Investor
Beberapa perubahan telah dilakukan di jajaran manajemen senior WOM, anak
perusahaan BII di bidang pembiayaan, sementara proses penerapan standar pengelolaan
risiko kredit bank juga telah dimulai, yang berdampak pada peningkatan beban
penyisihan kerugian kredit di WOM.
Kredit yang disalurkan meningkat 16% (y-o-y), dimana segmen Kredit Konsumer
memperlihatkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan peningkatan sebesar
10% dari kuartal sebelumnya. Kredit UKM & Komersial tumbuh sebesar 34%
(y-o-y). Pendapatan operasional inti terus memperlihatkan kecenderungan meningkat
selama lima kuartal terakhir.
Perekonomian nasional diperkirakan akan terus tumbuh dengan neraca pembayaran
yang kokoh, didukung oleh pertumbuhan PDB sebesar 6,5% pada kuartal ketiga,
harga komoditas yang tetap tinggi, serta rencana percepatan anggaran pembangunan
Pemerintah pada kuartal akhir 2007. Sekalipun harga minyak dunia terus bergerak naik,
besaran subsidi BBM diperkirakan tidak akan berubah, mengingat prospek positif dari
pendapatan ekspor komoditas serta iklim politik menjelang Pemilihan Umum 2009.
•
Laba bersih sebesar Rp439 miliar
•
Marjin bunga bersih (NIM) turun menjadi 4,98% dari 5,31%
•
Rasio cost to income membaik menjadi 59%
•
Kredit Konsumer meningkat 10% dibandingkan kuartal sebelumnya
•
Kredit UKM & Komersial tumbuh 34% (y-o-y)
•
Komposisi simpanan nasabah membaik dengan dana Giro dan Tabungan
sebesar 47% dari total simpanan nasabah, dibandingkan 40% pada tahun 2006
•
LDR sebesar 72,01% dan CAR sebesar 22,13% yang masih menyisakan ruang untuk
pertumbuhan aktiva
Ikhtisar Keuangan
Total aktiva meningkat sebesar 7% antara lain didorong oleh pertumbuhan kredit. Kredit UKM & Komersial tumbuh 34% y-o-y,
sementara segmen kredit Konsumer juga memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan pada kuartal ketiga 2007
menyusul upaya perbaikan kualitas kredit secara menyeluruh oleh BII. Bisnis kartu kredit juga mencatat pertumbuhan. Menyusul
peningkatan standar pengelolaan kredit di WOM, anak perusahaan BII di bidang pembiayaan sepeda motor, beban penyisihan
kredit tercatat meningkat yang berdampak pada pendapatan operasional. Namun demikian, tingkat kredit bermasalah (NPL) bank
membaik menjadi 2,94% dari total kredit, dibandingkan 3,38% pada periode yang sama di 2006.
Jumlah kewajiban meningkat sebesar 7%. Simpanan nasabah relatif tidak berubah dibandingkan tahun lalu, namun terlihat
peningkatan signifikan pada komposisi dana berbiaya rendah yaitu giro dan tabungan, yang diharapkan berdampak positif pada
peningkatan profitabilitas.
Laba bersih untuk periode sembilan bulan sampai dengan 30 September 2007 adalah sebesar Rp439 miliar, lebih rendah 15%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006, terutama disebabkan oleh keputusan untuk meningkatkan beban
penyisihan kredit di WOM. Pendapatan non-bunga terus memperlihatkan peningkatan sementara biaya-biaya juga terus terkendali.
