• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spina Bifida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Spina Bifida"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SPINA BIFIDA

SPINA BIFIDA

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Spina bifida merupakan suatu kelainan kongenital berupa defek pada arkus posterior  Spina bifida merupakan suatu kelainan kongenital berupa defek pada arkus posterior  tu

tulanlang g bebelaklakanang g akakibibat at kekegagagagalan lan pepenunututupapan n elelememen en sarsaraf af dadari ri kakananalilis s spspininalalis is papadada  perkembangan awal dari embrio.

 perkembangan awal dari embrio. (10,11,14)(10,11,14)

Pa

Pada da ststadadiuium m didini ni pepembmbenentutukan kan lelempmpeneng g neneurural al terterbebentntuk uk celcelah ah neneurural al yayangng kemud

kemudian membentuian membentuk k pipa neural. Pipa neural pipa neural. Pipa neural inilah yang kemudian menadi aringan otak inilah yang kemudian menadi aringan otak  dan medula spinalis. !etika dalam kandungan, aringan yang membentuk pipa neural tidak  dan medula spinalis. !etika dalam kandungan, aringan yang membentuk pipa neural tidak  menutup atau tidak tertutup secara sempurna. "ni menyebabkan adanya bagian yang terbuka menutup atau tidak tertutup secara sempurna. "ni menyebabkan adanya bagian yang terbuka  pada

 pada #ertebra, #ertebra, yang yang mengelilingi mengelilingi dan dan melindungi melindungi korda korda spinalis. spinalis. Proses Proses penutupan penutupan pipapipa neural ini berlangsung selama minggu keempat kehidupan embrio dan biasanya sebelum neural ini berlangsung selama minggu keempat kehidupan embrio dan biasanya sebelum wan

wanita ita menmengetgetahuahui i kehkehamiamilanlannyanya. . ProProses ses neuneuraliralisasi sasi mulmulai ai padpada a garigaris s tentengah gah dordorsal sal dandan  berlanut

 berlanut ke arke arah ah sefal sefal dan kaudal. dan kaudal. Penutupan yang Penutupan yang paling akhir paling akhir teradi teradi pada pada uung posterior uung posterior  yaitu pada hari ke$%&.

yaitu pada hari ke$%&.(%, 11)(%, 11)

!adan

!adang$kadg$kadang alur ang alur saraf tersebut tidak saraf tersebut tidak menumenutup, ini tup, ini oleh karena oleh karena kesalakesalahan induksihan induksi oleh chorda spinalis yang terletak dibawahnya atau karena pengaruh faktor$faktor teratogenik  oleh chorda spinalis yang terletak dibawahnya atau karena pengaruh faktor$faktor teratogenik  lingkungan sel$sel neuroepitel. 'aringan saraf dalam hal ini tetap terbuka ke dunia luar. lingkungan sel$sel neuroepitel. 'aringan saraf dalam hal ini tetap terbuka ke dunia luar. angguan proses ini menyebabkan defek pipa neural yang kemudian digolongkan sebagai angguan proses ini menyebabkan defek pipa neural yang kemudian digolongkan sebagai disrafisme. israfisme terbagi dua yakni kranial dan spinal.

disrafisme. israfisme terbagi dua yakni kranial dan spinal. (%,11)(%,11)

is

israfirafisme sme spispinal nal * * miemielodlodispisplasilasia a adaadalah lah anoanomalmali i konkongengenital ital dardari i spispinal nal yanyangg diakib

diakibatkan oleh atkan oleh kegagkegagalan fusi alan fusi dari struktur$dari struktur$struktstruktur ur pada garis pada garis tengahtengah. . +ila lesinya +ila lesinya hanyahanya terbatas pada tulang (arkus) posterior baik satu atau beberapa le#el, kelainan ini disebut terbatas pada tulang (arkus) posterior baik satu atau beberapa le#el, kelainan ini disebut sebagai spina bifida.

sebagai spina bifida.(1.%,1%,1)(1.%,1%,1)

