• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian kausal-komparatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penelitian kausal-komparatif"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Tujuan : Tujuan :

Setelah mempelajari bab ini, maka anda diharapkan mampu untuk: Setelah mempelajari bab ini, maka anda diharapkan mampu untuk:

Menjelaskan apa yan dimaksud dengan istilah penelitian Menjelaskan apa yan dimaksud dengan istilah penelitian kausal-komparatif 

komparatif  Me

Menjnjelelasaskkan an sesecacara ra sisingngkakat t babagagaimimanana a pepenenelilititian an kkauausasal- l-komparatif memiliki kesamaan, namun juga berbeda, baik dengan komparatif memiliki kesamaan, namun juga berbeda, baik dengan penelitian korelasional ataupun eksperimental

penelitian korelasional ataupun eksperimental

Penelitian Kausal

Penelitian Kausal -

-

Komparatif 

Komparatif 

Hubungannya dengan Hubungannya dengan

variabel-variabel variabel-variabel

Karakteristi subyekKarakteristi subyek

Ancaman-ancamanAncaman-ancaman

llaaiinnnn aa

Ancaman-ancaman Ancaman-ancaman terhadap validitas internal terhadap validitas internal dalam penelitian dalam penelitian

kausal-k koomm aararattiiff   Formulasi/perumusanFormulasi/perumusan masalah masalah   SampleSample   InstrumentasiInstrumentasi  

 ahapan-tahapan yangahapan-tahapan yang dilakukan dalampenelitian dilakukan dalampenelitian Persamaan dan perbedaan Persamaan dan perbedaan antara penelitian antara penelitian kausal-komparatif

komparatif dan dan penelitianpenelitian korelasional

korelasional

Persamaan dan perbedaan Persamaan dan perbedaan antara penelitian antara penelitian kausal-komparatif

komparatif dan dan penelitianpenelitian eksperimental

eksperimental

Apakah penelitian Apakah penelitian

kausal-komparatif itu! komparatif itu! "engevaluasi "engevaluasi ancaman-ancaman terhadap ancaman terhadap validitas internal dalam validitas internal dalam

penelitian penelitian kausal-k koomm aararattifif analisis data analisis data

(2)

Mengidentifikasi dan menjelaskan secara singkat langkah-langkah Mengidentifikasi dan menjelaskan secara singkat langkah-langkah ya

yang ng teterdrdapapat at dadalalam m pepelalaksksananaaaan n sesebubuah ah pepenenelitlitiaian n kakaususal al--komparatif 

komparatif 

Menggambar sebuah diagram desain

Menggambar sebuah diagram desain penelitian kausal-komparatif penelitian kausal-komparatif  Mend

Mendeskrieskripsikpsikan an bagabagaimana imana data data dikumdikumpulkpulkan an daladalam m penepenelitianlitian kausal-komparatif 

kausal-komparatif 

Menjelaskan beberapa ancaman terhadap validitas internal yang Menjelaskan beberapa ancaman terhadap validitas internal yang ter

terdapdapat at papada da penpenelielitiatian n kaukausalsal-ko-kompamparatratif if dadan n menmendisdiskuskusikaikann bagaimana untuk mengontrol ancaman-ancaman tersebut

bagaimana untuk mengontrol ancaman-ancaman tersebut Me

Mengngenenalali i sesebubuah ah pepenenelitlitiaian n kakaususalal-k-komompapararatif tif keketitika ka anandada menemukannya dalam literatur

menemukannya dalam literatur penelitian edukasionalpenelitian edukasional Apakah penelitian kausal-komparatif itu?

Apakah penelitian kausal-komparatif itu?

Dalam penelitian kausal-komparatif, peneliti akan berusaha untuk Dalam penelitian kausal-komparatif, peneliti akan berusaha untuk men

menententukaukan n penpenyeyebab bab ataatau u konkonseksekuenuensi si (ak(akibaibat t padpada a perperbedbedaaaan- n-perbedaan yang telah ada diantara kelompok individu! Sebagai hasilnya, perbedaan yang telah ada diantara kelompok individu! Sebagai hasilnya, terka

terkadang dang penepenelitian litian ini ini bersbersama ama dengdengan an penepenelitian litian korelkorelasionasional al akanakan diang

dianggap gap sebasebagai gai sebusebuah ah bentbentuk uk penepenelitian litian asosasosiasioiasional, nal, dikardikarenakenakanan ked

keduauanya nya menmendesdeskrikripsipsikakan n konkondisdisi-ki-kondondisi isi yanyang g teltelah ah adaada! ! SeSeoraorangng peneliti mungkin melakukan observasi, sebagai contohnya, terhadap dua peneliti mungkin melakukan observasi, sebagai contohnya, terhadap dua kelompok individu yang berbeda dalam beberapa variabel (seperti gaya kelompok individu yang berbeda dalam beberapa variabel (seperti gaya mengajar dan kemudian berusaha untuk menentukan alasannya, atau mengajar dan kemudian berusaha untuk menentukan alasannya, atau aki

akibatbat"ha"hasil sil dardari i peperberbedaadaan n tertersebsebut! ut! #er#erbedbedaan aan diadiantantara ra kekelomlompokpok,, dalam hal ini telah ada! Dikarenakan baik pengaruh dan penyebabnya dalam hal ini telah ada! Dikarenakan baik pengaruh dan penyebabnya e

elalah h teterjrjadadi, i, mamaka ka akakaan n ddipipeelalajajari ri sesecacarara retrospect retrospect   (peninjauan,  (peninjauan, penelitian kausal-komparatif terkadang juga disebuts ebagai penelitian penelitian kausal-komparatif terkadang juga disebuts ebagai penelitian ex ex   post

 post factofacto(dari bahasa latin $setelah fakta%! &al ini berla'anan dengan(dari bahasa latin $setelah fakta%! &al ini berla'anan dengan pen

penelitelitian ian ekseksperperimeimentantal, l, dimdimana ana penpenelieliti ti akaakan n menmencipciptaktakan an sebsebuahuah per

perbedbedaaaan n diadiantantara ra kekelomlompok pok lallalu u memmembabandindingkngkan an perperforforma ma mermerekaeka (te

(terharhadap dap satsatu u vavariabriabel el ataatau u leblebih ih (un(untuk tuk menmenententukaukan n penpengargaruh uh dardarii perbedaan yang telah dibuat!

