• Tidak ada hasil yang ditemukan

Investor. Newsletter. Edisi 18

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Investor. Newsletter. Edisi 18"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Investor

(2)

Beberapa perubahan telah dilakukan di jajaran manajemen senior WOM, anak

perusahaan BII di bidang pembiayaan, sementara proses penerapan standar pengelolaan

risiko kredit bank juga telah dimulai, yang berdampak pada peningkatan beban

penyisihan kerugian kredit di WOM.

Kredit yang disalurkan meningkat 16% (y-o-y), dimana segmen Kredit Konsumer

memperlihatkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan peningkatan sebesar

10% dari kuartal sebelumnya. Kredit UKM & Komersial tumbuh sebesar 34%

(y-o-y). Pendapatan operasional inti terus memperlihatkan kecenderungan meningkat

selama lima kuartal terakhir.

Perekonomian nasional diperkirakan akan terus tumbuh dengan neraca pembayaran

yang kokoh, didukung oleh pertumbuhan PDB sebesar 6,5% pada kuartal ketiga,

harga komoditas yang tetap tinggi, serta rencana percepatan anggaran pembangunan

Pemerintah pada kuartal akhir 2007. Sekalipun harga minyak dunia terus bergerak naik,

besaran subsidi BBM diperkirakan tidak akan berubah, mengingat prospek positif dari

pendapatan ekspor komoditas serta iklim politik menjelang Pemilihan Umum 2009.

Laba bersih sebesar Rp439 miliar

Marjin bunga bersih (NIM) turun menjadi 4,98% dari 5,31%

Rasio cost to income membaik menjadi 59%

Kredit Konsumer meningkat 10% dibandingkan kuartal sebelumnya

Kredit UKM & Komersial tumbuh 34% (y-o-y)

Komposisi simpanan nasabah membaik dengan dana Giro dan Tabungan

sebesar 47% dari total simpanan nasabah, dibandingkan 40% pada tahun 2006

LDR sebesar 72,01% dan CAR sebesar 22,13% yang masih menyisakan ruang untuk

pertumbuhan aktiva

(3)

Ikhtisar Keuangan

Total aktiva meningkat sebesar 7% antara lain didorong oleh pertumbuhan kredit. Kredit UKM & Komersial tumbuh 34% y-o-y,

sementara segmen kredit Konsumer juga memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan pada kuartal ketiga 2007

menyusul upaya perbaikan kualitas kredit secara menyeluruh oleh BII. Bisnis kartu kredit juga mencatat pertumbuhan. Menyusul

peningkatan standar pengelolaan kredit di WOM, anak perusahaan BII di bidang pembiayaan sepeda motor, beban penyisihan

kredit tercatat meningkat yang berdampak pada pendapatan operasional. Namun demikian, tingkat kredit bermasalah (NPL) bank

membaik menjadi 2,94% dari total kredit, dibandingkan 3,38% pada periode yang sama di 2006.

Jumlah kewajiban meningkat sebesar 7%. Simpanan nasabah relatif tidak berubah dibandingkan tahun lalu, namun terlihat

peningkatan signifikan pada komposisi dana berbiaya rendah yaitu giro dan tabungan, yang diharapkan berdampak positif pada

peningkatan profitabilitas.

Laba bersih untuk periode sembilan bulan sampai dengan 30 September 2007 adalah sebesar Rp439 miliar, lebih rendah 15%

dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006, terutama disebabkan oleh keputusan untuk meningkatkan beban

penyisihan kredit di WOM. Pendapatan non-bunga terus memperlihatkan peningkatan sementara biaya-biaya juga terus terkendali.

Kinerja Kuartal III 2007

Jutaan Rupiah, %

NIM (%)

Laba Bersih (Rp miliar)

(kumulatif, tahun berjalan)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 439

Pendapatan Bunga Bersih (Rp miliar)

(kumulatif, tahun berjalan)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 1.863 517

2.082

634 2.629

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 4,98 5,35 5,14 115 620 4,87 290 1.209 4,86

