Batu lapis pelindung buatan
Pemecah Gelombang
Pemecah Gelombang
Pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua
Pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua
macam yaitu
macam yaitu
pemecah gelombang sambung pantai
pemecah gelombang sambung pantai
dan
dan
lepas pantai
lepas pantai
Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan
Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan
perairan pelabuhan sedang tipe kedua untuk
perairan pelabuhan sedang tipe kedua untuk
perlindunga
perlindungan
n pantai terhadap erosi
pantai terhadap erosi
Tombolo
Tombolo
Pemecah Gelombang
Pemecah Gelombang
Pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua
Pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua
macam yaitu
macam yaitu
pemecah gelombang sambung pantai
pemecah gelombang sambung pantai
dan
dan
lepas pantai
lepas pantai
Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan
Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan
perairan pelabuhan sedang tipe kedua untuk
perairan pelabuhan sedang tipe kedua untuk
perlindunga
perlindungan
n pantai terhadap erosi
pantai terhadap erosi
Tombolo
Tombolo
Pemecah Gelombang
Pemecah Gelombang
lanjutan
lanjutan
Pemecahan gelombang lepas pantai terjadi karena berk
Pemecahan gelombang lepas pantai terjadi karena berkurangnyaurangnya
energi gelombang yang sampai di perairan.
energi gelombang yang sampai di perairan.
Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung ak
Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung akanan
mengurangi transpor sedimen di daerah tersebut.
mengurangi transpor sedimen di daerah tersebut.
Pengendapan tersebut menyebabkan terbentuknya cuspate.
Pengendapan tersebut menyebabkan terbentuknya cuspate.
Apabila bangunan ini cukup panjang
Apabila bangunan ini cukup panjang terhadap jaraknya dari terhadap jaraknya dari garisgaris
pantai, maka akan terbentuk tombolo.
Pemecah Gelombang
lanjutan
Untuk perlindungan pantai yang panjang, dibuat suatu
seri pemecah gelombang lepas pantai yang dipisahkan
oleh suatu celah
Energi yang sampai di daerah terlindung dipengaruhi
oleh lebar celah antara bangunan dan difraksi
gelombang melalui celah tersebut. Lebar celah paling
tidak dua kali panjang gelombang dan panjang segmen
bangunan lebih kecil dari jaraknya ke garis pantai
Seperti halnya dengan groin, pemecah gelombang lepas
pantai dapat juga dibuat dari tumpukan batu, beton,
Penambahan Suplai Pasir di Pantai
(sand nourishment )
Erosi pantai terjadi apabila di suatu pantai yang ditinjau
terdapat kekurangan suplai pasir.
Alternatif penambahan pasir perlu ditinjau di samping
alternatif pembuatan bangunan pelindung pantai
Dengan penambahan suplai pasir dapat diperoleh nilai
tambah yang lain yaitu bertambah lebarnya pantai yang
bisa dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata. Beberapa
daerah wisata pantai di luar negeri (Perancis, dsb.)
dikembangkan dengan penambahan material (pasir atau
krikil)
Untuk mencegah hilangnya pasir yang ditimbun di ruas
pantai karena terangkut oleh arus sepanjang pantai,
sering dibuat sistem groin
Gelombang Rencana
Bangunan pantai harus direncanakan untuk mampu
menahan gayagaya gelombang yang bekerja padanya
Penentuan gelombang rencana harus mempertimbangkan
tipe bangunan,
nilai daerah yang dilindungi, dan juga
biaya pelaksanaan pekerjaan.
Semakin penting bangunan semakin besar periode ulang
gelombang rencana. Biasanya periode ulang ditetapkan
antara 10 dan 100 tahun.
Gelombang Rencana
lanjutan
Karakteristik gelombang di laut ditetapkan berdasarkan
pengukuran gelombang di lapangan atau berdasar hasil
peramalan gelombang dengan menggunakan data
angin dan fetch
Gaya gelombang yang ditimbulkan oleh gelombang tidak
pecah, pecah dan telah pecah adalah berbeda
Gelombang Tidak Pecah
Apabila bangunan berada pada kedalaman yang cukup
besar, yaitu lebih besar dari 1,5 kali tinggi gelombang
maksimum yang terjadi, maka gelombang di lokasi
tersebut tidak pecah
Mengingat gelombang di suatu lokasi terdiri dari berbagai
macam tinggi, periode dan arah gelombang, maka
karakteristik gelombang di lokasi bangunan adalah
gelombang terbesar yang diperoleh dari berbagai
karakteristik gelombang tersebut.
