Lokasi : Kantor First Resources, Jakarta
Tanggal : 22 November 2013
Waktu : 09.30 – 16.13
Peserta :
1 Izmu Zulfikar – Smart (Chairman – C) 18 Neny Indriyana – FR (NI)
2 Darmawan Liswanto- FFI (CoChairman –CoC) 19 Yohanes Izmy Ryan – AHL (YIR)
3 Bambang Dwi Laksono – FORMISBI (BDL) 20 Peter Lim – BGA (PL)
4 Sunarto – Petani Birawa – (SB) 21 Rizki Lubis – BSP (RL)
5 Rasidi – Petani Birawa (RB) 22 Asrini Subrata – Asian Agri (AS)
6 H. Narno - Petani Amanah (NA) 23 Faizal Amri – Genting (FA)
7 Tajib Ermadi – Petani Amanah (TE) 24 Asril Darusalim – RSPO (AD)
8 Darto Mansuetus – Petani SPKS (DM) 25 Desi Kusumadewi – RSPO (DK)
9 Cahyo Nugroho – FFI (CN) 26 Bremen Yong – RSPO (BY)
10 Dani Rahardian – WWF (DR) 27 Darrel Webber – RSPO (DW)
11 Rizkiasari Yudawinata – WWF (RY) 28 Donald Ginting – FR (DG)
12 Nyoman – Wetlands Int (NW)
13 Telly Kurniasari – Wetlands Int (TK) 14 E. Saepulloh – Sawit Watch (SS) 15 Helen Lumban Gaol – IFC (HL) 16 Yunita Sidauruk – Cargill (YS) 17 Ahmad Seilan – LINKS (AS)
Jam Pembahasan Oleh
Day III
09.30 Untuk kriteria 6.10 tidak terdapat perubahan, bisa digunakan NI 2008 yang lalu: Pihak perkebunan dan pabrik kelapa sawit berurusan secara adil dan transparan dengan petani dan bisnis lokal lainnya.
C
Untuk indicator 6.10.1 karena tidak ada perubahan kalimat dapat menggunakan NI 2008: Harga TBS yang berlaku dan sebelumnya harus tersedia untuk umum
C Indikator 6.10.2 merupakan indicator paling baru yang intinya mengenai bukti penjelasan penetapan harga FFB.
CoC
Ada beda antara mekanisme dengan penjelasan. AD
Masukkan kata penjelasan didalam panduan C
Kesimpulan:
6.10.2 Mekanisme penetapan harga TBS dan input/jasa harus dijelaskan dan
didokumentasikan (bila hal ini berada dibawah kuasa pihak perkebunan atau pabrik).
CoC
Pada indicator 6.10.3, tidak terdapat perbedaan dengan NI 2008 kecuali penambahan kata harus didalamnya.
6.10.3 Bukti bahwa semua pihak memahami kesepakatan kontrak yang mereka lakukan, dan bahwa kontrak-kontrak tersebut adil, legal dan transparan.
C
6.10.4 juga tidak ada perubahan dan sudah merupakan kewajiban perusahaan dalam melaksanakannya.
6.10.4 Pembayaran yang telah disepakati harus dibayar secara tepat waktu.
C
Untuk panduan penggunaan janjangan kosong (jangkos) oleh petani plasma. Apa perlu dipertimbangkan tentang nutrisinya?
PL Berdasarkan pengalaman Jankos bisa diambil langsung dari PKS untuk dibawa ke areal
petani mandiri.
TE Di petani plasma juga seperti itu karena pada prinsipnya jarak antara PKS dengan area
plasma tidak terlalu jauh.
RB Pengambilan janjangan kosong mungkin akan bermasalah untuk petani yang jaraknya jauh dari PKS
SB Tentang harga TBS tadi, perusahaan telah menjelaskan dengan baik berdasarkan hasil rapat NA
tiap seminggu sekali.
Penggunaan kata Zat Gizi sebaiknya ditukar dengan kata Nutrisi CN
Panduan dapat di copy dari versi terjemahan.
Untuk kriteria 6.11 – dapat menggunakan kalimat dari NI 2008 namun pada akhir kalimat tukar dengan bila memungkinkan
6.11 Perkebunan dan pabrik kelapa sawit berkontribusi terhadap pembangunan lokal yang berkelanjutan bilamana memungkinkan.
C
Untuk indicator 6.11.1 ada prioritas “kepentingan masyarakat local” bukan hanya laporan SEIA seperti yang diminta pada NI sebelumnya
AD Indicator ini memang sedang mengarah ke pembangunan local dengan konsultasi
komunitas local
C Kesimpulan :
6.11.1 Rekaman kontribusi perusahaan pada pembangunan lokal berdasarkan hasil konsultasi dengan komunitas lokal harus tersedia.
