• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

1

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Ikhtisar

Pertumbuhan ekonomi 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi Pertumbuhan ekonomi 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksiPertumbuhan ekonomi 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi Pertumbuhan ekonomi 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksiPertumbuhan ekonomi 2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi awal tahun sebesar 5%√6% (y-o-y).

pertumbuhan ekonomi awal tahun sebesar 5%√6% (y-o-y).pertumbuhan ekonomi awal tahun sebesar 5%√6% (y-o-y).

pertumbuhan ekonomi awal tahun sebesar 5%√6% (y-o-y).pertumbuhan ekonomi awal tahun sebesar 5%√6% (y-o-y). Konsumsi diperkirakan tumbuh moderat walaupun diindikasikan melambat. Sementara itu, investasi diperkirakan tumbuh cukup tinggi, sebagaimana tercermin dari kencenderungan tingginya impor barang modal, peningkatan penanaman modal dan rencana investasi, serta dukungan dari sisi pembiayaan. Di sisi lain, ekspor neto menurun sejalan dengan masih terbatasnya pertumbuhan ekspor sementara impor masih mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Di sisi penawaran, laju pertumbuhan sektoral menunjukkan peningkatan sesuai dengan prakiraan, tercermin dari masih tingginya laju pertumbuhan terutama pada sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Perkembangan harga bulan April menunjukkan kenaikan Perkembangan harga bulan April menunjukkan kenaikanPerkembangan harga bulan April menunjukkan kenaikan

Perkembangan harga bulan April menunjukkan kenaikanPerkembangan harga bulan April menunjukkan kenaikan. Bulan April mencatat inflasi sebesar 0,34% (m-t-m) lebih rendah 1,57% dibandingkan dengan inflasi bulan Maret yang mencatat nilai 1,91% (m-t-m). Secara tahunan, perkembangan harga mencatat inflasi sebesar 8,12% (y-o-y) lebih rendah 0,69% dari periode sebelumnya yang mencatat 8,81% (y-o-y). Dilihat dari kelompok barang dan jasa, kelompok yang mengalami kenaikan harga utamanya adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau dan transportasi dan komunikasi & jasa keuangan. Selain itu, kelompok yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau.

Nilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah dibandingkan Nilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah dibandingkanNilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah dibandingkan Nilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah dibandingkanNilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah dibandingkan dengan bulan Maret walaupun volatilitasnya relatif rendah.

dengan bulan Maret walaupun volatilitasnya relatif rendah.dengan bulan Maret walaupun volatilitasnya relatif rendah.

dengan bulan Maret walaupun volatilitasnya relatif rendah.dengan bulan Maret walaupun volatilitasnya relatif rendah. Rupiah pada bulan April secara rata-rata melemah menjadi Rp9558/USD demikian pula secara point-to-point rupiah melemah menjadi Rp9568/USD. Sejalan dengan itu, rata-rata volatilitas pergerakan rupiah masih cukup rendah yaitu 0,26%. Faktor eksternal yang mempengaruhi rupiah utamanya berasal dari cenderung naiknya suku bunga luar negeri Amerika Serikat yang mempengaruhi adjustment portfolio dana asing di dalam negeri dan faktor domestik utamanya dari permintaan valas domestik oleh sektor korporasi.

Suku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkat Suku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkatSuku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkat Suku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkatSuku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkat dibandingkan dengan bulan Maret yang diikuti pula oleh kenaikan suku bunga dibandingkan dengan bulan Maret yang diikuti pula oleh kenaikan suku bungadibandingkan dengan bulan Maret yang diikuti pula oleh kenaikan suku bunga dibandingkan dengan bulan Maret yang diikuti pula oleh kenaikan suku bungadibandingkan dengan bulan Maret yang diikuti pula oleh kenaikan suku bunga lainnya, kecuali suku bunga kredit.

lainnya, kecuali suku bunga kredit. lainnya, kecuali suku bunga kredit.

lainnya, kecuali suku bunga kredit. lainnya, kecuali suku bunga kredit. Suku bunga SBI 1 bulan meningkat menjadi 7,70% demikian pula SBI 3 bulan meningkat menjadi 7,51%. Hal yang sama terjadi pula untuk suku bunga FASBI yang meningkat menjadi 7,25% dan perkembangan ini diiringi pula oleh kenaikan suku bunga JIBOR 1 bulan menjadi 7,64%. Namun demikian, suku bunga simpanan hanya meningkat tipis sedangkan suku bunga kredit masih cenderung menurun. Suku bunga

Pertumbuhan ekonomi masih sesuai dengan perkiraan awal tahun.

Perkembangan harga mencatat inflasi.

Nilai tukar rupiah cenderung melemah.

(2)

deposito 1 bulan meningkat tipis menjadi 6,50%, demikian pula suku bunga deposito 3 bulan meningkat menjadi 7,31%. Sementara itu, suku bunga kredit modal kerja menurun menjadi 13,31% disusul suku bunga investasi yang menurun menjadi 13,78%, sedangkan suku bunga kredit konsumsi di sisi lain meningkat menjadi 16,33%.

Posisi uang primer pada akhir bulan April menurun dibandingkan bulan Posisi uang primer pada akhir bulan April menurun dibandingkan bulanPosisi uang primer pada akhir bulan April menurun dibandingkan bulan Posisi uang primer pada akhir bulan April menurun dibandingkan bulanPosisi uang primer pada akhir bulan April menurun dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun.

sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun.sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun.

sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun.sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun. Berdasarkan pergerakan harian uang primer, posisi sementara test date rata-rata uang primer bulan April (GWM 5%) adalah sebesar Rp159,90 triliun dengan bawah target indikatif Rp161,04 triliun. Sementara itu, dengan GWM 8%, test date sementara uang primer tersebut adalah Rp178,97 triliun, dibawah target indikatif Rp180,11 triliun. Dilihat dari sisi komponennya, penurunan uang primer tersebut bersumber dari turunnya saldo positif bank di BI.

Posisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan dibandingkan bulan Posisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan dibandingkan bulanPosisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan dibandingkan bulan Posisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan dibandingkan bulanPosisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebelumnya menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuhsebelumnya menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebelumnya menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuhsebelumnya menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebesar 9,15%.

sebesar 9,15%.sebesar 9,15%.

sebesar 9,15%.sebesar 9,15%. Peningkatan ini utamanya berasal dari naiknya M2 rupiah menjadi Rp881,04 triliun karena naiknya uang kuasi sebesar Rp8,48 triliun. Sementara itu, M1 relatif stabil dimana uang kartal menurun Rp0,79 triliun dan uang giral meningkat sebesar Rp0,85 triliun. Dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, peningkatan M2 tersebut utamanya disebabkan oleh pengaruh meningkatnya tagihan perbankan pada sektor swasta (Claims on Business Sector/CBS) dan meningkatnya NFA (Net Foreign Asset).

Kondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembangan Kondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembanganKondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembangan Kondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembanganKondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

yang semakin baik.yang semakin baik.

yang semakin baik.yang semakin baik. Total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), modal dan total kredit yang disalurkan menunjukkan kenaikan. Total aset meningkat menjadi Rp1280 triliun disusul DPK meningkat menjadi Rp959,3 triliun. Modal perbankan di sisi lain juga menunjukkan kenaikan menjadi Rp126,7 triliun dan jumlah kredit yang disalurkan meningkat menjadi Rp617,8 triliun. Indikator lainnya, Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Net Interest Margin (NIM) masing-masing meningkat menjadi 51,3% dan 6%. Kenaikan LDR ini diharapkan memberikan indikasi positif bagi pemulihan sektor riil khususnya melalui penyaluran kredit.

Uang primer menurun...

...sedangkan M2 meningkat dan M1 relatif stabil.

