• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spesifikasi Cba-Asb Lawele 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Spesifikasi Cba-Asb Lawele 2016"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

SPESIFIKASI KHUSUS INTERIM

SKh-6.6.3.1

TAHUN 2016

CAMPURAN BERASPAL PANAS

DENGAN ASBUTON LAWELE

(2)

1. UMUM

Pengertian :

CAMPURAN BERASPAL PANAS DENGAN ASBUTON LAWELE atau CBA-ASBLAWELE adalah campuran antara agregat dengan bahan pengikat jenis bitumen Asbuton Lawele maksimum sebanyak 15% dan aspal keras pen 60 sebanyak min. 1,5% dari berat campuran, yang dicampur di Unit Pencampur Aspal (AMP), dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.

Ruang Lingkup :

pembuatan lapisan CBA-AsbLawele untuk lapis perata, lapis pondasi, lapis permukaan antara, atau lapis aus, yang dihampar dan dipadatkan di atas lapis pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai dengan Spesifikasi ini dan Gambar Rencana.

(3)

Peruntukan :

CBA-AsbLawele diperuntukkan untuk lalu lintas sedang dan ringan (kumulatif beban lalu lintas rencana 10 tahun tidak lebih dari 6x106

ESAL per jalur atau satu arah.

1. UMUM

Jenis CBA ASB-Lawele :

Campuran beraspal panas yang menggunakan AsbLawele dapat digunakan untuk lapis permukaan dan lapis pondasi dan lapis perata, yaitu terdiri atas

 CBA-AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele),  CBA-AsbLawele Lapis Antara (AC-BC AsbLawele),  CBA AsbLawele Lapis Pondasi (AC-Base AsbLawele).  CBA-AsbLawele Lapis Aus Perata(AC-WC AsbLawele-L),  CBA-AsbLawele Lapis Antara Perata(AC-BC AsbLawele-L),  CBA AsbLawele Lapis Pondasi Perata(AC-Base AsbLawele-L).

(4)

2. TEBAL LAPISAN DAN

TOLERANSI

Jenis CBA-AsbLawele Simbol

Tebal Nominal Minimum (mm) Toleransi Tebal (mm)

Lapis Aus AC-WC AsbLawele 40 ± 3 Lapis Permukaan Antara AC-BC AsbLawele 60 ± 4 Lapis Pondasi AC-Base AsbLawele 75 ± 5 Tebal Nominal Minimum Lapisan CBA-AsbLawele dan Toleransi

Bilamana CBA-AsbLawele dihampar lebih dari satu lapis, setiap tebal lapisan beraspal tidak boleh kurang dari toleransi masing – masing.

(5)

3. Persyaratan Bahan

Agregat

Ketentuan agregat mengacu pada

Spesifikasi Umum Bina Marga 2010,

kecuali untuk gradasi agregat, sbb :

(6)

Aspal

• Aspal keras harus aspal pen 60 (ketentuan sesuai dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2010);

• Aspal keras dari tiap truk tangki yang datang harus dilaksanakan pengujian nilai penetrasi dan nilai titik lembek sebelum dialirkan ke tangki penyimpanan;

• Minimum penggunaan 1,5% berat total campuran.

Asbuton Lawele Butir

• Proporsi penggunaan Asbuton lawele butir harus mempertimbangkan gradasi agregat campuran dan maksimum penggunaannya adalah 15% berat total campuran.

• Asbuton lawele butir harus dikirim dalam kemasan kantong atau kemasan lain yang kedap air dan mudah penanganannya. Ditempatkan pada tempat kering dan beratap, tinggi penimbunan tidak boleh lebih 2 meter.

(7)

3. Persyaratan Bahan

Asbuton Lawele Butir

(8)

3. Persyaratan bahan

Asbuton Lawele Butir

o Pengambilan contoh Asbuton Lawele Butir harus dilakukan akar pangkat 3 (³√) dari jumlah kemasan. Contoh pertama yang diambil harus langsung dilakukan pengujian gradasi, ukuran butir maksimum, kadar bitumen dan penetrasinya. Asbuton Lawele Butir yang dipasok tidak boleh diterima sebelum semua hasil pengujian memenuhi ketentuan spesifikasi khusus ini.

