i
Diajukan sebagai salah satu syarat guna menyelesaikan pendidikan sarjana strata-1 (S1) pada Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Disusun Oleh :
Nama : Sugeng Riyanto
NIM : 41407120061
Jurusan : Teknik Elektro Peminatan : Kelistrikan
Pembimbing : Ir Badaruddin, MT.
PROGARAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
ii
NIM : 41407120061 Jurusan : Teknik Elektro Fakultas : Teknologi Industri
Dengan ini saya menyatakan bahwa hasil penulisan Skripsi yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keaslianya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan Skripsi ini merupakan plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib di Universitas Mercu Buana
Demikian, pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak dipaksa.
Jakarta, November 2009 Tanda tangan
iii Disusun Oleh :
Nama : Sugeng Riyanto
NIM : 41407120061
Jurusan : Teknik Elektro Peminatan : Kelistrikan
Mengetahui
Mengetahui
Ketua Program Studi Teknik Elektro
( Ir. Yudhi Gunardi, MT. ) Pembimbing
( Ir Badaruddin, MT. )
Koordinator TA
iv Sistem listrik di bagian Hull Part
Suatu sistem yang mengatur kebutuhan listrik yang berada di bagian Hull Part. Diantaranya : steering gear, capstan, windllas, crane dan lain-lain.
Sistem listrik di bagian Machinary Part
Suatu sistem yang mengatur kebutuhan listrik yang berada di bagain machinary part.
Diantaranya : Separator, ballast pump, engine room ventilation, fire pump dan lain-lain.
Sistem listrik di bagian Electrical Part
Suatu sistem yang mengatur kebutuhan listrik yang berada di bagian electrical part. Diantaranya : Navigation deck lighting, bridge deck lighting, radio station dan lain-lain.
Menghitung power balance Adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan kapasitas Generator atau Auxiliary engine yang di butuhkan oleh kapal. Dalam pengoperasian kapal TB BIMA 306 dapat di golongkan menjadi empat kondisi. Di antaranya adalah sebagai berukut :
• Port in & out ( pada saat masuk dan keluar pelabuahan ) • Sea going ( pada saat berlayar )
• Fire (pada saat terjadi kebakaran) • Rest in port (pada saat berlabuh)
Tujuan yang ingin di capai dari penulisan tugas ini adalah sebagai berikut : Mengetahui total beban yang ada pada kapal Dan Menentukan besar daya generator yang diperlukan.
Penentuan kapasitas generator adalah : 100%-15% Jumlah beban = 85% (batas maks. Pembebanan generator). Jumlah generator yang harus disediakan dikapal diisyaratkan oleh BKI sekurang – kurangnya ada dua unit yang terpisah dari penggerak utama harus disediakan untuk pemberian daya instalasi listrik. Tujuan pengoperasian generator maksimal 85 % agar generator dapat tahan lama.
Kesimpulan Generator yang terpilih adalah generator Cumming . Generator ini terpilih kerena memiliki kriteria yang ditentukan yaitu memperhatikan total load, adanya generator cadangan dan load tidak boleh lebih dari 85% dari daya generato .
v
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya, sehingga pelaksanaan dan penyusunan skripsi dapat terselesaikan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Rasulluah SAW dan para sahabatnya yang taat sampai akhir zaman. Skripsi dengan judul “ANALISA BEBAN LISTRIK DIKAPAL TB BIMA 306 (2 x 1500 HP)”. Ini diajukan untuk memenuhi syarat akhir untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata 1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Mercu Buana
Rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini.
1. Bapak Ir. Yudhi Gunardi, MT. selaku ketua jurusan Teknik Elektro Fakultas Fakultas Teknologi Industri Universitas Mercu Buana.
2. Bapak Ir Badaruddin, MT , selaku dosen pembimbing utama jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Mercu Buana..
3. Ibu, Bapak dan Adik-adiku yang selalu memberikan do’a dan kasih sayang serta dukungan, baik material maupun spiritualnya.
4. Muji wibowo, Yanuarrahman, Afgan Nasrullah, Agus Tony, Beny , Akhmad akhsian. Rina Damayanti, Apri lukito, Agus Widodo, Ismatullah,Ayuk. Yang selama ini menjadi temen aku di UMB
5. Resa, Agus sr, Wahab, Wafirul, Franky Setiawan, Ibnu Sutowo, Wahyudi,Muhtar Halim, Bpk Handoko, Bpk Mustofa, yang telah memberi
vi
7. Sayang aku Siti riadhotul janah (ihat) yang telah memberikan Semangat dan dukungan selama ini.
8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu hingga terselesainya skripsi ini.
Penyusun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan skripsi ini. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Semoga laporan ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu kendali pada khususnya dan seluruh pihak yang berkepentingan.
Jakarta, November 2009
vii HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... i i HALAMAN PERYATAAN ... i i i ABSTRAK ... iv KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... x DAFTAR TABEL ... xi DAFTAR LAMPIRAN ... x i i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………..1 1.2 Permasalahan ………..2 1.3 Tujuan.………… ………...2 1.4 Batasan masalah………..2 1.5 Sistematika Penulisan……….3
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 . Gambaran Umum Tentang Kapal.………..4
2.2 Stabiitas Kapal………..…4
2.3 . Distribusi Vertikal, Longitudinal dan Transversal………5
2.4 .Kebutuhan Listrik di Kapal……….8
2.5 .Faktor Beban ( load factor )………9
viii
3.2.2Pompa………..16
3.2.3Mesin-mesin Geladak………..25
3.3 Menentukan daya out put………27
3.4 Menentukan daya input………...27
3.5 Menentukan jumlah equipment………...28
3.6 Menentukan jumlah equipment yang bekerja……….28
3.7 Menghitung power balance……….28
3.8 Menghitung demand factor……….29
3.9 Menghitung power consumtion………...29
3.10.Menghitung Daya Total Beban………..30
3.11Pemilihan Generator………...30
BAB IV ANALISA BEBAN LISTRIK DIKAPAL TB BIMA 306 (1500 HP) 4.1. Data Kapal...31
4.2. Power Balance...31
4.2.1. Power Balance Port In & Out...31
4.2.2. Power Balance Sea Going...35
4.2.3. Power Balance Fire...40
4.2.4. Power Balance Rest In Port...45
4.3. Total Perhitungan Daya………..52
4.4. Penentuan Generator………..54
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 56
5.2 Saran ...57
ix
Lampiran 3. Brosur Generator Cummins ... 61 Lampiran 4. Brosur Generator dutsz ... 63
x
Gambar 3.1 . Mesin Induk ... 12
Gambar 3.2 . Mesin Propolution ... 12
Gambar 3.3 . Mesin Bantu Dan Generator ... 13
Gambar 3.4 . Mesin Diesel dan pemadam ... 14
Gambar 3.5 . Mesin Diesel dan generator pelabuhan ... 15
Gambar 3.6 . Mesin Air compresor ... 16
Gambar 3.7 . General servis pump dan bilge pump ... 17
Gambar 3.8 . Balast pump ... 18
Gambar 3.9 . S.W Hydropore pump ... 18
Gambar 3.10 . F.W Hydropore pump ... 19
Gambar 3.11 F.O Pump ... 20
Gambar 3.12 F.O Sparator Pump ... 20
Gambar 3.13 Standby ME Fresh Water ... 21
Gambar 3.14 . Foom pump ... 22
Gambar 3.15 . Standby LO (ME) Pump ... 23
Gambar 3.16 . Sea Water Cooling Pump ... 24
Gambar 3.17 . OWS Pump ... 24
Gambar 3.18. WindLass ... 25
Gambar 3.19. Aft Hydrulic towing Winch ... 26
Gambar 3.20 . AC Sentral ... 26
xi
Tabel 4.1. a Perhitungan power consumtion Continous Load Port In & Out…...33 Tabel 4.1. b Perhitung power consumtion Intermitten Load Port In & out..……34 Tabel 4.2 Load dan Load Factor (%) Power Consumption Power Sea
Consumption Going ………35 Tabel 4.2.a Perhitung power consumtion Continous Load Sea Going………….37 Tabel 4.2.b Perhitung power consumtion Intermitten Load Sea Going………...39 Tabel 4.3 Load dan Load Factor (%) Power Consumption Power Consumstion
Fire ………..40 Tabel 4.3.a Perhitung power consumtion Continous Load Fire………41 Tabel 4.3.b Perhitung power consumtion Intermitten Load Fire………..43 Tabel 4.4Tabel Load dan Load Factor (%) Power Consumption Power
Consumstion Fire ………45 Tabel 4.4.a Perhitung power consumtion Continous Load Rest In Port……….46 Tabel 4.4.b Perhitung power consumtion Intermitten Load Rest In Port……….46 Tabel 4.5. Total Perhitungan Daya………52
xii
Grafik 4.1. Perhitungan power consumtion Continous Load Port In & Out….34 Grafik 4.2.Perhitung power consumtion Intermitten Load Port In & out..……36 Grafik 4.3. Perhitung power consumtion Continous Load Sea Going………...39 Grafik 4.4 Perhitung power consumtion Intermitten Load Sea Going………...41 Grafik 4.5 Perhitung power consumtion Continous Load Fire………...44 Grafik 4.6 Perhitung power consumtion Intermitten Load Fire………..46 Grafik 4.7. Perhitung power consumtion Continous Load Rest In Port………..49 Grafik 4.8. Perhitung power consumtion Intermitten Load Rest In Port……….51 Grafik 4.9. Total Perhitungan Daya………..53
xiii
Lampiran 1. Electric Power Consumption Table ... 59
Lampiran 2. One Line Diagram ... 60
Lampiran 3. Brosur Generator Cummins ... 61
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Ruang lingkup dan batasan sistem listrik dikapal secara khusus merupakan fungsi dari ukuran dan misi kapal. System listrik dikapal adalah pembangkit daya , penerangan, komunikasi interior dan kontrol, system navigasi dan beberapa hal untuk keselamatan keperluan lainnya yang berhubungan dengan system listrik dan elektronik.