September 2007

Juni 2007

September 2006

Pendapatan bunga

4.163.945

2.793.847

4.698.386

Beban bunga

2.300.558

1.584.518

2.616.778

Pendapatan bunga bersih

1.863.387

1.209.329

2.081.608

Pendapatan operasional bersih

475.815

355.246

578.584

Laba bersih

438.518

289.656

517.372

Total aktiva

53.813.893

53.561.909

50.134.792

Kredit – gross

30.417.624

28.192.415

26.121.481

Obligasi pemerintah

9.794.754

10.726.608

10.276.325

Surat berharga (termasuk SBI)

4.595.256

5.753.285

4.792.912

Penempatan pada bank lain

2.612.093

2.711.298

2.962.932

Total kewajiban

48.372.873

48.294.858

45.011.304

Tabungan

6.649.457

6.087.712

4.860.841

Giro

9.553.729

9.233.888

8.924.169

Deposito

18.619.744

20.511.838

21.254.107

Total ekuitas

5.441.020

5.267.051

5.123.488

LDR

72,01%

63,92%

61,43%

NPL – gross

3,75%

4,35%

4,78%

NPL – bersih

2,94%

3,46%

3,38%

CAR

22,13%

23,59%

23,59%

(4)

Pendapatan bunga bersih.

Per September 2007, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp1.863 miliar, turun 10%

dibandingkan tahun lalu. Hal ini memperlihatkan peningkatan dari selisih negatif 14% yang tercatat di pertengahan tahun.

Kondisi tersebut diakibatkan oleh pelebaran spread suku bunga kredit dan simpanan, peningkatan laju pertumbuhan kredit,

dan membaiknya komposisi pendanaan dimana porsi giro dan tabingan terus bertambah besar.

Pendapatan operasional lainnya.

Pendapatan operasional lainnya sebesar Rp996 miliar relatif sama dengan pencapaian

pada tahun 2006. Selain pendapatan imbal-jasa dari aktivitas trade finance, transaksi perbankan dan biaya administrasi

rekening, BII juga membukukan pendapatan dari penjualan portofolio surat-surat berharga pada awal tahun 2007.

Total beban operasional lainnya.

Upaya efisiensi biaya terus memperlihatkan kemajuan selama kuartal ketiga. Pada

periode sembilan bulan pertama 2007, jumlah beban sebesar Rp1.747 miliar atau lebih rendah 1% dibandingkan periode

yang sama tahun sebelumnya (2006 : Rp1.758 miliar), dan 12% lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Rasio cost

to income terus membaik menjadi 59,86% (2006 : 60,93%) dan dibandingkan 61,12% pada kuartal sebelumnya.

Profitabilitas.

Per September 2007, laba bersih secara konsolidasi tercatat sebesar Rp439 miliar (2006 : Rp517 miliar), atau

lebih rendah 15% dibandingkan tahun lalu, terutama akibat meningkatnya biaya provisi untuk WOM. Laba sebelum pajak

juga turun 11% menjadi sebesar Rp541 miliar.

Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas adalah turunnya pendapatan bunga bersih menjadi sebesar Rp218

miliar (y-o-y) sejalan dengan menurunnya tingkat suku bunga bank dan mengecilnya spread suku bunga pada periode enam

bulan pertama. Memasuki semester kedua, spread suku bunga kembali bergerak naik. Pendapatan operasional lain tercatat

naik menjadi sebesar Rp200 miliar dari tahun sebelumnya.

Total aktiva dan kredit.

Total aktiva tumbuh 7% (y-o-y) dari Rp50,1 triliun menjadi Rp53,8 triliun terutama disebabkan

oleh peningkatan sebesar 16% pada kredit yang diberikan. Kontributor terbesar pada pertumbuhan kredit adalah kredit

UKM & Komersial yang naik 34% menjadi Rp9.801 miliar, sementara kredit Konsumer naik 4% menjadi Rp7.797 miliar.

Sedangkan kredit Korporasi tumbuh 14% menjadi Rp7.711 miliar. Aktiva produktif Syariah juga terus tumbuh secara

substansial.

