SURAT EDARAN KEPADA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

183  Download (0)

Teks penuh

(1)

Kantor Pusat Wisma BNI 46 Lt. 27

Jl. Jend. Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220

Indonesia

Telephone (62-21) 5789 7000 Fax (62-21) 5789 7099

SURAT EDARAN MENGENAI RENCANA DELISTING DAN RENCANA PERUBAHAN STATUS PT MERCK SHARP DOHME PHARMA TBK

(DAHULU DIKENAL SEBAGAI PT SCHERING-PLOUGH INDONESIA TBK) PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

DALAM RANGKA MEMASTIKAN KEPENTINGAN PEMEGANG SAHAM PUBLIK TETAP TERLINDUNGI, RENCANA PERUBAHAN STATUS DILAKUKAN SESUAI DENGAN SURAT KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PASAR MODAL OJK NO. S-35/D.04/2013 TANGGAL 19 PEBRUARI 2013 PERIHAL RENCANA GO PRIVATE PT MERCK SHARP DOHME PHARMA TBK (DAHULU DIKENAL SEBAGAI PT SCHERING-PLOUGH INDONESIA TBK) DAN RENCANA DELISTING DILAKUKAN SESUAI DENGAN PERATURAN BEI NO. I-I (SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KEPUTUSAN DIREKSI BEJ NO. KEP-308/BEJ/07-2004)

Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan perantara pedagang efek atau pedagang efek lainnya yang terdaftar, manager investasi, penasehat hukum, akuntan atau penasehat profesional lainnya. Jika Anda telah menjual seluruh Saham Anda pada PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk), sebaiknya Anda segera menyampaikan Surat Edaran ini baik langsung kepada pembeli ataupun kepada perantara pedagang efek atau agen lainnya yang melaluinya Anda melakukan penjualan kepada pembeli yang bersangkutan.

PT MERCK SHARP DOHME PHARMA TBK

(dahulu dikenal sebagai PT SCHERING-PLOUGH INDONESIA TBK)

(“Perseroan”) Bidang Usaha

Industri dan pemasaran produk farmasi dan produk-produk terkait Kantor Pusat

Wisma BNI 46 Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kavling 1

Jakarta 10220 Indonesia

Telephone (62-21) 5789 7000 Fax (62-21) 5789 7099

Pabrik

Raya Pandaan Km 48, Pasuruan Jawa Timur 67156

PO Box 14 Telephone (62-343) 631181

Fax (62-343) 631182

SURAT EDARAN KEPADA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN INI ADALAH UNTUK:

(I) MENGHAPUS PENCATATAN (DELISTING) SAHAM PERSEROAN DARI BURSA EFEK INDONESIA; (II) MERUBAH STATUS PERSEROAN DARI PERUSAHAAN TERBUKA MENJADI PERUSAHAAN

TERTUTUP (GO PRIVATE);

(III) MERUBAH ANGGARAN DASAR PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN GO PRIVATE; DAN

(IV) MEMBERIKAN KEWENANGAN KEPADA DIREKSI PERSEROAN UNTUK MELAKSANAKAN BUTIR (I), (II) DAN (III) DI ATAS.

Pemberitahuan mengenai RUPSLB telah diumumkan pada tanggal 22 Maret 2013 dalam dua surat kabar berbahasa Indonesia (Kompas dan Investor Daily). Panggilan untuk menghadiri RUPSLB telah diumumkan di surat kabar yang sama pada tanggal 8 April 2013. RUPSLB akan diadakan pada tanggal 24 April 2013 pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat di Plaza Bapindo, Assembly Hall – Extention Building Lt. 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190, Indonesia.

Jika Anda tidak dapat menghadiri RUPSLB, Anda diharapkan mengisi, menandatangani dan mengembalikan Formulir Surat Kuasa terlampir (Lampiran VI dari Surat Edaran ini), serta Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen (Lampiran V dari Surat Edaran ini) sebagaimana diperlukan, atau fotokopinya, kepada Sekretaris Perusahaan Perseroan (M.A. Ambar Widarjati) dengan cara diserahkan langsung atau melalui fax atau email ke Wisma BNI 46, Lantai 27, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220, Indonesia, Tel: (62-21) 5789 7000, Fax: (62-21) 5789 7099, Email: ambar.widarjati@merck.com. Formulir Surat Kuasa yang telah diisi dan Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen yang telah dilengkapi, sebagaimana diperlukan, harus sudah diterima oleh Perseroan paling lambat tanggal 19 April 2013, pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. Asli Surat Kuasa dan Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen yang telah ditandatangani harus diserahkan kepada Perseroan pada saat registrasi sebelum memasuki ruang RUPSLB.

DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT MERCK SHARP DOHME PHARMA TBK (DAHULU DIKENAL SEBAGAI PT SCHERING-PLOUGH INDONESIA TBK), BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA BERTANGGUNGJAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DALAM SURAT EDARAN INI, DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA, MENEGASKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN MEREKA, TIDAK ADA FAKTA PENTING DAN TERKAIT LAINNYA YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG DIBERIKAN DALAM SURAT EDARAN INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.

Surat Edaran ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 22 Maret 2013 dan diterbitkan kembali pada tanggal 22 April 2013 setelah direvisi berdasarkan

Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-123/PM/24/2013 tanggal 11 April 2013.

SURA

T EDARAN KEP

ADA

(2)

i Usulan Go Private

DAFTAR ISI

DEFINISI

1. PENDAHULUAN ...2

1.1 Maksud dan Tujuan Surat Edaran ...2

1.2 Tinjauan Umum mengenai Usulan Go Private ...2

1.3 Penawaran Tender dan Harga Penawaran ...3

1.4 Rekomendasi Direksi dan Dewan Komisaris ...4

1.5 Pernyataan Perseroan...4

2. INFoRmASI mENGENAI USULAN Go PRIvATE ...6

2.1 Alasan Diajukannya Usulan Go Private ...6

2.2 Manfaat-Manfaat Usulan Go Private ...6

2.3 Perlakuan terhadap Pemegang Saham yang Tidak Turut Serta dalam Penawaran Tender...7

2.4 Pendapat Konsultan Independen atas Usulan Go Private ...7

2.5 Penawaran Tender dan Harga Penawaran ...9

2.6 Rekomendasi oleh Direksi dan Dewan Komisaris ...12

3. INFoRmASI mENGENAI PERSERoAN ...14

3.1 Riwayat Perseroan ...14

3.2 Kegiatan Usaha Perseroan ...14

3.3 Sekilas mengenai Industri Perseroan ...14

3.4 Hubungan dengan PT Anugerah Pharmindo Lestari ...15

3.5 Penyertaan Saham pada Perusahaan Lain ...15

3.6 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ...15

3.7 Komposisi Direksi dan Dewan Komisaris ...16

3.8 Ringkasan Informasi Keuangan ...16

4. RAPAT UmUm PEmEGANG SAHAm LUAR bIASA ...20

4.1 Latar Belakang ...20

4.2 Usulan Agenda untuk RUPSLB ...20

4.3 Persyaratan-persyaratan menurut Peraturan Perundang-undangan untuk RUPSLB ...21

4.4 Tindakan-tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Pemegang Saham ...22

5. DAFTAR TANGGAL-TANGGAL PENTING USULAN Go PRIvATE ...24

6. INFoRmASI LAIN ...26

LAmPIRAN

LAmPIRAN I : PENDAPAT HUkUm DARI ADNAN kELANA HARyANTo & HERmANTo LAmPIRAN II : LAPoRAN PENILAIAN INDEPENDEN DARI kJPP RUky, SAFRUDIN & REkAN LAmPIRAN III : LAPoRAN kEUANGAN AUDITAN PERSERoAN

LAmPIRAN Iv : AkTA PERUbAHAN ANGGARAN DASAR

LAmPIRAN v : SURAT PERNyATAAN mENGENAI PEmEGANG SAHAm INDEPENDEN LAmPIRAN vI : FoRmULIR SURAT kUASA

(3)

Halaman ini sengaja dikosongkan

(4)

iii Usulan Go Private

(5)

DEFINISI

Dalam Surat Edaran ini, kecuali konteks kalimat mensyaratkan lain, ungkapan-ungkapan dalam bagian ini mempunyai arti sebagai berikut.

