Makalah Budidaya Tanaman Kencur Makalah Budidaya Tanaman Kencur
Kamis, 16 Januari 2014
Kamis, 16 Januari 2014
Makalah Budidaya Tanaman
Makalah Budidaya Tanaman KencurKencur
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai
Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat bahan baku obat tradisionatradisionall (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif didalam rimpang kencur ditentukan oleh Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif didalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang
varietas yang digunakan, cara digunakan, cara budidaya dan budidaya dan lingkungan tempat lingkungan tempat tumbuhnyatumbuhnya. . Selain itu,Selain itu, karena kualitas mutu simplisia bahan baku industri ditentukan oleh proses budidaya karena kualitas mutu simplisia bahan baku industri ditentukan oleh proses budidaya dan pascapanennya, maka perlu disosialisasikan GAP (Good Agricultural Practices) dan dan pascapanennya, maka perlu disosialisasikan GAP (Good Agricultural Practices) dan GMP (Good Manufacture Practices), melalui penerapan standar prosedur operasional GMP (Good Manufacture Practices), melalui penerapan standar prosedur operasional (SPO) budidaya tanaman.
(SPO) budidaya tanaman.
PERSYARATAN TUMBUH PERSYARATAN TUMBUH
Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai.
yang sesuai. Agroklimat yang Agroklimat yang baik untuk baik untuk budidaya kencur adalah budidaya kencur adalah iklim tipe iklim tipe A, A, B B dan Cdan C (Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50 -
(Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50 - 600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 - 30
25 - 30OO C, jumlah bulan basah 5 - 9 bulan per tahun dan bulan kering 5 - C, jumlah bulan basah 5 - 9 bulan per tahun dan bulan kering 5 - 6 bulan, curah6 bulan, curah hujan per tahun 2 500 - 4 000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau hujan per tahun 2 500 - 4 000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25 - 30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, ternaungi sampai 25 - 30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan < 3%, dengan tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan < 3%, dengan jenis
jenis tanah tanah latosol, latosol, regosol, regosol, asosiasi asosiasi antara antara latosol-andosol, latosol-andosol, regosol-latosregosol-latosol ol sertaserta regosol-litosol, dengan kemasaman tanah 4,5 - 5,0 atau bisa ditambahkan kapur regosol-litosol, dengan kemasaman tanah 4,5 - 5,0 atau bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit) untuk meningkatkan pH sampai 5,5 - 6,5. Disamping itu, pertanian (kaptan/dolomit) untuk meningkatkan pH sampai 5,5 - 6,5. Disamping itu, lahan juga harus bebas dari penyakit terutama bakteri layu.
lahan juga harus bebas dari penyakit terutama bakteri layu.
BAHAN TANAMAN BAHAN TANAMAN
Kencur (Kaempferia galanga L.; East-Indian Galangal), adalah terna aromatik yang Kencur (Kaempferia galanga L.; East-Indian Galangal), adalah terna aromatik yang tergolong kedalam famili Zingiberaceae (temu-temuan). Pembeda utama kencur dengan tergolong kedalam famili Zingiberaceae (temu-temuan). Pembeda utama kencur dengan
tanaman temu-temuan lainnya adalah daunnya yang menutup tanah. tanaman temu-temuan lainnya adalah daunnya yang menutup tanah.