Daya listrik merupakan hal yang sangat vital pada operasi kapal untuk keselamatan dan kenyamanan terhadap penumpang dan crew. Selama kapal berada di laut dan terisolasi dengan sumber daya dari luar, dalam hal ini pembangkit daya listrik dikapal diperlukan untuk menjaga kontinuitas pelayaran.
Perancangan kebutuhan sumber daya listrik dikapal umumnya mulai dilakukan pada tahap prelimineri design kemudian terus berkembang dan dipertahankan terhadap penambahan detail sampai kedetail design. Dalam menentukan besarnya daya listrik dikapal setiap perancangan memperkirakan besarnya kebutuhan listrik untuk berbagai kondisi kapal, berlayar, manouer, berlabuh, dan bongkar muat sehingga dapat diketahui daya listrik minimal dan maksimal.
Pengamatan langsung dilapangan terhadap pengoperasian peralatan peralatan listrik dikapal untuk berbagai kondisi pelayaran di kapal terutama diharapkan dapat menjadi acuan perhitungan besar kebutuhan daya lisrik dikapal sebenarnya dan hasilnya dapat digunakan untuk membandingkan antara hasil perencanaan perhitungan kebutuhan daya listrik dikapal dan kebutuhan daya listrik sebenarnya, sehingga dapat dipakai sebagai satu masukan terhadap pengembangan kapal selanjutnya.
Atas dasar tersebut diatas, penulis mengambil judul “ ANALISA BEBAN LISTRIK DI KAPAL TB BIMA 306 (2 x 1500HP) “
Tugas utama dari kapal Tug Boat adalah sebagai pemandu kapal masuk dan keluar pelabuhan. Pada analisa ini Kapal TB Bima 306 (2 x 1500HP) digunakan
di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Jadi Kapal TB Bima 306 (2 x 1500HP) sangat vital bagi kelancaran keluar masuk kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan salah satu factor yang menyebabkan ketidak lancaran adalah adanya masalah pada kelitrikan kapal oleh sebab itu perhitungan beban listrik harus benar-benar sesuai dengan perencanaan dan tidak melebihi kapasitas yang berlaku.
1.2 Pokok-pokok Permasalahan
Masalah yang akan di bahas dalam tugas ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
- Melakukan perencanaan peralatan listrik yang ada di kapal
- Melakukan perhitungan beban listrik yang diperlukan dalam suatu kapal.
1.3. Tujuan penulis
Tujuan yang ingin di capai dari penulisan tugas ini adalah sebagai berikut: - Mengetahui total beban yang ada pada kapal
- Menentukan besar daya generator yang diperlukan
1.4. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam tugas ini adalah sebagai berikut : - Keakurasian peralatan tidak diperhitungkan
- Hanya untuk mengetahui besar kebutuhan daya generator dari beban yang ada pada kapal.
1.5. Metode Penulisan
Dalam penulisan Tugas Akhir ini diperlukan suatu metode untuk mendapatkan hasil maksimal. Untuk itu kami merencanakan suatu langkah-langkah yang dapat memaksimalkan pelaksanaan pengerjaan Tugas Akhir ini, yaitu:
Dilakukan dengan membaca buku-buku, literatur, makalah dan surfing di internet yang berhubungan dengan pembahasan tugas akhir ini.
2. Studi lapangan
Pencarian data mengenai komponen-komponen yang digunakan dan kenyataan beban listrik yang digunakan .
1.6. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penulisan tugas akhir ini dan memudahkan bagi pembaca, maka laporan tugas akhir ini penulis menggunakan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan pengantar bagi pembaca agar mengetahui maksud dan tujuan dari penulisan tugas akhir ini, latar belakang penulisan, perumusan masalah, batasan masalah, dan metode penelitian.
BAB II : LANDASAN TEORI
Berisi tentang teori-teori dasar yang menunjang tugas akhir ini secara garis besar
BAB III : METODE PENELITIAN
Pada bab ini berisi cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada
BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi data-data perhitungan beban listrik dan beban keseluruhan yang digunakan di kapal TB BIMA 306 (2 x 1500HP).
BAB V : PENUTUP
BAB II
TINJAUAN TENTANG KAPAL DAN KELISTRIKANYA
2.1 . Gambaran Umum Tentang Kapal
Dalam gambar kapal pasti ada rencana umum, Rencana umum ini merupakan tahap selanjutnya setelah lines plan. Rencana umum ini mengacu pada lines plan sehingga harus benar-benar diperhatikan. Rencana umum ini di dalamnya mengatur tentang bagaimana mendesain kapal dengan baik yang sesuai aturan yang digunakan.
Rencana Umum merencanakan gambar kapal yang isinya antara lain: • Menentukan dari ruangan-ruangan.
• Menentukan segala peralatan yang dibutuhkan yang diatur sesuai dengan letaknya. • Menentukan jalan untuk mencapai ruangan-ruangan di dalam kapal.
Ada beberapa hal dalam Rencana umum ini antara lain:
• Kapasitas muatan yang dihitung dan disesuaikan dengan ruang muat yang ada. • Desain ruangan yang seefisien mungkin dan sesuai aturan.
• Tenaga penggerak yang dipakai dengan metode tertentu sehingga didapat besarnya tahanan dan dapat diketahui BHP dan daya motor penggerak yang diperlukan.
• Tahanan kapal diusahakan sekecil mungkin sehingga gesekan badan kapal dengan air juga semakin kecil sehingga efisiensi kapal dapat maksimal
• Penentuan ruang muat yang mengacu pada keamanan dan kenyamanan yang sesuai dengan aturan.
2.2. Stabiitas Kapal
Stabilitas kapal diperlukan untuk memperoleh keselamatan dan keutuhan kapal dengan muatannya (barang dan penumpang), yaitu dengan mengusahakan agar selalu dicapai stabilitas dan keseimbangan kapal. Stabilitas dan keseimbangan ini dipengaruhi oleh susunan dan tata letak pada setiap ruangan maka susunan tersebut harus dilakukan sedemikian rupa sehingga,
1. Tercapai keselamatan dan keutuhan kapal dengan muatannya,
2. Dapat dilakukan pemuatan maupun pembongkaran barang-barang dengan secepat mungkin dan sistematis,
3. Dicapai pemakaian maksimum atas kapasitas (daya angkut) kapal dan pemakaian maksimum atas ruangan muatan
4. Terjamin keselamatan para awak kapal dan penumpang.
2.3. Distribusi Vertikal, Longitudinal dan Transversal
Distribusi vertikal adalah pengaturan timbunan muatan secara vertikal (dari bawah ke atas). Cara distribusi ini mempengaruhi stabiltas kapal, yaitu
Jika lebih (terlalu) berat muatan di bagian atas, maka kapal akan memiliki sedikit stabilitas sehingga kapal mudah oleng (miring ke kiri dan ke kanan), tapi olengnya agak lambat; sebaliknya, jika lebih (terlalu) berat muatan di bagian bawah, maka kapal akan memiliki stabilitas yang sangat besar sehingga kapal oleng agak cepat. Stabilitas kapal adalah, sifat atau kecenderungan untuk kembali ke dalam posisi seimbang apabila kapal oleng yang disebabkan oleh gaya dari luar.
