• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 962/MENKES/SK/VII/2003

Tanggal 7 Juli 2003 TENTANG

FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

Bahwa dalam rangka penanggulangan kekurangan gizi dan untuk meningkatkan mutu gizi pangan yang beredar perlu merubah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 632/Menkes/SK/VI/1998 tentang Fortifikasi Tepung Terigu.

Mengingat:

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (LN Tahun 1992 Nomor 100, TLN Nomor 3495);

2. Undnag-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (LN Tahun 1996 Nomor 99 TLN Nomor 3656);

3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (LN Tahun 1999 nomor 42, TLN Nomor 3821);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Labe dan Iklan Pangan (LN Tahun 1999 Nomor131, TLN Nomor 3867);

5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 330/Menkes/Per/XII/1976 tentang Wajib Daftar Makanan;

6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan R.I.

MEMUTUSKAN: Menetapkan: Pertama:

KEPUTUSAN MENTERIKESEHATAN TENTANG FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU Kedua:

Setiap tepung terigu yang diproduksi, di impor atau diedarkan di Indonesia harus mengandung fortifikan yang meliputi:

a. zat besi 60 ppm

b. seng 30 ppm

c. vitamin B1 (thlamine) 2,5 ppm d. vitamin B2 (riboflavin) 4 ppm

e. asam folat 2 ppm

Ketiga:

Ketentuan fortifikasi sebagaimana dimaksud Diktum Kedua berlaku untuk tepung terigu yang digunakan untuk pembuatan makanan olahan lainnya dan atau untuk diperdagangkan.

Keempat:

Tepung terigu yang diproduksi. Diimpor dan diedarkan di Indonesia dalam kemasan kurang dari 500 kg atau 500 liter, wajib didaftarkan kepada Departemen Kesehatan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(2)

Tepung terigu sebagaimana dimaksud Diktum Keempat wajib memenuhi ketentuan label dan Iklan pangan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Keenam:

Dengan ditetapkannya keputusan ini, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 632/Menkes/SK/VI/1998 tentang Fortifikasi Tepung Terigu dinyatakan tidak berlaku lagi

Ketujuh:

Keputusan inimulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 7 Juli 2003 MENTERI KESEHATAN

Referensi

Dokumen terkait

43/MenKes/ SK/II/1998 menerapkan CPOB (Cara Pembuatan Obat.. yang Baik) disetiap industri farmasi untuk menjamin mutu obat yang dihasilkan.. oleh industri farmasi dalam seluruh

Penggunaan Yodium Dosis Tinggi dalam Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium di Indonesia.. Pangan dan Gizi

Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, serta guna mcningkatkan

Khusus untuk standar keamanan, mutu dan gizi pangan, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan Pasal 41 ayat (4), yaitu

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 332/MENKES/SK/IV/1994 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia.. [Depkes] Departemen Kesehatan Republik

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, pengertian pendek dan sangat pendek adalah status gizi yang

Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No:50/MENKES/KES/SK/I/1998 tentang Pemberlakuan Klasifikasi Statistik Internasional mengenai Penyakit Revisi ke-10.. Metodologi