Tanaman ini sudah berkembang di Pulau Jawa dan di luar Jawa seperti Sumatera Tanaman ini sudah berkembang di Pulau Jawa dan di luar Jawa seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. Sampai saat ini karakteristik utama Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. Sampai saat ini karakteristik utama yang
yang dapat dapat dijadikan dijadikan sebagai sebagai pembeda kencur pembeda kencur adalah daun adalah daun dan dan rimpang. Berdasarkanrimpang. Berdasarkan ukuran daun dan rimpangnya, dikenal 2 tipe kencur, yaitu kencur berdaun lebar dengan ukuran daun dan rimpangnya, dikenal 2 tipe kencur, yaitu kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar dan kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil. ukuran rimpang besar dan kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil. Biasanya kencur berdaun lebar dengan bentuk bulat atau membulat, mempunyai Biasanya kencur berdaun lebar dengan bentuk bulat atau membulat, mempunyai rimpang dengan ukuran besar pula, tetapi kandungan minyak atsirinya lebih rendah rimpang dengan ukuran besar pula, tetapi kandungan minyak atsirinya lebih rendah daripada kencur yang berdaun kecil berbentuk jorong dengan ukuran rimpang lebih daripada kencur yang berdaun kecil berbentuk jorong dengan ukuran rimpang lebih kecil. Salah satu varietas unggul kencur dengan ukuran rimpang besar adalah varietas kecil. Salah satu varietas unggul kencur dengan ukuran rimpang besar adalah varietas unggul asal Bogor (Galesia-1) yang mempunyai ciri sangat spesifik dan berbeda dengan unggul asal Bogor (Galesia-1) yang mempunyai ciri sangat spesifik dan berbeda dengan klon dari daerah lain yaitu warna kulit rimpang cokelat terang dan daging rimpang klon dari daerah lain yaitu warna kulit rimpang cokelat terang dan daging rimpang berwarna kuning, berdaun membulat, ujung
berwarna kuning, berdaun membulat, ujung daun meruncing dengan warna daun daun meruncing dengan warna daun hijauhijau gelap.
gelap.
Selain itu, meskipun ukuran rimpangnya tidak sebesar varietas Galesia-1, calon Selain itu, meskipun ukuran rimpangnya tidak sebesar varietas Galesia-1, calon varietas unggul
varietas unggul Galesia-2 Galesia-2 dan dan Galesia-3 Galesia-3 dengan dengan ciri ciri utama utama warna warna kulit kulit rimpang coklatrimpang coklat gelap dan daging rimpang berwarna putih bergaris ungu, bentuk daun bulat dengan gelap dan daging rimpang berwarna putih bergaris ungu, bentuk daun bulat dengan ujung daun runcing dan warna daun hijau terang, potensi produksinya mencapai 14-16 ujung daun runcing dan warna daun hijau terang, potensi produksinya mencapai 14-16 ton per ha dengan kandungan minyak atsiri 4 - 7,6%.
ton per ha dengan kandungan minyak atsiri 4 - 7,6%.
Oleh karena itu, untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil dalam budidaya kencur, Oleh karena itu, untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil dalam budidaya kencur, diperlukan bahan tanaman bermutu yang berasal dari varietas unggul yang jelas asal diperlukan bahan tanaman bermutu yang berasal dari varietas unggul yang jelas asal usulnya, bebas hama dan penyakit, serta tidak tercampur dengan varietas lain
usulnya, bebas hama dan penyakit, serta tidak tercampur dengan varietas lain PEMBENIHAN
PEMBENIHAN
Seleksi benih perlu dilakukan dari pertanaman yang sehat, bebas dari serangan Seleksi benih perlu dilakukan dari pertanaman yang sehat, bebas dari serangan penyakit, terutama layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Setelah rimpang dipanen, penyakit, terutama layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Setelah rimpang dipanen,
seleksi dilanjutkan untuk membuang benih yang kurang bernas, terserang hama dan seleksi dilanjutkan untuk membuang benih yang kurang bernas, terserang hama dan penyakit .
penyakit .
Rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang
Rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang utamautama yang
yang berukuran berukuran besar besar dan dan rimpang rimpang cabang cabang yang yang ukurannya ukurannya lebih lebih kecil. kecil. Kedua Kedua bagianbagian rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan
rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan benih, yang penting benih, yang penting rimpang tersebutrimpang tersebut cukup tua, berasal dari pertanaman berumur 10 bulan dengan ciri utama ketika dibelah cukup tua, berasal dari pertanaman berumur 10 bulan dengan ciri utama ketika dibelah dengan tangan berbunyi, kulit mengkilat dan tekstur daging rimpangnya agak keras. dengan tangan berbunyi, kulit mengkilat dan tekstur daging rimpangnya agak keras. Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 5 -10 gram. Sebelum ditanam rimpang benih tunas yang baik dengan bobot sekitar 5 -10 gram. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemai rimpang di tempat yang teduh ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemai rimpang di tempat yang teduh ditutup dengan jerami dan disiram setiap hari. Untuk penyimpanan benih, biasa ditutup dengan jerami dan disiram setiap hari. Untuk penyimpanan benih, biasa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Penanaman digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Penanaman dilakukan apabila hujan sudah mulai turun. Benih rimpang bertunas yang siap ditanam dilakukan apabila hujan sudah mulai turun. Benih rimpang bertunas yang siap ditanam di lapangan sebaiknya yang baru keluar tunasnya (tinggi tunas < 1 cm), sehingga dapat di lapangan sebaiknya yang baru keluar tunasnya (tinggi tunas < 1 cm), sehingga dapat beradaptasi langs
beradaptasi langsung dan tidak mudah rusak. Apabila hujan terlambat turun, lebih baikung dan tidak mudah rusak. Apabila hujan terlambat turun, lebih baik rimpang ditanam langsung di lapangan, tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena rimpang ditanam langsung di lapangan, tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena berbeda
berbeda dengan dengan jahe, jahe, rimpang kencur rimpang kencur bisa bisa ditanam ditanam pada pada saat saat hujan hujan belum belum turun turun asalasal rimpangnya belum bertunas. Rimpang akan beradaptasi dengan lingkungan, pada saat rimpangnya belum bertunas. Rimpang akan beradaptasi dengan lingkungan, pada saat hujan turun tunas akan tumbuh dengan serempak.
hujan turun tunas akan tumbuh dengan serempak. BUDIDAYA BUDIDAYA
Cara budidaya sangat menentukan hasil yang akan didapat. Meskipun bahan tanaman Cara budidaya sangat menentukan hasil yang akan didapat. Meskipun bahan tanaman (benih) yang digunakan merupakan varietas unggul yang berpotensi produksi tinggi, (benih) yang digunakan merupakan varietas unggul yang berpotensi produksi tinggi, apabila tidak didukung dengan teknik budidaya yang optimal tidak akan didapat hasil apabila tidak didukung dengan teknik budidaya yang optimal tidak akan didapat hasil yang optimal.
yang optimal. Persiapan lahan Persiapan lahan
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang 30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Saluran drainase harus ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Saluran drainase harus diperhatikan
diperhatikan, terutama pada , terutama pada lahan yang datar lahan yang datar jangan sampai terjadi genangan (drainasejangan sampai terjadi genangan (drainase kurang baik). Genangan diantara tanaman akan memacu berkembangnya benih kurang baik). Genangan diantara tanaman akan memacu berkembangnya benih penyakit terutama penyakit busuk rimpang.
penyakit terutama penyakit busuk rimpang. Jarak tanam
Jarak tanam
Penanaman dapat dilakukan secara bedengan atau disesuaikan dengan kondisi Penanaman dapat dilakukan secara bedengan atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Benih ditanam sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan lahan. Benih ditanam sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman monokultur bervariasi antara 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm. Untuk penanaman monokultur bervariasi antara 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm. Untuk penanaman dalam sistem polatanam menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm atau penanaman dalam sistem polatanam menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm atau dilihat berdasarkan jenis tanah dan jenis tanaman lainnya.
