• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA TAHUN 2017"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA

TAHUN 2017

DINAS KELAUTAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

DINAS KELAUTAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN

Jl. Pangeran Hidayatullah No. 154 Cianjur 43215 Telp/Fax (0263) 2283163

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan dan keridhoan-Nya sehingga kami dapat menyusun Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Tahun 2017.

Rencana kerja ini sangat diperlukan dalam melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Tahun 2016, dan menjelaskan tujuan, sasaran, program dan kegiatan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan pada tahun 2017. Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur dalam pelaksanaan program dan kegiatan serta pencapaian target kinerja sasaran, akan terus melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan serta mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki dan berusaha memanfaatkan peluang-peluang yang ada sebagai upaya mewujudkan kepemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih di lingkungan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur.

Semoga Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Cianjur, 29 Desember 2016 KEPALA DINAS

KELAUTAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN CIANJUR,

H. DJONI ROZALI, SH, MH

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN

Kata Pengantar... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel... iii

Daftar Lampiran ... iv

BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Landasan Hukum... 4

1.3. Maksud dan Tujuan ... 5

1.4. Sistematika Penulisan... 6

BAB II Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Tahun 2016 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2016 dan Capaian Renstra Tahun 2011-2016 Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan . 7 2.1.1. Populasi Ternak ... 7

2.1.2. Areal Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau ... 8

2.1.3. Produksi Hasil Ternak ... 9

2.1.4. Produksi Ikan Air Tawar dan Laut... 10

2.1.5. Produksi Benih Ikan Air Tawar... 11

2.1.6. Konsumsi Ikan ... 12

2.2. Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun 2016... 13

BAB III Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan 3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional ... 17

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan... 19

3.3. Program dan Kegiatan ... 20

BAB IV Program Kerja Tahun 2017 4.1. Program Kerja Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan ... 23

4.1.1. Target Produksi Peternakan ... 23

4.1.2. Target Produksi Perikanan ... 23

4.2. Rencana Kerja Setiap Bidang ... 23

4.2.1. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan ... 23

4.2.2. Bidang Kelautan dan Perikanan... 27

4.2.3. Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan... 28

BAB V Indikator Kinerja, Dana Indikatif, dan Sumber Dana yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Program dan Kegiatan ... 31 Lampiran – Lampiran

(4)

DAFTAR TABEL

HALAMAN

Tabel 1. Populasi Ternak di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015... 7 Tabel 2. Perkembangan Areal Budidaya Perikanan Berdasarkan Jenis

Usaha di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015 . 9 Tabel 3. Perkembangan Produksi Daging, Telur dan Susu di Kabupaten

Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015... 10 Tabel 4. Perkembangan Produksi Ikan Konsumsi Menurut Jenis Usaha di

Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015... 10 Tabel 5. Produksi Benih Ikan Air Tawar Menurut Jenis Ikan di Kabupaten

Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015... 11 Tabel 6. Konsumsi Ikan Masyarakat di Kabupaten Cianjur Tahun 2016

Dibanding Tahun 2015... 12 Tabel 7. Evaluasi Program dan Kegiatan Dinas Kelautan Perikanan dan

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Evaluasi Renja OPD Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Periode Pelaksanaan 2016

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perencanaan adalah rangkaian kegiatan menetapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang berdasarkan fakta-fakta dan pemikiran yang matang dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan. Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah adalah Dokumen Perencanaan Tahunan pada level Satuan Kerja Perangkat Daerah dan disusun sebagai penjabaran Rencana Strategis (Renstra) yang berisi informasi tentang rencana program dan kegiatan yang akan dikerjakan oleh SKPD dalam satu tahun anggaran yang dilengkapi dengan kerangka anggaran dan kerangka regulasi serta memberikan gambaran mengenai tujuan, sasaran dan target kinerja dan bagaimana pengorganisasian program dan kegiatan pelayanan SKPD sesuai tupoksinya.

Pembangunan bidang kelautan, perikanan, dan peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk berdikari dalam bidang ekonomi, karena itu memerlukan adanya perencanaan untuk membentuk keterkaitan, keselarasan, kesesuaian serta kesinambungan antara pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam RPJM 2015-2019, prioritas pembangunan nasional meliputi sembilan aspek (Nawacita) yaitu: 1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan

memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

(7)

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa.

9. Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Tema pembangunan nasional pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 adalah memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Sektor kelautan, perikanan, dan peternakan termasuk ke dalam pembangunan ekonomi (prioritas ketujuh), khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Adapun pendekatan pembangunan prioritas kedaulatan pangan dilakukan secara holistik-tematik, terintegrasi, dan spasial. Pendekatan secara holistik-tematik artinya untuk mencapai sasaran prioritas nasional kedaulatan pangan, perlu koordinasi multi kementerian, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Perdagangan serta Pemerintah Daerah. Pencapaian kedaulatan pangan pun perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan produktivitas lahan yang ada, menghentikan konversi lahan produktif, reformasi agraria, pencetakan sawah baru, pengembangan pertanian organik, pengendalian harga dan impor pangan, dan seterusnya (kombinasi berbagai program/kegiatan). Selain itu, pendekatan spasial juga dilakukan seperti dalam pembangunan sawah baru, pemerintah harus mempertimbangkan lokasi, berdekatan dengan irigasi, terintegrasi dengan jalan, gudang, pasar, dan lain-lain. Sasaran utama pembangunan kedaulatan pangan pada RKP 2017, yaitu peningkatan produksi dalam negeri untuk kedaulatan pangan dan pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi irigasi.

Untuk menindaklanjuti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 yang didalamnya memuat kebijakan pembangunan dan pengembangan wilayah berbasis spasial, yang secara sektoral dirumuskan dalam tematik kewilayahan yang berdasarkan kepada wilayah koordinasi pemerintahan dan pembangunan (WKPP) dimana

(8)

Kabupaten Cianjur termasuk ke dalam WKPP I (Wilayah Bogor). Pada WKPP I, kegiatan yang menjadi fokus dan rencana pengembangan di Kabupaten Cianjur, diarahkan untuk pengembangan agribisnis, pertanian, perkebunan, kehutanan, pengembangan kawasan penggembalaan umum ternak ruminansia, wisata agro, wisata alam, industri kreatif, pengembangan wilayah pesisir untuk perikanan tangkap, wisata minat khusus, serta pertambangan mineral logam dan non-logam. Rencana pengembangan dalam pembangunan peternakan, perikanan dan kelautan, yaitu peningkatan produksi dan distribusi pangan.

Sedangkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dalam mendukung perencanaan pembangunan daerahnya diharuskan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kerja Kepala Daerah yang berpedoman pada RPJP Daerah serta memperhatikan RPJM Nasional. RPJM Daerah menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang penjabarannya disusun dalam bentuk Rencana Kerja SKPD.

Selain dokumen-dokumen perencanaan tersebut, Kepala Daerah terpilih untuk masa periode pemerintahan tahun 2016-2021 memfokuskan arah kebijakan yang akan dilaksanakan pada 7 (tujuh) tujuan atau cita-cita melalui program SAPTA CIPTA IRM, yaitu infrastruktur berbasis lingkungan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan keagamaan, pemerintahan serta agrobisnis dan pariwisata.

Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) disebutkan bahwa Rencana Kerja merupakan penjabaran dari Renstra SKPD dan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP), rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta tugas pokok dan fungsi dinas. Lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah diatur bahwa rancangan Renja SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal RKPD, Renstra SKPD, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat.

