPiperaceaeyangsaatiniditumbuhkembangkan atau dalam tahapan aklimatisasi, nantinya dikonservasikan di Kebun Raya Bogor dapat dilihat pada table 3 dibawah ini.

PEMBAHASAN

Studi Tentang Keanekaragaman Jenis Piperaceae

Lokasi kegiatan eksplorasi dan penelitian adalah di kawasan Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan, Kab Agam dan dikawasan Cagar Alam Batang Pangean II, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat. Kawasan-kawasan tersebut merupakan salah satu tempat perlindungan beberapa jenis tumbuhan yang cukup penting. misalnya berbagai jenis Piper, Aquilaria, Nepenthes, Diospyros, dan la

in-lainnya. Di samping itu kegiatan eksplorasi dan penelitian flora dapat menarnbah kualitas koleksi di Kebun Raya Bogor dan kualitas data mengenai keanekaragaman jenis Piper spp yang tumbuhan di kawasan tersebut, baik yang

(3)

Tabel 1. Hasil penelitian tumbuhan suku Piperaceae yang ada di Kebun Raya dari Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan dan Cagar Alam Batang Pangean II, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat

Kolektor/&nomor No. Akses Hasil Identifikasi Ketinggian (dpl.) m

1. EM 596 B2009091 Piperomia pel/usida eTe 294 - 350

2. EM 597/598 B2009092/93 Piper baccatum Blume 274 - 400

3. EM 599 B2009094 Piper aduncum L. 294 - 300

4. EM 600 B2009095 Piper majusculum Blume 294 - 400

5. EM 601 B2009096 Piper sp. 300 - 450

6. EM 602 B2009097 Piper sp. 410

7. EM 603 B2009098 Piper firmum C.DC. eTe 314

8. EM 604 B2009099 Piper sp. 350

9. EM 605 B20090910 Piper lowong Blume eTe 294 - 316

10. EM 606 B20090911 Piper molissimum Blume eTe 300 - 400

11. EM 607 B20090912 Piper vi/ipedunculum DC. eTe 300 - 380

12. EM 608 B20090913 Piper nagelii C.DC. eTe 315

13. EM 609 B20090914 Piper sylvaticum eTe 380 - 400

14. EM 610 B20090915 Piper betle L. 290 - 340

15. EM 611 B20090916 Piper sarmentosum Roxb ex Hunter 360

16. EM 612 B20090917 Piperomia candida (L.) Miq. eTe 300 - 390

17. EM 613/614 B20090918 Piper bantamense Blume eTe 400

18. EM 615 B20090919 Piper umbel/atum 380-400

19. EM 616 B20090920 Piper suavio/ens eTe 400

20. EM 618/623 B200909111 Piper betle L. 123-159

21. EM 619 B200909112 Piper baccatum Blume 139-218

22. EM 620 B200909113 Piper molissimum Blume 166-200

23. EM 621/630 B200909114 Piper arborescens Roxb. eTe 160-195.

24. EM 622 B200909115 Piper sp. 150-215

25. EM 624 B200909116 Piper acutilimbum eTe 135-210

26. EM 625 B200909117 Piper aduncum L 120-250

27. EM 626 B200909119 Piper lowong Blume 197-211

28. EM 627 B2009091110 Piper acre Blume eTe 166-200

29. EM 628 B2009091111 Piper Porphyrophyl/um 200-240

30. EM 629 B2009091112 Piper majusculum Blume 123-159

31. EM 631 B2009091113 Piper firmum C.DC. 120-220

32. EM 632 B2009091114 Piper sp 135-210

33. EM 633 B2009091115 Piper flavomarginatum eTe 1~.9-250

34. EM 634 B2009091116 Piper umbel/atum 200-210

Tabel2. Jenis-jenis suku Piperaceae dan potensinya

No. Nama Jenis Bagian yang Cara penggunaan Kegunaan

digunakan

1. Peperomia pel/usida Seluruh bag ian Tanaman diremas dalam air masak, saring, Untuk obat sakit mag dan darah

tanaman diminum tinggi

2. Piper baccatum Blume Daun Daun diseduh, diminum

-

Obat batuk kering

Daun diremas dibalurkanpada Ie her

-

Tanamn hias 3. Piper aduncum L. Daun Daun diremas, untuk kompres Obat sakit panas 4. Piper majus~ulum Blume Daun Daun diseduh, untuk kumur-kumur. Obat sariawan

Daun diremas Obat bau badan

Tanaman hias

5. Piper firmum C.DC. Tumbuhan Ditanam di depan rumah Tanaman hias

6. Piper molissimum Blume Daun Daun diseduh, diniinum Obat batuk

Daun diremas dibalurkan pada badan yang Obat gatal terasa gata!.

