SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT 1 Nama Institusi :
PROPOSAL
PROGRAM HIBAH PEMBINAAN PTS
PENINGKATAN MUTU
PEMBELAJARAN DAN RELEVANSI
Tahun Anggaran 2014
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
1. Nama Institusi : SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
2. Alamat Institusi : JL.H.HASAN ARIEF NO.2 GARUT
3. Penanggung Jawab : HJ.IETJE FATIMAH, SH.M.Si 4. Ketua Pelaksana
N a m a : JUANDA
Alamat : KP.BABAKANLOA NO.935 RT 03 RW 08
KEL.SUKAGALIH KEC.TAROGONG KIDUL KAB.GARUT
Telepon Kantor : (0262) 243109 Telepon Cellular : 085223702542
Fax : (0262) 236615
e-mail : [email protected]
5. Nama Yayasan : YAYASAN PENDIDIKAN PUSPITA
INTAN PERMATA (YPPIP) 6. AlamatYayasan : JL.H.HASAN ARIEF NO.2 GARUT
7. Skema Yang Diusulkan : PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DAN RELEVANSI (PMBR) 8. Pernah mendapat PHP-PTS Tahun : - Garut, 29 Oktober 2013 Penanggung Jawab,
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
PERNYATAAN KOMITMEN DANA PENDAMPING UNTUK PROGRAM HIBAH PEMBINAAN PTS TAHUN ANGGARAN 2014
Saya sebagai Pimpinan Sekolah Tinggi Hukum Garut dengan ini menyampaikan Proposal PHP-PTS. Kami bersedia menyediakan dana pendamping sebesar 10 % dari total anggaran untuk keperluan pengelolaan dan pendukung kegiatan yang diusulkan.
Dalam melaksanakan program pengembangan yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini, kami bersedia memenuhi semua persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam panduan dan mengikuti aturan pemerintah yang terkait dengan pengelolaan keuangan serta pengadaan.
Dengan ini kami juga menyatakan bahwa kami tidak pernah atau sedang dikenakan sanksi oleh Ditjen Dikti (termasuk yang terkait dengan penyimpangan dalam pelaksanaan hibah sebelumnya).
Mengetahui Ketua Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata
Hj.Mita Permatasari, SH.Not.
Ketua
Sekolah Tinggi Hukum Garut
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Garut, 29 Oktober 2013
Nomor : 013/STH GRT/UM/X/2013 Hal : Surat Pernyataan
Bersama ini kami sampaikan bahwa saat ini perguruan tinggi kami, Sekolah Tinggi Hukum Garut tidak sedang dan tidak akan pernah:
1. menyelenggarakan kelas jauh; 2. mengeluarkan ijazah palsu;
3. dalam konflik internal dengan yayasan dan tidak dalam sengketa hukum; 4. dalam proses pengajuan perubahan bentuk perguruan tinggi dan perubahan
badan hukum nirlaba/yayasan;
5. menjalankan program hibah pengembangan kualitas pendidikan lainnya dari Ditjen Dikti Kemdikbud.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dan apabila di kemudian hari perguruan tinggi kami melaksanakan program yang bertentangan dengan bertentangan dengan hal yang tersebut di atas, maka kami bersedia mengembalikan seluruh dana PHPPTS yang kami terima dan bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengetahui Ketua Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata
Hj.Mita Permatasari, SH.Not.
Ketua
Sekolah Tinggi Hukum Garut
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Pernyataan Dana Pendamping SK Yayasan YPPIP
Laporan PDPT Semester Genap 2012/2013 SK Akreditasi Program Studi
Surat Pernyataan
Daftar Isi ………. 1
Ringkasan Eksekutif ………. 2
BAB I Rencana Strategis STH Garut ………. 3
BAB II Evaluasi Diri STH Garut a. Profil lingkungan eksternal ………. 4
b. Evaluasi pelaksanaan, hasil dan dampak hibah yang pernah diperoleh sebelumnya ………. 8
c. Evaluasi kinerja dan manajemen program akademik ………. 9
d. Evaluasi ketersediaan dan manajemen sumberdaya ………. 19
e. Evaluasi sistem penjaminan mutu di STH Garut ………. 26
f. Ringkasan evaluasi diri ………. 28
g. Ringkasan Strategis/solusi alternatif ………. 31
h. Nilai baseline indikator kinerja utama dan indikator kinerja tambahan ………. 33
BAB III Rencana Global Program Pengembanagan Untuk 3 Tahun Kedepan ………. 34
BAB IV Usulan Program Pengembangan Tahun 2014 ………. 41
BAB V Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan PHP-PTS di STH Garut a. Organisasi pelaksanaan kegiatan ………. 51
b. Mekanisme pelaksanaan kegiatan ………. 53
c. Mekanisme pengelolaan keuangan ………. 54
d. Sistem pengadaan barang ………. 55
e. Mekanisme monitoring dan evaluasi internal ………. 56
BAB VI Rekapitulasi Anggaran ………. 58 Lampiran
a. Lampiran Pendukung Usulan Program b. Lampiran Pendukung Laporan Evaluasi
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
RINGKASAN EKSEKUTIF
Dari hasil evaluasi diri Sekolah Tinggi Hukum Garut ditemukan penyebab belum efisiennya Sekolah Tinggi Hukum Garut, diantaranya : keketatan seleksi mahasiswa baru sekitar 1,8% ; lama penyelesaian tugas akhir 8 bulan; lama studi 3 tahun 8 bulan; IPK rata-rata lulusan 3,25; waktu tunggu mendapat pekerjaan 13 bulan, gaji pertama Rp 1.000.000 dan relevansi pekerjaan lulusan 75 %.
Hasil Root Cause Analysis menunjukkan bahwa fenomena tersebut terkait dengan Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Garut. Terkait dengan isu strategis rendahnya mutu lulusan, akar permasalahan yang ditemukan adalah masa studi lulusan yang cukup lama, rendahnya rasio lulusan terhadap input, kurikulum yang belum sesuai dengan standar, masih ada lulusan yang IPK-nya di bawah standar, penyelesaian tugas akhir yang relatif lama, waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama cukup lama, rendahnya gaji pertama lulusan. Isu strategis sarana dan prasarana yang kurang mendukung untuk proses belajar mengajar akar permasalahannya adalah fasilitas laboratorium hukum yang kurang memadai, tidak adanya ruang khusus untuk membaca, ruang kelas yang tersedia belum bisa menampung seluruh mahasiswa dan tidak dilengkapi fasilitas penunjang, tidak semua staf non akademik mempunyai komputer di ruang kerjanya. Sementara untuk isu strategis tidak mempunyai sistem informasi yang terintegrasi akar permasalahannya adalah ruang kelas yang tidak dilengkapi alat peraga komputer, dan belum mempunyai sistem informasi yang terintegrasi secara menyeluruh di Sekolah Tinggi Hukum Garut
Dalam rangka peningkatan kualitas lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut, maka diperlukan upaya pelatihan bagi dosen wali, mengadakan workshop tentang cara belajar yang efektif, lokakarya evaluasi kurikulum berbasis kompetensi sesuai dengan keinginan stake holder, mengadakan workshop tentang cara belajar yang efektif, pengadaan bahan pustaka di perpustakaan, menyelenggarakan seminar mengenai softskill dan kewirausahaan. Dari aktivitas pengembangan tersebut diharapkan dapat memperpendek lama penulisan tugas akhir maupun lama studi mahasiswa, lulusan memiliki kompetensi yang diinginkan oleh stakeholders, mempersingkat waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan gaji pertama lulusan. Kegiatan yang diajukan meliputi : peningkatkan proses belajar mengajar, peningkatan kualitas staf non akademik, peninjauan kurikulum, pembangunan sarana dan prasana perkuliahan, renovasi laboratorium, peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, meningkatkan keahlian manajemen data bagi dosen dan karyawan dan meningkatkan kualitas sistem informasi manajemen.
Implementasi program-program tersebut diatas direncanakan dilakukan secara bertahap dengan jumlah total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 1.650.000.000,-. Dari total biaya tersebut sebesar Rp. 1.500.000.000,- diusulkan pada PHP-PTS PMBR dan lainnya sebesar Rp. 150.000.000,- (10%) merupakan dana pendamping dari Sekolah Tinggi Hukum Garut.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
BAB I
RENCANA STRATEGIS SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Rencana Strategis pada hakekatnya adalah suatu kerangka kerja yang berorientasi pada penanggulangan isu, sehingga rencana kerja disusun berdasarkan isu pokok. Isu tersebut dijabarkan dari kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal mengindikasikan adanya kemungkinan kekuatan dan kelemahan, sedangkan kondisi eksternal mengindikasikan kemungkinan peluang dan tantangan yang akan dihadapi. Oleh karena itu dalam proses penyusunannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati. Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Garut merupakan perencanaan jangka panjang (5 tahunan), berorientasi kedepan, penetapan tujuan dan penyusunan strategi secara eksplisit, yang memetakan alur kegiatan saat ini dengan gambaran masa depan yang diinginkan dengan mendasarkan pada pertimbangan matang akan kemampuan organisasi dan kecenderungan perubahan lingkungan.