Distribusi longitudinal adalah pengaturan timbunan muatan secara longitudinal (dari muka ke belakang). Cara distribusi ini mempengaruhi trim kapal, yaitu jika muatan lebih (terlalu) berat pada bagian muka (haluan), maka kapal agak menungging, yaitu bagian belakang kapal (buritan) naik ke atas; sebaliknya, jika muatan lebih (terlalu) berat pada bagian belakang kapal (buritan), maka kapal agak mendongkak, yaitu bagian bagian muka (haluan) naik ke atas. Jika muatan terlalu (lebih) berat di tengah - tengah, maka tekanan muatan ini mengakibatkan bagian tengah kapal agak melengkung arah ke bawah (sagging); sebaliknya, jika muatan terlalu (lebih) berat pada bagian haluan dan bagian buritan, maka tekanan muatan ini mengakibatkan bagian tengah kapal agak melengkung arah ke atas (hogging). Trim kapal adalah perbedaan sarat (draft) kapal antara bagian haluan dengan bagian buritan. Sarat kapal adalah dalamnya bagian tubuh kapal yang terbenam di dalam air, dihitung (diukur tegak lurus) mulai dari lunas kapal (bagian terbawah kapal = keel) sampai ke garis permukaan air (waterline).
Distribusi transversal adalah pengaturan timbunan muatan secara transversal (dari samping ke samping kapal). Cara distribusi ini mempengaruhi posisi letaknya titik daya apung kapal Jika berat muatan berada (dipusatkan) sepanjang garis tengah kapal (centreline),maka jika kapal oleng, olengan tersebut agak cepat dengan periode olengan yang semakin berkurang (sampai akhirnya olengan berhenti); sebaliknya, jika berat muatan berada (dipusatkan) sepanjang dinding kapal pada pinggir kanan dan kiri, maka jika kapal oleng, olengan tersebut agak lambat dengan periode olengan yang semakin besar (sampai akhirnya olengan berhenti). Yang terbaik ialah agar berat muatan merata dan sama beratnya pada bagian tengah kapal
Daya apung (bouyancy) kapal adalah kekuatan tekanan bagian-bagian air (water portions) yang menekan tubuh kapal arah ke atas sehingga kapal mengapung. Stabilitas transversal) atau stabilitas melintang adalah mengenai olengnya kapal ke kanan dan ke kiri, olengan yang dapat mengakibatkan kapal terbalik (jika olengan itu besar), sehingga stabilitas melintang sangat penting dari segi keamanan dan keselamatan kapal dengan muatannya. Stabilitas longitudinal atau stabilitsa membujur adalah mengenai stabilitas kapal yang mendongkak (bagian haluan naik) dan menungging (bagian buritan naik), sehingga stabilitas membujur menyangkut persoalan sarat dan keseimbangan kapal (trim). Sarat kapal memegang peranan penting apakah suatu kapal dapat melalui suatu ambang atau alur pelayaran . Stabilitas kapal dibedakan antara stabilitas awal (initial stability), disebut juga stabilitas metasentrik, dengan stabilitas besar. Batas antara stabilitas awal dengan stabilitas besar adalah senget (oleng) kapal kira–kira 100 dari posisi seimbang (vertikal). Dengan demikian, stabilitas awal adalah sifat atau kecenderungan kapal untuk kembali ke dalam posisi seimbang apabila kapal oleng kurang dari 100.
Gravitasi, Daya Apung dan Metasenter
Stabilitas kapal dipengaruhi oleh gravitasi kapal (posisi titik berat kapal), daya apung dan metasenter yang dapat dilukiskan sebagai berikut
Gambar 2.1. Kapal dalam keadaan seimbang. Keterangan:
M = metasenter (terletak vertikal di atas B).
G = titik berat yaitu pusat dari segala gaya berat yang bekerja vertikal arah ke bawah (pusat dari gaya berat kapal dengan muatannya).
B = titik daya apung yaitu pusat dari semua bagian - bagian air yang menekan tubuh kapal yang berada di dalam air K = Keel (lunas kapal).
Besar daya apung atau jumlah semua tekanan bagian-bagian air sama dengan berat air yang dipindahkan atau didesak oleh bagian benda yang terbenam di dalam air disebut displacement. Ketentuan ini terkenal dengan hukum Archimedes yang berbunyi sebagai berikut: Benda yang terbenam seluruhnya atau sebagian di dalam air mendapat tekanan ke atas oleh bagian-bagian air dengan jumlah kekuatan yang sama dengan berat air yang dipindahkan atau didesak oleh benda yang terbenam di dalam air. Titik pusat dari semua tekanan air diberi tanda B dengan arah ke atas (vertikal). Sedangkan titik berat diberi tanda G dengan arah tekanan ke bawah (vertikal). B dan G merupakan gaya yang bekerja.
Jika benda mengapung, maka kekuatan gaya B yang menekan ke atas sama dengan kekuatan gaya G yang menekan ke bawah, supaya benda mengapung, gaya G tidak boleh lebih besar dari gaya B. Jika sekiranya gaya G lebih besar dari gaya B, maka benda tersebut tenggelam ke dalam air. Titik B selalu berada pada pusat dari semua bagian - bagian air yang menekan tubuh kapal yang berada di dalam air Faktor yang mengakibatkan perubahan posisi B ialah perubahan posisi tubuh kapal yang berada di dalam air, misalnya jika kapal oleng. Jadi, posisi B akan berubah-ubah jika kapal berlayar, perubahan mana akan besar jika kapal berlayar melalui lautan yang
bergelombang besar. Titik G selalu berada pada pusat dari seluruh berat kapal dengan muatannya.
Berat tersebut meliputi berat semua bagian kapal yang berada di bawah dan yang di atas permukaan air serta semua benda yang berada di bagian atas dan di dalam kapal. Perubahan berat (penambahan berat, pengurangan berat, pergeseran letak berat) akan mengakibatkan perubahan posisi G. Titik M selalu berada vertikal di atas B dan selalu terletak pada bidang penampang longitudinal yang tegak lurus pada lunas kapal.
2.4. Kebutuhan Listrik di Kapal
Dalam perencanaan suatu system dan untuk memperkirakan besar kapasitas dari generator dan peralatan listrik lainnya harus diketahui besarnya kebutuhan minimum dan maksimum dari peralatan.Kebutuhan maksimum didefinisikan sebagai kebutuhan daya rata – rata terbesar yang terjadi dalam selang waktu yang singkat dalam periode kerja peralatan tersebut, dan sebaliknya untuk kebutuhan minimum. Sedangkan kebutuhan rata- rata adalah kebutuhan daya rata- rata selam periode kerja yang ditentukan dengan membagi energi yang dipakai dengan jumlah jam periode tersebut.
Kebutuhan maksimum penting untuk diketahui karena digunakan untuk menentukan kapasitas dari generator yang diperlukan sedangkan, kebutuhan minimum digunakan untuk menentukan plan pembangkit daya listrik yang sesuai, serta untuk menentukan kapan suatu generator menurut BKI vol IV 1978 ( Bab I D.1 ) yang diisyratkan sebagai berikut :
Apabila tidak ada suatu petunjuk yang terperinci guna menentukan persediaan daya yang cukup, daya yang keluar dari generator yang sekurang kurangnya diperlukan untuk pelayanan ( pelayaran ) harus 15% lebih tinggi dari pada kebutuhan daya yang ditetapkan dalam balans daya.
Penentuan kapasitas generator adalah :
Kapasitas generator = 100% - 15% jumlah beban
Jumlah generator yang harus disediakan dikapal diisyaratkan oleh BKI sekurang – kurangnya ada dua unit yang terpisah dari penggerak utama harus disediakan untuk pemberian daya instalasi listrik. Daya keluarannya harus sedemikian sehingga daya keluaran generator masih tersisa dan cukup untuk menutup kebutuhan daya dalam pelayaran dilaut ketika unit rusak atau di berhentikan.
2.5. Faktor Beban ( load factor )
Dalam perencanaan instalasi listrik dikapal dan untuk merencanakan kapasitas daya optimum dari generator yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan daya peralatan listrik dikapal, maka salah satu faktor yang berpengaruh dalam perhitungan tersebut adalah faktor beban. Perlu diketahui bahwa peralatan bantu yang ada dikapal jarang sekali bekerja dengan beban penuh dalam waktu yang lama. Sehingga dengan mengetahui besarnya variabel load factor dengan tepat dan sesuai dapat diperkirakan besarnya kapasitas optimum generator.
Faktor beban didefinisikan sebagai perbandingan antara waktu pemakian suatu peralatan dalam sutu kondisi dengan total waktu untuk satu kondisi yang dimaksud ( berlayar saja atau bongkar muat saja dan sebaginya ).
