EKSISTENSI KEDUDUKAN PIDANA ADAT DALAM RANCANGAN KUHP NASIONAL
Teks penuh
Dokumen terkait
Pasal 28 D ayat (1) Amandemen Undang-undang Dasar 1945 dalam sub mengenai Hak Asasi Manusia, diatur mengenai “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan,
Menimbang, bahwa oleh karena unsur dari Pasal 6 ayat (1) huruf a dan huruf d jo Pasal 1 Sub 1e huruf a dan sub 3e Undang-Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 tentang
“Pemenuhan kewajiban adat setempat atau kewajiban menurut hukum yang hidup dalam masyarakat”, sebagai pidana tambahan dalam RUU KUHP berarti bahwa undang-undang membolehkan hukum
Dalam Pasal 30 ayat (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disebutkan bahwa susunan, kedudukan, hubungan, dan kewenangan Tentara Nasional
- Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 2 ayat (1) yang berbunyi “setiap orang yang secara melawan hukum melakukan
Pembelaan Terpaksa menurut Hukum Pidana Indonesia Pembelaan terpaksa atau noodweer exes telah dibahas pada pasal 49 ayat 1 pada kitab undang-undang hukum pidana yang berbunyi“Barang
Pengakuan terhadap kesatuan masyarakat hukum adat dipertegas melalui ketentuan dalam Pasal 18B ayat 2 yang berbunyi “Negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuan masyarakat hukum
97 Undang-Undang Nomo 1 Drt tahun 1951 disebutkan, bahwa: “Hukum materiil & sipil dan untuk sementara waktupun hukum materiil pidana sipil yang sampai kini berlaku untuk kaula-kaula