(3)

3

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Perkembangan Ekonomi, Moneter, dan Perbankan

Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang, dan Pasar Modal Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang, dan Pasar ModalInflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang, dan Pasar Modal Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang, dan Pasar ModalInflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Pasar Uang, dan Pasar Modal

Setelah mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi pada bulan Maret lalu, perkembangan harga bulan April menunjukkan penurunan (Grafik 1). Bulan April mencatat inflasi sebesar 0,34% (m-t-m) lebih rendah 1,57% daripada inflasi bulan Maret yang mencatat nilai 1,91% (m-t-m). Secara tahunan, perkembangan harga mencatat inflasi sebesar 8,12% (y-o-y) lebih rendah 0,69% dari periode sebelumnya yang mencatat 8,81% (y-o-y).

Inflasi bulan April lebih rendah daripada bulan Maret ...

...terutama berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

Apabila dilihat dari kelompok barang dan jasa, inflasi pada bulan April terjadi karena kenaikan yang terjadi utamanya pada harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,61% (m-t-m), kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,57% (m-t-m) dan kelompok transportasi dan komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,44% (m-t-m). Sementara itu, bahan makanan mencatat penurunan harga sebesar 0,21% (m-t-m). Selain itu, kelompok yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,17% disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,10% (Grafik 2).

Grafik 1. Tingkat Inflasi Grafik 2. Inflasi Berdasarkan Kelompok Barang

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

Sumber : BPS

4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0 16,0

2002 2003 2004 2005

-1,0 0,0 1,0 2,0 3,0

% y-o-y % m-t-m

m-t-m y-o-y

-1,00 0,00 1,00

Sumber : BPS

Sumbangan

Inflasi

Bahan Makanan Sandang Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Mkn Jadi, Mnm, Rokok & Temb. Perumahan Kesehatan Transportasi & Komunikasi

Grafik 3. Inflasi Inti Tahunan Grafik 4. Rata-rata Nilai Tukar Rupiah

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0 16,0

% y-o-y

2002 2003 2004 2005

Headline

Exclusion

Rp/USD

7.000 7.500 8.000 8.500 9.000 9.500 10.000

Sumber : Bloomberg diolah

2003 2004 2005

9,201 9,246

8,455 8,890

8,8958,9228,803

8,419 8,337 8,439

8,5018,487 8,386

8,4328,570 8,620

9,003 9,382

9,032 9,1809,1729,022 9,234 9,2529,378

9,558

8,508

8,230

(4)

Inflasi inti bulan April mencatat perkembangan yang relatif stabil. Inflasi inti hanya menurun sebesar 0,13% dari 7,17% (y-o-y) bulan Maret menjadi 7,04% (y-o-y) (Grafik 3). Perkembangan ini dikarenakan tekanan yang bersumber dari interaksi permintaan-penawaran masih belum memberikan dampak yang signifikan untuk menurunkan inflasi inti.

Nilai tukar rupiah selama bulan April cenderung melemah walaupun volatilitasnya masih relatif rendah. Rupiah secara rata-rata melemah 179 point dari Rp9378/ USD bulan Maret menjadi Rp9558/USD demikian pula secara point-to-point rupiah melemah 100 point dari Rp9468/USD pada bulan Maret menjadi Rp9568/USD. Sejalan dengan itu, rata-rata volatilitas pergerakan rupiah masih cukup rendah yaitu menurun 0,36% dari 0,62% pada bulan Maret menjadi 0,26% (Grafik 5).

Dari sisi eksternal, depresiasi yang terjadi pada rupiah berbanding terbalik dengan apresiasi yang terjadi pada beberapa mata uang dunia lainnya seiring dengan mencuatnya kembali kemungkinan relaksasi mata uang Cina. Selain itu, terdapat kecenderungan kenaikan suku bunga luar negeri Amerika Serikat yang mempengaruhi adjustment portfolio dana asing di dalam negeri. Sementara itu dari sisi internal, permintaan valas domestik disinyalir mempengaruhi tingginya permintaan valas oleh sektor korporasi untuk memenuhi genuine demand √khususnya kebutuhan impor.

Inflasi inti stabil.

...karena

pengaruh faktor eksternal dan domestik...

1 Sejak bulan Januari 2005 menggunakan selisih antara Global Bond Indonesia dengan US T Notes yang lebih mencerminkan yield spread.

Nilai tukar rupiah cenderung melemah...

Grafik 5. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah Grafik 6. Premi SWAP

0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0

Persen

2003 2004

2002 2005

Volatilitas Kurs Rp Rata-rata

Volatilitas

Okt Des Jan Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

2003 2004

1,0 3,0 5,0 7,0 9,0 11,0 Persen

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan

Optimisme investor terhadap prospek perekonomian Indonesia masih tetap baik. Indikator risiko jangka pendek maupun panjang (premi swap 1 s.d 12 bulan) pada bulan April relatif belum berubah seperti bulan Maret. Premi swap 1 dan 3 bulan keduanya hanya meningkat sebesar 50 bps menjadi 7,08% dan 7,38% demikian pula premi swap 6 dan 12 bulan keduanya juga hanya meningkat 50 bps menjadi 7,58% dan 7,85%. Selain itu, angka premi risiko yaitu yield spread antara Indonesian Global Bond dengan US T-Notes1, relatif stabil pada April.

Premi risiko hanya meningkat sebesar 85,3 point dari 231,1 bulan Maret menjadi 316,4 point (Grafik 6 dan 7).

(5)

5

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Seiring dengan cenderung melemahnya rupiah dan masih terkendalinya harga domestik selama bulan April dibandingkan dengan penguatan yang terjadi pada mata uang negara-negara partner dagang dengan kecenderungan kenaikan harga, indeks Real Effective Exchange Rate (REER) bulan April menurun dibandingkan bulan sebelumnya. REER menurun 1,46 poin dari 82,72 menjadi 81,27 (Grafik 8). Perkembangan yang sama nampak pula pada indeks Bilateral Real Exchange Rate-BRER yang juga menurun 0,27 poin dari 65,61 pada bulan Maret menjadi 65,34 (Grafik 9). Selain Indonesia, negara lain yang mengalami penurunan indeks adalah China, sedangkan negara-negara lainnya mengalami kenaikan indeks. Penurunan indeks tersebut menyebabkan tingkat competitiveness (daya saing) Indonesia secara riil di antara negara-negara partner dagang dinilai cukup kompetitif.

Indeks REER dan BRER menurun.

Grafik 7. Premi Resiko dan Kurs Rupiah2 Grafik 8. Real Effective Exchange Rate Mar Apr Mei Mei Jun Ags Sep Okt Okt Des Des Jan Feb Mar Apr

8400 8600 8800 9000 9200 9400 9600 9800 10000

150 200 250 300 350 400 450

2005 2004

Rp/USD

Yield Spread

Indeks

50 60 70 80 90 100

Sumber : CIEC dan blomber (diolah)

2002 2003

2001 2004 2005

Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

Sementara itu, suku bunga instrumen moneter pada bulan April tercatat meningkat. Suku bunga SBI 1 bulan meningkat 26 bps menjadi 7,70% dari 7,44% demikian pula SBI 3 bulan meningkat 20 bps dari 7,31% pada bulan Maret menjadi 7,51%. Hal yang sama terjadi pula untuk suku bunga FASBI yang meningkat 25 bps dari 7,00% pada bulan Maret menjadi 7,25% dan perkembangan ini diiringi dengan kenaikan suku bunga JIBOR 1 bulan sebesar 19 bps dari 7,45% pada bulan Maret menjadi 7,64% (Grafik 10).

