• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum RisTek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum RisTek"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1951

TENTANG

PERUBAHAN RAYON KEMAHALAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang :

bahwa berhubung dengan kenaikan harga penghidupan pada umumnya, ternyata perlu sekali menambah jumlah rayon kemahalan, seperti termuat dalam lampiran C dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 16 tahun 1950 dan dalam tabel 11 dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 17 tahun 1950;

bahwa juga perlu sekali untuk meninjau kembali pembagian rayon termaksud dalam lampiran D dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 16 tahun 1950 dan tabel I dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 17 tahun 1950, sebagaimana telah dirobah dengan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1951;

Mengingat :

a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 16 tahun 1950 (Lembaran-Negara No. 46/1950);

b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 17 tahun 1950 (Lembaran-Negara No. 47/1950);

c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 25 tahun 1950 (Lembaran-Negara No. 64/1950);

d. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1951 (Lembaran-Negara No. 28/1950)

Mengingat pula :

Pasal 98 dari Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia; Mendengar :

Dewan Menteri dalam sidangnya pada tanggal 24 Juli 1951;

MEMUTUSKAN Menetapkan :

(2)

Pasal I.

Lampiran-lampiran C dan D dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 16 tahun 1950 dan tabel-tabel I dan II dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 17 tahun 1950, (Lampiran D dan Tabel I sebagaimana telah dirobah dalam Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 195 1), berturut-turut diganti dengan Lampiran-lampiran baru C dan D, dan Tabel-tabel baru I dan 11 yang dilampirkan pada Peraturan Pemerintah ini.

Pasal II

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku surut sampai tanggal I Juli 1951.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1951

WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MOHAMMAD HATTA

MENTERI URUSAN PEGAWAI, SOEROSO

MENTERI KEUANGAN, JUSUF WIBISONO Diundangkan

(3)

LAMPIRAN

PERATURAN PEMERINTAH No. TAHUN 1951 TENTANG PERUBAHAN RAYON KEMAHALAN.

Lampiran D baru yang kedua dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 16 tahun 1950 dan Tabel I baru yang kedua dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 17 tahun 1950.

Pembagian Rayon. Mulai berlaku terhitung dari tanggal 1 Juli 1951.

Daftar Daerah (Rayon) menurut tingkatan kemahalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1950 dan pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1950.

JAWA:

Jakarta Raya ... Rayon VIII I. Propinsi Jawa-Barat

a. Karesidenan Banten... " VII Karesidenan Jakarta... " VII Karesidenan Bogor... " VII Kabupaten Bandung... " VII Kabupaten Cirebon... " VII Kabupaten Kuningan... " VII b. Daerah lainnya Propinsi Jawa-Barat " VI II. Propinsi Jawa-Tengah... " VI III. Propinsi Jawa-Timur... " VI Daerah Istimewa Jogyakarta... " VI SUMATERA.

IV. Propinsi Sumatera Utara.

a. Aceh:1. Daerah Wilayah (afdeling) Groot

Aceh (Kutaraja) dahulu... " IX 2. Daerah lainnya Karesidenan Aceh

& Onderhorigh. dahulu... " VIII b. Daerah Karesidenan Sumatera Timur dahulu :

1. Onderafdeling Labuhanbatu

(Ran-tauprapat)... " X 2. Daerah lainnya Karesidenan

Suma-tera Timur dahulu... " IX c. Daerah Karesidenan Tapanuli dahulu :

1. Onderafdeling2 Sibolga dan

(4)

2. Daerah lainnya Karesidenan Tapanuli

dahulu... " VIII V. Propinsi Sumatera Tengah.

1. Onderafdeling2 Tanjungpinang...dahulu Rayon III

Karimun (Tanjungbalai)... " " IV Lingga (Dabo-Singkep)... " " IV Pulau Tujuh (Terampa)... " " IV Kerinci-Indrapura (Sungai-Penuh) " " VIII Painan... " " VIII Mentawai-eilanden

(Sikakap-Sawangtunggu)... " " VIII Padang... " " X Meninjau... " " XI Jambi... " " XI Muara Tembesi... " " XI Muara Tebo... " " XI Bangko... " " XI Muara Bungo... " " XI Sarolangun... " " XI Indragirische Bovenianden

(Re-ngat)... " " XII Indragirische Benedenlanden

(Tembilahan)... " " XII Kuantan districtcn (Taluk)... " " XII Bengkalis... " " XII Selat Panjang... " " XII Siak (Siak-Sri-indrapura)... " " XII Bagan Siapi-api... " " XII Rokan (Pasir Pangarajan)... " " XII Kampar-kiri (Pakan-baru)... " " XII 2. Daerah lainnya dari Propinsi

Sumatera-Tengah... " " IX VI. Propinsi Sumatera Selatan.