Kinerja Kuartal III 2007
Jutaan Rupiah, %
NIM (%)
Laba Bersih (Rp miliar)
(kumulatif, tahun berjalan)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 439
Pendapatan Bunga Bersih (Rp miliar)
(kumulatif, tahun berjalan)Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 1.863 517
2.082
634 2.629
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 4,98 5,35 5,14 115 620 4,87 290 1.209 4,86
September 2007
Juni 2007
September 2006
Pendapatan bunga
4.163.945
2.793.847
4.698.386
Beban bunga
2.300.558
1.584.518
2.616.778
Pendapatan bunga bersih
1.863.387
1.209.329
2.081.608
Pendapatan operasional bersih
475.815
355.246
578.584
Laba bersih
438.518
289.656
517.372
Total aktiva
53.813.893
53.561.909
50.134.792
Kredit – gross
30.417.624
28.192.415
26.121.481
Obligasi pemerintah
9.794.754
10.726.608
10.276.325
Surat berharga (termasuk SBI)
4.595.256
5.753.285
4.792.912
Penempatan pada bank lain
2.612.093
2.711.298
2.962.932
Total kewajiban
48.372.873
48.294.858
45.011.304
Tabungan
6.649.457
6.087.712
4.860.841
Giro
9.553.729
9.233.888
8.924.169
Deposito
18.619.744
20.511.838
21.254.107
Total ekuitas
5.441.020
5.267.051
5.123.488
LDR
72,01%
63,92%
61,43%
NPL – gross
3,75%
4,35%
4,78%
NPL – bersih
2,94%
3,46%
3,38%
CAR
22,13%
23,59%
23,59%
Pendapatan bunga bersih.
Per September 2007, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp1.863 miliar, turun 10%
dibandingkan tahun lalu. Hal ini memperlihatkan peningkatan dari selisih negatif 14% yang tercatat di pertengahan tahun.
Kondisi tersebut diakibatkan oleh pelebaran spread suku bunga kredit dan simpanan, peningkatan laju pertumbuhan kredit,
dan membaiknya komposisi pendanaan dimana porsi giro dan tabingan terus bertambah besar.
Pendapatan operasional lainnya.
Pendapatan operasional lainnya sebesar Rp996 miliar relatif sama dengan pencapaian
pada tahun 2006. Selain pendapatan imbal-jasa dari aktivitas trade finance, transaksi perbankan dan biaya administrasi
rekening, BII juga membukukan pendapatan dari penjualan portofolio surat-surat berharga pada awal tahun 2007.
Total beban operasional lainnya.
Upaya efisiensi biaya terus memperlihatkan kemajuan selama kuartal ketiga. Pada
periode sembilan bulan pertama 2007, jumlah beban sebesar Rp1.747 miliar atau lebih rendah 1% dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya (2006 : Rp1.758 miliar), dan 12% lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Rasio cost
to income terus membaik menjadi 59,86% (2006 : 60,93%) dan dibandingkan 61,12% pada kuartal sebelumnya.
Profitabilitas.
Per September 2007, laba bersih secara konsolidasi tercatat sebesar Rp439 miliar (2006 : Rp517 miliar), atau
lebih rendah 15% dibandingkan tahun lalu, terutama akibat meningkatnya biaya provisi untuk WOM. Laba sebelum pajak
juga turun 11% menjadi sebesar Rp541 miliar.
Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas adalah turunnya pendapatan bunga bersih menjadi sebesar Rp218
miliar (y-o-y) sejalan dengan menurunnya tingkat suku bunga bank dan mengecilnya spread suku bunga pada periode enam
bulan pertama. Memasuki semester kedua, spread suku bunga kembali bergerak naik. Pendapatan operasional lain tercatat
naik menjadi sebesar Rp200 miliar dari tahun sebelumnya.
Total aktiva dan kredit.
Total aktiva tumbuh 7% (y-o-y) dari Rp50,1 triliun menjadi Rp53,8 triliun terutama disebabkan
oleh peningkatan sebesar 16% pada kredit yang diberikan. Kontributor terbesar pada pertumbuhan kredit adalah kredit
UKM & Komersial yang naik 34% menjadi Rp9.801 miliar, sementara kredit Konsumer naik 4% menjadi Rp7.797 miliar.
Sedangkan kredit Korporasi tumbuh 14% menjadi Rp7.711 miliar. Aktiva produktif Syariah juga terus tumbuh secara
substansial.
