FAKTOR PENYEBAB MARAKNYA JUDI TOGEL ( STUDI KASUS: MASYARAKAT JORONG V KENAGARIAN TARUNG-TARUNG
KABUPATEN PASAMAN) Oleh:
Iwilda Astuti.1,Adiyalmon S, Ag, M.Pd.2, Rinel Fitlayeni, MA.3 Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
Iwilda Astuti, 09070174, Skiripsi's title, Its Glow causal factor Numbers Pool Gamble( Case study: Jorong's society V kenagarian Tarung Tarung Pasaman's Regency. Paper, Studi's program Sociology Education, college of teacher training and education (stkip) pgri west sumatera padang 2014
This research backgrounded by a lot of it numbers pool gamble case at Jorong v kenagarian Tarung Tarung Pasaman's Regency. Up to 1 the last year, this case increase in the middle of society. The purposes of this research to description 1). Numbers pool gamble causal factor and 2). Describing disfungsi society social control to numbers pool gamble at Jorong v kenagarian Tarung Tarung Pasaman's Regency. Theory that is utilized is Cognitive fenomenology. Based on Alfred Schutz Observational method that is utilized in this research is kualitatif's approaching with descriptive observational type to figure problem that is analyzed. Informan take utilized by purposive is sampling one that total 20 person. Kinds of data are primer and sekunder data. Data collected by uses interview, observation, documentation and with use tools as guidance of interview, book, pen, handphone. After data was gotten, analyzed by data reduction, data display, and make conclusion. This observational result cast that 1). Causal factor flares up pool Gamble a). Assumption numbers pool gamble as helping b). Higher unemployment c). Economic’ factor d). Practical and safe of supervisor, e). Addiction factor, f). Environmental factor, 2). Disfungsion controls society social to Numbers Pool Gamble at Jorong v kenagarian Tarung Tarung Pasaman's Regency at causes, a ). Insufficiently commanding agency government in tackling aught gamble problem, b). Its sanction is demulcent which sanction that at issues as warning, rebuke doesn't make gamblers perceives intimidated to do that thing, c). Insufficiently specificity, warning that at issues by chairman, ninik mamak and deal among police agency with commanding agency is not walking in proper order, so this gamble activity still walking even experience step-up.
Keyword : Gamble, society.1 Iwilda astuti1.Mahasiswa stkip pgri sumbar. Adiyalmon S,Ag,M.Pd 2.pembimbing 1 Rinel Fitlayeni MA3.Pembimbing 2
PENDAHULUAN
Perilaku menyimpang adalah suatu tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Berjudi merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Hal ini dikarenakan berjudi mempertaruhkan harta atau nafkah yang seharusnya dapat dimanfaatkan, seorang yang gemar berjudi akan malas dan hanya berangan-angan mendapatkan banyak uang dengan cara-cara sebenarnya tidak pasti.
Judi merupakan salah satu kegiatan ilegal dan dilarang di Indonesia, artinya aktivitas ini jika dilakukan dapat dikenai sanksi hukum. Menurut Hukum Judi Indonesia Dalam pasal 2 ayat (1) UU.No.7 1974 menjelaskan 8 bulan penjara atau denda setinggi-tingginya 90.000 rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya 25 juta rupiah. Didalam pasal 303 ayat (1)-1 Bis KUHP dan pasal 303 ayat (1)-2 KUHP memperberat ancaman hukuman bagi mereka yang mempergunakan kesempatan, serta turut serta main judi, diperberat menjadi 4 tahun penjara atau denda setinggi-tingginya 10 juta rupiah dan ayat (2)-nya penjatuhan hukuman bagi mereka yang pernah dihukum penjara berjudi selama-lamanya 6 tahun atau denda setinggi-tingginya 15 juta rupiah.