Pendapatan Bunga (%)

(per 30 September 2007) Kredit & pembiayaan konsumen 69,8 Efek-efek 8,3 Obligasi pemerintah 17,3 Penempatan pada bank lain

4,2 Syariah 0,4

NPL Gross (%)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 3,75

Kredit (Rp triliun)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07

4,78

5,43 5,43 30,4

25,2 26,3 26,5

Bunga yang Diperoleh

September 2007

Juni 2007

September 2006

Kredit (termasuk pembiayaan konsumen)

2.848.753

1.862.417

3.069.490

Obligasi pemerintah

705.132

474.763

974.382

Efek-efek

337.033

257.954

292.598

Penempatan pada bank lain

171.639

132.771

265.993

Syariah

17.339

10.981

9.993

(5)

Proporsi kredit terhadap total aktiva produktif meningkat dari 52% per September 2006 menjadi 57% per September 2007,

sementara obligasi Pemerintah dan aktiva produktif lainnya tercatat masing-masing sebesar 18% dan 19% dari total aktiva

produktif pada September 2007. Diversifikasi portofolio kredit BII tetap terjaga, baik berdasarkan sektor ekonomi maupun

segmen nasabah, dimana kredit UKM & Komersial tercatat sebesar 38,5% dari total portofolio kredit, kredit Konsumer

sebesar 30,6% dan kredit Korporasi sebesar 30,3%. Rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) membaik dari 61,43%

menjadi 72,01%.

Kualitas aktiva.

Tingkat kredit bermasalah (NPL) terus menurun dari NPL bersih sebesar 3,85% per Desember 2006

menjadi 2,94% per September 2007, dimana tercatat penurunan sebesar 43% pada kategori kredit dalam perhatian

khusus.

WOM Finance.

Menyusul bertambahnya kepemilikan saham BII di WOM pada kuartal sebelumnya, BII telah melakukan

perubahan manajemen senior WOM serta menerapkan standar pengelolaan kredit dan risiko yang ketat dari bank kepada

portofolio bisnis perusahaan pembiayaan tersebut. Hal ini berdampak pada meningkatnya biaya provisi yang diperkirakan

sebesar Rp700 miliar sampai Rp750 miliar pada tahun 2007. Peningkatan tersebut bersifat jangka pendek, karena sekaligus

diiringi dengan upaya peningkatan kualitas operasional. Dengan jaringan 100 kantor cabang dan 3.000 dealer kendaraan

bermotor, WOM merupakan bagian penting dari strategi BII untuk menembus pasar pembiayaan konsumer. Sejalan dengan

penurunan suku bunga, pasar sepeda motor yang sempat melemah di 2006 sebagai dampak dari dikuranginya subsidi

BBM terlihat kembali menguat dengan perkiraan penjualan sebanyak 4,8 juta unit sepeda motor untuk tahun 2007. Dari

pengalaman sejarah, sangat kecil kemungkinannya bahwa tingkat subsidi BBM saat ini akan dikurangi menjelang pemilihan

umum tahun 2009, apalagi dengan adanya peningkatan pendapatan ekspor akibat tingginya harga komoditas.

Simpanan Nasabah.

Walaupun jumlah simpanan nasabah tidak banyak berubah baik dibandingkan kuartal sebelumnya

maupun dibandingkan dengan tahun lalu, BII berhasil memperbaiki komposisi dana pihak ketiga melalui strategi pricing

dan pemasaran yang efektif, didukung oleh peningkatan kualitas pelayanan seperti yang telah dibahas dalam Investor

Newsletter edisi sebelumnya. Komposisi dana murah (giro dan tabungan) meningkat dari 40% menjadi 47% dari total

simpanan nasabah.

Total Aktiva (Rp triliun)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07

Dana Masyarakat (Rp triliun)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 34,8 35,0 37,1 36,4 53,8 49,2 53,1 54,6

Klasifikasi Kredit

2006

2007

Des06–Sep07

Sep06–Sep07

Sep

Des

Maret

Jun

Sep

Lancar

18.426

18.031

18.116

20.257

23.450

28%

27%

Dalam perhatian khusus

2.018

2.009

1.947

1.645

1.149

-43%

-43%

Kurang lancar

387

341

344

65

166

-52%

-57%

Diragukan

163

194

141

131

94

-60%

-42%

Macet

477

616

667

800

699

14%

47%

53,6 35,8

Komposisi Kredit (%)

(per 30 September 2007) Perdagangan 15 Jasa-jasa 12 Perindustrian 18 Lain-lain 4

Pertanian & transportasi 10 Konstruksi

5 Pertambangan & sektor umum

8 KPR 13 Kredit otomotif 11 Kartu kredit 4

(6)

CAR

BII memiliki posisi yang sangat baik untuk masa mendatang dengan tingkat kecukupan modal (CAR) yang stabil sebesar

22,13%, jauh di atas persyaratan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.