“AKHH” atau “Konsultan Hukum

Independen” : Adnan Kelana Haryanto & Hermanto, konsultan hukum independen yang ditunjuk oleh Perseroan untuk Usulan Go Private

“Anggaran Dasar” : Anggaran Dasar Perseroan per tanggal Surat Edaran ini

“Bapepam-LK” : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

yang kewenangannya telah dialihkan kepada OJK sejak tanggal 31 Desember 2012 sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

“Bursa Efek Indonesia” atau “BEI” : PT Bursa Efek Indonesia

“Direksi” : Direksi Perseroan

“Dewan Komisaris” : Dewan Komisaris Perseroan

“Formulir Surat Kuasa” : Formulir surat kuasa, sebagaimana terlampir dalam

Lampiran VI dari Surat Edaran ini

“Harga Penawaran” : Rp70.000 secara tunai per Saham

“Grup Merck” : Merck & Co., Inc, Amerika Serikat, pemegang saham

pengendali (ultimate shareholder) Perseroan, anak-anak perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang terafiliasi lainnya

“Notaris” : Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.Notaris Publik di Jakarta

“OJK” : Otoritas Jasa Keuangan, suatu institusi independen yang

bertanggungjawab atas pengaturan dan pengawasan terhadap jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan sesuai dengan Undang-undang No. 21 tahun 2011

“Penawaran Tender” : Penawaran tender yang akan dilakukan oleh MSD untuk

Saham Perseroan dengan Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham

“MSD” : Merck Sharp & Dohme Corp., Amerika Serikat, pemegang

saham mayoritas Perseroan yang memiliki 64,6% saham

“Pemegang Saham” : Para Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat

dalam daftar pemegang saham Perseroan pada Tanggal Pencatatan

“Pemegang Saham Independen” : Pemegang saham independen Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku

“Peraturan Bapepam-LK No. IX.F.1” : Peraturan Bapepam-LK No. IX.F.1, sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran dari Keputusan Kepala Bapepam-LK No. Kep-263/BL/2011 tanggal 31 Mei 2011 mengenai Penawaran Tender Sukarela

(6)

v Usulan Go Private

“Peraturan BEI No. I-I” : Peraturan BEI No. I-I sebagaimana dituangkan dalam Keputusan Direksi BEJ No. Kep-308/BEJ/07-2004

“Perseroan” : PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk(dahulu dikenal

sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk), berdomisili di Jakarta, dan berkantor pusat di Wisma BNI 46 Lt. 27, Jalan Jendral Sudirman Kavling 1, Jakarta 10220, Indonesia

“RSR” atau “Penilai Independen” : Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan, penilai independen untuk Usulan Go Private, yang penunjukkannya harus disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan Pemegang Saham Independen dalam RUPSLB

“Rapat Umum Pemegang Saham” : Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan

“Rencana Delisting” : Rencana penghapusan pencatatan (delisting) Saham dari

Bursa Efek Indonesia. Rencana ini wajib mendapatkan persetujuan dari lebih dari 50% dari jumlah Saham Perseroan yang secara sah hadir dalam RUPSLB. Mohon merujuk pada Bagian 4.2 dan 4.3 untuk rincian tentang persyaratan kuorum dan hak suara

“Rencana Perubahan Status” : Rencana perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Rencana ini wajib mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham Independen yang mewakili lebih dari 50% dari seluruh Saham Independen. Mohon merujuk pada Bagian 4.2 dan 4.3 untuk rincian tentang persyaratan kuorum dan hak suara

“RUPSLB” : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang akan

diadakan pada tanggal 24 April 2013 dan, jika diperlukan, tiap-tiap RUPSLB selanjutnya (pada waktu yang akan ditentukan) sehubungan dengan Usulan Go Private

“Saham” : Saham-saham Perseroan yang saat ini tercatat di BEI

per tanggal Surat Edaran ini

“Saham Independen” : Saham dengan hak suara yang sah yang dimiliki oleh

Pemegang Saham Independen

“Surat OJK” : Surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK No.

S-35/D.04/2013 tanggal 19 Pebruari 2013 mengenai Rencana Go Private PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk)

“Surat Edaran” : Surat Edaran kepada Pemegang Saham Perseroan tanggal

22 Maret 2013 yang telah direvisi pada tanggal 22 April 2013

“Suspensi Perdagangan” : Suspensi perdagangan saham Perseroan di pasar regular Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 1 Pebruari 2013

(7)

“Tanggal Pencatatan” : 5 April 2013, yang merupakan tanggal yang digunakan untuk menentukan Pemegang Saham yang berhak untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPSLB, yaitu Pemegang Saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat pada tanggal tersebut

“TB” : Tahun buku Perseroan, yaitu selama 12 bulan yang

berakhir tanggal 31 Desember

“TSS” : Tahun sampai sekarang

“Usulan Go Private” : Meliputi Rencana Delisting, Rencana Perubahan Status

Perseroan, dan usulan-usulan terkait yang diajukan kepada Pemegang Saham dalam RUPSLB, yang meliputi:

(a) berkaitan dengan Rencana Delisting:

(i) penghapusan pencatatan (delisting) Saham Perseroan dari BEI; dan

(ii) pengesahan oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya;

(b) berkaitan dengan Rencana Perubahan Status:

(i) pengesahan oleh Pemegang Saham Independen atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya; dan (ii) perubahan status Perseroan dari perusahaan

terbuka menjadi perusahaan tertutup; (c) perubahan atas Anggaran Dasar Perseroan; dan (d) pemberian wewenang kepada Direksi untuk mengambil

segala tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan butir (a), (b) dan (c) di atas.

(8)

1 Usulan Go Private

(9)

1. PENDAHULUAN

Direksi Perseroan dengan ini memberitahukan Pemegang Saham mengenai Usulan Go Private. Persetujuan Pemegang Saham dalam RUPSLB diperlukan untuk melaksanakan Usulan Go Private, yang akan diadakan sesuai dengan persyaratan kuorum dan hak suara sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran ini.

Perseroan telah mengirimkan surat No. 31/I/2013 tertanggal 1 Pebruari 2013 mengenai Permohonan Suspensi Perdagangan Saham PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk) kepada BEI yang menjelaskan mengenai maksud Perseroan untuk melaksanakan Usulan Go Private. Pada tanggal yang sama, BEI mengeluarkan notifikasi No. Peng-SPT-00001/BEI.PPR/01-2013 tertanggal 1 Pebruari 2013 yang secara sementara menangguhkan perdagangan saham Perseroan pada seluruh pasar sejak Sesi II periode perdagangan pada hari Jumat, 1 Pebruari 2013 sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Perseroan telah menyerahkan surat berikut dokumen pendukung kepada OJK pada tanggal 21 Maret 2013 sehubungan dengan Usulan Go Private dan informasi tambahan dan/atau perbaikannya pada tanggal 17 April 2013. Pada tanggal 22 Maret 2013, Perseroan telah mengumumkan Surat Edaran kepada Pemegang Saham pada surat kabar Kompas dan Investor Daily dan telah menerbitkan Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan Surat Edaran pada surat kabar yang sama pada tanggal 22 April 2013.