Dalam mengimplemetasikan Rencana Strategis perlu didasarkan pada Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekolah Tinggi Hukum Garut. Visi Sekolah Tinggi Hukum Garut adalah Unggul dan berkualitas dengan dilandasi iman dan takwa untuk menghasilkan sarjana hukum yang bertumpu pada pilar kepakaran dan profesionalisme dalam bidang ilmu hukum di Jawa Barat tahun 2020.
Misi Sekolah Tinggi Hukum Garut adalah menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran secara profesional dalam bidang ilmu hukum, melaksanakan penelitian yang menunjang pengembangan ilmu hukum, mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara edukatif, konsisten dan terprogram dalam bidang ilmu hukum.
Tujuan Sekolah Tinggi Hukum Garut adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang unggul dan mampu menganalisa masalah hukum dalam masyarakat, memajukan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Ilmu Hukum melalui kegiatan-kegiatan penelitian, pengkajian dan mempublikasikan karya-karya ilmiah yang dapat menghasilkan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu hukum serta mengupayakan penerapannya untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Konsepsi mendasar yang perlu mendapatkan perhatian adalah mempertajam dan memperdalam wawasan bahwa lembaga merupakan bagian dari suatu lingkungan. Dari identifikasi faktor lingkungan akan di dapat informasi mengenai sumber daya yang dapat dimanfaatkan lembaga agar dapat tetap hidup dan berkembang. Memandang lembaga sebagai subsistem dari sistem lokal, sistem nasional, dan sistem global. Lembaga hanya dapat hidup dan berkembang apabila keluarannya dapat sesuai dan diterima dengan kebutuhan sistem tersebut. Lembaga ditinjau dari sistem pasar hanya dapat hidup apabila keluarannya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) antara lain: mahasiswa, masyarakat, lingkungan masyarakat, industri dan pemerintah.
Pengembangan Sekolah Tinggi Hukum Garut diorientasikan untuk menjadi pusat keunggulan (centre of excellence) pendidikan tinggi dan
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
pengembangan ilmu hukum yang berbasis pada iman dan takwa serta memperbaiki kualitas dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan yang terbaik, berkualitas dan profesional.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Sekolah Tinggi Hukum Garut ditempuh melalui :
A. Peningkatan Citra Lembaga Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana meningkatkan akreditasi program studi.
Bagaimana menata Program Studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagaimana menciptakan suasana kehidupan kampus yang kondusif bagi keberhasilan proses belajar mengajar.
Bagaimana menjalin hubungan yang lebih intens dan kontinyu dengan alumni.
Bagaimana menciptakan mekanisme pelaporan dan akuntabilitas terhadap
Stakeholder.
Bagaimana menyempurnakan Home Page Sekolah Tinggi Hukum Garut. Bagaimana menjalin kerja sama dengan instansi/lembaga lain baik lokal
maupun nasional.
B. Peningkatan Kompetensi Lulusan Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Bagaimana meningkatkan intensitas kemampuan kemahiran hukum baik litigasi maupun non litigasi.
Bagaimana meningkatkan pengusaaan bahasa asing terutama Bahasa Inggris dan teknologi informasi bagi mahasiswa dan dosen.
Bagaimana menetapkan standar kompetensi lulusan.
Bagaimana melakukan monitoring terhadap kinerja dosen dan tenaga kependidikan.
Bagaimana mengembangkan dan mereview kurikulum (mengupdate matakuliah, integrasi bahan ajar, kewirausahaan, konsep dan nilai etika).
C. Peningkatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Masalah ini berkaitan dengan :
Bagaimana meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagaimana meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi HAKI.
Bagaimana mendokumentasikan hasil dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
D. Peningkatan Budaya Kerja dan Budaya Akademik Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana meningkatkan profesionalisme, disiplin dan mutu kerja dosen dan tenaga kependidikan.
Bagaimana memotivasi dosen untuk mengikuti kegiatan ilmiah baik tingkat lokal maupun nasional.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Bagaimana membuat reward dan punishment system untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
E. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana merencanakan, mengembangankan karier, dan meningkatan kesejahteraan baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan.
Bagaimana membangun semangat kerja dan etos kerja.
Bagaimana meningkatkan penguasaan bahasa asing bagi Dosen terutama Bahasa Inggris dan teknologi informasi.
Bagaimana mengaktifkan kegiatan seminar rutin dan diskusi ilmiah. Bagaimana meningkatkan keterampilan dosen dan tenaga kependidikan
agar lebih profesional.
F. Pengembangan Otonomi Lembaga 1. Penggalian Sumber Dana Masalah ini berkaitan dengan :
Bagaimana Sekolah Tinggi Hukum Garut dapat mencari sumber pembiayaan internal dan eksternal (Dana Pembangunan dan SPP Mahasiswa, Fee dari kerja sama dengan instansi/lembaga lain, dana dari hibah).
Bagaimana mengupayakan sharing dana yang wajar dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta.
2. Pengembangan Sarana dan Prasarana Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana pengadaan, pemanfaatan, optimalisasi, dan pemeliharaan sarana dan prasaran (merancang sistem komputerisasi yang online, melengkapi fasilitas laboratorium, meningkatkan kualitas layanan ruang baca dan internet, menambah ruang kuliah).
Bagaimana membuat sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar.
3. Pengembangan Organisasi dan Manajemen Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana merekonstruksi fungsi dan struktur Senat Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Bagaimana merekonstruksi fungsi dan struktur Program Studi. Bagaimana membentuk lembaga penjaminan mutu di Lembaga.
Bagaimana pemantapan sistem perencanaan program dan penganggaran terpadu.
G. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Masalah ini berkaitan dengan :
Bagaimana membuat sistem informasi keuangan (Simkeu). Bagaimana membuat sistem informasi akademik (Simak). Bagaimana membuat sistem informasi kemahasiswaan (Simkem)
Bagaimana menyempurnakan sistem database dosen dan tenaga kependidikan.
Bagaimana membuat sistem informasi lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Bagaimana membuat media informasi teknologi dan layanan perpustakaan digital (digital library).
H. Pengembangan Kerja Sama, Aliansi Strategis, dan Jaringan Kerja Masalah ini berkaitan dengan:
Bagaimana meningkatkan pemberdayaan peran serta masyarakat.
Bagaimana meningkatkan kerja sama (sinergi) dengan perguruan tinggi yang lain.
Bagaimana meningkatkan kerja sama dan jaringan kerja antara Sekolah Tinggi Hukum Garut dengan pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan industri dan lembaga lain baik di dalam maupun luar negeri (baik untuk kegiatan penelitian, pengembangan sistem pendidikan, maupun pengembangan sarana fisik).
I. Pembinaan Kemahasiswaan Masalah ini berkaitan dengan :
Bagaimana meningkatkan kegiatan penalaran, minat, keilmuan, kesejahteraan, profesi mahasiswa.
Bagaimana memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengatur organisasinya.
Bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Bagaimana memperluas pemberian bea siswa.
Meskipun rencana strategis Sekolah Tinggi Hukum Garut telah di tetapkan, namun baru sebagian saja dari rencana strategis tersebut mampu di wujudkan seperti peningkatan citra lembaga, pembinaan kemahasiswaan dan peningkatan budaya kerja dan budaya akademik. Adapun program yang belum tercapai diantaranya peningkatan kualitas lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut, dimana kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi lulusan masih banyak yang tidak sesuai, waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar 1 tahun. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha yang optimal dari Sekolah Tinggi Hukum Garut untuk meningkatkan kualitas lulusannya dengan meningkatkan mutu pembelajaran dan melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
BAB II
EVALUASI DIRI SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
A. Profil Lingkungan Eksternal
Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan bangsa. Melalui fungsi transformasi sumberdaya manusia, IPTEK dan sosial perguruan tinggi menempati posisi yang strategis dalam perubahan masyarakat. Perkembangan masyarakat yang begitu pesat dalam berbagai aspek kehidupan sebagai dampak dari peningkatan tekonologi informasi, perkembangan ekonomi, hukum dan pembangunan serta globalisasi menuntut penyelesaian yang sistematik dan terus menerus dalam menjawab tantangan penyelesaian masalah-masalah hukum. Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi akan mengalami kecenderungan perkembangan yang amat cepat dan dinamis sebagai konsekuensi dinamika peluang dan tantangan yang harus dihadapi baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu perguruan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Hukum Garut harus mampu menjawab tantangan masa depan tersebut dengan melaksanakan tugas, fungsi dan peran sebaik-baiknya.