Judi adalah suatu pelanggaran dalam masyarakat yang disebabkan oleh kebiasaan masyarakat dan merupakan perilaku menyimpang yang sudah menjadi tradisi dalam masyarakat, seperti main domino, koa, togel, dan lain sebagainya. Permainan judi togel sejenis dengan nalo dan
lotto, hadiah lotre buntut nalo, diambil dari dua angka terakir dari nomor nalo, sedangkan butut lotto mengambil dua angka terakir dari enam buah angka yang keluar sebagai hadiah lotto, karena itu disebut dengan lotre butut. Pemasang taruhan harus menebak salah satu angka 0 sampai 99, jika nomor mengena ia akan dibayar 65 kali dari uang taruhannya bagi buntut nalo: dan 60 kali bagi buttut lotto. (Kartini, 1992: 70).
Permainan judi terdapat unsur-unsur minat dan pengharapan yang makin meninggi, juga terdapat unsur ketegangan, disebabkan oleh ketidakpastian untuk menang atau kalah. Situasi seperti ini membuat adrenalin semakin meningkat dan makin gembira: menumbuhkan efek-efek yang kuat dan rangsangan besar untuk betah main. Ketegangan makin memuncak bila dibarengi dengan kepercayaan animistik pada nasib peruntungan. Kepercayaan sedemikian ini tampaknya anakhronistik ( tidak pada tempatnya karena salah waktu), tidak heran masih banyak melekat pula pada orang modren zaman sekarang, sehingga nafsu berjudinya tidak terkendali, dan jadilah mereka penjudi-penjudi profesional yang tidak kenal rasa jera (Kartini, 1992: 59)
Seperti halnya yang terjadi di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman, selama kurun waktu 1 tahun terakhir kasus judi togel yang ada di Jorong V Kenagarian Kabupatan Pasaman semakin meningkat di tengah masyarakat. Yang mana jumlah penduduk jorong V berjumlah 3864 orang dan separoh dari masyarakatnya ikut melakukan permainan judi togel. Masyarakat sepertinya tidak lagi mempersoalkan aktivitas judi togel ini sebagai suatu
kegiatan yang menyimpang dan membiarkannya begitu saja terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan judi togel di daerah ini berpotensi menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat dan menjadi ancaman nyata terhadap norma–norma sosial di masyarakat dan berbagai aspek lainnya yang dapat menimbulkan masalah individual maupun sosial.
Hasil wawancara dengan Bapak Husen Kepala Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman, didapat bahwa dari tahun 2010 sampai 2013 terjadi peningkatan dalam kasus judi togel, yang mana pada tahun 2010 hanya ada 3 warung yang dijadikan tempat judi, namun pada saat sekarang ini sudah ada 12 warung yang dijadikan tempat terjadinya judi. Sedangkan penjudi yang tertangkap tahun 2010 ada 6 orang penjudi, dan tahun 2011 ada 5 penjudi yang tertangkap, dan tahun 2012 ada 8 orang yang tertangkap dan total penjudi yang tertangkap dari tahun 2010 sampai 2012 ada 19 orang yang ditangkap aparat kepolisian setempat dan hukuman penjara selama 4 bulan.
Berdasarkan data observasi awal yang peneliti dapatkan di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman dari dua warung yang penulis lihat bahwa permainan togel ini dilakukan pada malam hari mulai dari jam 19.00-21:00 WIB batas pemasangan dan hasil atau angka yang keluar jam 23:00 WIB. Apabila nomor yang dipasang keluar, maka uang yang dipasangkan akan berlipat ganda. Contohnya, Apabila seseorang memasang nomor togel yang hanya mengeluarkan uang 1000 rupiah untuk dua angka, maka uang 1000 tadi akan berlipat menjadi 60.000 rupiah jika nomor yang dipasang keluar dan orang
tersebut dinyatakan menang dalam permainan tebak angka dalam permainan togel, dan hal tersebut membuat warga menjadi kecanduaan untuk memasang nomor togel.