1.1 Maksud dan Tujuan Surat Edaran

Surat Edaran ini disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan maksud untuk memberikan kepada Pemegang Saham:

- informasi mengenai Usulan Go Private termasuk Rencana Delisting dan Rencana Perubahan Status Perseroan;

- suatu tinjauan umum mengenai persyaratan-persyaratan hukum yang harus dipenuhi untuk melaksanakan Usulan Go Private; dan

- informasi mengenai cara pemberian suara dalam RUPSLB. 1.2 Tinjauan Umum mengenai Usulan Go Private

Pada tanggal 22 Maret 2013, Perseroan mengumumkan Usulan Go Private dengan memuat ringkasan Surat Edaran serta pemberitahuan akan diselenggarakan RUPSLB pada dua surat kabar harian berbahasa Indonesia (Kompas dan Investor Daily). Panggilan untuk menghadiri RUPSLB telah diumumkan di surat kabar yang sama pada tanggal 8 April 2013. Perseroan telah mengumumkan Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan atas Surat Edaran pada surat kabar yang sama pada tanggal 22 April 2013.

RUPSLB mengenai Usulan Go Private dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 24 April 2013 pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat di Plaza Bapindo, Assembly Hall – Extention Building Lt. 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190, Indonesia.

Usulan Go Private untuk Perseroan melibatkan langkah-langkah sebagai berikut: (a) berkaitan dengan Rencana Delisting:

(i) penghapusan pencatatan (delisting) Saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia; dan

(ii) pengesahan oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya; dan (b) berkaitan dengan Rencana Perubahan Status:

(i) pengesahan oleh Pemegang Saham Independen atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya; dan (ii) perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan

(10)

3 Usulan Go Private

(c) perubahan-perubahan atas Anggaran Dasar Perseroan; dan

(d) pemberian wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan butir (a), (b) dan (c) di atas.

Dalam rangka melindungi kepentingan pemegang saham publik, berdasarkan Surat OJK, pelaksanaan Rencana Perubahan Status Perseroan harus mendapatkan persetujuan Pemegang Saham Independen Perseroan dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang harus dihadiri oleh Pemegang Saham Independen atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 75% dari seluruh Saham Independen dan disetujui oleh Pemegang Saham Independen atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 50% dari seluruh Saham Independen.

Berdasarkan Peraturan BEI No. I-I, Rencana Delisting mensyaratkan diperolehnya persetujuan dari lebih dari 50% dari jumlah Saham Perseroan yang secara sah hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

1.3 Penawaran Tender dan Harga Penawaran

Dalam hal Usulan Go Private disetujui dalam RUPSLB, MSD akan melakukan Penawaran Tender untuk membeli Saham yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan lainnya dengan Harga Penawaran.

Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham dalam Penawaran Tender telah memenuhi ketentuan mengenai harga penawaran yang wajib ditawarkan berdasarkan Surat OJK, yang mensyaratkan bahwa Harga Penawaran harus lebih menarik atau lebih tinggi dari harga-harga sebagai berikut:

- harga pasar tertinggi atas Saham di pasar reguler BEI dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman Usulan Go Private (Rp29.000 per Saham);

- hasil penilaian harga wajar Saham Perseroan yang disiapkan oleh Penilai Independen (Rp42.270 per Saham);

- nilai nominal Saham (Rp1.000 per Saham);

- harga pembelian yang ditetapkan oleh BEI untuk delisting, yang berdasarkan Peraturan BEI No. I-I ditetapkan setidak-tidaknya merupakan harga yang tertinggi dari:

Ɣ harga nominal (Rp1.000 per Saham); atau

Ɣ harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada tanggal 22 Maret 2013 setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui Rencana Delisting, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun yang diperhitungkan sebesar harga perdana saham dikali rata-rata tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 (tiga) bulan atau tingkat bunga obligasi pemerintah lain yang setara yang berlaku pada saat ditetapkannya putusan RUPSLB mengenai Rencana Delisting (Rp43.650 per Saham); atau

Ɣ nilai wajar berdasarkan penilaian Penilai Independen (Rp42.270 per Saham). Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham dalam Penawaran Tender adalah:

- 141,4% lebih tinggi daripada harga pasar tertinggi atas Saham di pasar reguler BEI dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman Usulan Go Private pada tanggal 22 Maret 2013 (Rp29.000 per Saham);

- 65,6% lebih tinggi daripada hasil penilaian harga wajar Saham Perseroan yang disiapkan oleh Penilai Independen (Rp42.270 per Saham);

- 6.900,0% lebih tinggi daripada nilai nominal Saham (Rp1.000 per Saham);

- 60,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada tanggal 22 Maret 2013 setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui Rencana Delisting, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama

(11)

dua tahun yang diperhitungkan sebesar harga perdana saham dikali rata-rata tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 (tiga) bulan atau tingkat bunga obligasi pemerintah lain yang setara yang berlaku pada saat ditetapkannya putusan RUPSLB mengenai Rencana Delisting (Rp43.650 per Saham);

- 94,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi selama 12 bulan terakhir sejak Suspensi Perdagangan (yaitu Rp36.000 per Saham); dan

- 141,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan terakhir Saham Perseroan sebelum Suspensi Perdagangan pada tanggal 1 Pebruari 2013 (yaitu Rp29.000 per Saham). 1.4 Rekomendasi dari Direksi dan Dewan Komisaris

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan meyakini bahwa Usulan Go Private adalah untuk kepentingan terbaik Pemegang Saham dan merekomendasikan agar Pemegang Saham memberikan suara menyetujui seluruh keputusan dalam RUPSLB.

1.5 Pernyataan Perseroan

Sehubungan dengan Usulan Go Private Perseroan, tidak terdapat kewajiban perizinan atau persetujuan atau pemberitahuan dari maupun kepada instansi pemerintah yang berwenang. Selain itu, Usulan Go Private tidak melibatkan restrukturisasi atau reorganisasi Perseroan atau perubahan atau modifikasi apapun terhadap ketentuan dan persyaratan dari setiap Perjanjian Kerja Bersama dan/atau perjanjian kerja antara Perseroan dengan karyawannya.

(12)

5 Usulan Go Private

(13)

2. INFORMASI MENGENAI USULAN GO PRIVATE 2.1 Alasan Diajukannya Usulan Go Private

Alasan Usulan Go Private Perseroan adalah, antara lain, sebagai berikut:

a. Saham Perseroan tidak lagi aktif diperdagangkan dan tidak likuid (illiquid). Dalam 12 bulan terakhir, perdagangan saham kecil dan hanya pada kisaran 4 lot pada setiap hari perdagangan.

b. Berdasarkan data dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan selama 3 (tiga) tahun terakhir, jumlah pemegang saham publik yang menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham hanya dihadiri paling banyak oleh 9 (sembilan) pihak dari keseluruhan pemegang saham publik Perseroan sejumlah 920 (sembilan ratus dua puluh) pihak. Hal ini mengindikasikan bahwa pemegang saham publik tidak lagi memperhatikan kelangsungan usaha dari Perseroan.

c. Dengan melakukan Delisting dan Go Private, pemegang saham publik memiliki kesempatan untuk menjual saham yang dimiliki pada harga premium terhadap harga historis.

d. Sampai dengan saat ini Perseroan dapat membiayai sendiri kegiatan operasional dan oleh karenanya, Perseroan tidak melihat adanya kebutuhan untuk mencari dana dari masyarakat/publik.

e. Usulan Go Private bagi Perseroan sejalan dengan kebijakan global dari Grup Merck. Dimana Grup Merck terus melakukan restrukturisasi grup secara global setelah melakukan merger dengan Schering-Plough pada tahun 2009.

2.2 Manfaat-manfaat Usulan Go Private

2.2.1 Harga Penawaran yang Menarik

Pemegang Saham yang menggunakan haknya dalam Penawaran Tender akan mendapatkan Harga Penawaran yang sangat menarik untuk Sahamnya.