Grafik 9. Bilateral Real Exchange Rate Grafik 10. Suku Bunga Instrumen Moneter dan Pasar Uang Indeks

55 60 65 70 75 80 85 90 95 100

2002 2003 2004 2005

Sumber : CEIC dan Bloomber (diolah)

Korea Selatan

Thailand

Singapura

Malaysia

Indonesia

RRC

Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Jan Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

Persen

7,00 7,20 7,40 7,60 7,80 8,00 8,20 8,40 8,60 8,80

6,40 6,60 6,80 7,00 7,20 7,40 7,60 7,80 8,00 8,20

2004 2005

FASBI

SBI 1 month JIBOR

Jan Feb Mar Apr Jun Jul Ags Sep Okt Des Jan Feb Mar Apr

2 Selisih antara Global Bond Indonesia dengan US treasury bills berjangka waktu 10 tahun Suku bunga SBI

(6)

Perkembangan suku bunga di atas juga diikuti oleh kenaikan suku bunga di pasar uang. Rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi dan sore selama bulan April mengalami kenaikan. Rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi meningkat 50 bps dari 5,95% pada bulan Maret menjadi 6,48% demikian pula rata-rata suku bunga PUAB O/N sore meningkat tipis 24 bps dari 4,66% bulan Maret menjadi 4,90% (Grafik 11). Peningkatan rata-rata suku bunga PUAB O/N pagi diikuti pula dengan naiknya rata-rata volume transaksi perdagangan yaitu sebesar Rp1,22 triliun demikian pula untuk PUAB O/N sore menunjukkan kenaikan tipis rata-rata volume transaksi perdagangan yaitu sebesar Rp0,42 triliun.

Sementara itu, walaupun terjadi kenaikan suku bunga instrumen moneter, suku bunga simpanan dan suku bunga kredit masih relatif stabil. Suku bunga simpanan hanya meningkat tipis sedangkan suku bunga kredit masih cenderung menurun. Suku bunga deposito 1 bulan meningkat tipis 4 bps dari 6,46% menjadi 6,50%, demikian pula suku bunga deposito 3 bulan meningkat tipis 6 bps dari 7,25% bulan Maret menjadi 7,31% (Grafik 12). Sementara itu, suku bunga kredit modal kerja dan investasi masih menurun masing-masing sebesar 6 bps dan 9 bps. Kredit modal kerja menurun dari 13,37% menjadi 13,31% sendangkan suku bunga investasi menurun dari

..., diiringi kenaikan pada suku bunga PUAB O/N pagi dan sore...

..., suku bunga deposito masih stabil dan tren penurunan suku bunga kredit masih berlanjut.

Grafik 11. Rata-rata Suku Bunga PUAB Pagi dan Sore

Grafik 12 Perkembangan Suku Bunga SBI, Deposito dan Penjaminan

Suku Bunga (%) Volume Pasar Uang (Miliar Rp)

0,0

Volume PUAB Pagi Volume PUAB Sore Sk. Bunga PUAB Pagi Sk. Bunga PUAB Sore

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

2005

SBI 1 Bulan Jam Dep. 1

Dep 1 WA

Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar

2003 2004 2005

Grafik 13. Perkembangan Suku Bunga Kredit Grafik 14. Covered Interest Rate Parity

Persen

2003 2004 2005

Kredit Investasi Kredit Konsumsi Kredit Modal Kerja

Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar

Persen

2002 2003 2004 2005

2,19 Covered Interest Rate Parity

Poly. (Covered Interest Rate Parity)

(7)

7

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

13,87% menjadi 13,78%. Suku bunga kredit konsumsi di sisi lain meningkat 10 bps dari 16,23% menjadi 16,33% (Grafik 13). Perkembangan ini diharapkan masih mendorong pertumbuhan sektor riil khususnya yang terkait dengan kegiatan investasi dan produksi.

Selain itu, walaupun selama bulan April JIBOR mengalami kenaikan namun demikian masih lebih rendah daripada kenaikan yang terjadi pada SIBOR dan premi swap sehingga covered interest parity (CIP) pada bulan April menurun 49 bps dari posisi negatif 2% menjadi negatif 2,49% (Grafik 14)3. SIBOR

selama bulan April meningkat 21 bps dari 2,88% menjadi 3,09% demikian pula premi swap meningkat menjadi 7,08%. Namun demikian, relatif terkendalinya perkembangan ekonomi domestik (nilai tukar, inflasi dan suku bunga) diharapkan masih menjadi insentif penanaman modal di dalam negeri.

Covered interest rate parity menurun.

3 Covered interest rate parity = suku bunga dalam negeri (JIBOR 1 bulan) √ suku bunga luar negeri (SIBOR 1

bulan) √ premi swap (1 bulan).

Secara umum, kondisi pasar saham selama bulan April masih relatif stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan April secara point to point ditutup menurun tipis 41,80 point menjadi 1038,35 dari posisi sebelumnya 1080,16. Aktifitas jual beli investor asing selama bulan April relatif berimbang dengan net jual akhir periode laporan sebesar Rp15,67 miliar. Secara rata-rata, investor asing masih melakukan net beli dengan pembelian tertinggi terjadi pada awal bulan yaitu sebesar Rp168,04 miliar. Kapitalisasi pasar mengalami penurunan yaitu sebesar Rp28,02 triliun dari Rp735,80 triliun bulan April menjadi Rp707,78 triliun (Grafik 15).

Di sisi lain, rata-rata nilai perdagangan di pasar saham secara point to point selama bulan April relatif stabil pada posisi Rp0,92 triliun. Demikian pula rata-rata volume perdagangan relatif tidak banyak berubah dari 2,25 miliar lembar saham pada akhir bulan Maret menjadi 1,03 miliar saham. Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan saham dari sisi eksternal utamanya adalah ancaman inflasi AS dan besarnya twin deficit yang direspon oleh bank sentral AS dengan menaikkan suku bunga Fed Fund sebesar 25 bps menjadi 2,75%

IHSG bergerak stabil ...

Grafik 15. IHSG dan Kapitalisasi

IHSG

330 430 530 630 730 830 930 1030 1130 1230

Sumber : BEJ

Kapitalisasi (Rp miliar)

200,000 300,000 400,000 500,000 600,000 700,000 800,000

Kapitalisasi

IHSG

Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Okt Des Feb Apr

2004

2003 2005

(8)

serta adanya sinyalemen bahwa kenaikan suku bunga ini akan terus berlanjut pada FOMC mendatang. Selain itu, faktor internal yang mempengaruhi aktivitas pasar saham adalah pengaruh pergerakan nilai tukar rupiah, redemption reksadana, dan naiknya suku bunga SBI.

Uang Primer Uang PrimerUang Primer Uang PrimerUang Primer

Posisi uang primer pada akhir bulan April menurun sebesar Rp2,01 triliun dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi Rp182,86 triliun. Berdasarkan pergerakan harian uang primer, posisi sementara test date rata-rata uang primer bulan April dengan menggunakan GWM lama (5%) adalah sebesar Rp159,90 triliun (tumbuh 14,3%, y-o-y), di bawah target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp161,04 triliun. Sementara itu, bila menggunakan ketentuan GWM baru (8%), test date sementara uang primer tersebut adalah Rp178,97 triliun juga masih di bawah target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp180,11 triliun (Grafik 16). Dilihat dari sisi komponennya, penurunan uang primer tersebut bersumber dari turunnya saldo positif bank di BI sebesar Rp4,19 triliun.

Uang primer menurun...

...terutama karena kontraksi NCG...

Apabila dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, penurunan uang primer tersebut utamanya bersumber dari kontraksi tagihan bersih kepada pemerintah (Net Claims on Government/NCG) sebesar Rp12,64 triliun sedangkan di sisi lain Operasi Pasar Terbuka (OPT) mengalami ekspansi sebesar Rp7,62 triliun yang utamanya bersumber dari ekspansi FASBI sebesar Rp49,2 triliun (Tabel 1).