'ik

'ika a elemelemen en sarasaraf f ikuikut t terterliblibat at makmaka a akaakan n menmenimbimbulkulkan an parparalialisis sis dan dan hilhilangangnyanya sensasi dan gangguan pada sfingter.

sensasi dan gangguan pada sfingter. eraat dan lokalisasi defek yang teradi ber#ariasi. Padaeraat dan lokalisasi defek yang teradi ber#ariasi. Pada keadaan yang ringan mungkin hanya ditemukan kegagalan fusi satu atau lebih dari satu arkus keadaan yang ringan mungkin hanya ditemukan kegagalan fusi satu atau lebih dari satu arkus  posterior #ertebra pada daerah lumbosakral.

- posterior #ertebra pada daerah lumbosakral. -erkadang kelainan ini tidak merkadang kelainan ini tidak menimbulkan gealaenimbulkan geala klinis yang signifikan.

klinis yang signifikan. (1.%,10,1%,1)(1.%,10,1%,1)

Seringkali apabila teradi defek pada arkus posterior maka akan timbul gangguan pada Seringkali apabila teradi defek pada arkus posterior maka akan timbul gangguan pada  permukaan kulit yang

 permukaan kulit yang menutupinya, yang tampak menutupinya, yang tampak seperti lesung, seperti lesung, seikat rambut, seikat rambut, massa lemak massa lemak  atau sinus kulit.

atau sinus kulit.

Spina bifida dapat digolongkan menadi dua tipe yakni, spina bifida okulta dan spina Spina bifida dapat digolongkan menadi dua tipe yakni, spina bifida okulta dan spina  bifida aperta (

(2)

INSIDENS

Spina bifida kira$kira muncul pada 1$% dari 1000 kelahiran hidup, tetapi bila satu anak  telah menderita maka resiko untuk anak yang lain menderita spina bifida meningkat %$. Seorang ibu yang memiliki bayi menderita spina bifida , maka resiko hal ini terulang lagi

 pada kehamilan berikutnya akan meningkat. (1%,14)

Spina bifida ditemukan terutama pada ras /ispanik dan beberapa kulit putih di ropa, dan dalam umlah yang kecil pada ras sia dan frika$merika. Spina bifida tipe okulta teradi pada 10 2 13  dari populasi. Sedangkan spina bifida tipe cystica teradi pada 0,1  kehamilan. -eradi lebih banyak pada wanita daripada pria (  %) dan insidennya meningkat

 pada orang 5hina. (1%,16)

!elainan ini seringkali muncul pada daerah lumbal atau lumbo-sacral junction. -etapi

 uga dapat teradi pada regio ser#ikal dan torakal meskipun dalam skala yang kecil. (7, 11)

+eberapa masalah yang paling sering muncul pada kasus spina bifida adalah(3,11)

• rnold$5hiari 8alformasi, 90 kasus muncul bersamaan dengan spina bifida dimana

sebagian massa otak menonol ke dalam rongga spinal.

• /ydrosefalus, 70$90 biasanya uga muncul bersamaan dengan spina bifida. Pada

keadaan ini teradi peningkatan berlebihan dari li:uor cerebrospinal.

• angguan pencernaan dan gangguan kemih, dimana teradi gangguan pada saraf yang

mempersarafi organ tersebut. nak$anak sering mengalami infeksi kronik atau infeksi  berulang saluran kemih yang disertai kerusakan pada ginal.

• angguan pada ekstremitas teradi ; 0 kasus. angguan dapat berupa dislokasi

sendi panggul, club foot. angguan ini dapat teradi primer atau sekunder karena ketidakseimbangan otot atau paralisis.