Pemain judi togel itu sendiri tidak lagi mempersoalkan aktivitas judi togel ini sebagai suatu kegiatan yang menyimpang dan membiarkan nya saja terjadi di tengah masyarakat, permainan judi itu tidak lagi memandang dari segi umur baik muda maupun tua, semuanya sudah sama saja. Termasuk juga remaja yang umurnya berkisar 17 tahun, ( masih menduduki bangku sekolah ) mereka juga ikut terpengaruhi dengan permainan judi togel yang ada dalam Masyarakat Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung, semulanya mereka hanya mendengar dari mulut orang pemain judi togel tersebut, kemudian mereka coba-coba dan sampai kecanduan, dan tanpa disadari permainan judi togel yang ada di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung menjadi ancaman nyata terhadap masyarakat dan generasi muda atau potensil terhadap norma-norma sosial sehingga bisa mengancam berlangsungnya ketertiban sosial. Dan harus ada jalan penyelesaiannya agar kasus judi togel dapat dihentikan dan tidak berdampak buruk terhadap masyarakat atau generasi selanjutnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti merumuskan penelitian ini dalam bentuk pertanyaan penelitian yaitu :
1. Apa Faktor maraknya Judi Togel dalam Masyarakat Jorong V di Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman ?
2. Kenapa Disfungsi Kontrol Sosial Masyarakat terhadap Judi Togel di
Jorong V Kenagariaan Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman ?
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mendeskripsikan faktor
penyebab Judi togel dalam Masyarakat Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman.
2. Untuk mendeskripsikan Disfungsi Kontrol Sosial terhadap Judi Togel dalam Masyarakat Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman.
Manfaat Penelitian
1. Manfaat Akademik: Secara akademis penelitian ini diharapkan untuk memperkaya kajian sosiologi terutama perilaku menyimpang dan dapat juga memberi masukan bagi peneliti lain yang ingin mengkaji masalah yang senada dengan peneliti.
2. Manfaat Praktis: Penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan terutama bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi masalah ini
METODE
Pendekatan dalam penelitan ini adalah pendekatan penelitian kualitatif, Tylor dan Bagdan metode kualitatif pada dasarnya kata-kata dan perbuatan manusia atau kelompok manusia, itulah sifat data yang dikumpulkan, cara analisanya mencari atau membangun pola penelitian untuk memecahkaan masalah dan mencari jawaban atau pertanyaan-pertanyaan. Penelitian, dilakukan mulai saat pengumpulan data saat penulisan laporan (Afrizal, 2008:17).
Sebagaimana diungkapkan Bogdan dan Tyler yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sementara Kirk dan Miler mendefenisiskan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristiwanya ( Moleong, 2008: 3).
informannya dalam penelitian ini yaitu :
1. Masyarakat yang lahir dan tinggal di jorong V Kenagarian Tarung-Tarung.
2. Penjudi yang berumur 20 ke atas 3. Tokoh masyarakat seperti, Ninik
Mamak, kepala Jorong , ketua pemuda
Dalam penelitian ini yang menjadi informanya adalah 14 orang penjudi togel, masyarakatnya 3 orang, Ninik Mamak 1 orang, dan 1orang Kepala Jorong.
Pengumpulan data dilakukan melalui 3metode yaitu :
1.Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data dimana penelitian mencatat langsung pengalaman yang disaksikan selama penelitian. Untuk melakukan observasi partisipasi dituntut seorang peneliti harus berperan serta dalam kegiatan atau aktifitas subjek yang sesuai dengan tema atau fokus masalah yang dicari jawabannya (Iskandar, 2009:214). 2.Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang
memeberikan jawaban atas pertanyaan itu
(Moleong,2008:186). 3.Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen. Dalam penelitian sosial, fungsi data yang berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara (Basrowi dan Suwandi, 2008: 158).
Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Huberman ( Afrizal, 2008:83-85). 1. Pengumpulan data. 2. Reduksi data. 3. Penyajian data. 4. Penarikan kesimpulan. HASIL PENELITIAN
A. Penyebab Maraknya Judi Togel 1. Anggapan bahwa Judi Togel
sebagai Penolong
Kesenjangan sosial masih dominan, perjudian jenis togel dan judi kelas bawah lainnya tak akan hilang dari negeri ini hingga akirnya menjadi penyakit masyarakat, beban hidup yang semakin berat ditambah sulitnya mencari pekerjaan. Warga kelas bawah bertaruh dengan angka-angka judi demi meraih mimpi dapat untung besar, maraknya kembali perjudian tersebut dengan modal sedikit, maka iming-iming bakal memperoleh uang yang menurutnya bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Berdasarkan pernyataan di atas jelas bahwa alasan masyarakat melakukan judi togel tersebut di sebabkan sulitnya untuk mencari uang
demi menghidupi keluarganya, dan berangan-angan dengan main judi dapat membantu mereka dalam kesulitan hidupnya, kondisi ini berangkat dari pengalaman mereka sebelumnya, dimana sewaktu mereka tidak punya uang mereka memengkan judi togel sehingga ini di anggap sebagi dewa penolong. Kondisi ini berlangsung terus menerus di tambah pula tempat diadakan judi tersebut sudah semakin banyak sehingga lebih memudahkan mereka untuk melakukan permainan judi togel dan bisa mendapatkan uang yang banyak dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah tanpa harus kerja ngojek yang penghasilannya hanya kecil buat kebutuhan sehari-hari aja susah untuk mencukupinya, sehingga mereka melakukan judi tersebut dan mereka merasa tertolong dengan adanya judi togel dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka yang susah untuk di dapatkan.
2. Tingginya Tingkat Pengangguran Tingginya tingkat penganguran sangat berpengaruh terhadap masyarakat dari 3864 orang jumlah penduduk jorong V sekitar 966 orang tidak mempunyai pekerjaan, karena semakin banyaknya pengangguran maka akan semakin banyak pula terjadi penyimpangan. Seperti yang terjadi di daerah jorong V Kenagarian Tarung-Tarung sebagian dari masyarakatnya hanya berpendidikan rendah dan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, sehingga sulitnya bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan memperoleh uang untuk menghidupi anak dan istrinya, sulitnya mendapatkan pekerjaan dan beban hidup yang semakin berat membuat
mereka habis pikir dan sampai-sampai melakukan judi togel tersebut demi memperoleh uang.
Pemahaman masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan ini dilatar belakangi oleh pendidikan yang rendah dan kurangnya pengetahuan, rata rata yang melakukan judi togel tersebut tamatan SD dan SMP, karena pendidikan dan pengetahuan yang rendah sulit bagi mereka untuk mencari pekerjaan yang layak demi memenuhi kebutuhan sehari-hari 3. Faktor Ekomoni
Berdasarkan hasil temuan di lapangan keluarga penjudi tersebut memiliki 2 sampai 3 orang anak, pendapatan mereka dalam sehari hanya Rp. 50.000 itu pun terkadang ada kadang tidak tergantuang pekerjaan terkadang sudah banting tulang seharian kerja namun tidak juga mencukupi pengeluaran mereka melebihi dari pendapatan yang mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengadu nasib atau keberuntungan adalah suatu alasan mereka tertarik melakukan judi togel dan adanya suatu harapan yang menyebabkan jiwa pelaku judi togel hidup dalam angan-angan dan merasa menang dan berharap main judi bisa mendatangkan tambahan uang pemasukan.