Grafik 16. Uang Primer Grafik 17. Pergerakan Musiman Uang Kartal

Triliun Rp

115,0 125,0 135,0 145,0 155,0 165,0 175,0 185,0

Target Indikatif Aktual Test Date

Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

2002 2003 2004 2005

Miliar Rp

65.000 75.000 85.000 95.000 105.000 115.000 125.000

estimasi (2) = estimasi (1) + error

Aktual

estimasi (1) = trend+seasonal

Feb :III Mar : II Jan:I Jan:IV Feb:III Mar :II Apr :I April MeiJun :II Jul :IJulAgs:III Sep:II Okt: I Okt:IV Nop:III Des:IIJan:IJan:IV Feb:III Mar :II Apr :IApril MeiJun :II Jul :IJulAgs:III Sep:II Okt: I Okt:IV Nop:III Des:IIJan:IJan:IV Feb:III Mar :II Apr :IAprilMei Jul

Jul :II Jul :I Ags:III Sep:II Okt: I Okt:IV Nop:III Des:IIJan:IJan:IV April :I April

(9)

9

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Cadangan devisa bersih (NIR) pada bulan April meningkat sebesar USD0,27 miliar menjadi USD25,03 miliar (Grafik 18) sementara itu aktiva domestik bersih (NDA) di sisi lain menunjukkan menurun sebesar Rp3,94 triliun dari Rp11,60 triliun pada bulan Maret menjadi Rp7,66 triliun (Grafik 19).

..., NIR

184.879 181.684181.684181.684181.684181.684 180.085180.085180.085180.085180.085 182.204182.204182.204182.204182.204 182.863182.863182.863182.863182.863 -2.016-2.016-2.016-2.016-2.016

116.376 117.303 114.954 114.320 118.531 2.155

98.681 103.220 101.736 101.249 102.815 4.134

17.695 14.083 13.218 13.071 15.716 -1.979

67.798 63.703 64.414 67.160 63.603 -4.195

0 0 0 0 0 0

704 677 718 723 730 26

173.283 173.283173.283 173.283

173.283 173.761173.761173.761173.761173.761 173.214173.214173.214173.214173.214 180.710180.710180.710180.710180.710 175.203175.203175.203175.203175.203 1.9201.9201.9201.9201.920

11.596 11.596 11.596 11.596

11.596 7.9237.9237.9237.9237.923 6.8716.8716.8716.8716.871 1.4941.4941.4941.4941.494 7.6607.6607.6607.6607.660 -3.936-3.936-3.936-3.936-3.936

187.045 185.648 182.795 174.556 174.399 -12.646

15.909 15.892 15.886 15.889 15.859 -50

12.222 12.205 12.199 12.202 12.172 -50

0 0 0 0 0 0

3.687 3.687 3.687 3.687 3.68 70

33.685 33.721 33.740 33.737 33.766 81

-130.782 -133.003 -130.979 -131.440 -123.156 7.626

-57.610 -120.381 -68.260 -114.454 -106.296 -48.686

-73.172 -12.622 -69.876 -24.143 -23.972 49.200

-94.261 -94.335 -94.571 -91.248 -93.208 1.053

60.813 61.110 61.476 61.034 61.705 892

6.985 2.593 2.938 6.126 1.898 -5.087

Tabel 1. Uang Primer dan Faktor yang Mempengaruhinya

(Miliar Rp)

Uang kertas dan logam yang diedarkan - di masyarakat

- di perbankan

Giro bank pada Bank Indonesia porsi BBO & Bank tanpa TPL* Giro sektor swasta

Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR) Cadangan Devisa Bersih (NIR)

Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih Aktiva Domestik Bersih

1. Tagihan bersih kepada pemerintah 2. Tagihan pada bank komersial

a. Kredit likuiditas

b. Tagihan kepada BPPN dan bank non BPPN c. Utang lainnya

3. Tagihan lainnya 4. Operasi Pasar Terbuka

- SBI - FASBI

5. Lainnya Bersih (NOI) Memorandum item

*TPL = Third Party Liability

Grafik 18. Posisi NIR Grafik 19. Posisi NDA

(Miliar USD)

2003 2004 2005

NIR (adjusted target)

NIR (aktual)

Feb Apr Jun Ags Okt Des Mar Mei Jul Sep Nop Feb Apr

2005

Feb Apr Jun Ags Okt Des Mar Mei Jul Sep Nop Feb Apr

NDA (aktual) NDA

(10)

Likuiditas domestik Likuiditas domestikLikuiditas domestik Likuiditas domestikLikuiditas domestik

Posisi M2 pada akhir Maret mengalami peningkatan sebesar Rp8,54 triliun dari Rp1012,14 triliun pada bulan Februari menjadi Rp1020,69 triliun dan secara tahunan, M2 tumbuh sebesar 9,15%. Peningkatan ini utamanya berasal dari naiknya M2 rupiah sebesar Rp7,26 triliun menjadi Rp881,04 triliun yang terutama bersumber dari naiknya uang kuasi sebesar Rp8,48 triliun. Sementara itu, M1 relatif stabil dimana uang kartal menurun Rp0,79 triliun dan uang giral meningkat sebesar Rp0,85 triliun (Grafik 20).

M2 meningkat sementara M1 relatif stabilº

Dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, peningkatan M2 tersebut utamanya disebabkan oleh pengaruh meningkatnya tagihan perbankan pada sektor swasta (Claims on Business Sector/CBS) sebesar Rp17,18 triliun menjadi Rp640,72 triliun dan peningkatan NFA sebesar Rp4,10 triliun menjadi Rp268,48 triliun. Peningkatan CBS tersebut bersumber dari naiknya kredit sebesar Rp15,62 triliun yang utamanya bersumber dari naiknya kredit rupiah sebesar Rp12,69 triliun menjadi Rp457,62 triliun (Tabel 2).

...disebabkan oleh naiknya, CBS dan NFA.

Grafik 20. Pertumbuhan M1 & M2 Riil Grafik 21. Pertumbuhan Divisia dan M2 %, y-o-y

(10) (5) 0 5 10 15 20

2003 2004

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar M1 Riil

M2 Riil

2005

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar

Persen

-5,0 0,0 5,0 10,0 15,0 20,0 25,0

Growth Divisia M2 Growth M2 Poly. (Growth Divisia M2)

(11)

11

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Naiknya suku bunga deposito beberapa bps memberikan insentif bagi penempatan dana di perbankan sehingga indeks money divisia bulan Maret meningkat sebesar 0,48% menjadi 9,34% dan secara tren masih cenderung meningkat (Grafik 21). Namun demikian, rasio M1 dan M2 terhadap M0 terlihat menurun sehingga hal ini menyebabkan proses penciptaan uang mengalami penurunan seperti yang nampak dari turunnya Angka Pengganda Uang M1 (APU 1) dan Angka Pengganda Uang M2 (APU 2) (Grafik 22).

Indeks money - Uang Kartal - Uang Giral Uang Kuasi

- Uang Kuasi Rupiah = Deposito Rupiah = Tabungan Rupiah - Simpanan Valas (dalam miliar USD)

FAKTOR

Claims on Business Sector Kredit

- Kredit Rupiah - Kredit Valas Lainnya Nilai Tukar (posisi neraca)

Tabel 2. Perkembangan Uang Beredar Dalam Arti Luas

Des Des Des Des

Des JanJanJanJanJan MarMarMarMarMar DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan FebFebFebFebFeb MarMarMarMarMar %,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y%,y-o-y (Miliar Rp, Posisi)

INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER BESARAN MONETER

955.692 955.692 955.692 955.692

955.692 947.277947.277947.277947.277947.277 935.161935.161935.161935.161935.161 1.033.5281.033.5281.033.5281.033.5281.033.528 1.015.8741.015.8741.015.8741.015.8741.015.874 1.012.1451.012.1451.012.1451.012.1451.012.145 1.020.6931.020.6931.020.6931.020.6931.020.693 9,159,159,159,159,15

