• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 20 TAHUN 1965

TENTANG

PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI DI BANJARMASIN

DAN PERUBAHAN DAERAH HUKUM PENGADILAN TINGGI DI SURABAYA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa perlu diadakan Pengadilan Tinggi khusus untuk Daerah- daerah

tingkat I Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan

Tengah, yang sekarang termasuk daerah hukum Pengadilan Tinggi di

Surabaya;

b. bahwa berhubung dengan huruf a diatas perlu diadakan perobahan

pada daerah hukum Pengadilan Tinggi di Surabaya;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Dasar;

2. Undang-Undang No. 19 tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan

Pokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara tahun 1964 No.

107).

3. Undang-Undang No. 13 tahun 1965 tentang Pengadilan dalam

lingkungan Peradilan Umum dan Mahkamah Agung (Lembaran

Negara tahun 1965 No. 70).

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong;

Memutuskan :

Dengan mencabut Peraturan-peraturan atau pasal-pasal yang bertentangan dengan

Undang-undang ini.

(2)

Menetapkan : Undang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi di Banjarmasin

dan perobahan daerah hukum Pengadilan Tinggi di Surabaya.

Pasal 1.

Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku diadakan Pengadilan Tinggi

yang berkedudukan di Banjarmasin.

Pasal 2.

Daerah hukum Pengadilan Tinggi tersebut pada pasal 1 meliputi daerah

hukum semua Pengadilan Negeri dalam Daerah-daerah Tingkat I

Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Pasal 3.

Daerah hukum Pengadilan Tinggi di Surabaya dikurangi dengan daerah

hukum semua Pengadilan Negeri dalam Daerah-daerah Tingkat I

Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Peraturan Peralihan.

Pasal 4.

Perkara-perkara yang berasal dari Pengadilan Negeri dalam

Daerah-daerah Tingkat I Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan

Tengah yang pada saat berlakunya Undang-undang ini sudah terdaftar

tetapi belum diputus oleh Pengadilan Tinggi di Surabaya, diperiksa dan

diputus oleh Pengadilan Tinggi di Banjarmasin.

Peraturan Penutup.

Pasal 5.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkannya.

(3)

- 3 -

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan

pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam

Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta.

pada tanggal 22 September 1965.

Presiden Republik Indonesia,

ttd

SUKARNO.

Diundangkan di Jakarta.

pada tanggal 22 September 196:

Sekretaris Negara,

ttd

MOHD. ICHSAN

(4)

ATAS

UNDANG-UNDANG NO. 20 TAHUN 1965

TENTANG

PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI DI BANJAR MASIN

DAN PEROBAHAN DAERAH HUKUM PENGADILAN TINGGI DI SURABAYA.

UMUM.

Sesuai dengan perkembangan ketatanegaraan sekarang ini didalam prinsipnya ditiap-tiap

Daerah Tingkat I perlu diadakan Pengadilan Tinggi, seperti juga halnya ditiap-tiap

Daerah Tingkat II diadakan Pengadilan Negeri.

Pelaksanaan selanjutnya segera dapat diwujudkan apabila tehnis dapat dipertanggung

jawabkan.

Langkah yang pertama sekarang ini perlu daidakan tindakan-tindakan untuk meringankan

beban Pengadilan Tinggi Surabaya, dan selekas mungkin diserahkan sebagian dari tugas

Pengadilan Tinggi tersebut kepada Pengadilan Tinggi lain, dan mencegah banyaknya

perkara-perkara yang tidak mendapat putusan dalam tingkat banding secara cepat maka

dirasa perlu dalam waktu yang singkat dibentuk Pengadilan Tinggi di Banjarmasin.

Pembentukan Pengadilan Tinggi di Banjarmasin tersebut harus dilaksanakan dengan

segera dan daerah hukumnya ditetapkan. Dengan demikian perlu diatur kembali daerah

hukum Pengadilan Tinggi Surabaya sebagai termaktub dalam Undang-undang No. 1 Drt.

tahun 1951.

Hal-hal tersebut diatas dijalankan dengan Undang-undang ini.

PASAL DEMI PASAL

Cukup jelas.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Pindahan perkara-perkara sipil dan pidana, yang pada waktu mulai berlakunya Undang-undang ini sedang diperiksakan pada pengadilan termaksud dalam ayat 1 pasal 1 kepada

Menimbang : bahwa sebelum dibentuk Undang-undang Hukum Disiplin Tentara baru, perlu dengan segera menyesuaikan peraturan-peraturan Hukum Disiplin Tentara yang tersebut

(1) Dalam hal-hal, dimana pada suatu waktu atau biasanya pada tiap-tiap waktu atau dalam masa yang tertentu ada pekerjaan yang bertimbun-timbun yang harus lekas diselesaikan,

Jika dalam perkara pidana surat catatan pemeriksaan perkara dalam sidang yang lengkap pun tidak ada, sedang keputusan Pengadilan itu masih harus dijalankan, maka perkaranya

Dalam tahun 1948, berhubung dengan keadaan-keadaan yang luar biasa di negeri ini dalam lapangan ekonomi, Pemerintah Indonesia telah berpendapat dan menganggap perlu dan

Menimbang : bahwa dirasa perlu untuk mengadakan suatu peraturan pembebasan pengenaan bea-keluar terhadap barang-barang yang termaksud dalam Indische Tariefwet

Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, maka sebagian dari wilayah. Kabupaten Aceh Tengah tersebut perlu dipisahkan untuk

Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama menentukan bahwa pengadilan tinggi agama berkedudukan di ibukota provinsi dan daerah