• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hepatitis B Neonatus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hepatitis B Neonatus"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

HEPATITIS B pada

HEPATITIS B pada

NEONATUS

NEONATUS

Pembimbing : dr Siti Rahmah Sp.A

Pembimbing : dr Siti Rahmah Sp.A

Disusun oleh :

Disusun oleh :

Mila Widyastut

Mila Widyastut

i

i

CASE 2

CASE 2

(2)

Pendahuluan

Pendahuluan

• Infeksi HBV saat ini sudah Infeksi HBV saat ini sudah dikenal sebagai salah satu masalah utama masyarakatdikenal sebagai salah satu masalah utama masyarakat seluruh dunia. Prevalensi infeksi virus ini bervariasi di seluruh dunia,

seluruh dunia. Prevalensi infeksi virus ini bervariasi di seluruh dunia, dimanadimana infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu endemik,

infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu endemik, termasuk di sebagian besartermasuk di sebagian besar Asia, pulau di pasifik, Afrika dan ti

Asia, pulau di pasifik, Afrika dan timur tengah.mur tengah.

• Hepatitis B biasanya ditularkan dari Hepatitis B biasanya ditularkan dari orang melalui kontak perkutaneus atauorang melalui kontak perkutaneus atau permukosal terhadap cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi HBV, melalui permukosal terhadap cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi HBV, melalui hubungan seksual dan transmisi perinatal dari

hubungan seksual dan transmisi perinatal dari seorang ibu yang terinfeksi HBVseorang ibu yang terinfeksi HBV kepada bayinya.

(3)

Pendahuluan

Pendahuluan

• Infeksi HBV saat ini sudah Infeksi HBV saat ini sudah dikenal sebagai salah satu masalah utama masyarakatdikenal sebagai salah satu masalah utama masyarakat seluruh dunia. Prevalensi infeksi virus ini bervariasi di seluruh dunia,

seluruh dunia. Prevalensi infeksi virus ini bervariasi di seluruh dunia, dimanadimana infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu endemik,

infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu endemik, termasuk di sebagian besartermasuk di sebagian besar Asia, pulau di pasifik, Afrika dan ti

Asia, pulau di pasifik, Afrika dan timur tengah.mur tengah.

• Hepatitis B biasanya ditularkan dari Hepatitis B biasanya ditularkan dari orang melalui kontak perkutaneus atauorang melalui kontak perkutaneus atau permukosal terhadap cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi HBV, melalui permukosal terhadap cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi HBV, melalui hubungan seksual dan transmisi perinatal dari

hubungan seksual dan transmisi perinatal dari seorang ibu yang terinfeksi HBVseorang ibu yang terinfeksi HBV kepada bayinya.

(4)

Pediatric Assessment

Pediatric Assessment T

Triangle

riangle

Circulation Circulation TICLS TICLS Kontak(+), bisa Kontak(+), bisa ditenangkan, ditenangkan, berbicara (-) berbicara (-) Sesak (-) Sesak (-) Retraksi (-) Retraksi (-)

Pucat (-) Mottled (-) Sianosis (-) Pucat (-) Mottled (-) Sianosis (-)

PAT dbn

(5)

IDENTITAS (24/4/2014)

IDENTITAS (24/4/2014)

Data

Data PasienPasien AyahAyah IbuIbu Nama

Nama By. RBy. R Tn. HTn. H Ny. RNy. R Umur

Umur 7 hari7 hari 38 tahun38 tahun 32 tahun32 tahun Jenis Kelamin

Jenis Kelamin PerempuanPerempuan Laki-lakiLaki-laki PerempuanPerempuan Alamat 

Alamat  Kp. Rawa Panjang, BekasiKp. Rawa Panjang, Bekasi

Agama

Agama IslamIslam IslamIslam IslamIslam Suku bangsa

Suku bangsa IndonesiaIndonesia IndonesiaIndonesia IndonesiaIndonesia Pendidikan

-Pendidikan - SMPSMP SMPSMP Pekerjaan

-Pekerjaan - BuruhBuruh Ibu Rumah Ibu Rumah TanTanggagga Penghasilan

Penghasilan -- --

--Keterangan

Keterangan Hubungan dengan orang tuaHubungan dengan orang tua : Anak kandung

(6)