816.514 805.289 793.103 897.927 878.463 873.830 881.046 11,09

223.799 216.343 218.999 253.818 248.174 250.433 250.492 14,38

94.542 90.619 86.794 109.265 101.789 99.375 98.584 13,58

129.257 125.724 132.205 144.553 146.385 151.058 151.908 14,90

731.893 730.934 716.162 779.710 767.700 761.712 770.201 7,55

592.715 588.946 574.104 644.109 630.289 623.397 630.554 9,83

350.885 346.347 327.722 349.091 345.901 341.281 347.555 6,05

241.830 242.599 246.382 295.018 284.388 282.116 282.999 14,86

139.178 141.988 142.058 135.601 137.411 138.315 139.647 -1,70

16.44 16.82 16.54 14.60 14.99 14.92 14.73 -10,96

271.820 269.714 287.824 263.647 260.068 264.375 268.482 -6,72

479.885 486.229 449.011 498.019 488.807 474.725 456.274 1,62

466.826 461.827 477.504 615.802 612.852 623.541 640.720 34,18

437.942 432.738 446.593 553.548 549.017 560.753 576.380 29,06

342.027 335.129 347.363 438.881 435.518 444.925 457.619 31,74

95.917 97.610 99.231 114.667 113.499 115.828 118.761 19,68

28.884 29.089 30.911 62.254 63.835 62.788 64.340 108,15

-262.839 -270.493 -279.178 -343.940 -345.853 -350.496 -344.783 26,71

8.465 8.441 8.587 9.290 9.165 9.269 9.480

2004

2003 20052005200520052005

Grafik 22. APU 1, APU 2, dan rasio C/DPK

Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar

2003 2004 2005

(12)

Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan

Nilai CIF % Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan % Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan % Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd Mar 2005 Thd

Mar 2005 Thd Mar 2005 Thd Mar 2005 Thd

Mar 2005 Thd Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005 totaltotaltotaltotaltotal

Feb 2005

3.983,5 4.980,14.980,14.980,14.980,14.980,1 10.202,010.202,010.202,010.202,010.202,0 13.085,013.085,013.085,013.085,013.085,0 22,0222,0222,0222,0222,02 28,2628,2628,2628,2628,26 100,00100,00100,00100,00100,00

996,5 996,5 996,5 996,5

996,5 1.631,61.631,61.631,61.631,61.631,6 2.445,72.445,72.445,72.445,72.445,7 3.687,03.687,03.687,03.687,03.687,0 63,7363,7363,7363,7363,73 50,7550,7550,7550,7550,75 28,1828,1828,1828,1828,18

480,9 816,3 1,518,9 1.821,3 69,74 19,91 13,92

515,5 815,3 925,2 1.865,4 58,16 101,62 14,26

0,10 0,0 1,6 0,3 -100,00 -81,25 0,00

2.987,0 2.987,0 2.987,0 2.987,0

2.987,0 3.348,53.348,53.348,53.348,53.348,5 7.756,37.756,37.756,37.756,37.756,3 9.398,09.398,09.398,09.398,09.398,0 12,1012,1012,1012,1012,10 21,1721,1721,1721,1721,17 71,8271,8271,8271,8271,82 Tabel 4. Impor Indonesia

(Juta USD)

Sumber : BPS Total Impor Total Impor Total Impor Total Impor Total Impor

Migas

Februari MaretMaretMaretMaretMaret

2005 2005 2005 2005

2005 20052005200520052005

Jan - Mar

2004 20052005200520052005

Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan

Keterangan Nilai FOB Mar 2005 ThdMar 2005 ThdMar 2005 ThdMar 2005 ThdMar 2005 Thd% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005Jan - Mar 2005% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan% Perubahan % Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thd% Peran Thdtotaltotaltotaltotaltotal Feb 2005

6.378,6 7.247,77.247,77.247,77.247,77.247,7 15.037,615.037,615.037,615.037,615.037,6 19.758,519.758,519.758,519.758,519.758,5 13,6313,6313,6313,6313,63 31,3931,3931,3931,3931,39 100,00100,00100,00100,00100,00

1.338,3 1.338,3 1.338,3 1.338,3

1.338,3 1.766,41.766,41.766,41.766,41.766,4 3.540,23.540,23.540,23.540,23.540,2 4.329,24.329,24.329,24.329,24.329,2 31,9931,9931,9931,9931,99 22,2922,2922,2922,2922,29 21,9121,9121,9121,9121,91

567,6 824,0 1.481,3 1.939,9 45,17 30,96 9,82

123,8 185,4 315,3 377,5 49,76 19,73 1,91

646,9 757,0 1.743,6 2.011,8 17,02 15,39 10,18

5.040,3 5.040,3 5.040,3 5.040,3

5.040,3 5.481,35.481,35.481,35.481,35.481,3 11.497,411.497,411.497,411.497,411.497,4 15.429,315.429,315.429,315.429,315.429,3 8,758,758,758,758,75 34,2034,2034,2034,2034,20 78,0978,0978,0978,0978,09 Tabel 3. Impor Indonesia

(Juta USD)

Sumber : BPS Total Ekspor Total Ekspor Total Ekspor Total Ekspor Total Ekspor

Migas

Februari MaretMaretMaretMaretMaret

2005 2005 2005 2005

2005 20052005200520052005

Jan - Mar

2004 20052005200520052005

Sektor Eksternal Sektor EksternalSektor Eksternal Sektor EksternalSektor Eksternal

Nilai ekspor Indonesia selama bulan Maret tercatat sebesar USD7,24 miliar atau meningkat 13,63% dibandingkan USD6,38 miliar pada bulan sebelumnya (Tabel 3). Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh naiknya ekspor migas dan nonmigas sebesar masing-masing 31,99% dan 8,75% menjadi USD1,76 miliar dan USD5,48 miliar. Kontributor utama kenaikan ekspor migas adalah dari ekspor minyak mentah dan ekspor gas yang meningkat sebesar masing-masing USD0,25 miliar dan USD0,11 miliar menjadi USD0,82 miliar dan USD0,75 miliar.

Total ekspor meningkat...

Sejalan dengan itu, nilai impor pada bulan Maret juga mengalami peningkatan sebesar 25,12% dari USD3,98 miliar menjadi USD4,98 miliar. Peningkatan impor tersebut terutama disebabkan oleh naiknya impor migas dan non migas masing-masing 63,73% dan 12,10% menjadi USD1,63 miliar dan USD3,34 miliar pada bulan Maret. Komponen utama impor migas yang mengalami peningkatan adalah impor minyak mentah yang meningkat 69,74% menjadi USD0,81 miliar dan impor hasil minyak yang juga meningkat 58,16% menjadi USD0,81 miliar (Tabel 4).

(13)

13

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Posisi pinjaman luar negeri Indonesia pada bulan Maret menurun sebesar USD778 juta dari USD135,71 miliar bulan Februari menjadi USD134,93 miliar. Penurunan ini utamanya berasal dari turunnya posisi utang LN pemerintah sebesar USD394 juta sedangkan utang LN swasta relatif tetap (Tabel 5). Selain itu, utang LN dari surat-surat berharga mengalami penurunan sebesar USD448 juta dari USD4,68 miliar menjadi USD4,23 miliar.

Sementara itu, pembayaran pinjaman luar negeri pada bulan Maret meningkat sebesar USD446 juta dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga menjadi USD1,69 miliar. Peningkatan tersebut utamanya berasal dari naiknya pembayaran pokok pinjaman LN sebesar USD559 juta menjadi USD1,56 miliar sedangkan pembayaran bunga pinjaman LN menurun sebesar USD113 juta menjadi USD131 juta. Sementara itu, berdasarkan pemiliknya, kenaikan ini disebabkan oleh naiknya pembayaran pinjaman LN pemerintah sebesar USD410 juta menjadi USD1,06 miliar sedangkan pembayaran pinjaman LN swasta relatif tetap pada posisi USD628 juta (Tabel 6).

Posisi pinjaman luar negeri menurun...

...sedangkan pembayaran pinjaman LN meningkat.