Pendapatan Bunga (%)
(per 30 September 2007) Kredit & pembiayaan konsumen 69,8 Efek-efek 8,3 Obligasi pemerintah 17,3 Penempatan pada bank lain4,2 Syariah 0,4
NPL Gross (%)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 3,75
Kredit (Rp triliun)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07
4,78
5,43 5,43 30,4
25,2 26,3 26,5
Bunga yang Diperoleh
September 2007
Juni 2007
September 2006
Kredit (termasuk pembiayaan konsumen)
2.848.753
1.862.417
3.069.490
Obligasi pemerintah
705.132
474.763
974.382
Efek-efek
337.033
257.954
292.598
Penempatan pada bank lain
171.639
132.771
265.993
Syariah
17.339
10.981
9.993
Proporsi kredit terhadap total aktiva produktif meningkat dari 52% per September 2006 menjadi 57% per September 2007,
sementara obligasi Pemerintah dan aktiva produktif lainnya tercatat masing-masing sebesar 18% dan 19% dari total aktiva
produktif pada September 2007. Diversifikasi portofolio kredit BII tetap terjaga, baik berdasarkan sektor ekonomi maupun
segmen nasabah, dimana kredit UKM & Komersial tercatat sebesar 38,5% dari total portofolio kredit, kredit Konsumer
sebesar 30,6% dan kredit Korporasi sebesar 30,3%. Rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) membaik dari 61,43%
menjadi 72,01%.
Kualitas aktiva.
Tingkat kredit bermasalah (NPL) terus menurun dari NPL bersih sebesar 3,85% per Desember 2006
menjadi 2,94% per September 2007, dimana tercatat penurunan sebesar 43% pada kategori kredit dalam perhatian
khusus.
WOM Finance.
Menyusul bertambahnya kepemilikan saham BII di WOM pada kuartal sebelumnya, BII telah melakukan
perubahan manajemen senior WOM serta menerapkan standar pengelolaan kredit dan risiko yang ketat dari bank kepada
portofolio bisnis perusahaan pembiayaan tersebut. Hal ini berdampak pada meningkatnya biaya provisi yang diperkirakan
sebesar Rp700 miliar sampai Rp750 miliar pada tahun 2007. Peningkatan tersebut bersifat jangka pendek, karena sekaligus
diiringi dengan upaya peningkatan kualitas operasional. Dengan jaringan 100 kantor cabang dan 3.000 dealer kendaraan
bermotor, WOM merupakan bagian penting dari strategi BII untuk menembus pasar pembiayaan konsumer. Sejalan dengan
penurunan suku bunga, pasar sepeda motor yang sempat melemah di 2006 sebagai dampak dari dikuranginya subsidi
BBM terlihat kembali menguat dengan perkiraan penjualan sebanyak 4,8 juta unit sepeda motor untuk tahun 2007. Dari
pengalaman sejarah, sangat kecil kemungkinannya bahwa tingkat subsidi BBM saat ini akan dikurangi menjelang pemilihan
umum tahun 2009, apalagi dengan adanya peningkatan pendapatan ekspor akibat tingginya harga komoditas.
Simpanan Nasabah.
Walaupun jumlah simpanan nasabah tidak banyak berubah baik dibandingkan kuartal sebelumnya
maupun dibandingkan dengan tahun lalu, BII berhasil memperbaiki komposisi dana pihak ketiga melalui strategi pricing
dan pemasaran yang efektif, didukung oleh peningkatan kualitas pelayanan seperti yang telah dibahas dalam Investor
Newsletter edisi sebelumnya. Komposisi dana murah (giro dan tabungan) meningkat dari 40% menjadi 47% dari total
simpanan nasabah.
Total Aktiva (Rp triliun)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07
Dana Masyarakat (Rp triliun)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 34,8 35,0 37,1 36,4 53,8 49,2 53,1 54,6
Klasifikasi Kredit
2006
2007
∆
Des06–Sep07
∆
Sep06–Sep07
Sep
Des
Maret
Jun
Sep
Lancar
18.426
18.031
18.116
20.257
23.450
28%
27%
Dalam perhatian khusus
2.018
2.009
1.947
1.645
1.149
-43%
-43%
Kurang lancar
387
341
344
65
166
-52%
-57%
Diragukan
163
194
141
131
94
-60%
-42%
Macet
477
616
667
800
699
14%
47%
53,6 35,8Komposisi Kredit (%)
(per 30 September 2007) Perdagangan 15 Jasa-jasa 12 Perindustrian 18 Lain-lain 4Pertanian & transportasi 10 Konstruksi
5 Pertambangan & sektor umum
8 KPR 13 Kredit otomotif 11 Kartu kredit 4
CAR
BII memiliki posisi yang sangat baik untuk masa mendatang dengan tingkat kecukupan modal (CAR) yang stabil sebesar
22,13%, jauh di atas persyaratan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.
