• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1969

TENTANG

PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI DI BANDUNG DAN PERUBAHAN DAERAH HUKUM PENGADILAN TINGGI DI JAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa perlu diadakan Pengadilan Tinggi untuk Propinsi Jawa Barat

yang sekarang termasuk Daerah Hukum Pengadilan Tinggi di

Jakarta;

b. bahwa berhubung dengan huruf a di atas perlu diadakan perubahan

pada Daerah Hukum Pengadilan Tinggi Jakarta;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945;

2. Undang-undang No. 1 Drt. tahun 1951 (Lembaran-Negara tahun

1951 No. 9);

3. Undang-undang No. 19 tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan

Pokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran-Negara tahun 1964 No.

107);

4. Undang-undang No. 13 tahun 1965 tentang Pengadilan dalam

lingkungan Peradilan Umum dan Mahkamah Agung (Lembaran

Negara tahun 1965 No. 70);

Dengan Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong;

MEMUTUSKAN :

Dengan mencabut segala peraturan-peraturan atau pasal-pasal yang bertentangan dengan

Undang-undang ini.

(2)

Menetapkan : Undang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi di Bandung dan

Perubahan Daerah Hukum Pengadilan Tinggi di Jakarta.

Pasal 1.

Pada saat Undang-undang ini mulai bertaku dibentuk, Pengadilan Tinggi

yang berkedudukan di Bandung.

Pasal 2.

Daeah Hukum Pengadilan Tinggi tersebut pada pasal 1 meliputi Daerah

Hukum semua Pengadilan Negeri dalam Propinsi jawa Barat.

Pasal 3.

Daerah Hukum Pengadilan Tinggi di Jakarta dikurangi dengan Daerah

Hukum semua Pengadilan Negeri dalam Propinsi Jawa Barat.

KETENTUAN PERALIHAN.

Pasal 4.

Perkara-perkara yang berasal dari Pengadilan Negeri dalam Propinsi

Jawa Barat, yang pada saat berlakunya Undang-undang ini sudah

terdaftar tetapi belum diputus oleh Pengadilan Tinggi di Jakarta,

diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tinggi di Bandung.

KETENTUAN PENUTUP.

Pasal 5.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari tanggal diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan

pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam

(3)

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 11 Maret 1969.

Presiden Republik Indonesia,

SOEHARTO

Jendral T.N.I

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 11 Maret 1969.

Sekretaris Negara Republik Indonesia,

ALAMSJAH.Jenderal TNI

(4)

PENJELASAN

ATAS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 1 TAHUN 1969

TENTANG

PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI DI BANDUNG

DAN PERUBAHAN DAERAH HUKUM PENGADILAN

TINGGI Di JAKARTA.

A. UMUM :

Sesuai dengan perkembangan ketatanegaraan sekarang ini pada prinsipnya ditiap-tiap Propinsi

perlu diadakan Pengadilan Tinggi, seperti juga halnya ditiap-tiap Kabupaten diadakan

Pengadilan Negeri.

Pelaksanaan selanjutnya segera dapat diwujudkan apabila tekhnis dapat

dipertanggung-jawabkan.

Langkah yang pertama sekarang ini perlu diadakan tindakan-tindakan untuk meringankan

beban Pengadilan Tinggi Jakarta, dan selekas mungkin diserahkan sebagian dari tugas

Pengadilan Tingi tersebut kepada Pengadilan Tinggi lain dan untuk mencegah banyaknya

perkara-perkara yang tidak mendapat putusan dalam tingkat banding secara cepat, maka dirasa

perlu dalam waktu yang singkat dibentuk Pengadilan Tinggi di Bandung.

Dengan demikian perlu diatur kembali Daerah Hukum Pengadilan Tinggi di Jakarta sebagai

termaktub dalam Undang-undang Nomor 1 Drt. tahun 1951 (Lembaran-Negara tahun 1951

Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 11 tahun 1964 tentang

Pembentukan Pengadilan Tinggi di Palembang dan Perubahan Daerah Hukum Pengadilan

Tinggi di Medan dan di Jakarta.

Hal-hal tersebut di atas dijalankan dengan Undang-undang ini.

B. PASAL DEMI PASAL :

Pasal 1.

(5)

Pasal 2.

Pengadilan Tinggi Bandung mulai saat ini meliputi Pengadilan Negeri-Pengadilan

Negeri Bandung, Cirebon, Purwakarta, Indramayu, Kuningan, Garut, Majalengka,

Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya, Cianjur, Ciamis, Bekasi, Krawang, Bogor,

Tangerang, Serang, Pandeglang, Rangkasbitung.

Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5.

Cukup jelas.

---CATATAN

Kutipan : LEMBARAN NEGARA DAN TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA TAHUN

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga akhirnya dapat menyusun dan

tingkat I Sumatera Barat dan Riau, yang sekarang termasuk daerah.. hukum Pengadilan Tinggi

TAMBAHAN DAN PERUBAHAN ATAS ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1971/1972.. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

PERJANJIAN ANTARA INDONESIA DAN AUSTRALIA MENGENAI GARIS-GARIS BATAS TERTENTU ANTARA INDONESIA DAN PAPUA NEW GUINEA.. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Bahwa berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa Negara Republ ik Indonesia t el ah dianugerahi sebagai negara kepul auan yang t erdiri dari beribu pul au, t erl et ak memanj ang di

Daerah hukum Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta meliputi sembilan wilayah propinsi yaitu Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa

Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di Palembang yang daerah hukumnya meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didasarkan pada Penetapan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 1957

Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di Manado yang daerah hukumnya meliputi Provinsi Gorontalo didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1980 tentang Penyebutan