Panduan nantinya harus mengacu ke 6.1 bukan hanya 6.2 CoC
6.11.2 secara keseluruhan merupakan indicator baru sehingga perlu diambil dari terjemahan.
C
Tolong dirubah kalimat ‘apabila terdapat’ dengan Jika ada petani plasma… CoC
Kesimpulan:
6.11.2 Jika ada petani plasma harus tersedia bukti alokasi upaya, usaha dan sumber daya untuk meningkatkan produktifitas petani plasma.
Panduan dapat menggunakan versi terjemahan. CoC
Dimasukkan kalimat ‘memperhatikan hasil Analisa Dampak Sosial (lihat kriteria 6.1)’ CoC
Peserta rapat harus memperhatikan for National Interpretation yang ada di akhir tiap dokumen. Disana disebutkan harus mengacu kepada parameter nasional yang berlaku.
BDL
Parameter menggunakan peraturan “kepatuhan & kenegaraan” dan perusahaan Negara: UU No.40 tahun 2007 pasal 74.
YS Berdasarkan peraturan tersebut, pada panduan dapat dituliskan “Berdasarkan peraturan negara, perkebunan Negara harus menyertakan xx% kepada pembangunan lokal”
DG
Ambang batas CD terlalu kontraktif jika dituliskan pada pedoman C
P&C dan CSR hubungannya di kriteria 6.11 AD
Apakah bisa dianggap perekrutan tenaga local sebagai bentuk pembangunan local. AD
Tanggung jawab social & lingkungan dalam UU no.40 tahun 2007 Pasal 74 dapat mengacu ke peraturan tersebut
BDL Penting untuk menunjukkan referensi dalam NI yang akan diterbitkan ini. Salah satu
referensi adalah PP No.47 tahun 2012
YS Kesimpulan:
Selain diambil dari versi terjemahan, peraturan harus juga disertakan dalam panduan kriteria ini:
Sesuai dengan UU No 40 tahun 2007 pasal 74 ayat 1 dan 2 dan penjelasannya; PP 47 tahun 2012 pasal 5 ayat 1 dan penjelasannya maka tanggung jawab sosial dan lingkungan wajib dilaksanakan.
Untuk Perkebunan Negara dapat merujuk kepada UU No 19 tahun 2003 dan pasal 9 ayat 1. C
Kriteria 6.12 merupakan kriteria yang sama sekali baru. Dalam hal ini harus dimasukkan dari versi terjemahan:
6.12 Tidak terdapat tenaga kerja illegal sebagai hasil dari perdagangan manusia atau pemaksaan dalam bentuk apapun
CoC
Kejadian dalam kriteria ini 6.12 bukan terjadi hanya di Malaysia tetapi di Indonesia juga ada.
SS 6.12.1 juga merupakan indicator baru sehingga dapat digunakan dari versi terjemahan
yaitu: Harus tersedia bukti tidak terdapat tenaga kerja illegal sebagai hasil dari perdagangan manusia atau pemaksaan dalam bentuk apapun.
C
Bagaimana membuktikan tidak terdapat tenaga kerja illegal? AS
Jam Pembahasan Oleh dll
Sebaiknya dimasukkan dalam pedoman spesifikasi 6.12.1 mengenai bukti tidak terdapat tenaga kerja illegal. Berdasarkan pengamatan Sawit Watch hal ini masih dilakukan peserta RSPO, namun RSPO sering tutup mata akan nasib tenaga kerja ini
SS
6.12.2 juga merupakan indicator baru mengenai Substitusi kontrak. Sebaiknya diambil dari versi terjemahan:
Apabila dapat diterapkan, harus ditunjukkan bahwa tidak terjadi substitusi kontrak.
C
Penjelasan kata subtitusi kontrak harus diperjelas dalam panduan DM
6.12.3 sepenuhnya merupakan kriteria yang baru dan dapat dituliskan dari versi terjemahan:
Apabila memperkerjakan tenaga kerja migran/asing atau honorer, tersedia kebijakan dan prosedur-prosedur tenaga kerja khusus serta bukti
implementasinya.
C
Untuk panduan 6.12.3 digunakan saja peraturan UU No.13 tahun 2003, semua hal tentang tenaga kerja sudah masuk didalamnya.
AD
Perlu dipertimbangkan juga UU No.19 Tahun 2013 C
Untuk paspor-paspor memang hanya diserahkan pada imigrasi, tidak boleh diserahkan ke perusahaan.