Secara terperinci, Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham dalam Penawaran Tender adalah:

- 141,4% lebih tinggi daripada harga pasar tertinggi atas Saham di pasar reguler BEI dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman Usulan Go Private pada tanggal 22 Maret 2013 (Rp29.000 per Saham);

- 65,6% lebih tinggi daripada hasil penilaian harga wajar Saham Perseroan yang disiapkan oleh Penilai Independen (Rp42.270 per Saham);

- 6.900,0% lebih tinggi daripada nilai nominal Saham (Rp1.000 per Saham);

- 60,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada tanggal 22 Maret 2013 setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui Rencana Delisting, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun yang diperhitungkan sebesar harga perdana saham dikali rata-rata tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 (tiga) bulan atau tingkat bunga obligasi pemerintah lain yang setara yang berlaku pada saat ditetapkannya putusan RUPSLB mengenai Rencana Delisting (Rp43.650 per Saham);

- 94,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi selama 12 bulan terakhir sejak Suspensi Perdagangan (yaitu Rp36.000 per Saham); dan

- 141,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan terakhir Saham Perseroan sebelum Suspensi Perdagangan pada tanggal 1 Pebruari 2013 (yaitu Rp29.000 per Saham).

(14)

7 Usulan Go Private

Informasi selanjutnya atas Harga Penawaran dapat dilihat dalam Bagian 2.5.

2.2.2 Keuntungan Dari Segi Pajak

Pemegang Saham yang menjual Sahamnya dalam Penawaran Tender hanya akan dikenakan pungutan pajak sebesar 0,1% dari hasil penjualan. Selain dari pajak tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 282/KMK.04/1997 tanggal 20 Juni 1997, Pemegang Saham tidak dikenakan pungutan pajak atas keuntungan yang diperoleh dari penjualan Saham (capital gain).

Sebaliknya, Pemegang Saham yang tidak ikut serta dalam Penawaran Tender dan karenanya menjadi pemegang saham perusahaan tertutup dapat terkena pungutan pajak atas keuntungan yang diperoleh dari penjualan Saham dengan tarif pajak tetap sebesar 25% untuk perusahaan dan tarif pajak progresif dengan tarif pajak tertinggi sebesar 30% untuk perorangan.

Harap diperhatikan bahwa uraian di atas adalah ringkasan umum dari implikasi pajak yang potensial terjadi bagi Pemegang Saham Perseroan yang merupakan penduduk di Indonesia. Seluruh Pemegang Saham disarankan untuk melakukan konsultasi dengan penasehat pajak masing-masing untuk menentukan konsekuensi pajak yang mungkin dikenakan atas Pemegang Saham sehubungan dengan penjualan Saham mereka di Perseroan.

2.2.3 Pembayaran Komisi Perantara oleh MSD

MSD akan membayar seluruh komisi perantara (termasuk biaya crossing di BEI) yang ditanggung oleh Pemegang Saham yang ikut serta dalam Penawaran Tender.

2.3 Perlakuan terhadap Pemegang Saham yang Tidak Turut Serta dalam Penawaran Tender

Apabila Usulan Go Private disetujui oleh RUPSLB, maka Pemegang Saham publik yang tidak bersedia menjual Saham mereka dalam Penawaran Tender akan tetap menjadi pemegang saham dari perusahaan yang sahamnya tidak tercatat lagi di BEI. Dengan demikian, Pemegang Saham publik tersebut tidak lagi dapat menjual Saham mereka melalui BEI. Sesuai ketentuan Pasal 62 ayat 1 dari Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pemegang Saham publik yang tidak menyetujui Usulan Go Private yang tidak menjual Sahamnya dalam Penawaran Tender, berhak meminta kepada Perseroan agar Sahamnya dibeli dengan harga wajar. Harga wajar tersebut adalah harga yang sesuai dengan penilaian dari Penilai Independen yaitu Rp42.270 per Saham.

2.4 Pendapat Konsultan Independen mengenai Usulan Go Private

Sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang diatur dalam Peraturan BEI No. I-I, dan Surat OJK Direksi Perseroan telah menunjuk konsultan-konsultan independen berikut ini untuk memberikan pendapat mereka masing-masing sehubungan dengan Usulan Go Private.

2.4.1 Pendapat dari Konsultan Hukum Independen

Direksi Perseroan telah menunjuk AKHH sebagai Konsultan Hukum Independen sehubungan dengan Usulan Go Private.

AKHH berpendapat bahwa dalam rangka melindungi kepentingan pemegang saham publik, berdasarkan Surat OJK, pelaksanaan Rencana Perubahan Status Perseroan harus mendapatkan persetujuan Pemegang Saham Independen Perseroan dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang dihadiri oleh Pemegang Saham Independen yang mewakili lebih dari 75% dari seluruh Saham Independen dan harus disetujui oleh Pemegang Saham Independen yang mewakili lebih dari 50% dari seluruh Saham Independen.

(15)

Berdasarkan hal tersebut, maka Usulan Go Private wajib memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Rencana Delisting harus mendapatkan persetujuan dari RUPSLB sesuai dengan ketentuan Peraturan BEI No. I-I;

2. Rencana Perubahan Status Perseroan harus mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham Independen dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang harus dihadiri oleh Pemegang Saham Independen yang mewakili lebih dari 75% dari seluruh Saham Independen dan disetujui oleh Pemegang Saham Independen yang mewakili lebih dari 50% dari seluruh Saham Independen sesuai dengan ketentuan dalam Surat OJK;

3. Berdasarkan Peraturan BEI No. I-I dan Surat OJK, Penawaran Tender harus memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam-LK No. IX.F.1 tentang Penawaran Tender Sukarela.

Rencana Perubahan Status akan menjadi efektif apabila (i) persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Independen atas Usulan Go Private sudah diperoleh, (ii) jumlah pemegang saham Perseroan tidak lebih dari 50 pihak, dan (iii) perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Rencana Perubahan Status telah disetujui oleh dan diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Apabila Perseroan telah efektif menjadi perusahaan tertutup, maka para Pemegang Saham yang tidak menjual sahamnya dalam Penawaran Tender akan tetap menjadi Pemegang Saham Perseroan yang telah menjadi perusahaan tertutup. Untuk memenuhi ketentuan Pasal 62 Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur bahwa Pemegang Saham yang (i) tidak hadir dan tidak memberikan suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen atau tidak menyetujui Usulan Go Private dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen, dan, (ii) tidak menjual Sahamnya dalam Penawaran Tender berhak meminta kepada Perseroan agar Sahamnya dibeli dengan harga yang wajar. Perseroan memutuskan bahwa terhadap Saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham yang tidak menyetujui Usulan Go Private dan tidak menjual Sahamnya dalam Penawaran Tender, maka Perseroan akan membeli saham dari pemegang saham yang tidak menyetujui Transaksi tersebut dan tidak menjual sahamnya dalam Penawaran Tender pada harga wajar sesuai dengan penilaian dari Penilai Independen, yaitu Rp42.270 per Saham.

Salinan dari pendapat hukum AKHH terlampir sebagai Lampiran I dari Surat Edaran ini.

2.4.2 Pendapat dari Penilai Independen

Direksi Perseroan telah menunjuk RSR sebagai Penilai Independen untuk memberikan penilaian yang independen atas nilai Saham Perseroan berkaitan dengan Usulan Go Private. Peraturan BEI No. I-I mensyaratkan dibuatnya penilaian harga wajar oleh Penilai Independen. Selain itu, berdasarkan Surat OJK, penunjukkan RSR harus dilakukan oleh Pemegang Saham Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen untuk memastikan bahwa kepentingan Pemegang Saham Independen dilindungi. Mengingat bahwa Perseroan telah menunjuk RSR, maka Perseroan meminta Pemegang Saham Independen untuk mengesahkan penunjukkan RSR serta hasil penilaiannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen.

Dalam menentukan harga wajar dari Saham, Penilai Independen menggunakan metode-metode sebagai berikut:

a. discounted cash flow method (DCF) sebagai metode penilaian utama; dan

b. guideline company method (GCM) sebagai metode penilaian sekunder untuk

keperluan pembanding.