Kinerja Saham BII (BNII)
Volume perdagangan saham BNII tercatat terus meningkat pada kuartal ketiga mencapai lebih dari 19,2 miliar saham yang
diperdagangkan pada kisaran harga antara Rp149 per saham hingga Rp250 per saham, dengan harga penutupan kuartal
ketiga sebesar Rp235 per saham. Harga saham tertinggi pada tahun 2007 adalah Rp260 per saham pada bulan Januari
2007.
Harga Saham BII, Volume Transaksi BNII dan Indeks Sektor Keuangan
Total Kewajiban (Rp triliun)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07
Ekuitas (Rp triliun)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 Jan
1.200
600
400
200
300
150
100
50
Juta Saham Rupiah/Indeks
Feb Jun
200
Mar Apr Mei
0
2007
250
0
800
Jul Agu Sep
1.000
Volume
Transaksi BNII Indeks Sektor Keuangan Harga Saham BNII
Komposisi Simpanan Nasabah (%)
Sep ‘06 Des ‘06 Mar ‘07 Jun ‘07 Sep ‘07 27,4 19,1 53,5 Giro Tabungan Deposito 25,5 13,9 60,7 24,5 15,1 60,4 24,0 16,5 59,5 5,4 5,1 5,3 5,4 48,4 44,0 47,8 49,2 25,8 17,0 57,2 48,3 5,3
Peristiwa Penting
• BII meningkatkan kredit ke sektor UKM dan mikro bekerja sama dengan 4 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan
1 BPR Syariah di bawah skema linkage Bank Indonesia, dengan total kredit sebesar Rp46,5 miliar.
• BII menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 25 Juli 2007. RUPSLB
menyetujui pengunduran diri Armand B. Arief serta pengangkatan Sukatmo Padmosukarso sebagai Wakil Presiden
Direktur, dan pengangkatan Sanjay Kapoor dan Ventje Rahardjo sebagai anggota baru di jajaran Direksi.
• BII meluncurkan “BII Porsche Power Price”, sebuah program promosi yang memberikan kesempatan kepada
nasabah baru kartu kredit BII untuk memenangkan hadiah berupa sebuah mobil mewah Porsche Cayman dan
10.000 telepon selular Nokia.
• Wealth Management BII meluncurkan “Invest the Future Ahead”, konsep layanan keuangan satu-atap bekerja
sama dengan Danareksa Investment Management, dimana BII akan bertindak sebagai agen penjual bagi
produk-produk reksadana dari Danareksa. Selain itu, BII juga telah menjalin kemitraan dengan Schroder Investment
Management Indonesia untuk memasarkan produk-produk reksadana Schroder.
• BII meluncurkan program promosi “Biingkisan” yang menawarkan dua keuntungan berupa Cash Bonus dan
Undian Berhadiah bagi nasabah lama maupun baru yang membuka rekening Tabungan Rupiah Gold.
• BII menjalin kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam penyediaan layanan pengiriman uang
Western Union Services. Pada tahap awal, BII telah bekerja sama dengan 20 BPR di wilayah Jakarta, Bekasi,
Sukabumi, Bandung, Yogyakarta dan Magelang.
• BII bekerja sama dengan Lippo Karawaci menyediakan fasilitas pembiayaan bagi konsumen perumahan di Lippo
Karawaci, antara lain melalui produk KPR Express, Rumah Maxima (fasilitas pinjaman dengan jaminan properti),
serta House for Free, yaitu produk gabungan KPR Express, Rumah Maxima dan program asuransi.