Konsepsi mendasar yang perlu mendapatkan perhatian adalah mempertajam dan memperdalam wawasan bahwa lembaga merupakan bagian dari suatu lingkungan. Dari identifikasi faktor lingkungan akan di dapat informasi mengenai sumber daya yang dapat dimanfaatkan lembaga agar dapat tetap hidup dan berkembang. Memandang lembaga sebagai subsistem dari sistem lokal, sistem nasional, dan sistem global. Lembaga hanya dapat hidup dan berkembang apabila keluarannya dapat sesuai dan diterima dengan kebutuhan sistem tersebut. Lembaga ditinjau dari sistem pasar hanya dapat hidup apabila keluarannya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) antara lain: mahasiswa, masyarakat, lingkungan masyarakat, industri dan pemerintah.
Dalam cara pandang yang demikian, lembaga harus selalu memantau dan mengantisipasi perubahan faktor lingkungan (baik internal maupun eksternal). Atas dasar tersebut Sekolah Tinggi Hukum Garut melakukan evaluasi diri, diperoleh kesimpulan bahwa :
Kekuatan (Strengths) :
1. Satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Garut dengan prodi Ilmu Hukum.
2. Memiliki tenaga pendidik yang mempunyai bidang keahlian beragam dengan kualifikasi S.1 (21,43 %), S.2 (71,42 %) dan S.3. (7,14 %).
3. Memiliki laboratorium hukum terpadu dan fasilitas internet yang digunakan untuk menunjang proses belajar dan mengajar.
4. Memiliki tenaga kependidikan yang cukup terlatih. 5. Memiliki jaringan kerja sama/kemitraan yang cukup luas. 6. Memiliki sarana pendidikan yang cukup memadai. 7. Memiliki lingkungan kampus yang nyaman dan asri.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT Kelemahan (Weaknesses) :
1. Kurangnya jumlah dan mutu bahan-bahan pustaka. 2. Metode pengajaran umumnya masih konvensional. 3. Kurikulum pendidikan masih kurang dinamis. 4. Proses belajar mengajar masih belum ideal. 5. Budaya kerja dan budaya akademik masih kurang.
6. Peningkatan karir, kaderisasi jabatan struktural dan fungsional relatif lambat.
7. Penguasaan bahasa asing bagi Dosen dan Mahasiswa masih kurang. 8. Peranan dan keterlibatan Senat Sekolah Tinggi Hukum Garut dalam
menetapkan kebijakan institusi belum optimal.
9. Rasa kebersamaan dan rasa ikut memiliki Sekolah Tinggi Hukum Garut belum kuat.
10. Upaya pemasaran lulusan kurang terstruktur dan terencana. 11. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi belum optimal. 12. Keterbatasan dana untuk pengembangan Sekolah Tinggi Hukum Garut. 13. Belum optimalnya peranan alumni dalam ikut mengembangan Sekolah
Tinggi Hukum Garut. Peluang (Opportunity) :
1. Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti studi lanjut, sementara daya tampung lembaga hanya sekitar 50-60 % dari jumlah pendaftar.
2. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap keluaran pendidikan di bidang ilmu hukum sebagai dampak kebijakan otonomi daerah.
3. Banyak lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut yang dikemudian hari ternyata mampu mengikuti studi lanjut dan mendapatkan pekerjaan yang mapan.
4. Globalisasi dengan segala aspeknya memberi peluang lembaga untuk menjalin kerja sama dengan instansi lain dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ancaman (Threat) :
1. Pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mendorong ketatnya persaingan.
2. Banyaknya perguruan tinggi yang menjanjikan lulusanya dapat langsung bekerja dan masa studi yang singkat.
3. Banyaknya perguruan tinggi yang memiliki fasilitas yang lengkap sehingga mempengaruhi minat dari calon mahasiswa baru.
B. Evaluasi pelaksanaan, hasil dan dampak hibah yang pernah diperoleh sebelumnya
Pada tahun 2013 ini Sekolah Tinggi Hukum Garut baru akan mengajukan Program Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta. Sekolah Tinggi Hukum Garut belum pernah mengajukan dan menerima bentuk hibah dari stakeholder, sehingga tidak bisa dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan, hasil dan dampak hibah yang pernah diperoleh.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
C. Evaluasi kinerja dan manajemen program akademik
Evaluasi kinerja dan pengelolaan program akademik merupakan penjabaran dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi meliputi tiga aspek, yaitu : input, proses, dan output.
1. Input
a. Jumlah dan Keketatan Seleksi.
Secara umum jumlah peminat yang akan melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Hukum Garut cenderung naik setiap tahunnya (Lampiran Tabel LED-1). Akibat naiknya jumlah calon mahasiswa baru yang mendaftar di Sekolah Tinggi Hukum Garut berdampak pada tingkat keketatan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Peningkatan calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Hukum Garut dikarenakan status akreditasi Sekolah Tinggi Hukum Garut akan meningkat, hal ini ditunjukkan pada Gambar 2.1. Dan tingkat keketatan seleksi penerimaan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Hukum Garut dalam kurun waktu 3 tahun akademik (2011/2012 s/d 2013/2014) ditunjukkan pada Gambar 2.2.
Gambar 2.1.
Jumlah mahasiswa dalam 3 tahun terakkhir
Gambar 2.2.
Tingkat keketatan seleksi penerimaan mahasiswa baru dalam kurun waktu 3 tahun terakkhir
0 50 100 150 2011/2012 2012/2013 2013/2014 Mendaftar Diterima 1.6 1.7 1.8 1.9 2 2.1 2.2 2011/2012 2012/2013 2013/2014
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT b. Kurikulum
Pelaksanaan peninjauan kurikulum yang dilakukan di Sekolah Tinggi Hukum Garut dilakukan setiap 3 tahun sekali dengan cara menyebarkan angket kepada stakeholder, dosen, alumni, dan mahasiswa. Peninjauan kurikulum tersebut dilakukan untuk disesuaikan dengan perkembanagn IPTEKS dan kebutuhan stakeholder. Kurikulum tersebut disesuaikan dengan kepentingan eksternal dan internal Sekolah Tinggi Hukum Garut yakni dengan menyesuaikan visi, misi dan umpan balik dari alumni dan stakeholder. Kemudian kurikulum tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Hukum Garut, hasilnya ditunjukkan dengan gambar 2.3.
Gambar 2.3.
Hasil Peninjauan Kurikulum (Jumlah SKS)
c. Diktat Ajar/Hand out/Modul
Diktat ajar/Hand out/Modul sebagai salah satu referensi mahasiswa diterbitkan oleh dosen dengan rata-rata jumlah Diktat Ajar/Hand out/Modul adalah 11. (Lampiran Tabel LED-5). Komposisi ketersedian diktat ajar untuk kurun waktu 3 tahun terakkhir ditunjukkan pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4.
Komposisi ketersedian diktat ajar 135 140 145 150 155 160 2004/2005 2007/2008 2009/2010 0 5 10 15 20 25 30 2010/20112011/20122012/2013 Petunjuk Pratikum Diktat/Handout/Modul
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
d. Usia bahan pustaka dan transaksi
Total ketersedian koleksi buku di Sekolah Tinggi Hukum Garut (Lampiran Tabel LED-24) sebanyak 1.649 judul, yaitu dengan rincian, buku teks 954 judul (58%), Tugas Akhir 661 judul (40%), jurnal 34 judul (2%) digunakan sebagai referensi.
Gambar 2.5. Ketersedian Buku Di Perputakaan
Gambar 2.6.
Usia Buku di Perpustakaan
Gambar 2.7.