Dengan menggunakan metode-metode di atas, laporan Penilai Independen menyatakan bahwa nilai total harga wajar untuk 100% kepemilikan saham di Perseroan (terdiri dari 3.600.000 Saham) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp152.172.000.000 (dengan pembulatan) atau Rp42.270 per Saham.

(16)

9 Usulan Go Private

Laporan RSR tertanggal 17 April 2013 menyimpulkan bahwa nilai harga wajar Saham Perseroan adalah Rp42.270 per Saham.

Salinan dari laporan penilaian RSR terlampir sebagai Lampiran II dari Surat Edaran ini.

2.5 Penawaran Tender dan Harga Penawaran

2.5.1 Tinjauan Umum

Dalam hal Usulan Go Private disetujui oleh RUPSLB, MSD akan melakukan Penawaran Tender untuk membeli Saham yang beredar dengan Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham.

Penawaran Tender Perseroan akan diumumkan oleh Perseroan di dua surat kabar harian pada tanggal 26 April 2013 (Kompas dan Investor Daily).

Periode Penawaran Tender akan berlangsung antara tanggal 16 Mei 2013 dan 14 Juni 2013.

2.5.2 Keuntungan Dibandingkan dengan Harga Minimum yang Dapat Ditawarkan berdasarkan Peraturan yang Berlaku di Indonesia

Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham berdasarkan Penawaran Tender adalah Harga Penawaran yang lebih menguntungkan secara signifikan dibandingkan dengan harga penawaran yang wajib ditawarkan berdasarkan Surat OJK yang mensyaratkan bahwa Harga Penawaran harus menarik atau lebih tinggi dari harga-harga berikut:

- harga pasar tertinggi atas Saham di pasar regular BEI dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman Usulan Go Private (Rp29.000 per Saham);

- hasil penilaian harga wajar Saham Perseroan oleh Penilai Independen (Rp42.270 per Saham). Penilai Independen tersebut harus ditunjuk oleh Pemegang Saham Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen;

- nilai nominal Saham (Rp1.000 per Saham).

- harga pembelian yang ditetapkan oleh BEI untuk delisting, yang berdasarkan Peraturan BEI No. I-I ditetapkan ditetapkan setidak-tidaknya merupakan harga yang tertinggi dari:

Ɣ harga nominal (Rp1.000 per Saham); atau

Ɣ harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada tanggal 22 Maret 2013 setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui Rencana Delisting, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun yang diperhitungkan sebesar harga perdana saham dikali rata-rata tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 (tiga) bulan atau tingkat bunga obligasi pemerintah lain yang setara yang berlaku pada saat ditetapkannya putusan RUPSLB mengenai Rencana Delisting (Rp43.650 per Saham); atau

Ɣ nilai wajar berdasarkan penilaian Penilai Independen (Rp42.270 per Saham). Hal tersebut di atas dijelaskan dalam Grafik 1 di bawah ini.

(17)

Grafik 1 – Harga Penawaran vs. Peryaratan Minimum dari OJK

Sumber: Bloomberg

2.5.3 Keuntungan Dibandingkan dengan Harga Perdagangan Historis

Harga Penawaran sebesar Rp70.000 per Saham adalah:

- 141,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan terakhir Saham Perseroan sebelum Suspensi Perdagangan pada tanggal 1 Pebruari 2013 sebesar Rp29.000 per Saham; dan

- 94,4% lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi Saham Perseroan selama 12 bulan terakhir sejak Suspensi Perdagangan sebesar Rp36.000 per Saham; dan - lebih tinggi dibandingkan dengan harga perdagangan tertinggi dan rata-rata harga

penutupan Saham Perseroan sejak pencatatannya di bursa pada tahun 1990 sebagaimana yang terlihat dalam Grafik 2 dan Tabel 1 di bawah ini.

Grafik 2 – Harga Penawaran vs.Harga Perdagangan Tertinggi

(18)

11 Usulan Go Private

Tabel 1 – Harga Penawaran vs.Harga Rata-Rata Penutupan

Tahun Kalendar Harga Perdagangan Terendah (Rp per Saham) Harga Perdagangan Tertinggi (Rp per Saham) Harga Rata-Rata Penutupan (Rp per Saham) % Keuntungan Harga Penawaran Dibandingkan Harga Rata-Rata Penutupan 1992 2.135 4.368 2.580 2.613,7% 1993 2.402 6.303 4.168 1.579,5% 1994 3.820 6.341 5.372 1.203,0% 1995 4.845 5.821 5.298 1.221,2% 1996 4.925 8.328 6.269 1.016,6% 1997 4.779 10.746 6.999 900,2% 1998 3.217 11.000 7.471 837,0% 1999 10.000 15.000 11.685 499,0% 2000 9.000 12.000 10.444 570,2% 2001 12.200 25.000 16.950 313,0% 2002 8.000 25.000 13.971 401,0% 2003 6.700 8.500 7.259 864,3% 2004 10.200 12.500 10.927 540,6% 2005 11.000 11.000 11.000 536,4% 2006 7.800 11.000 9.278 654,5% 2007 10.000 22.000 17.816 292,9% 2008 10.350 21.500 17.022 311,2% 2009 9.000 39.500 27.376 155,7% 2010 30.000 43.000 36.825 90,1% 2011 25.000 42.500 29.831 134,7% 2012 29.050 42.500 34.050 105,6% 2013 TSS 29.000 29.000 29.000 141,4% 12 Bulan Terakhir 29.000 36.000 31.125 123,5% Sumber: Bloomberg

Ringkasan premium dari Harga Penawaran yang dapat diperoleh Pemegang Saham dapat dilihat dalam Tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2 – Premium dari Harga Penawaran

No

. Harga Per Saham (Rp) Harga Penawaran (Rp) Premium

1

Harga perdagangan tertinggi atas Saham di pasar reguler BEI dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman Usulan Go Private pada tanggal 22 Maret 2013

29.000 70.000 141,4%

2

Harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada tanggal 22 Maret 2013 setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui Rencana Delisting, ditambah premium

(19)

No

. Harga Per Saham (Rp) Harga Penawaran (Rp) Premium

3 Nilai nominal Saham 1.000 70.000 6.900,0% 4 Hasil penilaian harga wajar Saham Perseroan yang disiapkan oleh Penilai

Independen 42.270 70.000 65,6%

5

Harga perdagangan terakhir Saham Perseroan sebelum Suspensi Perdagangan pada tanggal 1 Pebruari 2013

29.000 70.000 141,4%

6

Harga perdagangan tertinggi selama 12 bulan terakhir sejak Suspensi Perdagangan pada tanggal 1 Pebruari 2013

36.000 70.000 94,4%

Sumber: Bloomberg

2.6 Rekomendasi oleh Direksi dan Dewan Komisaris

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan meyakini bahwa Usulan Go Private adalah untuk kepentingan terbaik Pemegang Saham setelah:

- mempertimbangkan alasan-alasan dari Usulan Go Private Perseroan (Bagian 2.1); - mempertimbangkan manfaat-manfaat dari Usulan Go Private kepada Pemegang

Saham (Bagian 2.2);

- mempelajari pendapat-pendapat dari konsultan-konsultan independen (Bagian 2.3); dan

- memperhitungkan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh MSD dalam Harga

Penawaran (Bagian 2.4).

Karena itu, Direksi dan Dewan Komisaris merekomendasikan agar Pemegang Saham memberikan suara menyetujui seluruh keputusan mengenai Usulan Go Private dalam RUPSLB.

Pemegang Saham yang tidak dapat menghadiri RUPSLB diharapkan memberikan suara dengan menggunakan Formulir Surat Kuasa yang terlampir sebagai Lampiran VI dari Surat Edaran ini.