(3)

ariabel perbedaan kelompok dalam sebuah penelitian kausal-komparatif adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi (seperti etnisitas atau variabel yang mungkin telah dimanipulasi namun karena suatu alasan hal tersebut tidak berhasil dilakukan (seperti gaya mengajar! Terkadang, batasan-batasan etis mencegah sebuah variabel untuk dimanipulasi, dengan demikian mencegah munculnya efek-efek variasi dalam variabel yang sedang diuji dalam sebuah studi eksperimental! Seorang peneliti mungkin akan tertarik, misalnya, untuk meneliti pengaruh dari pola diet baru terhadapanak-anak! Meski demikian, batasan-batasan etis, mungkin akan mencegah peneliti untuk secara bebas kepada anak-anak! Meski demikian, penelitian kausal-komparatif, akan membuat peneliti dapat mempelajari efek-efek dari diet jika dia dapat menemukan sebuah kelompok anak-anak yang telah menjalankan diet tersebut! #eneliti kemudian akan dapat membandingkan anak-anak tersebut dengan mereka yang tidak melakukan diet! )ebanyakan penelitian yang dilakukan dalam bidang pengobatan dan sosiologi adalah penelitian kausal-komparatif!

*ontoh lain adalah perbandingan ilmu'an dan insinyur dalam konteks orisinalitas mereka! Sebagaimana pada penelitian korelasional, penjelasan-penjelasan atau prediksi dapat dibuat dari variabel atau sebaliknya : orisinalitas dapat diprediksi dari keanggotaan kelompok, atau dapat juga keanggotaan kelompok dapat diprediksi dari orisinalitas mereka! Meski demikian, kebanyakan studi akan mencoba untuk mengeksplor causation (mencari penyebab dan bukan membuat prediksi! +pakah individu yang $orisinil% sepertinya akan cenderung menjadi ilmu'an +pakah ilmu'an akan lebih $orisinil% ketika mereka tenggelam dalam pekerjaannya Dan sebagainya! Sebuah penelitian korelasional mungkin saja dilakukan sehubungan dengan kasus tersebut, namun yang tidak tepat adalah ketika salah satu variabel (dalam hal ini, sifat dari kelompok merupakan sebuah variabel kategorikal!

(4)

erikut ini adalah beberapa contoh dari beragam jenis penelitian kausal-komparatif lainnya :

Tipe . : eksplorasi terhadap pengaruh (variabel dependen yang disebabkan oleh keanggotaan dalam kelompok tertentu

#ertanyaan : apakah perbedaan dalam kemampuan disebabkan oleh gender 

&ipotesis penelitian : perempuan memiliki kemampuan linguistik yang lebih baik dibandingkan dengan pria

Tipe / : eksplorasi terhadap penyebab (variabel independen dari sebuah keanggotaaan kelompok

#ertanyaan : apakah yang menyebabkan seseorang bergabung dengan sebuah gang

&ipotesis penelitian : individu yang merupakan anggota gang memiliki kepribadian yang lebih agresif dibandingkan dengan mereka yang bukan merupakan anggota gang

Tipe 0 : eksplorasi terhadap konsekuensi (variabel dependen dari sebuah intervensi

#ertanyaan : bagaimana sis'a yangdiajari melalui metode inkuiri akan bereaksi terhadap propaganda

&ipotesis penelitian : sis'a yang diajari dengan metode inkuiri akan lebih kritis terhadap propaganda dibandingkan dengan sis'a yang diajar menggunakan metode ceramah!

#enelitian kausal-komparatif telah sering digunakan untuk meneliti perbedaan diantara pria dan 'anita! Mereka telah memperlihatkan keunggulan dari 'anita dalam bahasa dan pria dalam matematika dalam

(5)

tingkatan usia tertentu! +tribusi atas perbedaan-perbedaan tersebut terhadap gender 1 sebagai sebuah penyebab-haruslah tentatif (bersifat temporer! Seseorang akan sulit untuk melihat bah'a $gender% sebagai penyebab sebuah kemampuan, namun akan terdapat link yang memungkinkan dalam rantai kausal, seperti ekspektasi sosial dari pria dan 'anita(sebagai penyebab munculnya kemampuan!

#endekatan dasar dari penelitian kausal-komparatif, oleh karena itu, akan dimulai dengan sebuah pengamatan terhadap perbedaan diantara dua kelompok dan untuk mencari penyebab yang memungkinkan, atau akibat dari perbedaan tersebut, seperti pada alasan mengapa beberapa orang menjadi ketagihan terhadap alkohol sedangkan yang lain memiliki ketergantungan terhadap pil agaimana hal tersebut dapat dijelaskan Deskripsi dari kedua kelompok tersebut (alkoholik dan pengguna obat-obatan mungkin akan dibandingkan untuk melihat apakah karakteristik mereka memiliki perbedaan yang mungkin menjadi penyebab terhadap perbedaan pilihan obat-obatan!

