• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 01 MBU 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 01 MBU 2010"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI BA AN USAHA MIIn.IK NEGARA

Yth. 1. Para Anggota Direksi BUMN; 0I Pebnrt 2010

2. Para Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas U di tempat

SURAT EDARAN Narnor : SE- 01 NIBU 010

Sebagaimana diketahui, bahwa dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dan untuk rnenyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat RI pada setiap reses Masa Persidangan melakukan Kunjungan Kerja ke daerah-daerah, termasuk mengunjungi BUMN. Agar Kunjungan Kerja dimaksud dapat memberikan masukan yang lebih berkualitas dan lebih dapat dipertanggungjawabkan, maka setiap kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat RI, balk untuk Kunjungan Kerja maupun untuk kunjungan lainnya ke BUMN baik yang berkantor pusat di. Jakarta, maupun di daerah termasuk cabang BUMN, wajib diterima/didampingi oleh Direktur Utama BUMN yang bersangkutan. Dalam hal Direktur Utama berhalangan karena alasan yang mendesak/terpaksa, sehingga tidak dapat menerima/mendampingi, maka dapat diwakilkan kepada anggota Direksi lainnya.

Demikiart kami sampaikadilaksanakan d ngan sebaik-baiknya.

MENTERI

BADAN USA-IA rvilLIK NEGARA

Ternbusan: I. Presiden RI; 2. Wakil Presiden RI; 3. Pimpinan DPR-RI;

4. Pimpinan Komisi VI DPR-R1;

5. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

6. Para Pejabat Eselon I dan II di Iingkungan Ker enterian BUMN.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan perjalan dinas ke luar negeri, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari setelah pelaksanaan perjalanan dinas Direksi, Dewan Komisaris/Dewan

Dalam rangka meningkatkan efektifitas, efisiensi, penghematan biaya operasional perjalanan dinas ke luar negeri bagi Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN, perlu

Sehubungan dengan hasil Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri BUMN pada tanggal 4 Maret 2014 (Raker), perlu mengingatkan

Upaya untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di bidang pekerjaan dan kesejahteraan sosial sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah dengan menerbitkan Undang-undang Nomor

Berkaitan dengan hal tersebut agar para Direktur Utama BUMN dapat melakukan pendataan, pemantauan dan pengkoordinasian pelaporan penerimaan gratifikasi bagi Pejabat BUMN

Berkaitan dengan hal tersebut agar para Pimpinan Unit Kerja Eselon I (Sesmen dan Para Deputi) dapat melakukan pendataan, pemantauan dan pengkoordinasian pelaporan

Sehubungan dengan rencana konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) ke dalam PSAK oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan — Ikatan Akuntan Indonesia yang

Surat-surat edaran dari Kementerian Negara BUMN seperti ini telah berulang kali disampaikan kepada Direksi, Komisaris, Dewan Pengawas BUMN, maupun kepada para pejabat di