Jumlah Transaksi di Perpustakaan Buku Teks 58% Jurnal 2% Tugas Akhir 40%
Ketersedian Buku Di Perputakaan
1-2 Thn 29% 3-5 Thn 39% > 5 Thn 32%
Usia Buku di Perpustakaan
1000 1100 1200 1300
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Usia dari buku pustaka yang tersedia adalah, usia 1-2 tahun terakhir hanya 451 judul (29%), usia 3-5 Tahun terakhir 600 judul (39%) dan usia lebih 5 tahun 500 judul (32%). Jumlah transaksi diperpustakaan terjadi peningkatan pertahun, walaupun peningkatan tidak terlalu signifikan, dikarenakan variasi buku dan jumlah yang dimiliki pustaka tidak mengalami peningkatan (penambahan) koleksi. 2. Proses
a. Sistem penjadwalan dan perkuliahan
Proses pembelajaran dalam satu semester terdiri dari 14 kali pertemuan tatap muka, 1 kali Ujian Tengah Semester (UTS) dan 1 kali Ujian Akhir Semester (UAS). Jadwal perkuliahan disusun secara terpusat oleh Ketua Program Studi Sekolah Tinggi Hukum Garut.
b. Kehadiran Dosen dan Mahasiswa
Persentase kehadiran dosen dan mahasiswa 3 Tahun terakhir (2010/2011 s/d 2012/2013) dihitung dari jumlah pertemuan kuliah terjadwal selama 1 semester (14 kali pertemuan tatap muka). Rata-rata kehadiran dosen dalam tiga tahun terakhir pada semester gasal adalah 85,66 % dan pada semester genap adalah 86,67% (Lampiran Tabel LED-4). Sedangkan rata-rata kehadiran mahasiswa pada semester gasal adalah 85% dan pada semester genap 88%.
Gambar 2.8.
Tingkat Persentasi Kehadiran Dosen
Gambar 2.9.
Tingkat Persentasi Kehadiran Mahasiswa 75% 80% 85% 90% 95% 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Gasal Genap 0% 20% 40% 60% 80% 100% 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Gasal Genap
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Belum meratanya tingkat kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan menyebabkan tingkat pemahaman materi berbeda dan mahasiswa yang harus mengikuti perbaikan nilai. Perbedaan tingkat kehadiran akan berdampak pada indeks prestasi lulusan mahasiswa. c. Kelulusan mata kuliah
Rata-rata tingkat kelulusan mata kuliah persemester dalam tiga tahun terakhir akademik 2010/2011 s/d 2012/2013, semester gasal 94,67% dan semester genap 95,33%.
Gambar 2.10.
Tingkat Kelulusan Mata kuliah
Gambar 2.11.
Tingkat Distribusi Nilai Mata kuliah
Tidak tercapainya tingkat kelulusan 100% ini akan berakibat pada peningkatan jumlah mahasiswa yang mengikuti perbaikan nilai.
d. Waktu penyelesaian tugas akhir
Dari data tahun 2010/2011 s/d 2012/2013, Rata-rata lama penyelesaian tugas akhir adalah 7 bulan (Lampiran Tabel LED-13). Beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya dalam penyelesaian
84% 86% 88% 90% 92% 94% 96% 98% 100% 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Gasal Genap 0% 10% 20% 30% 40% 50% 2010/2011 2011/2012 2012/2013 A B D E
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
tugas akhir antara lain mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan judul tugas akhir, proses bimbingan kurang aktif dan terprogram, dan kurang ketersediaan referensi penunjang di pustaka.
Gambar 2.12.
Lama penyelesaian tugas akhir
e. Masa Studi
Rata-rata persentase lama masa studi selama 3 Tahun terakhir akademik 2010/2011 s/d 2012/2013 (Lampiran Tabel LED-12) adalah 3 Tahun 9 Bulan (87.7%). Penyelesaian tugas akhir merupakan salah satu komponen yang menentukan dalam masa studi.
Gambar 2.13.
Rata-rata Masa Studi (tahun)
f. Akreditasi
Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai sebuah perguruan tinggi sudah melakukan penjaminan mutu eksternal (akreditasi) yang dilakukan oleh BAN–PT (Lampiran Tabel LED-9).
Gambar 2.14.
Akreditasi Sekolah Tinggi Hukum Garut No Tahun Akademik Hasil Akreditasi
1 2000/2001 C 2 2008/2009 C 3 2013/2014 B 0 2 4 6 8 2010/2011 2011/2012 2012/2011 3.7 3.8 3.9 4 4.1 2010/2011 2011/2012 2012/2013
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT g. Penelitian Dosen
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2010/2011 s/d 2012/2013) penelitian dengan sumber pendanaan dari luar Sekolah Tinggi Hukum Garut tidak ada (Lampiran Tabel LED-20).
Gambar 2.15. Jumlah Penelitian
Rendahnya jumlah dan kualitas penelitian dosen dalam membuat proposal penelitian dengan sumber pendanaan dari luar Sekolah Tinggi Hukum Garut serta menulis karya ilmiah, karena kemampuan Dosen masih sangat lemah. Hal ini karena minimnya pengalaman, anggaran dan kurangnya kesempatan Dosen untuk mengikuti pelatihan dalam pembuatan proposal penelitian dan karya ilmiah. h. Pengabdian kepada Masyarakat
Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan dalam 3 tahun terakhir mencapai 18 kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Lampiran Tabel LED-22).
Gambar 2.16.
Jumlah Pengabdian kepada Masyarakat
Karena padatnya jadwal perkuliahan dan minimnya SDM dosen sehingga menyebabkan minimnya pengabdian kepada masyarakat.
0 2 4 6 8 10 2010/2011 2011/2012 2012/2013 0 1 2 3 4 5 6 7 2010/2011 2011/2012 2012/2013
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT 3. Output
a. IPK Lulusan
Nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) rata-rata lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut 3 tahun terakhir (2010/2011 s/d 2012/2013) berdasarkan Data Lampiran Tabel LED-11 ditunjukkan pada Gambar 2.17. IPK mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Garut masih ada yang belum mencapai baseline yang ditetapkan (2.75).
Gambar 2.17. IPK terendah dan tertinggi
Gambar 2.18.
Profil Lulusan Berdasarkan IPK
b. Jumlah Lulusan
Sekolah Tinggi Hukum Garut telah mewisuda mahasiswa sebanyak 10 kali. Jumlah kelulusan mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Garut untuk 3 tahun terakhir tahun akademik 2010/2011 s/d 2012/2013 yaitu 62 lulusan (Lampiran Tabel LED-10) di tunjukkan pada Gambar 2.19.
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Terendah Tertinggi 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 2010/2011 2011/2012 2012/2013 <2.5 2.5<IPK<3.0 >3.0
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Gambar 2.19.
Jumlah Kelulusan 3 Tahun Terakhir
c. Masa Tunggu Pekerjaan Pertama
Rata-rata masa tunggu lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut (Lampiran Tabel LED-14) untuk mendapatkan pekerjaan pertama adalah < 6 bulan (20.1%), 6 s/d 12 bulan (24.3%) dan > 12 bulan (55.6%). Dari Gambar 2.18 menunjukkan bahwa masa tunggu lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut relatif lama. Jika dibandingkan data IPK kelulusan (Gambar 2.20) dengan masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama, disimpulkan walaupun dengan nilai IPK rata-rata relatif tinggi tetapi masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama relatif lama.
Gambar 2.20.
Masa Tunggu Pekerjaan Pertama
d. Gaji Pertama Lulusan
Gaji pertama lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut selama 3 tahun terakhir 2010/2011 s/d 2012/2013 (Gambar 2.21.) adalah Rp 500.000-Rp 1.000.000 sebanyak 10 orang (16,13%), 500.000-Rp 1.000.000-500.000-Rp 3.000.000 sebanyak 45 orang (72,58%), lebih dari Rp 3.000.000 sebanyak 7 orang (11,29%). 0 10 20 30 2010/2011 2011/2012 2012/2013 0 5 10 15 20 2010/2011 2011/2012 2012/2013 <6 Bulan 6 s/d 12 >12 Bulan
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Gambar 2.21. Gaji Pertama Lulusan
e. Kesesuaian Bidang Pekerjaan
Berdasarkan hasil tracer study melalui penyebaran kuesioner pada 80 orang lulusan/alumni diperoleh informasi bahwa lulusan Sekolah Tinggi Hukum Garut yang menyatakan bahwa pekerjaan yang diperoleh sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh sebesar 75 % atau 60 orang dan yang menyatakan, pekerjaan yang diperoleh tidak sesuai dengan bidang ilmu yang di peroleh sebesar 25 % atau 20 orang.
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada lulusan oleh Sekolah Tinggi Hukum Garut sebanyak 60 reponden juga diperoleh informasi, bahwa lulusan/alumni bekerja pada 5 lapangan usaha/pekerjaan yaitu 61 % atau 38 orang bekerja pada bidang pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil, di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama sebagai pegawai negeri sipil adalah 10 % atau 6 orang, di Lembaga Permasyarakatan adalah 7 % atau 4 orang, di Kejaksaan Negeri Garut sebesar 3 % atau 2 orang, di Kepolisian sebanyak 19 % atau 12 orang.
Gambar 2.22.