AD Panduan juga perlu membahas definisi pekerja temporer; pekerja migran; kebijakan tenaga kerja khusus; substitusi kontrak; dan upah hidup layak.
CoC Untuk 6.13 menggunakan versi terjemahan karena merupakan indicator baru.
Pengusaha perkebunan dan pabrik kelapa sawit menghormati hak asasi manusia.
CoC Pada indicator 6.13.1 juga merupakan indicator yang sama sekali baru sehingga digunakan versi terjemahan:
Harus tersedia kebijakan untuk menghormati Hak Azasi Manusia dan dikomunikasikan ke seluruh pekerja dan tingkatan operasi.
CoC
Kalimat lihat kriteria 1.2 dan 2.1 dan 6.3 dimasukkan kedalam panduan saja. C
Untuk peraturan nasional dapat digunakan UU HAM No 39 tahun 1999 YS
Panduan dapat menggunakan versi terjemahan dengan memasukkan peraturan nasional sebagai panduan khusus.
13.00 Presentasi
Bapak Nyoman Suryadiputra
NW 13.30 Presentasi
Peter Lim
PL
Prinsip 7: Pengembangan penanaman baru yang bertanggung jawab C
Kriteria 7.1 tidak mengalami perubahan dengan NI 2008 sehingga dapat digunakan kembali :
Analisis dampak sosial dan lingkungan secara mandiri, partisipatif, dan komprehensif dilaksanakan sebelum pembangunan perkebunan atau operasi baru, atau perluasan perkebunan yang sudah ada, dan hasilnya diperhitungkan dalam perencanaan, pengelolaan dan operasi perusahaan.
C
Indikator 7.1.1 menambahkan kalimat SEIA dan relevan CoC
Dapat digunakan kalimat dari versi terjemahan saja:
7.1.1 Analisis dampak sosial dan lingkungan yang independen (social and environmental impact assessment atau SEIA) yang dilaksanakan melalui metodologi yang partisipatif termasuk melibatkan pemangku kepentingan yang terkena dampak, harus
didokumentasikan.
C
7.1.2 juga mendapatkan penambahan harus dikembangkan CoC
Untuk konkritnya dapat digunakan versi terjemahannya saja:
Rencana pengelolaan dan prosedur operasional yang benar harus disusun dan
diimplementasikan untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif potensial yang telah diidentifikasi.
C
Dalam 7.1.3 tidak terdapat perubahan jika dibandingkan dengan NI 2008 yang lalu kecuali penambahan kata harus
Sepertinya perlu penjelasan lebih lanjut tentang apa itu outgrower, apakah beda dengan smallholder?
CoC Outgrower – pemilik kebun mandiri yang bisa berupa perusahaan, koperasi, petani
individual, selama mereka menjual hasilnya ke perusahaan.
C
Outgrower is excluded the independent smallholder. DW
outgrower sudah ada arti padanannya di Peraturan Indonesia YS
perubahannya hanya “should be” YIR
Jangan outgrower hanya berfokus pada koperasi dan group smallholders. Hal yang paling sering terjadi adalah kerjasama konteks perusahaan < 3000 ha yang tidak umumnya tidak punya PKS sehingga harus titip olah di PKS perusahaan lain.
DM
Saat buka kebun, kita buat AMDAL sendiri, jangan perusahaan dibebani yang bertanggung jawab AMDAL dari perusahaan mitra. Mereka harus membuat AMDAL sendiri.
C
Bukan seperti itu, lebih dengan mengingatkan kepada perusahaan mitra apabila mereka ingin bekerja sama maka perusahaan tersebut harus taat hukum dengan salah satunya memiliki dokumen lingkungan.
GC
SEIA report melihat adanya peluang dan resiko dari usaha masyarakat sekitar. Rencana kelola social harus mencakup program apabila ada outgrower potensial. Hal ini tidak terjadi dengan tiba-tiba.
NI
Hal tersebut harus disiapkan jauh hari PL
Tulis saja petani plasma – bukan outgrower CoC
Karena nantinya pola scheme smallholder akan mulai dilaksanakan di masa depan, hal ini akan menjadi penting.
DM
lebih luas dari sekedar plasma
Jika dalam rencana akan dijadikan mitra, baik itu perusahaan lain, plasma atau pola lainnya maka perlu buat SEIA, HCV dan SIA yang mencakup areal tersebut.