(9)

pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Rencana Kerja ini memuat usulan-usulan kegiatan tahun 2017 dengan pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, top down dan bottom up. Pendekatan partisipatif dilaksanakan melalui musrenbang kecamatan untuk memperoleh aspirasi masyarakat. Hasil musrenbang kecamatan yang menjadi rancangan Renja SKPD didiskusikan dalam forum SKPD yang dihadiri oleh unsur-unsur kecamatan dan masyarakat untuk mensinergikan rencana program dan kegiatan tahun 2017. Alur pikir penyusunan Rencana Kerja dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Alur Pikir Penyusunan Rencana Kerja

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Tahun 2017 adalah :

1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara; 2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah; Fenomena Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2017 DOKUMEN PERENCANAAN RPJP, RPJM, RPJPD,RENSTRA KEBIJAKAN PEMERINTAHAN PROVINSI JAWA BARAT

Evaluasi Pembangunan

Tahun 2016 ISU

STRATEGIS PembangPrioritas

unan CG PR O G R A M SOSIAL BUDAYA & AGAMA EKONOMI POLITIK & PEMERINTAHAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DAN LINGKUNGAN HIDUP Kebijakan Pemerintah Pusat Utama Non CG Kegiatan Khusus Khusus Pendukung

(10)

4) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

5) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan;

6) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

7) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten dan Kota;

8) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

10)Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 08 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Cianjur (Lembaran Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Nomor 8);

11)Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 09 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2016-2021;

12)Peraturan Bupati Cianjur Nomor 50 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penulisan Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Tahun 2017 adalah :

(11)

1) Memberikan arah dan kebijakan operasional terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan di Kabupaten Cianjur pada tahun 2017, agar sasaran pembangunan dapat dicapai secara berdaya guna dan berhasil guna serta dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat;

2) Sebagai tolok ukur pengendalian, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan di Kabupaten Cianjur tahun 2017;

3) Memantapkan pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten Cianjur, termasuk di dalamnya Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mencapai visi, misi dan tujuan pembangunan daerah.

1.4. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Tahun 2017 terbagi ke dalam lima bab utama yaitu Pendahuluan, Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu, Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan, Program Kerja Tahun 2017, dan Indikator Kinerja, Dana Indikatif, dan Sumber Dana yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Program dan Kegiatan. Bab Satu (Pendahuluan) menggambarkan latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan.

Sedangkan Bab Dua (Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu) menjelaskan tentang evaluasi pelaksanaan renja SKPD dan capaian Renstra SKPD tahun lalu, serta evaluasi progam dan kegiatan tahun lalu.

Bab Tiga (Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan) membahas tentang telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran Renja SKPD, serta program dan kegiatan. Sementara itu, Bab Empat (Program Kerja Tahun 2017) membahas tentang program kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, serta rencana kerja setiap bidang.

Pada Bab Lima (Indikator Kinerja, Dana Indikatif, dan Sumber Dana yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Program dan Kegiatan) akan diuraikan tentang program kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan beserta target kinerja yang ingin dicapai pada tahun 2017 beserta pagu anggarannya.

(12)

BAB II

Evaluasi Pelaksanaan Renja

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Tahun 2016

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2016 dan Capaian Renstra Tahun 2011 - 2016 Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan

Hasil evaluasi Rencana Kerja yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur sampai dengan tahun 2016 dapat dilihat padaLampiran 1.

2.1.1. Populasi Ternak

Populasi ternak merupakan gambaran jumlah ternak yang dibudidayakan, adapun perkembangannya mengindikasikan kondisi dinamis di bidang peternakan. Populasi ternak di Kabupaten Cianjur tahun 2016 dibandingkan dengan populasi ternak tahun 2015, serta target tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini :

Tabel 1. Populasi Ternak di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 (data s.d November) Dibanding Tahun 2015

No. Jenis Ternak TahunPopulasi Ternak (ekor) Pencapaian (%) 2015 TargetTahun 2016Realisasi R/T KurangLebih/

1. Sapi Perah 2.277 2.517 2.436 96,78 6,98

2. Sapi Potong 35.763 37.551 37.573 100,06 5,06

3. Kerbau 8.571 9.000 8.321 92,46 -2,92

4. Kambing 102.794 107.933 104.972 97,26 2,12

5. Domba 447.824 470.216 469.006 99,74 4,73

6. Ayam Ras Petelur 1.599.232 1.679.194 1.634.254 97,32 2,19 7. Ayam Ras Pedaging 7.553.185 7.930.844 8.055.472 101,57 6,65 8. Ayam Buras 3.968.470 4.166.893 4.026.806 96,64 1,47

9. Itik 632.188 663.798 654.303 98,57 3,50

Jumlah 14.350.304 15.067.946 14.993.143 99,50 4,48

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa populasi ternak pada tahun 2016, ada yang mencapai target dan sebagian besar hampir mencapai target dengan kisaran 92 sampai 99 persen dari target yang telah ditentukan dan mengalami

(13)

populasinya semakin menurun dibanding tahun 2015 sebesar 2,92 persen. Beralihnya teknologi pengolahan sawah dari tradisional menggunakan kerbau menjadi mekanik dengan traktor ikut andil dalam pengurangan populasi kerbau, selain dari kecenderungan konsumsi sapi potong yang semakin meningkat sehingga peternak beralih beternak sapi potong. Populasi ternak yang mencapai target adalah ternak sapi potong dan ayam ras pedaging, dengan kenaikan populasi dibanding tahun 2015 juga termasuk yang tertinggi. Meningkatnya populasi sapi potong didukung oleh kegiatan inseminasi buatan (IB) yang menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Kelautan untuk mendukung program kedaulatan pangan di sektor peternakan.

Adapun ternak sapi perah mengalami peningkatan populasi paling tinggi, yaitu sebesar 6,98 persen, hal ini didorong oleh semakin tingginya minat peternak untuk memelihara sapi perah untuk dimanfaatkan susunya karena saat ini semakin banyak olahan makanan yang berasal dari susu, begitupun tempat makan yang menggunakan susu sebagai hidangan utama atau hidangan khasnya. Sedangkan populasi ayam potong peningkatannya tidak begitu besar karena harganya yang cukup fluktuatif pada tahun 2016 sehingga tidak begitu mempengaruhi konsumsi masyarakat terhadap daging ayam potong.

2.1.2. Areal Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau

Ketersediaan areal/lahan merupakan hal penting dalam budidaya perikanan, selain ketersediaan air yang cukup untuk budidaya. Dari Tabel 2, dapat dilihat bahwa peningkatan areal budidaya cukup tajam terjadi pada jumlah unit dan petak keramba jaring apung dan luasan areal tambak. Jumlah unit keramba jaring apung meningkat sebesar 48,93 persen, dimana data jumlah unit dan petak keramba jaring apung tersebut merupakan hasil sensus pada tahun 2016. Peningkatan cukup signifikan lainnya terdapat pada areal tambak, yaitu sebesar 191,67 persen, dari areal 12 Ha pada tahun 2015 menjadi 35 Ha pada tahun 2016. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya budidaya udang vannamei di pesisir selatan Cianjur. Adapun perkembangan areal budidaya lainnya pada tahun 2016 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah sebagai berikut :

(14)

Tabel 2. Perkembangan Areal Budidaya Perikanan Berdasarkan Jenis Usaha di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015

No. Jenis Usaha

Lahan Budidaya Pencapaian (%) Tahun 2015 TargetTahun 2016Realisasi R/T KurangLebih/

1. Pembenihan Ikan 211,00 Ha 235 Ha 211,00 Ha 89,79 0,00 2. Kolam Air Tenang 1.744,32 Ha 2.000 Ha 1.739,87 Ha 86,99 -0,26 3. Kolam Air Deras 45 Unit 45 Unit 45 Unit 100,00 0,00 4. Mina Padi 12.812 Ha 13.500 Ha 12.637,55 Ha 93,61 -1,36

5. Keramba 1.178 m² 1.250 m² 1.178 m² 94,24 0,00

6. Keramba JaringApung (KJA) 21.151 Petak5.375 Unit 21.151 Petak5.375 Unit 31.500 Petak7.719 Unit 148,93 48,93

7. Tambak 12 ha 18 Ha 35 ha 194,44 191,67

Luas keramba yang digunakan untuk budidaya selama tahun 2016 tidak mengalami perubahan dari tahun 2015, yaitu seluas 1.178 m². Sedangkan, penurunan luas lahan budidaya terjadi pada kolam air tenang dan mina padi. Penurunan pada kolam air tenang dan mina padi diakibatkan kondisi curah hujan yang semakin tidak menentu selama beberapa tahun terakhir dan alih profesinya sebagian petani menjadi tukang bangunan dan petani sayur, mengakibatkan pembudidaya kolam air tenang dan mina padi tidak mengembangkan areal usaha mereka, malah luasnya cenderung menurun.