Formulir Surat Kuasa yang telah diisi secara lengkap dan ditandatangani secara sempurna, serta Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen (Lampiran V dari Surat Edaran ini) yang telah dilengkapi sebagaimana diperlukan, harus disampaikan dengan cara diserahkan langsung atau melalui fax atau email kepada dan telah diterima oleh Sekretaris Perusahaan Perseroan (M.A. Widarjati) paling lambat pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat pada tanggal 19 April 2013 di alamat sebagai berikut:

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk

(dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk) Wisma BNI 46, Lantai 27

Jalan Jendral Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220

Indonesia

Untuk perhatian: M.A. Widarjati

Tel: (62-21) 5789 7000 Fax: (62-21) 5789 7099

Email: ambar.widarjati@merck.com

Asli Surat Kuasa dan Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen harus diserahkan kepada Perseroan pada saat registrasi sebelum memasuki ruang RUPSLB.

(20)

13 Usulan Go Private

(21)

3. INFORMASI MENGENAI PERSEROAN 3.1 Riwayat Perseroan

Perseroan didirikan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.1 tahun 1967 serta Undang-Undang No. 11 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing.

Perseroan didirikan dengan Akta Pendirian No. 17 tertanggal 7 Maret 1972, dibuat di hadapan Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. Y.A.5/72/5 tertanggal 26 Oktober 1972, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 tertanggal 5 Januari 1973, Tambahan No. 13.

Perseroan telah melakukan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan peraturan Bapepam-LK yang berlaku sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 253 tertanggal 26 Juni 2008, dibuat di hadapan Sutjipto, S.H. Notaris di Jakarta, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-01487.AH.01.02.Tahun 2009 tertanggal 8 Januari 2009. Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagaimana ternyata dalam Akta Berita Acara Rapat No. 35 tertanggal 12 Oktober 2012, dibuat oleh Teddy Anwar, SH, SpN, Notaris di Jakarta, berdasarkan mana Perseroan merubah namanya dari “PT Schering-Plough Indonesia Tbk” menjadi “PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk”. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No. AHU-57338.AH.01.02.Tahun 2012 tertanggal 8 Nopember 2012.

Pada tanggal 18 April 1990, Perseroan memperoleh Surat Pernyataan Efektif No.SI-102/SHM/MK.10/1990 dari Bapepam untuk menawarkan 892.800 saham baru Perseroan dalam penawaran umum perdana Perseroan. Pada tanggal 5 Januari 2001, seluruh saham ditempatkan Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta.

3.2 Kegiatan Usaha Perseroan

Lingkup kegiatan Perseroan meliputi:

a. pembuatan, pengemasan dan pengembangan produk farmasi untuk manusia dan hewan, produk kebersihan, kosmetik, keperluan rumah tangga dan sejenisnya; b. memasarkan di dalam negeri dan mengekspor produk farmasi tersebut; c. distributor utama atas alat-alat kesehatan;

d. mengimpor bahan baku, barang jadi dan alat-alat kesehatan terkait; dan e. menyediakan pemberian jasa konsultasi bisnis dan manajemen.

Perseroan memulai operasi komersialnya pada bulan Januari 1975.

Perseroan memiliki dan mengoperasikan satu fasilitas produksi di Jl. Raya Pandaan Km. 48, Pandaan, Jawa Timur, yang terletak pada area seluas 25.500 m2.

Produk utama Perseroan meliputi:

- tablet;

- krim dan balsam untuk produk farmasi; - cairan untuk sirup;

- suntikan untuk produk farmasi (hanya impor produk). 3.3 Sekilas mengenai Industri

Perseroan bergerak di bidang industri farmasi di Indonesia. Seluruh pelaku usaha utama di bidang industri farmasi menghasilkan produk farmasi, dan terdiri dari Kelompok Usaha Grup Kalbe, PT Dexa Medica dan Sanbe Farma.

(22)

15 Usulan Go Private

3.4 Hubungan dengan PT Anugrah Pharmindo Lestari

Perseroan menjual produknya di pasar domestik maupun ekspor. Dalam TB2012, penjualan domestik Perseroan mewakili kurang lebih 68,38%.

Penjualan oleh Perseroan dilakukan melalui distributor lokal, yaitu PT Anugrah Pharmindo Lestari. Perjanjian antara kedua belah pihak telah berjalan sejak tanggal 1 Desember 2006 dan pertama kalinya berlaku untuk lima tahun. Perjanjian tersebut secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu masing-masing satu tahun kecuali ada pemberitahuan pengakhiran yang diberikan sebelumnya. PT Anugrah Pharmindo Lestari bukan merupakan pihak yang terafiliasi dari Perseroan.

3.5 Penyertaan Saham Pada Perusahaan Lain

Perseroan tidak mempunyai pengendalian di perusahaan lain. 3.6 Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 253 tertanggal 26 Juni 2008, dibuat di hadapan Sutjipto, S.H. Notaris di Jakarta, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-01487.AH.01.02.Tahun 2009 tertanggal 8 Januari 2009, struktur permodalan Perseroan adalah sebagaimana diuraikan dalam Tabel 3 di bawah.

Tabel 3 – Struktur Permodalan Perseroan

Modal dan Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Nominal per Saham (Rp) Nilai Total (Rp) Kepemilikan Persentase

Saham (%)

Modal Dasar 5.000.000 1.000 5.000.000.000 -

Modal Ditempatkan dan Disetor 1. Merck Sharp & Dohme Corp.

(dahulu dikenal sebagai Schering Plough International Inc.)

2.325.350 1.000 2.325.350.000 64,6%

2. MSD Consumer Care, Inc. (dahulu dikenal sebagai Schering Plough Health Care Products)

885.500 1.000 885.500.000 24,6%

3. Publik 389.150 1.000 389.150.000 10,8%

Total Modal Ditempatkan dan

Disetor 3.600.000 1.000 3.600.000.000 100,0%

Saham dalam Portepel 1.400.000 1.000 1.400.000.000 -

Pada tanggal 20 Maret 2013, pemegang saham utama Perseroan adalah sebagaimana diuraikan dalam Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4 – Pemegang Saham Utama

Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Nominal per Saham (Rp) Nilai Total (Rp) Kepemilkan Persentase

Saham

1. Merck Sharp & Dohme Corp. 2.325.350 1.000 2.325.350.000 64,6%

2. MSD Consumer Care, Inc. 885.500 1.000 885.500.000 24,6%

3. Lain-lain (kurang dari

5%)/Masyarakat 389.150 1.000 389.150.000 10,8%

(23)

3.7 Susunan Direksi dan Dewan Komisaris

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 55 tertanggal 20 Juni 2012, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagaimana diuraikan dalam Tabel 5 dan Tabel 6.

Tabel 5 – Direksi

Nama Jabatan

Tan Gooi Cheen/Chris Tan Presiden Direktur Stephen Then Direktur

Novian Zein Direktur

Pei Ling Ng Direktur

Tabel 6 – Dewan Komisaris

Nama Jabatan

Patrick Norman Bergstedt Presiden Komisaris Christopher Patrick McNamara Komisaris Irsan Budianto Darmadji Komisaris Independen

3.8 Ringkasan Informasi Keuangan

Tabel 7, Tabel 8, dan Tabel 9 di bawah ini adalah kutipan dari laporan keuangan auditan Perseroan untuk TB2012 (tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012), TB2011 (tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011) dan TB2010 (tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010) yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (a member of PwC global network).

Laporan keuangan auditan secara lengkap untuk TB2012 dan TB2011 terdapat dalam Lampiran III dari Surat Edaran ini.