EMBRIOLOGI DAN PATOLOGI EMBRIOLOGI

Proses pembentukan embrio pada manusia melalui % tahap perkembangan setelah  pembuahan setiap tahap rata$rata memakan waktu selama % $ hari. da dua proses  pembentukan sistem saraf pusat. Pertama, neuralisasi primer, yakni pembentukan struktur 

saraf menadi pipa, hal yang serupa uga teradi pada otak dan korda spinalis. !edua, neuralisasi sekunder, yakni pembentukan lower  dari korda spinalis, yang membentuk bagian

(3)

lumbal dan sakral.  Neural plate dibentuk pada tahap ke & (hari ke17$19), neural fold  terbentuk pada tahap ke 9 (hari ke 19$%1) dan fusi dari neural fold  terbentuk pada tahap ke 10 (hari ke %%$%). +eberapa tahap yang sering mengalami gangguan yakni selama tahap & 2 10 (yakni, ketika neural plate membentuk fold  pertamanya dan berfusi untuk membentuk neural  tube) hal ini dapat menyebabkan teradinya craniorachischisis, yang merupakan salah satu

 bentuk yang arang dari neural tube defect  (<-). (4)

Pada tahap ke 11 (hari ke %$%6), saat ini teradi penutupan dari bagian rostral

neuropore. !egagalan pada tahap ini mengakibatkan teradinya anencephaly.

8ielomeningocele teradi akibat gangguan pada tahap 1% (hari ke %6$0), saat ini teradi

 penutupan bagian caudal dari neuropore. (4)

Penelitian pada embrio tikus telah memperoleh beberapa teori unifying   yang dapat menelaskan anomali yang teradi pada neural tube defek. efek yang teradi bersamaan seperti hidrosefalus dan malformasi otak bagian belakang seperti malformasi 5hiari "" adalah salah satu contohnya. 8c=one dan <aidich, pada tahun 199%, mengaukan proposal tentang teori unifying dari defek pada neural tube  yang menelaskan anomali pada otak bagian  belakang dan anomali pada korda spinalis. +erdasarkan penyelidikan tersebut, diketahui  bahwa kegagalan lipatan neural untuk menutup sempurna, menyebabkan defek pada bagian dorsal atau myeloschisis. /al ini menyebabkan 5S> bocor mulai dari #entrikel sampai ke kanalis sentralis dan bahkan mencapai cairan amnion dan mengakibatkan kolaps dari sistem #entrikel. (4)

!egagalan dari sistem #entrikel untuk meningkatkan ukuran dan #olumenya menyebabkan herniasi ke bawah dan ke atas dari otak kecil. Sebagai tambahan, fossa  posterior tidak berkembang sesuai dengan ukuran yang sebenarnya, dan neuroblas tidak 

 bermigrasi keluar sesuai dengan normal dari #entrikel ke korteks. (4)

dapun teori yang lain yang menelaskan teradinya spina bifida yakni teori defisiensi asam folat. ?esiko melahirkan anak dengan spina bifida berhubungan erat dengan kekurangan asam folat, terutama yang teradi pada awal kehamilan. /ingga kini tidak 

(4)

Malformasi Sistem Saraf Pusat (4)

Kehamila hari !e " Ke#a$ia Aomali

0 2 1& Pembentukan ektoderm,

mesoderm dan endoderm, dan lempeng saraf 

!ematian atau efek yang tidak elas

1& Pembentukan lempeng

saraf 

efek midline anterior 

%% 2 % Penampakan optik #essel /idrosefalus

%4 2 %6 Penutupan neuropore

anterior 

 Anencephaly

%6 2 %& Penutupan neuropore

 posterior 

Spina bifida sistika dan Spina bifida okulta

% Sirkulasi #askular 8ikrosefali

 3 Splitting dari proensefalon

untuk membentuk  

telensefalon

/oloproensefalon

70 2 100 Pembentukan korpus

kalosum

genesis korpus kalosum

%& PATOLOGI

Penutupan neural tube teradi selama minggu ke empat kehamilan. S'ia Bifi$a O!ulta

!elainan ini hanya berupa defek yang kecil pada arkus posterior. Seringkali kelainan  enis ini uga berhubungan dengan kelainan intraspinal, seperti perlengketan konus medullaris

dibawah =1, pemisahan dari korda spinalis (diastematomyelia) dan kista atau lipoma dari

kauda e:uina. (1,10)

S'ia Bifi$a A'erta (cystica&

Spina bifida cystica menyebabkan masalah ika kista meningeal (meningocele) termasuk aringan yang memanang kedalam kista (dalam hal ini myelomeningocele). !ondisi ini menadi masalah ika tubulus neural terbuka lengkap dan lapisan epeneural terekspose sebagai myelocele atau myeloschisis.