(9)

3. Persyaratan bahan

Bahan Aditif Anti Pengelupasan

o Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping

agent) harus ditambahkan dalam bentuk cairan ke

dalam aspal pada timbangan aspal dengan mengunakan pompa penakar (dozing pump) dan masuk ke dalam

pugmill untuk dicampur dengan agregat.

o Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang 0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal.

o Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui Direksi Pekerjaan.

(10)

• Komposisi

campuran

terdiri

atas

agregat, filler, Asbuton Lawele Butir,

aspal keras dan bahan aditif.

• Kadar aspal keras minimal 1,5% berat

campuran.

• Persentase asbuton lawele butir dalam

campuran bergantung pada gradasi dan

kadar aspal dari asbuton lawele butir.

• Persentase asbuton lawele butir aktual

ditambahkan

berdasarkan

uji

laboratorium dan lapangan.

(11)

4. CAMPURAN

(12)

5. KETENTUAN INSTALASI PENCAMPUR

ASPAL

• Ketentuan instalasi pencampur aspal mengacu

pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010.

• AMP harus dilengkapi silo filler (filler storage) dan

alat pemasok Asbuton Lawele Butir.

• Alat pemasok Asbuton Lawele Butir ke pugmil

harus

berupa

ban

berjalan

atau

sesuai

persetujuan Direksi Pekerjaan dan dilengkapi

dengan unit timbangan serta kecepatannya dapat

diatur sehingga dapat menjamin pasokan

asbuton lawele secara kontinu ke pugmill.

• Bila alat pemasok tidak dapat berfungsi atau

rusak maka unit pencampur aspal tidak boleh

dioperasikan.

(13)

Asphalt Mixing Plant (AMP)

Harus mempunyai sertifikat "laik operasi" dan sertifikat kalibrasi dari Metrologi untuk timbangan aspal, agregat dan bahan pengisi (filler), yang masih berlaku.

Harus dilengkapi dust collector yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone) dan pusaran basah (wet cyclone).Mempunyai pengaduk (pug mill) dengan kapasitas asli

minimum 800 kg.

Untuk AC-Base AsbLawele, jumlah cold bin tidak kurang dari 5 buah dan untuk jenis campuran beraspal lainnya minimal 4 cold bin.

Bahan bakar untuk memanaskan agregat haruslah

minyak tanah atau solar dengan berat jenis maksimum 860 kg/m3 atau gas Elpiji atau LNG (Liquefied Natural Gas) atau gas yang diperoleh dari batu bara. Batu bara yang digunakan dalam proses gasifikasi haruslah min. 5.500 K.Cal/kg.

Agregat yang diambil dari pemasok panas (hot bin) atau pengering (dryer) tidak boleh mengandung jelaga dan atau sisa minyak yang tidak habis terbakar.

(14)

Tangki Penyimpanan Aditif

Pemanasan di tangki harus dilakukan melalui kumparan uap (steam coils), listrik, atau cara lainnya sehingga api tidak langsung memanasi tangki aspal.

Selimut uap (steam jacket) atau perlengkapan isolasi lainnya diperlukan untuk mempertahankan temperatur aspal dalam sistem sirkulasi.

Daya tampung tangki paling sedikit untuk kuantitas dua hari produksi, dan harus disediakan dua tangki dengan kapasitas yang sama.

Pengendali temperatur termostatik harus mampu mempertahankan temperatur sebesar 160 °C.

Tangki Penyimpanan Aspal

Kapasitas penyimpanan, minimal untuk satu hari produksi, dilengkapi dozing pump sehingga dapat memasok langsung aditif ke pugmil.

Rumah Timbangan

Rumah timbang harus disediakan untuk menimbang truk bermuatan yang siap dikirim ke tempat penghamparan.

