P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
RANCANG BANGUN PROTHOTYPE MESIN BUCKET CONVEYOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH MESIN PEMINDAH BAHAN
Ahmad Dony Mutiara Bahtiar dan Nila Nurlina
Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin - Politeknik Kediri.
Abstrak
Alat Pemindah Bahan merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari pada proses keberlangsungan produksi di masyarakat. Agar peralatan tersebut tetap dapat berfungsi dengan baik masyarakat, maka perlu adanya tindakan rancang bangun prototype Bucket konveyor ini guna untuk membatu masyarakat agar lebih memahami betapa pentingnya alat mekanis.
Metode Perancangan Prototipe Bucket Konveyor meliputi: Perancangan Desain, Perancangan Elemen Mesin (motor listrik , poros, puly, roda gigi, kerangka), Perancangan Biaya (biaya produksi, biaya penjualan).
Berdasarkan Rancang Bangun Prototipe Mesin Bucket Konveyor yang telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu daya motor bucket 13 W dengan kapasitas 1,68 liter/s dan biaya pembuatan bukcet adalah Rp. 4.000.000,-biaya pembuatan ini meliputi biaya bahan baku, operasional, dan permesinan
Kata Kunci: Perancangan, Konveyor, Bucket Conveyor, Prototype PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil-hasil pertanian yang cukup beraneka ragam. Semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini banyak mesin yang dikenal oleh para petani sebagai pembantu kegiatan pascapanen padi meliputi, perontokan, pengangkutan, pengeringan, pembersihan, dan penyimpanan. Pada umumnya petani masih menggunakan cara konvensional untuk melakukan proses pengangkutan dan pengepakannya.
Seiring dengan perkembangan zaman, untuk meningkatkan efisiensi diatas adalah dengan menggunakan sistem otomatisasi dan alat mekanis. Suatu proses produksi yang menggunakan alat mesin yang bekerja secara mekanis adalah pada proses pemindahan material. Salah satu alat yang dibutuhkan adalah bucket conveyor.
Bucket conveyor merupakan salah satu jenis alat pemindah bahan yang berfungsi untuk menaikkan muatan curah (bulk loads) secara vertikal atau dengan kemiringan (incline) lebih dari 70º dari bidang datar. Bucket conveyor biasanya diaplikasikan untuk mengangkut berbagai bentuk material serbuk, butir-butiran kecil, dan bongkahan. Akan tetapi dalam perencanaan dari mesin ini diaplikasikan untuk mengangkut hasil panen seperti biji-bijian. Sistem conveyor merupakan penghubung dan juga perlintasan dari bucket conveyor. Untuk mencapai tujuan dalam pembuatan prototype mesin bucket conveyor agar berjalan dengan lancar. Mengoptimalkan kinerja dari mesin ini dibutuhkan perencanaan perhitungan dari chain dan sprocket tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, Penulis bertujuan untuk merancang bangun prototype mesin bucket conveyor. Perbedaannya, bucket conveyor yang akan
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
dirancang bangun yaitu berukuran dan berkapasitas kecil dengan sudut kemiringan 600 dan rpm rendah, karena berupa prototype sehingga dapat dibuat media pembelajaran mahasiswa Politeknik Kediri Jurusan Teknik Mesin mata kuliah mesin pemindahan bahan
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka didapatkan rumusan masalah yaitu
”Bagaimana rancang bangun prototype mesin bucket conveyor sebagai media pembelajaran mata kuliah mesin pemindahan bahan?”.
Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Penelitian ini batasan masalah yang diambil yaitu hanya membahas perencanaan daya motor listrik, kapasitas bucket pada prototype mesin bucket conveyor dan tidak membahas tentang rancang bangun sistem transmisi v-belt dan rantai, kerangka dan perencanaan perawatan.
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini yaitu dapat merancang dan membuat prototype mesin bucket conveyor.
TINJAUAN PUSTAKA Conveyor
Conveyor merupakan suatu mesin pemindah bahan yang umumnya dipakai dalam industri perakitan maupun industri proses untuk mengangkut bahan produksi dari satu bagian ke bagian yang lain. Ada dua jenis material yang dapat dipindahkan, yaitu muatan curah (bulk load) dan muatan satuan (unit load).