2.1.3. Produksi Hasil Ternak

Produksi utama hasil ternak yaitu daging, telur dan susu. Produksi ketiganya dipengaruhi oleh perkembangan populasi ternak, tingkat produktivitas ternak, pemotongan ternak, serta dipengaruhi oleh jumlah keluar masuknya ternak dan hasil ternak dari dan ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur.

Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa produksi daging dan susu mengalami peningkatan, yaitu sebesar 9,20 persen pada daging dan 66,99 persen pada susu. Peningkatan produksi daging sebagian besar dihasilkan dari daging unggas, sedangkan produksi daging sapi menurun karena tingginya harga daging sapi pada tahun 2016. Sedangkan terdapat penurunan pada produksi telur sebesar 1,95 persen. Hal ini dipengaruhi penurunan jumlah ayam ras petelur. Jumlah produksi daging, telur dan susu di Kabupaten Cianjur tahun 2016 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini :

(15)

Tabel 3. Perkembangan Produksi Daging, Telur dan Susu di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015

No. Komoditas

Produksi (Kg) Pencapaian (%) Tahun 2015 TargetTahun 2016Realisasi R/T KurangLebih/

1. Daging 45.316.070,00 47.582.140,00 49.486.519,41 104,00 9,20 2. Telur 22.195.610,00 23.392.130,00 21.762.492,19 93,03 -1,95 3. Susu 3.490.460,00 3.578.120,00 5.828.655,73 162,90 66,99

2.1.4. Produksi Ikan Air Tawar dan Laut

Di Kabupaten Cianjur terdapat berbagai jenis usaha perikanan, baik budidaya maupun penangkapan dengan beragam jenis usaha. Pada Tabel 4 berikut dapat dilihat produksi ikan berdasarkan jenis usaha pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015.

Tabel 4. Perkembangan Produksi Ikan Konsumsi Menurut Jenis Usaha di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015

No. Jenis Usaha

Produksi (ton) Pencapaian (%) Tahun

2015

Tahun 2016

R/T KurangNaik/ Target Realisasi

1. Kolam Air Tenang(KAT) 69.542,74 72.672,16 51.278,11 70,56 -26,26 2. Kolam Air Deras(KAD) 13,75 13,75 14,18 103,13 3,13 3. Mina Padi 8.785,28 8.785,28 6.808,97 77,50 -22,50

4. Keramba 27,00 27,00 16,00 59,26 -40,74

5. Keramba JaringApung (KJA) 52.385,60 55.286,71 55.156,32 99,76 5,29

6. Tambak 394,00 421,58 648,00 153,71 64,47

7. Perairan Umum 688,60 719,59 749,20 104,11 8,80

8. Laut 737,50 772,53 774,30 100,23 4,99

JUMLAH 132.574,47 138.698,61 115.445,08 83,23 -12,92

Tabel di atas menunjukkan bahwa umumnya produksi ikan konsumsi menurut jenis usaha pada tahun 2016 mencapai target, dengan pencapaian target terbesar pada jenis usaha tambak sebesar 153,71 persen. Sedangkan pencapaian terendah terdapat pada jenis usaha keramba, yaitu sebesar 59,26 persen. Rendahnya pencapaian pada jenis usaha keramba disebabkan karena

(16)

berkurangnya pembudidaya yang menggunakan keramba untuk memelihara ikannya dengan pertimbangan bahwa kualitas air untuk budidaya sudah kurang mendukung dan terbatasnya ruang.

Pada tahun 2016, peningkatan produksi berdasarkan jenis usaha terbesar dibandingkan tahun 2015 terjadi pada jenis usaha tambak sebesar 64,47 persen, sejalan dengan meningkatnya luasan areal budidayanya. Produksi ikan konsumsi pada jenis usaha lainnya juga ada yang meningkat, seperti pada Kolam Air Deras (KAD), Keramba Jaring Apung (KJA), dan perairan umum, meskipun tidak sebesar pada tambak. Sedangkan, penurunan produksi terjadi pada keramba sebesar 40,74 persen, Kolam Air Tenang (KAT) sebesar 26,26 persen, dan mina padi sebesar 22,50 persen, hal ini disebabkan adanya penurunan luas areal budidaya karena adanya alih fungsi lahan ke permukiman dan pabrik di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Karangtengah, Ciranjang dan Warungkondang dan juga karena beralihnya usaha pembudidaya. Produksi ikan konsumsi di Keramba Jaring Apung (KJA) dari tahun ke tahun selalu menjadi penghasil ikan konsumsi yang terbesar, meskipun peningkatan yang terjadi hanya sebesar 5,29 persen.

2.1.5. Produksi Benih Ikan Air Tawar

Kabupaten Cianjur merupakan sentra produksi benih ikan air tawar, perbandingan produksi tahun 2016 dengan tahun 2015 untuk setiap jenis ikan adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Produksi Benih Ikan Air Tawar Menurut Jenis Ikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015

No. Jenis Ikan

Produksi (ekor) Peningkatan / Penurunan (%) Tahun 2015 Tahun 2016 Target Realisasi 1. Ikan Mas 6.523.720.021 6.654.194.421 3.766.024.250 -42,27 2. Ikan Nila 3.505.476.487 3.575.586.017 1.831.699.010 -47,75 3. Ikan Lele 390.656.221 398.469.345 322.233.790 -17,51 4. lainnya 175.861.671 179.378.904 192.231.190 9,31 JUMLAH 10.595.714.400 10.807.628.688 6.112.188.240 -42,31

(17)

Dari tabel di atas terlihat bahwa produksi benih ikan air tawar pada hampir semua jenis ikan mengalami penurunan, dan yang penurunan terbesar terdapat pada produksi benih ikan mas sebesar 42,27 persen dan nila sebesar 47,75 persen. Penurunan yang cukup tinggi tersebut disebabkan karena musim/cuaca yang tidak menentu selama tahun 2016 sehingga produksi benih, yang masih rentan dengan kondisi cuaca ekstrim, cukup terdampak. Selain itu, Balai Benih Ikan (BBI) Jati yang dimiliki oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan sebagai penghasil benih ikan mas dan nila sedang dalam tahap rehabilitasi kolam-kolam yang digunakan untuk pembenihan dan pendederan.

2.1.6. Konsumsi Ikan

Tingkat konsumsi perkapita merupakan jumlah rata-rata konsumsi suatu komoditas oleh setiap penduduk di suatu daerah dalam waktu 1 tahun. Adapun tingkat konsumsi perkapita ikan di Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah ini.

Tabel 6. Konsumsi Ikan Masyarakat di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015

Dari Tabel 6 di atas dapat dilihat, bahwa konsumsi ikan bila dibandingkan tahun 2015 mengalami penurunan. Hal ini berbanding lurus dengan penurunan produksi ikan, terutama produksi ikan konsumsi di kolam air tenang. Meskipun demikian, penurunan yang terjadi cukup kecil sebesar 0,98 persen karena kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi bahan makanan asal ikan yang kaya akan protein hewani yang telah diketahui sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak dan kesehatan semakin baik.