• Pada tanggal 9 Agustus 2007 BII hadir di acara peresmian pabrik Tossa Glass Plant (TG2) di Kendal, Jawa Tengah,
yang dilakukan oleh Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan pabrik float glass berkapasitas
900 ton per hari tersebut difasilitasi bersama oleh BII dan Bank Danamon melalui suatu pinjaman club deal.
• BII melebarkan jaringan di Bandung melalui pembukaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Asia-Afrika, KCP Dago
dan BII Syariah Bandung, sejalan dengan target BII untuk menjaring nasabah di segmen menengah-atas dan
atas. Untuk melayani wilayah Jawa Barat yang memiliki potensi pertumbuhan bisnis, BII telah membuka SME/
Commercial Banking Center (SCBC), Regional Sales dan Home Loan.
• BII meningkatkan jaringan kerja sama dengan pengembang-pengembang properti terkemuka seperti PT Wika
Realty, PT Copylas Indonesia dan Podomoro Group untuk menyediakan fasilitas kredit kepemilikkan rumah,
apartemen, ruko dan rukan.
NERACA KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah)
Neraca
Aktiva
Keterangan 30 Sep ‘07 30 Sep ‘06
1. Kas 944.848 722.530
2. Penempatan pada Bank Indonesia
a. Giro Bank Indonesia 2.755.729 2.795.538 b. Sertifikat Bank Indonesia 1.274.366 1.233.693
c. Lainnya – 213
3. Giro pada bank lain
a. Rupiah 52.207 49.429
b. Valuta asing 189.574 279.988
4. Penempatan pada bank lain
a. Rupiah 130.000 45.000
PPA – Penempatan pada bank lain -/- (1.376) (557)
b. Valuta asing 2.482.093 2.917.932
PPA – Penempatan pada bank lain -/- (26.164) (31.409) 5. Surat berharga yang dimiliki
a. Rupiah 367.314 696.455
i. Diperdagangkan – 3.075
ii. Tersedia untuk dijual 267.798 249.714 iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 99.516 443.666 PPA – Surat berharga yang dimiliki -/- (3.673) (6.965)
b. Valuta asing 1.791.532 2.262.776
i. Diperdagangkan – –
ii. Tersedia untuk dijual 1.386.267 1.055.709 iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 405.265 1.207.067 PPA – Surat berharga yang dimiliki -/- (18.179) (21.350) 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali 1.162.044 599.988 7. Obligasi pemerintah
i. Diperdagangkan 27.030 61.263
ii. Tersedia untuk dijual 9.767.724 677.856 iii. Dimiliki hinga jatuh tempo – 9.537.206 8. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual
kembali (reserve repo)
a. Rupiah – –
PPA – Reserve repo -/- – –
b. Valuta asing – –
PPA – Reserve repo -/- – –
9. Tagihan derivatif 24.762 591
PPA – Tagihan derivatif -/- (248) (6)
10. Kredit yang diberikan
a. Rupiah 24.410.318 21.238.621
i. Pihak terkait dengan bank 40.533 719.215 ii. Pihak lain 24.369.785 20.519.406 PPA – Kredit yang diberikan -/- (369.320) (530.714)
b. Valuta asing 5.836.838 4.754.784
i. Pihak terkait dengan bank 481 3.819
ii. Pihak lain 5.836.357 4.750.965
PPA – Kredit yang diberikan -/- (156.794) (152.234) 11. Piutang syariah
a. Piutang murabahah (bersih)
i. Rupiah 57.869 46.727
ii. Valuta asing 658 13.807
b. Piutang istishna
i. Rupiah 1.226 843
ii. Valuta asing – –
c. Piutang qardh hiwalah (bersih)
i. Rupiah – 1.233
ii. Valuta asing – –
PPA – Piutang syariah -/- (552) (588)
12. Pembiayaan musyarakah
a. Rupiah 97.034 41.563
b. Valuta asing 7.084 23.078
PPA – Pembiayaan musyarakah -/- (2.866) (1.153) 13. Pembiayaan mudharabah muqayaddah
a. Rupiah 6.597 825
b. Valuta asing – –
PPA – Pembiayaan mudharabah muqayaddah -/- (66) (4)
14. Tagihan akseptasi 624.276 550.058
PPA – Tagihan akseptasi -/- (8.075) (5.496)
15. Penyertaan 14.383 14.383
PPA – Penyertaan -/- (11.727) (11.727)