2 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3 2 0 0 3

Pemerintah

PemerintahPemerintah

Pemerintah Pemerintah Swasta

SwastaSwasta

Swasta Swasta

Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan

Bank Non Bank

Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Bukan Lembaga Keuangan Surat-Surat Berharga

Surat-Surat BerhargaSurat-Surat Berharga

Surat-Surat Berharga Surat-Surat Berharga

Total

TotalTotal

Total Total

Tabel 5. Posisi Pinjaman Luar Negeri

(Juta USD)

* Angka Sementara

Mar MarMar Mar

Mar JunJunJunJunJun DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan JunJunJunJunJun DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan Feb*)Feb*)Feb*)Feb*)Feb*) Mar*)Mar*)Mar*)Mar*)Mar*)

74.513 74.513 74.513 74.513

74.513 76.00876.00876.00876.00876.008 81.66681.66681.66681.66681.666 81.48081.48081.48081.48081.480 78.59178.59178.59178.59178.591 80.27880.27880.27880.27880.278 79.31379.31379.31379.31379.313 78.66278.66278.66278.66278.662 78.26878.26878.26878.26878.268

53.750 53.750 53.750 53.750

53.750 53.28853.28853.28853.28853.288 51.94251.94251.94251.94251.942 52.83952.83952.83952.83952.839 52.08052.08052.08052.08052.080 52.50152.50152.50152.50152.501 52.42552.42552.42552.42552.425 52.36652.36652.36652.36652.366 52.43052.43052.43052.43052.430

7.806 7.806 7.806 7.806

7.806 7.0567.0567.0567.0567.056 7.5377.5377.5377.5377.537 7.7267.7267.7267.7267.726 7.5877.5877.5877.5877.587 8.1808.1808.1808.1808.180 8.0148.0148.0148.0148.014 8.0968.0968.0968.0968.096 8.0858.0858.0858.0858.085

4.850 4.059 4.316 4.385 3.766 3.872 3.725 3.850 3.751

2.956 2.997 3.221 3.341 3.821 4.308 4.289 4.246 4.334

45.944 45.944 45.944 45.944

45.944 46.23246.23246.23246.23246.232 44.40544.40544.40544.40544.405 45.11345.11345.11345.11345.113 44.49344.49344.49344.49344.493 44.32144.32144.32144.32144.321 44.41144.41144.41144.41144.411 44.27044.27044.27044.27044.270 44.34544.34544.34544.34544.345

1.203 1.203 1.203 1.203

1.203 1.2901.2901.2901.2901.290 1.7941.7941.7941.7941.794 1.7591.7591.7591.7591.759 2.4672.4672.4672.4672.467 3.3613.3613.3613.3613.361 4.3784.3784.3784.3784.378 4.6874.6874.6874.6874.687 4.2394.2394.2394.2394.239

129.466

129.466129.466

129.466129.466 130.586130.586130.586130.586130.586 135.402135.402135.402135.402135.402 136.078136.078136.078136.078136.078 133.138133.138133.138133.138133.138 136.140136.140136.140136.140136.140 136.116136.116136.116136.116136.116 135.715135.715135.715135.715135.715 134.937134.937134.937134.937134.937

2 0 0 4 2 0 0 4 2 0 0 4 2 0 0 4

(14)

Sektor Riil Sektor RiilSektor Riil Sektor RiilSektor Riil

Perkembangan konsumsi masih sejalan dengan prakiraan, walaupun mengindikasikan pertumbuhan yang menurun. Konsumsi tersebut terutama masih dalam bentuk konsumsi bukan makanan yang didorong oleh peningkatan pendapatan disposable masyarakat, yang diiringi oleh masih rendahnya suku bunga riil simpanan dan tersedianya kemudahan pembiayaan untuk konsumsi. Selain itu, investasi juga masih mencatat kenaikan seiring dengan peningkatan penanaman modal dan rencana investasi. Ekspor riil diperkirakan tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya permintaan eksternal, sementara impor masih mencatat pertumbuhan yang masih tinggi terkait kegiatan investasi dan produksi di dalam negeri. Di sisi penawaran, laju pertumbuhan sektoral menunjukkan peningkatan sesuai dengan prakiraan, tercermin dari masih tingginya laju pertumbuhan pada sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Namun demikian, keyakinan konsumen terhadap kondisi pendapatan dan perkembangan perekonomian Indonesia ke depan (hasil Survei Konsumen) menunjukkan indikasi penurunan. Penurunan keyakinan ini diduga merupakan dampak dari penerapan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Indeks keyakinan konsumen bulan April menurun 3,4 poin dari 91,8 menjadi 88,4 diikuti penurunan pada indeks kondisi ekonomi saat ini yang menurun 4,6 poin dari 79,8 menjadi 75,1 demikian pula ekspektasi konsumen menurun 2,1 poin dari 103,8 menjadi 101,7 (Grafik 23). Hal ini pun dikonfirmasi oleh hasil survei perusahaan Jepang di Asia (JETRO) dimana permintaan domestik, permintaan ekspor dan inventory cenderung menurun (Grafik 24).

...dari sisi

Tabel 6. Realisasi Pembayaran Pinjaman Luar Negeri Indonesia

Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total Pembayaran Pinjaman Luar Negeri / Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing Total External Debt Servicing - Pokok / Principal - Bunga / Interest

A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government A. Pemerintah / Government

- Pokok / Principal - Bunga / Interest

B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private B. Swasta / Private - Pokok / Principal - Bunga / Interest

B.1. Lembaga Keuangan / Financial Institution B.1. Lembaga Keuangan / Financial Institution B.1. Lembaga Keuangan / Financial Institution B.1. Lembaga Keuangan / Financial Institution B.1. Lembaga Keuangan / Financial Institution

- Pokok / Principal - Bunga / Interest 1.

1. 1. 1. 1. BankBankBankBankBank

- Pokok / Principal - Bunga / Interest 2.

2. 2. 2.

2. Bukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank InstitutionsBukan Bank / Non Bank Institutions - Pokok / Principal

- Bunga / Interest

B.2. Bukan Lembaga Keuangan / Non Financial Institution B.2. Bukan Lembaga Keuangan / Non Financial Institution B.2. Bukan Lembaga Keuangan / Non Financial Institution B.2. Bukan Lembaga Keuangan / Non Financial Institution B.2. Bukan Lembaga Keuangan / Non Financial Institution

- Pokok / Principal - Bunga / Interest

(Juta USD)

* Angka Sementara

Jan JanJan

JanJan JunJunJunJunJun DesDesDesDesDes 2 0 0 4

Jan Mar*)Mar*)Mar*)Mar*)Mar*) Feb*)Feb*)Feb*)Feb*)Feb*)

18.900 18.90018.900 18.900

18.900 1.4641.4641.4641.4641.464 2.6972.6972.6972.6972.697 2.7512.7512.7512.7512.751 1.2051.2051.2051.2051.205 1.2481.2481.2481.2481.248 1.6941.6941.6941.6941.694

15.669 1.216 2.123 2.152 1.005 1.004 1.563

3.231 248 574 599 200 244 131

6.450 6.450 6.450 6.450

6.450 680680680680680 1.1471.1471.1471.1471.147 1.3761.3761.3761.3761.376 494494494494494 656656656656656 1.0661.0661.0661.0661.066

4.000 456 682 874 331 470 977

2.451 224 465 502 163 186 89

12.449 12.44912.449 12.449

12.449 784784784784784 1.5501.5501.5501.5501.550 1.3751.3751.3751.3751.375 711711711711711 592592592592592 628628628628628

11.669 760 1.441 1.278 674 534 586

780 24 109 97 37 58 42

5.656 5.656 5.656 5.656

5.656 382382382382382 791791791791791 580580580580580 400400400400400 389389389389389 294294294294294

5.521 379 780 564 395 385 283

136 3 11 16 5 4 11

5.078 5.078 5.078 5.078

5.078 351351351351351 756756756756756 465465465465465 352352352352352 327327327327327 219219219219219

