• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1956

TENTANG

PERUBAHAN DAN TAMBAHAN INDISCHE TARIEFWET (STAATSBLAD 1942 NO. 487)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa dirasa perlu untuk mengadakan suatu peraturan pembebasan pengenaan bea-keluar terhadap barang-barang yang termaksud dalam Indische Tariefwet (Staatsblad 1924 No. 487), sejajar dengan peraturan pembebasan bea-keluar umum yang ditetapkan dalam pasal 4 dari Ordonansi Bea-keluar umum (Staatsblad 1949 No. 39).

Mengingat : pasal 89, dan pasal 117 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia.

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

Memutuskan:

Menetapkan : Undang-undang tentang Perubahan dan Tambahan Indische Tariefwet (Staatsblad 1924 No. 487).

Pasal 1.

Indische Tariefwet (Staatsblad 1924 No. 487) sebagaimana semenjak itu telah diubah dan ditambah, ditambah lagi sebagai berikut:

Setelah pasal 7 diadakan pasal baru yang berbunyi:

Pasal 7-a.

Menteri Keuangan, dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan olehnya, dapat memberikan pembebasan ataupun pengembalian bea-keluar.

a. berdasarkan hal-hal,jika hubungan internasional menghendakinya;

b. untuk contoh-contoh yang tidak mempunyai harga-dagangan ataupun yang harga-dagangannya demikian rendahnya sehingga dapat diabaikan;

c. terhadap barang-barang yang dikeluarkan dengan tujuan ilmu pengetahuan, kebudayaan ataupun amal.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 2 -

Pasal 2.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 1 September 1956 Wakil Presiden Republik Indonesia ttd.

MOHAMMAD HATTA

Menteri Keuangan, ttd.

JUSUF WIBISONO

Diundangkan

pada tanggal 12 September 1956. Menteri Kehakiman,

ttd. MULJATNO

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMORI PENJELASAN

UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 1956 TENTANG

PERUBAHAN DAN TAMBAHAN INDISCHE TARIEFWET (STAATSBLAD 1942 NO. 487)

Menurut pasal 4 Ordonansi Bea-keluar-umum 1949 (Saatsblad 1949 No. 39), Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon c.q. Secretaris van Staat van Financien (baca sekarang Menteri Keuangan) dapat memberi pembebasan ataupun pengembalian Bea-keluar-umum antara lain:

a. berdasarkan hal-hal, jika hubungan international menghendakinya;

b. untuk contoh-contoh dan contoh-contoh guntingan tekstil yang tak mempunyai harga dagangan ataupun yang harga-dagangannya demikian rendahnya sehingga dapat diabaikan;

c. terhadap barang-barang yang dikeluarkan dengan tujuan ilmu pengetahuan, kebudayaan ataupun amal.

Untuk memberi pembebasan bea-keluar, yang sebenarnya harus dipungut menurut Indische Tariefwet (Staatsblad 1924 No.487),

tak ada suatu dasar yang sah.

Walaupun demikian maka di dalam praktek peraturan pembebasan yang termaksud di atas, berhubung dengan sifatnya, dapat

diperlakukan juga dalam hal-hal terjadi terhadap bea-keluar tersebut tadi.

Tujuan mengemukakan rencana ini sekarang, ialah agar untuk hal tadi diberikan dasar hukum.

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang : bahwa sebelum dibentuk Undang-undang Hukum Disiplin Tentara baru, perlu dengan segera menyesuaikan peraturan-peraturan Hukum Disiplin Tentara yang tersebut

Menimbang : bahwa pemungutan uang berat barang dalam "Goederengeld-ordonnantie 1927" (Udang-undang Uang Berat Barang 1927) tidak sesuai lagi dengan keadaan pada

Dengan Undang-undang ini maka pemungutan bea atas pengangkutan barang-barang dari dan ke-daerah-daerah di Indonesia yang tidak dikuasai sepenuhnya oleh Pemerintah Republik

Menimbang : bahwa unt uk mel ancar kan pembel anj aan pembel ian barang- barang di Amerika Serikat unt uk kepent ingan perekonomian rakyat di Indonesia dan

5 tahun 1955 tentang mengadakan opsenten atas cukai bensin (Lembaran-Negara tahun 1955 No. 24) sebagai undang- undang. Peraturan-peraturan yang termaktub dalam Undang-undang

dengan sistim pemungutan pajak tiap-tiap tahun seperti sekarang, menganggap perlu. untuk - yakni dalam penyelenggaraan pemungutan pajak verponding

Menimbang : bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1961.. sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang No. 22) perlu diubah dan

dirasa perlu dalam waktu yang singkat dibentuk Pengadilan Tinggi di Banjarmasin. Pembentukan Pengadilan Tinggi di Banjarmasin tersebut harus dilaksanakan