• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi Dan Etos Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Motivasi Dan Etos Kerja"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Motivasi Dan Etos Kerja Motivasi Dan Etos Kerja

A.

A. MoMotivtivasasi i kekerjrjaa

Menurut John

Menurut John dalam Winardi (2002:2) motivasi untuk bekerja merupakan suatudalam Winardi (2002:2) motivasi untuk bekerja merupakan suatu ist

istilailah h yanyang g digdigunaunakan kan daldalam am bidbidang ang perperilailaku ku keokeorgarganisnisasiasian an (Or(Organganizaizatiotionalnal Beh

Behaviavior or = = OB)OB), , gunguna a menmeneranerangkagkan n kekkekuatuatan-kan-kekuekuatan atan yanyang g terterdapdapat at padpada a dirdirii seseo

seseorang rang indivindividu, yang idu, yang menjamenjadi di penyepenyebab bab timbutimbulnya lnya tingktingkat, at, arah, dan arah, dan persipersistensstensii upaya yang dilaksanakan dalam hal bekerja.

upaya yang dilaksanakan dalam hal bekerja.

1.

1. FaktoFaktor-fsktr-fsktor or yang yang mempemempengarungaruhi hi motivmotivasi asi kerjakerja

Chung & Megginson dalam Gomes (2001:180) menjelaskan, motivasi melibatkan Chung & Megginson dalam Gomes (2001:180) menjelaskan, motivasi melibatkan dua

dua faktofaktor yr yaitu aitu faktorfaktor-fakto-faktor inr individdividual ual sepertseperti ki kebutuebutuhan-khan-kebutuebutuhan han (needs(needs),), tujuan-tujuan (goals), sikap (attitude), dan kemampuan (abilities) dan faktor-faktor  tujuan-tujuan (goals), sikap (attitude), dan kemampuan (abilities) dan faktor-faktor  organ

organisasiisasional onal sepertseperti i pembapembayaran gaji yaran gaji (pay), keamanan pekerjaan (pay), keamanan pekerjaan (job security),(job security), hubungan sesama pekerja (co-worker), pengawasan (supervision), pujian (praise), dan hubungan sesama pekerja (co-worker), pengawasan (supervision), pujian (praise), dan  pekerjaan itu sendiri (jo it self).

 pekerjaan itu sendiri (jo it self).

Sedangkan menurut Helleriegel dan Slocum dalam Sujak (1990:249) ada tiga hal Sedangkan menurut Helleriegel dan Slocum dalam Sujak (1990:249) ada tiga hal yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu:

yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu:

a.

a. PerPerbedbedaan aan karkaraktakteriseristik tik indindiviividudu

In

Indidivividu du yayang ng beberbrbededa a jejeninis s kekebubututuhahan, n, sisikakap p dadan n miminanat t memeninimbmbululkakann motiv

motivasi asi yang bervariasyang bervariasi. i. MisalkMisalkan an seoranseorang g karyawkaryawan an yang memiliki banyak yang memiliki banyak  anak yang harus ia biayai sekolahnya akan berbeda produktivitasnya dalam anak yang harus ia biayai sekolahnya akan berbeda produktivitasnya dalam  bekerja dibandingkan dengan karyawan yang masih bujangan.

 bekerja dibandingkan dengan karyawan yang masih bujangan.

 b.

 b. PerPerbedbedaan aan karkaraktakteriseristik tik pekpekerjaerjaanan

Per

Perbedbedaan aan karkaraktakterierististik k yanyang g melmelekaekat t padpada a pekpekerjerjaan aan itu itu memmembutbutuhkuhkanan  pengorganisasian dan penempatan orang secara tepat sesuai dengan kesiapan  pengorganisasian dan penempatan orang secara tepat sesuai dengan kesiapan

mas

masinging-mas-masing ing pegpegawaawai. i. SetSetiap iap orgorganianisassasi i jugjuga a memmempunpunyai yai perperatuaturanran,, kebijakan, sistem pemberian hadiah, dan misi yang berbeda-beda yang akan kebijakan, sistem pemberian hadiah, dan misi yang berbeda-beda yang akan  berpengaruh pada setiap pegawainya.