Gelombang Pecah
Gelombang yang merambat dari laut dalam menuju
pantai mengalami perubahan bentuk dengan puncak
gelombang semakin tajam sampai akhirnya pecah pada
suatu kedalaman tertentu
Galvin (1969, dalam
CERC, 1984)
b p pH
x
b ps
d
m
H
x
(
4
,
0
/
9
,
25
)
Gelombang Pecah
lanjutan
Galvin juga menunjukkan bahwa perbandingan db/Hb
berubah dengan kemiringan dasar m dan kemiringan
gelombang datang Hb/gT2
Dalam percobaan yang dilakukan penyebaran titik data
cukup besar, sehingga pada gambar tersebut dibuat dua
set kurva. Kurva
adalah batas atas dari nilai db/Hb;
sehingga
= (db/Hb)maks. Sedang
adalah batas
bawah dari nilai db/Hb; sehingga
= (db/Hb)min.
Gelombang Pecah
lanjutan
Gelombang Pecah
lanjutan
Gelombang Pecah
lanjutan
Contoh dalam menentukan kedalaman minimum dan
kedalaman maksimum gelombang pecah
Gelombang dengan periode 10 detik dan tinggi
gelombang laut dalam ekivalen H'o = 2,0 m menjalar
menuju pantai yang mempunyai kemiringan m = 0,02.
Hitung kedalaman air di mana gelombang mulai pecah.
Gelombang Pecah
lanjutan
1,325
Penyelesaian
Dengan menggunakan Gambar Hubungan antara Hb/H’o dan H’o/gT2, untuk nilai tersebut di
atas dan m = 0,02; didapat nilai Hb/H'o : Selanjutnya dihitung: 00255 , 0 10 81 , 9 65 , 2 2 2 x gT H b 002 , 0 10 81 , 9 0 , 2 ' 2 2 x gT o H 325 , 1 'o H H b m x o H H b 1,325 ' 1,325 2,02,65
Gelombang Pecah
lanjutan
Dengan menggunakan Hubungan dan dengan H/gT2 .
untuk nilai Hb/gT 2= 0,00255 dan m = 0,02 akan diperoleh :
50 , 1 maks b b H d m m x d b maks1,50 2,65 3,98 4,0 125 , 1 min b b H d 1,5 1,125 m m x d b min1,125 2,65 2,98 3,0
Suatu bangunan yang berada di pantai dengan kemiringan m = 0,02 akan mengalami serangan gelombang pecah jika kedalaman bangunan adalah di antara db min = 3,0 m dan db maks = 4,0 m
Gelombang Pecah rencana
Tinggi gelombang pecah rencana Hb tergantung pada kedalaman air pada suatu jarak di depan kaki bangunan di mana gelombang pertama kali mulai pecah. Kedalaman tersebut berubah dengan pasang surut. Tinggi gelombang pecah rencana mempunyai bentuk berikut :
ds : kedalaman air di kaki bangunan m : kemiringan dasar pantai
b s b m d H
b b H d
b p pH
x
Nilai yang digunakan dalam di atas tidak dapat langsung digunakan sebelum nilai Hb diperoleh, untuk menghitung nilai Hb telah
Gelombang Pecah rencana
lanjutan
Gelombang Pecah rencana
lanjutan
Tinggi gelombang laut dalam dapat dihitung dengan menggunakan Gambar 7.19
disamping dan hasil analisis refraksi.
Gelombang Pecah rencana
lanjutan
Contoh
Direncanakan suatu bangunan pantai dengan kedalaman air rencana pada kaki bangunan adalah ds = 2,5 m. Kemiringan dasar pantai di lokasi bangunan adalah m = 0,02. Periode gelombang bervariasi antara 5 dan 10 detik. Hitung tinggi gelombang pecah maksimum yang menyerang bangunan untuk periode gelombang maksimum dan minimum. Hitung pula tinggi gelombang di laut dalam yang menimbulkan gelombang pecah rencana tersebut jika diketahui koefisien refraksi untuk T = 5 dan T = 10 detik adalah 0,9 dan 0,8.