Kinerja Saham BII (BNII)

Volume perdagangan saham BNII tercatat terus meningkat pada kuartal ketiga mencapai lebih dari 19,2 miliar saham yang

diperdagangkan pada kisaran harga antara Rp149 per saham hingga Rp250 per saham, dengan harga penutupan kuartal

ketiga sebesar Rp235 per saham. Harga saham tertinggi pada tahun 2007 adalah Rp260 per saham pada bulan Januari

2007.

Harga Saham BII, Volume Transaksi BNII dan Indeks Sektor Keuangan

Total Kewajiban (Rp triliun)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07

Ekuitas (Rp triliun)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 Jan

1.200

600

400

200

300

150

100

50

Juta Saham Rupiah/Indeks

Feb Jun

200

Mar Apr Mei

0

2007

250

0

800

Jul Agu Sep

1.000

Volume

Transaksi BNII Indeks Sektor Keuangan Harga Saham BNII

Komposisi Simpanan Nasabah (%)

Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 27,4 19,1 53,5 Giro Tabungan Deposito 25,5 13,9 60,7 24,5 15,1 60,4 24,0 16,5 59,5 5,4 5,1 5,3 5,4 48,4 44,0 47,8 49,2 25,8 17,0 57,2 48,3 5,3

(7)

Peristiwa Penting

• BII meningkatkan kredit ke sektor UKM dan mikro bekerja sama dengan 4 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan

1 BPR Syariah di bawah skema linkage Bank Indonesia, dengan total kredit sebesar Rp46,5 miliar.

• BII menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 25 Juli 2007. RUPSLB

menyetujui pengunduran diri Armand B. Arief serta pengangkatan Sukatmo Padmosukarso sebagai Wakil Presiden

Direktur, dan pengangkatan Sanjay Kapoor dan Ventje Rahardjo sebagai anggota baru di jajaran Direksi.

• BII meluncurkan “BII Porsche Power Price”, sebuah program promosi yang memberikan kesempatan kepada

nasabah baru kartu kredit BII untuk memenangkan hadiah berupa sebuah mobil mewah Porsche Cayman dan

10.000 telepon selular Nokia.

• Wealth Management BII meluncurkan “Invest the Future Ahead”, konsep layanan keuangan satu-atap bekerja

sama dengan Danareksa Investment Management, dimana BII akan bertindak sebagai agen penjual bagi

produk-produk reksadana dari Danareksa. Selain itu, BII juga telah menjalin kemitraan dengan Schroder Investment

Management Indonesia untuk memasarkan produk-produk reksadana Schroder.

• BII meluncurkan program promosi “Biingkisan” yang menawarkan dua keuntungan berupa Cash Bonus dan

Undian Berhadiah bagi nasabah lama maupun baru yang membuka rekening Tabungan Rupiah Gold.

• BII menjalin kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam penyediaan layanan pengiriman uang

Western Union Services. Pada tahap awal, BII telah bekerja sama dengan 20 BPR di wilayah Jakarta, Bekasi,

Sukabumi, Bandung, Yogyakarta dan Magelang.

• BII bekerja sama dengan Lippo Karawaci menyediakan fasilitas pembiayaan bagi konsumen perumahan di Lippo

Karawaci, antara lain melalui produk KPR Express, Rumah Maxima (fasilitas pinjaman dengan jaminan properti),

serta House for Free, yaitu produk gabungan KPR Express, Rumah Maxima dan program asuransi.

• Pada tanggal 9 Agustus 2007 BII hadir di acara peresmian pabrik Tossa Glass Plant (TG2) di Kendal, Jawa Tengah,

yang dilakukan oleh Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan pabrik float glass berkapasitas

900 ton per hari tersebut difasilitasi bersama oleh BII dan Bank Danamon melalui suatu pinjaman club deal.

• BII melebarkan jaringan di Bandung melalui pembukaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Asia-Afrika, KCP Dago

dan BII Syariah Bandung, sejalan dengan target BII untuk menjaring nasabah di segmen menengah-atas dan

atas. Untuk melayani wilayah Jawa Barat yang memiliki potensi pertumbuhan bisnis, BII telah membuka SME/

Commercial Banking Center (SCBC), Regional Sales dan Home Loan.