Contoh muatan curah, misalnya batubara, biji besi, tanah liat, batu kapur dan sebagainya. Muatan satuan, misalnya: plat baja, unit mesin, block bangunan kapal dan sebagainya.
Conveyor dapat ditemukan dalam
berbagai jenis keadaan di suatu industri. conveyor digunakan untuk memindahkan material atau hasil produksi dalam jumlah besar dari suatu tempat ke tempat lain. Bucket Conveyor
Bucket conveyor adalah salah satu jenis alat trasportasi dalam arah vertikal atau membentuk sedikit sudut kemiringan terhadap bidang vertikal. Karena desainnya yang vertikal memberikan berbagai keuntungan tidak memerlukan tempat yang luas, efisien dan handal dalam meng-handle bulk material dan mempunyai berbagai kapasitas tergantung dari jenis yang digunakan.
Meskipun berfungsi untuk mengangkut material akan tetapi alat trasportasi juga memiliki peranan yang sangat penting, untuk kelancaran produksi. Peralatan trasportasi ini memiliki banyak jenis sehingga dalam pemilihannya memerlukannya pertimbangan yang matang. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan peralatan antara lain: Lokasi atau tempat kerja.
Elevasi, arah dan panjang atau jarak yang ditempuh kapasitas kecepatan pengangkutan jenis dan sifat dari material. Aspek ekonomi untuk pemindahan alat trasportasi yang dapat memenuhi faktor-faktor diatas maka secara umum alat trasportasi harus memenuhi persyaratan untuk menjamin keandalan dan kontinuitas perpindahan material dalam tugas dan fungsinya dari kelancaran produksi.
Secara umum syarat-syarat trasportasi diantaranya: Tahan / awet terhadap beban tarik, tekan dan impact. Kemuluran yang kecil Flexsibel dengan mekanisme yang tinggi relative ringan Aman dalam operasinya Ekonomis.
Berikut kelebihan dan kekurangan dari Bucket Conveyor.
Kelebihan:
1. Dapat mengangkut bahan dengan kemiringan yang curam.
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
butiran dan material cenderung lengket, serta mangangkut bongkahan besar dan material yang berat.
3. Harga relatif lebih murah karena pemakaian energi kecil.
Kekurangan:
1. Barang yang diangkut kebersihannya tidak terjaga.
2. Tidak dapat digunakan jika bahan melalui jalur yang berkelok-kelok.
Menurut Henderson andPerry dalamBudianto, et al (1982), ada tiga macam tipe pengeluaran Bucket Conveyor yaitu:
i. Tipe pengeluaran sentrifugal banyak digunakan untuk penanganan biji-bijian yang berukuran kecil pada elevator dan pabrik pengolahan.
ii. Tipe “perfect discharge”. Mangkuk biasnyan berada pada rantai yang dijalankan dengan kecepatan lambat. Alat ini digunakan untuk bahan yang mudah rusak dan tidak dapat diangkut dengan kecepatan tinggi.
iii. Tipe penyedokan yang terus menerus. Tipe ini digunakan untuk pengerjaan yang berat, di tambang batubara, pengangkutan pasir dan sebagainya. Pada bagian pelepasan, bahan dituang (dilempar) mendahului mangkuk.Bucket Conveyor pada umumnya khusus untuk mengangkut berbagai macam material berbentuk serbuk, butiran-butiran kecil dan bongkahan.
Contoh material adalah semen, pasir, batubara, tepung dan lain sebagainya. Alat ini dapat digunakan untuk menaikan bahan dengan ketinggian 50 meter, kapasitasnya dapat mencapai 50 m3/jam, dan konstruksinya bisa dengan posisi vertikal (Hamsi, 162009).
Cara Kerja Bucket Conveyor
Menurut Panggabean (2008), mekanisme kerja dari Bucket Conveyor ada beberapa tahap.Tahap pertama yaitu
material curah (bulk material) masuk ke corong pengisi (feed hooper) pada bagian bawah elevator (boot).
Material curah kemudian ditangkap oleh Bucket yang bergerak, kemudian material curah tersebut diangkat dari bawah ke atas. Setelah sampai pada roda gigi atas, material curah akan dilempar ke arah corong pengeluaran (discharge spout). Pelepasan (pelemparan) material curah disebabkan oleh adanya gaya sentrifugalyang bekerja.