dilihat berdasarkan jenis tanah dan jenis tanaman lainnya. Pemupukan
Pupuk kandang (pukan) sapi atau kambing yang sudah matang, diberikan pada Pupuk kandang (pukan) sapi atau kambing yang sudah matang, diberikan pada saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20 - 30 ton/ha, saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20 - 30 ton/ha, tergantung kondisi lahan. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberikan tergantung kondisi lahan. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberikan pukan 30 ton/ha, sedangkan lahan yang cukup subur cukup 20 ton/ha. Pukan yang pukan 30 ton/ha, sedangkan lahan yang cukup subur cukup 20 ton/ha. Pukan yang kurang matang, harus disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. kurang matang, harus disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. Sedangkan pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari Sedangkan pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari tanaman. Dosis yang diberikan adalah:
tanaman. Dosis yang diberikan adalah: Urea 200 - 250 kg/ha, SP-36 250 -
Urea 200 - 250 kg/ha, SP-36 250 - 300 kg/ha, KCl 250 - 300 kg/ha,300 kg/ha, KCl 250 - 300 kg/ha,
atau bergantung kepada kesuburan tanah. Urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat atau bergantung kepada kesuburan tanah. Urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST), masing-masing 1/3 dosis. tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST), masing-masing 1/3 dosis. Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satu kali pada saat tanam atau ditunda sebulan Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satu kali pada saat tanam atau ditunda sebulan apabila curah hujan belum cukup.
apabila curah hujan belum cukup. Pola tanam
Pola tanam
Kencur dapat ditanam dengan sistem monokultur dan
Kencur dapat ditanam dengan sistem monokultur dan pada batas-batas tertentu denganpada batas-batas tertentu dengan sistem polikultur, untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem
sistem polikultur, untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem polikultur dilakukanpolikultur dilakukan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3 - 6 bulan dengan cara ditumpang sarikan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3 - 6 bulan dengan cara ditumpang sarikan atau disisipkan. Umumnya pola tanam kencur dikombinasikan dengan tanaman atau disisipkan. Umumnya pola tanam kencur dikombinasikan dengan tanaman palawija (jagung, kacang tanah, ketela pohon, jenis
palawija (jagung, kacang tanah, ketela pohon, jenis kacang-kacangan lain) dan tanamankacang-kacangan lain) dan tanaman hortikultura (ketimun, buncis). Pola tanam kencur yang paling menguntungkan dari hortikultura (ketimun, buncis). Pola tanam kencur yang paling menguntungkan dari segi usahatani adalah dengan kacang tanah, dengan 2 kali penanaman kacang tanah. segi usahatani adalah dengan kacang tanah, dengan 2 kali penanaman kacang tanah. Pemeliharaan
Pemeliharaan Pemeliharaa
Pemeliharaan perlu n perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.dengan baik. a. Penyiangan gulma
a. Penyiangan gulma
Sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan banyak tumbuh gulma di sekitar tanaman Sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan banyak tumbuh gulma di sekitar tanaman kencur. Untuk menjaga agar pertumbuhan kencur tidak terganggu harus dilakukan kencur. Untuk menjaga agar pertumbuhan kencur tidak terganggu harus dilakukan penyiangan gulma paling tidak 2 minggu sekali. Pada saat curah hujan tinggi, penyiangan gulma paling tidak 2 minggu sekali. Pada saat curah hujan tinggi, pertumbuhan gulma sangat cepat, sehingga penyiangan perlu dilakukan lebih intensif. pertumbuhan gulma sangat cepat, sehingga penyiangan perlu dilakukan lebih intensif. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar
Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu perakaran kencur.tidak mengganggu perakaran kencur. b. Penyulaman
b. Penyulaman
Penyulaman terhadap tanaman mati dilakukan pada saat tunas muncul di permukaan Penyulaman terhadap tanaman mati dilakukan pada saat tunas muncul di permukaan tanah dengan cara menanam rimpang bertunas atau memindahkan tanaman yang tanah dengan cara menanam rimpang bertunas atau memindahkan tanaman yang menumpuk pada lubang tanam yang lain.