• BII meningkatkan jaringan kerja sama dengan pengembang-pengembang properti terkemuka seperti PT Wika

Realty, PT Copylas Indonesia dan Podomoro Group untuk menyediakan fasilitas kredit kepemilikkan rumah,

apartemen, ruko dan rukan.

(8)

NERACA KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk

TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah)

Neraca

Aktiva

Keterangan 30 Sep ‘07 30 Sep ‘06

1. Kas 944.848 722.530

2. Penempatan pada Bank Indonesia

a. Giro Bank Indonesia 2.755.729 2.795.538 b. Sertifikat Bank Indonesia 1.274.366 1.233.693

c. Lainnya – 213

3. Giro pada bank lain

a. Rupiah 52.207 49.429

b. Valuta asing 189.574 279.988

4. Penempatan pada bank lain

a. Rupiah 130.000 45.000

PPA – Penempatan pada bank lain -/- (1.376) (557)

b. Valuta asing 2.482.093 2.917.932

PPA – Penempatan pada bank lain -/- (26.164) (31.409) 5. Surat berharga yang dimiliki

a. Rupiah 367.314 696.455

i. Diperdagangkan – 3.075

ii. Tersedia untuk dijual 267.798 249.714 iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 99.516 443.666 PPA – Surat berharga yang dimiliki -/- (3.673) (6.965)

b. Valuta asing 1.791.532 2.262.776

i. Diperdagangkan – –

ii. Tersedia untuk dijual 1.386.267 1.055.709 iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 405.265 1.207.067 PPA – Surat berharga yang dimiliki -/- (18.179) (21.350) 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali 1.162.044 599.988 7. Obligasi pemerintah

i. Diperdagangkan 27.030 61.263

ii. Tersedia untuk dijual 9.767.724 677.856 iii. Dimiliki hinga jatuh tempo – 9.537.206 8. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual

kembali (reserve repo)

a. Rupiah – –

PPA – Reserve repo -/- – –

b. Valuta asing – –

PPA – Reserve repo -/- – –

9. Tagihan derivatif 24.762 591

PPA – Tagihan derivatif -/- (248) (6)

10. Kredit yang diberikan

a. Rupiah 24.410.318 21.238.621

i. Pihak terkait dengan bank 40.533 719.215 ii. Pihak lain 24.369.785 20.519.406 PPA – Kredit yang diberikan -/- (369.320) (530.714)

b. Valuta asing 5.836.838 4.754.784

i. Pihak terkait dengan bank 481 3.819

ii. Pihak lain 5.836.357 4.750.965

PPA – Kredit yang diberikan -/- (156.794) (152.234) 11. Piutang syariah

a. Piutang murabahah (bersih)

i. Rupiah 57.869 46.727

ii. Valuta asing 658 13.807

b. Piutang istishna

i. Rupiah 1.226 843

ii. Valuta asing – –

c. Piutang qardh hiwalah (bersih)

i. Rupiah – 1.233

ii. Valuta asing – –

PPA – Piutang syariah -/- (552) (588)

12. Pembiayaan musyarakah

a. Rupiah 97.034 41.563

b. Valuta asing 7.084 23.078

PPA – Pembiayaan musyarakah -/- (2.866) (1.153) 13. Pembiayaan mudharabah muqayaddah

a. Rupiah 6.597 825

b. Valuta asing – –

PPA – Pembiayaan mudharabah muqayaddah -/- (66) (4)

14. Tagihan akseptasi 624.276 550.058

PPA – Tagihan akseptasi -/- (8.075) (5.496)

15. Penyertaan 14.383 14.383

PPA – Penyertaan -/- (11.727) (11.727)

16. Goodwill 135.681 165.258

17. Pendapatan yang masih akan diterima 394.191 459.411 18. Biaya dibayar dimuka 317.717 350.354

19. Uang muka pajak – 17.804

20. Aktiva pajak tangguhan 168.828 161.819

21. Aktiva tetap 1.256.118 1.172.332

Akumulasi penyusutan aktiva tetap -/- (479.947) (361.956) 22. Properti terbengkalai 40.961 42.828