Untuk proses pelemparan tersebut, dibutuhkan transmisi (putaran) dari Bucket Conveyor sehingga material tercurah pada tempat yang diinginkan (Henderson and Perry, 1982). Analisanya dapat diuraikan pada Gambar 1.
Gambar 1. Diagram gaya yang dialami bahan saat pelemparan
Sumber: Panggabean, 2008
Gambar di atas menunjukan bagian atas Bucket Conveyor saat mangkuk mangkuk akan melakukan pelepasan material curah. Pada saat mangkuk berada di sekeliling gir bagian atas, maka bahan yang berada pada mangkuk dipengaruhi dua gaya. Gaya-gaya tersebut adalah gaya berat (W) dan gaya sentrifugal (S) yang bekerja dengan arah radial.
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
Perencanaan Conveyor
Rantai adalah elemen transmisi daya yang tersusun sebagai sebuah deretan penghubung dengan sambungan pena. Rancangan ini menyediakan fleksibilitas di samaping juga memungkinkan rantai mentransmisikan gaya tarik yang besar. Ketika mentransmisikan daya antara poros-poros yang berputar, rantai berhubungan terpadu dengan roda bergigi yang disebut sprocket.
Jenis rantai yang paling umum disebut rantai rol (roller chain), dimana rol-rol pada setiap pena menyediakan gesekan yang sangat kecil diantara rantai dan sproket. Jenis lainya meliputi berbagai rancangan penghubung yang dapat diperpanjang, yang banyak digunakan dalam conveyor (Mott, 2009).
Dalam perencanaan mesin ini Penulis menggunakan beberapa teori yang dijadikan sebagai dasar dalam proses perencanaan. Beberapa dasar teori yang digunakan seperti teori tarik statis dan juga pembebabanan pada rantai.
Perencanaan Elemen Mesin
Dalam perencanaan elemen mesin ini ada beberapa yang harus dilakukan perhitungan terlebih dahulu, seperti menentukan kapasitas bucket, menentukan daya bucket dan menentukan daya motor listrik.
1. Perencanaan Kapasitas Bucket Conveyor
Kapasitas Bucketconveyor tergantung pada kapasitas masing - masing Bucket. Jarak antar Bucket dan kecepatan sabuk (belt) atau rantai yang membawa Bucket.Jarak antar Bucket ditentukan oleh bentuk Bucket dan sifat pengeluarannya. Kapasitas Bucket dipertimbangkan menjadi 85 – 90% dari volume pembongkaran untuk kecepatan tinggi.
Jika bahan disusun terhadap beban diatas pusat poros kaki. Jika bahan dibawah, kapasitas menjadi berkurang80% dari volume pembongkaran. Pada
kecepatan sedang, Bucket diharapkan mengisi 90 %volume pembongkaran. Berikut persamaan yang digunakan untuk menentukan kapasitas Bucket Conveyor (Srivastava dalam Panggabean,2008)
1. Kapasitas Bucket Konveyor 𝑸 = 𝑽 𝒙 𝒗
𝒔
keterangan:
Q = kapasitas Bucket Conveyor (m3/detik)
V = volume Bucket (m3) v = kecepatan belt (m/detik) s = jarak antar Bucket (m) 2. Dimensi Bucket 𝑉 =1 4𝜋𝑟 2 𝑥 𝐿 keterangan: V = Volume Bucket (cm3) r = Jari-jariBucket (cm) L = PanjangBucket(cm)
2. Perencanaan Daya Bucket
Kebutuhan daya untuk mengoperasikan Bucketconveyor adalah meliputi kebutuhan untuk mengangkat bahan, untuk menggayung bahan yang masuk kedalam Bucket. Untuk pengeluaran bahan, untuk memindahkan keseluruhan udara dan menahan gesekan berlebih dalam bearing dan komponen bergerak lainnya. Pada umumnya Bucket Conveyor memilikiefisiensi yang tinggi.