Faktor beban = ayaran kondisipel totalwaktu ianperala pengoperas totalwaktu tan ………..……(2.2)
Perhitungan faktor beban dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a. Karakter pembebanan peralatan, yaitu keadaan atau dari sifat peralatan apkah sering atau jarang dibebani selama periode yang telah ditentukan . Faktor – faktor yang berhubungan erat dengan karakter pembebanan adalah cuaca, jenis kapal, rute/ daerah pelayaran, jumlah crew dan penumpang.
b. Jenis kapal, berpengaruh terhadap penggunaan suatu peralatan listrik.
c. Daerah pelayaran, hal – hal yang berpengaruh adalah musi, jarak pelayaran yang berbeda akan diperoleh faktor beban yang berbeda pula.
2.6. Faktor Kesamarataan ( Deversity Factor )
Peralatan – peralatan listrik yang bekerja pada kapal mempunyai karakter pembebanan yang spesifik, dimana peralatan – peralatan tersebut bekerja dengan waktu pemakaian yang teratur dan bersamaan, seperti pemakaian didarat. Peralatan – peralatan yang ada dikapal jarang sekali digunakan pada waktu yang bersamaan dan terus menerus dalam periode tertentu.Oleh karena itu perlu diperhatikan adanya ketidaksamaan waktu pada kebutuhan maksimum dari peralatan yang bekerja,dalam perencanaan kapasitas generator.
Ada dua jenis pembebanan dalan pengoperasian peralatan listrik dikapal yaitu :
a. Beban terus menerus (continous load) adalah peralatan yang dalam pengoperasiannya secara terus menerus / kontiyu untuk suatu kondisi normal kapal tersebut.
b. Beban terputus – putus (intermiten load) adalah peralatan yang dalam pengoperasiannya tidak secara terus menerus, untuk suatu kondisi pelayaran normal kapal tersebut, tetapi periodik dengan periode waktu yang tidak tetap.
Deversity factor =
totaldaya
ja gbe ermitenyan
totaldayaint ker
………(2.3)
Factor kesamaratan harus ditetapkan,dengan memasukkan pertimbangan beban tertinggi yang diharapkan dapat terjadi pada waktu yang sama. Seandainya penentuan yang tepat tidak mungkin , faktor kesamarataan waktu yang digunakan adalah 0.666
BAB III
PERALATAN LISTRIK DI KAPAL
3.1. Menentukan equipment
Equipment atau perlengkapan yang ada di kapal dapat di tentukan dengan mengetahui lebih dahulu type kapal yang akan di buat. Karena ada beberapa peralatan yang khusus misalkan crane, pompa bongkar muat, mooring winch dll. Apabila ingin mengetahui peralatan satu persatu dapat di lihat dari hasil tabel perhitugan beban listrik tiap alat pada kapal.
3.2 . Mengklasifikasikan equipment
Dari peralatan yang ditentukan maka untuk mempermudah analisa dan pengerjaan maka di jelaskan fungsi equipmen seperti di bawah ini :
Dalam pembagian equipmen di bagi menjadi 3 bagian : 1. Instalasi mesin
2. Pompa-pompa 3. Mesin-mesin geladak
3.2.1. INSTALASI MESIN 1. Mesin Induk/ Main Engine:
Mesin Induk adalah mesin yang digunakan sebagai penggerak utama sebuah kapal.
• Jumlah : 2 unit
• Merk / Model : Niigata / 6L25HX
• Type : In-line ; 4 cycle ; Turbocharger 6 cylinder ; Non reversible • Tenaga Efektif : 2 x 1500 HP
• Putaran : 650 – 1200 Put/Menit • Cooling System : Tertutup
• Jenis bahan bakar : Solar 11
Gambar 3.1 Mesin Induk Engine propulsion:
Engine propulsion adalah mesin yang dihubungkan dengan mesin induk dan berfungsi sebagai penggerak baling-baling.
• Jumlah : 2 unit
• Merk / Model : Niigata / ZP-21
• Input putaran : Max.1200 Putaran / Menit • Input power / Daya : 2 x 1500 HP
• Bollard Pull : 35 ton / 2 unit (min.) • Propeller blade : 4 Buah / Menit
Gambar 3.2 Mesin propulsion
2. Auxiliary Engine / Mesin Bantu:
Auxiliary Engine adalah mesin yang di fungsikan untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik sebagai sumber utama.
• Jumlah : 2 unit
• Merk : Marine use
• Type : In-line,4 Cycles,water cooled 6 cylinder,marine diesel engine
• Daya : 150 HP
• Putaran : 1500 Rpm
Generator:
• Jumlah : 2 unit
• Merk : Marine use
• Putaran : 1500 Rpm
• Tegangan : 380 / 220 Volt
• Daya : Min 125 kW, 50 Hz
:
Gambar 3.3
3. Pemadam (Fire Pump)
Fire Pump = digunakan untuk memompa air laut yang berfungsi untuk memadamkan kebakaran.
a) Mesin Diesel
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Yanmar
• Type : Marine diesel engine,In-line ; 4 cycle 6 cylinder ; Turbocharger
• Putaran : 1900 / menit • System Pendingin : Sea Water Cooling
b) Pompa pemadam • Jumlah : 1 unit • Merk : Yanmar • Kapasitas : 360 m3 / jam • Outlet pressure : 130 MWC • Head : 128 m
• Tegangan / Putaran : 380 V / 1900 rpm per menit • Jenis Impeler : Bronze
• Shaft :Stainless steel
Gambar 3.4
4. Diesel Generator Pelabuhan
Diesel Generator pelabuhan adalah mesin yang di fungsikan untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik sebagai sumber Cadangan pada waktu kapal berlabuh di pelabuhan
a) Diesel Engine Generator
• Jumlah : 1 unit • Merk : Yanmar
• Type : In line,4 Cycles,water cooled, marine diesel engine
• Daya : 60 HP / 44.2 kW
• Putaran : 1500 RPM
b) Generator pelabuhan
• Jumlah : 1 unit • Type : Marine use • Daya : Min 25 – 37 KW • Tegangan : 380 / 220 Volt • Frequency : 50 Hz / 3 phase • Putaran : 1500 RPM
Gambar 3.5
5. Compressor Udara (Main air compresor)
Main air compresor = Kompresor utama di kapal, terutma pada saat start mesin kapal
•Jumlah : 2 unit
•Merk : Hatlapa
•Type : Vertikal, 2 Stages
single silinder compressed air cooler •Tekanan maksimal : 35 bar
•Kapasitas : 0.62 m3 / menit
•Putaran : 800 rpm
•Daya : 7,5 KW / 380 Volt / 3 ph / 50 Hz
Gambar 3.6 Main air compresor
1. General Service Pump & Bilge/Ballast
General Service Pump & Bilge/Ballast adalah pompa yang berfungsi pompa umum (di pakai semua pompa) , yang mana bila ada pompa yang rusak dapat menggantikan fungsinya
• Merk : Ebara
• Model : Centrifugal, Self priming
• Kapasitas : 28 m3/jam
• Putaran : 2900 / menit
• Tekanan : 40 meter 4 bar
• Jenis Impeler : Ni Al Bronze
• Motor : 7.5 kW, 380 V, 3 Ph, 50 Hz
Gambar 3.7
General Service Pump & Bilge/Ballast
2. Ballas pump for (E/R)
Ballast Pump = digunakan untuk mengatur sarat kapal pada saat kondisi oleng maupun trim
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Ebara
• Model : Centrifugal, Self priming
• Kapasitas : 28 m3/jam
• Putaran : 2900 / menit
• Tekanan : 40 meter 4 bar
• Motor : 7.5 kW, 380 V, 3 Ph, 50 Hz
Gambar 3.8 Ballast Pump 3. S.W Hydropore Pump
S.W Hydropore Pump = digunakan untuk mengalirkan air laut dari laut ke tanki harian dan disalurkan melalui pipa-pipa keseluruh kapal yang membutuhkan air laut.
• Jumlah : 1 unit • Merk : Ebara • Kapasitas : 3 m3/jam • Putaran : 1450 / menit • Tekanan : 30 m • Motor : 2.2 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz Gambar 3.9 S.W Hydroper Pump
4. F.W Hydropore Pump
F.W Hydropore Pump = digunakan untuk mengalirkan air tawar dari tanki utama ke tanki harian dan disalurkan melalui pipa-pipa keseluruh kapal. • Jumlah : 1 unit • Merk : Ebara • Kapasitas : 3 m3/jam • Putaran : 1450 / menit • Tekanan : 30 m • Motor : 2.2 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz : Gambar 3.10 Fresh Water Pump 5. F.O Pump:
a) Fuel Oil Transfer Pump
FO Transfer Pump = digunakan untuk mengalirkan bahan bakar FO dari storage tank menuju setlling tank.