Kesesuaian Bidang Pekerjaan 0 10 20 30 40 50 Sesuai 75% Tidak sesuai 25%
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Gambar 2.23. Bidang Pekerjaan
D. Evaluasi ketersediaan dan manajemen sumberdaya 1. Staff Akademik
Saat ini jumlah dosen tetap Sekolah Tinggi Hukum Garut secara keseluruhan sebanyak 14 orang dengan jumlah seluruh mahasiswa aktif saat ini sebanyak 301 orang, maka rasio antara dosen dibanding mahasiswa adalah 1 : 21,5. Secara kuantitas, jumlah staf pengajar Sekolah Tinggi Hukum Garut sudah cukup ideal.
a. Pendidikan Dosen.
Dari jumlah Dosen sebanyak 14 orang, yang berpendidikan S1 sebanyak 3 orang (21,43% %), S2 sebanyak 10 orang (71,43%), S3 sebanyak 1 orang (7,14%) dan studi lanjut ke S2 sebanyak 2 orang, ke S3 sebanyak sebanyak 4 orang seperti terlihat pada Gambar 2.24 dan 2.25.
Gambar 2.24. Pendidikan Dosen Pegawai Negeri Sipil 61% Pengadilan 10% Lembaga Permasyarakatan 7% Kejaksaan Negeri 3% Kepolisian 19% 0 2 4 6 8 10 2010/2011 2011/2012 2012/2013
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Gambar 2.25. Dosen Studi Lanjut
Dari komposisi ini terlihat bahwa kualifikasi dosen masih ada yang S1 jika mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 dan No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mensyaratkan bahwa Dosen harus berpendidikan minimal S2. Mengingat hal tersebut, maka upaya yang telah dilakukan Sekolah Tinggi Hukum Garut adalah memprioritaskan pengiriman dosen untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3 tiap tahun dengan jumlah sesuai dengan kemampuan Sekolah Tinggi Hukum Garut.
b.Beban Mengajar Dosen
Selain mewajibkan pendidikan minimal S-2 untuk seorang Dosen yang diamanatkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 dan No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, seorang dosen juga wajib memiliki beban mengajar 12 sks/minggu.
Gambar 2.26.
Beban kerja dosen sks/minggu
Upaya kearah itu senantiasa dilakukan, hal ini ditunjukkan pada gambar 2.26. Dari gambar diatas dapat dirata-ratakan bahwa beban mengajar dosen belum 12 jam/minggu dan pada tahun-tahun mendatang
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 2010/2011 2011/2012 2012/2013 S2 S3 10.5 11 11.5 12 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Gasal Genap
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
diperkirakan beban mengajar akan meningkat seiring dengan penambahan jumlah mahasiswa dan akan bertambahnya dosen yang masih berkualifikasi S2 untuk melanjutkan studi S3.
c. Usia Dosen
Gambar 2.27. menunjukan data usia dosen tetap Sekolah Tinggi Hukum Garut. Dari gambar tersebut terlihat bahwa jumlah dosen yang berusia kurang dari 31 tahun tidak ada, usia 31 s/d 40 tahun sebanyak 4 orang (28,57%), usia 41 s/d 50 tahun sebanyak 5 orang (35,71%), usia 51 s/d 60 tahun sebanyak 2 orang (14,29%), usia lebih dari 60 tahun sebanyak 3 (21,43%) orang ditunjukkan pada (Lampiran Tabel LED-17).
Gambar 2.27. Usia Dosen
d. Jabatan Fungsional Dosen
Sampai dengan saat ini jumlah Dosen tetap Sekolah Tinggi Hukum Garut yang telah mempunyai jabatan fungsional (Asisten Ahli) sebanyak 6 orang (42,86%), Lektor 5 orang (35,71%) dan Lektor Kepala 3 orang (21,43%). Rincian sebaran jabatan funginal dosen ditunjukkan pada (Lampiran Tabel LED-17).
Gambar 2.28. Jabatan fungsional Dosen 0 1 2 3 4 5 2010/2011 2011/2012 2012/2013 <31 31-40 41-50 51-60 >60 0 1 2 3 4 5 6 7 2010/2011 2011/2012 2012/2013 Assisten Ahli Lektor Lektor Kepala
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
e. Sertifikasi Kompetensi Dosen
Pada tahun 2009 dosen Sekolah Tinggi Hukum Garut yang mendapatkan sertifikasi dosen sebanyak 2 orang, tahun 2010 sebanyak 3 orang, tahun 2011 tidak ada dan pada 2012 sebanyak 2 orang.
Gambar 2.29.
Sertifikasi Kompetensi Dosen
2. Staf Non-akademik
Jumlah staf non-akademik Sekolah Tinggi Hukum Garut saat ini sebanyak 11 orang. Rasio antara staf non-akademik dan mahasiswa adalah 1 : 26. Mengacu pada rasio tersebut, terlihat bahwa jumlah staf non akademik Sekolah Tinggi Hukum sudah memadai.
a. Pendidikan Staf Non-akademik
Dari jumlah staf non-akademik sebanyak 11 orang, yang berpendidikan SLTA sebanyak 3 orang (27,27%), S1 sebanyak 7 orang (63,64 %), dan S1 sebanyak 1 orang (9,09 %).
Gambar 2.30.
Latar belakang pendidikan staff non akademik
Kemampuan staf non-akademik dalam mengoperasikan komputer masih kurang. Hal ini akan menjadi faktor yang kurang mendukung rencana Sekolah Tinggi Hukum Garut yang mengarah kepada manajemen sumber daya dan layanan akademik berbasis teknologi informasi. 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 2009/2010 2010/2011 2011/2012 2012/2013 0 2 4 6 8 10 SMA S-1 S-2 2011/2012 2012/2013 2013/2014
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT b. Usia Staf non-akademik.
Gambar 2.31. menunjukkan data usia staf non-akademik Sekolah Tinggi Hukum Garut. Dari gambar tersebut terlihat bahwa usia staf non-akademik yang berusia kurang dari 31 tahun 4 orang (36,36%), usia 30 s/d 40 tahun sebanyak 5 orang (45,46%), usia 41 s/d 50 tahun sebanyak 1 orang (9,09%), usia 51 s/d 60 tahun sebanyak 1 orang (9,09%), usia lebih dari 60 tahun tidak ada. Dengan komposisi usia staf non-akademik tersebut, masih terbuka peluang untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan bagi staf admnistrasi.
Gambar 2.31. Usia staf non akademik
3. Keuangan
Dana operasional Sekolah Tinggi Hukum Garut diatur berdasarkan pengelolaan keuangan melalui baik penerimaan maupun pengeluaran mengikuti one way management yang dikelola langsung oleh Program Studi Ilmu Hukum STH Garut. Sumber dana dari SPP mahasiswa dikelola oleh Sekolah Tinggi Hukum Garut kemudian dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan Program Studi. Dana yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Hukum Garut meliputi dana kegiatan Proses Belajar Mengajar, Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pengelolaan dana untuk kegiatan Penelitian harus disertai dengan kontrak penelitian yang diajukan oleh dosen dan diketahui oleh Ketua Program Studi serta disahkan oleh Ketua STH Garut.
Secara garis besar penerimaan dana operasional Sekolah Tinggi Hukum Garut diperoleh dari dua sumber, yaitu Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata dan sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP). Komposisi penerimaan dana operasional Sekolah Tinggi Hukum Garut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 1.
Komposisi Sumber Dana Sekolah Tinggi Hukum Garut No Tahun Akademik Yayasan (Rp) SPP (Rp)
1 2010/2011 500.000.000 750.000.000 2 2011/2012 450.000.000 850.000.000 3 2012/2013 400.000.000 900.000.000 0 1 2 3 4 5 2011/2012 2012/2013 2013/2014 <31 31-40 41-50 51-60 >60
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT 4. Sistem Informasi
Sistem informasi Sekolah Tinggi Hukum Garut memegang peranan yang sangat vital dalam menunjang proses belajar mengajar. Dimana sistem informasi akademik belum semuanya dikelola secara komputerisasi dan terintegrasi dengan server sehingga tidak dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Server data dalam LAN untuk keperluan sentralisasi data (file server,
mail server, multimedia server), merupakan pusat data yang dikonfigurasikan untuk keperluan akses data melalui jaringan LAN, dimana data-data akademik baik untuk keperluan presentasi, distribusi hasil rapat, video multimedia, dapat diakses oleh dosen maupun tenaga kependidikan yang telah diberikan akses untuk dapat mengakses server.
Untuk proses pembelajaran, mahasiswa dapat menggunakan fasilitas
e-learning dengan mengakses menu yang terdapat pada website Sekolah
Tinggi Hukum Garut. Melalui proses pembelajaran ini diharapkan dosen dan mahasiswa dapat lebih berinteraksi tanpa batasan ruang dan waktu karena materi pembelajaran bisa langsung di download dari website STHG. Mahasiswa dapat menanyakan materi perkuliahan secara on line.