menumpuk pada lubang tanam yang lain. c. Pembumbunan
c. Pembumbunan
Pembumbunan mulai dilakukan pada waktu rumpun sudah terbentuk. Apabila Pembumbunan mulai dilakukan pada waktu rumpun sudah terbentuk. Apabila curah hujan tinggi, pembumbunan harus dilakukan lebih intensif, karena cucuran air curah hujan tinggi, pembumbunan harus dilakukan lebih intensif, karena cucuran air hujan akan menurunkan bedengan, sehingga tanaman akan terendam. Selain itu, hujan akan menurunkan bedengan, sehingga tanaman akan terendam. Selain itu, pembumbunan juga dilakukan agar rimpang selalu tertutup tanah. Apabila rimpang pembumbunan juga dilakukan agar rimpang selalu tertutup tanah. Apabila rimpang muncul
muncul di permukaan tanah, akan mengudi permukaan tanah, akan mengurangi kualitrangi kualitas rimpang tersebut (bas rimpang tersebut (berwarnaerwarna hijau) dan tidak bertambah besar.
hijau) dan tidak bertambah besar.
d Pengendalian organisme pengganggu tanaman d Pengendalian organisme pengganggu tanaman
Sampai saat ini masih belum banyak dilaporkan gangguan hama pada tanaman Sampai saat ini masih belum banyak dilaporkan gangguan hama pada tanaman kencur yang bersifat fatal. Kalaupun ada masih terbatas pada serangan hama ulat daun kencur yang bersifat fatal. Kalaupun ada masih terbatas pada serangan hama ulat daun dan belalang. Pengendalian yang perlu diperhatikan dalam budidaya kencur adalah dan belalang. Pengendalian yang perlu diperhatikan dalam budidaya kencur adalah serangan penyakit, walaupun tingkat serangannya masih rendah. Penyakit yang sudah serangan penyakit, walaupun tingkat serangannya masih rendah. Penyakit yang sudah ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang disebabkan oleh bakteri layu seperti pada jahe (Ralstonia solanacearum). rimpang disebabkan oleh bakteri layu seperti pada jahe (Ralstonia solanacearum). Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan dan Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan dan menggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanaman tersebut bila dicabut menggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanaman tersebut bila dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk berwarna cokelat kehitaman dan berbau akan tampak gejala pangkal batang membusuk berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk.
busuk. Didalam rimpang Didalam rimpang kencur yang kencur yang terinfeksi penyakit, terinfeksi penyakit, memungkinkan berkembangmemungkinkan berkembang biaknya telur dan larva serangga hama seperti
biaknya telur dan larva serangga hama seperti lalat rimpang (Mimegralla coeruleifrlalat rimpang (Mimegralla coeruleifrons)ons) dan belatung (Eumerus figurans) yang memakan daging rimpang bagian dalam. dan belatung (Eumerus figurans) yang memakan daging rimpang bagian dalam. Pengendalian penyakit busuk rimpang bisa dilakukan dengan cara mencabut dan Pengendalian penyakit busuk rimpang bisa dilakukan dengan cara mencabut dan membuang tanaman yang terserang. Apabila serangan masih
membuang tanaman yang terserang. Apabila serangan masih ringan, pengendalian bisaringan, pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan bakterisida setiap 2 minggu sekali sampai gejala dilakukan dengan menyemprotkan bakterisida setiap 2 minggu sekali sampai gejala penyakit berkurang. Penyakit lain yang ditemukan pada pertanaman kencur adalah penyakit berkurang. Penyakit lain yang ditemukan pada pertanaman kencur adalah bercak daun
bercak daun yang disebabkan yang disebabkan oleh cendawan oleh cendawan PhyllosticPhyllosticta ta sp. dengan sp. dengan gejala pada gejala pada ujungujung daun terdapat bercak yang tidak beraturan dibagian tepi daun. Bercak daun akan daun terdapat bercak yang tidak beraturan dibagian tepi daun. Bercak daun akan meluas kearah pangkal daun dan akhirnya seluruh daun mengering. Pengendalian meluas kearah pangkal daun dan akhirnya seluruh daun mengering. Pengendalian penyakit bercak daun dilakukan dengan meyemprotkan fungisida apabila serangan penyakit bercak daun dilakukan dengan meyemprotkan fungisida apabila serangan penyakit terjadi pada saat tanaman berumur 1 - 2 bulan. Tetapi apabila serangan pada penyakit terjadi pada saat tanaman berumur 1 - 2 bulan. Tetapi apabila serangan pada tanaman tua, penyemprotan tidak
tanaman tua, penyemprotan tidak diperlukan.diperlukan.