7. Piper sylvaticum Tumbuhan Ditanam di depan rumah Tanaman hias

8. Piper betle L. Daun Daun direbus air dminum Obat sariawan, batuk, sakit gigi.

Tanaman hias

(4)

Lanjutan Tabel 2.

No. Nama Jenis Bagian yang Cara penggunaan

digunakan

9. Piper sarmentosum Roxb Buah Buah direbus, diminum

ex Hunter

10. Piper bantamense Blume Buah, batang Batang direndam, air diminum

11. Daun Daun diremas-remas dengan air dingin.

12. Piper umbellatum Daun Daun diremas dilumatkan

13. Piper Porphyrophyllum Tumbuhan Ditanam di 'depan rumah 14. Piper flavomarginatum Tumbuhan Ditanam di depan rumah 15. Piper suaviolens

16 Piper sp. (EM.601) 17. Piper sp. (EM.602) 18. Piper sp. (EM.604)

19. Piper lowong Blume

20. Piper vilipedunculum

Tabel3. Jenis-jenis Suku Piperaceae di Pembibitan yang d~ tumbuh kembangkan.

No. No. Akses Hasil Identifikasi Jumlah tanaman awal dalam Pot

1. B2009091 Piperomia pel/usida 5

2. B2009092/93 Piper baccatum Blume 125

3. B2009094 Piper aduncum L. 5

4. B2009095 Piper majusculum Blume 5

5. B2009096 Pipersp. 6

6. B2009097 Piper sp. 4

7. B2009098 Piper firmum C.DC. 4

8. B2009099 Piper sp. 3

9. B20090910 Piper lowong Blume 5

10. B20090911 Piper molissimum Blume 10

11. B20090912 Piper vi/ipedunculum DC. 2

12. B20090913 Piper nage/ii C.De. 1

13. B20090914 Piper sylvaticum 25

14. B20090915 Piper betle L. 5

15. B20090916 Piper sarmentosum Roxb ex Hunter 5

16. B20090917 Peperomia candida (L.) Miq. 4

17. B20090918 Piper bantamense Blume 4

18. B20090919 Piper umbel/atum 10

19. B20090920 Piper suaviolens

20. B200909111 Piper betle L. 25

21. B200909112 Piper baccatum Blume 90

22. B200909113 Piper molissimum Blume 22

23. B200909114 Piper arborescens Roxb. 13

24. B200909115 Piper sp. 45

25. B200909116 Piper acutilimbum 30

26. B200909117 Piper aduncum L

27. B200909119 Piper lowong'Blume 25

28. B2009091110 Piper acre Blume

29. B2009091111 Piper Porphyrophyllum 15

30. B2009091112 Piper majusculum Blume 25

31. B2009091113 Piper firmum C.DC. 14

32. B2009091114 Piper sp 75

33. B2009091115 Piper flavomarginatum 30

34. B2009091116 Piper umbellatum

Kegunaan - Obat sariawan, batuk - Tanaman hias Obat sakit hepatitis, Kompres sakit kepala Obat luka/bengkak. Tanaman hias Tanaman hias

Jumlah tanaman saat ini dalam Pot 2 86 1 6 1 1 3 1 19 3 4 21 65 17 9 40 21 1 18 12 18 10 60 21

(5)

sudah dimanfaatkan oleh masyarakat maupun yang belum diketahui potensinya. Kegiatan ini sangat mendesak dilakukan di kawasan tersebut merupakan kawasan yang secara ekosistem rawan longsor karena kelerengan kawasan ini sangat terjal, berbatu dan tanahnya berpasir.