Pada prakteknya ditemukan kebutuhan daya kuda teoritis untuk pengangkatan bahan membutuhkan peningkatan 10-15% mencapai kebutuhan daya aktual. Berikut persamaan yang digunakan untuk mendapatkan kebutuhan daya teoritis (SrivastavadalamPanggabean,2008)
1. Daya Teoritis 𝑃 = 𝑃𝑏𝑔 𝑄 ℎ keterangan:
P = daya teoritis (W)
Pb = densitas kamba bahan (kg/m3) g = percepatan gravitasi(m/detik2) Q = kapasitas Bucket Conveyor (m3/detik)
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
d. Perencanaan Daya Motor Listrik
Motor listrik merupakan suatu peralatan listrik yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Berdasarkan input arus, motor listrik dibagi menjadi dua jenis yaitu motor arus searah (AC) dan motor arus bolak-balik (DC). Motor listrik dapat lagi dikategorikan menjadi berbagai jenis berdasarkan konstruksi dan mekanisme operasi, dan pembagiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini (UNEP, 2006).
Gambar 2. Klasifikasi Jenis Motor Listrik Sumber: UNEP, 2006 1. Daya Mesin Pdm = 𝑃. 𝑓0 keterangan: Pdm = Daya Mesin (kW). P = Daya (kW).
f0 = Faktor kelebihan beban.
Gambar 3. Motor Listrik Sumber: Sularso, 2006
METODOLOGI PENYELESAIAN 1. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan pada Rancang Bangun Prototype Mesin Bucket Conveyor sebagai berikut
a. Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada rancang bangun prototype mesin bucketconveyor di antaranya dengan melakukan observasi langsung ke produsen mesin. Di samping melakukan observasi secara langsung Penulis juga mencari referensi-referensi melalui internet, buku, dan lain-lain guna menunjang pembuatan laporan dan perencanaan prototype mesin bucket conveyor.
Data-data yang telah didapatkan selanjutnya diolah dalam bentuk proposal dan laporan akhir. Dalam proposal ini Penulis memasukkan data-data yang dianggap perlu dan menunjang dalam proses perencanaan mesin ini.
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
b. Perencanaan Desain
Setelah melakukan pengolahan data Penulis melanjutkan dengan pembuatan design awal bucket ini. Design yang dibuat dalam bentuk gambar 3 dimensi menggunakan software Auto Cad. Design yang dibuat berupa rancangan bucket.
Gambar 4. Perencanaan Desain Prototype Mesin Bucket Conveyor Sumber: Penulis, 2016
Gambar 5. Perencanaan Desain Bucket
Sumber: Penulis, 2016
c. Perencanaan Elemen Mesin
Dalam perencaan komponen mesin ini penulis menentukan data awal diantaranya motor listrik dan kapasitas per bucket dan juga menggunakan beberapa rumus dan metode yakni menggunakan rumus daya motor, kapasitas bucket dan daya bucket.
d. Pembuatan Bucket
Dalam Pembuatan bucket ini yang perlu dipersiapkan adalah bahan bucket dalam hal ini penulis memakai plat talang, kemudian gunting plat dan juga tang rivet.
e. Pengujian Bucket
Pengujian Bukcet dilakukan setelah bucket dipasang pada rantai kemudian di uji dengan memakai bahan dan diputar, jika bucket tidak kuat maka bucket tersebut akan rusak.
f. Penulisan Laporan
Setelah melakukan perakitan dan uji coba mesin dilakukan pembuatan laporan akhir sebagi penelitian yang harus diselesaikan setelah membuat prototype mesin bucket conveyor.
g. Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari bucket conveyor adalah mengubah energy listrik dari motor listrik menjadi energy gerak.
PROSES PEMBUATAN, HASIL DAN PEMBAHASAN
Perencanaan Elemen Mesin
Dalam perencanaan elemen mesin ini ada beberapa yang harus dilakukan
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
perhitungan terlebih dahulu, seperti menentukan kapasitas bucket, menentukan daya bucket dan menentuka daya motor listrik. Menentukan Kapasitas Bucket Menentukan Daya Bucket Menentukan Daya Motor Kapasitas Q (m3/dtk) Daya Bucket P (watt)
Daya Motor Pdm(HP)
Selesai
Gambar 6. Flowchart Perencanaan Elemen Mesin
Sumber: Penulis, 2016
Perencanaan Kapasitas BucketConveyor Sebelum menentukan kapasitas maka kita harus mengetahui dimensi bucket tersebut. Dimensi bucket diperoleh dari pemilihan jenis bucket yang dipakai.