Selain penyakit busuk rimpang dan bercak daun, patogen lain yang menyerang Selain penyakit busuk rimpang dan bercak daun, patogen lain yang menyerang rimpang kencur terutama setelah panen dan pada saat penyimpanan adalah hama kutu rimpang kencur terutama setelah panen dan pada saat penyimpanan adalah hama kutu perisai (Aspidiella hartii) yang sering
perisai (Aspidiella hartii) yang sering disebut sebagai cosmetic insect.disebut sebagai cosmetic insect.
PANEN PANEN
Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. Tetapi, berbeda dengan Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan
bahkan produksinya akan bertambah, hanya ukuran bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil. rimpang semakin kecil. Selain itu,Selain itu, kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Rimpang untuk benih kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 - 12
dipanen pada umur 10 - 12 bulan.bulan.
Cara panen kencur dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya Cara panen kencur dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian dibuang akar dan rimpang airnya, tanah yang menggunakan garpu, cangkul, kemudian dibuang akar dan rimpang airnya, tanah yang menempel dibersihkan. Dengan menggunakan calon varietas unggul kencur Balittro menempel dibersihkan. Dengan menggunakan calon varietas unggul kencur Balittro (Galesia) dan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan 12 - 16 ton rimpang (Galesia) dan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan 12 - 16 ton rimpang segar per ha. Mutu rimpang dari varietas unggul tersebut lebih tinggi dari standar segar per ha. Mutu rimpang dari varietas unggul tersebut lebih tinggi dari standar Materia Medika Indonesia (MMI), yaitu kadar minyak atsiri antara 3,20 - 7,60%; kadar Materia Medika Indonesia (MMI), yaitu kadar minyak atsiri antara 3,20 - 7,60%; kadar pati 51,09 - 79,71%; kadar sari dalam air 14,50 - 26,22%; kadar sari larut dalam alkohol pati 51,09 - 79,71%; kadar sari dalam air 14,50 - 26,22%; kadar sari larut dalam alkohol 3,02 - 7,95%.
3,02 - 7,95%.
PASCA PANEN PASCA PANEN
Tahapan pengolahan kencur meliputi penyortiran, pencucian, pengirisan, pengeringan, Tahapan pengolahan kencur meliputi penyortiran, pencucian, pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi, atau diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi, atau dicuci dengan tangan. Bila mengalami kesulitan, rimpang harus direndam dalam air dicuci dengan tangan. Bila mengalami kesulitan, rimpang harus direndam dalam air untuk beberapa lama, kemudian disikat dengan sikat halus agar tidak melukai kulit untuk beberapa lama, kemudian disikat dengan sikat halus agar tidak melukai kulit rimpang.
rimpang.