Terkadang penelitian kausal-komparatif dilakukan hanya sebagai sebuah alternatif terhadap eksperimen! )atakanlah,misalnya, bah'a direktur kurikulum di sebuah sekolah menengah 'ilayah perkotaan sedang mempertimbangkan pengimplementasian sebuah kurikulum bahasa inggris baru! Direktur mungkin mencoba kurikulum secara eksperimental, dengan memilih beberapa kelas secara acak dalam distrik di 'liayah tersebut, dan membandingkan performa sis'a di kelas-kelas tersebut dengan kelompok pembanding yang tetap menggunakan kurikulum lama! &al ini mungkin akan membutuhkan 'aktu yang tidak sebentar, selain itu, juga akan membutuhkan banyak biaya, selain pengadaan 'orkshop untuk pengajar dan sebagainya! Sebagai sebuah alternatuf, direktur mungkin mempertimbangkan sebuah studi kausal-komparatif dan membandingkan prestasi sis'a di distrik sekolah yang pada saat ini menggunakan kurikulum baru dengan prestasi sis'a di

(6)

distrik yang sama yang tidak menggunakan kurikulum baru! 2ika hasilnya memperlihatkan bah'a sis'a di distrik dengan kurikulum baru memiliki skor yang lebih baik dalam bahasa inggris, maka direktur mungkin akan memiliki basis untuk mengimplementasikan kurikulum baru dalam distriknya! Seperti halnya studi korasional, penelitian kausal-komparatif  seringkali mengidentifikasi hubungan-hubungan yang nantinya akan diteliti secara eksperimental!

Terlepas dari kelebihan ini, penelitian kausal-komparatif juga memiliki batasan yang harus diperhatikan! atasan yang paling serius terletak pada kurangnya kontrol pada ancaman terhadap validitas internal! Dikarenakan manipulasi terhadap variabel independen telah terjadi, banyak kontrol yang sebagaimana telah kita bicarakan pada bab .0 tidak dapat diaplikasikan! Dengan demikian, perhatian haruslah diberikan dalam menginterpretasi hasil-hasil dari penelitian kausal-komparatif! Sebagaimana dengan studi korelasional, hubungan-hubungan dapat diidentifikasi, namun hubungan sebab-akibat tidak akan dapat ditetapkan secara menyeluruh! Sebagaimana yang telah kita lihat sebelumnya, sebuah penyebab mungkin saja adalah akibat, dan akibat mungkin saja adalah penyebabnya, atau mungkin saja terdapat variabel ketiga yang menciptakan baik penyebab serta akibatnya!

Persamaan dan pernedaan antara penelitian kausal-komparatif dan penelitian korelasional.

#enelitian kausal-komparatif seringkali disalahartikan dengan penelitian korelasional! Meskipun terdapat kesamaan, namun juga terdapat perbedaan yang jelas!

Persamaan! aik penelitian kausal-komparatif dan peelitian korelasional adalah contoh dari penelitian asosiasional 1 yaitu, peneliti yang melakukan penelitian tersebut mencoba untuk mengeksplor hubungan-hubungan diantara variabel! )eduanya akan mencoba untuk menjelaskan

(7)

fenomena yang menarik minatnya! )eduanya juga mencoba untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang layak untuk dieksplor lebih jauh melalui penelitian eksperimental, dan keduanya seringkali menyediakan pedoman untuk studi-studi eksperimental selanjutnya! Selain itu kedua  jenis penelitian tersebut juga memperbolehkan peneliti untuk memanipulasi variabel-variabelnya! )eduanya juga mencoba untuk mengeksplor hubungan akibat, dan dalam hal ini hubungan sebab-akibat haruslah dibuktikan3 metodologi saja tidak akan cukup untuk membuat sebuah pernyataan kausal!

Perbedaan! #enelitian kausal-komparatif umumnya membandingkan dua kelompok subyek atau lebih, sedangkan penelitian korelasional membutuhkan sebuah nilai pada tiap variabelnya untuk setiap subyeknya! Studi korelasional meneliti dua variabel kuantitatif atau lebih, sedangkan penelitian kausal-komparatif umumnya melibatkan sedikitnya satu variabel kategorikal (seperti keanggotaan kelompok! Studi korelasional seringkali menganalisa data dengan menggunakan diagram scatterplot atau koefisien korelasi, sedangkan penelitian kausal-komparatif seringkali membandingkan rata-rata atau dengan menggunakan tabel crossbreak! Persamaan dan pernedaan antara penelitian kausal-komparatif dan penelitian eksperimental.

Persamaan! aik penelitian kausal-komparatif dan studi eksperimental umumnya membutuhkan sedikitnya satu variabel kategorikal (kenaggotaan kelompok! )eduanya membandingkan performa kelompok (nilai rata-rata untuk menentukan hubungan-hubungan! )edua jenis penelitian membandingkan kelompok-kelompok subyek yang terpisah! Perbedaan! Dalam penelitian eskperimental, variabel independen akan dimanipulasi3 sedangkan dalam penelitian kausal-komparatif tidak manipulasi yang dilakukan! #enelitian kausal-komparatif menyediakan bukti hubungan sebab-akibat yang lebih lemah dibandingkan dengan

(8)

penelitian eksperimental! Dalam penelitian eksperimental, peneliti dapat meminta subyek untuk berada di kelompok treatment, sedangkan dalam penelitian kausal-komparatif, kelompok-kelompok telah terbentuk, dan peneliti harus menemukan mereka! Dalam penelitian eskperimental, peneliti memiliki fleksibilitas yang lebih dalam memformulasikan struktur  desain penelitiannya!

Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian kausal-komparatif 

#erumusan masalah

4angkah pertama untuk merumuskan masalah dalam penelitian kausal-komparatif umumnya adalah dengan mengidentifikasi dan mendefinisikan fenomena tertentu kemudian untuk mempertimbangkan kemungkinan penyebabnya, ataupun akibatnya, dari fenomena tersebut! )atakanlah, sebagai contohnya, bah'a seorang peneliti tertarik dalam menemiti kreativitas sis'a! +pakah yang menyebabkan kreativitas Mengapa hanya sedikit sis'a yang memiliki kreativitas tinggi sedangkan lainnya tidak Mengapa beberapa sis'a yang a'alnya terlihat memiliki kreativitas pada akhirnya kehilangan karakternya Mengapa terdapat sis'a yang terkadang dulunya tidak kreatif namun nantinya menjadi sangat kreatif Dan seterusnya!