4.965 349 746 451 349 324 211

6.793 402402402402402 759759759759759 795795795795795 311311311311311 203203203203203 334334334334334

6.148 381 661 714 279 149 303

(15)

15

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Kondisi Perbankan Kondisi PerbankanKondisi Perbankan Kondisi PerbankanKondisi Perbankan

Kondisi perbankan sampai dengan bulan Maret menunjukkan perkembangan yang membaik. Total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), modal dan total kredit yang disalurkan menunjukkan kenaikan selama bulan Maret. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR), Gross Non Performing Loan (NPL) dan Net Interest Margin (NIM) menunjukkan perbaikan. Sementara itu, NPL net dan Capital Adequacy Ratio (CAR) relatif stabil (Tabel 7). Total aset meningkat sebesar Rp17,60 triliun dari Rp1263 triliun menjadi Rp1280 triliun disusul DPK meningkat Rp10,5 triliun dari Rp948,8 triliun menjadi Rp959,3 triliun. Modal perbankan di sisi lain juga menunjukkan kenaikan sebesar Rp1,3 triliun menjadi Rp126,7 triliun dan jumlah kredit yang disalurkan meningkat sebesar RpRp16 triliun dari Rp601,8 triliun menjadi Rp617,8 triliun.

Kinerja

perbankan masih membaik...

Grafik 23. Survei Konsumen Grafik 24. Survei JETRO Indeks

40,0 60,0 80,0 100,0 120,0

optimis pesimis

Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini

Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Dec Feb Apr

2002 2003 2004 2005 Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr

Difussion Index

-50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50

Permintaan:ekspor Permintaan: domestik

Inventory Harga jual:domestik

2001 2002 2003 2004 2005

Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan Keterangan

1.112,2 1.068,4 1.157,2 1185,7 1272,0 1258,4 1263,0 1280,6

835,8 902,3 889,1 912,8 963,0 950,1 948,8 959,3

410,3 477,2 475,0 528,7 595,0 590,7 601,8 617,8

38,4 43,2 40,1 46,4 50,0 49,5 50,5 51,3

23,0 19,3 23,8 20,9 19,4 22,3 22,0 21,7

8,1 8,2 8,2 7,6 5,8 5,9 6,0 5,6

2,1 3,0 2,8 2,1 1,7 1,7 1,7 1,9

4,0 3,2 5,2 5,4 6,3 5,8 5,4 6,0

93,0 110,8 117,9 108,6 118,6 122,3 125,4 126,7

(Triliun Rp)

Total Asset DPK Kredit LDR (%) CAR (%) NPLs : - Gross (%) - Net (%) NIM (%) Modal

Des-02 Des-02 Des-02 Des-02

Des-02 Des-03Des-03Des-03Des-03Des-03 Jan-04Jan-04Jan-04Jan-04Jan-04 Jun-04Jun-04Jun-04Jun-04Jun-04 Des-04Des-04Des-04Des-04Des-04 Jan-05Jan-05Jan-05Jan-05Jan-05 Feb - 05Feb - 05Feb - 05Feb - 05Feb - 05 Mar - 05Mar - 05Mar - 05Mar - 05Mar - 05 Tabel 7. Kondisi Umum Perbankan

B a n k B a n k B a n k B a n k B a n k

... NPL dan CAR relatif stabil.

(16)

Sementara itu, kenaikan yang terjadi pada jumlah kredit berasal dari naiknya kredit modal kerja, kredit konsumsi dan kredit investasi (Grafik 26). Kredit modal kerja meningkat Rp9,64 triliun (3,39%) dibandingkan bulan Februari dari Rp284,01 triliun menjadi Rp293,65 triliun disusul kredit konsumsi yang meningkat sebesar Rp4,12 triliun (2,59%) dari Rp158,86 triliun menjadi Rp162,98 triliun. Sementara itu kredit investasi juga meningkat walaupun lebih rendah daripada 2 jenis kredit sebelumnya yaitu sebesar Rp1,87 triliun (1,59%) dari Rp117,89 triliun menjadi Rp119,76 triliun (Grafik 27).

Ketiga jenis kredit meningkat.

Grafik 25. Perkembangan NPL Grafik 26. Persetujuan dan Realisasi Kredit Baru

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000

2004

2002 2003 2005

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar0,0

10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0

Miliar Rp Proporsi (%)

Persetujuan Realisasi Proporsi

Grafik 27. Kredit Rupiah Perbankan

Kredit Total Kredit (Triliun Rp)

0,0 50,0 100,0 150,0 200,0 250,0 300,0 350,0

300 330 360 390 420 450 480 510 540 570 600 630 660 690 720

Channeling Total Kredit Total Adjst Investasi Konsumsi Modal Kerja

Mar Sep Jan Mar Sep Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar

2002 2003 2004 2005

0,0 2,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0

0 100 200 300 400 500 600

Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar

Persen Triliun Rp

2005 2004

2003 2002

(17)

17

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Indikator lainnya, Loan to Deposit Ratio (LDR) dan NIM pada bulan Maret masing-masing meningkat sebesar 0,8% dan 0,6% menjadi 51,3% dan 6%. Kenaikan pada LDR dan NIM ini diharapkan memberikan indikasi positif bagi pemulihan sektor riil khususnya melalui penyaluran kredit (Grafik 29).

LDR dan NIM masih naik.

Grafik 28. Dana Pihak Ketiga Grafik 29. Perkembangan Posisi NIM Perbankan Triliun Rp

2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0 5,5 6,0 6,5 7,0

Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar Mei Jul Sep Nop Jan Mar

2003 2004 2005

Triliun Rp

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

2004

2003 2005

800 820 840 860 880 900 920 940 960 980

Total DPK (Triliun Rp)

Giro Tabungan Deposito Total

(18)

Prospek

Perkembangan ekonomi ke depan masih menunjukkan arah yang sejalan Perkembangan ekonomi ke depan masih menunjukkan arah yang sejalanPerkembangan ekonomi ke depan masih menunjukkan arah yang sejalan Perkembangan ekonomi ke depan masih menunjukkan arah yang sejalanPerkembangan ekonomi ke depan masih menunjukkan arah yang sejalan dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi 5%√6% (y-o-y)

dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi 5%√6% (y-o-y)dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi 5%√6% (y-o-y)

dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi 5%√6% (y-o-y)dengan prakiraan awal pertumbuhan ekonomi 5%√6% (y-o-y)44444 untuk triwulan untuk triwulan untuk triwulan untuk triwulan untuk triwulan

II-2005. II-2005. II-2005.

II-2005. II-2005. Perkembangan konsumsi masih sejalan dengan prakiraan, walaupun pertumbuhannya cenderung melambat. Sementara itu, investasi masih mencatat kenaikan dan sejalan dengan prakiraan seiring dengan peningkatan penanaman modal dan rencana investasi, peningkatan impor barang modal, serta dukungan dari sisi pembiayaan. Ekspor riil diperkirakan tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya permintaan eksternal, sementara impor masih mencatat pertumbuhan yang masih tinggi terkait kegiatan investasi dan produksi di dalam negeri.

Perkembangan inflasi untuk triwulan II-2005 diperkirakan masih sesuai dengan Perkembangan inflasi untuk triwulan II-2005 diperkirakan masih sesuai denganPerkembangan inflasi untuk triwulan II-2005 diperkirakan masih sesuai dengan Perkembangan inflasi untuk triwulan II-2005 diperkirakan masih sesuai denganPerkembangan inflasi untuk triwulan II-2005 diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi semula.

proyeksi semula. proyeksi semula.

proyeksi semula. proyeksi semula. Tekanan inflasi yang bersumber dari interaksi permintaan-penawaran pengaruhnya diperkirakan masih belum signifikan. Sementara itu, faktor yang diperkirakan akan mempengaruhi inflasi ke depan utamanya berasal dari pergerakan nilai rupiah dan ekspektasi inflasi.