16. Goodwill 135.681 165.258
17. Pendapatan yang masih akan diterima 394.191 459.411 18. Biaya dibayar dimuka 317.717 350.354
19. Uang muka pajak – 17.804
20. Aktiva pajak tangguhan 168.828 161.819
21. Aktiva tetap 1.256.118 1.172.332
Akumulasi penyusutan aktiva tetap -/- (479.947) (361.956) 22. Properti terbengkalai 40.961 42.828
PPA – Properti terbengkalai -/- (6.144) –
23. Aktiva sewa guna – –
Akumulasi penyusutan aktiva sewa guna -/- – – 24. Agunan yang diambil alih 37.113 36.696 PPA – Agunan yang diambil alih -/- (2.813) –
25. Aktiva lain-lain 525.722 286.069
Total Aktiva 53.813.893 50.134.792
Kewajiban dan Ekuitas
Keterangan 30 Sep ‘07 30 Sep ‘06
1. Giro a. Rupiah 3.628.100 2.919.503 b. Valuta asing 5.906.941 5.990.841 Giro wadiah a. Rupiah 14.836 9.308 b. Valuta asing 3.852 4.517
2. Kewajiban segera lainnya 647.170 482.346
3. Tabungan 6.636.755 4.853.452
Tabungan wadiah – 5.241
Tabungan mudharabah 12.702 2.148
4. Deposito berjangka
a. Rupiah 15.214.650 18.143.580
i. Pihak terkait dengan bank 3.476 35.250 ii. Pihak lain 15.211.174 18.108.330
b. Valuta asing 3.251.695 3.028.128
i. Pihak terkait dengan bank 603 23.372
ii. Pihak lain 3.251.092 3.004.756
Deposito berjangka mudharabah
a. Rupiah 148.797 60.905
i. Pihak terkait dengan bank 240 200
ii. Pihak lain 148.557 60.705
b. Valuta asing 4.602 21.494
i. Pihak terkait dengan bank – –
ii. Pihak lain 4.602 21.494
5. Sertifikat deposito
a. Rupiah – –
b. Valuta asing – –
6. Simpanan dari bank lain 2.472.901 1.116.143 7. Kewajiban pembelian kembali surat berharga yang
dijual dengan syarat repo 1.095.744 600.000
8. Kewajiban derivatif 42.388 3.339
9. Kewajiban akseptasi 624.276 550.058 10. Surat berharga yang diterbitkan
a. Rupiah 2.675.830 2.337.358
b. Valuta asing – –
11. Pinjaman yang diterima
a. Fasilitas pendanaan jangka pendek Bank Indonesia – –
b. Lainnya 2.961.988 1.033.064
i. Rupiah 2.850.566 916.917
– Pihak terkait dengan bank 1.386.742 370.134
– Pihak lain 1.463.824 546.783
ii. Valuta asing 111.422 116.147
– Pihak terkait dengan bank 34.389 –
– Pihak lain 77.033 116.147
12. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 21.557 14.501
13. Kewajiban sewa guna usaha – –
14. Beban bunga yang masih harus dibayar 202.978 212.117 15. Taksiran pajak penghasilan 89.195 3.813 16. Kewajiban pajak tangguhan 29.064 48.849 17. Kewajiban lain-lain 1.078.730 1.888.146 18. Pinjaman subordinasi
a. Pihak terkait dengan bank – –
b. Pihak lain 1.344.226 1.352.251
19. Modal pinjaman
a. Pihak terkait dengan bank – –
b. Pihak lain – – 20. Hak minoritas 263.896 330.202 21. Ekuitas a. Modal disetor 3.230.522 3.223.149 b. Opsi saham 88.731 70.646 c. Agio 190.699 122.928 d. Cadangan umum 21.805 15.467
e. Dana setoran modal – –
f. Selisih penjabaran laporan keuangan 96.231 108.485 g. Selisih penilaian kembali aktiva tetap – – h. (Rugi) laba yang belum direalisasi dari surat
berharga dan obligasi pemerintah (30.732) 34.083 i. Pendapatan komprehensif lainnya – –
j. Saldo laba 1.843.764 1.548.730
LAPORAN LABA-RUGI DAN SALDO LABA KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah, kecuali laba per saham yang disajikan dalam Rupiah penuh)
Laba-Rugi dan Saldo Laba
Keterangan 30 September 2007 30 September 2006
Pendapatan dan Beban Operasional
1. Pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil 1.1. Pendapatan bunga
a. Rupiah 3.466.358 3.965.175
b. Valuta asing 596.199 637.364
1.2. Pendapatan marjin dan bagi hasil 17.339 9.993
1.3. Provisi dan komisi
a. Rupiah 64.663 62.503