!erusakan neurologik secara umum berupa kelainan neurogenik pada pencernaan dan kandung kemih yang beruung pada inkontinensia. engan kurangnya input neural, #esika

(5)

urinaria yang berkontraksi menyebabkan hidronefris bersama dengan infeksi dan gagal ginal yang dapat menadi determinan utama pada pasien spina bifida.

"ner#asi neurologis antara fleksor dan ekstensor pada anggota gerak bawah menadi tidak simetris. Secara umum teradi ketidakseimbangan muskular yang menyebabkan kontraktur sendi dan masalah pertumbuhan seperti dislokasi panggul dan deformitas tulang #ertebra. (3)

KLASIFIKASI

Spina bifida digolongkan sebagai berikut  )* S'ia Bifi$a O!ulta

+entuk ini merupakan spina bifida yang paling ringan. !elainan seperti ini biasanya terdapat didaerah lumbosacral, sebagian besar ditutupi oleh kulit dan tidak tampak dari luar  kecuali adanya segumpal kecil rambut diatas daerah yang dihinggapi. Pada keadaan seperti ini medula spinalis dan saraf$saraf biasanya normal dan geala$geala neurologik tidak  ditemukan. Spina +ifida @kulta sering didiagnosis secara tidak sengaa saat seseorang mengalami pemeriksaan A$ray atau 8?" untuk alasan yang lain. Pada neural tube defek  (<-) enis ini, tidak teradi herniasi dari menings melalui defek pada #ertebra. =esi yang terbentuk terselubung atau tersembunyi di bawah kulit. Pada tipe ini uga tidak disertai dengan hidrosefalus dan malformasi 5hiari "". (4,3,10,11,1%,13)

Seringkali lesi pada kulit berupa hairy patch, sinus dermal, dimple, hemangioma atau lipoma dan kadang$kadang timbul gangguan neurologik pada regio torakal, lumbal, dan sakral. Pada masa pertumbuhan anak$anak dapat pula ditemukan paralisis spastik yang

ringan. (4,10) eteksi dini pada spina bifida okulta sangatlah penting mengingat bahwa fungsi

neurologis hanya dapat dipertahankan dengan tindakan inter#ensi bedah secara dini dan tepat.

(1%)

!elompok ini mencakup kelainan$kelainan  lipoma spinal, sinus dermal, lipomielomeningokel, diastematomielia, hipertrofi filum terminale dan meningokel sakral anterior.(%, 1%)

a. =ipoma spinal

Perkembangan embriologis lipoma spinal tidak diketahui secara terperinci. Pada kasus2kasus ini, elemen spinal normal tetap ada namun lokasinya abnormal. =ipoma spinal adalah keadaan di mana terdapat aringan lemak yang masuk di dalam aringan

(6)

ambar %. ambar 8?" =ipoma Spinal

Pada umumnya tidak ada kelainan neurologis, tetapi kadang teradi, karena dengan  bertambahnya usia, lipoma akan membesar dan menekan sistem saraf. =ipoma seperti

ini dapat berupa lipomeningomielokel atau melekat pada meningomielokel.

Pemeriksaan radiologik dilakukan seperti pada meningokel.(%)

 b. Sinus dermal

Sinus dermal merupakan lubang terowongan (traktus) di bawah kulit mulai dari epidermis menuu lapisan dalam, menembus duramater dan sampai ke rongga subarakhnoid. -ampilan luarnya berupa lesung atau dimpel kulit yang kadang mengandung seumput rambut di permukaannya dan kebanyakan di daerah lumbal. +iasanya kelainan ini asimptomatik, namun bila menembus duramater, sering

menimbulkan meningitis rekuren. (1%)

c. =ipomielomeningokel

=ipomielomeningokel sering kali terdeteksi sebagai suatu gumpalan lemak pada  bagian belakang tubuh terutama di daerah lumbo$sakral. !elainan ini kerap dikaitkan sebagai deformitas kosmetik, namun sebenarnya ia merupakan suatu kompleks anomali kongenital yang bukan hanya terdiri dari infiltrasi perlemakan aringan saraf 

saa, tetapi uga mengandung meningokel atau meningomielokel yang besar. (1%)

d. iastematomielia(1%)

iastematomielia merupakan salah satu manifestasi disrafisme spinal yang arang teradi dan terdiri atas komponen$komponen 