Kegiatan koleksi dan penelitian yang dilakukan pada . ketinggian 250-550 m dp\., menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih bagus kondisi hutannya. Semakin ke puncak kondisi kawasan semakin tebal humusnya." Kemiringan lereng hampir 75%, sehingga ketebalan humus sering terkikis oleh air hujan Kawasan dengan temperatur dan kelembaban yang cukup tinggi tersebut menyebabkan banyak pohon yang ditumbuhi oleh lumut dan bebatuan yang berlumut. Disamping itu di tempat ini banyak dijumpai jenis anggrek epifit yang tumbuh subur di batang pohon. Kawasan ini walaupun lembab tetapi matahari masih dapat menembus kelebatan hutan. Oleh karel1il itu masih banyak diketemukan jenis-jenis flora yang unik dan menarik yang belum atau tidak terganggu oleh masyarakat, karena kawasan tersebut cukup terjal dan licin.

Kegiatan koleksi dan penelitian yang dilakukan pada ketinggian 250-550 m dp\., menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih bagus kondisi hutannya. Semakin ke puncak kondisi kawasan semakin tebal humusnya. Kemiringan lereng hampir 75%, sehingga ketebalan humus sering terkikis oleh air hujan Kawasan dengan temperatur dan kelembaban yang cukup tinggi terebut menyebabkan banyak pohon yang ditumbuhi oleh lumut dan bebatuan yang berlumut. Disamping itu di tempat ini banyak dijumpai jenis anggrek epifit yang tumbuh subur di batang pohon. Kawasan ini walaupun lembab tetapi matahari masih dapat menembus kelebatan hutan. Oleh karena itu masih banyak diketemukan jenis-jenis flora yang unik dan menarik . yang belum atau tidak terganggu oleh masyarakat, karen a

kawasan tersebut cukup terjal dan licin.

Hasil Penelitian keanekaragaman, kegunaan dan potensi jenis-jenis dari Piperaceae di kawasan Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat berhasil mengoleksi sebanyak 19 jenis meliputi 17 jenis Piper spp., yaitu Piper baccatum Blume,

Piper aduncum L., Piper majusculum Blume, Piper sp.,

Piper sp., Piper ~"p., Piper firmum C.DC., Piper lowong

Blume, Piper molissimum Blume, Piper vilipedunculum

DC., Piper nagelii C.DC., Piper sylvaticum, Piper betle

L., Piper sarmentosum Roxb ex Hunter, Piper bantamense

Blume, Piper umbellatum, dan Piper suaviolens dan 2 jenis dari marga Piperomia yaitu jenis Piperomia pellusida dan

Piperomia candida (L.) Mig. Sedangkan dari Cagar Alam

Batang Pangean II, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat berhasil mengoleksi sebanyak 15 jenis., yaitu Piper

betle L., Piper baccatum Blume, Piper molissimum Blume,

Piper arborescens Roxb., Piper arborescens Roxb., Piper sp.

(EM 632), Piper acutilimbum, Piper aduncum L, Piper

lowong Blume, Piper acre Blume, Piper Porphyrophyllum,

Piper majusculum Blume, Piper firmum C.DC., Piper sp

(EM 632), Piper f/avomarginatum, dan Piper umbellatum.

Tumbuhan yang berhasil dikoleksi sebanyak 32 jenis anggota marga Piper dan 2 jenis anggota marga Piperomia. Empat belas jenis anggota marga Piper merupakan koleksi baru (+) Kebun Raya Bogor. Keterangan lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 1.

Jenis-jenis tumbuhan suku Piperaceae yang di koleksi untuk Kebun Raya mempunyai habitus dan habitat yang spesifik. Tiga jenis Piper spp merupakan tumbuhan herba-tegak yaitu jenis Piper vilipedunculum DC., Piper

sarmentosum Roxb ex Hunter dan Piper umbellatum (de

Guzman and Siemorisma. 1999), satujenis tumbuhan herba Genis Piperomia pellusida), satu jenis tumbuhan ephyfit Genis Piperomia candida (L.) Mig ), satu jenis tumbuhan perdu sampai pohon Genis Piper aduncum L.) dan 28 jenis lainnya tumbuh merambat.