Tabel 7 – Neraca

(Rp juta) 31 Desember 2010 31 Desember 2011 31 Desember 2012

Aset

Aset Lancar 191.176 257.330 263.570 Aset Tidak Lancar 42.580 55.188 176.928

Total Aset 233.756 312.519 440.498

LIABILITAS DAN EKUITAS

Liabilitas Jangka Pendek 210.043 68.090 96.984 Liabilitas Jangka Panjang 11.590 222.832 326.228

Ekuitas 12.123 21.597 17.286

Total Liabilitas dan Ekuitas 233.756 312.519 440.498

(24)

17 Usulan Go Private

Tabel 8 – Laporan Laba Rugi

(Rp juta) 31 Desember 2010 31 Desember 2011 31 Desember 2012

Pendapatan Bersih 260.316 273.311 302.830

Laba Bruto 94.408 69.163 127.315 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan (7.493) (28.180) (11.786)

Rugi Tahun Berjalan (8.043) (25.420) (12.367)

Sumber: Laporan keuangan auditan Perseroan (perbedaan angka karena pembulatan) Tabel 9 – Laporan Arus Kas

(Rp juta) Periode 12bulanyang berakhir 31 Desember 2010 Periode 12bulan yang berakhir 31 Desember 2011 Periode 12bulan yang berakhir 31 Desember 2012

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari/ (Digunakan

Untuk) Aktivitas Operasi 1.066 (53.787) 17.426 Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas

Investasi (3.906) (10.676) (128.108) Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas

Pendanaan (3.500) 98.454 100.261

(Penurunan)/Kenaikan Bersih Kas Dan

Setara Kas (6.340) 33.991 (10.422)

Kas dan setara kas awal tahun 558 (5.782) 28.209

Kas dan setara kas akhir tahun (5,782) 28,209 17,787

(25)
(26)

19 Usulan Go Private

(27)

4. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA 4.1 Latar Belakang

RUPSLB mengenai Usulan Go Private akan diadakan pada tanggal 24 April 2013 pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat di Plaza Bapindo, Assembly Hall – Extention Building Lt. 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190, Indonesia.

Pengumuman pemberitahuan mengenai RUPSLB beserta dengan ringkasan Surat Edaran telah dilakukan pada tanggal 22 Maret 2013 dalam dua surat kabar harian berbahasa Indonesia (Kompas dan Investor Daily), yang seluruhnya diedarkan secara luas di Republik Indonesia. Panggilan untuk menghadiri RUPSLB telah dilakukan melalui surat kabar yang sama, pada tanggal 8 April 2013.

Pemegang Saham yang berhak untuk menghadiri RUPSLB adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Pencatatan (5 April 2013).

4.2 Usulan Agenda RUPSLB

Pemegang Saham diminta untuk memberikan suaranya atas empat agenda yang diusulkan dalam RUPSLB. Empat agenda RUPSLB dimaksud adalah sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Agenda Pertama:

Berkaitan dengan Rencana Delisting sesuai dengan Peraturan BEI No. I-I, agenda pertama terdiri dari:

(i) persetujuan atas penghapusan pencatatan (delisting) Saham-saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia; dan

(ii) pengesahan atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya.

Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan BEI No. I-I, jika agenda pertama mendapatkan persetujuan yang diperlukan dari RUPSLB, maka Saham Perseroan akan dihapuskan pencatatannya dari BEI. Apabila Direksi Perseroan menindaklanjuti hasil keputusan agenda pertama RUPSLB tersebut, maka dalam hal Pemegang Saham Independen tidak menyetujui agenda kedua, Perseroan akan menjadi perusahaan terbuka yang Sahamnya tidak tercatat di bursa.

Agenda Kedua:

Berkaitan dengan Rencana Perubahan Status, agenda kedua terdiri dari:

(i) pengesahan oleh Pemegang Saham Independen atas penunjukkan RSR sebagai Penilai Independen dan persetujuan atas hasil penilaiannya; dan

(ii) persetujuan oleh Pemegang Saham Independen atas Rencana Perubahan Status. Agenda Ketiga:

Persetujuan atas perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Rencana Delisting dan Rencana Perubahan Status.

Agenda Keempat:

Persetujuan atas pemberian wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengambil setiap tindakan yang diperlukan guna melaksanakan keputusan-keputusan sehubungan dengan agenda pertama, kedua dan ketiga di atas.

Suara Pemegang Saham Independen untuk seluruh agenda seharusnya sesuai, karena keempat agenda di atas berkaitan dan oleh karenanya tidak terpisahkan.

(28)

21 Usulan Go Private

Sehubungan dengan hal di atas, Pemegang Saham (yaitu Pemegang Saham Independen) harus memberikan hak suara mereka sesuai dengan keputusan pada Agenda Pertama dan Agenda Kedua dengan cara:

- menyetujui seluruh keputusan dalam Agenda Pertama dan Agenda Kedua; atau

- tidak menyetujui seluruh keputusan dalam Agenda Pertama dan Agenda Kedua; atau - tidak mengeluarkan suara (abstain) atas seluruh keputusan dalam Agenda Pertama

dan Agenda Kedua.

Sebagaimana ditentukan dalam Bagian 2.5 di atas, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan berpendapat bahwa Usulan Go Private adalah sesuai dengan kepentingan terbaik Pemegang Saham, khusunya Pemegang Saham Independen, maka Direksi dan Dewan Komisaris menyarankan Pemegang Saham untuk menyetujui seluruh agenda yang diusulkan dalam RUPSLB.

4.3 Persyaratan-persyaratan RUPSLB menurut Peraturan Perundang-undangan

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Surat OJK dan Peraturan BEI No. I-I, ketentuan-ketentuan mengenai RUPSLB dan prosedur untuk mengambil keputusan-keputusan untuk keempat agenda RUPSLB adalah sebagai berikut:

Keputusan Pertama:

Berdasarkan Peraturan BEI No. I-I dan Pasal 11 Anggaran Dasar Perseroan:

(i) RUPSLB harus dihadiri oleh Pemegang Saham atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 50% dari keseluruhan Saham Perseroan dengan hak suara yang sah; dan

(ii) keputusan dimaksud harus disetujui oleh lebih dari 50% dari keseluruhan Saham Perseroan yang hadir secara sah dalam RUPSLB.

Keputusan Kedua: Sesuai dengan Surat OJK:

(i) RUPSLB harus dihadiri oleh Pemegang Saham Independen atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 75% dari seluruh Saham Independen; dan

(ii) keputusan dimaksud harus disetujui oleh lebih dari 50% dari seluruh Saham Independen.

Keputusan Ketiga:

Sesuai dengan Pasal 12 Anggaran Dasar Perseroan:

(i) RUSPLB harus dihadiri oleh Pemegang Saham atau kuasanya yang sah yang mewakili 2/3 atau lebih dari keseluruhan Saham Perseroan dengan hak suara yang sah; dan

(ii) keputusan dimaksud harus disetujui oleh lebih dari 2/3 dari keseluruhan Saham Perseroan yang hadir secara sah dalam RUPSLB.

Keputusan Keempat:

Sesuai dengan Pasal 11 Anggaran Dasar Perseroan:

(i) RUPSLB harus dihadiri oleh Pemegang Saham atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 50% dari keseluruhan Saham Perseroan dengan hak suara yang sah; dan

(ii) keputusan dimaksud harus disetujui oleh lebih dari 50% dari keseluruhan Saham Perseroan yang hadir secara sah dalam RUPSLB.

(29)

Apabila kuorum dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang disyaratkan untuk mengambil keputusan atas Rencana Perubahan Status tidak terpenuhi, maka Rapat Umum Pemegang Saham Independen kedua harus dilaksanakan sesuai dengan Surat OJK. Selanjutnya, apabila Rencana Perubahan Status tidak disetujui oleh Pemegang Saham Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen kedua, maka sesuai dengan Surat OJK, Rencana Perubahan Status tersebut tidak dapat diajukan kembali dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal keputusan penolakan.

4.4 Tindakan-tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Pemegang Saham

Di bawah ini adalah petunjuk untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPSLB jika Pemegang Saham hadir secara langsung ataupun dengan diwakili oleh kuasa.