$ -erbelahnya medula spinalis menadi dua hemikord. uramater dapat tetap satu atau membentuk septa.

$ da tulang rawan yang menonol dari korpus #ertebra dan membelah kedua hemikord diatas.

(7)

$ =okasi diastematomielia biasanya di daerah toraks atau torako$lumbar, dan  uga biasanya ada abnormalitas #ertebra (hemi#ertebra). 5iri khas dari kelainan ini adalah adanya seumput rambut dari daerah yang ada diastematomielia.

%* S'ia Bifi$a Sisti!a (A'erta& a. 8eningokel

Spina bifida enis ini mengalami simpel herniasi dari menings melalui defek pada #ertebra. !orda spinalis dan akar saraf tidak ikut mengalami herniasi melalui bagian dorsal dari dural sac. =esi yang timbul pada meningokel sangat penting untuk dibedakan dengan mielomeningokel karena penanganan dan prognosisnya sangat berbeda. +ayi yang lahir  dengan meningokel biasanya pada pemeriksaan fisis memberikan gambaran yang normal. +ayi yang lahir dengan meningokel tidak memiliki malformasi neurologik seperti hidrosefalus dan 5hiari "". 'enis ini merupakan bentuk yang arang teradi. (4,6)

 b. 8ielomeningokel

8ielomeningokel adalah keadaan di mana teradi herniasi korda spinalis dan akar saraf  membentuk kantung yang uga berisi menings. !antung ini berprotrusi melalui #ertebra dan defek muskulokutaneus. !orda spinalis sering berakhir pada kantung ini dan terbuka keluar disertai ekspose dari kanalis sentralis. Pembukaan dari struktur saraf tersebut disebut neural placode. <eural tube defek tipe ini adalah bentuk yang paling sering teradi.

angguan neurologis seperti hidrosefalus dan malformasi 5hiari "" seringkali menyertai mielomeningokel. Sebagai tambahan, mielomeningokel memiliki insidens yang tinggi sehubungan dengan malformasi intestinal, antung, dan esofagus, dan uga anomali ginal dan urogenital. +ayi yang lahir dengan mielomeningokel memiliki orthopedic anomalies  pada eBtremitas bawah dan anomali pada urogenital melalui keterlibatan akar saraf pada

regio sakral. (4)

-ampak benolan digaris tengah sepanang tulang belakang. !ebanyakan mielomenigokel  berbentuk o#al dengan sumbu panangnya berorientasi #ertikal. =okasi terbanyak adalah

di daerah torakolumbal dan frekuensi makin berkurang kearah distal. !adang

mielomeningokel disertai defek kulit atau permukaan yang hanya dilapisi oleh selaput tipis. !elainan neorologik bergantung pada tingkat, letak, luas dan isi kelainan tersebut,

(8)

karena itu dapat berupa paraplegia, paraparesis, monoparesis, inkotinensia urin dan al#i,

gangguan sensorik serta gangguan refleks. (%,1)

DIAGNOSIS

 Aamesis

iagnosis spina bifida dapat diketahui melalui analisa riwayat kesehatan dari indi#idu tersebut (ika bukan bayi), riwayat kesehatan keluarga dan penelasan yang detail tentang

kehamilan dan kelahiran. (3)

ealanya ber#ariasi, tergantung kepada beratnya kerusakan pada korda spinalis dan akar saraf yang terkena. +eberapa anak memiliki geala ringan atau tanpa geala, sedangkan

yang lain mengalami kelumpuhan pada daerah yang dipersarafi oleh korda spinalis. (13)

a. Spina bifida okulta (%, 14)