PPA – Properti terbengkalai -/- (6.144) –

23. Aktiva sewa guna – –

Akumulasi penyusutan aktiva sewa guna -/- – – 24. Agunan yang diambil alih 37.113 36.696 PPA – Agunan yang diambil alih -/- (2.813) –

25. Aktiva lain-lain 525.722 286.069

Total Aktiva 53.813.893 50.134.792

Kewajiban dan Ekuitas

Keterangan 30 Sep ‘07 30 Sep ‘06

1. Giro a. Rupiah 3.628.100 2.919.503 b. Valuta asing 5.906.941 5.990.841 Giro wadiah a. Rupiah 14.836 9.308 b. Valuta asing 3.852 4.517

2. Kewajiban segera lainnya 647.170 482.346

3. Tabungan 6.636.755 4.853.452

Tabungan wadiah – 5.241

Tabungan mudharabah 12.702 2.148

4. Deposito berjangka

a. Rupiah 15.214.650 18.143.580

i. Pihak terkait dengan bank 3.476 35.250 ii. Pihak lain 15.211.174 18.108.330

b. Valuta asing 3.251.695 3.028.128

i. Pihak terkait dengan bank 603 23.372

ii. Pihak lain 3.251.092 3.004.756

Deposito berjangka mudharabah

a. Rupiah 148.797 60.905

i. Pihak terkait dengan bank 240 200

ii. Pihak lain 148.557 60.705

b. Valuta asing 4.602 21.494

i. Pihak terkait dengan bank – –

ii. Pihak lain 4.602 21.494

5. Sertifikat deposito

a. Rupiah – –

b. Valuta asing – –

6. Simpanan dari bank lain 2.472.901 1.116.143 7. Kewajiban pembelian kembali surat berharga yang

dijual dengan syarat repo 1.095.744 600.000

8. Kewajiban derivatif 42.388 3.339

9. Kewajiban akseptasi 624.276 550.058 10. Surat berharga yang diterbitkan

a. Rupiah 2.675.830 2.337.358

b. Valuta asing – –

11. Pinjaman yang diterima

a. Fasilitas pendanaan jangka pendek Bank Indonesia – –

b. Lainnya 2.961.988 1.033.064

i. Rupiah 2.850.566 916.917

– Pihak terkait dengan bank 1.386.742 370.134

– Pihak lain 1.463.824 546.783

ii. Valuta asing 111.422 116.147

– Pihak terkait dengan bank 34.389 –

– Pihak lain 77.033 116.147

12. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 21.557 14.501

13. Kewajiban sewa guna usaha – –

14. Beban bunga yang masih harus dibayar 202.978 212.117 15. Taksiran pajak penghasilan 89.195 3.813 16. Kewajiban pajak tangguhan 29.064 48.849 17. Kewajiban lain-lain 1.078.730 1.888.146 18. Pinjaman subordinasi

a. Pihak terkait dengan bank – –

b. Pihak lain 1.344.226 1.352.251

19. Modal pinjaman

a. Pihak terkait dengan bank – –

b. Pihak lain – – 20. Hak minoritas 263.896 330.202 21. Ekuitas a. Modal disetor 3.230.522 3.223.149 b. Opsi saham 88.731 70.646 c. Agio 190.699 122.928 d. Cadangan umum 21.805 15.467

e. Dana setoran modal – –

f. Selisih penjabaran laporan keuangan 96.231 108.485 g. Selisih penilaian kembali aktiva tetap – – h. (Rugi) laba yang belum direalisasi dari surat

berharga dan obligasi pemerintah (30.732) 34.083 i. Pendapatan komprehensif lainnya – –

j. Saldo laba 1.843.764 1.548.730

(9)

LAPORAN LABA-RUGI DAN SALDO LABA KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah, kecuali laba per saham yang disajikan dalam Rupiah penuh)

Laba-Rugi dan Saldo Laba

Keterangan 30 September 2007 30 September 2006

Pendapatan dan Beban Operasional

1. Pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil 1.1. Pendapatan bunga

a. Rupiah 3.466.358 3.965.175

b. Valuta asing 596.199 637.364

1.2. Pendapatan marjin dan bagi hasil 17.339 9.993

1.3. Provisi dan komisi

a. Rupiah 64.663 62.503

b. Valuta asing 19.386 23.351

Jumlah pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil 4.163.945 4.698.386