Perpustakaan digital merupakan fasilitas yang belum ada di perpustakaan Sekolah Tinggi Hukum Garut. Perpustakaan maya ini didalamnya terdapat banyak referensi buku-buku hukum untuk dibaca secara digital dan dapat diakses oleh mahasiswa, dosen dan yang berkepentingan untuk akses ke perpustakaan digital Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Table 2.
Sistem Informasi Sekolah Tinggi Hukum Garut
No
. Jenis Data
Sistem Pengelolaan Data
Secara Manual Dengan Komputer Tanpa Jaringan Dengan Komputer Jaringan Lokal (LAN) Dengan Komputer Jaringan Luas (WAN) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Mahasiswa - - √ -
2 Kartu Rencana Studi (KRS) - - - -
3 Jadwal mata kuliah - - √ -
4 Nilai mata kuliah - - √ -
5 Transkrip akademik - - √ - 6 Lulusan - √ - - 7 Dosen - √ - - 8 Pegawai - √ - - 9 Keuangan - √ - - 10 Inventaris - √ - - 11 Perpustakaan - - √ -
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT 5. Sarana dan Prasarana
Sampai dengan saat ini sarana dan prasarana kampus dipandang belum cukup optimal, tetapi bila ditinjau dari kegiatan yang telah dan sedang terlaksana kegiatan dapat berjalan dengan hasil yang baik serta ditunjang dengan penjadwalan pemakaian sarana dan prasarana yang terkoordinir membuat ketersediaan sarana yang ada dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien tanpa mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai.
Sarana dan prasarana yang ada untuk proses belajar mengajar sudah cukup baik. Di masa datang akan diupayakan untuk mengadakan laboratorium komputer untuk melengkapi laboratorium hukum yang sudah ada.
a. Ruang Perkuliahan
Saat ini Sekolah Tinggi Hukum Garut memiliki 5 gedung yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkuliahan, yakni gedung A, gedung B, gedung C, gedung D dan gedung E. Masing-masing gedung memiliki kapasitas daya tampung mahasiswa sekitar 30 orang sehingga masih kekurangan ruang perkuliahan untuk menampung seluruh mahasiswa aktif. Selain itu tiap ruangan belum dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti AC dan Proyektor untuk menunjang proses belajar mengajar di Sekolah Tinggi Hukum Garut.
b. Laboratorium Hukum
Fasilitas Laboratorium Hukum sebagai pendukung proses pembelajaran Sekolah Tinggi Hukum Garut disediakan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi. Fasilitas Laboratorium Hukum dengan luas ruang 20 m2, belum dilengkapai dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti AC, Komputer, kursi dan meja persidangan.
c. Ruang Administrasi dengan Staf Administrasi
Ruang administrasi umum seluas 45 m2 sedangkan jumlah staf administrasi adalah 11 orang. Perbandingan antara luas ruangan dengan jumlah staf adalah 45 : 11 = 4,09 : 1. Ketersediaan ruang administrasi umum belum memadai dengan pemanfaatan 1 orang staff menggunakan luas ruang sebesar 4,09 m2.
d. Ruang Administrasi dengan Mahasiswa
Ruang administrasi akademik seluas 15 m2, jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang harus dilayani sebanyak 301 orang mahasiswa aktif di tahun 2012/2013, maka perbandingannya adalah 15 : 301 = 1 : 20 berarti 20 orang mahasiswa dilayani di ruang seluas 1 m2 dari luas ruang administrasi akademik.
e. Ruang Dosen
Sekolah Tinggi Hukum Garut memiliki ruang dosen seluas 56 m2. Luas ruangan 56 m2 dengan jumlah dosen program studi 14 orang dosen, maka rasio penggunaan ruang terhadap jumlah dosen adalah 56 : 14. = 4. Berarti setiap 4 meter persegi ruang digunakan oleh 1 orang dosen untuk melayani mahasiswa. Dari rasio pemanfaatan ruang belum cukup baik karena sudah mendekati standar rasio luas ruang terhadap jumlah dosen yaitu 5 : 1. Akan tetapi ke depan perlu untuk melakukan
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
penambahan luas ruang untuk antisipasi penambahan jumlah dosen dan mahasiswa.
f. Rasio Luas Ruangan Perpustakaan dengan Jumlah Mahasiswa
Luas ruang perpustakaan adalah 33 m2 rasio luas ruang perpustakaan dengan jumlah mahasiswa aktif adalah 33 : 291= 1 :0,11 , atau luas ruang perpustakaan 0,11 m2 untuk 1 orang mahasiswa. Hal ini berarti luas perpustakaan masih belum cukup untuk melayani jumlah mahasiswa program studi ilmu hukum yang ada sekarang, jika dibandingkan dengan standar baku yaitu 20% x jumlah mahasiswa x 2 m2. Selain itu di peprpustakaan Sekolah Tinggi Hukum Garut belum memiliki ruang khusus untuk ruang baca mahasiswa.
g. Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Garut sangat banyak sekali sehingga sangat dibutuhkan sekali ruangan khusus untuk sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut. Dengan adanya ruang tersebut diharapkan kegiatan ekstrakulikuler di Sekolah Tinggi Hukum Garut akan semakin maju dan berprestasi.
Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada prasarana ruangan, maka diperlukan pengamanan dan pemeliharaan terhadap fasilitas yang ada. Pengamanan dilakukan oleh satpam yang mempunyai dua shift kerja yaitu siang dan malam hari, akan tetapi belum maksimal karena jumlah satpam yang tidak sebanding dengan luas fasilitas Sekolah Tinggi Hukum Garut yang harus dipantau, sedangkan pemeliharaan fasilitas dilakukan oleh bagian perlengkapan. Kendala yang dihadapi dalam penambahan prasarana :
a. Minimnya partnership;
b.Minimnya dana investasi sarana dan prasarana;
c. Minimnya jumlah mahasiswa sehingga berakibat pada minimnya uang pengembangan kampus.
E. Evaluasi sistem penjaminan mutu di tingkat institusi
Penjaminan mutu dilingkungan Sekolah Tinggi Hukum Garut dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Dalam pelaksanaannya berjalan cukup baik, hal ini terlihat dengan adanya koordinasi antara tim penjaminan mutu di Prodi Ilmu Hukum dengan LPM di lembaga.
Penjaminan mutu pada tingkat lembaga terkait kegiatan dosen, maka prodi selalu berkoordinasi dengan lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat tentang kegiatan penelitian dan pengabdian apa yang dapat dilakukan dosen. Ini dilakukan agar dosen mendapat informasi lengkap tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dosen dapat mengembangkan diri dan mengimplementasikan ilmu hukum dalam kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan penjaminan mutu di Sekolah Tinggi Hukum Garut dilakukan dalam rangka menciptakan suatu proses akademik, manajemen dan sistem informasi terhadap seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum Garut secara berkelanjutan agar tercapai suatu keluaran (output) dan Outcome sesuai dengan kebijakan dan sasaran mutu pada rentang waktu tertentu.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Dalam rangka penjaminan mutu, Sekolah Tinggi Hukum Garut telah menyusun pedoman dan standar mutu yang dicantumkan dalam Surat Keputusan Ketua STH Garut Nomor : 10/STH-Grt/SK/K-U/V/2009 tentang Lembaga Penjaminan Mutu STH Garut. Proses evaluasi kegiatan akademik yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu di Sekolah Tinggi Hukum Garut dilakukan setiap akhir semester, dengan cara menyebarkan angket kepada mahasiswa maupun dosen. Data tersebut diolah, dan kemudian dianalisa sehingga menghasilkan kesimpulan untuk kemudian ditindak lanjuti oleh Lembaga Penjaminan Mutu maupun Ketua Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Setiap tahun Sekolah Tinggi Hukum Garut melaksanakan evaluasi diri terhadap proses penyelenggaraan pendidikan dengan komponen evaluasi yang mencakup: (a) pendidikan dan pengajaran, (b) keilmuan dan penelitian, (c) pengabdian kepada masyarakat, (d) pembinaan kemahasiswaan dan hubungan alumni, (e) organisasi dan manajemen, (f) sumber daya manusia, keuangan dan sarana prasarana, serta (g) teknologi informasi dan komunikasi. Hasil evaluasi diri tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk laporan tahunan dan laporan secara periodik masing-masing bidang ke Ketua STH Garut.
Proses penjaminan mutu yang ada dan dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Hukum Garut di harapkan mampu meningkatkan mutu lulusan, sehingga mampu bersaingan dengan lulusan dari perguruan tinggi lain, mampu merebut pangsa kerja yang ada, berkarya dan berkehidupan bermasyarakat, serta menghasilkan karya-karya ilmiah (akademik) yang terus berkembang sesuai perkembangan IPTEKS.