 Sering kali asimtomatik

 -idak ada gangguan pada neural tissue

 ?egio lumbal dan sakral

 efek berbentuk dimpel, seberkas rambut, ne#us

 angguan traktus urinarius (mild)

 b. Spina bifida aperta (14)

 8eningokel

-ertutupi oleh kulit

 -idak teradi paralisis

 8ielomeningokel

 -idak tertutup oleh kulit, tetapi mungkin ditutupi oleh membran yang transparan

 -eradi paralisis

 Pemeri!saa Fisis

Pemeriksaan neurologis pada bayi cukup sulitC terutama untuk membedakan gerakan #olunter tungkai terhadap gerakan reflektoris. iasumsikan bahwa semua respons gerakan tungkai terhadap rangsang nyeri adalah refleksifC sedangkan adanya kontraktur dan

deformitas kaki merupakan ciri paralisis segmental le#el tersebut. (1%)

5ara pemeriksaannya  bayi ditelungkupkan di lengan pemeriksa, anggota gerak   bawah bayi disisi lengan bawah pemeriksa. Dang dinilai adalah letak scapula, ukuran leher,

(9)

 Pemeri!saa Peu#a+

8etode skrining tersering untuk mendiagnosis spina bifida selama kehamilan adalah skrining serum alfa feto protein maternal (8S>P) pada trimester kedua, dan ultrasonogafi.

Skrining 8S>P

mengukur tingkat dari protein yang disebut alfa feto protein (>P) yang dibentuk secara alami oleh fetus dan plasenta. Selama kehamilan normal seumlah kecil dari >P biasanya melintasi plasenta dan memasuki peredaran darah ibu. <amun ika terdapat peningkatan yang abnormal dari protein ini pada peredaran darah ibu mengindikasikan bahwa fetus mengalami defek pada #ertebra. <amun demikian ui 8S>P ini tidak spesifik untuk spina bifida dan ui ini tidak dapat menentukan secara defenitif akan adanya masalah dengan fetus. engan demikian bila terdeteksi peningkatan >P dianurkan untuk melakukan pemeriksaan

tambahan seperti Eltrasonografi atau mniosentesis untuk menegakkan diagnosa.(&)

 Eltrasonografi

apat memberikan informasi mengenai penyebab peningkatan >P antara lain kelainan pada fetus ataupun umlah fetus yang lebih dari satu. Pada spina bifida akan tampak #ertebra yang

terbuka atau kelainan yang tampak pada otak bayi yang menindikasikan Spina bifida. (&)

 Pada mniosintesis dilakukan pemeriksaan >P yang berasal dari cairan amnion yang

langsung diambil dari kantong amnion dengan menggunakan arum.

Setelah bayi lahir, dilakukan pemeriksaan berikut 

A$ ?ay tulang belakang untuk menentukan luas dan lokasi kelainan

5- scan atau 8?" tulang belakang kadang dilakukan untuk menentukan luas dan lokasi

kelainan(13)

PENANGANAN

-idak ada penanganan yang sempurna untuk spinabifida karena kerusakan aringan syaraf tidak bisa diganti atau diperbaiki. -indakan pertama dituukan pada perbaikan keadaan umum dan mencegah pecahnya mielomeningokel. -indakan yang dilakukan untuk kasus mielomeningokel adalah operasi untuk menutup defek yang ada. -indakan pembedahan untuk menutup defek pada spinal biasanya dilakukan dalam %4 am pertama setelah kelahiran

(10)

untuk meminimalkan infeksi dan memelihara fungsi dari spinal kord. Pemberian antibiotik  yang berspektrum luas memungkinkan untuk menunda tindakan operasi sampai beberapa saat. -indakan operasi penutupan ini dapat dilakukan bersamaan dengan operasi pintas bila kasus tersebut uga disertai dengan hidrosefalus yang masif. -uuan operasi adalah menutup medulla spinalis dengan lapisan aringan untuk mencegah masuknya bakteri dari kulit,mencegah kebocoran li:uor serta mempertahankan fungsi neurologis dari kerusakan  berkelanutan.