Io δ= Q 3,6 v γ Ψ = 1 3,6 (0,8)(0,6)(0,7)= 0,8 ltr/m
Maka Dipilih deep bucket dengan Lebar bucket B= 150mm, Jarak antar Bucket a = 290mm, tinggi Bucket = 120mm, kapasitas bucket = 0,75 ltr.
Banyak gabah yang terangkut adalah 2/3 dari bucket.
Jadi kapasitas bucket adalah 2/3 x 0,00075 = 0,0005 m3
Sehingga Kapasitas bucket menjadi, V = 0,0005
v = v poros, sehingga v roda gigi atau v conveyor di dapat dengan perbandingan Diameter poros / Diameter roda gigi
v poros v roda gigi = D poros D roda gigii 51 v roda gigi = 2 23
Sehingga v roda gigi = 51/0.086 = 593 rpm = 9,8 rps
Berikut persamaan yang digunakan untuk menentukan kapasitas Bucket Conveyor (Srivastava dalam Panggabean, 2008):
Q = V x v s keterangan:
Q = kapasitas Bucket Conveyor (m3/detik) V = volume Bucket (m3)
v = kecepatan belt (m/detik) s = jarak antar Bucket (m) Q = 0,0005 x 9,8
0,29
Q = 0,00168 m3/s atau 1,68 liter/s Perencanaan Daya Bucket
Untuk pengeluaran bahan, untuk memindahkan keseluruhan udara dan menahan gesekan berlebih dalam bearing dan komponen bergerak lainnya.
Dalam menentukan densitas kamba bahan ini, Penulis melakukan dengan cara uji langsung bahan yang akan di angkut, yakni dengan cara menimbang satu liter gabah, atau dengan perbandingan berapa berat gabah kg dalam satu liter gabah. Berikut persamaan yang digunakan untuk mendapatkan kebutuhan daya teoritis (Srivastava dalam Panggabean, 2008): 𝑃 = 𝑃𝑏 . 𝑔 . 𝑄 . ℎ
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063 keterangan: P = daya (W)
Pb = Densitas kamba bahan (kg/m3) g = percepatan gravitasi (m/detik2) Q = kapasitas Bucket Conveyor (m3/detik) h = tinggi pengangkatan bahan (m)
Dengan kapasitas Bucket 0,05 kg/detik, dan densitas kamba bahan 0,560 didapat dari penelitian Suncue Company LTD
Tabel 1. Densitas Kamba Bahan Bahan Berat Jenis Padi 0,56-1 Gandum 0,68-1 Jagung 0,69-1
Sumber: Suncue Company LTD, 2010 maka, P = (0,560) . (9,8) . (1,68) . (1,2)
P = 11,063 W = 0,011063 kW
Perencanaan Daya Motor Listrik
Motor listrik merupakan suatu peralatan listrik yang berfungsi mengubah energy listrik menjadi energy gerak. Faktor koreksi yang digunakan penulis didapat dari tabel dibawah.
Tabel 2. Faktor Koreksi
Daya yang akan ditransmisikan
fc Daya rata-rata yang diperlukan
1,2 - 2,0 Daya maksimum yang
diperlukan
0,8 - 1,2 Daya normal 1,0 - 1,5 Sumber: Sularso, 2004
Motor listrik adalah komponen yang sangat penting dalam mesin sehingga dapat dirumuskan (Sularso, 2004):
Pdm = 𝑃. 𝑓0
keterangan:
Pdm = Daya teoritis motor (kW). P = Daya bucket (kW).
f0 = Faktor kelebihan beban. Maka,
Pdm = 0,011063 x 1,2 = 0,013
Maka daya motor yang digunakan harus diatas 0,013 kW = 13 W.
Proses Pembuatan;
Pada proses pembuatan prototype bucket conveyorini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Mempersiapkan gambar desain. 2. Mempersiapkan bahan yang
akan digunakan.
3. Mempersiapkan mesin dan alat yang akan digunakan.
4. Proses langkah pembuatan bucket yang akan dikerjakan. Adapun tindakan yang dilakukan untuk keselamatan kerja dalam proses pembuatan prototype bucket conveyor adalah melakukan proses kerja sesuai standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Adapun langkah-langkah dalam pengerjaan sebagai berikut:
1. Persiapan Gambar Desain.
Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam proses pengerjaan pembuatan prototype bucket conveyor bagian bucket. Persiapan ini sangatlah penting karena gambar kerja diperlukan untuk pemahaman proses pembuatan alat tersebut.