Studi Jenis-Jenis Suku Piperaceae Berpotensi

dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat Setempat Dari hasil identifikasi potensi dilapang didapatkan jenis-jenis dari suku Piperac~ae yang berpotensi sebagai obat dan tanaman hias oleh masyarakat setempat. Ada beberapa jenis tumbuhan hasil eksplorasi yang belum diketahui pemanfaatannya atau potensinya (Jenis Piper spp

EM 601, EM 602, EM 604, Pipe arborescens, Piper lowong,

Piper vilipedunculum, Piper nagelii, Piper suaviolen,

Piperomia candida, Piper acre, dan Piper acutilimbum).

Dengan adanya kegiatan penelitian ini diharapkan potensi dari jenis-jenis tersebut dapat terungkap. Lebih jelasnya dapat melihat pada tabel dibawah ini .

Dari hasil studi pemanfaatannya tercatat 10 jenis digunakan sebagai bahan ramuan obat dan 5 jenis berpotensi sebagai tanaman hias. Jenis-jenis yang berpotensi sebagai bahan obat antara lain: (1) jenis Piperomia pellucida yang digunakan masyarakt untuk mengobati obat sakit mag dan darah tinggi; (2) jenis Piper baccatum Blume, digunakan untuk mengobati sakit batuk kering. Karena warna daunnnya yang indah jenis ini dapat digunakan sebagai jenis tanaman hias; (3) jenis Piper aduncum L.digunakan masyarakat untuk mengobati sakit panas; (4) jenis Piper majusculum Blume, digunakan untuk mengobati sakit sariawan, bau badan dan dapat digunakan sebagai tanaman hias, (5) Jenis Piper molissimum Blume, sebagai obat batuk dan gatal, (6) Piper sylvaticum, sebagai tanaman hias, jenis ini telah dibudidayakan dan ditanam di pekarangan, (7) Piper betle L., daunnya digunakan sebagai bahan obat sariawan, batuk, dan sakit gigi serta

(6)

sebagai tanaman hias. Sedangkan buahnya digunakan untuk bahan ramuan obat sakit gigi, gusi, sariawan, dan batuk serta pelengkap makan sirih. J enis ini merupakan jenis yang sudah lama dibudidayakan di pekarangan dan perladangan. Jenis ini selain meiliki nilai sosial juga nilai ekonomi yaitu diperjual-belikan sebagai pelengkap

makan sirih; (8) Piper sarmentosum Roxb ex Hunter,

buahnya digunakan sebagai obat sariawan dan batuk.

Beberapa masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman

hias; (9) Piper bantamense Blume, buah dan batangnya

digunakan sebagai bahan ramuan obat sakit hepatitis dan daunnya dimanfaatkan untuk mengobati sakit kepala;

dan (10) Piper umbellatum, daunnya digunakan sebagai

obat luka dan bengkak, bermanfaat seperti antiseptik. Sedangkanjenis-jenis berikut selain beramanfaat sebagai bahan ramuan obat juga berpotensi sebagai tanaman hias

antara lain: (l) jenis Piper baccatum Blume., (2) Piper

majusculum Blume, (3) Piper betle L., (4) Piper firmum,

(5) Piper sylvaticum. (6) Piper porphyrophyllum dan (7)

Piper flavomarginatum.

Studi di Laboratorium Pembibitan Kebun Raya Bogor

Hasil eksplorasi dari Cagar Alam Batang Pangean

II, jenis-jenis tumbuhan dari suku Piperaceae

ditumbuh kembangkan (dikonservasikan) dan diamati

aklimatisasinya di rumah kaca pembibitan kebun raya Bogor. Memerlukan penanganan khusus saat tumbuhan baru datang dari lapang. Penanganan awal harus

secepatnya, karena pada dasarnya jenis-jenis piperceae

membutuhkan kelembaban. Penyungkupan tumbuhan dilakukan dengan hati-hati agar daun tidak rusak. Saat di tumbuhkan dalam pot sebaiknya diberi ajir agar dapat merambat seperti saat tumbuh di lapang. Ada beberapa jenis yang pertumbuhan bagus dan ada beberapa yang memerlukan perawatan intensip, karena mempunyai daun yang lembut dan batang basah.