#eneliti akan membuatspekulasi, seperti, bah'a kreativitas tinggi mungkin disebabkan oleh adanya kombinasi dari kegagalan-kegagalan sosial, dan di lain sisi, kesadaran personal akan prestasi artistik dan saintifk dianggap sebagai pemicunya! #eneliti juga mengidentifikasi sejumlah alternatif hipotesis yang mungkin mempengaruhi perbedaan antara sis'a yang kreatif dan yang tidak! aik jumlah serta kualitas minat sis'a, sebagai misalnya, mungkin akan berpengaruh pada perbedaan dalam kreativitas! Sis'a yang sangat kreatif mungkin cenderung untuk memiliki banyak minat! Dorongan orang tua untuk mengeksplor ide-ide

(9)

mungkin juga akan berpengaruh untuk kreativitas, selain mungkin adanya beberapa jenis skill-skill intelektual!

)etika penyebab-penyebab yang memungkinkan telah diidentifikasi, mereka biasanya akan dimasukkan ke dalam sebuah pernyataan yang lebih spesifik (rumusan masalah yang ingin diteliti oleh peneliti! Dalam contoh ini, peneliti mungkin akan menyatakan tujuan penelitiannya seperti $untuk menguji kemungkinan perbedaan antara sis'a dengan kreativitas tinggi dan yang memiliki daya kreativitas rendah%! #erhatikan bah'a perbedaan-perbedaan dalam jumlah variabel dapat diteliti dalam sebuah penelitian kausal-komparatif untuk menentukan variabel manakah (atau gabungan dari beberapa variabel yang sepertinya paling berpengaruh menjadi penyebab fenomena (dalamhal ini adalah kreativitas yang sedang diteliti! #engujian terhadap beberapa hipotesis adalah karaktersitik dasar dari sebuah penelitian kausal-komparatif yang baik, dan jika memungkinkan juga akan menjadi basis untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang akan digunakan untuk perbandingan pada kelompok! &al ini akan menyediakan sebuah dasar  pemikiran untuk pemilihan variabel yang akan diteliti, dan bukan hanya mengandalkan pada apa yang kita sebut sebagai pendekatan $yang terburu-buru%, dimana kita akan melakukan sejumlah pengukuran hanya karena mereka terlihat manerik atau ketersediannya! &al ini juga akan berfungsi untuk mengingatkan peneliti bah'a hasil temuan dalam penelitian kausal-komparatif terbuka untuk beragam penjelasan kausal! Sample

)etika peneliti telah memformulasikan pernyataan rumusan masalah (dan hipetosis, jika sudah maka langkah selanjutnya adalah untuk memilih sampel dari individu yang akan diteliti! &al penting disini adalah untuk mendefinisikan (menentukan dengan hati-hati karakteristik yang akan diteliti kemudian memilih kelompok-kelompok yang memiliki

(10)

perbedaan karakteristik! #ada contoh diatas, hal ini berarti peneliti harus menentukan makna $kreativitas% sejelas mungkin! 2ika memungkinkan, definisi operasional haruslah diberikan! Sis'a yang memiliki aya kreativitas tinggi, sebagai contohnya, dapat didefinisikan sebagai sis'a yang $telah berhasil mengembangkan sebuah produk saintifik atau artistik%!

#eneliti juga harus memikirkan tentang apakah kelompok yang diperoleh melalui penggunaan definisi operasional akan cukup homogen dalam konteks faktor-faktor yang menyebabkan kreativitas! Sebagai contohnya, apakah sis'a yang kreatif dalam sains juga mirip dengan sis'a yang kreatif dalam seni sehubungan dengan penyababnya 5ni adalah sebuah pertanyaan yang cukup penting untuk diajukan!

 +dalah penting untuk memilih kelompok yang bersifat homogen sehubungan dengan pemilihan variabel-variabel penting! Sebagai contohnya, jika peneliti berasumsi bah'a beberapa penyebab yang sama berlaku untuk semua sis'a kreatif (dalam bidang apapun, maka terlepas dari gender, tenis, atau usia, maka peneliti akan menemukan tidak adanya perbedaan diantara kelompok-kelompok yang dibandingkan karena terlalu banyak variabel lain yang dilibatkan! 2ika semua sis'a kreatif  diperlakukan sebagau sebuah kelompok homogen, maka tidak ada perbedaan yang mungkin ditemukan diantara sis'a yang sangat kreatif  dan yang tidak kreatif, sedangkan jika kita hanya membandingkan sis'a seni perempuan yang kreatif dengan yang tidak, maka kita mungkin akan menemukan perbedaan!

Intrumentasi

Tidak ada batasan pada jenis-jenis intrumen yang mungkin akan digunakan dalam penelitian kausal-komparatif! Tes-tes prestasi, kuesioner, intervie' terjad'al, ukuran-ukuran atitudinal(sikap"perilaku, alat-alat

(11)

observasional dan semua alat yang digunakan pada bab tujuh dapat digunakan disini!

Desain

Desain dasar penelitian kausal-komparatif melibatkan pemilihan dua kelompok atau lebih yang berbeda dalam variabel tertentu (yang menarik minat peneliti lalu membandingkannya dengan variabel lain! Tidak ada manipulasi yang akan dilakukan! )elompok akan berbeda dalam satu atau dua hal : salah satu kelompok mungkin memiliki sebuah karakteristik (seringkali disebut sebagai kriteria yang tidak dimiliki oleh kelompok lain, atau ataupun kelompok berbeda dalam karakteristik yang telah diketahui! )edua variasi ini memiliki desain dasar yang sama (terkadang disebut sebagai desain kriteria-kelompok yang akan diperlihatkan pada gambar di ba'ah ini :

&uruf * yang digunakan dalam desain ini adalah untuk merepresentasikan keberadaan karakateristik! Sedangkan garis putus-putus digunakan untuk memperlihatkan bah'a kelompok-kelompok sedang diperbandingkan!