b. Valuta asing 19.386 23.351
Jumlah pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil 4.163.945 4.698.386
2. Beban bunga, bonus dan bagi hasil 2.1. Beban bunga
a. Rupiah 2.017.659 2.349.675
b. Valuta asing 262.443 252.982
2.2. Beban bonus dan bagi hasil 6.257 4.933
2.3. Provisi dan komisi 14.199 9.188
Jumlah beban bunga, bonus dan bagi hasil 2.300.558 2.616.778 Pendapatan bunga, marjin dan bagi hasil bersih 1.863.387 2.081.608
3. Pendapatan operasional lainnya
3.1. Pendapatan provisi, komisi dan fee 186.702 159.045
3.2. Pendapatan transaksi valuta asing – bersih 77.896 66.421
3.3. Pendapatan kenaikan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah 39.651 403
3.4. Pendapatan lainnya 691.411 570.231
Jumlah pendapatan operasional lainnya 995.660 796.100
4. Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan aktiva non produktif 633.128 543.409
5. Beban (pendapatan) estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 3.401 (2.519)
6. Beban operasional lainnya
6.1. Beban administrasi dan umum 582.747 672.119
6.2. Beban personalia 768.557 690.754
6.3. Beban penurunan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah – –
6.4. Beban transaksi valuta asing – bersih – –
6.5. Beban promosi 79.550 131.157
6.6. Beban lainnya 315.849 264.204
Jumlah beban operasional lainnya 1.746.703 1.758.234
Pendapatan operasional bersih 475.815 578.584
Pendapatan dan Beban Non Operasional
7. Pendapatan non operasional 78.930 36.786
8. Beban non operasional 14.007 9.837
Pendapatan non operasional bersih 64.923 26.949
9. Pendapatan/beban luar biasa – –
10. Laba sebelum pajak penghasilan 540.738 605.533
11. Taksiran pajak penghasilan -/- (152.696) (20.433)
12. Pajak tangguhan -/- 18.167 (17.369)
13. Laba setelah pajak penghasilan 406.209 567.731
14. Laba sebelum akuisisi (274) (2.396)
15. Hak minoritas -/- 32.583 (47.963)
16. Laba periode berjalan 438.518 517.372
17. Saldo laba awal periode 1.665.068 1.292.400
18. Dividen -/- (253.484) (253.791)
19. Cadangan umum -/- (6.338) (7.251)
20. Saldo laba akhir periode 1.843.764 1.548.730
LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI KONSOLIDASI PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (dalam jutaan Rupiah)
Komitmen dan Kontinjensi
Keterangan 30 September 2007 30 September 2006
KOMITMEN
Tagihan komitmen
1. Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan
a. Rupiah – –
b. Valuta asing – –
2. Lainnya – –
Jumlah tagihan komitmen – –
Kewajiban komitmen
1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
a. Rupiah 171.719 119.773
b. Valuta asing 31.950 20.629
2. Irrevocable L/C yang masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor 412.013 328.362
3. Lainnya
Jumlah kewajiban komitmen – –
JUMLAH KOMITMEN BERSIH 615.682 468.764
KONTINJENSI (615.682) (468.764)
Tagihan kontinjensi
1. Garansi yang diterima
a. Rupiah 17.147 11.663
b. Valuta asing 24.501 6.879
2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian
a. Rupiah 230.678 181.052
b. Valuta asing 69.493 40.284
3. Lainnya – –
Jumlah tagihan kontinjensi 341.819 239.878
Kewajiban kontinjensi
1. Garansi yang diberikan a. Bank garansi
– Rupiah 478.765 242.266
– Valuta asing 269.201 312.492
b. Lainnya 343.071 –
2. Revocable L/C yang masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor – –
3. Lainnya – –
Jumlah kewajiban kontinjensi 1.091.037 554.758
Sorak Financial Holdings Pte. Ltd. 56,13%
Masyarakat < 5% 37,80%
Masyarakat > 5% 6,07%
Aranda Investments (Mauritius) Pte. Ltd.