Setelah pencucian, rimpang dikering anginkan sampai kulit rimpang tidak berair lagi. Setelah pencucian, rimpang dikering anginkan sampai kulit rimpang tidak berair lagi. Untuk penjualan segar, kencur dapat langsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam Untuk penjualan segar, kencur dapat langsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau
bentuk kering atau simplisiasimplisia, maka , maka perlu dilakukan pengirisan rimpang dengan ukuranperlu dilakukan pengirisan rimpang dengan ukuran 1 -4 mm berbentuk bulat atau lonjong dengan panjang 1 - 5 cm dan lebar 0,5 - 3 cm. 1 -4 mm berbentuk bulat atau lonjong dengan panjang 1 - 5 cm dan lebar 0,5 - 3 cm. Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan langsung dibawah sinar matahari Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan langsung dibawah sinar matahari atau dengan pengering buatan/oven
atau dengan pengering buatan/oven Penyimpanan
Penyimpanan
Gudang tempat penyimpanan harus bersih, sejuk, gelap, udaranya cukup kering Gudang tempat penyimpanan harus bersih, sejuk, gelap, udaranya cukup kering dan berventilasi. Untuk mencegah pencemaran terhadap barang yang
dan berventilasi. Untuk mencegah pencemaran terhadap barang yang disimpan, gudangdisimpan, gudang harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum barang dimasukkan; menambal harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum barang dimasukkan; menambal lubang-lubang yang ada dengan semen; menempatkan jenis barang yang sesuai dan lubang yang ada dengan semen; menempatkan jenis barang yang sesuai dan memberinya pembatas. Ventilasi harus baik dan suhu ruang rendah, karena hama memberinya pembatas. Ventilasi harus baik dan suhu ruang rendah, karena hama menyukai udara yang lembab dan panas. Untuk mengurangi gangguan serangga bisa menyukai udara yang lembab dan panas. Untuk mengurangi gangguan serangga bisa dilakukan fumigasi secara berkala. Bahan yang telah
dilakukan fumigasi secara berkala. Bahan yang telah dikeringkan dapat disimpan untukdikeringkan dapat disimpan untuk waktu
waktu yang yang cukup cukup lama asalkan lama asalkan kondisi ruang kondisi ruang penyimpanpenyimpanan an diperhatikan secara diperhatikan secara tepattepat dan benar. Pokok pertama yang harus
dan benar. Pokok pertama yang harus dilakukan adalah cara pengolahan yang tepat dandilakukan adalah cara pengolahan yang tepat dan higienis.
higienis.
PENGANEKARAGAMAN PRODUK PENGANEKARAGAMAN PRODUK
Selain berupa rimpang segar atau simplisia kering untuk bahan baku obat dan Selain berupa rimpang segar atau simplisia kering untuk bahan baku obat dan saus rokok serta kebutuhan rumah tangga, kencur bisa dijual dalam bentuk minyak saus rokok serta kebutuhan rumah tangga, kencur bisa dijual dalam bentuk minyak atsiri, ekstrak kering untuk industri obat, atau kristal yang biasa digunakan didalam atsiri, ekstrak kering untuk industri obat, atau kristal yang biasa digunakan didalam industri kosmetika. Selain itu bisa diolah dalam bentuk oleoresin. Sedangkan bentuk industri kosmetika. Selain itu bisa diolah dalam bentuk oleoresin. Sedangkan bentuk olahan instant, sirup, bubuk, pati dan beras kencur bisa digunakan untuk industri olahan instant, sirup, bubuk, pati dan beras kencur bisa digunakan untuk industri rumah tangga. Berikut adalah diagram alur pembuatan ekstrak kering dan pemisahan rumah tangga. Berikut adalah diagram alur pembuatan ekstrak kering dan pemisahan pati yang antara lain biasa digunakan untuk campuran beras kencur.
pati yang antara lain biasa digunakan untuk campuran beras kencur.