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Ebara
• Model : Horisontal, Three screw • Kapasitas : 15 m3/jam
• Tekanan : 3 bar
• Motor : 3 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz • Jenis Impeler : Steel
• Shaft seal : Mech.seal
Gambar 3.11 F.O Pump b) Fuel Oil separator Pump
Fuel oli separator pump adalah pompa yang berfungi untuk memisahkan minyak dengan oli.
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Marine use
• Kapasitas : 760 ltr / jam
• Tekanan : 3 bar
• Motor : 0.70 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz
Gambar 3.12 F.O separator Pump
5. Standby ME Fresh Water
Standby ME Fresh Water adalah pompa yang harus siap di gunakan untuk pendinginan mesin utama, yang menggunakan air tawar,
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Marine use
• Model : Centrifugal
• Kapasitas : 60 m3/jam • Putaran : 2900 / menit
• Tekanan : 2.5 Bar
• Jenis Impeler : Ni Al Bronze • Shaft : Stainless Steel
• Motor : 7.5 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz
Gambar 3.13 Standby ME Fresh Water
10. Foam pump
Foam pump : Pompa yang di gunakan untuk menekan Foam, jika terjadi kebakaran di dalam kamar mesin
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Marine use
• Putaran : 1450 / menit
• Kapasitas : 11 m3/jam
• Head : 30 m
• Jenis Impeller : Brass
• Shaft : Stainless steel
• Motor : 5.5 kW, 380V, 3 Ph, 50 Hz
Gambar 3.14 Foam pump
11. Standby LO (ME) Pump
Standby LO (ME) Pump adalah pompa yang harus siap di gunakan untuk metransfer pelumas ke mesin utama, jika pompa oli utama terjadi kendala.
• Jumlah : 2 unit
• Merk : Marine use
• Model : Horisontal screw
• Kapasitas : 24 m3/jam
• Tekanan : 5 bar
• Putaran : 2900 / menit • Jenis Impeler : Stainless Steel • Shaft seal : Mech. seal
• Motor : 7,5 kW, 380V, 50 Hz
Gambar 3.15
Standby LO (ME) Pump 12.Sea Water Cooling Pump ( ME )
S.W cooling Pump = air laut yang digunakan untuk mendinginkan engine dengan cara mendinginkan air tawar yang ada dalam engine.
• Jumlah : 1 unit
• Design :Centrifugal • Kapasitas : 60 m3 / jam
• Tekanan : 2,5 Bar
• Putaran : 2900 / menit • Jenis Impeler : Ni Al Bronze • Shaft : Stainless steel
• Motor : 7,5 kW, 380V, 50 Hz
Gambar 3.16
Sea Water Cooling Pump ( ME )
13.OWS pump
OWS Pump adalah pompa yang berrfungsi memisahkan air dengan minyak, apa bila terjadi tumpahan minyak di dalam kamar mesin.
• Jumlah : 1 unit
• Merk : Proto
• Model : Proto Seres HRS
• Kapasitas : 500 liter / jam
• Daya Motor : 0,75 HP / 380 volt / 3 ph / 50 Hz
Gambar 3.17 OWS Pump
1. Windlass /Anchor Winch
Windlass = Digunakan untuk mengangkat dan menurunkan jangkar
• Jumlah : 1 unit
• Merk : PLIMSOLL
• Type : Electro Hydraulic Operated
- Line pull : 2 Tons
- Line speed : 10 m/min
• Jangkar & rantai jangkar : 2 x 780 kg & dia. 24 mm x 330 m
Gambar 3.18 Windlass / Anchore Winch
2. Aft Hydraulic Towing Winch
• Jumlah : 1 unit
• Merk : PLIMSOLL
• Type : Electo Hydraulic Operated
- Line pull : 3 Tons
- Line speed : 25 m/min
• Hydraulic Actuated : 50 tons
Gambar 3.19 Aft Hydraulic Towing Winch
3.AC Sentral untuk Mess room, dapur & WH
Air Conditioner merupakan mesin pendingin untuk mengatur suhu ruangan. Ac central merupakan AC yang di gunakan untuk melayani seluruh bagian kapal
• Jumlah : 1 unit • Merk : DAIKIN • Kapasitas : 30 kW • Motor : 7.5 Kw, AC 380 V, 3 Ph, 50 Hz Gambar 3.20 AC Sentral
4. AC Untuk ERC
AC yang di gunakan Di Engine Control Room, yang berada di kamarmesin • Jumlah : 1 unit • Type : Split AC • Merk : Dast • Kapasitas : 7.5 kW • Motor : 1.7 kW, AC 220 V, 1 Ph, 50 Hz Gambar 3.21 AC Untuk ERC
3.3. Menentukan daya out put
Peralatan yang telah di klasifikasikan selanjutnya di hitung dayanya. Untuk menghitung kapasitas peralatan maka terlebih dahulu menghitung beban minimumnya. Kemudian kita dapat memilih peralatan yang yang sesuai dengan beban tersebut dengan memperhatikan efisiensinya. Daya yang dibutuhkan untuk mengangkat beban minimum inilah yang di sebut “Daya Out put “
3.4. Menentukan daya input
Merupakan daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan peralatan berdasarkan specifikasi sesungguhnya. Daya inilah yang nanti di gunakan untuk menghitung beban yang di terima generator.
3.5. Menentukan jumlah equipment
Tidak semua sistem hanya memerlukan satu peralatan saja. Adakalanya di perlukan peralatan sejenis yang lebih dari satu buah. Hal ini berhubungan dengan jumlah daya yang di perlukan.
3.6. Menentukan jumlah equipment yang bekerja
Dalam perhitungan beban tergantung pada kondisi peralatan tersebut saat berfungsi. Tidak semua peralatan di fungsikan semua. Oleh karena itu yang di hitung hanya pada peralatan yang bekerja saja.
3.7. Menghitung power balance
Adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan kapasitas Generator atau Auxiliary engine yang di butuhkan oleh kapal.
Dalam pengoperasian kapal TB BIMA 306 dapat di golongkan menjadi empat kondisi. Di antaranya adalah sebagai berukut :
• Port in & out ( pada saat masuk dan keluar pelabuahan ) • Sea going ( pada saat berlayar )
• Fire (pada saat terjadi kebakaran) • Rest in port (pada saat berlabuh)
Data-data yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan daya listrik dikapal: 1. Seluruh perlengkapan yang dioperasikan secara kontiyu.
2. Beban yang terhubung dengan seluruh perlengkapan cadangan 3. Seluruh perlengkapan yang dioperasikan sementara (intermiten )
Hal-hal yang diperlukan adalah sebagai berikut :
1. Menentukan macam-macam pompa termasuk kapasitas dari motor penggeraknya
2. Menentukan alat angkat beserta motor penggeraknya 3. Menentukan daya penerangan pada setiap ruangan
3.8. Menghitung demand factor
Agar peralatan mempunyai life time yang tinggi, maka setiap peralatan harus di batasi dalam pemakaian bebannya. Karena beban yang tinggi dapat mempercepat kerusakan pada peralatan.
Dimana sesuai dengan permintaan yaitu ; 30 % - 100 % dengan mempertimbangkan jenis peralatan listrik dan sistem pengoperasiannya, antara lain : 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain
3.9. Menghitung power consumtion 1.Continous Load
Merupakan beban yang digunakan secara terus menerus. Apabila peralatan tersebut digunakan scara terus menerus, maka otimatis menambah beban generator. Untuk menghitung beban continous load adalah sebagai berikut :
CL = DF X Pi x N… … … .(3.1) Dimana :
CL : Beban Continous Load ( kW ) DF : Demand Factor ( % )
Pi : Power Input ( kW )
2. Intermitten Load
Merupakan beban yang di gunakan sewaktu – waktu. Ada sebagian peralatan yang penggunaannya tidak terus menerus, maka beban seperti inilah yang disebut intermiten load. Untuk menghitung beban intermiten load adalah sebagai berikut :
IL = DF X Pi X N… … … ...(3.2) Dimana :
IL : Beban Intermiten Load ( kW ) DF : Demand Factor ( % )
Pi : Power input ( kW )
N : Jumlah peralatan yang bekerja
3.10. Menghitung Daya Total Beban
Untuk menghitung total beban dapat digunakan rumus dibawah ini :
PB = PA + X PT … … … (3.3)
Dimana :
PB :Daya total beban
PA : Pemakaian beban kontiyu
X : Common simultaneity factor ( > 0.5 ) PT : Pemakaian beban intermiten
3.11 .Pemilihan Generator
Dalan penilihan generator ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut :
2. Load factor tidak boleh lebih dari 0.85 3. Harus ada satu generator cadangan 4. Effisiensi seoptimal mungkin
Load factor dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Load Factor = PB X 100… … … ...(3.3)
Dimana :
PB : Daya total beban
BAB IV
ANALISA BEBAN LISTRIK DIKAPAL TB BIMA 306 (1500 HP)
4.1. DATA KAPAL
Sebelum Menganalisa beban listrik di kapal TB Bima 306 (2 x1500 HP) kita harus mengetahui data kapal, agar mendapat gambaran atau membayangkan bagai mana bentuk, kapasitas dan lain sebagainya mengenai suatu kapal.