(2)

c.

c. PerbedPerbedaan kaan karaktearakteristik ristik lingklingkungaungan ken kerja arja atau tau organorganisasi.isasi.

Per

Perbedbedaan aan karkaraktakterierististik k yanyang g melmelekaekat t padpada a pekpekerjerjaan aan itu itu memmembutbutuhkuhkanan  pengorganisasian dan penempatan orang secara tepat sesuai dengan kesiapan  pengorganisasian dan penempatan orang secara tepat sesuai dengan kesiapan

mas

masinging-mas-masing ing pegpegawaawai. i. SetSetiap iap orgorganianisassasi i jugjuga a memmempunpunyai yai perperatuaturanran,, kebijakan, sistem pemberian hadiah, dan misi yang berbeda-beda yang akan kebijakan, sistem pemberian hadiah, dan misi yang berbeda-beda yang akan  berpengaruh pada setiap pegawainya.

 berpengaruh pada setiap pegawainya.

Dan Johanes Papu mengemukakan ada 6 hal yang dapat mempengaruhi motivasi Dan Johanes Papu mengemukakan ada 6 hal yang dapat mempengaruhi motivasi kerja, yaitu:

kerja, yaitu: aa.. TTuujjuuaann

Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu seseorang dalam bekerja. Namun Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu seseorang dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan individu yang bekerja.

kebutuhan dan tujuan individu yang bekerja. b

b.. TTaannttaannggaann Man

Manusiusia a dikdikaruarunia nia mekmekanianisme sme perpertahtahanaanan n dirdiri i yanyang g di di sebsebut ut "fig"fight ht atau atau fliflightght syndrome". Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan syndrome". Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam  banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan.  banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator. Namun demikian tidak  Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator. Namun demikian tidak  sem

semua ua pekpekerjerjaan aan selselalu alu menmenghaghadirdirkan kan tantantantangangan. . NamNamun un tidtidak ak semsemua ua pekpekerjaerjaan an dapdapatat memberikan tantangan dan hal

memberikan tantangan dan hal ini dapat memicu munculnini dapat memicu munculnya rasa jenuh.ya rasa jenuh. cc.. KKeeaakkrraabbaann

Suatu team kerja yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama Suatu team kerja yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan

dan berberusausaha ha kerkeras as untuntuk uk menmengemgembanbangangankan kan dan dan memmemelieliharhara a hubhubunungan gan intinterperpersoersonalnal.. Hub

Hubungungan an intinterperpersersonaonal l menmenjadjadi i sansangat gat penpentinting g karkarena ena hal hal ini ini akaakan n mermerupaupakan kan dasdasar ar  tercip

terciptanya keterbutanya keterbukaan dan komunikaan dan komunikasi langsukasi langsung ng serta dukunserta dukungan antara sesama anggogan antara sesama anggotata team.

team.

d.

d. TTanangggugungngjajawawabb

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tangg

tanggungjungjawab. awab. TangTanggunggungjawab jawab mengmengimplikimplikasikan asikan adanyadanya a suatsuatu u otoritotoritas as untuuntuk k membumembuatat   pe

  perubrubahaahan n atau atau menmengamgambil bil suasuatu tu kepkeputuutusansan. . karkaryawyawan an yanyang g dibdiberi eri tantangguggungjngjawaawab b dandan otoritas yang propo

(3)

e.

e. KeKesesempmpatatan uan untntuk muk majajuu Set

Setiap iap oraorang ng akaakan n melmelakuakukan kan banbanyak yak cara cara untuntuk uk dapdapat at menmengemgembanbangkgkan an dirdiri,i, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju

mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju

kehidupan yang lebih baik. Jika dalam pada sebuah team setiap anggota merasa bahwa team kehidupan yang lebih baik. Jika dalam pada sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa  perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga  perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga

diri. diri.

f.

f. KKeeppeemmiimmppiinnanan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dal

dalam am menmendapdapatkatkan an komkomitmitment ent dardari i anganggotgota a teateam. m. LeaLeader der berberperperan an daldalam am menmencipciptaktakanan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader  kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader  yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.

disebutkan diatas. 2.