No. Komoditas

Konsumsi (Kg/Kap/Tahun) Pencapaian (%) Realisasi Tahun 2015 Tahun 2016 R/T KurangNaik/ Target Realisasi 1. Ikan 25,39 25,90 25,14 97,07 -0,98

(18)

2.2. Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun 2016

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 7. Evaluasi Program dan Kegiatan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Tahun 2016

NO. PROGRAM/KEGIATAN LOKASI BIAYA REALISASI KEUANGAN SUMBERDANA

Rp %

1 2 3 4 5 6 7

A. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASIPERKANTORAN 1.095.636.000,00 1.067.924.926,00 97,47

1. Penyediaan Jasa SuratMenyurat Cianjur 3.000.000,00 3.000.000,00 100,00 PAD

2. Penyediaan JasaKomunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

Kabupaten

Cianjur 223.640.000,00 198.660.926,00 88,83 PAD 3. Penyediaan JasaKebersihan Kantor Se-KabupatenCianjur 307.200.000,00 307.200.000,00 100,00 PAD 4 Penyediaan Alat TulisKantor KabupatenCianjur 35.533.000,00 35.533.000,00 100,00 PAD

5. Penyediaan BarangCetakan dan Penggandaan KabupatenCianjur 31.537.000,00 31.462.000,00 99,76 PAD

6. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Se-Kabupaten Cianjur 17.509.000,00 17.509.000,00 100,00 PAD

7. Penyediaan Peralatan danPerlengkapan Kantor Cianjur 6.500.000,00 6.500.000,00 100,00 PAD

8. Penyediaan Bahan Bacaandan Peraturan

Perundang-Undangan Cianjur 6.460.000,00 6.454.000,00 99,91 PAD 9. Penyediaan Makanan danMinuman Se-KabupatenCianjur 112.225.000,00 112.190.000,00 99,97 PAD

10. Rapat-Rapat Koordinasidan Konsultasi ke Luar Daerah

Luar Kabupaten

Cianjur 134.245.000,00 133.195.000,00 99,22 PAD

11. Rapat-Rapat Koordinasidan Konsultasi Dalam Daerah

Dalam Kabupaten

Cianjur 164.880.000,00 163.320.000,00 99,05 PAD 12. Penyediaan JasaPengamanan Kantor KabupatenCianjur 24.000.000,00 24.000.000,00 100,00 PAD

13. Penyediaan PeralatanKebersihan Kantor Se-KabupatenCianjur 28.907.000,00 28.901.000,00 99,98 PAD

B. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DANPRASARANA APARATUR 440.265.000,00 436.672.900,00 99,18

14. Pengadaan PerlengkapanGedung Kantor Cianjur 132.500.000,00 132.500.000,00 100,00 PAD

15. Pengadaan Alat-Alat Studiodan Komunikasi Cianjur 20.500.000,00 20.500.000,00 100,00 PAD

16. PemeliharaanRutin/Berkala Rumah

Dinas Cianjur 40.440.000,00 40.290.000,00 99,63 PAD 17. PemeliharaanRutin/Berkala Gedung

(19)

NO. PROGRAM/KEGIATAN LOKASI BIAYA REALISASI KEUANGAN SUMBERDANA

Rp %

1 2 3 4 5 6 7

18. PemeliharaanRutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

Se-Kabupaten

Cianjur 87.350.000,00 84.012.900,00 96,18 PAD

19. PemeliharaanRutin/Berkala Alat-alat Kantor

Se-Kabupaten

Cianjur 37.000.000,00 36.900.000,00 99,73 PAD

C. PROGRAM PENINGKATAN DISIPLINAPARATUR 49.500.000,00 49.500.000,00 100,00

20. Pengadaan PakaianKhusus Hari-Hari Tertentu Se-KabupatenCianjur 49.500.000,00 49.500.000,00 100,00 PAD

D. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITASSUMBER DAYA APARATUR 225.003.000,00 202.838.000,00 90,15

21. Pendidikan dan PelatihanFormal Cianjur 57.865.000,00 38.080.000,00 65,81 PAD 22. Peningkatan KinerjaAparatur Provinsi JawaBarat 167.138.000,00 164.758.000,00 98,58 PAD

E. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGANSISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA

DAN KEUANGAN 47.438.000,00 24.238.000,00 51,09

23.

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

Cianjur 23.200.000,00 0,00 0,00 PAD

24. Penyusunan PelaporanKeuangan Semesteran Cianjur 10.610.000,00 10.610.000,00 100,00 PAD

25. Penyusunan PelaporanPrognosis Realisasi Anggaran

Kabupaten

Cianjur 2.948.000,00 2.948.000,00 100,00 PAD

26. Penyusunan PelaporanKeuangan Akhir Tahun Cianjur 10.680.000,00 10.680.000,00 100,00 PAD

F. PROGRAM PERENCANAAN DANPENGANGGARAN 64.120.000,00 64.120.000,00 100,00

27. Penyusunan Renja danRenstra SKPD KabupatenCianjur 32.000.000,00 32.000.000,00 100,00 PAD

28. Penyusunan RKA - DPASOPD dan RKAP - DPPA

SOPD Cianjur 32.120.000,00 32.120.000,00 100,00 PAD

G. PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMIMASYARAKAT PESISIR 300.000.000,00 293.844.500,00 97,95

29. Penyediaan Bibit VegetasiPantai Sindangbarang,Kec. Cidaun,

Agrabinta 300.000.000,00 293.844.500,00 97,95 DAU

H. PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKATDALAM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUMBER DAYA KELAUTAN 185.000.000,00 180.165.000,00 97,39

30.

Pembinaan dan Pengembangan

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Kecamatan Cidaun dan

Mande 185.000.000,00 180.165.000,00 97,39 DAU

I. PROGRAM PENGEMBANGAN BUDIDAYAPERIKANAN 4.928.822.500,00 108.475.000,00 73,71

31.

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Belanja Bantuan Sosial dan Hibah Bidang Perikanan, Kelautan dan Peternakan

Se-Kabupaten

Cianjur 115.000.000,00 108.475.000,00 94,33 PAD

(20)

NO. PROGRAM/KEGIATAN LOKASI BIAYA REALISASI KEUANGAN SUMBERDANA Rp % 1 2 3 4 5 6 7 33. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan SDM Kelautan dan Perikanan Secara Terintegrasi

Se-Kabupaten

Cianjur 250.000.000,00 237.315.000,00 94,93 DBH

34. Pembinaan danPengembangan Perikanan Budidaya Kec. Cianjur, Karangtengah, Bojongpicung, dan Mande 350.000.000,00 344.410.000,00 98,40 DAU

35. Kajian PengembanganPerikanan dan Kelautan di

Kabupaten Cianjur - 150.000.000,00 146.200.000,00 97,47 DBH

36. Pengembangan PerikananBudidaya (Banprov 2016)

Kec. Cianjur, Karangtengah, Bojongpicung, dan Mande

400.000.000,00 384.435.000,00 96,11 BANPROV

J. PROGRAM PENCEGAHAN DANPENANGGULANGAN PENYAKIT TERNAK 2.911.361.250,00 1.625.167.050,00 55,82

37. Penanggulangan danPencegahan Penyakit Ikan dan Hewan Menular

Se-Kabupaten

Cianjur 306.650.000,00 301.375.000,00 98,28 DAU

38. Pengawasan PenataanPangan Asal Hewan dan Hasil Pangan Asal Hewan

Se-Kabupaten

Cianjur 250.000.000,00 246.540.000,00 98,62 DAU

39. Optimalisasi UPTD BidangPeternakan dan Kesehatan Hewan (DAK)

Kabupaten

Cianjur 2.354.711.250,00 1.077.252.050,00 45,75 DAK

K. PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANANTANGKAP 4.470.805.000,00 4.373.282.500,00 97,82

40. Peningkatan SDMMasyarakat Pesisir Bidang Penangkapan Kec. Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta 300.000.000,00 294.947.000,00 98,32 DAU 41. Pengembangan Perikanan Tangkap Sarana dan Prasarana PPI Jayanti (DAK)

Kecamatan

Cidaun 1.731.175.000,00 1.703.794.000,00 98,42 DAK

42. Pengembangan PerikananTangkap (DAK) Sindangbarang,Kec. Cidaun,

Agrabinta 1.822.500.000,00 1.757.810.500,00 96,45 DAK 43. Pendampingan Akselerasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan (Pendamping DAK) – L Kecamatan Cidaun 25.193.636,00 24.993.636,00 99,21 SILPA

44. Pengembangan PerikananTangkap Sarana dan Prasarana PPI (DAK) – L

Kecamatan

Cidaun 191.936.364,00 191.936.364,00 100,00 SILPA

45. Pengembangan PerikananTangkap (Banprov 2016) Kec. Cidaun danAgrabinta 400.000.000,00 399.801.000,00 99,95 BANPROV

L. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI HASILPETERNAKAN 691.388.000,00 675.793.800,00 97,74

46. Pengembangan Peternakandan Perikanan di Masyarakat

Kabupaten

Cianjur 200.000.000,00 189.163.800,00 94,58 DAU

47.