2. Beban bunga, bonus dan bagi hasil 2.1. Beban bunga

a. Rupiah 2.017.659 2.349.675

b. Valuta asing 262.443 252.982

2.2. Beban bonus dan bagi hasil 6.257 4.933

2.3. Provisi dan komisi 14.199 9.188

Jumlah beban bunga, bonus dan bagi hasil 2.300.558 2.616.778 Pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil bersih 1.863.387 2.081.608

3. Pendapatan operasional lainnya

3.1. Pendapatan provisi, komisi dan fee 186.702 159.045

3.2. Pendapatan transaksi valuta asing – bersih 77.896 66.421

3.3. Pendapatan kenaikan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah 39.651 403

3.4. Pendapatan lainnya 691.411 570.231

Jumlah pendapatan operasional lainnya 995.660 796.100

4. Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan aktiva non produktif 633.128 543.409

5. Beban (pendapatan) estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 3.401 (2.519)

6. Beban operasional lainnya

6.1. Beban administrasi dan umum 582.747 672.119

6.2. Beban personalia 768.557 690.754

6.3. Beban penurunan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah – –

6.4. Beban transaksi valuta asing – bersih – –

6.5. Beban promosi 79.550 131.157

6.6. Beban lainnya 315.849 264.204

Jumlah beban operasional lainnya 1.746.703 1.758.234

Pendapatan operasional bersih 475.815 578.584

Pendapatan dan Beban Non Operasional

7. Pendapatan non operasional 78.930 36.786

8. Beban non operasional 14.007 9.837

Pendapatan non operasional bersih 64.923 26.949

9. Pendapatan/beban luar biasa – –

10. Laba sebelum pajak penghasilan 540.738 605.533

11. Taksiran pajak penghasilan -/- (152.696) (20.433)

12. Pajak tangguhan -/- 18.167 (17.369)

13. Laba setelah pajak penghasilan 406.209 567.731

14. Laba sebelum akuisisi (274) (2.396)

15. Hak minoritas -/- 32.583 (47.963)

16. Laba periode berjalan 438.518 517.372

17. Saldo laba awal periode 1.665.068 1.292.400

18. Dividen -/- (253.484) (253.791)

19. Cadangan umum -/- (6.338) (7.251)

20. Saldo laba akhir periode 1.843.764 1.548.730

(10)

LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk

TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah)

Komitmen dan Kontinjensi

Keterangan 30 September 2007 30 September 2006

KOMITMEN

Tagihan komitmen

1. Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan

a. Rupiah – –

b. Valuta asing – –

2. Lainnya – –

Jumlah tagihan komitmen

Kewajiban komitmen

1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik

a. Rupiah 171.719 119.773

b. Valuta asing 31.950 20.629

2. Irrevocable L/C yang masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor 412.013 328.362

3. Lainnya

Jumlah kewajiban komitmen

JUMLAH KOMITMEN BERSIH 615.682 468.764

KONTINJENSI (615.682) (468.764)

Tagihan kontinjensi

1. Garansi yang diterima

a. Rupiah 17.147 11.663

b. Valuta asing 24.501 6.879

2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian

a. Rupiah 230.678 181.052

b. Valuta asing 69.493 40.284

3. Lainnya – –

Jumlah tagihan kontinjensi 341.819 239.878

Kewajiban kontinjensi

1. Garansi yang diberikan a. Bank garansi

– Rupiah 478.765 242.266

– Valuta asing 269.201 312.492

b. Lainnya 343.071 –

2. Revocable L/C yang masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor – –

3. Lainnya – –

Jumlah kewajiban kontinjensi 1.091.037 554.758

(11)

Sorak Financial Holdings Pte. Ltd. 56,13%

Masyarakat < 5% 37,80%

Masyarakat > 5% 6,07%

Aranda Investments (Mauritius) Pte. Ltd.