2. PePengngemembabangngan moan motitivavasi kersi kerjaja

B.

B. EtoEtos kers kerja daja dalam kelam kewirwirausausahaahaanan

Seca

Secara ra etietimolmologiogis s ististilailah h etoetos s berberasaasal l dardari i bahbahasa asa YunYunani ani yanyang g berberartarti i temtempat pat hidhidup.up. Awalnya tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat ataukebiasaan. Sejalan dengan waktu, Awalnya tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat ataukebiasaan. Sejalan dengan waktu, kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Dari kata yang sama kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti teori kehidupan, yang kemudian menjadi etika. muncul pula istilah Ethikos yang berarti teori kehidupan, yang kemudian menjadi etika. Dalam bahasa Inggris Etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain Dalam bahasa Inggris Etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starti

starting ng pointpoint, , to to appearappear, , dispodisposition hingga disimpusition hingga disimpulkan sebagai lkan sebagai characcharacter. ter. Dalam bahasaDalam bahasa In

Inddononesesia ia kkitita a dadappat at memenenerjrjememahahkakannnynya a sesebbagagai ai sisifafat t ddasasarar, , pepemmununcuculalan n atatauau dispo

disposisi/sisi/watak. Dan watak. Dan WebstWebster er DictioDictionary mendefininary mendefinisikan etos sikan etos sebagsebagai; ai; guidguiding ing beliefbeliefs s of of aa  person, group or institution; etos adalah

 person, group or institution; etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang.keyakinan yang menuntun seseorang.

Menurut Anoraga (1992) Etos Kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa Menurut Anoraga (1992) Etos Kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai atau umat terhadap kerja. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia, maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia, maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi

(4)

kehid

kehidupanupan, , maka etos maka etos kerja dengan sendirinkerja dengan sendirinya akan ya akan rendarendah. Dalam h. Dalam situs resmi kementerisitus resmi kementerianan KUK

KUKM, M, EtoEtos s KerKerja ja diadiartirtikan kan sebsebagaagai i siksikap ap menmental tal yanyang g menmencermcerminkinkan an kebkebenaenaran ran dandan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas.

kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas.

1)

1) Faktor yang mempengaruhi etos kerjaFaktor yang mempengaruhi etos kerja

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi etos kerja, yaitu: Ada beberapa faktor yang mempengaruhi etos kerja, yaitu: a) Agama

a) Agama

Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. Dasar pengkajian kembali makna Etos Kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber. Sal

Salah ah satsatu u unsunsur ur dasdasar ar dardari i kebkebudaudayaayaan n modmodernern, , yaiyaitu tu rasrasionionalialitas tas (rat(rationionalitality) y) menmenuruurutt Weber (1958) lahir dari etika Protestan. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Weber (1958) lahir dari etika Protestan. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Dengan demikian, kalau dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Dengan demikian, kalau ajaran agama

ajaran agama itu menganduitu mengandung ng nilai-nnilai-nilai yang ilai yang dapat memacu pembangudapat memacu pembangunan, jelaslah bahwanan, jelaslah bahwa aga

agama ma akaakan n turturut ut menmenententukaukan n jaljalannannya ya pempembanbangungunan an atau atau modmodernernisaisasi. si. WebWeber er (19(1958)58) mempe

memperlihatkrlihatkan an bahwa doktrin bahwa doktrin predepredestinasstinasi i dalam protestanidalam protestanisme sme mampmampu u melahmelahirkan irkan etosetos  berpikir rasional, berdisiplin tinggi, bekerja tekun sistematik, berorientasi sukses (material),  berpikir rasional, berdisiplin tinggi, bekerja tekun sistematik, berorientasi sukses (material), tidak mengumbar kesenangan - namun hemat dan bersahaja (asketik), serta menabung dan tidak mengumbar kesenangan - namun hemat dan bersahaja (asketik), serta menabung dan  berinvestasi, yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern.  berinvestasi, yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern. Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958), Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958),  berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang  berbagai studi tentang Etos Kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang

secara umum

secara umum mengkmengkonfirmonfirmasikan adanya asikan adanya korelakorelasi si posipositif tif antara sebuah antara sebuah sistesistem m keperkepercayaancayaan terten

tertentu tu dan dan kemajkemajuan uan ekonekonomi, omi, kemakkemakmuranmuran, , dan dan modermodernitas (Sinamo, nitas (Sinamo, 20052005). ). MenurMenurutut Rosmiani (1996) Etos Kerja terkait dengan sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja. Rosmiani (1996) Etos Kerja terkait dengan sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja. Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya, yang sebagian bersumber dari Sikap ini dibentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya, yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Etos Kerja yang rendah secara agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Etos Kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat Etos Kerja

yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat Etos Kerja yang rendah itu.yang rendah itu.  b) Budaya

 b) Budaya

Sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos Sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos  budaya dan secara operasional, etos budaya ini juga disebut sebagai Etos Kerja. Kualitas Etos  budaya dan secara operasional, etos budaya ini juga disebut sebagai Etos Kerja. Kualitas Etos

Ker

Kerja ja ini ini ditditententukaukan n oleoleh h sissistem tem orioriententasi asi nilnilai ai budbudaya aya masmasyaryarakaakat t yanyang g berbersansangkugkutantan.. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki Etos Kerja yang tinggi Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki Etos Kerja yang tinggi

(5)

dan

dan sebsebalialiknyknya, a, masmasyaryarakaakat t yanyang g memmemilikiliki i sissistem tem nilnilai ai budbudaya aya yanyang g kokonsenservarvatif tif akaakann memiliki Etos Kerja yang rendah, bahkan bisa sama sekali tidak memiliki Etos Kerja.

memiliki Etos Kerja yang rendah, bahkan bisa sama sekali tidak memiliki Etos Kerja. c) Sosial Politik 

c) Sosial Politik 

Tinggi rendahnya Etos Kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya Tinggi rendahnya Etos Kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil ke

kerjrja a kekeras ras memerereka ka dedengngan an pepenunuh. h. EtEtos os KeKerjrja a haharurus s didimumulalai i dedengngan an kekesasadadaran ran akakanan   pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Dorongan untuk    pentingnya arti tanggung jawab kepada masa depan bangsa dan negara. Dorongan untuk 

men

mengatgatasi asi kemkemiskiskinainan, n, kebkebodoodohan han dan dan ketketerberbelakelakangangan an hanhanya ya munmungkigkin n timtimbulbul, , jikjikaa masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang masyarakat secara keseluruhan memiliki orientasi kehidupan yang teracu ke masa depan yang leb

lebih ih baibaik. k. OriOriententasi asi ke ke depdepan an itu itu harharus us diidiikutkuti i oleoleh h penpenghaghargargaan an yanyang g cukcukup up kepkepadaada komp

kompetisi dan etisi dan pencapencapaian (achievemepaian (achievement). nt). OrienOrientasi ini tasi ini akan melahirkaakan melahirkan n orientorientasi asi lain, yaitulain, yaitu semangat profesionalisme yang menjadi tulang-punggung masyarakat modern.

semangat profesionalisme yang menjadi tulang-punggung masyarakat modern. d)

d) Kondisi Kondisi Lingkungan/GeografisLingkungan/Geografis Etos Kerja dapat muncul

Etos Kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yangdikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut.