2. Persiapan Bahan.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan prototype bucket conveyoradalah:
a. Plat Talang Plat talang dengan tebal 0,5 mm dan lebar 90 cm b. Plat Strip dengan tebal 1mm
dan lebar 2cm
3. Mesin dan Alat yang digunakan.
Mesin yang digunakan dalam proses pembuatan prototype bucket conveyorsebagai berikut:
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
Welding). 2. Gerinda halus. 3. Gerinda potong. 4. Mesin bor tangan.
Sedangkan alat yang digunakan sebagai berikut: a. Mistar baja. b. Mistar siku. c. Penggores. d. Penitik. e. Mata bor.
f. Mata Gerinda potong. g. Mata gerinda kasar. h. Gunting talang i. Tang Rivet j. Paku Rivet 4. Proses Pembuatan.
Dalam proses pembuatan bucket ini, langkah-langkah yang dilakukan adalah:
a. Memotongan Plat talang.
Untuk ukuran plat talang yang digunakan untuk bucket adalah panjang 15cm,jari-jari 12cm berjumlah 12 buah.
b. Memotong Plat strip.
Untuk ukuran plat yang akan dijadikan penguat rangka bucket adalah dengan panjang 15cm berjumlah 12 buah.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan dari rancang bangun prototype mesin bucket conveyor bagian bucket dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembuatan rancang bangun prototype mesin bucket conveyor bagian bucket berfungsi sebagai acuan dalam proses pembuatan mesin bucket conveyor.
2. Pemilihan komponen alat yang akan dibuat, disesuaikan dengan desain alat.
3. Pembuatan rancang bangun prototype mesin bucket conveyor bagian bucket melalui beberapa tahap, yaitu tahap penghitungan daya dan kapasitas, pemilihan
motor atau sumber tenaga dan pembuaan bucket.
4. Daya motor yang digunakan adalah13 W dengan kapasitas1,68 liter/s
SARAN
Saran yang dapat diberikan dalam rancang bangun prototype mesin bucket conveyor bagian bucket adalah:
1. Perlu adanya pengembangan agar dapat diaplikasikan dalam kapasitas besar.
2. Perlu adanya pengembangan pada bagian bahan bucket supaya dapat digunakan untuk mengangkut bahan yang lebih padat.
3. Perlu dipertimbangkan penggunaan jenis motor agar dapat lebih efisien
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Perencanaan BeltConveyor. www.slideshare.net/icanaliican. Diaksestanggal 3 Maret 2016.
Anonim. 2013. Belt Conveyor. www.yahoo.getit.in. Diakses tanggal 3 Maret 2016.
Budianto, et al. 2014. Rancangbangun bucket elevator pengangkatgabah.Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol.3, No. 1: 17- 26.
Henderson SM, Perry RL. 1989. DiterjemahkanSyarief AM. TeknikPengolahanHasilPertanian. Bogor : IPB Press.
Khurmi R. S., Gupta. J. K. 2005. A textbook of machine design. New Delhi : Eurasia Publising House Ltd.
Panggabean, Tamaria. 2008. Desaindankinerjamesinpemindahbahan padasistempengeringefekrumahkaca (erk)-hybriddan in-store dryer(isd) terintegrasiuntukbijijagung, Bogor : InstitutPertanian Bogor
P- ISSN 2252-4444 E- ISSN 1559-2063
conveyor trainnersebagaialat bantu pembelajaran.Jurnal Teknik Mesin Volume 4 Nomor 2.
Sato, G. Takeshi, N. Sugiarto H. 2000. Menggambarmesinmenurutstandart ISO, Jakarta : PT PradnyaParamita. Siregar SF. 2004. AlatTransportasi Benda
Padat.http://library.usu.ac.id. Diaksestanggal 20 Mei 2016
Sularso, Kiyokatsu S. 1978. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.
Jakarta : Pradnya Paramita.
Srivastava AK, Goering CE, Rohrbach RP. 1993. Engineering Principles of Agricultural Machines. USA : American Society of Agricultural Engineers.
Wilkes B. 1999. Calculating Bushels. University of Minnesota. USDA and Minnesota Counties Coorperating Zainuri AM. 2006. Mesin Pemidahan Bahan.