Gelombang Pecah rencana
lanjutan
Penyelesaian
Hitungan dilakukan untuk periode gelombang 5 detik, sedang untuk T= 10 detik hanya diberikan hasilnya. Untuk periode T=5 detik :
01 , 0 5 81 , 9 5 , 2 2 2 x gT d s Dengan menggunakan Gambar Tinggi Gelombang pecah rencana di kaki bangunan untuk nilai ds/gT2 = 0,01 dan m =0,02 diperoleh : 0,875 875 , 0 s b d H m x d Hb
0,875 s
0,875 2,5
2,2Gelombang Pecah rencana
lanjutan
Penyelesaian
Untuk periode gelombang T=10 detik hitungan dilakukan dengan cara yang sama dan akhirnya didapat :
0025 , 0 10 81 , 9 5 , 2 2 2 x gT d s 9 , 0 s b d H 009 , 0 5 81 , 9 2 , 2 2 2 x gT H b m x d Hb
0,9 s
0,9 2,5
2,25Mencari tinggi gelombang di laut dalam berdasar tinggi gelombang pecah tersebut di atas :
Dengan menggunakan Gambar Hubungan antara Hb/Ho dan Hb/gT2
untuk nilai tersebut dan m = 0,02 akan diperoleh : 01 , 1 'o H H b
Ho
K
o
H
'
r m x Ho o H H K H K o H Ho b r b r 42 , 2 01 , 1 90 , 0 2 , 2 ) ' / ( ' Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Gelombang yang datang secara tegak lurus terhadap
dinding vertikal akan menimbulkan gaya-gaya yang
besarnya tergantung pada karakteristik gelombang
Tekanan gelombang berubah dengan fluktuasi muka air
Apabila tinggi gelombang datang tidak terlalu besar, gelombang tersebut akan dipantulkan oleh dinding dan membentuk gelombang berdiri (standing wave, clapotis) di depan bangunan tersebut
Apabila tinggi gelombang cukup besar sehingga pecah pada saat mengenai dinding vertikal, akan terjadi tekanan kejut yang ditimbulkan oleh hempasan massa air menghantam dinding
Kedua macam kondisi gelombang tersebut memberikan tekanan yang berbeda pada bangunan
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Teori yang banyak digunakan untuk menghitung tekanan
gelombang pada dinding vertikal adalah yang diberikan
oleh Sainflou (1928)
Distribusi tekanan gelombang berdiri pada dinding vertikal
diberikan oleh Gambar berikut
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Garis penuh menunjukkan
distribusi tekanan teoritis, sedang garis terputus adalah anggapan distribusi tekanan berbentuk garis lurus. Anggapan tersebut dilakukan untuk memudahkan menghitung gaya tekanan. Tinggi gelombang di lokasi bangunan apabila tidak ada
bangunan adalah H. Jika
bangunan memantulkan
gelombang secara sempurna, maka tinggi gelombang berdiri di depan bangunan adalah 2H. Muka air rerata gelombang berdiri berada pada jarak h dari muka air diam, yang mempunyai bentuk :
L d L d h L d h L H h 2 coth / cos 4 1 ) / 2 sin 4 3 1 2 2 2
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Elevasi muka air maksimum pada dinding terhadap muka
air diam adalah H+
h sedang elevasi muka air minimum
terhadap muka air diam adalah H-
h
Tekanan pada dasar dinding :
L
d
gH
gd
p
b/
2
cos
Suku pertama dari ruas kanan adalah tekanan hidrostatis sedang suku kedua adalah tekanan dinamis gelombang. Tanda positip dan negatip dalam persamaan tersebut menunjukkan tekanan maksimum dan minimum pada saat puncak dan lembah gelombang berada di dinding
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Untuk satu satuan panjang dinding vertikal, gaya resultan
R, momen terhadap dasar M, dan lengan momen diukur
terhadap dasar diberikan oleh persamaan berikut, di mana
subskrip c dan t menunjukkan elevasi gelombang
maksimum dan minimum pada dinding :