Nama Kapal : TB BIMA 306 ( 2 X 1500 HP)
Tipe Kapal : TUNDA/PANDU
Daerah pelayaran : Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya UKURAN UTAMA KAPAL :
LENGHTH (LOA) Panjang Keseluruhan Kapal yang di tarik garis dari
bawah kapal : 29.00 m
LENGHTH (LWL) Panjang Garis air antara garis tegak buritan dengan garis tegak Haluan : 28.00 m LENGHTH (LBP) Panjang kapal antara garis tegak tinggi buitan dengan
garis tegak linggi haluan : 25.50 m
BREADTH (MLD) Lebar Kapal : 9.60 m
DEPTH (MLD) Tinggi dari plat alas ke deck : 4.47 m DRAFT (DESIGN) Batas tinggi maksimal garis air : 3.50 m Kekuatan Tarik
Kekuatan tarik yang di jamin pada putaran mesin induk penuh tidak kurang dari (minimal) 30 ton pada kondisi sarat kapal (penuh) saat percobaan Kecepatan
Kecepatan bebas (tanpa beban) dengan putaran mesin penuh dan kondisi sarat kapal (penuh), pada perairan yang dalam dengan kekuatan angin tidak lebih dari 2 beaufort dan kecepatan melawan arus 0.5 knot adalah rata2 min 10 knot.
4.2. POWER BALANCE
4.2.1 Power Balance Port In & Out Tabel 4.1
Tabel Load (Beban) dan Load Factor (%) Power Consumption Power In & Out (Faktor beban (%) sumber pemakaian pada saat kapal keluar masuk pelabuhan)
No Apparatus
No Load Load Factor (%) Power consumption of Out Power Port In & Out
Set Put Input No Cont Int
Kw Kw of % Kw Kw
Set
1 AIR COMPRESSOR 2 6.6 15.84 1 80 6.34
2 WINDLASS & MOORING WINCH 1 18 21.6 1 80 17.28
3 M/E ST BY SW COOLING PUMP 1 12 14.4
4 M/E ST BY FW COOLING PUMP 1 9 10.8
5 M/E LO ST BY PUMP 2 9 21.6
6 BILGE PUMP 1 5 6 1 80 4.8
7 BALLAST & GS PUMP 1 5 6 1 80 4.8
8 FOAM SUPPLY PUMP 1 2.2 2.64 1
9 FO TRANSFER PUMP 1 1.5 1.8 1 80 1.44
10 FW HYDROPHORE PUMP 2 2.2 5.28 1 80 2.11
11 SW HYDROPHORE PUMP 2 2.2 5.28 1 80 2.11
12 OILY WATER SEPARATOR 1 0.4 0.48 1 80 0.38
13 FUEL OIL PURIFIER 1 1.65 1.98 1 80 1.58
14 SEWAGE TREATMENT PLAN 1 1.5 1.8
15 ENGINE CONTROL CONSOLE 2 1 2.4 2 80 1.92
16
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 1 0.4 0.48 1 80 0.38
17
EXHAUST FAN FOR STEERING GEAR
RM 2 0.4 0.96 2 80 0.77
18 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 2 7.5 18 2 80 14.4
19 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 1 0.4 0.48 1 80 0.38
20 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 1 0.75 0.9 1 80 0.72
21 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
22 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
23 AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H 1 10 12 1 80 9.6
24 AIR COND. FOR ECR 1 2 2.4 1 80 1.92
25 SEA COOLING PUMP FOR AIR COND. 2 2.2 5.28 1 80 2.11
26 REFRIGERATOR 1 0.3 0.36 1 60 0.22
27 ELECTRIC COOK RANGE 2 3 7.2 1 60 2.16
28 RICE COOKER 1 0.5 1 60 0.36
29 ELECTRIC WATER BOILER 1 1 1 60 0.72
31 FLOOD LIGHT 2 1.4 2 100 2.8
32 SEARCH LIGHT 500 W 1 0.5 1 100 0.5
33 SEARCH LIGHT 300 W 1 0.3 1 100 0.3
34 GENERAL LIGHT (SET) 1 3 1 100 3
35 NAVIGATION LIGHT (SET) 1 0.6 1 100 0.6
36 RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT (SET) 1 6 1 100 6
37 BATTERY CHARGER 1 1 1 60 0.6
38 TV, AUDIO SYSTEM ETC 1 2 1 100 2
Untuk menghitung beban continous Load Port In & Out (Cl) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.1) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 21.60 N = 1, dengan menggunakan persamaan (3.1) maka : Windlass & Mooring Winch = 80 % x 21.60 x 1 = 17.28
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.1) dapat di tentukan beban continous Load Port In & Out (Cl) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Hasil perhiungan dapat di ketahui pada table 4.1.a
Tabel 4.1. a
Perhitungan power consumtion Continous Load Port In & Out
No Nama Equipment
Perhitungan power consumtion Continous Load Port In & Out
DF (%) x Pi x N = CL
1 WINDLASS & MOORING WINCH 80 x 21.6 x 1 = 17.28
2 BILGE PUMP 80 x 6 x 1 = 4.8
3 BALLAST & GS PUMP 80 x 6 x 1 = 4.8
4
EXHAUST FAN FOR STEERING GEAR
RM 80 x 0.96 x 2 = 0.77
5 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 80 x 18 x 2 = 14.4
6 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 80 x 0.48 x 1 = 0.38
7 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 80 x 0.9 x 1 = 0.72
8 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
9 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
10
AIR COND. FOR CABIN, MESS RM.,
11 AIR COND. FOR ECR 80 x 2.4 x 1 = 1.92
12 SEA COOLING PUMP FOR AIR COND. 80 x 5.28 x 1 = 2.11
13 REFRIGERATOR 60 x 0.36 x 1 = 0.22
14 FLOOD LIGHT 100 x 1.4 x 2 = 2.8
15 SEARCH LIGHT 500 W 100 x 0.5 x 1 = 0.5
16 SEARCH LIGHT 300 W 100 x 0.3 x 1 = 0.3
17 GENERAL LIGHT (SET) 100 x 3 x 1 = 3
18 NAVIGATION LIGHT (SET) 100 x 0.6 x 1 = 0.6
19 RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT (SET) 100 x 6 x 1 = 6
20 BATTERY CHARGER 60 x 1 x 1 = 0.6
Total CL = 71.56
Kesimpulan Dari Perhitung power consumtion Continous Load Port In & Out Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain.