Ancaman-ancaman terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif 

(12)

Dua kelemahan dalam penelitian kausal-komparatif adalah kurangnya randomisasi dan ketidakmampuan untuk memanipulasi sebuah variabel independen! Seperti yang telah kita sebutkan, penggunaan random assignment  pada subyek untuk kelompok tidaklah memungkinkan dalam penelitian kausal-komparatif karena kelompok-kelompok telah tertentuk! Manipulasi pada variabel independen juga tidak akan memungkinkan karena kelompok telah dikenakan pada variabel independen!

)arakteristik subyek

 +ncaman terbesar terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif adalah terletak pada karakteristik subyek! Dikarenakan peneliti tidak akan memiliki peran dalam pemilihan atau pembentukan kelompok pembanding, maka akan terdapat kemungkinan bah'a kelompok yang diteliti tidaklah ekuivalen dalam satu variabel atau lebih! Sebuah kelompok remaja putri misalnya, mungkin akan lebih tua dibandingkan sebuah kelompok remaja putra sebagai pembanding!

Terdapat sejumlah prosedur yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengurangi kemungkinan ancaman terhadap karakteristik subyek dalam penelitian kausal-komparatif! #rosedur-prosedur tersebut juga banyak digunakan dalam penelitian eksperimental (lihat bab tigabelas! Metode matching(penyesuaian subyek

Salah satu cara untuk mengontrol variabel yang terlalu banyak (variabel berlebih adalah dengan menyesuaikan subyek dari kelompok pembanding dengan variabel! Dengan kata lain, sepasang subyek, satu dari tiap kelompok, akan dipilih yang memiliki kesamaan dengan variabel! Sis'a mungkin akan dipasangkan berdasarkan rata-rata prestasi akademis mereka! Sebagai contohnya, dalam sebuah studi mengenai perilaku sis'a, sis'a dengan nilai akademis yang mirip akan dipasangkan! 2ika sebuah kesesuaian tidak dapat ditemukan dalam mata pelajaran tertentu, maka dia akan dieliminasi dari studi! Seperti yang anda

(13)

lihat, permasalahan dengan metode matching  adalah tidak akan mudah ditemukan pada beberapa mata pelajaran, dan karenanya ukuran sampel yang besar akan digunakan kemudian baru dikurangi! Matching menjadi lebih sulit lagi ketika peneliti mencoba untuk memasangkan subyek pada dua variabel atau lebih!

Menemukan atau menciptakan kelompok homogen

*ara lain untuk mengontrol variabel berlebih adalah dengan menemukan, atau membatasi perbandingan individu atau kelompok yang relatif homogen pada variabel tertentu! Dalam studi atitudinal(berhubungan dengan sikap"perilaku, peneliti dapat mencoba untuk mencari dua kelompok yang memiliki indeks prestasi yang sama (katakanlah mereka dengan 5# sebesar 0!6 atau keatas ataupun dari subkelompok yang me'akili beragam tingkat variabel (dengan membagi kelompok menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah misalnya dan kemudian membandingkan sub-kelompok yang komparabel!

Matching secara statistik

*ara ketiga untuk mengontrol variabel berlebih adalah dengan menyesuaikan kelompok-kelompok pada variabel tertentu, dengan menggunakan teknik matching statistik! Seperti yang telah dijelaskan pada bab .0, matching secara statistik akan menyesuaikan nilai-nilai pada postest untuk melihat perbedaan a'al ke variabel lain yang diasumsikan berhubungan dengan performa pada variabel dependen!

 +ncaman-ancaman lain

 +ncaman-ancaman lain terhadap validitas internal yang tersisa sepertinya akan bergantung pada jenis penelitian yang akan dilakukan! Dalam sebuah studi non-intervensi, maka perhatian yang patut kita berikan adalah pada hilangnya subyek, lokasi, instrumentasi, dan terkadang pada sejarah dan maturasi! 2ika seseorang yang hilang adalah pengumpul data yang berbeda dengan yang masih ada, dan dan juga

(14)

terdapat banyak kehilangan pada satu kelompok dibandingkan dengan kelompok lainnya, maka validitas internal akan terancam!

7aktor lokasi juga akan menjadi ancaman terhadap validitas internal jika pengumpulan data dilakukan dalam kondisi yang berbeda untuk kelompok yang lain! Sama halnya, jika peneliti menggunakan pengumpul data yang berbeda untuk kelompok yang lain, maka akan terdapat ancaman untuk instrumentasi! 8ntungnya, adalah relatif mudah untuk memastikan bah'a variasi-variasi pada lokasi dan pengumpul data dapat diatasi!

)emungkinan adanya bias(prasangka pada pengumpul data umumnya dapat dikontrol, seperti halnya dalam penelitian eksperimental, dengan memastikan bah'a siapa pun yang mengumpulkan data haruslah memiliki informasi yang cukup untuk mencegah terjadinya bias pada pengumpul data! *acat instrumen juga dapat terjadi dalam studi-studi observasional, dimana dilakukan pelaksanaan berulang kali pada tes yang sama kepada kelompok yang sama! &al ini akan dapat dikontrol dalam studi eksperimental!