Sebelum Masuk RS Ibu G6P4A1, usia 32 tahun, hamil 40 minggu, HPHT 10 Juli 2013

Riwayat Perjalanan Penyakit

18 jam SMRS: - Mulas

- Keluar cairan dari jalan lahir, bening, merembes. Masuk RS: - Ketuban yang sedikit - PEB - SC - HBsAg (+) SC: 14.20 - Perempuan - BB 2700 gram - PB 48 cm - LK 32 cm - LD 31 cm - LP 30cm - menangis spontan - HR 120x/m - tonus baik - kulit merah Riwayat persalinan dan kehamilan beresiko asfiksia dan

(7)

Riwayat Penyakit Ibu dan Ayah

Riwayat ibu menderita diabetes mellitus, asma, penyakit jantung, penyakit

ginjal, alergi, kejang, anemia serta penyakit kelainan darah sebelum hamil

disangkal.

Riwayat darah tinggi dimiliki oleh ibu sejak usia kandungan 7 bulan.

Riwayat ibu keputihan berbau busuk atau menderita penyakit menular

seksual selama kehamilan atau pada saat proses persalinan misalnya

gonorea, klamidia, trikomoniasis, kandidiasis, vaginalis disangkal.

Riwayat ibu mengidap darah tinggi selama kehamilan.

Ibu mempunyai riwayat demam tinggi selama proses kehamilan.

Riwayat ibu dan ayah merokok disangkal.

Riwayat ayah pernah dirawat karena sakit kuning 10 tahun lalu dan tidak

(8)

Riwayat Prenatal

Ibu tidak rutin memeriksakan kehamilannya dan tidak mendapat suntikan TT.

Riwayat trauma sebelum dan selama kehamilan disangkal, riwayat dipijat

disangkal, riwayat penyakit darah tinggi dan kencing manis disangkal, riwayat

minum jamu disangkal oleh ibu.

(9)

Riwayat kehamilan dan kelahiran

Bayi jenis kelamin perempuan dari ibu G

6

P

4

A

1

 usia 32 tahun, hamil 40

minggu, lahir secara sectio cesarea di ruang OK RSUD Bekasi, dibantu oleh Dokter

spesialis kandungan pada tanggal 17 Maret 2014, pukul 14.20.

18 jam sebelum ke Ruang Bersalin Dahlia RSUD Bekasi, ibu mengeluh

perutnya terasa mulas semakin lama semakin sering, keluar cairan yang tidak

dapat ditahan dari jalan lahir, jumlahnya ibu tidak tahu persis, berwarna bening

merembes. Akhirnya ibu diantar keluarganya ke Ruang PONEK RSUD Bekasi, lalu

dirawat di ruang VK.

Saat lahir bayi menangis spontan, HR 120x/menit, tonus baik, warna kulit

merah, bayi tampak bugar. Kemudian bayi dikeringkan dan dihangatkan.

Dilakukan suction, didapatkan cairan berwarna hijau. APGAR score 8-9.

Kesan : Neonatus aterm, lahir SC atas indikasi KPD 18 jam dan PEB , observasi neonatal infeksi.

(10)

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan gigi I : - (normal: 5-9 bulan) Psikomotor

Tengkurap : - (normal: 3-4 bulan)

Duduk : - (normal: 6 bulan)

Berdiri : - (normal: 9-12 bulan)

Bicara : - (normal: 9-12 bulan)

Berjalan : - (normal: 13 bulan)

Kesan : Riwayat pertumbuhan dan perkembangan pasien belum dapat diketahui karena usia pasien saat ini 7 hari.

(11)

Riwayat Makanan

Kesan : Riwayat makanan baik

0 bln 1 4 12 24

ASI

Bubur Susu  Nasi Tim

(12)

Riwayat Imunisasi

BCG

:

-•

DPT

:

-•

Polio

:

-•

Campak

:

-•

Hepatitis B : 0 bulan

Kesan :

(13)

Pemeriksaan Fisik

24

april 

 2014

• Keadaan Umum : tidak tampak sakit

• Kesadaran : compos mentis

• Tanda Vital :

Frekuensi Nadi : 120x/menit, reguler

Frekuensi Pernafasan : 40x/menit, reguler

Suhu tubuh : 36,4°C

Tekanan darah : tidak dilakukan

• Data Antropometri

Berat Badan : 2700 gram

(14)

Pemeriksaan Sistemik

KEPALA

Bentuk : Normocephali, ubun-ubun rata

Rambut : Rambut hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata. Mata : pupil bulat, isokor, CA-/-, SI-/-, RCL +/+, RCTL +/+ Telinga : Normotia, liang telinga lapang/lapang, serumen -/-. Hidung : Bentuk biasa, lapang/lapang, sekret(-), darah (-)

Mulut : Mukosa bibir lembab, sianosis (-), lidah tidak kotor, faring hiperemis (-), Tonsil T1/T1 tenang LEHER : KGB tidak teraba.