Beban tertinggi pada saat power consumtion Continous Load Port In & Out adalah WINDLASS & MOORING WINCH sebesar 17.28 Kw. Sedangkan beban yang
tertera terencana adalah 18 kw jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.78 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Port In & Out)
Beban terendah pada saat power consumtion Continous Load Port In & Out Adalah REFRIGERATOR Sebesar 0.22 Kw . Sedangkan beban yang terencana
adalah 0.3 kw, jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.08 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Port In & Out)
Untuk menghitung beban Intermitten Load Port In & Out (IL) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.1) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 15.84 N = 1, dengan menggunakan persamaan (3.2) maka : Air Compressor = 80 % x 15.84 x 1 = 17.28
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.1) dapat di tentukan beban Intermitten Load Port In & Out (IL) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Tabel 4.1. b
Perhitung power consumtion Intermitten Load Port In & out
No Nama Equipment
Perhitung power consumtion Intermitten Load Port In & out
DF(%) x Pi x N = IL
1 AIR COMPRESSOR 80 x 15.84 x 1 = 6.34
2 FO TRANSFER PUMP 80 x 1.8 x 1 = 1.44
3 FW HYDROPHORE PUMP 80 x 5.28 x 1 = 2.11
4 SW HYDROPHORE PUMP 80 x 5.28 x 1 = 2.11
5 OILY WATER SEPARATOR 80 x 0.48 x 1 = 0.38
6 FUEL OIL PURIFIER 80 x 1.98 x 1 = 1.58
7 ENGINE CONTROL CONSOLE 80 x 2.4 x 2 = 1.92
8
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 80 x 0.48 x 1 = 0.38
9 ELECTRIC COOK RANGE 60 x 7.2 x 1 = 2.16
10 RICE COOKER 60 x 0.5 x 1 = 0.36
11 ELECTRIC WATER BOILER 60 x 1 x 1 = 0.72
12 WASH MACHINE 80 x 0.6 x 1 = 0.48
13 TV, AUDIO SYSTEM ETC 100 x 2 x 1 = 2
Total IL = 21.98
Grafik 4.2
Kesimpulan Dari Perhitung power Intermitten Load Port In & Out
Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain
Beban tertinggi pada saat power consumtion Intermiten Load Port In &
Out AIR COMPRESSOR adalah sebesar 6.34 Kw. Sedangkan beban yang terencana
adalah 6.6 kw jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.26 kw (Sefty beban consumtion Intermiten Load Port In & Out)
Beban terendah pada saat power consumtion Continous Load Port In & Out Adalah Rice Coker Sebesar 0.36 Kw . Sedangkan beban yang terencana adalah
0.5 kw, jadi selisih antara beban terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.14 kw (Sefty beban consumtion Intermiten Load Port In & Out)
4.2.2 Power Balance Sea Going Tabel 4.2
Tabel Load (Beban) dan Load Factor (%) Power Consumption Power Sea Consumption Going (Faktor beban (%) sumber pemakaian pada saat kapal
berlayar)
No Apparatus
No Load Load Factor (%) Power consumption
of Out Power Sea Going
Set Put Input No Cont Int
Kw Kw of % Kw Kw
Set
1 AIR COMPRESSOR 2 6.6 15.84 1 80 6.34
2 WINDLASS & MOORING WINCH 1 18 21.6
3 M/E ST BY SW COOLING PUMP 1 12 14.4 1 80 11.52
4 M/E ST BY FW COOLING PUMP 1 9 10.8 1 80 8.64
5 M/E LO ST BY PUMP 2 9 21.6 2 80 17.28
6 BILGE PUMP 1 5 6 1 80 4.8
7 BALLAST & GS PUMP 1 5 6 1 80 4.8
8 FOAM SUPPLY PUMP 1 2.2 2.64
9 FO TRANSFER PUMP 1 1.5 1.8 1 80 1.44
11 SW HYDROPHORE PUMP 2 2.2 5.28 1 80 2.11
12 OILY WATER SEPARATOR 1 0.4 0.48 1 80 0.38
13 FUEL OIL PURIFIER 1 1.65 1.98 1 80 1.58
14 SEWAGE TREATMENT PLAN 1 1.5 1.8 1 80 1.44
15 ENGINE CONTROL CONSOLE 2 1 2.4 1 80 0.96
16
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 1 0.4 0.48 1 80 0.38
17
EXHAUST FAN FOR STEERING GEAR
RM 2 0.4 0.96 2 80 0.77
18 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 2 7.5 18 2 80 14.4
19 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 1 0.4 0.48 1 80 0.38
20 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 1 0.75 0.9 1 80 0.72
21 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
22 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
23 AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H 1 10 12 1 80 9.6
24 AIR COND. FOR ECR 1 2 2.4 1 80 1.92
25 SEA COOLING PUMP FOR AIR COND. 2 2.2 5.28 1 80 2.11
26 REFRIGERATOR 1 0.3 0.36 1 60 0.22
27 ELECTRIC COOK RANGE 2 3 7.2 1 60 2.16
28 RICE COOKER 1 0.5 1 60 0.36
29 ELECTRIC WATER BOILER 1 1 1 60 0.72
30 WASH MACHINE 1 0.5 0.6 1 80 0.48
31 FLOOD LIGHT 2 1.4 2 100 2.8
32 SEARCH LIGHT 500 W 1 0.5 1 100 0.5
33 SEARCH LIGHT 300 W 1 0.3 1 100 0.3
34 GENERAL LIGHT (SET) 1 3 1 100 3
35 NAVIGATION LIGHT (SET) 1 0.6 1 100 0.6
36 RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT (SET) 1 6 1 100 6
37 BATTERY CHARGER 1 1 1 60 0.6
38 TV, AUDIO SYSTEM ETC 1 2 1 100 2
Untuk menghitung beban continous Sea Going (Cl) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.2) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 0.96 N = 2, dengan menggunakan persamaan (3.1) maka : Exhaust Fan For Steering Gear Rm = 80% x 0.90 x 2 = 1.44
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.2) dapat di tentukan beban continous Sea Going (Cl) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Tabel 4.2.a
Perhitung power consumtion Continous Load Sea Going
No Nama Equipment
Perhitung power consumtion Continous Load Sea Going
DF x Pi x N = CL
1
EXHAUST FAN FOR STEERING
GEAR RM 80 x 0.96 x 2 = 0.77
2 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 80 x 18 x 2 = 14.4
3 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 80 x 0.48 x 1 = 0.38
4 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 80 x 0.9 x 1 = 0.72
5 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
6 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
7
AIR COND. FOR CABIN, MESS RM.,
W/H 80 x 12 x 1 = 9.6
8 AIR COND. FOR ECR 80 x 2.4 x 1 = 1.92
9
SEA COOLING PUMP FOR AIR
COND. 80 x 5.28 x 1 = 2.11
10 REFRIGERATOR 60 x 0.36 x 1 = 0.22
11 FLOOD LIGHT 100 x 1.4 x 2 = 2.8
12 SEARCH LIGHT 500 W 100 x 0.5 x 1 = 0.5
13 SEARCH LIGHT 300 W 100 x 0.3 x 1 = 0.3
14 GENERAL LIGHT (SET) 100 x 3 x 1 = 3
15 NAVIGATION LIGHT (SET) 100 x 0.6 x 1 = 0.6
16
RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT
(SET) 100 x 6 x 1 = 6
17 BATTERY CHARGER 60 x 1 x 1 = 0.6
Total CL = 44.68
Grafik 4.3
Kesimpulan Dari Perhitung power consumtion Continous Load Sea Going Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain.