Penyusunan Data Potensi dan Evaluasi

Pembangunan Peternakan Perikanan Kelautan

Se-Kabupaten

Cianjur 206.388.000,00 202.480.000,00 98,11 DBH

(21)

NO. PROGRAM/KEGIATAN LOKASI BIAYA REALISASI KEUANGAN SUMBERDANA

Rp %

1 2 3 4 5 6 7

M. PROGRAM OPTIMALISASI PENGELOLAANDAN PEMASARAN PRODUKSI PERIKANAN 550.192.500,00 536.387.000,00 97,49

49.

Pembinaan dan

Pengembangan Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan

Se-Kabupaten

Cianjur 350.000.000,00 345.310.000,00 98,66 DAU

50.

Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan (DAK) Kecamatan Karangtengah, Cibeber, Sukanagara, Bojongpicung 200.192.500,00 191.077.000,00 95,45 DAK

N. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSIPETERNAKAN 300.000.000,00 295.681.000,00 98,56

51. Kegiatan PenyuluhanPenerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna

Kabupaten

Cianjur 300.000.000,00 295.681.000,00 98,56 DBH

JUMLAH 16.259.531.250,00 13.458.671.476,00 82,77

Berdasarkan Tabel 7 diatas, dapat dilihat bahwa persentase rata-rata realisasi keuangan untuk tahun anggaran 2016 sebesar 82,77 persen dengan realisasi Rp 13.458.671.476,00 dari total anggaran Rp. 16.259.531.250,00.

(22)

BAB III

Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan bahwa Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Penyusunan Renja-SKPD harus memegang prinsip bahwa Renja tersebut merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional seperti diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2008. Arah kebijakan pembangunan nasional yang termuat dalam dalam RPJM 2015-2019 menjelaskan bahwa prioritas pembangunan nasional meliputi 9 (sembilan) aspek (Nawacita), yaitu:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara;

2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya;

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;

4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; 7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor

strategis ekonomi domestik;

8. Melakukan revolusi karakter bangsa;

9. Memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Arah kebijakan pembangunan nasional yang terkait dengan sektor kelautan, perikanan, dan peternakan adalah meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional (aspek 6) dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik (aspek 7). Arah kebijakan pembangunan nasional merupakan acuan kebijakan pembangunan

(23)

daerah dalam meningkatkan peranan sektor kelautan, perikanan, dan peternakan untuk mendorong peningkatan produksi dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Cianjur. Adanya pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sektor unggulan domestik daerah untuk meningkatkan daya saing dan mewujudkan kemandirian ekonomi dibidang pangan.

Pembangunan sektor kelautan, perikanan, dan peternakan di Kabupaten Cianjur juga harus mengacu kepada arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dokumen RPJMD Jawa Barat Tahun 2013-2018 memuat 10 (sepuluh) prioritas pembangunan Jawa Barat. Prioritas tersebut adalah:

1. Meningkatkan aksesibilitas dan mutu pendidikan;

2. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan; 3. Mengembangkan infrastruktur wilayah, energi dan air baku; 4. Meningkatkan ekonomi pertanian;

5. Meningkatkan ekonomi non pertanian;

6. Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan;

7. Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan; 8. Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan;

9. Menanggulangi kemiskinan, penyandang masalah kesejahteraan sosial dan keamanan;

10. Meningkatkan kinerja aparatur serta tata kelola pemerintahan dengan penerapan IPTEK.

RPJMD Jawa Barat telah dijabarkan menjadi prioritas pembangunan tahun 2017 seperti tercantum dalam Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 yang didalamnya memuat prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2017 melalui pendekatan tematik kewilayahan Jawa Barat. Kabupaten Cianjur termasuk dalam WKPP I (Wilayah Bogor). dengan kegiatan yang menjadi prioritas dalam pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan sebagai berikut:

1. Integrasi sentra penggembalaan ternak sapi potong dan domba di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten/Kota Sukabumi;

2. Pengembangan aktivitas ekonomi berbasis agribisnis, bisnis kelautan dan pertambangan dalam rangka perintisan PKN Pelabuan Ratu;

3. Pusat pengembangan benih ikan air tawar dan ikan hias untuk memenuhi pasar regional dan internasional.

(24)

Visi pembangunan Kabupaten Cianjur sebagaimana tercantum dalam RPJMD Tahun 2016-2021 adalah Cianjur Lebih Maju dan Agamis. Upaya untuk

mewujudkan visi tersebut dituangkan dalam misi pembangunan. Misi pembangunan yang terkait dengan sektor kelautan, perikanan, dan peternakan adalah misi ketiga, yaitu meningkatkan pembangunan manusia melalui akselerasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Penetapan visi dan misi Kabupaten Cianjur periode tahun 2016-2021 dielaborasikan ke dalam 7 tujuan dan 12 sasaran, 11 strategi dan 47 arah kebijakan, yang selanjutnya diimplementasikan ke dalam 7 (tujuh) program prioritas yang disebut Sapta Cita, sebagai arahan penjabaran misi.

Arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Cianjur Tahun 2016-2021 terdiri dari 7 (tujuh) program prioritas pembangunan Kabupaten Cianjur, yaitu:

1. Peningkatan infrastruktur, tata ruang, dan lingkungan hidup; 2. Peningkatan ekonomi;

3. Peningkatan sosial keagamaan;

4. Peningkatan tata kelola pemerintahan; 5. Peningkatan pendidikan dan kebudayaan; 6. Peningkatan kesehatan;

7. Pengembangan agribisnis dan pariwisata.

Prioritas yang terkait dengan sektor kelautan, perikanan, dan peternakan adalah prioritas ke-7 (pengembangan agribisnis dan pariwisata). Prioritas tersebut kemudian dijabarkan dalam sasaran dan target indikator sasaran yang harus dicapai pada Tahun 2017. Target indikator sasaran pada tahun 2017, yaitu peningkatan produksi peternakan sebesar 78.282 ton dan peningkatan produksi

perikanan sebesar144.939 ton.

3.2. Tujuan dan Sasaran

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur telah menetapkan tujuan dan sasaran yang merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan dalam upaya pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Cianjur. Tujuan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, sebagai berikut:

 Meningkatkan ketersediaan dan jaminan mutu pangan hewani cukup yang berkualitas.

(25)

Sedangkan, sasaran pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan yang akan dicapai selama kurun waktu 2016-2021 adalah:

1. Meningkatkan komoditas peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku indistri;

2. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan budidaya dan tangkap.

3.3. Program dan Kegiatan

Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan akan dituangkan dalam bentuk program yang berupa instrumen kebijakan dan berisi satu atau lebih kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan terhadap rumusan program tersebut adalah pencapaian visi dan misi pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan dalam upaya mendukung pencapaian visi dan misi Kabupaten Cianjur.

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur telah menetapkan program pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan tahun 2017 sebanyak 8 program dan 40 kegiatan, yang terdiri dari 37 kegiatan merupakan kegiatan murni tahun anggaran 2017, serta tambahan 3 kegiatan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) bersumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum dibayarkan pada tahun anggaran 2016, rincian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 sebagai berikut:

A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran :

1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat;

2) Pengadaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik; 3) Pengadaan Jasa Kebersihan Kantor;

4) Penyediaan Alat Tulis Kantor;

5) Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan;

6) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor; 7) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan; 8) Penyediaan Makanan dan Minuman;

9) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah; 10) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah; 11) Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor;

12) Penyediaan Peralatan Kebersihan Kantor; 13) Penyediaan Jasa Pengemudi.

(26)

B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur :

1) Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor;

2) Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional; 3) Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-alat Kantor.

C. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur :

1) Pendidikan dan Pelatihan Formal.

D. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

1) Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD;

2) Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran;

3) Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Keuangan; 4) Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun.

E. Program Perencanaan dan Penganggaran

1) Penyusunan Renja dan Renstra SKPD;

2) Penyusunan RKA-DPA SKPD dan RKAP-DPPA SKPD.

F. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Pencegahan Penanggulangan Penyakit Ternak

1) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak; 2) Pengembangan Teknologi Inseminasi Buatan; 3) Pengembangan Agribisnis Ternak Besar; 4) Pengembangan Agribisnis Ternak Unggas;

5) Pembinaan dan Pengembangan Pemasaran Hasil Peternakan;

6) Penyusunan Data Potensi Pembangunan Peternakan, Perikanan dan Kelautan;

7) Kajian Pengembangan Peternakan dan Kesehatan Hewan;

8) Peningkatan Sarana dan Prasarana Instalasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (Banprov);

9) Optimalisasi UPTD Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (DAK) – L.

G. Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan

1) Pembinaan dan Pengembangan Perikanan Budidaya;

(27)

3) Peningkatan Sarana dan Prasarana Instalasi Teknis Perikanan (Banprov);

4) Optimalisasi Sarana dan Prasarana BBI Jati (DAK) – L;

5) Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pengelolaan dan Pemasaran Produk Perikanan (DAK) – L.

H. Program Pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Masyarakat Pesisir

1) Pengembangan Kawasan Pesisir;

2) Peningkatan dan Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan/Tempat Pemasaran Ikan;

(28)

BAB IV

Program Kerja Tahun 2017

Pemerintah Kabupaten Cianjur berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan hal tersebut, maka Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan menetapkan program kerja sebagai berikut :

4.1. Program Kerja Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan 4.1.1. Target Produksi Peternakan

Peningkatan produksi peternakan diharapkan dapat mengimbangi meningkatnya kebutuhan hasil ternak yang cenderung meningkat sesuai dengan pertumbuhan penduduk. Untuk itu Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan menetapkan target pencapaian produksi peternakan di Kabupaten Cianjur pada tahun 2017 sebesar78.282 ton.

4.1.2. Target Produksi Perikanan

Meningkatnya konsumsi ikan harus diimbangi dengan tersedianya areal budidaya yang mencukupi serta penerapan teknologi yang mudah dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan menetapkan target pencapaian produksi perikanan di Kabupaten Cianjur pada tahun 2017 sebesar 144.939 ton, terdiri dari produksi perikanan budidaya sebesar 143.380 ton dan perikanan tangkap sebesar 1.559 ton.

4.2. Rencana Kerja Setiap Bidang

4.2.1. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan

1) Inseminasi Buatan

Pengembangan ternak sapi melalui program Inseminasi Buatan antara lain di Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, Leles, Pacet, Cipanas, Takokak, Cidaun, Sukanagara dan Campaka, sedangkan kecamatan lainnya masih merupakan daerah introduksi. Untuk menjamin kelangsungan reproduksi dilaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) dan ATR (Asistensi Teknis Reproduksi) sebagai penanggulangan terhadap penyakit/kelainan reproduksi.

(29)

2) Pengawasan Mutu Bibit Ayam Ras Niaga / Day Old Chick (DOC)

Sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Peternakan Nomor : 123/Kpts/OT.210/F/11.06, maka dilaksanakan pengawasan mutu bibit terhadap para pelaku usaha peternakan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan.

3) Pengawasan Mutu Pakan Ternak

Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor : 65/Permentan/OT.140/9/2007 tentang Pedoman Pengawasan Mutu Pakan, maka Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melaksanakan fungsinya dalam pengawasan mutu pakan ternak yang ada di masyarakat.

4) Pendataan Pelaku Usaha Peternakan

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jumlah produsen hasil peternakan serta data-data umum dari perusahaan tersebut.

5) Pendataan Pelaku Usaha Pengolahan Hasil

Pendataan pelaku usaha pengolahan hasil peternakan dimaksudkan untuk mengetahui potensi Cianjur dalam pengolahan hasil peternakan. 6) Pemantauan Harga Ternak, Pakan, dan Bahan Asal Ternak

Pemantauan harga ternak, pakan, dan bahan asal ternak dilakukan setiap bulan dengan sumber dari produsen, pasar, serta tingkat pengecer setiap bulan.

7) Sosialisasi / Pembinaan Perijinan Usaha Peternakan

Keputusan Bupati Nomor 42 tahun 2002 tentang sosialisasi ijin usaha peternakan, dimaksudkan agar para produsen peternakan dalam berusahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8) Peningkatan Sarana dan Prasarana Peternakan

Untuk menunjang kegiatan pengembangan peternakan, diperlukan sarana dan prasarana penunjang.

10) Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan a. Petugas Teknis dan Fungsional

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas teknis dan fungsional dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis peternakan

(30)

dan veteriner yang diselenggarakan oleh UPTD Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Pertanian.

b. Pelaku Usaha/Peternak

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis peternakan, perikanan dan kelautan yang diselenggarakan oleh UPTD Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Pertanian. c. Pembinaan Pemotong Hewan / Jagal

Kegiatan pembinaan melalui pelatihan bagi para pemotong hewan/jagal dan diberikan sertifikasi, bekerjasama dengan MUI Kabupaten Cianjur.

11) Kontes Ternak

Mengikuti kegiatan agenda tahunan, kontes ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan mengirimkan ternak unggulan komoditi sapi potong, kambing dan domba.

12) Program Kesehatan Hewan a. Kegiatan Kesehatan Hewan

- Surveilans dan penelusuran terhadap penyakit endemik dan penyakit eksotik yang berpotensi menimbulkan resiko penularan dengan nilai eksternalitas yang tinggi.

- Vaksinasi (AI, Rabies dan Brucellosis) dan monitoring hasil vaksinasi terhadap hewan yang berpotensi terkena penyakit.

- Sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit hewan menular untuk meningkatkan kesadaran masyarakat (public awareness) - Pengendalian lalu lintas hewan dan limbah peternakan.

- Monitoring pelaksanaan biosekuriti di perusahaan peternakan sektor 1, 2 dan 3.

- Mengoptimalkan Tim PDSR (Participatory Disease Surveillance and

Response) yang bertugas meningkatkan partisipasi masyarakat dan

(31)

- Kerjasama dengan balai/laboratorium pengujian untuk melaksanakan monitoring penyakit hewan menular, khususnya penyakit zoonosis.

- Kerjasama dengan balai/laboratorium pengujian untuk melaksanakan monitoring penyakit hewan menular khususnya penyakit zoonosis.

b. Pelayanan Kesehatan Hewan

- Mengoptimalkan Puskeswan di Kecamatan Sukanagara, Cipanas dan Sindangbarang, serta KUD Cipanas di Kecamatan Cipanas. - Mengoptimalkan Klinik Hewan yang berada di Dinas Kelautan

Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur.

- Pelayanan secara aktif ke masyarakat dengan optimalisasi petugas Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner yang ada di lingkungan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur. c. Pengawasan Obat Hewan

- Pengawasan peredaran obat hewan.

- Pembinaan terhadap pemakaian dan peredaran obat hewan. 13) Program Kesehatan Masyarakat Veteriner

a. Pengawasan Pangan Asal Hewan

- Pengawasan peredaran produk pangan asal hewan di pasar tradisional dan supermarket.

- Monitoring cemaran mikroba, kimia dan antibiotik terhadap produk asal hewan.

- Optimalisasi peran RPH dalam pengamanan produk asal hewan. - Pengawasan pemotongan hewan di saat Hari Raya.

b. Pembinaan Pelaku Usaha Pangan Asal Hewan

- Pembinaan teknis terhadap pelaku usaha pemotongan hewan (sapi dan unggas).

- Sosialisasi dan pembinaan pelaksanaan jaminan mutu produk asal hewan terhadap petugas dinas dan pelaku usaha.

(32)

4.2.3. Bidang Kelautan dan Perikanan

1) Kelautan

Garis pantai di wilayah Cianjur bagian selatan membentang sepanjang 75 km, dari Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Sindangbarang, hingga Kecamatan Cidaun. Produksi perikanan tangkap dari laut dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring peningkatan sarana dan prasarana yang telah dibangun dan dimanfaatkan untuk kepentingan nelayan dan masyarakat pesisir. Potensi besar yang dimiliki harus tetap terjaga kelestariannya, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi maupun pembinaan terhadap nelayan dalam penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan.

2) Perikanan Air Tawar

Mengoptimalkan usaha budidaya perikanan air tawar dengan pemanfaatan berbagai jenis areal yang berpotensi untuk budidaya disertai pemilihan jenis ikan yang tepat. Adapun tempat yang dapat dioptimalkan antara lain bekas galian C, kolam air tenang dan keramba jaring apung (KJA).