Penutupan benolan yang pecah harus dikerakan sedini mungkin untuk mencegah meningitis atau kontaminasi. +ila benolan masih utuh, pembedahan dapat ditunda sampai  berusia 3$6 bulan. Selama menunggu pembedahan, perawatan keadaan umum bayi diutamakan ssambil mencegah kontaminasi pada benolan, biasanya bayi dibaringkan telungkup dan benolan mielomeningokel ditutup dengan kain steril yang dibasahi larutan salin atau garam fisiologis. (%,4,3,9))

Pada kelainan dengan sinus spinal pembedahan hanya dikerakan bila dikhawatirkan kemungkinan infeksi retrograd. Pembedahan dilakukan dengan eksisi seluruh sinus dan kista dermoid yang menyertainya. Pada kelainan dengan lipoma lumbosakral, pembedahan sebaiknya segera dilakukan karena makin kecil lipoma makin mudah eksisi dikerakan. isamping itu lipoma dapat terus membesar baik kedalam kanalis spinalis maupun ke luar .

-uuan pembedahan adalah membebaskan mileum dari perlengketan yang ada sesudah lipoma dieksisi semaksimal mungkin. Pada umumnya pembedahan tidak sederhana karena batas antara aringan syaraf dan aringan lipoma sukar dibedakan karena timbul

fibrosis sehingga diperlukan tindakan bedah mikro. (14)

Epaya pencegahan dan mengurangi risiko teradinya defek tuba neuralis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi #itamin asam folat. !onsumsi asam folat pada periode peri konsepsi dapat mengurangi keadian defek tuba neuralis sebesar 30 $ 70. sam folat adalah #itamin + yang tersedia pada bahan makanan sehari$hari seperti sayuran hiau, kacang  buncis, padi, hati, ragi, dan beberapa buah seperti eruk. 8eskipun seseorang yang mengkosumsi sayur mayur dan daging segar akan mencerna sebanyak % mg setiap harinya, ternyata tidak semua wanita hamil memperoleh asupan asam folat yang adekuat dari diet sehari$hari ini. Pada orang dewasa normal, asupan harian yang direkomendasikan yaitu sebesar 400 mcg. dan pada wanita hamil, menyusui, serta pada pasien dengan lau pergantian sel yang tinggi seperti pada pasien anemia hemolitik membutuhkan asam folat sebesar 300$ 600 mcg atau lebih setiap harinya. sam folat dalam bentuk suplementasi dan bahan

(11)

makanan alami ternyata memiliki perbedaan dalam hal penyerapan dan ketersediaan didalam tubuh. (,3,7,14)

Fanita yang tidak merencanakan hamil dalam waktu dekat dapat mengkonsumsi asam folat sebesar 400 mikrogram perhari, dan apabila hamil dapat dilanutkan hingga minggu ke$1% kehamilan. Fanita yang memiliki anak dengan spina bifida, atau riwayat spina  bifida atau penyakit neural tube lain dapat mengkonsumsi 10 dosis atau 4000 mikrogram  perhari selama 1$ bulan sebelum hamil. Sumber asam folat dapat ditemukan pada buah$  buahan, sayur$sayuran, kacang$kacangan atau sereal. /ingga kini tidak diketahui mengapa

asam folat dapat mencegah spina bifida. (,3,7,14)

PROGNOSIS

Prognosis tergantung dari tipe spina bifida, umlah dan beratnya abnormalitas, dan semakin elek apabila disertai dengan paralisis, hidrosefalus, malformasi 5hiari "" dan defek  kongenital lain. engan perawatan yang sesuai, banyak anak dengan spina bifida dapat hidup

sampai dewasa.(7)

8ielomeningokel merupakan spina bifida dengan prognosis yang elek. Setelah dioperasi mielomeningokel memiliki harapan hidup 9%  ( &6  dapat bertahan hidup

selama 3 tahun).(7)

DAFTAR PUSTAKA

1. leBander 8. Spina Bifida. #ailable at

http**kidshealth.org*parent*system*ill*spinaGbifida.html. ccesed on ugust %007. %. e 'ong F. Sistem Saraf . Bu!u A#ar Ilmu Be$ah. disi %. 'akarta. 5. %004  109&.

