• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 01 MBU 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 01 MBU 2014"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

MINTER' BADAN USA HA MILIK N EGA RA REPUBLIK INDONESIA

Yth. Direksi Badan Usaha Milik Negara

SURAT EDARAN Nomor: SE- 01 /MBU/2014

TENTANG

PENEMPATAN TENAGA KERJA PENYANDANG DISABILITAS A. Umum

Pemerintah Indonesia telah menandatangani Convention on the Rights of Persons with

Disabilities (Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas) pada tanggal 30 Maret

2007 di New York. Penandatanganan tersebut, yang kemudian diratifikasi di claim Undang-undang Nomor 19 tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons

With Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas), menunjukan

kesungguhan Negara Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi, dan memajukan hak-hak penyandang disabilitas, yang pada akhirnya diharapkan dapat memenuhi kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Upaya untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di bidang pekerjaan dan kesejahteraan sosial sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah dengan menerbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat, dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 205 Tahun 1999 tentang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Cacat. Dalam peraturan tersebut telah diatur kewajiban penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di perusahaan.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penerbitan surat edaran ini adalah untuk memberikan penegasan atas beberapa hal yang terkait dengan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan BUMN.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup surat edaran ini adalah terkait dengan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan BUMN.

D. Dasar

1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3670);

2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Tabun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279);

3. Undang-undang../2

(2)

MENTFRT BADAN USAHA MIL1K N EGARA REPUBLIK INDONESIA

-2-

3. Undang-undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3754);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003 tentang Pengalihan Kedudukan, Tugas, dan Kewenangan Menteri Keuangan pada Perusahaan Perseroan (Persero), Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Jawatan (Perjan) pada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4305);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4556);

7. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;

8. Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011;

9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 205 Tahun 1999 tentang Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Penyandang Cacat.

E. Isi

1. Mengingatkan kembali ketentuan di bidang ketenagakeijaan yang terkait dengan hak-hak penyandang disabilitas sebagai berikut:

a. Setiap penyandang disabilitas mempunyai kesamaan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dan dianggap potensial untuk ditempatkan di dalam jabatan atau pekerjaan sesuai dengan jenis derajat kecacatannya;

b. Perusahaan yang telah mempekerjakan 100 (seratus) orang pegawai wajib memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama untuk mempekerjakan sekurang-kurangnya 1 (satu) orang tenaga kerja penyandang disabilitas, disesuaikan dengan pendidikan dan kemampuan, serta persyaratan jabatan dan kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan;

c. Perusahaan wajib memberikan perlakuan yang sama kepada pekerja penyandang disabilitas;

2. Pelanggaran.J2

(3)

MENTERI BADAN USAIIA MILLI( NEGARA REPUBLIK INDONESIA

-3-

2. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut di atas, dapat dikenakan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan atau pidana denda setinggi-tingginya sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juts rupiah).

3. Meminta kepada BUMN untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian (jika diperlukan) prosedur penempatan tenaga kerja yang berlaku di BUMN, dan melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Keda setempat.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 21 Fe bruari 2 014 TERI

ILIK GARA

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan pelaksanaan Pilkada serentak yang akan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai pada akhir tahun 2015 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun

Bahwa sesuai dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor SE.05/Seskab/V/2013 tanggal 29 Mei 2013 disampaikan arahan Bapak Presiden dalam Sidang Kabinet Paripuma tanggal 8 Mei 2013,

Pada waktu sebagaimana ditnaksud pada butir 1, Direksi diminta agar tidak mengagendakan kegiatan lain, termasuk memenuhi undangan pihak lain1. Demikian kami sampaikan,

Dalam semangat reformasi birokrasi serta dalam upaya peningkatan peringkat (rating) tata kelola birokrasi yang balk di lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, sekaligus tata

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, untuk menghindari potensi hilangnya hak atas tanah dan atau dasar penguasaan atas tanah dikarenakan tanah tersebut dikategorikan tanah

Agar Kunjungan Kerja dimaksud dapat memberikan masukan yang lebih berkualitas dan lebih dapat dipertanggungjawabkan, maka setiap kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat RI, balk untuk

Sehubungan dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara BUMN PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang PKBI, dan mengingat Tabun Anggaran 2007 telah berjalan selarna beberapa

Angkasa Blok B-15 Kay 2-3 Jakarta, Nomor 18/LBH-BUMN/SKAT/2005 tanggal 7 Februari 2005 dan banyaknya pertanyaan dari BUMN mengenai hubungan lembaga tersebut dengan Kementerian