Jenis-jenisPiperaceaeyangsaatiniditumbuhkembangkan atau dalam tahapan aklimatisasi, nantinya dikonservasikan di Kebun Raya Bogor dapat dilihat pada Tabel 3.

Dari pengamatan yang telah dilakukan bahwa rata-rata

jenis Piper spp yang berhasil ditumbuh kembangkan di

pembibitan rata-ratamencapai 75%, walaupun ada beberapa yang pertumbuhannya sangat lambat karena ada beberapa

jenis yang memerlukan udara lembab dan temperature

rendah (Jenis. Piper umbelletum, Piper sylvativum, Piper

sarmentosum dan Piper firmum).

Hasil Penelitian studi keanekaragaman dan potensi

jenis-jenis dari Piperaceae pada tahun 2009 di kawasan

Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan Kabupaten Agam,

dan Cagar Alam Batang Pangean II, Kabupaten Sijunjung,

Propinsi Sumatera Barat dapat disimpulkan bahwa ada

25 jenis suku Piperaceae dan berhasil mengidentifikasi

21 jenis meliputi 19 jenis Piper spp., dan 2 jenis dari

marga Piperomia. Sedangkan yang merupakan koleksi

baru untuk kebun raya bogor sebanyak 14 jenis Piper spp.

SepuIuhjenis digunakan sebagai bahan ramuan obat, 4 jenis berpotensi sebagai tanaman hias dan 11 jenis Piper lainnya belum diketahui manfaatnya.

Dalam melakukan penelitian, hasil jenis-jenis Piper

spp. ini sangat bermanfaat untuk menambah koleksi

tumbuhan Kebun Raya Bogor. Oleh karena itu eksplorasi

dan penelitian sebagai bagian dari rangkaian kegiatan

konservasi flora secara ex-situ. Dengan adanya gangguan

aIam, maka penyelamatan tumbuhan perlu diperhatikan

untuk menjaga kepunahan tumbuhan tersebut.

KEPUSTAKAAN

de Guzman CCdan Siemonsma JS, 1999. Piper aduncum L. dan

Piper sarmentosum Roxb ex. HunteR. Plant Resources of.

South - EastAsia No 13. Spices. Prosea Bogor, Indonesia,

260-261.

Rugayah, Widjaja EA, dan Praptiwi, 2004. Pedoman Pengumpulan

data Keanekaragaman Flora. Pusat Penelitian Biologi,

Gambar

Tabel  1.  Hasil pe nelitian tumbuhan suku Piperaceae yang ada di Kebun Raya dari Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan dan Cagar Alam  Batang Pangean  II,  Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Keanekaragaman Jenis dan Karakteristik Habitat Kelelawar di Kawasan Hutan Batang Toru Bagian Barat (HBTBB), Sumatera Utara adalah

Kajian keanekaragaman spesies parasitoid telur hama lepidoptera pada berbagai jenis kubis-kubisan telah dilakukan di tiga Kabupaten penghasil kubis-kubisan di

Elvian : Keanekaragaman Cendawan Mikoriza Arbuskula Di Hutan Pantai Dan Potensi Pemanfaatannya ...,2003 USU e-Repository © 2008... Elvian : Keanekaragaman Cendawan Mikoriza

Keanekaragaman Jenis Burung Air di kawasan Pesisir Pantai Timur Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.. Medan: Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Keanekaragaman Jenis dan Karakteristik Habitat Kelelawar di Kawasan Hutan Batang Toru Bagian Barat (HBTBB), Sumatera Utara adalah

Sebagai informasi dasar bagi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengenai keanekaragaman spesies nyamuk Mansonia pada beberapa daerah di Sumatera Selatan sehingga

Adanya keanekaragaman serangga yang terdapat pada lahan pertanaman sistem mina padi di Desa Purwosari, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dokumen ini membahas tentang potensi dan kondisi rawan karhutla di Provinsi Sumatera