mencari penghidupan di lingkungan tersebut. e) Pendidikan

e) Pendidikan

Etos Kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan Etos Kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai EtosKerja keras. Meningkatnya sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai EtosKerja keras. Meningkatnya kuali

kualitas tas pendpenduduk dapat uduk dapat tercaptercapai ai apabiapabila la ada pendidikada pendidikan an yang merata yang merata dan bermutu, disertaidan bermutu, disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan, keahlian dan

dengan peningkatan dan perluasan pendidikan, keahlian dan keterampilan, sehingga semakinketerampilan, sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat

meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi.sebagai pelaku ekonomi. f)

f) Struktur Struktur EkonomiEkonomi

Tinggi rendahnya Etos Kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya Tinggi rendahnya Etos Kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi, yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja struktur ekonomi, yang mampu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.

keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. g)

g) Motivasi dari Motivasi dari dalam diri indalam diri individudividu

Individu yang akan memiliki Etos Kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi Individu yang akan memiliki Etos Kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Etos Kerja merupakan suatu pandangan dan sikap, yang tentunya didasari oleh tinggi. Etos Kerja merupakan suatu pandangan dan sikap, yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Etos nilai yang diyakini seseorang. Keyakinan inilah yang menjadi suatu motivasi kerja. Etos Ker

Kerja ja jugjuga a dipdipengengaruaruhi hi oleoleh h motmotivaivasi si sesseseoreorangang. . motmotivaivasi si yanyang g sessesungungguhguhnya nya bukbukanan  bersumber dari luar diri, tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri, yang sering  bersumber dari luar diri, tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri, yang sering

disebut dengan motivasi intrinsik. disebut dengan motivasi intrinsik.

(6)

2)

2) PePengngemembabangngan etan etos keos kerjrjaa Et

Etos os kekerjrja a yayang ng rerendndah ah memembmbuauat t sesemumua a ststraratetegi gi dadan n rerencncanana a kekerjrjaa per

perususahahaaaan n yayang ng hehebabat t , , titidadak k mamampmpu u didijaljalanankakan n ololeh eh kakaryryawawan an dedengnganan mak

maksimsimal. al. AkiAkibatbatnyanya, , perperusausahaahaan n akaakan n kekkekuraurangangan n eneenergi rgi suksukses ses dardari i parparaa ka

karyryawawanannynya. a. OlOleh eh karkarenena a ititu, u, susudadah h sasaatatnynya a peperurusasahahaan an pepeduduli li kekepapadada pengem

pengembangabangan n etos kerja etos kerja secarsecara a berkelanberkelanjutan dalam jutan dalam semua aspek aktifitassemua aspek aktifitas perusahaan.

perusahaan.

Salah satu cara terefektif untuk pengembangan etos kerja, adalah melalui Salah satu cara terefektif untuk pengembangan etos kerja, adalah melalui penginternalisasian budaya perusahaan ke mind set setiap karyawan. Budaya penginternalisasian budaya perusahaan ke mind set setiap karyawan. Budaya perusahaan yang wajib diwujudkan dalam berbagai macam kebijakan, aturan, perusahaan yang wajib diwujudkan dalam berbagai macam kebijakan, aturan, sistem, dan prosedur kerja. Termasuk di dalamnya, seperti panduan etika bisnis, sistem, dan prosedur kerja. Termasuk di dalamnya, seperti panduan etika bisnis, pan

panduaduan n codcode e of conduof conduct, dan panduct, dan panduan sop an sop yanyang g jeljelas. as. Di mana, nilaDi mana, nilai-nii-nilailai perj

perjuanuangan gan yanyang g ada ada daldalam am budbudaya aya perperusausahaahaan n tertersebsebut ut harharus us diediekspksploralorasisi untuk dicerahkan kepada setiap karyawan.

untuk dicerahkan kepada setiap karyawan.