4. Praktis dan lebih aman dari pengawas
Pemahaman masyarakat seperti itulah yang cenderung melakukan perilaku menyimpang seperti kegiatan perjudian, karena mereka beranggapan dengan perkembangan zaman pada saat sekarang ini dengan adanya alat komunikasi yang memudahkan sebagian dari masyarakat melakukan perjudian merasa mudah dan gampang tanpa harus pergi ke tempat dimana di
adakan perjudian, untuk melakukannya judi togel tersebut mereka hanya tinggal telpon atau ngirim sms saja dan pandai-pandai kita memain kan perjudian tersebut agar tidak sampai ketahuan oleh aparat. 5. Faktor ketagihan masang judi togel
Ketagihan merupakan salah satu faktor pendorong bagi seseorang untuk terus melakukan perjudian, dan disertai rasa penasaran yang sangat besar yang ada dalam diri seseorang, sehingga membuat perjudian tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari apalagi disaat melakukan perjudian, timbul nya rasa ingin menang dalam bermain judi, hal ini membuat seseorang semakin ketagihan dalam melakukan perjudian, sampai-sampai sebagian dari masyarakat yang melakukan judi merasa melakukan judi togel itu sebagai pelengkap dalam dirinya dan merasa rugi serta ada yang kurang dalam dirinya kalau dalam sehari tidak melakukan judi togel, dan tidak akan merasa tenang disaat bekerja, judi bisa membuat seseorang lupa akan tanggung jawabnya dan hari-harinya dihabiskan di meja judi, mereka melakukan judi semenjak sulitnya mencari pekerjaan dan sulitnya mendapatkan uang, sehingga mereka ikut-ikutan melakukan judi togel dan mereka pernah memenangkan judi tersebut dan pernah mendapatkan uang yang lumayan besar dan hal tersebut yang membuat mereka ketagihan untuk melakukan judi itu lagi dan berharap dapat memenagkan judi itu kembali.
6. Faktor lingkungan
Perilaku menyimpang dapat terjadi dimanapun dan dapat dilakukan oleh siapapun, sepanjang perilaku menyimpang terjadi keseimbangan
dalam masyarakat akan terganggu, banyaknya kejahatan di lingkungan masyarakat menunjukkan adanya pelanggaran nilai dan norma. Di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung telah banyaknya warung tempat terjadinya judi, yang dahulunya warung yang tersedia tempat main judi hanya 3 warung, namun sekarang sudah ada 12 warung tempat terjadinya judi, selain tempat terjadinta judi togel di warung tersebut juga ada yang menjual minum-minuman keras awalnya sebagian dari masyarakat yang melakukan perjudian itu cuma sekedar melihat-lihat orang main yang ada dilingkungan tempat tinggal saja, karena keserigan melihat orang yang melakukan judi tersebut ada rasa ingin coba-coba dan akirnya ketagihan melakukan judi togel.
B. Disfungsi Kontrol Sosial Masyarakat terhadap Judi Togel di Jorong Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman
Dalam Masyarakat di Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung itu tidak semuanya yang beruntung mendapatkan pekerjaan demi untuk mendapatkan uang, sebagian masyarakatnya bekerja serabutan seperti bekerja di sawah, jadi tukang ojek, sopir, kuli bangunan dan jadi pembantu rumah tangga semua pekerjaan itu mereka lakukan demi untuk mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena sulitnya mencari uang sebagian dari masyarakat Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung sampai ada yang terjerumus dan rela mendapatkan uang dengan cara yang tidak baik, seperti main judi. Apalagi di daerah Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung untuk sekarang ini kasus judi sudah
meracuni sebagian dari masyarakat yang ada, bagi yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap atau hanya bekerja serabutan. Mereka sampai rela melakukan untuk mendapatkan uang walaupun mereka tahu bahwa uang yang diperoleh melalui judi itu tidak baik tetapi kondisi memaksa melakukannya untuk mendapatkan uang.
Artinya terdapat disfungsi yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
1. Kurang Keseriusan
Didaerah Jorong V Kenagarian Tarung-Tarung banyak terjadi judi togel yang bisa mempengaruhi generasi muda di daerah tersebut, sejauh ini masalah judi semakin meningkat di tengah-tengah masyarakat, yang disebabkan kurang keseriusan dalam menanggulangi masalah judi yang ada.
untuk menanggulagi masalah judi ditengah masyarakat telah terjadi kerja sama antara aparat pemerintah jorong dengan aparat kepolisian, kenyataannya kerja sama tersebut tidak berjalan sebagai mestinya karena salah satu dari pihak juga ikut terlibat dalam aktivitas tersebut yaitu aparat kepolisian, akibatnya masyarakat tidak takut melakukan judi tersebut. Ketua pemuda juga berusaha memberikan peringatan agar tidak melakukan berjudi, artinya bagi siapa yang melakukan judi dan sampai tertangkap, maka mereka akan lepas tangan dan tidak mau tahu.