YIR
Kesimpulan:
7.1.3 Ketika pembangunan yang meliputi skema outgrower, dampak dari skema dan implikasi dari manajemennya dalam penyusunan Analisa Dampak Sosial dan Lingkungan harus diperhatikan secara khusus.
Tolong diperjelas apa maksud kata “benar” dalam 7.1.2 AD
Sudah clear dalam panduan CoC
Dalam panduan perlu di kumpulkan dari peraturan untuk luasan areal yang dapat melakukan analisa independen.
BDL
Dalam peraturan negara, 5 ha untuk perorangan – HGU dan 25 ha minimum untuk Badan Usaha.
Kiki WWF
HCV tidak ada ketentuan luas minimal, semua masih bisa dilakukan sendiri. C
Thailand gunakan 500 ha karena referensi dari petani plasma YIR
Berapapun luasnya, harus ada Assesment yang memberikan batasan tersebut seperti penentuan review sebelumnya.
CoC Generic yang lama sebenarnya sudah dikemukan.
Sebelum AMDAL hubungi terlebih dahulu KLH, apakah perlu AMDAL atau UKL-UPL saja.
YIR
Jam Pembahasan Oleh
UU P.Lingkungan No.32 tahun 2009 DR
SEIA – sesuai peraturan yang berlaku
HCV assessment: 3000 ha dilakukan internal saja.
BDL
Apa harus pakai batasan di HCV assessment. Hilangkan saja batasannya NI
HCV is included on SEIA. PL
Spirit awalnya NKT adalah independent, dengan mendaftarkan diri sebagai assessor di HCV network. Jika didalam perusahaan ada orang yang terdaftar sebagai assessor maka hanya diperlukan peer review dengan konsumsi waktu dan biaya yang lebih rendah.
YIR
Dalam prakteknya setiap perusahaan sudah punya Tim NKT sendiri, tinggal memerlukan pengesahan dari assessor terdaftar.
NI
Apa yang dimaksud dengan New Planting new planting juga meminta threshold
CoC
NPP tidak disebutkan luasan minimum. YIR
Disarankan tetap ditetapkan luasan bagi kawasan yang disebut areal baru. AS
Apakah luasan HCV masih perlu ditetapkan? NI
HCV ada di 7.3 tidak perlu dibahas pada 7.1 secara khusus YIR
Copy dari guidance, bawa ke panduan 7.3
Untuk areal pengembangan baru, diperbolehkan untuk melakukan analisis internal penilaian HCV dan SEIA.
Untuk penilaian HCV, dapat dilakukan secara internal sepanjang memenuhi persyaratan kompetensi HCV assessor RSPO dan melalui proses peer-review independen.
CoC
ada dua hal berbeda, Bu NI memandang dari audit NPP sedangkan dalam 7.1 adalah untuk sertifikasi P&C RSPO
C
7.1 adalah “Comprehersive Dokumen” YIR
Credibility dari NI perlu dipertimbangkan. Kalau kita (peserta rapat) ingin lebih tinggi dari peraturan yang ada. Its OK, berarti harus Beyond the law.
CoC
Nantinya public comment kita terima peraturan yang diperlukan . YIR
Kesimpulan:
Dalam panduan akan dimasukkan daftar sekitar 7 peraturan pemerintah yang berlaku tentang AMDAL oleh FORMISBI
C
Untuk kriteria 7.2 tidak terdapat perubahan dalam kalimat dibandingkan dengan NI 2008 sehingga dapat digunakan:
Survai tanah dan informasi topografi digunakan untuk merencanakan lokasi
pengembangan perkebunan baru dan hasilnya digabungkan ke dalam perencanaan dan operasi
C
7.2.1 mendapatkan tambahan kata harus didalamnya CoC
Normalnya survey tanah harus lebih dulu lalu didapatkan kesesuaian lahan. PL
Setuju dengan Pak Pieter. kesimpulan:
7.2.1 Tersedianya rekaman kesesuaian lahan sebagai hasil dari survei tanah.
CoC
Untuk indicator 7.2.2 terdapat tambahan pertimbangan drainase dalam rencana dan operasi.
CoC Dapat diambil dari versi terjemahan saja:
Tersedia bukti penggunaan Informasi topografis yang memadai untuk menjadi acuan
perencanaan drainase, jalan dan infrastruktur lainnya.
Rapat dilanjutkan pada 11 sd 13 Desember 2013 dengan menghadirkan Government Body. Kemenaker
KLH BPN Ditjenbun Kementan
Tempat akan didiskusi kemudian.
C
16.13 Akhir Pertemuan
Dibuat Oleh:
Bambang Dwi Laksono F O R M I S B I