Jumlah 100,00%

Pemegang Saham

Disclaimer:

Laporan ini disusun oleh PT Bank Internasional Indonesia Tbk secara independen dan diedarkan semata-mata untuk keperluan informasi umum. Laporan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan informasi khusus kepada siapapun yang menerimanya. Informasi dalam laporan ini didapatkan dari sumber-sumber yang terpercaya. Namun, tidak ada jaminan (tersurat maupun tersirat) atas akurasi dan kelengkapan informasi tersebut. Semua opini dan perkiraan yang dimuat dalam laporan ini merupakan penilaian kami pada saat tanggal laporan dan dapat saja berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Bersama ini dinyatakan bahwa PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan/atau anak-anak perusahaannya dan/atau karyawannya dan/atau agen-agennya tidak bertanggung jawab (tersurat ataupun tersirat) atas konsekuensi yang dapat saja terjadi sebagai akibat dari tindakan seseorang atau sesuatu pihak yang dilakukan berdasarkan sebagian atau keseluruhan informasi yang terkandung dalam laporan ini. PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan/atau anak-anak perusahaannya dan/atau karyawannya dan/atau agen-agennya tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, baik kekurangan maupun kesalahan pelaporan, yang tidak disengaja atau karena sebab lain, dalam laporan ini, dan atas ketidaktepatan atau ketidaklengkapan yang dapat saja terjadi.

PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk

Plaza BII Tower 2, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 Web Site: http://www.bii.co.id

Corporate Communication & Office of the Board

E-mail: [email protected] Ph: +62-21 2300 888

Komisaris

: Thomas Patrick Sodano

Komisaris

: Ingyu Choi

Komisaris

: Woo Shick Lee

Komisaris Independen

: Kuo How Nam

Komisaris Independen

: Putu Antara

Komisaris Independen

: Umar Juoro

Komisaris Independen

: Taswin Zakaria

Wakil Presiden Direktur

: Sukatmo Padmosukarso

Direktur Kepatuhan

: Fransiska Oei

Direktur

: Dira K. Mochtar

Direktur

: Prem Kumar

Direktur

: Satinder Pal Singh Ahluwalia

Direktur

: Rita Mas’Oen

Direktur

: Sanjay Kapoor

Direktur

: Ventje Rahardjo

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 25 Juli 2007.

catataN:

1. Laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2007 dan 2006 tidak diaudit. Informasi keuangan tersebut disajikan dalam memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 7/50/PBI/2005 tanggal 29 November 2005 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 mengenai “Transparansi Kondisi Keuangan Bank”, Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 tentang perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 mengenai “Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia”, Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/11/DPbS tanggal 7 Maret 2006 tentang Perubahan Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang “Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan Tertentu dari Bank yang Disampaikan kepada Bank Indonesia”.

(12)

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi cabang BII terdekat atau BII customer care

tujuan anda, investasi yang terencana dan konsisten akan memperoleh hasil yang optimal.

Untuk itulah, BII Reksa Dana hadir menjadi alternatif investasi melalui pengelolaan portofolio

yang optimal dalam bentuk efek pasar, efek utang ataupun efek saham. Setiap investasi

yang ditanamkan akan dikelola oleh Manager Investasi Independen yang membantu tujuan

investasi dan keuangan anda.

Surabaya (031) 547 8811, Yogyakarta (0274) 548 811, Bandung (022) 421 8811 Medan (061) 456 8811, Denpasar (0361) 238 811, email: [email protected] www.bii.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Laba bersih konsolidasi tahun 2013 dibukukan sebesar Rp 691 miliar atau turun 2,3% dibandingkan laba bersih konsolidasi tahun 2012 sebesar Rp 707 miliar, yang terutama disebabkan

Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp1,71 miliar hingga periode De- sember 2014 dibandingkan rugi Rp12,04 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.. Penjualan bersih

Perseroan membukukan penurunan tipis laba bersih per Maret 2015 menjadi Rp130,19 miliar, dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp131

Perseroan alami kenaikan laba bersih sebesar 24,50 persen hingga periode Desember 2014 menjadi Rp260,22 miliar atau Rp192,90 per saham dibandingkan laba bersih periode

Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Indosat membukukan laba bersih sebesar Rp1.090,3 miliar atau naik sebesar 29,0% dibandingkan

 Pencapaian kinerja keuangan tersebut lebih rendah dibandingkan pendapatan usaha dan laba bersih di periode sembilan bulan pertama di tahun sebelumnya yang

2017 sebesar Rp42,5 miliar dibandingkan keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp349,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh apresiasi yang lebih

Sementara laba bersih SSIA turun sebesar 93,8% menjadi Rp 12,4 miliar pada kuartal I-2014, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 200,2 miliar.. Penurunan itu