Beberapa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan Lembaga Penjaminan Mutu di Sekolah Tinggi Hukum Garut antara lain :
1. Belum tersedianya Sistem Informasi Jaminan Mutu dan Monitoring dan Evaluasi sehingga Keberadaan UPT Penjaminan Mutu dan Monev belum sepenuhnya dipahami oleh sivitas akademika dan non akademika
2. Masih kurangnya ketersedian berbagai dokumen-dokumen mutu seperti Manual Mutu Akademik, Manual Prosedur serta SOP dalam berbagai bidang yang sangat diperlukan sebagai kerangka acuan dalam melaksanakan proses pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Garut.
3. Belum terintegrasinya sistem penjaminan mutu dengan sistem informasi manajemen yang ada di Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai sarana monitoring dan evaluasi, termasuk untuk kepentingan EPSBED.
4. Ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas dalam mendukung pengembangan sistem penjaminan mutu.
5. Kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas.
6. Kurang pemahaman akan pentingnya sistem penjaminan mutu internal. Rencana pengembangan kedepan dari lembaga penjaminan mutu Sekolah Tinggi Hukum Garut adalah melakukan pembenahan internal, memperbaiki standar mutu yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman, melengkapi sarana dan prasarana dan melakukan studi banding ke perguruan tinggi lain yang pengelolaanya sudah efektif dan professional.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Pola Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Hukum Garut
F. Ringkasan evaluasi diri Analisis SWOT : Evaluasi Internal Evaluasi Eksternal Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness) 1. Satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Garut dengan prodi Ilmu Hukum. 2. Memiliki tenaga pendidik yang mempunyai bidang keahlian beragam dengan kualifikasi S.1 (21,43 %), S.2 (71,42 %) dan S.3. (7,14 %). 3. Memiliki laboratorium
1. Kurangnya jumlah dan mutu bahan-bahan pustaka. 2. Metode pengajaran umumnya masih konvensional. 3. Kurikulum pendidikan PENGENDALIAN SISTEM PENJAMINAN MUTU
PROSES MANAJEMEN PUNCAK KEBIJAKAN MUTU SASARAN MUTU MANUAL MUTU TINJAUAN MANAJEMEN PROSES PELAYANA PROSES PENGENDALIAN MUTU PROSES PELAPORAN PROSES PENDUKUNG SUMBER DAYA PERBAIKAN BERKELANJUTAN VISI & MISI
RENSTRA PERATURAN DAN STANDAR EKSTERNAL INPUT LAPORAN EPSBED/ BAN-PT LAPORAN SPM OUTPUT : KEPUASAN STAKEHOLDER OUTPUT
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
untuk menunjang proses belajar dan mengajar. 4. Memiliki jaringan kerja
sama/kemitraan yang cukup luas.
5. Memiliki sarana pendidikan yang cukup memadai.
6. Memiliki lingkungan kampus yang nyaman dan asri.
masih kurang dinamis. 4. Proses belajar mengajar
masih belum ideal. 5. Budaya kerja dan
budaya akademik masih kurang. 6. Peningkatan karir, kaderisasi jabatan struktural dan fungsional relatif lambat. 7. Penguasaan bahasa asing bagi Dosen dan Mahasiswa masih kurang. 8. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi belum optimal. 9. Keterbatasan dana untuk pengembangan Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Peluang
(Opportunity) Strategi (S – O) Strategi (W – O)
1. Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti studi lanjut. 2. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap keluaran pendidikan di bidang ilmu hukum. 3. Banyak lulusan STH Garut yang dikemudian hari ternyata mampu mengikuti studi lanjut dan mendapatkan pekerjaan yang mapan. 4. Globalisasi dengan segala aspeknya memberi peluang 1. Membuat sistem penerimaan mahasiswa baru yang efektif dan efisien. 2. Meningkatkan kuantitas lulusan STH Garut 3. Meningkatkan kualitas lulusan STH Garut. 4. Meningkatkan kegiatan promosi Program Ilmu Hukum STH Garut di
1. Meningkatkan jumlah dosen.
2. Meningkatkan jumlah dan mutu bahan-bahan pustaka. 3. Meningkatkan metode pengajaran. 4. Peninjauan Kurikulum secara periodik.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT lembaga untuk menjalin kerja sama dengan instansi lain dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
wilayah Priangan Timur dan Jawa Barat melalui berbagai media termasuk situs internet. 5. Meningkatkan sarana pembelajaran. 6. Meningkatan karir, kaderisasi jabatan struktural dan fungsional. 7. Meningkatkan penguasaan bahasa asing bagi Dosen dan Mahasiswa 8. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi belum optimal. 9. Meningkatkan sumber pendapatan dana. Ancaman
(Threat) Strategi (S – T) Strategi (W – T)
1. Pesatnya pertumbuhan
perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mendorong ketatnya persaingan. 2. Banyaknya perguruan tinggi yang menjanjikan lulusanya dapat langsung bekerja dan masa studi yang singkat.
3. Banyaknya perguruan tinggi yang memiliki fasilitas yang lengkap sehingga
1. Meningkatkan kinerja, pengembangan program
studi secara
berkelanjutan dan penjaminan mutu agar tetap memiliki daya kompetisi yang kuat. 2. Mengupayakan membuat
laporan ke Kopertis Wilayah IV dalam menyikapi keberadaan perguruan tinggi yang men-janjikan kelulusan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan secara nasional.
3. Membangun sarana dan prasarana yang lebih baik
1. Membina kerjasama dengan semua Program Studi Ilmu Hukum di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta
dalam rangka
meningkatkan kinerja yang lebih baik.
2. Menyusun rencana strategis baru yang lebih fokus dan tepat sasaran sehingga akreditasi dapat ditingkatkan. 3. Mengajukan permohonan program bantuan hibah ke berbagai stakeholder
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT mempengaruhi minat dari calon mahasiswa baru.
G. Ringkasan strategi/solusi alternative
Gejala/Fenomena masalah Akar Permasalahan
Solusi Alternatif
Solusi Terbaik Melalui
PHP-PTS
No Uraian Hal Uraian Hal
1 2 3 4 5 6 7 1 Masa studi lulusan yang cukup lama Rendahnya rasio lulusan terhadap input Kurikulum yang belum sesuai dengan standar Masih ada lulusan yang IPK-nya di bawah standar Penyelesaian tugas akhir yang relatif lama. Waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama cukup 14 16 10 16 13 17 Rendahnya mutu lulusan 15 Melakukan bimbingan konseling terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam studi Membuat metode pengajaran yang lebih efektif dan tepat. Mengembangkan dan mereview kurikulum (mengupdate matakuliah, integrasi bahan ajar Membuat metode pengajaran yang lebih efektif dan tepat. Menambah bahan pustaka yang relevan Melakukan kerjasama dengan instansi yang lain
Melakukan pelatihan bagi dosen wali Mengadakan workshop tentang cara belajar yang efektif Lokakarya Evaluasi Kurikulum Berbasis Kompetensi sesuai dengan keinginan stake holder Mengadakan workshop tentang cara belajar yang efektif Pengadaan bahan pustaka di perpustakaan. Membuat seminar mengenai softskill dan kewirausahaan.
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT lama Gaji pertama lulusan Kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi 17 18 Melakukan kerjasama dengan instansi yang lain
Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja Membuat seminar mengenai softskill dan kewirausahaan. Membuat seminar mengenai softskill dan kewirausahaan. 2 Fasilitas laboratorium hukum yang kurang memadai Tidak adanya ruang khusus untuk membaca Ruang kelas yang tersedia belum bias menampung seluruh mahasiswa dan tidak dilengkapi fasilitas penunjang. Tidak semua staf non akademik mempunyai Komputer di ruang kerjanya. 25 26 25 25 Sarana dan prasarana yang kurang mendukung untuk proses belajar mengajar 25 Melengkapi fasilitas laboratorium hukum Mengoptimalkan sarana yang sudah ada Penambahan Sarana pendukung Menambah unit komputer untuk dioperasikan di ruang semua staf non akademik Pengadaan sarana dan prasarana laboratorium hukum Membangun ruang baca Menambah ruang kuliah dengan dilengkapi AC Pengadaan unit komputer 3 Ruang kelas yang tidak dilengkapi alat peraga computer 25 Tidak mempunyai sistem informasi yang terintegrasi 24 Membeli alat peraga komputer (LCD) yang menggunakan paket-paket komputer di ruang kuliah Pengadaan proyektor di setiap kelas
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT Belum mempunyai sistem informasi yang terintegrasi secara menyeluruh di Sekolah Tinggi Hukum Garut 24 Merancang sistem informasi lembaga Upgrade Sistem Informasi
H. Baseline dan target indikator kinerja
Indikator Kinerja Baseline (2013)
2014 2015 2016
1. Status akreditasi prodi yang diusulkan
B B B B
2. Mutu Pembelajaran
o Rata-rata masa studi lulusan 4 Tahun 3 Tahun 9 Bulan
3 Tahun 8 Bulan
3 Tahun 7 Bulan o Rasio jumlah lulusan terhadap
input
80% 85% 90% 100%
o Pemenuhan penyelengaraan kurikulum sesuai standard
75% 80% 90% 100%
o Rata-rata IPK lulusan 2,80 2,90 3,00 3,10
o Masa tugas akhir 8 bulan 7 bulan 6 bulan 6 bulan 3. Relevansi program akademik yang
diselenggarakan
o Waktu tunggu lulusan untuk mendapat pekerjaan
1 tahun 9 bulan 8 bulan 7 bulan o Gaji pertama lulusan 1.000.000 1.100.000 1.200.000 1.300.000 o Kesesuaian bidang pekerjaan
dengan kompetensi
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
BAB 3
RENCANA GLOBAL PROGRAM PENGEMBANGAN UNTUK 3 TAHUN KE DEPAN
Salah satu aspek pembangunan yang mendasar untuk mengembangkan kemampuan dan melahirkan sumber daya manusia adalah aspek pembangunan di bidang pendidikan, hal ini sebagaimana telah diatur di dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, disamping itu juga bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk melaksanakan fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut maka diselenggarakan pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 melalui berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan.