1. Onderafdcling2 : Mana...dahulu Rayon VIII

(5)

Kroe (Liwa)... " " IX Lais... " " X

Ogan-Ulu (Baturaja)... " " IX Muara dua... " " IX Komering Ulu (Martapura)... " " IX Kotabumi... " " IX Lematang Ilir (Muara Enim)... " " XI Rawas (Surulangun)... " " XI Musi Ilir & Kubu-strcken (Sekaju) " " XI 2. Daerah lainnya dari Propinsi

Sumatera Selatan... " " X VII. Propinsi-Kalimantan.

a. Onderafdeling2 Pulau-Luat

Tanahbumbu (Kotabaru)...dahulu Rayon VIII

Oost Kutai (Samarinda)... " " VIII Balikpapan... " " VIII West Kutai (Tenggarong)... " " VIII Pasir (Tanahgrogot)... " " VIII Boven Mahakam (Longiram)... " " VIII Bulongan (Tanjungseilor)... " " VIII Berau (Tanjung Redeb)... " " VIII Tarakan... " " IX Tidungse-landen (Malinau)... " " IX Apau Kajan (Longnawang)... " " IX Sanggau & Sekadau (Sanggau).... " " IX Boven Kapuas (Putusibau)... " " IX Beneden Matan + Boven Matan

(Ketapang)... " " IX Sukadana... " " IX b. Daerah lainnya dari Propinsi

Kali-mantan... " " X VIII. Propinsi Sulawesi.

a. Daerah Minahasa... Rayon VIII

b. Daerah Sulawesi Utara... " VIII c. Daerah Sulawesi Tengah :

1. Daerah bagian Kolonedale.... " VII 2. Daerah bagian Donggala... " VIII 3. Daerah bagian Palu... " VIII 4. Daerah bagian Parigi... " VIII 5. Daerah bagian Banggai (Luwuk) " VIII 6. Daerah bagian Toli-Toli

(6)

7. Daerah bagian Poso... " IX d. Daerah Sangihe + Talaud (Tahuna). " IX e. Daerah Sulawesi Selatan :

1. Daerah bagian Jeneponto... " VI 2. Daerah bagian Maros... " VI 3. Daerah bagian Pangkajene.... " VI 4. Daerah bagian Sinjai... " VI 5. Daerah Saleier (Benteng).... " VI 6. Daerah bagian Enrekang... " VI 7. Daerah bagian Barru

(Sumpang-binang gae)... " VI 8. Daerah bagian Makale-Rantapao

(Makale)... " VI 9. Daerah lainnya dari Sulawesi

Selatan... " VII IX. Propinsi Maluku.

a. Daerah Maluku Utara

1. Daerah bagian Sulu-eilanden (Sanana)" VII 2. Daerah bagian Bacan (Labuha)... " VIII 3. Daerah bagian Weda... " VIII 4. Daerah bagian Morotai... " VIII 5. Daerah bagian Ternate... " VIII 6. Daerah bagian Jaelolo... " VIII 7. Daerah bagian Tobelo... " IX b. Daerah Maluku Selatan :

1. Daerah bagian Saparua... Rayon VII 2. Daerah bagian Tanimbar-eilanden

(Saumlakki)... " VII 3. Daerah bagian Zuidwester-eilanden

(Wonreli)... " VII 4. Daerah bagian Banda (Bandaneira). " VII 5. Daerah bagian Amahai... " VII 6. Daerah bagian Oost-Ceram,Ceram Laut

dan Ceram (Geser)... " VIII 7. Daerah bagian West-Ceram (Piru).. " VIII 8. Daerah bagian Wahai... " VIII 9. Daerah bagian Kei-eilanden (Tual) " VIII 10. Daerah bagian Aru-eilanden (Dobo) " VIII 11. Daerah bagian Amboina..." IX 12. Daerah bagian Buru (Namlea)... " IX X. Propinsi Sunda Kecil.

(7)

1. Daerah bagian Tabanan... " VI 2. Daerah bagian Gianyar... " VI 3. Daerah bagian Buleleng (Singaraja) " VI 4. Daerah bagian Bandung (Denpasar). " VI 5. Daerah bagian Klungkung..." VI 6. Daerah bagian Karangasem... " VI 7. Daerah bagian Jembrana (Negara).. " VII b. Daerah Lombok... " VI c. Daerah Timor dan kepulauannya... " VII d. Daerah Sumba... " VII e. Daerah Flores :

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan dihasilkan peningkatan kemampuan guru dalam mendesain media pembelajaran berbasis TIK, hal ini sesuai

Informasi yang akan tampil adalah nama pemilik, alamat pemilik, nomor kendaraan, jenis kendaraan, kapasitas mesin, lokasi pembelian BBM dan jumlah pembelian BBM

[r]

Implementasi yang penulis terapkau pada kasus nyata adalah : strategi pelaksanaan pada pasien yaitu : membina hubungan saling percaya antara pasien dan perawat dengan

Desain penelitian adalah kuantitatif dengan hipotesis yang bertujuan untuk menguji pengaruh excess cash flow , price earning ratio , dan leverage terhadap stock repurchase

Secara umumnya, keperluan utama oleh pihak PKS dalam pelaksanaan SPC ialah carta kawalan X-bar dan R , dan semestinya mempunyai ciri perisian yang mesra

Bandung Babakan Ciamis N 66.500 0,68 diambil Nilai C = 0,68 berdasarkan perhitungan Cr dari beragam jenis penggunaan lahan yang di dominasi perkantoran yang ada di DAS

Catatan: Jika peserta kurang dari 5 orang di dalam 1 kelompok umur dan 1 kelompok gender, maka akan digabung dengan kelompok umur di atasnya/di bawahnya, lalu menggunakan