(15)

INSTALASI PEMASOK ASBUTON

• Penakaran asbuton butir dengan sistem kecepatan belt conveyor (bukaan konstan)

• Belum ada timbangan khusus asbuton butir

• Menggunakan sistem pencampuran basah (asbuton masuk ke pugmill)

(16)

• Penakaran Asbuton Butir dengan sistem Unit Bin Timbangan (Menumpang di Timbangan Agregat) • Menggunakan sistem pencampuran kering (tidak langsung ke Pugmill) • Penggumpalan diatasi dengan cara manual

(17)

• Penakaran Asbuton Butir dengan sistem Unit Bin Timbangan (Menumpang di Timbangan Agregat)

• Menggunakan sistem pencampuran kering (tidak langsung ke Pugmill)

• Suplay asbuton ke conveyor dengan cara manual

• Penggumpalan diatasi dengan cara manual

(18)

Instalasi Pemasok

Asbuton

Cold Bin Grinding mill Belt Conveyor Hopper Bin Timbangan Pugmill

(19)

PENCAMPURAN ASBUTON BUTIR

UNTUK CAMPURAN BERASPAL PANAS

(20)

PENCAMPURAN ASBUTON BUTIR UNTUK CAMPURAN BERASPAL PANAS

(21)

PERBANDINGAN SIFAT-SIFAT

MARSHALl CAMP. BERASPAL

DENGAN ASBUTON LAWELE

No .

Uraian Sat. CampuranBasa h (Wet Mix) Campur an Kering (Dry Mix) Spesifikasi 1. Stabilitas Kg 1.800 1.372 Min. 800 2. VIM % 4.5 4.67 3.5 – 5.5 3. VMA % 20 18.39 Min 15 4. FVB % 79 71.54 Min 65 5. Flow Mm 3.2 4.18 Min 3 6. MQ Kg/mm 525 320 Min 250 AC-WC ASBL

ASBUTON BUTIR LAWELE 10 % KADAR ASPAL

(22)

No .

Uraian Sat. Campuran Basah (Wet Mix) Campur an Kering (Dry Mix) Spesifikasi 1. Stabilitas Kg 1.880 1.506 Min. 800 2. VIM % 4.4 4.71 3.5 – 5.5 3. VMA % 18.50 18.19 Min 14 4. FVB % 77.00 70.90 Min 63 5. Flow Mm 3.10 4.07 Min 3 6. MQ Kg/mm 520 370 Min 250 AC-BC ASBL

ASBUTON BUTIR LAWELE 10 % KADAR ASPAL

OPTIMUM 5,9%

PERBANDINGAN SIFAT-SIFAT

MARSHALl CAMP. BERASPAL

(23)

6. PRODUKSI CAMPURAN BERASPAL

Pelaksanaan CBA ASb-Lawele pada dasarnya sama dengan campuran aspal panas konvensional, yakni untuk pembuatan formula campuran, pelaksanaan di AMP serta pelaksanaan di lapangan.

Hal yang khusus dalam pelaksanaan CBA ASb-Lawele :

– Asbuton Lawele Butir yang disiapkan harus dalam keadaan kering, harus tersimpan ditempat yang terlindung dari cuaca dan air, dan memiliki kualitas yang sama atau 1(satu) jenis atau Tipe yang sama sesuai dengan yang disetujui Direksi Pekerjaan dan memenuhi persyaratan.

– Pada setiap hari sebelum proses pencampuran dimulai, Asbuton Lawele Butir harus tersedia dan sudah siap untuk dialirkan ke alat pencampur minimum cukup untuk produksi 1 hari atau dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.

(24)

6. PRODUKSI CAMPURAN BERASPAL

(25)

6. PENGHAMPARAN

Pelaksanaan penghamparan CBA

ASb-Lawele pada dasarnya sama

dengan campuran aspal panas

konvensional

sesuai

ketentuan

Spesifikasi Umum Bina Marga 2010

(Revisi-03).

(26)

PENGHAMPARAN CAMPURAN

Untuk menjamin sambungan memanjang vertikal maka harus ada acuan tepi berupa besi profil siku dengan ukuran tinggi 5 mm lebih kecil dari tebal rencana dan dipakukan pada perkerasan dibawahnya.

Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar harus dipanaskan.

Mesin vibrasi pada screed alat penghampar harus dijalankan selama penghamparan .

Hopper tidak boleh dikosongkan, sisa campuran harus dijaga tidak kurang dari temperatur yang disyaratkan.

Kelandaian sepatu (screed) alat penghampar untuk menjamin terpenuhinya lereng melintang dan super

elevasi yang diperlukan .

Penghamparan harus dimu lai dari lajur yang lebih rendah menuju lajur yang lebih tinggi bilamana pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur.

(27)

PEMADATAN CAMPURAN

Pemadatan campuran beraspal harus terdiri dari tiga operasi yang terpisah, yi : Pemadatan Awal, Pemadatan Antara dan Pemadatan Akhir.

Pemadatan awal atau breakdown rolling dilaksanakan dengan alat pemadat roda baja, minimal 2x lintasan.

Pemadatan kedua atau utama dilaksanakan dengan pemadat roda karet.

Pemadatan akhir atau penyelesaian dilaksanakan dengan alat pemadat roda baja tanpa penggetar (vibrasi)

Pemadatan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan kemudian dari tepi luar. Selanjutnya, penggilasan

dilakukan sejajar dengan sumbu jalan berurutan menuju ke arah sumbu jalan , kecuali untuk superelevasi pada tikungan harus dimulai dari tempat yang terendah dan bergerak kearah yang lebih tinggi.

Roda alat pemadat harus dibasahi dengan cara

pengabutan secara terus menerus untuk mencegah

pelekatan campuran pada roda alat pemadat, tetapi air yang berlebihan tidak diperkenankan. Roda karet boleh

sedikit diminyaki untuk menghindari lengketnya campuran beraspal pada roda.

Setiap minyak bumi yang tumpah di atas perkerasan yang sedang dikerjakan, harus dilakukannya pembongkaran dan perbaikan.

(28)

7. PENGENDALIAN MUTU

Pelaksanaan Pengendalian Mutu

CBA ASb-Lawele pada dasarnya

sama dengan campuran aspal

panas

konvensional

sesuai

(29)

PENGENDALIAN MUTU

Permukaan perkerasan harus diperiksa dengan mistar lurus sepanjang 3 m, dan harus dilaksanakan tegak lurus dan sejajar dengan sumbu jalan.

Kerataan permukaan lapis aus harus diperiksa dengan

alat NAASRA-Meter, dengan International Roughness Index (IRI) paling tidak 3 setiap interval 100 m.

Kepadatan untuk Lataston (HRS) tidak boleh kurang dari 97 % Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density) yang tertera dalam JMF dan untuk semua campuran beraspal

lainnya tidak boleh kurang dari 98 %.  Ketentuan Kepadatan :Kepadatan yg

disyaratkan (% JSD)

Jumlah benda uji per segmen

Kepadatan Mini-mum Rata-rata (% JSD) Nilai minimum setiap pengujian tunggal (% JSD) 98 3 - 4 98,1 95 5 98,3 94,9 > 6 98,5 94,8 97 3 - 4 97,1 94 5 97,3 93,9 > 6 97,5 93,8

(30)

FREKWENSI PENGENDALIAN MUTU

Bahan dan Pengujian Frekwensi Pengujian Aspal :

Aspal bentuk drum 3√dari setiap jumlah drum

Aspal curah Setiap tangki aspal Jenis pengujian aspal drum dan curah mencakup :

Penetrasi dan titik lembek

Asbuton butir/adiitif asbuton 3√dari setiap jumlah kemasan

- Kadar air

- Ekstraksi (kadar aspal) - Ukuran butir maksimum - Penetrasi aspal asbuton

Agregat :

- Abrasi dengan mesin Los Angeles Setiap 5.000 m3

- Gradasi agregat yang ditambahkan ketumpukan Setiap 1.000 m3

- Gradasi agregat dari penampung panas (hot bin) Setiap 250 m3 (min.2

pengujian per hari) - Nilai setara pasir (sand equivalent) Setiap 250 m3

(31)

