• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1954

TENTANG

PENETAPAN UNDANG-UNDANG DARURAT NO. 5 TAHUN 1954 TENTANG PEMUNGUTAN TAMBAHAN PEMBAYARAN ATAS PENGIRIMAN UANG

KELUAR NEGERI SEBAGAI UNDANG-UNDANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa Pemerintah berdasarkan pasal 96 Undang-undang Dasar

Sementara Republik Indonesia telah menetapkan Undang-undang

Darurat No. 5 tahun 1954 tentang pemungutan tambahan pembayaran

atas pengiriman uang keluar negeri;

b. bahwa peraturan-peraturan yang termaktub dalam undang- undang

darurat tersebut perlu ditetapkan sebagai undang- undang;

Mengingat : pasal 89 dan pasal 97 Undang-undang Dasar Sementara Republik

Indonesia;

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENETAPAN UNDANG-UNDANG

DARURAT NO. 5 TAHUN 1954 TENTANG PEMUNGUTAN

TAMBAHAN PEMBAYARAN ATAS PENGIRIMAN UANG

KELUAR NEGERI SEBAGAI UNDANG-UNDANG.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 2

-PASAL I

Peraturan-peraturan yang termaktub dalam Undang-undang Darurat No.

5 tahun 1954 tentang pemungutan tambahan pembayaran atas pengiriman

uang keluar negeri ditetapkan sebagai undang-undang yang berbunyi

sebagai berikut:

Pasal 1

Atas pengiriman uang keluar negeri, yang merupakan pembayaran

jasa-jasa (invisibles) dipungut tambahan pembayaran sebesar 66 2/3

perseratus dari jumlah yang dikirimkan.

Pasal 2

Dengan atau atas kuasa Peraturan Pemerintah dapat diberikan

pembebasan sebagai atau seluruhnya dari tambahan pembayaran

termaksud dalam pasal 1 untuk beberapa jenis pengiriman uang keluar

negeri guna jasa-jasanya.

Pasal 3

Pelaksanaan undang-undang ini diatur dengan atau berdasarkan Peraturan

Pemerintah.

PASAL II

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku

surut sampai tanggal 2 Maret 1954.

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

- 3

-Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran

Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 7 September 1954.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

SUKARNO

Diundangkan

pada tanggal 17 September 1954.

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd

DJODY GONDOKUSUMO

MENTERI KEUANGAN a.i.,

ttd

ISKAQ TJOKRORADISURJO

(4)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMORI PENJELASAN

ATAS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1954

TENTANG

PENETAPAN UNDANG-UNDANG DARURAT NO. 5 TAHUN 1954 TENTANG PEMUNGUTAN TAMBAHAN PEMBAYARAN ATAS PENGIRIMAN UANG

KELUAR NEGERI SEBAGAI UNDANG-UNDANG.

Pada waktu sekarang telah dipungut tambahan pembayaran import (tpi) untuk

import barang-barang dari luar negeri, yang tidak dipandang barang-barang kebutuhan

terutama (menurut daftar A).

Berdasarkan sifatnya barang-barang termaksud maka konsumen di Indonesia turut

memikul tambahan pembayaran yang besarnya antara 331/2% dan 200% dari harga

import.

Hingga sekarang pengiriman keluar negeri dari uang untuk maksud lain dari pada

import barang-barang itu, tidak dikenakan tambahan pembayaran.

Pada hakekatnya untuk ekonomi Indonesia tidak banyak bedanya apakah

pengiriman uang keluar negeri diizinkan untuk maksud lain atau untuk import

barang-barang. Dengan demikian maka sebenarnya tidak pada tempatnya untuk membebaskan

sama sekali pengiriman uang luar negeri untuk jasa-jasa (invibles) itu dari pemungutan

tambahan pembayaran.

Maksud Undang-undang Darurat No. 5 tahun 1954 dan Peraturan Pemerintah

pelaksanaannya ialah untuk mengatur pemungutan tambahan pembayaran dari pengiriman

uang keluar negeri demikian itu.

Referensi

Dokumen terkait

(1) Mata uang atau uang kertas yang sejak keluarnya uang Republik Indonesia tidak berlaku lagi di Jawa dan Madura, tidak boleh dikeluarkan dari daerah ini. (2) Mata uang dan

(1) Kalau tanggung-pajak dari suatu barang yang harus kena pajak, yang harga- verpondingnya ditetapkan menurut harga-sewa atau harga-pakai tahunan ataupun menurut uang-sewa

pembayaran uang logam lain dari yang tersebut dalam Pasal 5, jika perlu. dengan menyampingkan uang logam dan uang kertas

7.7.1.1 Penjualan barang-barang untuk keperluan Negeri yang dapat dipakai sepanjang tidak menjadi penghasilan Jawatan Kepenjaraan, Pendidikan Paksa dan Reklasering.

Berhubung dengan corak hutang-hutang yang serba berbeda-beda antara lain ada yang telah dinyatakan dalam suatu macam Uang Republik Indonesia dulu, ada pula yang dinyatakan dalam

maka akan diberikan pula peraturan untuk dapat mengetahui bilamana suatu barang. dianggap telah berasal dari negeri yang dikenakan tarip Maksimum (nationality

Di dalam tahun 1951 penghasilan yang sebenarnya dari uang berat barang. didasarkan atas pemungutan

(2) Tuntutan Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula terhadap uang dan/atau barang bukan milik negara yang berada dalam penguasaan