Perkembangan nilai tukar rupiah triwulan II-2005 ke depan diperkirakan masih Perkembangan nilai tukar rupiah triwulan II-2005 ke depan diperkirakan masihPerkembangan nilai tukar rupiah triwulan II-2005 ke depan diperkirakan masih Perkembangan nilai tukar rupiah triwulan II-2005 ke depan diperkirakan masihPerkembangan nilai tukar rupiah triwulan II-2005 ke depan diperkirakan masih stabil.

stabil. stabil.

stabil. stabil. Namun demikian, terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan antara lain faktor eksternal terkait dengan kecenderungan peningkatan suku bunga LN dan faktor domestik yaitu munculnya ekspektasi depresiasi akibat pengaruh tekanan inflasi serta permintaan valas akibat dari cenderung meningkatnya kegiatan impor.

... perkiraan inflasi TW II-2005 belum berubah... Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih sesuai dengan proyeksi...

4 Sejak akhir Mei 2004, BPS mengubah tahun dasar PDB dari tahun 1993 menjadi 2000. ...nilai tukar

(19)

19

Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter * angka BPS berdasarkan tahun dasar 2000

r) revisi 1) minggu terakhir 2) rata2 tertimbang

3) penutupan pada akhir periode 4) closed file

Sumber : Bank Indonesia, kecuali data pasar modal (BAPEPAM), IHK, ekspor/impor dan PDB dari BPSw. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*)w. I 2004*) Jan

JanJan Jan

Jan MarMarMarMarMar DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan JunJunJunJunJun DesDesDesDesDes JanJanJanJanJan MarMarMarMarMar AprAprAprAprApr SEKTOR KEUANGAN

SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN SEKTOR KEUANGAN

Indikator Terkini

12.69 12.69 12.69 12.69

12.69 11.4011.4011.4011.4011.40 8.318.318.318.318.31 7.867.867.867.867.86 7.347.347.347.347.34 7.437.437.437.437.43 7.427.427.427.427.42 7.447.447.447.447.44 7.77.77.77.77.7

12.94 11.97 8.34 8.15 7.25 7.29 7.29 7.31 7.51

12.64 11.90 6.62 6.27 6.23 6.43 6.43 6.50 na

13.49 12.90 7.14 6.68 6.31 6.71 6.71 6.93 na

12.71 11.72 8.35 7.99 7.15 7.14 7.13 7.16 7.38

425 398 692 753 730 1,004 1,046 1,080 1,038

127,407 127,407 127,407 127,407

127,407 125,211125,211125,211125,211125,211 166,474166,474166,474166,474166,474 147,039147,039147,039147,039147,039 166,474166,474166,474166,474166,474 199,446199,446199,446199,446199,446 183,747183,747183,747183,747183,747 184,878184,878184,878184,878184,878 182,863182,863182,863182,863182,863 180,111

180,111 180,111 180,111

180,111 181,239181,239181,239181,239181,239 223,799223,799223,799223,799223,799 216,343216,343216,343216,343216,343 233,717233,717233,717233,717233,717 253,818253,818253,818253,818253,818 248,174248,174248,174248,174248,174 250,492250,492250,492250,492250,492 nanananana

75,908 72,323 94,542 90,619 97,565 109,265 101,789 98,584 102,815

104,203 108,916 129,257 125,724 136,152 144,553 146,385 151,908 na

873,683 873,683 873,683 873,683

873,683 877,776877,776877,776877,776877,776 955,692955,692955,692955,692955,692 947,277947,277947,277947,277947,277 975,157975,157 1,033,528975,157975,157975,157 1,033,5281,033,5281,033,5281,033,528 1,015,8741,015,8741,015,8741,015,8741,015,874 1,020,6931,020,6931,020,6931,020,6931,020,693 nanananana

693,572 696,537 731,893 730,934 741,440 779,710 767,700 770,201 na

550,357 558,977 592,715 588,946 593,450 644,109 630,289 630,554 na

362,553 370,692 350,885 346,347 334,336 349,091 345,901 347,555 na

187,804 188,285 241,830 242,599 259,114 295,018 284,388 282,999 na

143,215 137,560 139,178 141,988 147,990 135,601 137,411 139,647 na

730,468 740,216 816,514 805,289 827,176 897,927 878,463 881,046 na

382,536 382,536 382,536 382,536

382,536 400,353400,353400,353400,353400,353 466,826466,826466,826466,826466,826 461,827461,827461,827461,827461,827 549,966549,966549,966549,966549,966 615,802615,802615,802615,802615,802 612,852612,852612,852612,852612,852 640,720640,720640,720640,720640,720 nanananana 358,084

358,084 358,084 358,084

358,084 376,141376,141376,141376,141376,141 437,942437,942437,942437,942437,942 432,738432,738432,738432,738432,738 486,067486,067486,067486,067486,067 553,548553,548553,548553,548553,548 549,017549,017549,017549,017549,017 576,380576,380576,380576,380576,380 nanananana

0.80 -0.23 0.94 0.57 0.48 1.04 1.43 1.91 0.34

8.74 7.12 5.06 4.82 6.83 6.4 7.32 8.81 8.12

8,940 8,908 8,465 8,441 9,400 9,270 9,167 9,468 9,568

3,936 4,008 3,717 3,837 4,340 5,122 4,910 5,481 na

2,322 2,267 2,335 2,049 2,721 3,591 2,938 3,349 na

21.81 22.68 24.20 24.00 23.70 24.40 24.63 24.76 25.03

4.35 4.35 4.35 4.35

4.35 5.135.135.135.135.13

5.01 6.89 SUKU BUNGA & SAHAM

SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM SUKU BUNGA & SAHAM Suku bunga SBI 1 bln 1)

BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) BESARAN MONETER (miliar Rp) Base Money

Uang Kartal (C) Uang giral (D)

Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T) Broad Money (M2 = C+D+T)

Uang kuasi (T) Uang kuasi (Rupiah)

Deposito Tabungan Deposito (Valas) M2 - Rupiah

Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Tagihan pada Dunia Usaha Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum Kredit-Bank Umum

Inflasi bulanan (%) y-y %

Rp/USD (akhir periode, nilai tengah) Ekspor Barang Non migas (f.o.b, juta USD) 4)

Impor Barang Non migas (c & f, juta USD) 4)

Net International Reserve (juta USD)

Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy) Pertumbuhan PDB (% yoy)

Gambar

Grafik 1. Tingkat Inflasi
Grafik 5. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah
Grafik 9. Bilateral Real Exchange Rate
Grafik 11. Rata-rata Suku Bunga
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program Diploma hanya satu atribut yang perlu diperbaiki yaitu sikap para pegawai administrasi dalam memberikan pelayanan (misalnya : keramahan dan kesopanan) dan atribut ini

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi minyak kelapa murni (VCO) secara signifikan dapat berpengaruh penurunan kadar gula darah, dimana kandungan asam

Perbedaan pertama penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Praptika dan Rasmini (2016) yaitu adanya penambahan variabel kompleksitas operasi terhadap

dengan kepuasan nasabah. Dari data-data yang telah disajikan dapat dilihat pengaruh layanan Mobile 
 Banking terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Mandiri ini sangat baik.

Maka, kajian ini memberikan sumbangan yang signifikan kepada literatur dengan mengenalpasti impak perubahan hasil berasaskan petroleum terhadap cukai bukan petroleum, belanja

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tentang Penerapan Pembelajaran model moral reasoning untuk membentuk moralitas dan karakter pada pembelajaran PKn

(SFE) adalah suatu cara dalam penyampaian materi ajar dengan terlebih dahulu memberikan informasi kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa, lalu

Kajian ini menggunakan teori penyebaran inovasi untuk melihat pengaruh dan kriteria peribadi seseorang yang telah berjaya dalam komuniti untuk diangkat sebagai pemimpin