.llenbogen ?.  Neural Tube Defects in the Neonatal Period. #ailable at

http**www.emedicine.com*ped*topic%&03.htm. cceses on September %007.

4. riscoll '. Spina Bifida. #ailable at http**en.wikipedia.org*wiki*SpinaGbifida. ccesed on September %007.

3. >oster 8?. Spina Bifida. #ailable at http**www.emedicine.com*orthoped*topic337.htm. ccesed on ugust %007

(12)

6. riffin 8. ccupational Theraphy !e"ision Notes. #ailable at http**www. otdirect.co.uk*bifida.hml. ccesed on September %007.

7. /erdiana D.  Asam #olat $egah Bayi %ahir $acat . #ailable at http**neuro$

ugm.com*indeB.phpHoptionIcomGcontentJtaskI#iewJidI1J"temidI%. ccesed on ugust %007.

&. 8ayo >oundation for 8edical ducation and ?esearch. Spina Bifida. #ailable at http**www.mayoclinic.com*health*spina. ccesed on ugust %007.

9. <ational "nstitute of <eurological isorders and Stroke. Spina Bifida #act Sheet. #ailable athttp**www.ninds.nih.go#*disorders*spinaGbifida* detailGspinaGbifida.htm. ccesed on ugust %007.

10. ?asad 5. Penya&it %esi 'edulla Spinalis. Pe+atar Ilmu Be$ah Ortho'e$i. disi %. 8akassar. +intang =amumpatue. %00 %7$4

11. Sadler -F. Susunan Saraf Pusat. La+ma Em,riolo+i Ke$o!tera* disi 3. 'akarta. 5. 199  141$4, 44$6.

1%. Satyanegara.  Disgrafisme Spinal. Ilmu Be$ah Saraf* disi . 'akarta. P-. ramedia Pustaka Etama. 199&  01$3

1. Schwarts S". Neurosurgery. Pri-i'les of Sur+er.* 7th dition. <ew Dork. %000  904$%%.

14. Spina +ifida ssociation of merica. Spina Bifida. #ailable at

http**www.marchofdimes.com*pnhec*449G1%%4.asp. ccesed on ugust %007.

13. Suhadi +. Spina Bifida. #ailable at http**www.medicastore.com*med* detailGpyk.

Referensi

Dokumen terkait

Karsinogenisitas Mengandung karsinogen yang sudah diketahui atau dicurigai Mutagenisitas Menjurus tetapi tidak memadai untuk klasifikasi. Toksisitas reproduktif Produk adalah

Target yang ingin dicapai pada model tersebut, diantaranya : terwujudnya masyarakat yang sadar akan pentingnya pemberantasan korupsi, terwujudnya good will

Untuk informasi kesehatan dan keselamatan untuk komponen masing-masing yang digunakan dalam proses manufaktur, mengacu ke lembar data keselamatan yang sesuai untuk

Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari (1) observasi dan wawancara pada beberapa guru dan menyusun produk awal; (2) Selanjutnya untuk di validasi dan

Gejala arthritis bervariasi tergantung sendi mana yang terlibat. AO lebih sering menyerang sendi penyokong berat badan. Oleh karena itu obesitas

Perairan pesisir Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah produksi perikanan yang potensial, khususnya komoditas udang, di wilayah Propinsi Kalimantan Barat(Laptek

Setelah tombol edit topic di klik akan muncul form isian (lihat gambar 9) untuk melakukan editing terhadap section name atau nama judul dari sesi topik,

Analisis data merupakan proses menganalisis data ke dalam kategori suatu kegiatan untuk meneliti, memeriksa, mempelajari, dan membandingkan data yang ada sehingga dapat