Campuran :

- Suhu di AMP dan suhu saat sampai dilapangan Setiap batch dan pengiriman - Gradasi dan kadar aspal Setiap 200 ton (min. 2

pengujian per hari) - Kepadatan, stabilitas, pelelehan, marshall quotient

(untuk non AC), rongga dalam campuran pada 75 tumbukan dan stabilitas marshall sisa a tau Indirect tensile Strength Ratio (ITSR)

Setiap 200 ton (min. 2 pengujian per hari)

- Rongga dalam campuran pd. Kepadatan marshall Setiap 3.000 ton - Cam1puran rancangan (Mix Design) Marshall Setiap perubahan

agregat/rancangan

Lapisan yang dihampar :

- Benda uji inti (core) berdiameter 4” untuk partikel ukuran maksimum 1” dan 6” untuk partikel ukuran diatas 1”, baik untuk pemeriksaan pema-datan maupun tebal lapisan bukan perata

Benda uji inti paling sedikit harus diambil dua titik pengujian per penampang melintang per lajur dengan

jarak memanjang antar penampang melintang yang

diperiksa tidak lebih 100 m

Toleransi Pelaksanaan :

- Elevasi permukaan, untuk penampang melintang dari

setiap jalur lau lintas diukur melintang pada paling Paling sedikit 3 titik yang sedikit setiap 12,5 meter memanjang sepanjang jalan

(32)

PENGENDALIAN MUTU HARIAN

Analisa saringan, paling sedikit dua contoh agregat per hari dari setiap penampung panas.

Temperatur campuran saat pengambilan contoh di AMP maupun di lokasi penghamparan (satu per jam).

Kepadatan hasil pemadatan di lapangan dan persentase kepadatan lapangan terhadap JMD untuk setiap benda uji inti (core).

Kepadatan Marshall, Stabilitas, Flow , Marshall Quotient, Stabilitas Marshall Sisa atau Indirect Tensile Strength Ratio (ITSR), paling sedikit dua contoh per hari.

Kadar bitumen aspal keras maupun aspal modifikasi dalam campuran dan gradasi agregat yang ditentukan dari hasil ekstraksi campuran paling sedikit dua contoh per hari.

Untuk filler (added) dari Kapur, Semen atau Asbuton ditentukan dengan mencatat kuantitas silo atau

penampung sebelum dan setelah produksi.

Kadar anti stripping ditentukan dengan mencatat volume tangki sebelum dan sesudah produksi dan juga diperiksa dengan pengujian Stabilitas Marshall Sisa untuk setiap 200 ton produksi.

(33)

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Untuk lapisan bukan perata AC-WC

AsbLawele, AC-BC AsbLawele, AC-Base

CBA-AsbLawele) jumlah tonase bersih dari campuran

yang telah dihampar dan diterima, yang dihitung

sebagai hasil perkalian luas lokasi yang diterima

dan tebal yang diterima dengan kepadatan

campuran yang diperoleh dari pengujian benda

uji inti (core). Tonase bersih adalah selisih dari

berat campuran dengan berat Asbuton Lawele

Butir, aspal, aditif anti pengelupasan (anti

stripping agent) dan bahan pengisi (filler) yang

(34)

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

 Untuk lapisan perata (AC-WC(L) CBA-AsbLawele, AC-BC(L)

CBA-AsbLawele, AC-Base(L) CBA-AsbLawele) jumlah tonase bersih dari campuran yang telah dihampar dan diterima sesuai dengan ketentuan pada Pasal SKh-5.6.3.8 (l)(c). Tonase bersih adalah selisih dari berat campuran dengan berat Asbuton Lawele Butir, aspal, aditif anti pengelupasan (anti stripping agent) dan bahan pengisi

(filler) yang ditambahkan.

Untuk aspal keras pen 60, Asbuton Lawele Butir, aditif anti pengelupasan dan bahan pengisi (filler) yang ditambahkan haruslah dalam jumlah ton untuk aspal keras pen 60 dan Asbuton Lawele Butir dan dalam jumlah kilogram untuk aditif anti pengelupasan dan bahan pengisi (filler) yang ditambahkan.