THORAKS - PARU

Ins : pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-) Pal : Vokal fremitus tidak dilakukan

Per : Sonor di kedua lapang paru

(15)

-/-Pemeriksaan Sistemik

THORAKS - JANTUNG

Ins : ictus cordis tidak nampak

Pal : ictus cordis teraba pada ICS V garis midclavicula kiri Per : batas atas : ICS II garis parasternal kiri

batas kanan : ICS IV garis parasternal kanan batas kiri : ICS IV garis midclavicula kiri Aus : BJ I-II reguler, murmur -, gallop

- ABDOMEN

Ins : Perut tampak datar Aus : Bising usus (+)

Pal : Supel, ascites (-), nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba membesar., turgor kulit normal. Per : Timpani, nyeri ketok (-), Shifting dullness (-)

EKSTREMITAS

Udema ekstremitas bawah -/-, Hemiparese sinistra Akral hangat (+/+)

(16)

Pemeriksaan Sistemik

KULIT

(17)

Refleks Primitif

Pemeriksaan Hasil

Refleks Hisap +

Rekfleks Rooting +

Refleks Moro +

Refleks Palmar grasp + Refleks Plantar grasp +

(18)

Diagnosis Banding

bayi lahir dengan ibu

Hepatitis B

(19)

PENATALAKSANAAN

• Infus NS 10cc/jam.

• Bayi juga mendapatkan injeksi Cefotaxim

2x135mg iv, injeksi Vit.K 1x1mg i.m, injeksi Amikasin 2x20,25mg

• Immunoglobulin Hepatitis B 0,5cc/im • Vaksin Hepatitis B 0,5cc/im

• Diet formulaMinum 8x20/OGT

• Pro Perawatan di Ruang Isolasi • Monitor tanda vital

• Edukasi kepada orangtua tentang

(20)

PROGNOSIS

• Ad vitam : ad bonam • Ad fungsionam : dubia • Ad sanationam : dubia

(21)

Tgl P Usia 0 hari (17 Maret 2014) S: GDS 90 mg/dL T: RT 36 ST 36,1

A: napas spotan, Retraksi-, SpO2 95

B: HR 120x/m, CRT<3”, sianosis -, mottled

L:-E: observasi bayi di ruang perinatologi

• Infus NS 10cc/jam.

• Bayi juga mendapatkan injeksi

Cefotaxim 2x135mg iv, injeksi Vit.K 1x1mg i.m, injeksi Amikasin 2x20,25mg

• Immunoglobulin Hepatitis B

0,5cc/im

• Vaksin Hepatitis B 0,5cc/im • Diet formulaMinum 8x20/OGT

Usia 1 hari (18 Maret 2014)

S:

-T: RT 35 ST 36

A: napas spotan, Retraksi-, SpO2 100 B: HR 93x/m, CRT<3”, sianosis -, mottledL:

-E: observasi bayi di ruang perinatologi

• Infus NS 10cc/jam.

• Bayi juga mendapatkan injeksi

Cefotaxim 2x135mg iv, injeksi Amikasin 2x20,25mg

(22)

Tgl P

19-23 Maret • Infus NS 10cc/jam.

• Bayi juga mendapatkan injeksi

Cefotaxim 2x135mg iv, injeksi Amikasin 2x20,25mg

• Diet ASIMinum 8x20/OGT

Usia 7 hari (24 Maret 2014)

S:

-T: RT 36 ST 36,2

A: napas spotan, Retraksi-, SpO2 100

B: HR 121x/m, CRT<3”, sianosis -, mottledL:

-E: observasi bayi di ruang perinatologi

• Infus NS 10cc/jamstop • Injeksi Cefotaxim 2x135mg iv,

injeksi Amikasin 2x20,25mgstop

• Ceftik 3x7,5mg

(23)

Tgl P Usia 8 hari (25 Maret 2014) S: -T: suhu 36

A: napas spotan, Retraksi-,

SpO2-B: HR 121x/m, CRT<3”, sianosis -, mottledL:

-E: boleh pulang

• Ceptik 3x7,5mg

(24)

By Rofiah 7 Hari

(25)
(26)

anamnesis

• Riwayat ketuban pecah dini pada pasien meningkatkan resiko bayinya tertelan

air ketuban. Hal ini dapat menjadi jalur transmisi dari hepatitis B

• Riwayat persalinan melalui sectio secarea mengurangi resiko trauma bayi

selama persalinan dan hal ini dapat memperkecil resiko transmisi.