Pengembangan etos kerja dapat dimulai dari aksi pencerahan atau pun aksi Pengembangan etos kerja dapat dimulai dari aksi pencerahan atau pun aksi dok

doktrintrinisaisasi si terterhadhadap ap minmind d set set karykaryawaawan, n, untuntuk uk menmenjalajalankankan n renrencancana a dandan st

straratetegi gi bibisnsnis is peperurusasahahaan an sesesusuai ai sasasasararan, n, ununtutuk k memenjnjalaalankankan n bibirorokrakrasisi admin

administrasistrasi yang i yang efektefektif dan if dan efisiefisien, untuk melakukaen, untuk melakukan n proseprosesing yang telitihsing yang telitih da

dan n tetelalateten, n, uuntntuk uk mmelelakakuukakan n efefisisieiensnsi i di di ssememua ua asaspepek k bbiaiayya, a, uuntntukuk memanfaatan teknologi secara efisien dan efektif, mampu melayani pelanggan memanfaatan teknologi secara efisien dan efektif, mampu melayani pelanggan dengan sikap baik dan profesional, mampu memaksimalkan kualitas aset-aset dengan sikap baik dan profesional, mampu memaksimalkan kualitas aset-aset produktif untuk menjadi mesin uang, dan mampu bekerja untuk mempercepat produktif untuk menjadi mesin uang, dan mampu bekerja untuk mempercepat perputaran bisnis dengan kualitas etos kerja terbaik.

(7)

Sumber Pustaka Sumber Pustaka

Gomes, Faustino Cardoso. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Gomes, Faustino Cardoso. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi

Offset Offset

Sujak, Abi. (1990:249) Kepemimpinan Manajer. Jakarta: Rajawali Pers Sujak, Abi. (1990:249) Kepemimpinan Manajer. Jakarta: Rajawali Pers

Wahjosumidjo. (1994). Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia

Wahjosumidjo. (1994). Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia IndonesiaIndonesia

Win

Winardardi. i. (20(2002)02). . MotMotivaivasi si dan dan PemPemotiotivasvasian ian daldalam am ManManajemajemen. en. JakJakartaarta: : PT PT RajRajaa Grafindo Persada Grafindo Persada http://www.depkop.go.id http://www.depkop.go.id.. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3626/1/08E00921.pdf  http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3626/1/08E00921.pdf  http://www.mail-archive.com/ http://www.mail-archive.com/

(8)
(9)

TUGAS TUGAS KEWIRASWASTAAN KEWIRASWASTAAN tentang tentang

MOTIVASI DAN ETOS KERJA MOTIVASI DAN ETOS KERJA

OLEH KELOMPOK IV: OLEH KELOMPOK IV:

SILVIA ROSA SILVIA ROSA

SRIE WAHYUNI PRATIWI SRIE WAHYUNI PRATIWI

HESTYANA AZIZA HESTYANA AZIZA HARUKMANA ANGGI HARUKMANA ANGGI GITHA GEMISA GITHA GEMISA

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2010 2010

Referensi

Dokumen terkait

desainer grafis untuk meniti karir. Berbeda dengan jaman dahulu, di mana di Indonesia profesi desainer grafis kurang diminati, sekarang terjadi lonjakan lulusan desain

Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui paradigma atau pengetahuan TTK tentang Beyond Use Date (BUD) Obat dalam kategori aspek kognitif dan aspek

Pertanian intensif dapat disebut juga sebagai teknologi pertanian modern, begitu pula pada penerapan budidaya intensif dimana merupakan cara bertani ikan yang memanfaatkan

Preeklamsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema dan proteinuria yang muncul pada

Penyusunan Rencana Program dalam RENSTRA 2009-2012 berlandaskan upaya menjadikan Program Studi Pendidikan Bidan menjadi institusi pendidikan bidan yang terkemuka

Jika kategori yang berbeda tentunya akan menghasilkan kriteria penilaian yang berbeda dimana nilai interval akan dibagi berdasarkan banyaknya kategori pada kriteria penilaian

Memberi respon kepada pelbagai aspek tentang karya atau persembahan muzik vokal seperti konsep muzik (irama, melodi, bentuk, ekspresi); fungsi muzik (

Pada hari ke-5 perendaman (gambar 5), korosi baja tulangan dalam larutan pori beton artifisial terkontaminasi diinterpretasikan oleh rangkaian listrik model 5 yang