4.4.1 Pemegang Saham yang Menghadiri RUPSLB

Untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPSLB, Pemegang Saham wajib mendaftarkan diri sebelum RUPSLB dimulai. Untuk mendaftar, Pemegang Saham wajib memperlihatkan:

(a) bukti identitas yang sah; dan

(b) Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen (terlampir sebagai Lampiran V) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani secara sempurna oleh Pemegang Saham yang bersangkutan.

RUPSLB mengenai Usulan Go Private akan diselenggarakan pada tanggal 24 April 2013, pukul 10.00 Waktu Indonesia Bagian Barat di Plaza Bapindo, Assembly Hall – Extention Building Lt. 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190, Indonesia.

Perlu diketahui oleh Pemegang Saham bahwa peraturan dan prosedur RUPSLB wajib diikuti oleh seluruh Pemegang Saham dan siapapun yang menghadiri RUPSLB.

4.4.2 Pemegang Saham yang Tidak Menghadiri RUPSLB

Pemegang Saham yang tidak dapat menghadiri RUPSLB diharapkan memberikan suara dengan menggunakan Formulir Surat Kuasa yang terlampir sebagai Lampiran VI dari Surat Edaran ini.

Formulir Surat Kuasa yang telah diisi secara lengkap dan ditandatangani secara sempurna, serta Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen (Lampiran V Surat Edaran ini) yang telah dilengkapi sebagaimana diperlukan, harus disampaikan dengan cara diserahkan langsung atau melalui fax atau email kepada dan telah diterima oleh Sekretaris Perusahaan Perseroan (M.A. Ambar Widarjati) paling lambat pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat tanggal 19 April 2013 di alamat sebagai berikut:

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk

(dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk) Wisma BNI 46, Lantai 27

Jalan Jendral Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220

Indonesia

Untuk perhatian: M.A. Ambar Widarjati Tel: (62-21) 5789 7000 Fax: (62-21) 5789 7099

Email: ambar.widarjati@merck.com

Asli Surat Kuasa dan Surat Pernyataan Mengenai Pemegang Saham Independen harus diserahkan kepada Perseroan pada saat registrasi sebelum memasuki ruang RUPSLB.

(30)

23 Usulan Go Private

B

AGIAN

5:

D

AFTAR

T

ANGGAL

-T

ANGGAL

P

ENTING UNTUK

U

SULAN

(31)

5. DAFTAR TANGGAL-TANGGAL PENTING SEHUBUNGAN DENGAN USULAN GO PRIVATE

Daftar tanggal-tanggal penting sehubungan dengan Usulan Go Private terdapat dalam Tabel 10 di bawah ini.

Tabel 10 – Daftar Tanggal -Tanggal Penting

No Keterangan Tanggal

1. Penyampaian surat permintaan Ruling Go Private kepada OJK 1 Pebruari 2013

2. Penyampaian rencana delisting dan permohonan suspensi perdagangan kepada BEI 1 Pebruari 2013

3. Pelaksanaan suspensi perdagangan 1 Pebruari 2013

4. OJK mengeluarkan Ruling Go Private 19 Pebruari 2013

5. Penyampaian agenda RUPSLB kepada OJK dan BEI 28 Pebruari 2013

6. Penyampaian draft Surat Edaran dan Rencana Delisting kepada OJK dan BEI 21 Maret 2013

7. Pengumuman dalam dua surat kabar harian mengenai rencana mengadakan RUPSLB

(“Pengumuman RUPSLB”) 22 Maret 2013

8. Pengumuman dalam dua surat kabar harian mengenai ringkasan Surat Edaran kepada

Pemegang Saham 22 Maret 2013

9. Tanggal Pencatatan untuk keperluan menentukan Pemegang Saham yang memenuhi

syarat untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPSLB 5 April 2013

10. Pengumuman dalam dua surat kabar harian mengenai panggilan untuk menghadiri

RUPSLB (“Undangan RUPSLB”) 8 April 2013

11. RUPSLB 24 April 2013

12. Pengumuman dalam dua surat kabar harian mengenai hasil RUPSLB 25 April 2013

13. Penyampaian Pernyataan Penawaran Tender kepada OJK dan BEI 26 April 2013

14. Pengumuman Pernyataan Penawaran Tender dalam dua surat kabar harian 26 April 2013

15. Pernyataan Efektif oleh OJK 15 Mei 2013

16. Periode Penawaran Tender 16 Mei – 14 Juni 2013

17. Tanggal Pembayaran 21 Juni 2013

18. Laporan Penawaran Tender kepada OJK 24 Juni 2013

19. Perubahan Anggaran Dasar dan penyampaian kepada OJK 8 Juli 2013

20. Permohonan crossing dan delisting kepada BEI 9 Juli 2013

21. Penyampaian persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi

Manusia kepada OJK dan BEI 22 Juli 2013

22. Persetujuan delisting dari BEI dan pengumuman bursa 24 Juli 2013

(32)

25 Usulan Go Private

(33)

6. INFORMASI LAIN

Pemegang Saham yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Usulan Go Private dan Surat Edaran ini dapat menghubungi pihak berikut ini di Perseroan.

M.A. Ambar Widarjati Sekretaris Perusahaan PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk

(dahulu dikenal sebagai PT Schering-Plough Indonesia Tbk Wisma BNI 46, Lantai 27

Jalan Jendral Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220

Indonesia Tel: (62-21) 5789 7000 Fax: (62-21) 5789 7099 Email: ambar.widarjati@merck.com

(34)

27 Usulan Go Private

L

AMPIRAN

I:

P

ENDAPAT

H

UKUM DARI

A

DNAN

K

ELANA

H

ARYANTO

(35)
(36)

29 Usulan Go Private

(37)
(38)

31 Usulan Go Private

(39)
(40)

33 Usulan Go Private

(41)
(42)

35 Usulan Go Private

L

AMPIRAN

II:

L

APORAN

P

ENILAIAN

I

NDEPENDEN DARI

R

UKY

,

(43)
(44)

37 Usulan Go Private � � ����������������������� ������������������� ������������ �������� �������������������������������� ������������������������� �������������������������� �������������� ��������������������������������������������������������������� � ���������������� ������������������������������������������������������������������������������������������� ��� ������ ���� ���� ����� ������� ���� ������ ��������� ����� ��� �������� ������� ������������ ����������������������������������������������������������������������������������������������� ����� ������������ ��������� ���� ���������� ������������ ������ ���������� �������� ��������� ������������������� �������� ��� �������� ����� ���� ���������� �������� �������� ���������� ������ ������ ��� ��������� ����� ��������� �������� �� ���� ������ ��������� ������ ������ �� �������� ��������� ������������� ������� ������ ������ ���������� �������� ���������� ������ ������ ���� ��������������������� �������� �������� ����������� ������ ������������� ���������� ����� ������ ���������� ���� �������� ��� ��������� ����� ����������� ������� �������� ���������� ������ ������������������������������������� �������� ���������� ������ ���� ����� ���������� ������ ����������� �������� ����� �������� ��� ������ ����� ������� ���� �������������� �������� ���������� ����� ��������� ���� ��� ����������������� �������� ��� ������ ����� ����� ��������� ����������� ���������� ����� ���������� ������� ����������� ��������� ����� ������� ������������� ����������� ���� �������� ����������� ������ ����� ������� ���������� ������� ������� ����� ���������� ������ ��������� ����������� ������ ����� �������� ����� ������������ �������� ����� ���������� ������ ������� ���� ������ ����� ��������� ������ ������ ������ ����� ������ ���������������������������������������� ����������������� ������ ����� ���������� ���� ���������� ������ ������������ ��������� ���������� ���������� ���������� ������������������������������������������������������������������������������������������� ������������������������������������������������������������������������������� ���������������� �������������������������������������������������������� ����������������� ���������������������������������������������������������������������������������������������� ������������������������������������������������������������������������� ������������������ ������������������������������������������������������������������������������������������� ��������������������������������������������������������������������������������� 37

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :