Born in Jakarta, 16th September 1990, Adhika Annissa aka Ninus,
graduated as an architect from Parahyangan Catholic University. Yet
today she is also known to be active in the performance art world!
She has been involved as a dancer, dance teacher, and
collaborat-ed with artists or theatres around.
Her research interests are: space (set) design exploration based on
certain issue and specific requirement, also redefinition of space,
dance, music from wider and different perspectives
(multidisci-plinary) in relation to the human’s senses as information (impulse)
receiver.
More about Ninus:
www.studioninus.wordpress.com
www.pinterest.com/adhikannissa
Lahir di Jakarta, 16 September 1990, Adhika Annissa alias Ninus, merupakan lulusan jurusan arsitek dari Universitas Katolik Parahyangan. Namun, sekarang ia dikenal aktif di dunia performance art! Ia banyak terlibat sebagai penari, guru tari, bahkan berkolaborasi dengan seniman-seniman atau komunitas teater.
Ketertarikan riset Ninus adalah: eksplorasi desain ruang panggung dalam suatu isu dan permintaan khusus dan meredefinisi ruang, tari, musik dari perspektif yang lebih luas dan berbeda-beda (multidisciplinary) yang berhubungan dengan indera manusia sebagai penerima informasi. Sepak terjang Ninus bisa dilihat secara lengkap di:
www.studioninus.wordpress.com www.pinterest.com/adhikannissa
NINUS
ARTIST
SELECTED
Dian Suri Handayani, alias Disur, graduated from Bandung Institute
of Technology (ITB) Art and Design Faculty, then continued her
study at Instituto Europeo di Design, Milan, with the focus on jewelry
design and received cum laude!
Disur then worked in well known jewelry companies and currently
works in John Hardy as Design Manager! Her concepts are inspired
with Indonesian culture, from its modern, art deco, sophisticate,
elegant, bold and contemporary!
Disur stated, “ My passion in jewelry started when I was still an
Industrial Design student where I fell in love with details and any
kind of things that are beautiful in my eyes. Nothing more
enchant-ing than sparkles of the natural colors of gemstones!”
Curious of Disur’s works? Check her instagram @DiSur
Dian Suri Handayani, alias Disur, lulus dari Fakulas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB lalu melanjutkan studinya di Instituto Europeo di Design, Milan dengan fokus di jewelry design dan mendapatkan predikat cum laude! Disur lalu bekerja di berbagai perusahan jewelry ternama dan saat ini di John Hardy sebbagai Design Manager! Konsep kekaryaanya banyak terinspirasi dari kebudayaan Indonesia, baik itu modern, art deco, sophisticate, elegan, tajam dan kontemporer!
Disur menyatakan, “Minat saya di perhiasan dimulai saat saya merupakan murid Desain Industrial dimana saya jatuh cinta dengan detail dan apapun yang indah di mata saya. Tidak ada yang lebih mempesona dari kilapan warna natural dari batu-batu permata!”
Penasaran sama Disur? Cek instagramnya di @Di.Sur
Elizabeth Myra Juliarti, known as Myra, graduated from Trisakti
University and joined a short course at ESMOD Jakarta and
Queensland University of Technology Australia. Her career as a
fashion designer have received several awards such as Australian
Awards for the Global Readiness for Indonesia's Women
Entrepre-neurs in Fashion and Textile program!
Her brand – SIJI – have been inspired by introversion and
gender-less styling! It is also acknowledged as the Local Indie Brand Bali!
To see more of her works:
instagram @myrajuliarti & @akusiji
www.akusiji.tumblr.com
Elizabeth Myra Juliarti, dikenal sebagai Myra, merupakan lulusan Universitas Trisakti dan mengikuti short course di ESMOD Jakarta dan Queensland University of Technology Australia. Karirnya sebagai perancang busana ini memiliki beberapa prestasi seperit Australian Awards dalam program Global Readiness for Indonesia's Women Entrepreneurs in Fashion and Textile! Brand miliknya – SIJI – membuat karyanya terinspirasi dari introversion dan genderless styling! Dan tercatat juga sebagai Local Indie Brand Bali! Untuk melihat karya-karyanya bisa di:
instagram @myrajuliarti & @akusiji www.akusiji.tumblr.com
MYRA
ARTIST
SELECTED
Farhan Adityasmara, known as Farhan, graduated from Recording
Media Faculty, Indonesian Institute of the Arts (ISI) Yogyakarta both
for Bachelor and Masters degrees, he is now a lecturer at ISI
Denpasar.