Beban tertinggi pada saat power consumtion Continous Load Sea Going adalah AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H sebesar 9.6 Kw. Sedangkan beban yang
terencana adalah 10 kw jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.4 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Sea Going)
Beban terendah pada saat power consumtion Continous Load Sea Going Adalah REFRIGERATOR Sebesar 0.22 Kw . Sedangkan beban yang terencana adalah
0.3 kw, jadi selisih antara beban yang di name plate dengan beban yang terpakai adalah 0.08 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Sea Going)
Untuk menghitung beban Intermitten Load Sea Going (IL) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.2) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 15.84 N = 1, dengan menggunakan persamaan (3.2) maka : Air Compressor = 80 % x 15.84 x 1 = 17.28
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.2) dapat di tentukan beban Intermitten Sea Going (IL) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Hasil perhiungan dapat di ketahui pada table 4.2..b
Tabel 4.2.b
Perhitung power consumtion Intermitten Load Sea Going
No Nama Equipment
Perhitung power consumtion Intermitten Load Sea Going DF
(%) x Pi x N = IL
2 M/E ST BY SW COOLING PUMP 80 x 14.4 x 1 = 11.52
3 M/E ST BY FW COOLING PUMP 80 x 10.8 x 1 = 8.64
4 M/E LO ST BY PUMP 80 x 21.6 x 2 = 17.28
5 BILGE PUMP 80 x 6 x 1 = 4.8
6 BALLAST & GS PUMP 80 x 6 x 1 = 4.8
7 FO TRANSFER PUMP 80 x 1.8 x 1 = 1.44
8 FW HYDROPHORE PUMP 80 x 5.28 x 1 = 2.11
9 SW HYDROPHORE PUMP 80 x 5.28 x 1 = 2.11
10 OILY WATER SEPARATOR 80 x 0.48 x 1 = 0.38
11 FUEL OIL PURIFIER 80 x 1.98 x 1 = 1.58
12 SEWAGE TREATMENT PLAN 80 x 1.8 x 1 = 1.44
13 ENGINE CONTROL CONSOLE 80 x 2.4 x 1 = 0.96
14
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 80 x 0.48 x 1 = 0.38
15 ELECTRIC COOK RANGE 60 x 7.2 x 1 = 2.16
16 RICE COOKER 60 x 0.5 x 1 = 0.36
17 ELECTRIC WATER BOILER 60 x 1 x 1 = 0.72
18 WASH MACHINE 80 x 0.6 x 1 = 0.48
19 TV, AUDIO SYSTEM ETC 100 x 2 x 1 = 2
Total IL = 69.5
Grafik 4.4
Kesimpulan Dari Perhitung power Intermitten Load Sea Going
Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain
Beban tertinggi pada saat power consumtion Intermiten Load Sea Going
M/E ST BY SW COOLING PUMP adalah sebesar 6.34 Kw. Sedangkan beban yang
terencana adalah 6.6 kw jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.26 kw (Sefty beban consumtion Intermiten Load Sea Going)
Beban terendah pada saat power consumtion Continous Load Sea Going Adalah Rice Coker Sebesar 0.36 Kw . Sedangkan beban yang terencana adalah 0.5
kw, jadi selisih antara beban yang di name plate dengan beban yang terpakai adalah 0.14 kw (Sefty beban consumtion Intermiten Load Sea Going)
4.2.3 Power Balance Fire
Tabel 4.3
Tabel Load (Beban) dan Load Factor (%) Power Consumption Power Consumstion Fire (Faktor beban (%) sumber pemakaian pada saat kapal berlayar)
No Apparatus
No Load Load Factor (%) Power consumption
of Out Power Fire
Set Put Input No Cont Int
Kw Kw of % Kw Kw
Set
1 AIR COMPRESSOR 2 6.6 15.84
2 WINDLASS & MOORING WINCH 1 18 21.6
3 M/E ST BY SW COOLING PUMP 1 12 14.4
4 M/E ST BY FW COOLING PUMP 1 9 10.8
5 M/E LO ST BY PUMP 2 9 21.6
6 BILGE PUMP 1 5 6 1 80 4.8
7 BALLAST & GS PUMP 1 5 6 1 80 4.8
8 FOAM SUPPLY PUMP 1 2.2 2.64 1 80 2.11
9 FO TRANSFER PUMP 1 1.5 1.8
11 SW HYDROPHORE PUMP 2 2.2 5.28 1 80 2.11
12 OILY WATER SEPARATOR 1 0.4 0.48 1 80 0.38
13 FUEL OIL PURIFIER 1 1.65 1.98 1 80 1.58
14 SEWAGE TREATMENT PLAN 1 1.5 1.8
15 ENGINE CONTROL CONSOLE 2 1 2.4 1 80 0.96
16
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 1 0.4 0.48 1 80 0.38
17
EXHAUST FAN FOR STEERING GEAR
RM 2 0.4 0.96 2 80 0.77
18 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 2 7.5 18 2 80 14.4
19 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 1 0.4 0.48 1 80 0.38
20 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 1 0.75 0.9 1 80 0.72
21 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
22 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 1 0.4 0.48 1 80 0.38
23 AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H 1 10 12 1 80 9.6
24 AIR COND. FOR ECR 1 2 2.4 1 80 1.92
25 SEA COOLING PUMP FOR AIR COND. 2 2.2 5.28 1 80 2.11
26 REFRIGERATOR 1 0.3 0.36 1 60 0.22
27 ELECTRIC COOK RANGE 2 3 7.2 1 60 2.16
28 RICE COOKER 1 0.5 1 60 0.36
29 ELECTRIC WATER BOILER 1 1 1 60 0.72
30 WASH MACHINE 1 0.5 0.6
31 FLOOD LIGHT 2 1.4 2 100 2.8
32 SEARCH LIGHT 500 W 1 0.5 1 100 0.5
33 SEARCH LIGHT 300 W 1 0.3 1 100 0.3
34 GENERAL LIGHT (SET) 1 3 1 100 3
35 NAVIGATION LIGHT (SET) 1 0.6 1 100 0.6
36 RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT (SET) 1 6 1 100 6
37 BATTERY CHARGER 1 1 1 60 0.6
38 TV, AUDIO SYSTEM ETC 1 2 1 50 1.2
Untuk menghitung beban continous Fire (Cl) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.3) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 0.96 N = 2, dengan menggunakan persamaan (3.1) maka : Exhaust Fan For Steering Gear Rm = 80% x 0.90 x 2 = 1.44
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.3) dapat di tentukan beban continous Fire (Cl) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Tabel 4.3.a
Perhitung power consumtion Continous Load Fire
No Nama Equipment
Perhitung power consumtion Continous Load Fire
DF (%) x Pi x N = CL
1
EXHAUST FAN FOR STEERING GEAR
RM 80 x 0.96 x 2 = 0.77
2 VENT FAN FOR ENGINE ROOM 80 x 18 x 2 = 14.4
3 EXH. VENT FAN FOR SANITARY 80 x 0.48 x 1 = 0.38
4 EXH. VENT FAN FOR GALLEY 80 x 0.9 x 1 = 0.72
5 EXH. VENT FAN FOR PAINT STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
6 EXH. VENT FAN FOR PROV. STORE 80 x 0.48 x 1 = 0.38
7 AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H 80 x 12 x 1 = 9.6
8 AIR COND. FOR ECR 80 x 2.4 x 1 = 1.92
9 SEA COOLING PUMP FOR AIR COND. 80 x 5.28 x 1 = 2.11
10 REFRIGERATOR 60 x 0.36 x 1 = 0.22
11 FLOOD LIGHT 100 x 1.4 x 2 = 2.8
12 SEARCH LIGHT 500 W 100 x 0.5 x 1 = 0.5
13 SEARCH LIGHT 300 W 100 x 0.3 x 1 = 0.3
14 GENERAL LIGHT (SET) 100 x 3 x 1 = 3
15 NAVIGATION LIGHT (SET) 100 x 0.6 x 1 = 0.6
16 RADIO & NAUTICAL EQUIPMENT (SET) 100 x 6 x 1 = 6
17 BATTERY CHARGER 60 x 1 x 1 = 0.6
Total CL = 44.68
Grafik 4.5 Continous Load Fire
Kesimpulan Dari Perhitung power consumtion Continous Load Fire
Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 60 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain.
Beban tertinggi pada saat power consumtion Continous Load Fire adalah
AIR COND. FOR CABIN, MESS RM., W/H sebesar 9.6 Kw. Sedangkan beban yang tertera
terencana adalah 10 kw jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.4 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Fire)
Beban terendah pada saat power consumtion Continous Load Fire Adalah
REFRIGERATOR Sebesar 0.22 Kw . Sedangkan beban yang terencana adalah 0.3 kw,
jadi selisih antara beban yang terencana dengan beban yang terpakai adalah 0.08 kw (Sefty beban consumtion Continous Load Fire)
Untuk menghitung beban Intermitten Load Fire (IL) dapat dihitung dengan berdasar data pada Tabel (4.3) dengan diketahui
DF = 80%, Pi = 6 N = 1, dengan menggunakan persamaan (3.2) maka : .Bilge Pump = 80 % x 6 x 1 = 4.8
Dengan menggunakan persamaan yang sama dan berdasarkan data pada table (4.3) dapat di tentukan beban Intermitten Fire (IL) untuk setiap peralatan yang tercantum di bawah ini.
Hasil perhiungan dapat di ketahui pada table 4.3..b
Tabel 4.3.b
Perhitung power consumtion Intermitten Load Fire
No Nama Equipment
Perhitung power consumtion Intermitten Load Fire DF
(%) x Pi x N = IL
1 BILGE PUMP 80 x 6 x 1 = 4.8
3 FOAM SUPPLY PUMP 80 x 2.64 x 1 = 2.11
4 SW HYDROPHORE PUMP 80 x 5.28 x 1 = 2.11
5 OILY WATER SEPARATOR 80 x 0.48 x 1 = 0.38
6 FUEL OIL PURIFIER 80 x 1.98 x 1 = 1.58
7 ENGINE CONTROL CONSOLE 80 x 2.4 x 1 = 0.96
8
Z - DRIVE (PORTABLE HYDRAULIC
PUMP) 80 x 0.48 x 1 = 0.38
9 ELECTRIC COOK RANGE 60 x 7.2 x 1 = 2.16
10 RICE COOKER 60 x 0.5 x 1 = 0.36
11 ELECTRIC WATER BOILER 60 x 1 x 1 = 0.72
12 TV, AUDIO SYSTEM ETC 50 x 2 x 1 = 1.2
Total IL = 21.56
Grafik 4.6 Intermtten Load Fire
Kesimpulan Dari Perhitung power Intermitten Load Fire
Bahwa demand factor 100 % untuk heater dan lampu pijar, 80 – 95 % untuk motor – motor listrik dengan mempertimbangkan system pengoperasian kapal atau 40 – 50 % untuk motor – motor listrik yang bekerja bergantian dengan motor lain