Dalam jenis studi intervensi, selain terdapatnya ancaman-ancaman seperti yang telah dijelaskan diatas, juga terdapat kemungkinan ancaman lainnya seperti yang telah dijelaskan pada bab tujuh belas! Syaangnya, ancaman-ancaman tersebut dalam penelitian kausal-komparatif akan lebih sulit untuk dikontrol jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental! 7akta bah'a peneliti tidak memanipulasi variabel treatment secara langsung membuat faktor sejarah dapat menjadi sebuah ancaman! &al ini  juga berarti bah'a lamanya treatment juga akan bervariasi, dengan

demikian akan menciptakan kemungkinan ancaman pada maturasi (kematangan penelitian! +ncaman pada faktor attitude (sikap sepertinya akan kecil karena tidak ada sesuatu yang khusus yang diperkenalkan! 9egresi mungkin menjadi sebuah ancaman jika salah satu kelompok pada a'alnya dipilih berbasis pada nilai-nilai yang bersifat ekstrim! Dan yang

(15)

terakhir, efek interaksi, seperti halnya pada studi-studi eksperimental, hal ini mungkin akan terjadi jika sebuah pretest telah digunakan dalam studi! Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab tiga belas (lihat halaman /;-/, kami berpendapat bah'a baik studi eksperimental ataupun studi-studi intervensi kausal-komparatif akan bermanfaat!

engevaluasi ancaman-ancaman erhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif

<valuasi terhadap ancaman-ancaman tertentu terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif akan melibatkan serangkaian tahapan yang sama dengan yang telah dibahas pada bab tiga belas untuk studi-studi eksperimental!

#ertanyaan yang harus diajukan oleh peneliti adalah : $bagaimanakah kemungkinan adanya ancaman yang mungkin muncul dalam studi ini%

8ntuk membantu dalam menja'ab pertanyaan ini, kami memberikan prosedur berikut ini :

4angkah . : tanyakan : faktor-faktor spesifik apakah yang diketahui dapat mempengaruhi variabel dependen atau mungkin diperkirakan dapat mempengaruhi variabel tersebut(perhatikan bah'a peneliti tidak perlu memperhatikan dengan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan apa yang mereka teliti

4angkah / : tanyakan : bagaimanakah sepertinya perbedaan pada kelompok yang diperbandingkan pada setiap faktor (sebuah perbedaan diantara kelompok tidak dapat dijelaskan melalui faktor yang merupakan kesamaan pada semua kelompok

4angkah 0 : evaluasi ancaman-ancaman berbasis bagaimanakah pengaruh dari ancaman tersebut dan rencanakan untuk mengontrolnya!

(16)

2ika sebuah ancaman tidak dapat dikontrol, maka ini haruslah nyatakan dalam perencanaan!

Sekali lagi, mari kita pertimbangkan sebuah contoh untuk mengilustrasikan bagaimana langkah-langkah diatas dapat dipergunakan!  +nggaplah seorang peneliti ingin mengeksplor kemungkinan penyebab sis'a melakukan drop-out di sekolah-sekolah perkotaan! Dia dapat mengajukan hipotesis yang terdiri dari tiga kemungkinan penyebab seperti : . ketidakstabilan keluarga, / kepercayaan diri sis'a yang rendah, dan 0kurangnya sistem penunjang yang berhubungan dengan sekolah dan kebutuhan-kebutuhannya! #eneliti kemudian akan membuat sebuah daftar  sis'a drop-out terkini dan secara acak memilih sebuah kelompok pembanding yang terdiri dari sis'a yang masih bersekolah! Dia kemudian me'a'ancarai sis'a di kedua kelompok untuk memperoleh data yang berhubungan dari tiap kemungkinan penyebab yang menjadi variabel!

Seperti yang telah kita lakukan pada bab tiga belas dan lima belas, kita akan membuat daftar ancaman terhadap validitas internal seperti yang telah dibahas pada bab sembilan, yang disertai dengan evaluasi bagaimana hal ini akan dapat diaplikasikan pada studi ini!

!arakteristik subyek : meski terdapat banyak karakteristik subyak yang memungkinkan yang mungkin dapat dipertimbangkan, namun disini kita hanya akan membahas empat kemungkinan 1 yaitu tingkatan sosioekonomi keluarga, gender, etnis, dan skill-skill bekerja yang diterima oleh pasar!

tingkatan sosioekonomi keluarga

langkah . : tingkat sosioekonomi mungkin berhubungan dengan ketiga variabel penyebab yang menjadi hipotesis penelitian! 4angkah / : tingkat sosioekonomi diperkirakan dapat berhubungan

(17)

dengan drop-out atau tetap bersekolahnya sis'a! =leh karena itu subyek dapat dikontrol dengan beberapa bentuk metode matching! 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : tinggi

gender 

langkah . : gender mungkin juga dapat berhubungan dengan variabel penyebab! 4angkah / : gender mungkin berhubungan dengan peristi'a drop-out! Sehubungan dengan hal ini, peneliti dapat membatasi penelitiannya hanya pada sis'a laki-laki atau perempuan untuk memastikan bah'a kelompok pembanding memiliki proporsi gender yang sama dengan kelompok sis'a drop-out! 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : tinggi

etnis

langkah . : etnisitas mungkin juga dapat berhubungan dengan variabel penyebab! 4angkah / : latar belakang etnis sis'a mungkin saja berhubungan dengan peristi'a drop-out, olehkarena itu, dua kelompok harus disesuaikan sehubungan dengan gender mereka, 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : sedang hingga tinggi

skill-skill bekerja yang diterima oleh pasar 

langkah . : skill-skill bekerja mungkin berhubungan dengan variabel penyebab! 4angkah /: sepertinya memang berhubungan dengan drop-out, karena seringkali sis'a melakukan drop-out karena mereka sudah mampu menghasilkan uang sendiri, peneliti dapat mengukur skill-skill bekerja mereka lalu mengontrolnya dengan beberapa metode matching! 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : sedang hingga tinggi

ortalitas

4anglah . : kemungkinan subyek menolak untuk diintervie' adalah karena berhubungan dengan salah satu variabel penyebab, langlah / : ada