Jumlah 100,00%
Pemegang Saham
Disclaimer:
Laporan ini disusun oleh PT Bank Internasional Indonesia Tbk secara independen dan diedarkan semata-mata untuk keperluan informasi umum. Laporan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan informasi khusus kepada siapapun yang menerimanya. Informasi dalam laporan ini didapatkan dari sumber-sumber yang terpercaya. Namun, tidak ada jaminan (tersurat maupun tersirat) atas akurasi dan kelengkapan informasi tersebut. Semua opini dan perkiraan yang dimuat dalam laporan ini merupakan penilaian kami pada saat tanggal laporan dan dapat saja berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Bersama ini dinyatakan bahwa PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan/atau anak-anak perusahaannya dan/atau karyawannya dan/atau agen-agennya tidak bertanggung jawab (tersurat ataupun tersirat) atas konsekuensi yang dapat saja terjadi sebagai akibat dari tindakan seseorang atau sesuatu pihak yang dilakukan berdasarkan sebagian atau keseluruhan informasi yang terkandung dalam laporan ini. PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan/atau anak-anak perusahaannya dan/atau karyawannya dan/atau agen-agennya tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, baik kekurangan maupun kesalahan pelaporan, yang tidak disengaja atau karena sebab lain, dalam laporan ini, dan atas ketidaktepatan atau ketidaklengkapan yang dapat saja terjadi.
PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
Plaza BII Tower 2, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 Web Site: http://www.bii.co.id
Corporate Communication & Office of the Board
E-mail: [email protected] Ph: +62-21 2300 888
Komisaris
: Thomas Patrick Sodano
Komisaris
: Ingyu Choi
Komisaris
: Woo Shick Lee
Komisaris Independen
: Kuo How Nam
Komisaris Independen
: Putu Antara
Komisaris Independen
: Umar Juoro
Komisaris Independen
: Taswin Zakaria
Wakil Presiden Direktur
: Sukatmo Padmosukarso
Direktur Kepatuhan
: Fransiska Oei
Direktur
: Dira K. Mochtar
Direktur
: Prem Kumar
Direktur
: Satinder Pal Singh Ahluwalia
Direktur
: Rita Mas’Oen
Direktur
: Sanjay Kapoor
Direktur
: Ventje Rahardjo
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 25 Juli 2007.
catataN:
1. Laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2007 dan 2006 tidak diaudit. Informasi keuangan tersebut disajikan dalam memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 7/50/PBI/2005 tanggal 29 November 2005 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 mengenai “Transparansi Kondisi Keuangan Bank”, Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 tentang perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 mengenai “Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia”, Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/11/DPbS tanggal 7 Maret 2006 tentang Perubahan Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang “Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan Tertentu dari Bank yang Disampaikan kepada Bank Indonesia”.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi cabang BII terdekat atau BII customer care
tujuan anda, investasi yang terencana dan konsisten akan memperoleh hasil yang optimal.
Untuk itulah, BII Reksa Dana hadir menjadi alternatif investasi melalui pengelolaan portofolio
yang optimal dalam bentuk efek pasar, efek utang ataupun efek saham. Setiap investasi
yang ditanamkan akan dikelola oleh Manager Investasi Independen yang membantu tujuan
investasi dan keuangan anda.
Surabaya (031) 547 8811, Yogyakarta (0274) 548 811, Bandung (022) 421 8811 Medan (061) 456 8811, Denpasar (0361) 238 811, email: [email protected] www.bii.co.id