• Saat ini belum terbukti ASI merupakan jalur penularan dari ibu ke bayi. Tetapi

apabila bayi ini menyusu secara langsung kepada ibu, beresiko terjadi perlukaan pada puting ibu.

• Ayah pasien pernah mengalami sakit kuning sebelumnya. Hal ini menguatkan

(27)

Pemeriksaan Fisik

• Tidak didapatkan kelainan

• Di kepustakaan, infeksi hepatitis B dimulai dengan masa inkubasi yang tidak

(28)

Tatalaksana

• Infus NS 10cc/jam.

• Bayi juga mendapatkan injeksi Cefotaxim 2x135mg iv, injeksi Vit.K 1x1mg i.m, injeksi

Amikasin 2x20,25mg

• Immunoglobulin Hepatitis B 0,5cc/im • Vaksin Hepatitis B 0,5cc/im

• Berdasarkan teori, imunisasi terbagi dalam 2 jenis aktif dan pasif. Pasien

diberikan 2 jenis imunisasi aktif dan pasif pada 12 jam pertama kehidupan merupakan tindakan yang tepat.

(29)

TINJAUAN PUSTAKA

(30)

• Hepatitis B merupakan penyakit infeksi oleh virus hepatitis B. Virus tersebut

menyerang hati, masuk melalui darah ataupun cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi seperti halnya virus HIV. Virus hepatitis B adalah virus non sitopatik, yang berarti virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hepar.

(31)

• Diameter 42nm

• Famili: Hepnaviridae • Partikel genom DNA

(32)

EPIDEMIOLOGI

(33)

Tanpa imunoprofilaksis

(34)
(35)

Proses Penularan Hepatitis B

Horisontal

(kontak

individu)

Vertikal

(maternal-neonatal)

- Seksual - Iatrogenik - Jarum suntik

(36)

Transmisi ibu-bayi

intrauterin

Kebocoran

darah

plasenta

intrapartum

Darah ibu

tertelan

Sekret

vagina

Post partum

darah

(37)

Faktor yang berkaitan dengan HBsAg (+) pada

bayi:

• Titer HBsAg ibu

• Status HBeAg ibu  (+): perkembangan penyakit kronis 90%

(-): perkembangan penyakit kronis 20%

• DNA HBV (+) pada serum ibu

• HBsAg positif pada darah plasenta • Saudara kandung HBsAg (+)

(38)
(39)
(40)
(41)

Hepatitis Akut • Asimptomatis • Malaise, lelah • Anorexia • Mual, muntah • Kuning • Hepatomegali • Lab: ot/pt ↑

• Neonatus: tidak menimbulkan gejala • Berakhir setelah 6-8 minggu

Hepaitis Kronis

• asimptomatis

• Lab: HBsAg (+), ot/pt ↑ selama 6bln • Hepatitis kronis sirosis hepar

(42)

Gagal Hati Fulminan

• Ensefalopati Hepatikum: dalam

beberapa minggu setelah munculnya gejala pertama hepatitis, disertai ikterus, peningkatan

aminotransferase serum hingga ribuan unit dan gangguan

pembekuan.

• Akibat nekrosis jar luas

Pengidap Sehat

• Tidak ada gejala dan serum

aminotransferase normal (pd infeksi vertikal: ibu-bayi)

• Prognosis:

1. Membaik (anti-Hbe positif) 10% tiap thn

2. Menderita sirosis pada usia diatas 30 tahun1%

3. Hepatoma < 1%

(43)

 ANTIGEN INTERPRETASI BENTUK KLINIS

HBsAg Sedang infeksi Hepatitis akut, hepatitis kronik, penanda kronis

HBeAg Proses replikasi dan sangat menular Hepatitis akut, hepatitis kronis

 Antibodi

 Anti-HBs Resolusi infeksi Kekebalan

 Anti-HBc total Sedang infeksi atau pernah infeksi Hepatitis akut, hepatitis kronis, kekebalan

IgM anti-HBc Infeksi akut atau infeksi kronis yang kambuh

Hepatitis akut, hepatitis kronis

 Anti-Hbe Penurunan aktivitas replikasi Penanda kronis, kekebalan

Pemeriksaan Molekular

PCR RNA HBV Infeksi HBV Hepatitis akut, hepatitis kronis, penanda kronis

(44)