(35)

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Bilamana Direksi Pekerjaan menerima setiap CBA-AsbLawele dengan kadar aspal rata-rata yang lebih tinggi darikadar aspal optimum tetapi masih masuk dalam rentang kadar aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang ditetapkan dalam JMF. Pembayaran aspal keras pen 60 yang digunakan pada CBA-AsbLawele harus dihitung berdasarkan berat hamparan dikalikan dengan kadar aspal optimum yang ditetapkan dalam JMF dikurangi berat aspal yang terkandung dalam asbuton lawele. Bilamana Direksi Pekerjaan menerima setiap CBA-AsbLawele dengan kadar aspal rata-rata yang lebih rendah dari kadar aspal optimum tetapi masih masuk dalam rentang kadar aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang ditetapkan dalam JMF, pembayaran aspal keras pen 60 yang digunakan pada CBA-AsbLawele harus dihitung berdasarkan berat hamparan dikalikan dengan kadar aspal rata-rata tersebut dikurangi berat aspal yang terkandung dalam asbuton lawele. Tidak ada pembayaran yang dapat dilakukan untuk campuran yang kadar aspalnya di luar dari rentang kadar aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang ditetapkan dalam JMF.

(36)
(37)

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Kuantitas

yang

diukur

untuk

pembayaran Asbuton Lawele Butir,

Aditif Anti Pengelupasan (anti stripping

agent) dan bahan pengisi (filler) yang

digunakan pada CBA-AsbLawele harus

dihitung berdasarkan berat yang

ditetapkan dalam JMF.

(38)

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Nomor Mata

Pembayaran Uraian

Satuan Pengukuran

SKh-5.6.3.1.(la) CBA-AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele) Ton SKh-5.6.3.1. (lb) CBA-AsbLawele Lapis Aus Perata (AC-WC Asb-Lawele-L) Ton SKh-5.6.3.1.(2a) CBA-AsbLawele Lapis Antara (AC-BC AsbLawele) Ton SKh-5.6.3.1.(2b) CBA-AsbLawele Lapis Antara Perata (AC-BC Asb-Lawele-L) Ton SKh-5.6.3.1.(3a) CBA-AsbLawele Lapis Base (AC-Base AsbLawele) Ton SKh-5.6.3.1.(3b) CBA-AsbLawele Lapis Lapis Base Antara (AC-Base Asb-Lawele-L) Ton SKh-5.6.3.1.(4) Aspal Keras Ton SKh-5.6.3.1.(5) Asbuton Lawele Butir Ton SKh-5.6.3.1.(6) Aditif Anti Pengelupasan Kg SKh-5.6.3.1.(7a) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Kapur Kg SKh-5.6.3.1.(7b) Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen Kg

(39)

39

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Kadar aspal optimum laston dengan agregat kasar batu bulat lebih rendah dari pada agregat batu pecah seperti yang terlihat pada Gambar 1.. Hal ini terkait dengan

Bagi tanah Manado yang kandungan lanaunya lebih dominan rentang nilai modulus elastis rata-ratanya jika dipadatkan pada simpangan 5% dari kadar air optimum, akan memperlihatkan

Jika sudah 3 kali melakukan Pelanggaran Ringan, maka masuk kategori Pelanggaran Sedang.. Asesor tidak berperilaku rendah hati, santun dan terbuka menerima pendapat

Hasil uji kadar alkali bebas pada sabun pelepah pisang didapat hasil rata – rata 0,2138% yang menandakan alkali bebas tidak masuk dalam rentang standar mutu sabun

Pengujian Marshall untuk campuran tanpa getah pinus dilakukan untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dan nilai KAO tersebut selanjutnya akan digunakan pada

Tujuan dari penelitian ini adalah apakah limbah beton masuk dalam spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 dan bagaimana perbandingan nilai Kadar Aspal Optimum di tiap variasi agregat