(18)

kemungkinan bah'a lebih banyak subyek dalam kelompok drop-out akan menolak untuk melakukan 'a'ancara (hal ini dikarenakan mereka harus bekerja, dan akan sulit untuk mengatur 'aktu untuk sebuah intervie' dibandingkan dengan subyek pada kelompok pembanding (sis'a yang masih bersekolah! Satu-satunya solusi adalah untuk melakukan semua usaha yang diperlukan agar dapat subyek di kedua kelompok bersedia bekerja sama! 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman  jika tidak dikontrol : tinggi

Lokasi

4angkah . : meski sepertinya variabel-variabel penyebab akan berbeda untuk sekolah yang berbeda, namun hal ini mungkin saja terjadi! 4angkah / : lokasi sepertinya dapat berhubungan dengan drop-out pada sekolah-sekolah tertentu yang terlibat dalam penelitian (tingkat drop-out umumnya berbeda untuk sekolah yang berbeda! *ara terbaik adalah dengan menganalisa data secara terpisah untuk tiap sekolah! 4angkah 0 : kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : sedang Instrumentasi

". #acat instrumen

4angkah . : cacat instrumen dalam hal ini akan berhubungan dengan kelelahan yang dialami oleh pe'a'ancara, hal ini tentunya akan dapat mempengaruhi informasi yang diperoleh dari sis'a di kedua kelompok! 4angkah / : faktor kelelahan dapat berbeda untuk kedua kelompok, bergantung pada bagaimana intervie' akan dijad'alkan3 solusinya adalah cobalah untuk menjad'alkan intervie' guna mencegah terjadinya kelelahan! 4angkah 0 :kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : sedang

$. !arakteristik pengumpul data

4angkah . : karakteristik pengumpul data dapat dianggap bisa mempengaruhi informasi yang diperoleh mengenai variabel penyebab yang telah dihipotesiskan, melatih pe'a'ancara untuk menstandarisasi

(19)

proses 'a'ancara adalah hal yang sangat penting! 4angkah / : meski terdapat pelatihan, namun pe'a'ancara yang berbeda dapat menghasilkan informasi yang berbeda pula! =leh karena itu, para pe'a'ancara haruslah memiliki keseimbangan yang sama untuk kedua kelompok, seperti memiliki jumlah intervie' yang sama untuk tiap kelompok! 4angkah 0 :kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : sedang

%. &ias'prasangka( pengumpul data

4angkah . : bias(prasangka mungkin saja berpengaruh atau berhubungan dengan informasi yang diperoleh pada tiga variabel penyebab! 4angkah / : bias dapat berbentuk perasaan ataupun sikap yang berbeda ketika pe'a'ancara me'a'ancarai kedua kelompok (perlakuan yang berbeda antara sis'a dropout dengan sis'a yang masih sekolah! Solusinya adalah untuk membuat pe'a'ancara tidak mengetahui apakah subyek berasal dari kelompok dropout ataupun sis'a yang masih bersekolah! 8ntuk melakukan ini, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dan dalam memberikan pelatihan kepada pe'a'ancara! 4angkah 0 :kemungkinan untuk memiliki efek (ancaman jika tidak dikontrol : tinggi!

Ancaman lain! implementasi, sejarah, maturasi, atitudinal, dan regeresi terhadap validitas internal tidak akan mempengaruhi jenis penelitian kausal-komparatif tipe /!

*ara untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif yaitu dengan, pertama, memikirkan semua hal (seperti kondisi, variabel-variabel lainnya, dan sebagainya yang mungkin dapat mempengaruhi variabel hasil penelitian! >ang kedua, untuk memutuskan, berdasarkan bukti atau pengalaman, apakah hal-hal tesrebut sepertinya akan dapat mempengaruhi perbandingan kelompok! 2ika iya, maka hal ini mungkin dapat

(20)

menyediakan sebuah penjelasan alternatif terhadap hasil! 2ika sepertinya terdapat ancaman, maka sebuah ancaman terhadap validitas internal perlu untuk dikontrol! anyak diantara ancaman-ancaman tersebut yang dapat diatasi jika kita melakukan replikasi (pengulangan dalam studi!

  ?ambar diba'ah ini akan memperlihatkan ringkasan dari proses evaluasi terhadap ancaman-ancaman terhadap validitas i nternal!

Analisis data

4angkah pertama dalam menganalisa data dalam penelitian kausal-komparatif adalah dengan membangun sebuah poligon frekuensi lalu menghitung rata-rata dan standar deviasi tiap kelompok jika variabelnya bersifat kuantitatif! Statistik deskriptif ini kemudian akan dicari magnitude " pembesarannya! Sebuah tes statistik inferensial mungkin saja tepat(atau

#agian yang diarsir

memperlihatkan bah$a variabel hasil dan variabel berlebih

memiliki hubungan %ariabel berlebih %ariabel hasil tidak  erdapat perbedaan  erdapat perbedaan %ariabel berlebih %ariabel hasil tidak  erdapat perbedaan  erdapat perbedaan  erdapat perbedaan  erdapat perbedaan ya Apakah terdapat ancaman terhadap validitas internal! Hasil untuk Kel&# Hasil untuk Kel&A %ariabel berlebih %ariabel hasil

(21)

tidak, bergantung pada sampel-sampel random yang digunakan dari populasi(seperti kreatif vs non-kreatif! Tes yang paling sering digunakan dalam penelitian kausal-komparatif adalah t-test untuk mencari perbedaan diantara rata-rata(mean! )etika lebih dari dua kelompok digunakan, maka baik analisis varian ataupun analisis kovarian merupakan tes yang tepat untuk digunakan! +nalisis kovarian akan sangat bermanfaat dalam penelitian kausal-komparatif karena seorang peneliti tidak akan selalu menyesuaikan kelompok-kelompok yang dibandingkan pada semua variabel relevan selain satu variabel yang menjadi perhatian utama! Sebagaimana yang dijelaskan pada bab .;, analisis kovarian menyediakan sebuah cara untuk menyesuaikan kelompok $menurut fakta% seperti variabel usia, status sosioekonomi, bakat, dan seterusnya! Sebelum menggunakan analisis kovarian, data yang digunakan harus disesuaikan dengan asumsi-asumsi tertentu!