3) Perikanan Air Laut dan Payau

Kabupaten Cianjur memiliki potensi besar di pesisir selatan untuk kegiatan perikanan budidaya. Perhatian Pemerintah Daerah sangat diharapkan untuk mengupayakan perikanan budidaya air laut dan payau seperti rumput laut dan udang vannamei dengan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dan instansi terkait, seperti membuat kaji terap budidaya udang vannamei skala rumah tangga, menjadi fasilitator antara pembudidaya pembangunan sarana dan prasarana untuk mempermudah akses ke wilayah tersebut.

4) Usaha Pengolahan Hasil Perikanan

Pengolahan hasil perikanan menjadikan peluang untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih baik. Pengembangan usaha diharapkan adanya perhatian dari semua pihak yang berkepentingan guna mengangkat usaha skala mikro bidang perikanan.

(33)

5) Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan a. Petugas Teknis dan Fungsional

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas teknis dan fungsional dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis kelautan, perikanan serta pengolahan hasil perikanan yang diselenggarakan oleh UPTD Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

b. Pelaku Usaha

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan, pembudidaya ikan serta pengolah dan pemasar hasil perikanan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis kelautan, perikanan dan pengolahan hasil perikanan yang diselenggarakan oleh UPTD Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

4.2.4. Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan

1) Pembinaan Kelompok

Untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani agar maju dan mandiri, dilakukan kegiatan pembinaan kelompok yang berkaitan dengan usaha kelautan, perikanan, dan peternakan melalui kegiatan :

a. Penyuluhan teknis kelautan, perikanan, dan peternakan, manajemen usaha dan pemasaran, administrasi kelompok.

b. Lomba kelompok bidang kelautan, perikanan, dan peternakan dengan tahapan : tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

c. Pembinaan kelompok/organisasi profesi bidang kelautan, perikanan, dan peternakan dalam bentuk stimulan untuk membantu roda organisasi dalam rangka pemberdayaan pembudidaya ikan, nelayan, dan peternak.

2) Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan a. Petugas Teknis dan Fungsional

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas teknis dan fungsional dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis kelautan,

(34)

perikanan, dan peternakan yang diselenggarakan oleh UPTD Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertanian.

b. Pelaku Usaha

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan, nelayan, dan peternak dengan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis kelautan dan perikanan yang diselenggarakan oleh UPTD Provinsi Jawa Barat serta UPTD Pusat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertanian.

c. Magang

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan, nelayan, dan peternak, dilakukan melalui kegiatan magang pada instalasi teknis bidang kelautan, perikanan, dan peternakan. Melalui kegiatan magang ini, pembudidaya ikan, nelayan, dan peternak selain mendapatkan teori, juga melakukan praktek sesuai dengan bidangnya.

d. Kunjungan Lapangan

Untuk menambah informasi dan pengetahuan bagi peserta kunjungan lapangan, dan menjadi informasi untuk pembudidaya ikan dan peternak binaannya.

e. Penyuluhan Melalui Radio Siaran Pemerintahan Daerah (RSPD)

Dijadwalkan satu bulan satu kali berupa dialog interaktif dengan pendengar, baik dengan pelaku usaha kelautan, perikanan, dan peternakan maupun pemerhati.

5) Kegiatan Lintas Sektor

- Pembinaan lokasi P2WKSS. - Pembinaan lokasi desa binaan. - Program TMMD.

- Kegiatan lain yang berkaitan dengan kelompok tani dan pemberdayaan masyarakat.

(35)

Program kerja dan rencana kerja pembangunan kelautan, perikanan, dan peternakan tahun 2017 yang telah dijabarkan di atas, didukung dengan anggaran yang bersumber dana dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten, oleh karena itu disusunlah Rencana Kerja Tahunan (RKT) Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur tahun 2017 yang dapat dilihat pada Lampiran 2.

(36)

BAB V

Indikator Kinerja, Dana Indikatif, dan Sumber Dana

yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Program dan Kegiatan

No. Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Prioritas

Daerah Sasaran Daerah

Lokasi (Kecamatan dan

Desa/Kel)

Indikator Program Biaya (Rp. 000) Keterangan Prakiraan

Maju

Kategori Kegiatan (P/SP) Hasil Program Keluaran Kegiatan Hasil Kegiatan

APBD Kab. APBD Prov APBN /DAK SILPA Total KegiatanJenis (L/B) Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target

I. Urusan Pilihan (PERTANIAN)

I Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Pencegahan Penanggulangan Penyakit Ternak Pengembangan agribisnis dan pariwisata Meningkatkan ekonomi sektor agribisnis dan pariwisata Produksi

Hasil Peternakan 78.282ton

1.397.404,00 1.000.000,00 - - 2.397.404,00 B P Populasi Ternak 15.659.968Ekor

Jumlah Akseptor IB Sapi/Kerbau 7.000Ekor Mantapnya Ketahanan Pangan Masyarakat Jumlah Kelahiran Hasil IB Sapi/Kerbau 3.864 Ekor Persentase Kelompok Peternakan yang Dibina 20% Cakupan Pelayanan Kesehatan Hewan 100%

1 Pencegahan danPenanggulangan Penyakit Hewan

Menyebar di seluruh Kecamatan

Sarana dan prasarana

kesehatan hewan 1 paket Menurunnya jumlah ternak yang sakit dan terjaminnya ketentraman batin masyarakat dalam mengonsumsi bahan pangan asal hewan

100% 199.525,00 - - - 199.525,00 L P Peternak yang

terlayani 1.000 RTP Pangan Asal Hewan

(PAH) dan Hasil Pangan Asal Hewan (HPAH) yang terawasi 4 jenis pangan hewani 2 PengembanganTeknologi Inseminasi Buatan Menyebar di seluruh Kecamatan Tersedianya

Semen Beku 4.200 dosis Terlaksananya kegiatan inseminasi buatan 5 komoditas ternak 249.130,00 - - - 249.130,00 B P Straw sapi potong 3.500 dosis

Straw sapi perah 200 dosis

Straw domba 200 dosis Meningkatnya populasi ternak di

masyarakat 1% Straw kambing 200 dosis

Straw kerbau 100 dosis Tersedianya peralatan penunjang pelaksanaan kegiatan IB 5 paket Nitrogen cair 4.200 liter

3 PengembanganAgribisnis Ternak Besar

Kecamatan Agrabinta dan Warungkondang

Sarana dan prasarana pengembangan ternak besar 2 kelompok Meningkatnya produksi ternak ruminansia 5% 499.724,00 - - - 499.724,00 B P Tersedianya ternak

sapi potong 1 kelompok Tersedianya ternak

kerbau 1 kelompok Tersedianya ternak

domba 2 kelompok

4 PengembanganAgribisnis Ternak Unggas

Kecamatan Warungkondang dan Bojongpicung

Sarana dan prasarana

ternak unggas 2 kelompok

99.500,00 - - - 99.500,00 B P Tersebarnya ayam

pelung 1 kelompok Tersedianya ayampelung berkualitas kelompok1 Tersebarnya ayam

Tersedianya ayam

(37)

No. Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Prioritas

Daerah Sasaran Daerah

Lokasi (Kecamatan dan

Desa/Kel)

Indikator Program Biaya (Rp. 000) Keterangan Prakiraan

Maju

Kategori Kegiatan (P/SP) Hasil Program Keluaran Kegiatan Hasil Kegiatan

APBD Kab. APBD Prov APBN /DAK SILPA Total KegiatanJenis (L/B) Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target

5 Pembinaan dan Pengembangan Pemasaran Hasil Peternakan Kecamatan Cipanas dan Kabupaten Cianjur Kelompok pengolah dan pemasar produk olahan peternakan yang terbina