Penyelenggaraan pendidikan nasional melalui jenis pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, oleh karenanya peran serta masyarakat secara aktif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan sangat menentukan terhadap keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Keberhasilan pembangunan dalam bidang pendidikan meliputi berbagai jenjang dan jenis pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan, oleh karenanya peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan merupakan upaya strategis dalam pembangunan di bidang pendidikan. Melalui pendidikan yang berkualitas diberbagai jenis dan jenjang pendidikan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat berperan serta sebagai insan pembangunan.
Sekolah Tinggi Hukum Garut, beralamat di jalan H. Hasan Arief No. 2 Garut, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata Garut, merupakan perguruan tinggi di Kabupaten Garut yang memiliki fungsi menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang hukum. Disamping itu juga bahwa Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai lembaga pendidikan memiliki peran dan fungsi secara umum melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Melalui pelaksanaan peran dan fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi secara nyata terhadap pembangunan nasional.
Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai penyelenggara pendidikan tinggi dengan program studi ilmu hukum dalam pelaksanaannya mempunyai kekuatan dan kelemahan antara lain :
1. Kekuatan :
a. Satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Garut dengan prodi Ilmu Hukum.
b. Memiliki tenaga pendidik yang mempunyai bidang keahlian beragam dengan kualifikasi S.1 (21,43 %), S.2 (71,42 %) dan S.3. (7,14 %).
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
c. Memiliki laboratorium hukum terpadu dan fasilitas internet yang digunakan untuk menunjang proses belajar dan mengajar.
d. Memiliki tenaga kependidikan yang cukup terlatih. e. Memiliki jaringan kerja sama/kemitraan yang cukup luas. f. Memiliki sarana pendidikan yang cukup memadai. g. Memiliki lingkungan kampus yang nyaman dan asri. 2. Kelemahan (Weaknesses) :
a. Kurangnya jumlah dan mutu bahan-bahan pustaka. b. Metode pengajaran umumnya masih konvensional. c. Kurikulum pendidikan masih kurang dinamis. d. Proses belajar mengajar masih belum ideal. e. Budaya kerja dan budaya akademik masih kurang.
f. Peningkatan karir, kaderisasi jabatan struktural dan fungsional relatif lambat.
g. Penguasaan bahasa asing bagi Dosen dan Mahasiswa masih kurang.
h. Peranan dan keterlibatan Senat Sekolah Tinggi Hukum Garut dalam menetapkan kebijakan institusi belum optimal.
i. Rasa kebersamaan dan rasa ikut memiliki Sekolah Tinggi Hukum Garut belum kuat.
j. Upaya pemasaran lulusan kurang terstruktur dan terencana. k. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi belum optimal. l. Keterbatasan dana untuk pengembangan Sekolah Tinggi Hukum Garut. m. Belum optimalnya peranan alumni dalam ikut mengembangan Sekolah
Tinggi Hukum Garut.
Gambar 3.1.
Rasional dan konteks PHP-PTS PMBR dengan RESNSTRA STH Garut
2012-2014 2015-2016 2017 TRANSPARAN DAN MENERAPKAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PENGUATAN MANAJEMEN MUTU MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS
Sumber Daya Internal : Perbaikan yang berkelanjutan oleh lembaga
Sumber Daya Eksternal : Untuk mempercepat penvapaian target
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Keterpaduan seluruh aspek manajemen menjadi kata kunci yang tepat untuk mengelola Sekolah Tinggi Hukum Garut dengan didukung oleh sistem informasi terpadu yang handal sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan pertimbangan di atas maka melalui Program-Program Hibah Dikti dapat mempercepat ketercapaian Visi dan Misi Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Melalui usulan PHP-PTS PMBR ini, Sekolah Tinggi Hukum Garut berkomitmen memanfaatkan PHP-PTS PMBR 2013 untuk menciptakan penguatan manajemen mutu dan produktivitas melalui peningkatan efektivitas input, proses dan output pada proses belajar mengajar yang mencerminkan interpretasi dari visi dan misi Sekolah Tinggi Hukum Garut sebagai perguruan tnggi yang unggul dan berkualitas di Jawa Barat. Hal tersebut dituangkan dalam Tabel dibawah ini :
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT
Tabel 3.
Rencana global program pengembangan tahun 2014-2016
No Judul Kegiatan Tujuan Luaran yang diharapkan Langkah-langkah yang diperlukan Sumberdaya (komponen biaya) yang diperlukan Unit Terlibat Jadwal Indikator Kerja 2014 2015 2016
A. Peningkatan Mutu Pembelajaran 1 Peningkatan Mutu Lulusan Lulusan bisa segera diserap di lapangan pekerjaan Meningkatkan produktivitas Melakukan pelatihan bagi dosen wali 15.000.000 Ketua Prodi, Pembantu Ketua III/Bid Kemahasisw aan 3 Tahun 9 Bulan 3 Tahun 8 Bulan 3 Tahun 7 Bulan Penurunan Masa studi lulusan STH Garut dapat mencetak lulusan yang berkualitas Rasio mahasiswa baru dengan lulusan seimbang Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di STH Garut 20.000.000 Ketua Prodi, Pembantu Ketua III/Bid Kemahasisw aan 50% 60% 70% Peningkatan rasio lulusan terhadap input Materi yang disampaikan oleh dosen dapat menyesuaikan perkembangan zaman Meningkatkan kualitas lulusan Mengadakan lokakarya
20.000.000 Ketua Prodi 70% 80% 90% Pemenuhan penyelenggara an kurikulum yang sesuai dengan standar Bisa diterima di perusahaan/insta nsi yang Meningkatkan minat calon mahasiswa Mengadakan workshop tentang cara 15.000.000 Ketua Prodi, Pembantu Ketua III/Bid 2,90 3,00 3,10 Peningkatan IPK lulusan
SEKOLAH TINGGI HUKUM GARUT mengharuskan nilai IPK tertentu
baru belajar yang
efektif Kemahasisw aan Menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas Penurunan masa studi Pengadaan bahan pustaka di perpustakaan 103.900.000 Ketua Prodi, dosen pembimbing 7 bulan 6 bulan 6 bulan Pemendekatan masa tugas akhir Menghindari pengangguran Meningkatkan minat calon mahasiswa Melakukan workshop/ seminar mengenai softskill dan kewirausahaan 10.000.000 Ketua Prodi, Pembantu Ketua III/Bid Kemahasisw aan 9 bulan 8 bulan 7 bulan Waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama Meningkatkan taraf hidup lulusan Meningkatkan minat calon mahasiswa Melakukan workshop/ seminar mengenai softskill dan kewirausahaan 10.000.000 Pembantu Ketua III/Bid Kemahasisw aan 1.100.0 00 1.200. 000 1.300. 000 Peningkatan gaji pertama Lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatnya selama perkuliahan Meningkatkan minat calon mahasiswa Membuat seminar mengenai softskill dan kewirausahaan. 10.000.000 Ketua Prodi, Pembantu Ketua III/Bid Kemahasisw aan 65% 70% 75% Kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi 2 Peningkatan Sarana dan Prasarana Untuk menunjang proses belajar Mempunyai laboratoriun hukum Pengadaan sarana dan prasarana 75.000.000 Ketua II/Bid Administrasi Umum dan 80% 90% 100% Fasilitas laboratorium hukum yang