&asil dari sebuah penelitian kausal-komparatif harus diinterpretasikan secara teliti! Seperti halnya dengan penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif cukup baik untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan diantara variabel, namun tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat!

Terdapat dua cara untuk memperkuat interrpetabilitas dari penelitian kausal-komparatif! #ertama, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, hipotesis-hipotesis alternatif haruslah dirumuskan dan diteliti ketika memungkinkan! >ang kedua, jika variabel dependen yang terlibat bersifat kategorikal, maka hubungan-hubungan diantara semua variabel dalam penelitian kausal-komparatif haruslah diuji menggunakan teknik analisis fungsi diskriminan!

*ara terbaik untuk mengetahui variabel penyebab yang memungkinkan (yang telah teridentifikasi dalam penelitian kausal-komparatif adalah dengan melakukan sebuah eksperimen! Sebuah

(22)

penyebab (yang telah diasumsikan sebelumnya terkadang dapat diasumsikan, dalam hal ini peneliti harus menemukan perbedaan diantara kelompok kontrol dan eskperimen, dengan demikian peneliti akan menemukan alasan yang lebih baik untuk membuat dugaan tentang hubungan sebab-akibat (causation!

&ubungan-hubungan diantara variabel kategorikal

Sampai disini pembahasan kita mengenai metode-metode asosiasional hanya mempertimbangkan situasi-situasi penelitian seperti .salah satu variabel bersifat kategorikal dan yang lain kuantitatif (kausal-komparatif3 dan / kedua variabel adalah kuantitatif(korelasional! +dalah memungkinkan untuk meneliti hubungan-hubungan diantara variabel kategorikal! )ita dapat menggunakan baik tabel cross-break ataupun koefisien kontingensi!

Seperti halnya dengan korelasi, data tersebut dapat digunakan dengan tujuan untuk melakukan prediksi, dan dengan pertimbangan yang teliti, untuk mencari hubungan sebab-akibat! Dengan mengetahui bah'a seseorang adalah guru, dan laki-laki, misalnya, maka kita dapat memprediksi, dengan derajat konfidensi tertentu (dengan berbasis data pada tabel, bah'a dia mengajar di sekolah menengah(baik tingkat pertama atau lanjut, karena ;@ persen laki-laki yang menjadi guru adalah pengajar sekolah menengah! )ita juga dapat memperkirakan seberapa besar eror dalam prediksi kita! erdasarkan tabel, maka kita dapat mengetahui probabilitas nilai eror dari prediksi kita! Dalam contoh ini, maka kemungkinan bah'a gender merupakan penyebab utama dalam tingkat pengajaran sepertinya cukup jauh, karena tedapat juga variabel lain seperti pola-pola historis persiapan pengajar dan perekrutan, yang lebih masuk akal ketika seseorang mencoba untuk menjelaskan sebuah hubungan!

(23)

Tidak terdapat teknik-teknik analogis untuk korelasi parsial ataupun teknik lain yang dikembangkan dari penelitian korelasional yang dapat digunakan dengan variabel-variabel kategorikal! Selain itu, prediksi dari tabel cross-break lebih lemah jika dibandingkan dengan diagram scatterplot! 8ntungnya, terdapat relatif sedikit pertanyaan-pertanyaan mengenai pendidikan yang melibatkan dua variabel kategorikal! +dalah umum jika kita melihat peneliti yang memperlakukan variabel-variabel yang secara konseptual kuantitatif layaknya variabel tersebut adalah variabel kategorikal! Sebagai contohnya, seorang peneliti bisa saja membagi sebuah set nilai kuantitatif menjadi kelompok tinggi, menengah, dan rendah! Tidak ada yang diperoleh dari prosedur ini dan hal ini akan memiliki dua kelemahan serius : hilangnya presisi yang diperlukan dalam penggunaan teknik-teknik korelasional dan arbitrasi esensial dengan melakukan pembagian nilai ke dalam kelompok-kelompok! agaimana seseorang memutuskan untuk membagi nilai ke dalam kelompok tinggi, sedang, dan rendah, sebagai contohnya =leh karena itu, pembagian nilai-nilai secara arbitrer harusnya dihindari oleh peneliti!

*ontoh-contoh penelitian kausal-komparatif 

Di akhir bab ini, kami menyajikan sebuah contoh penelitian kausal-komparatif yang telah diterbitkan, yang disertai dengan sebuah kritik terhadap kelebihan dan kelemahannya!

Referensi

Dokumen terkait

Jadi penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.Fokus yang menjadi

Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yaitu membandingkan satu variabel atau lebih dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar

Dalam penelitian ini ditentukan variabel bebas tidak dikontrol, tetapi dimanipulasi, yaitu model pembelajaran kontekstual, berbasis masalah dan investigasi kelompok

Jenis penelitian ini kausal komparatif yaitu penelitian yang memberikan penjelasan mengenai pengaruh hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu untuk mengetahui

Regresi yang baik biasanya tidak terjadi heteroskedastisitas yang mana heteroskedastisitas merupakan variabel residual yang berbeda atau tidak sama dalam semua

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan respon kognitif antara konsumen yang mendapat stimuli iklan komparatif dan iklan non komparatif.. Kemudian

Sedangkan regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis antara variabel independen dengan variabel dependen serta untuk menganalisis pengaruh variabel independen,

Sebelum  perlakuan  diberikan,  subjek  baik  kelompok  eksperimen  maupun  kelompok  kontrol