1 kelompok Terbinanya kelompok pengolah dan pemasar produk olahan peternakan

1

kelompok 100.000,00 - - - 100.000,00 B P Promosi komoditas

unggulan peternakan 1 kelompok

6 Penyusunan Data Potensi Pembangunan Peternakan, Perikanan dan Kelautan Menyebar di seluruh Kecamatan Dokumen rumusan kebijakan potensi pembangunan kelautan perikanan dan peternakan 1 dokumen Tersedianya dokumen potensi dan evaluasi pembangunan kelautan perikanan dan peternakan 1 dokumen 150.000,00 - - - 150.000,00 L P 7 Kajian Pengembangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Sukanagara, Pagelaran, Takokak dan Kadupandak Dokumen kajian bidang peternakan dan

kesehatan hewan 1 dokumen

Tersedianya dokumen kajian bidang peternakan dan kesehatan hewan 1 dokumen 99.525,00 - - - 99.525,00 B P 8 Peningkatan Sarana dan Prasarana Instalasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (Banprov) Kecamatan Cipanas, Cianjur, Sukanagara, Sindangbarang, dan Agrabinta

Sarana dan Prasarana Instalasi Peternakan

dan Kesehatan Hewan 5 lokasi

Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja instalasi peternakan dan kesehatan hewan

5 lokasi - 1.000.000,00 - - 1.000.000,00 B P 9 Optimalisasi UPTD Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (DAK) – L Tersedianya kebun rumput pada Balai

Pembibitan Ternak 2 Ha Peningkatan kinerja UPTD UPTD5 - - - 1.268.966,70 1.268.966,70 L P Tersedianya sarana dan prasarana penunjang Balai Pembibitan Ternak 1 paket Tersedianya bangunan

gedung pertemuan dan pemagaran lanjutan Puskeswan Sukanagara 1 paket Tersedianya bangunan gedung RPH 1 paket Tersedianya peralatan RPH 1 paket Tersedianya motor

roda dua 3 unit

II Urusan Pilihan (KELAUTAN DAN PERIKANAN)

II. Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan Peningkatan

Ekonomi MenguatnyaEkonomi Daerah

Produksi Perikanan Budidaya 143.380 ton 399.850,00 1.000.000,00 459.345,00 - 1.859.195,00 B P Produksi Benih

Ikan juta ekor11,02 Tingkat konsumsi ikan kg/kapita26,42 Volume produk olahan hasil perikanan 13,81 ton Persentase Kelompok Pembudidaya 20%

(38)

No. Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Prioritas

Daerah Sasaran Daerah

Lokasi (Kecamatan dan

Desa/Kel)

Indikator Program Biaya (Rp. 000) Keterangan Prakiraan

Maju

Kategori Kegiatan (P/SP) Hasil Program Keluaran Kegiatan Hasil Kegiatan

APBD Kab. APBD Prov APBN /DAK SILPA Total KegiatanJenis (L/B) Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target

1 Pembinaan danPengembangan Perikanan Budidaya Kecamatan Mande, Sindangbarang, Cidaun, dan Agrabinta

Sarana dan prasarana kelompok

pembudidaya ikan 3 kelompok

Tersedianya sarana dan prasarana

budidaya perikanan 3 paket 399.850,00 - - - 399.850,00 L P Benih ikan mas 600 kg

Benih ikan sidat 40 kg Benur udang

vannamei 150.000ekor Pakan pelet tenggelam 8.000 ekor Pakan sidat 2.000 kg Pakan udang vannamei 2.500 kg Peralatan budidaya sidat 1 paket Peralatan budidaya

udang vannamei 1 paket

2

Optimalisasi Sarana dan Prasarana Balai Benih Ikan (BBI) (DAK)

Kecamatan Bojongpicung

Sarana dan prasarana pembenihan di Balai

Benih Ikan 1 UPTD

Meningkatnya produksi perikanan budidaya 4,5% - - 459.345,00 - 459.345,00 L P Tersedianya alat-alat perikanan 1 paket Pemeliharaan

penerangan kolam BBI 1 paket Rehabilitasi aula BBI 1 paket Rehabilitasi

laboratorium kering 1 paket Rehabilitasi kantor

BBI dan rumah dinas 1 paket Tersedianya bak

desinfeksi kendaraan 2 unit Tersedianya kolam

pengolahan air outlet 2 unit Tersedianya saluran

air pasok dan buang 2 unit 3 Peningkatan Sarana dan Prasarana Instalasi Teknis Perikanan (Banprov) Kecamatan Cugenang, Mande, dan Cilaku

Sarana dan Prasarana

Instalasi Perikanan 3 lokasi

Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja instalasi perikanan

3 lokasi - 3.000.000,00 - - 3.000.000,00 B P 4 Optimalisasi Saranadan Prasarana BBI

Jati (DAK) – L - - - 1.162.361,70 1.162.361,70 L P 5 Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan (DAK) - L - - - 8.497,00 8.497,00 L P III. Program Pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Masyarakat Pesisir

Peningkatan

Ekonomi MenguatnyaEkonomi Daerah

Persentase Kelompok Nelayan yang Dibina 20% 286.500,00 - 859.655,00 - 1.146.155,00 B P Hasil Tangkapan dalam Setiap Upaya Penangkapan 1.559 ton

1 PengembanganKawasan Pesisir

Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta

Nelayan yang terbina 5 kelompoknelayan Terbinanya SDMmasyarakat pesisir kelompok5 nelayan

136.500,00 - - - 136.500,00 B P Terpeliharanya

kawasan vegetasi

pantai 1 kawasan Terbentuknya kawasan vegetasi pantai dalam menjaga kelestarian ekosistem wilayah pesisir 1 kawasan Tersedianya tanaman vegetasi pantai - Cemara laut - Ketapang Avicenia 1 paket

(39)

No. Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Prioritas

Daerah Sasaran Daerah

Lokasi (Kecamatan dan

Desa/Kel)

Indikator Program Biaya (Rp. 000) Keterangan Prakiraan

Maju

Kategori Kegiatan (P/SP) Hasil Program Keluaran Kegiatan Hasil Kegiatan

APBD Kab. APBD Prov APBN /DAK SILPA Total KegiatanJenis (L/B) Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target Tolak Ukur Target

2 Peningkatan dan Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan/Tempat Pemasaran Ikan Kecamatan Cidaun

Sarana dan prasarana fisik tempat pelelangan ikan/tempat pemasaran ikan

1 unit TPI

Tersedianya sarana dan prasarana TPI untuk meningkatkan pelayanan

1 unit

TPI 150.000,00 - - - 150.000,00 B P Terbinanya pemasaran

hasil perikanan 10 kelompok

3 PengembanganPerikanan Tangkap (DAK)

Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta

Sarana dan prasarana perikanan tangkap - Perahu/kapal penangkap ikan - Jaring rampus - Coolbox 20 paket 10 unit 150 pcs 20 unit Tersedianya sarana dan prasarana perikanan tangkap 20 Kelompok - - 859.655,00 - 859.655,00 L P JUMLAH 2.083.754,00 4.000.000,00 1.319.000,00 2.439.825,40 9.842.579,40

(40)

Gambar

Gambar 1.  Alur Pikir Penyusunan Rencana Kerja
Tabel  1. Populasi Ternak di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 (data s.d November) Dibanding Tahun 2015
Tabel  2. Perkembangan  Areal  Budidaya  Perikanan  Berdasarkan  Jenis  Usaha  di Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015
Tabel  3. Perkembangan  Produksi  Daging,  Telur  dan  Susu  di  Kabupaten Cianjur Tahun 2016 Dibanding Tahun 2015
+4

Referensi

Dokumen terkait

TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Entitas Induk, yang

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan

Pembuatan film plastik biodegredable dimulai dari pengambilan Pati biji kluwih dengan cara pengupasan, perendaman air garam, dihancurkan, penyaringan, pencucian,

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024) 8508081, Fax. Jabatan : Kepala Sub Bagian (Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian

Hassil akhir dari masing – masing tahap metode penelitian adalah hasil nilai rata – rata maturity level perspektif dan hasil akhir nilai rata – rata maturity

Krim penghalang dapat membantu melindungi area kulit yang terbuka, namun tidak Pelindung mata yang memenuhi standar yang diakui harus digunakan jika hasil evaluasi risiko

Pembangunan / Peningkatan Infrastruktur Kws Permukiman Perdesaan Potensial Kawasan Ayate Distrik Tigi Barat Kabupaten Deiyai2. Ayate 1