Indikasi Rawat:

• Dehidrasi berat dengan intake sulit • Kadar SGOT-SGPT >10 kali nilai normal • Kecurigaan hepatitis fulminan

(45)

Tatalaksana

Interferon alfa

• interferon-alfa-2b (IFN-α2b)

 Hep B dengan gejala dekompensasi hati (asites, ensefalopati, koagulopati, dan hipoalbuminemia)+tanda replikasi aktif (HBeAg&DNA HBV)+aminotransferase serum↑

• Dosis: 33 MU/m2 subkutan tiga kali dalam seminggu, selama 16 minggu • Evaluasi: klinis dan lab (OT/PT, albumin, darah tepi) tiap 4 minggu

(46)

Kontra indikasi Efek samping

oNeutropenia oTrombositopenia oGangguan jiwa

oAdiksi terhadap alkohol oPenyalahgunaan obat

o Sistemik: lelah, panas, nyeri kepala,

nyeri otot, nyeri sendi, anoreksia, BB↓, mual, muntah, diare, nyeri perut, rambut rontok

o Autoimun: autoantibodi, antibodi

antiinterferon, hipertiroidisme, hipotiroidisme, diabetes, anemia hemolitik, trombositopenik purpura

o Hematologis: trombositopenia,

leukopenia, anemia

o Imunologis: bronkitis, sinusitis,

abses kulit, ISK, peritonitis, sepsis

o Neurologis: kesulitan konsentrasi,

kurang motivasi, gangguan tidur, delirium, disorientasi, kejang, koma, penurunan pendengaran, tinitus, vertigo, penurunan penglihatan, perdarahan retina

o Psikologis: gelisah, iritabel, depresi,

(47)

Tatalaksana

 Analog Nukleosida

• Lamivudin, famsiklovir, adefovir

• Dosis: Lamivudin3 mg.KgBB sekali sehari selama 52 minggu atau 1tahun • Indikasi: replikasi aktif dan peningkatan aminotransferase serum dengan

kontraindikasi penggunaan interferon terutama dekompensasi hati, gagal interferon,

(48)

Preventif

• Uji saring sebelum vaksin

• Uji kelompok beresiko tinggi

• Vaksinasi hanya untuk penderita anti-HBc (+), bayi baru lahir untuk resiko rendah

• Pemeriksaan Paska vaksin

• Dilakukan 1-2 bulan post suntikan ketiga

• Bayi yang sudah vaksin dengan ibu yang HBsAG (+) sebaiknya pem. Penanda infeksi

HBV pada umur 12 bulan

• Penanganan Non Responder

(49)

Imunisasi perawatan::

- Hepatitis B immunoglobulin (HBIg) Berlaku 3-6 bln

Bsyi: 0,5 cc i.m 12 jam stlh lahir, anterolateral otot paha atas seblm

Imunisasi aktif: - HBV

- dosis: 5-10ug dalam 12 jam stlh lahir pd sisi lain, diulang pada 1 dan 6 bulan

Referensi

Dokumen terkait

ln southeast Asia including Indonesia hepatitis B in- fection are still endemic.I There were several serologi- cal methods to detect hepatitis B infection,

Tingkat penyebaran penyakit Hepatitis B akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya kontak antara individu terinfeksi atau individu carrier dengan individu rentan

Kemudian dari hasil penelitian didapatkan jumlah sampel total 244 responden yang sudah melakukan imunisasi hepatitis B didapatkan HBsAg positif sebanyak 2 orang,

Mengesan jangkitan virus Hepatitis B sama ada yang akut atau kronik dianggap penting untuk mencegah perebakan kuman virus kepada orang lain selain dari bayi. Individu- individu

• Bayi dengan ibu terinfeksi virus Hepatitis B • Kontak seksual dengan penderita Hepatitis B • Pengguna Narkoba Suntik. •

Hepatitis B kronis adalah penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten... dengan HBsAg positif (&gt; 6 bulan) di dalam

Wahidin Sudirohusodo Makassar, maka dapat disimpulkan bahwa responden yang memiliki jenis pekerjaan kontak dengan darah berisiko 3,78 kali menderita hepatitis B

Intrauterine Transmission of Hepatitis B Cannot Be Ruled Out by A Single Negative Hepatitis B e Antigen HBeAg Result among Hepatitis B Surface Antigen HBsAg - Positive Pregnant Women