His works including photos, installations and developing to painting,
which has also appeared in the IndoArtNow website! He has
exhibited in group and solo, inside and outside of the Indonesia,
including his solo exhibition titled “EGO: Self Defense Mechanism”
in Jogja Gallery, Yogyakarta.
His works can be seen at:
www.indoartnow.com/artists/farhan-adityasmara
www.kunstnetz-international.de/artist/profile?id=4255
Farhan Adityasmara, dipanggil Farhan, merupakan lulusan S1 dan S2 Fakultas Media Rekam, ISI Yogyakarta, dan sekaranng menjalani profesi sebagai seorang dosen di ISI Denpasar.Karya-karya Farhan meliputi foto, instalasi, dan juga merambah ke seni lukis, yang juga dipamerkan di website IndoArtNow! Ia pernah terlibat di banyak pameran tunggal dan berkelompok baik di dalam dan luar negeri, termasuk pameran tunggalnya “EGO: Self Defense Mechanism” di Jogja Gallery, Yogyakarta.
Karya-karya Farhan bisa dilihat di:
www.indoartnow.com/artists/farhan-adityasmara www.kunstnetz-international.de/artist/profile?id=4255
I.G.P.A. Mirah Rahmawati, alias Gek Mirah, studied Fine Art at
Indonesian Institute of the Arts (ISI) Denpasar and then continued
postgraduate at Cultural Studies, Udayana University. She has been
active as a painter since 1995 and have received many awards in
the Arts!
She has been in many solo and group exhibitions, inside and
outside Indonesia, including her solo in 2006 titled “Women and
Flower” at Seniwati Gallery Art by Women, Ubud! Gek Mirah was
many times a judge in painting competitions in Bali.
IGPA Mirah Rahmawati, alias Gek Mirah, menempuh studi S1 di Program Studi Seni Rupa Murni di ISI Denpasar dan melanjutkan S2 di Kajian Budaya Universitas Udayana. Ia telah aktif sebagai pelukis sejak tahun 1995 dan telah memperoleh banyak sekali penghargaan di bidang Seni!
Ia telah mengikuti banyak pameran tunggal dan bersama, di dalam dan di luar negeri, termasuk pameran tunggalnya “Women and Flower” di Seniwati Gallery Art by Women, Ubud! Gek Mirah juga sering menjadi juri lomba seni lukis di Bali.
MIRAH
ARTIST
SELECTED
I Gede Jaya Putra, alias Dekde, graduated from Fine Art and
continued to postgraduate Art Creation in ISI Denpasar. He currently
works as a lecture aat the Design Instute (STD) Bali. Not only
paintings, his works also included installations and video
installa-tions!
He was involved in group and solo exhibitions, inside and outside
Indonesia, including his solo exhibition “Transformation” at Danes
Art Veranda! He was also a resident in the Institute of Contemporary
Arts Singapore, LaSalle!
To see more of his artworks:
www.igedejayaputra.wordpress.com
instagram @igedejayaputra3008
I Gede Jaya Putra, alias Dekde, merupakan lulusan S1 Seni Rupa Murni dan S2 Penciptaan Seni di ISI Denpasar. Saat ini ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. Tidak hanya lukisan, kekaryaannya juga meliputi instalasi dan video!
Ia telah aktif berpameran bersama dan tunggal, di dalam dan di luar negeri, termasuk pameran tunggalnya “Transformation” di Danes Art Veranda! Ia juga merupakan seniman residensi di Institute of Contemporary Arts Singapore, LaSalle!
Untuk melihat kekaryaan Dekde kunjungi: www.igedejayaputra.wordpress.com instagram @igedejayaputra3008
I Kadek Agus Andre Yoga Permana, or known as Andre. Graduated
from SMAN 1 High School, Andre continued his studies in ISI
Denpasar. At the moment, Andre is active as a mural artist and a
graphic illustrator, digiart and has a hobby drawing on paper! His
busy-ness as a Sampoerna Brand Ambassador Bali made Andre
has his artwork also exhibited in “Final Go Ahead Challenge” at
Gudang Sarinah, South Jakarta!
He was the 1st winner for Rumahan Bistro, Mural Contest, in
Denpasar Year 2016! He creates detailed artworks and been
involved in many group exhibitions.
His artworks can be seen on:
Instagram @andreyogaa
www.andre-yoga.com
I Kadek Agus Andre Yoga Permana, atau dikenal sebagai Andre. Setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar, Andre meneruskan pendidikan di ISI Denpasar. Saat ini Andre aktif sebagai mural artist dan seorang graphic illustrator, digiart, dan juga hobi menggambar di kertas! Kesibukan sebagai Sampoerna Brand Ambassador Bali membuat Andre ikut serta sebagai peserta yang karyanya dipamerkan di “FINAL GO AHEAD CHALLENGE” di Gudang Sarinah, Jakarta Selatan! Ia perna menjadi Juara 1 dalam Mural Contest di Rumah Bistro, Denpasar, tahun 2016!
Karyanya bisa dilihat di: Instagram @andreyogaa www.andre-yoga.com
ANDRE
ARTIST
SELECTED
I Putu Suhartawan alias Suhar, graduated from Fine Art Education
in Ganesha Education University (UNDIKSHA), Singaraja, Bali, and
now works as an Art Teacher at Bali Kiddy School, North Kuta, Bali.
He got nominated as one of the best 50 paintings at CIPUTAT
PAINTING FESTIVAL in South Tangerang! His sketches and
paintings are known to be realism style and was involved in many
group exhibitions.
His works can be seen on Instagram @soehartawan
I Putu Suhartawan alias Suhar, lulus dari Pendidikan Seni Rupa (UNDIK-SHA), Singaraja, Bali, dan sekarang berprofesi sebagai Guru Seni di Bali Kiddy School, Kuta Utara, Bali. Pernah masuk ke dalam nominasi 50 karya terpilih dalam ajang CIPUTAT PAINTING FESTIVAL di Tangerang Selatan! Karya-karya sketsa maupun lukisan Suhar dikenal sebagai lukisan realis sering terlibat dalam banyak group exhibition.
Karyanya bisa dilihat di Instagram @soehartawan
I Wayan Martino, or known as Martino, graduated from University of
Hindu Indonesia from Philosophy specialising in Hindu Religion. His
expertise in exploring the objects-subjects around him and
documenting in a photo have made him been involved in
photogra-phy exhibitions including the recent “SayaBercerita” (I tell a story)
project at Uma Seminyak, Bali! Even though known as someone
humoristic, Martino is very focused with his camera when he is in
the zone of his exploration. His love of photography has brought him
to a career, as he now works as wedding and pre-wedding
photographer!
To see his works you can check his Instagram @martinowayan
I Wayan Mortino, atau dikenal sebagai Martino. lulus dari Universitas Hindu Indonesia dengan program studi Filsafat khusus Agama Hindu. Keahliannya dalam mengksplor objek-subjek yang ada disekitarnya dan diabadikan dalam sebuah foto membuat laki-laki ini beberapa kali terlibat dalam sebuah pameran foto termasuk projek foto “SayaBercerita” di Uma Seminyak, Bali! Meskipun dikenal sebagai sosok yang humoris, Martino tampak fokus dengan kameranya ketika berada di area yang akan dieksplornya. Kecintaanya terhadap dunia fotografi akhirnya ditekuninya hingga di dunia kerja sebgai fotografer wedding dan pra- wedding!Untuk menikmati karya-karyanya, cek instagram @martinowayan
MARTINO
ARTIST
SELECTED
Lugu Gumilar, known as Lugu, love towards coffee and art made
him a Barista and also a Graphic Designer and Illustrator. Not only
in front of the computer, Lugu also makes mural! This Bachelor of
Art and Communication Design at Malang State University is the
co-founder of Helmen Coffee, Denpasar!
Even though this beardy man is a quiet guy, his artworks can be
seen on:
instagram @lugugumilar
www.lugugumilar.com
www.behance.net/lugugumilar
Lugu Gumilar, atau diketahui sebagai Lugu, mencitai kopi dan seni sehingga membuatnya menjadi Barista sekaligus Graphic Designer dan Illustrator. Tidak hanya di depan layar, Lugu juga sering menoreh karyanya dalam sebuah mural! Lulusan Bachelor of Art and Communication Design, Universitas Negeri Malang, adalah co-founder Helemn Coffee, Denpasar! Walaupun peria brewok ini pendiam, kekaryaannya bisa dilihat di : instagram @lugugumilar
www.lugugumilar.com www.behance.net/lugugumilar
Nadjma Achmad, known as Najma, is known to be a kind girl that
studied Architecture in Sepuluh Nopember Technology Institute
(ITS) Surabaya. She is known to have a great art skill! Not only in
architecture, but also active in interior design, designer,
“sembu-rART” product design, illustrator, mural and photography!
Her creative artworks can be seen on:
Instagram @najmasmeer
www.behance.net/nadjmaachmad
Nadjma Achmad, yang dikenal sebagai Najma, diketahui sebagai perempuan ramah yang menempuh pendidikan Arsitektur di Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dia dikenal memiliki bakat seni yang luar biasa! Bukan hanya busa di bidang arsitektur, tetapi juga aktif sebagai seorang design interior, designer, desain produk “semburART”, ilustrator, mura dan juga fotografi!
Karya-karya kreatifnya bisa kita tengok di: Instagram @najmasmeer
www.behance.net/nadjmaachmad
NAJMA
ARTIST
SELECTED
Petrus Chrstologus Susanto Sidhiv Vhisatya, alias Sidhi, is a
Bahasa Indonesia teacher at Cinta Bahasa School, Ubud, is actually
not only good in writing yet he is also an announcer and often
involved in art exhibitions in Yogyakarta because of his expertise in
drawing! Even though he is a sociopolitic graduate, Sidhiv knows
well how to create a contemporary painting and succeeded making
him involved in Daging Tumbuh (DGTMB) year 2015.
His work can be seen on Instagram @sidhiv
Petrus Christologus Susanto Sidhiv Vhisatya, alias Sidhi, adalah seorang guru bahasa Indonesia di Sekolah Cinta Bahawa, Ubud, ini ternyata tidak hanya jago dalam menulis tetapi juga pernah menjadi announcer and seringkali terlibat dalam pameran-pameran seni di Yogyakarta karena kelihaiannya dalam menggambar! Meskipun ia lulusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Sidhi paham betul membuat lukisan kontemporer, sehingga berhasil membuat dirinya terlibat dalam group exhibition diadakan Daging Tumbur (DGTMB) tahun 2015 lalu.
Karyanya bisa dilihat di instagram @sidhiv
“Photography has an important role to understand a journey, looking
at something from different perspectives, or at least a personal
perspective.”
Syafiudin Vifick, or known as Vifick, have always brought up the
theme/concept of social, cultural, environment, and anthropology
issues, which then formed together and become a narrative in
photography. His seriousness in this area brought him to the 3 Point
Award programme at Ruang MES56 (a contemporary photography
institute at Yogyakarta) which then continued to be exhibited as part
of ARTJOG 2013 titled “Maritime Culture”!
His artworks can be seen on:
Instagram @vifickbolang and
www.rumahkelima.com
“Fotografi punya peranan penting dalam memaknai perjalanan, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandnag, atau setidaknya dengan sudut pandang yang lebih personal.”
Syafiudin Vifick, dikenal sebagai Vifick, selalu mengusung satu tema/konsep tentang isu sosial, budaya, lingkungan dan antropologi, yang kemudian dirangkai sehingga foto- foto tersebut terikat satu sama lain dan membentuk sebuah cerita. Keseriusannya membawa Vifick terpilih dalam program 3 Point Award di Ruang MES56 (sebuah institusi fotografi kontemporer di Yogyakar-ta) yang kemudian membawa karyanya diikutkan di pameran ARTJOG 2013 yang bertema “Maritime Culture”!
Karyanya bisa dilihat di: Instagram @vifickbolang www.rumahkelima.com
VIFICK
ARTIST
SELECTED
Tri Haryoko Adi, aka UnkleJoy, is a senior artist that is well known to
be a street artist by the young and old artists! Besides his
occupa-tion as a Graphic Designer, he is also active with his murals
decorating the streets’ walls and abandoned buildings!
Before living in Bali, he lived in Bandung and Yogyakarta and have
exhibited his works in this big cities.
His works can be seen on instagram @unklejoy
Tri Haryako Adi, alias Uncle Joy, adalah seniman senior yang sudah dikenal sebagai street artist bagi seniman muda maupun senior! Selain sibuk bekerja sebagai Graphic Designer, UncleJoy juga aktif dengan berkarya mural menghiasi dinding jalan dan bangunan yang terbengkalai!
Sebelum tinggal di Bali, ia sempat tinggal di Bandung dan Yogyakarta, dan telah berpameran di kota-kota besar ini.
Karyanya bisa dilihat di Instagram @unklejoy
Qomaruzzaman Alamry, known as Qomaru, was born in Bali and
brought up in Riau then choose to live in Bali as a comic artist. His
sketches bring us deep to his fiction stories. The 23 years old long
hair boy that loves to hang out in Canggu felt that he can work much
freely if he is not tied up to one company. Because an identity or
character will stay as its origin when we do not let political views
intervene it.
His works can be seen on Instagram @qomaru.alamry
“Qomaruzzaman Alamry, atau dikenal sebagai Qomaru, lahir di Bali dan besar di Riau lalu memilih untuk menetap di Bali sebagai seorang comic artist. Hasil sketsa Qomaru seolah dapat membawa kita hanyut ke dalam cerita fiksi yang dibuatnya. Lelaki gondrong berusia 23 tahun yang hobi nongkrong di Canggu ini merasa dirinya lebih bebas berkarya ketika ia mendapati dirinya tidka terikat dengan satu perusahaan apapun. Karena sebuah identitas atau karakter akan tetap bertahan ketika kita tidak membiarkan kepentingan politik menintervensi.
Karya Qomaru dapat dilihat di Instagram @qomaru.alamry
QOMARU
ARTIST
SELECTED
Yesyurun Rudolf Saulus, alias Reevo, have practiced
multidisci-plinary graphic designer after graduating from Visual
Communica-tion Design in Bina Nusantara University, Jakarta. This former
Tourism Ambassador Abang None Jakarta, representing Kepulauan
Seribu, have built a character of artworks with focusing to one
colour or achromatic colours!
He received Best Graduate Student for Binus School of Design
Exhibition which brings Reevo to have been involved in well known
brands as Graphic Designer!
His artworks can be seen in Instagram @reevosaulus
TYesyurun Rudolf Saulus, alias Reevo, telah aktif sebagai seorang multidisciplinary graphic designer setelah lulus dari Visual Communication Design di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Mantan Duta Pariwisata Abang None Jakarta perwakilan Kepulauan Seribu ini membangun karakteristik karya-karyanya fokus pada satu warna saja atau menggunakan achromatic colours!
Ia pernah mendapatkan penghargaan Best Graduate Student di Binus School of Design Exhibition yang membawanya terlibat dalam peruasahaan-perusa-haan brand ternama sebagai Graphic Designer!
Kekaryaannya bisa dilihat di Instagram @reevosaulus
Yoga Wahyudi, or known as Yoga, went to Poppy Dharsono Mode
School and continued his career as fashion designer. His own brand
NOIR becomes his first steps entering the fashion industry
independently after working with a well known fashion brand in Bali!
He was also a participant in Trunk Fashion Show year 2014.
You can check his works in Instagram @yogawahofficial
Yoga Wahyudi, atau dikenal sebagai Yoga, bersekolah di Sekolah Mode Poppy Dharsono, lalu melanjutkan hidupnya menekuni bidang fashion sebagai fashion designer. Brand rancangannya bernama NOIR menjadi cikal bakal kiprahnya di dunia fashion secara mandiri setelah bekerja di beberapa brand fashion ternama di Bali! Ia juga berpartisipasi di Trunk Fashion Showy tahun 2014.Penasaran dengan kekaryaannya? Cek Instagram-nya @yogawahofficial