Sumber : Otih Rostiana, Rosita SMD, Mono Rahardjo dan Taryono Sumber : Otih Rostiana, Rosita SMD, Mono Rahardjo dan Taryono
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika
Aromatika see also : see also :
Makalah Budidaya Gingseng
Makalah Budidaya Gingseng
Makalah Budidaya Mengkudu
Makalah Budidaya Mengkudu
Makalah Budidaya Tanaman Kencur
Makalah Budidaya Tanaman Kencur
Makalah Budidaya Tanaman Stroberi
Makalah Budidaya Tanaman Stroberi
Makalah Budidaya Tanaman Bawang Merah
Makalah Budidaya Tanaman Bawang Merah
Makalah Pengelolaan Iklim Tanaman Jahe
Makalah Pengelolaan Iklim Tanaman Jahe
Makalah Identifikasi Rumput Teki (Cyperus Rotundus)
Diposkan oleh
Diposkan oleh Artha HarianjaArtha Harianja didi 14.1914.19 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Faceboo!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan kekBagikan ke Pinterest
Pinterest Label:
Label: PendidikanPendidikan
Tidak ada
Tidak ada komentarkomentar:: Poskan Komentar Poskan Komentar
Be a good commentator . . Be a good commentator . . Posting Lebih Baru
Posting Lebih Baru Posting LamaPosting Lama BerandaBeranda Langganan:
Langganan: Poskan Komentar (Atom)Poskan Komentar (Atom)
Cari Postingan Lain
Cari Postingan Lain
Search Here.. Search Here..
My Profile
My Profile
Gw cuma pengen share apa yang ingin gw share.. Simple Gw cuma pengen share apa yang ingin gw share.. Simple
Total Tayangan Laman
Total Tayangan Laman
58515 58515
Tanggal berapa sekarang ???
Tanggal berapa sekarang ???
Jangan Lupa Waktu yaaa
Jangan Lupa Waktu yaaa
Salam ku
Salam ku
Bantu Like dong
Bantu Like dong
Pembaca Setia ^_^
Pembaca Setia ^_^
Categories
Categories
CurhatCurhat(8)(8) Materi KuliahMateri Kuliah(1)(1)
PendidikanPendidikan (24)(24)
Short StoryShort Story (4)(4)
My Profile
My Profile
Artha Harianja
Artha Harianja
Lihat profil lengkapku
Lihat profil lengkapku
Entri Populer
Entri Populer
Makalah Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Kecepatan Tumbuh Kecambah KacangMakalah Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Kecepatan Tumbuh Kecambah Kacang
Hijau
Hijau
Makalah Budidaya Tanaman Bawang MerahMakalah Budidaya Tanaman Bawang Merah
Makalah Pemanfaatan Bioteknologi untuk Pembuatan TempeMakalah Pemanfaatan Bioteknologi untuk Pembuatan Tempe
Contoh SakubunContoh Sakubun
Makalah Pengamatan Museum GeologiMakalah Pengamatan Museum Geologi
Makalah Komunikasi Efektif Makalah Komunikasi Efektif
Makalah Pasar BarangMakalah Pasar Barang
Pengertian Seni Menurut Para AhliPengertian Seni Menurut Para Ahli
Kasus Eksternalitas : Kasus Eksternalitas : EKSTERNALITAS SEBAGAI SALAH SATU PENYEBEKSTERNALITAS SEBAGAI SALAH SATU PENYEBABAB
KEGAGALAN PASAR
KEGAGALAN PASAR
Makalah Identifikasi Rumput Teki (CMakalah Identifikasi Rumput Teki (Cyperus Rotundus)yperus Rotundus)
Archives
Archives
►► 2015 2015 ((7)7) ▼▼ 2014 2014 ((18)18) o o ►► Desember Desember((8)8) o o ►► September September((2)2) o o ►► April April((2)2) o o ►► Maret Maret((1)1) o o ▼▼ Januari Januari((5)5) ▼▼ Jan Jan 1616((5)5) The Tormented - Killing me insideThe Tormented - Killing me inside
I Would Do It for LoveI Would Do It for Love
Makalah Budidaya GingsengMakalah Budidaya Gingseng
Makalah Budidaya MengkuduMakalah Budidaya Mengkudu
Makalah Budidaya Tanaman Kencur Makalah Budidaya Tanaman Kencur
►► 2013 2013 ((25)25) ►► 2011 2011 ((6)6)
Be a good commentator :)
Be a good commentator :)
Feedjit
Feedjit
Flag Counters
Flag Counters
My Facebook My FacebookTemplate Picture Window. Diberdayakan oleh