2 / 2 cosh( ) ( 2 1 d 2 L d H d H h d g Rc 6 / 2 cosh( ) ( 6 1 2 d 3 L d H d H h d g M c c c R M lc 2 / 2 cosh( ) ( 2 1 d 2 L d H d H h d g Rt 6 / 2 cosh( ) ( 6 1 2 d 3 L d H d H h d g M t t t t R M l
Persamaan tersebut di atas adalah untuk keadaan dimana gelombang berada pada sisi laut dari dinding verfikal dan air diam pada sisi yang lain (pelabuhan). Apabila air dan gelombang hanya terdapat pada satu sisi, gaya dan momen sama seperti rumus di atas hanya suku d 2 /2 dan
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Gelombang dengan tinggi 2 m dan panjang 35 m di pantulkan oleh dinding vertikal yang berada pada kedalaman 7 m. Pada sisi di
sebaliknya terdapat air diam dengan kedalaman yang sama. Hitung gaya, momen dan lengan momen yang ditimbulkan oleh gelombang
Jarak antara muka air rerata gelombang berdiri dan muka air diam dihitung dengan rumus (7.5):
Contoh 2 , 0 35 7 L d Penyelesaian
Dari tabel L-1dalam Lampiran 1 didapat nilai-nilai berikut ini :
614 , 1 2 sinh L d 899 , 1 2 cosh L d 851 , 0 2 tanh L d m x x h 0,51 8501 , 0 1 1899 , 1 4 1 614 , 1 4 3 1 35 2 2 2 2
Gaya Gelombang Pada dinding Vertikal
Lanjutan
Menghitung gaya dan momen yang ditimbulkan oleh gelombang 0532 , 1 889 , 1 2 / 2 cosh d L H kN x Rc 135,31 2 7 0532 , 1 7 ) 2 51 , 0 7 ( 2 1 81 , 9 1000 2 kN x M c 630,02 6 7 0532 , 1 7 ) 2 51 , 0 7 ( 6 1 81 , 9 1000 3 2 m R M lc c c 66 , 4 31 , 135 02 , 630 kN x Rt 79,62 2 7 0532 , 1 7 ) 2 51 , 0 7 ( 2 1 81 , 9 1000 2 kN x M t 265,61 6 7 0532 , 1 7 ) 2 51 , 0 7 ( 6 1 81 , 9 1000 3 2 m R M l t t t 3,34 62 , 79 61 , 265
Tanda negatip menunjukkan bahwa arah Rt dan Mt menuju ke arah laut
Pemecah Gelombang
Suatu pemecah gelombang akan dibangun pada
kedalaman -8,0 m di suatu laut dengan kemiringan dasar laut 1:50. Tinggi gelombang di lokasi rencana pemecah gelombang adalah 3 m. Periode gelombang 10 detik. Dari analisis refraksi didapatkan nilai koefisien refraksi sebesar Kr = 0,95 pada rencana lokasi pemecah
gelombang. Dari data pasang surut didapatkan HWL =1,85 m; MWL =1,05 m dan LWL = 0,3 m. Rencanakan pemecah gelombang tersebut.
Dari hasil studi diketahui bahwa gelombang pecah terjadi pada kedalaman 4,0 m dan pada lokasi tersebut tidak terjadi gelombang pecah
Pemecah Gelombang
Penyelesaian
Kedalaman air di lokasi bangunan berdasarkan HWL dan LWL adalah :
dHWL = 1,85 –(-8) = 9,85 m dLWL = 0,3 – (-8) = 8,3 m dMWL = 1,05 – (-8) = 9,05 m
Elevasi puncak pemecah gelombang dihitung berdasarkan tinggi runup. Kemiringan sisi pemecah gelombang ditetapkan 1:2.
Tinggi gelombang di laut dalam :
m
x
T
L
0
1
,
56
2
1
,
56
(
10
)
2
156
Bilangan Irribaren : 6 , 3 ) 156 / 3 ( 2 / 1 ) / ( 0 0,5
0,5
L H tg I r Pemecah Gelombang
Dengan menggunakan grafik pada Gambar 7.33. dihitung nilai runup. Untuk lapis lindung dari batu pecah (quarry stone) :
Elevasi puncak pemecah gelombang dengan memperhitungkan tinggi
kebebasan 0,5 m :
ElvPem. Gel = HWL + Ru + free board = 1,85 + 3,75 + 0,5 = 6,1 m m x R H R u u 1,25 1,25 33,75
Pemecah Gelombang
Untuk lapis lindung dari tetrapod :
Elevasi puncak pemecah gelombang dengan memperhitungkan tinggi
kebebasan 0,5 m : ElvPem. Gel = 1,85 + 2,7 + 0,5 = 5,0 m m x R H R u u 1,25 1,25 3 3,75
Tinggi pemecah gelombang :
HPem. Gel = ElvPem. Gel – ElvDsr Laut HPem. Gel = 6,1 – (-8) = 14 m (batu) HPem. Gel = 5 – (-8) = 13 m (tetrapod)