2. Sanksinya Ringan.
Selain Aparat Polisi, ketua Pemuda Ninik Mamak juga memberikan peringatan serta menerapkan beberapa sanksi agar masalah ini bisa minimalisir dalam masyarakat salah satunya yaitu bagi
yang ketahuan atau kedapatan sedang main judi oleh orang yang di tuakan di daerah Jorong V tersebut maka sangsinya terhadap orang yang melakukan judi akan dikeluarkan dari adat.
Peringatan yang dikeluarkan oleh Ninik Mamak bukan keputusan dari salah satu pihak, tapi hasil kesepakatan bersama dengan masyarakat, jika melanggar baik anak maupun kemenakan akan dikeluarkan dari adat melalui peringatan pertama, kedua dan ketiga. Kenyataannya peringatan yang dikeluarkan tidak membuat efek jera atau ketakutan bagi penjudi, hal ini disebabkan ada anggapan bahwa sanksi yang di berikan tidak berjalan dengan semestinya.
3. Kurang Ketegasan
Peringatan yang dikeluarkan oleh Ketua Pemuda, Ninik Mamak serta kesepakatan antara Polisi dan Aparat Pemerintah tidak berjalan dengan semestinya selain kurang keseriusan, sanksinya ringan serta kurang ketegasan juga menjadi salah satu penyebab disfungsi atau tidak berjalannya kontrol sosial artinya ada anggapan bahwa peringatan tersebut kurang tegas akibatnya aktivitas judi ini masih berjalan bahkan mengalami peningkatan, ini berangkat dari realita yang terjadi jika aparat polisi, pemerintah, ninik mamak, ketua pemuda ada yang melihat masyarakat yang melakukan aktivitas tersebut bukannya diberi sanksi hanya ditegur saja.
KESIMPULAN
Berdasarkan permasalahan diatas maka dapat di ambil kesimpulan yaitu: 1. Penyebab munculnya judi togel
dalam Masyarakaat Jorong V
Kenagarian Tarung-Tarung Kabupaten Pasaman dikarenakan : a) Anggapan Judi Togel itu sebagai Penolong yang untuk mendapatkan uang dengan mudah,. b) Permainan Judi Togel itu lebih praktis dan aman dari pengawas karena main judi togel bisa melalui handphon, c) Tingginya tingkat pengangguran rata-rata yang ikut tidak berkerja, d) Faktor ekonomi, kesulitan mencari uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga mereka melakukan aktivitas ini, e) ketagihan untuk mengulangi kembali akibat pernah memenangkan permainan ini, f) Lingkungan yang kurang baik seperti main judi togel akan
mempengaruhi generasi
selanjutnya.
2. Disfungsi Kontrol Sosial disebabkan; a) Kurang keseriusan, aparat pemerintah jorong tersebut kurang keseriusan dalam menanggulagi masalah judi yang ada, bahkan ada sebagian dari aparat pemerintah tersebut yang ikut melakukan judi yang ada, sehingga masayarakat tidak takut untuk melakukan judi, b). Sanksinya ringan yang mana sanksi yang di keluarkan seperti peringatan, teguran tidak membuat para penjudi merasa jera untuk melakukan hal tersebut, c) kurang ketegasan, peringatan yang di keluarkan oleh ketua pemuda, ninik mamak serta kesepakatan antara aparat polisi.
DAFTAR PUSTAKA Buku:
Afrizal. 2008. Pengantar Metode
Pengertian Sampai Penulisan Laporan. Unan:
Labndoratorium Sosiologi FISIP Unand.
Bungin, Burhan. ( Ed). 2001. Metode
Penelitian Kualitatif. PT. Raja
Grafindo Persada.
Basrowi dan Suwandi, 2008.
Memahami Penelitian
Kualitatif. Jakarta: Rineka
Cipta.
Elly M.Setiadi dan Usman Kolip. 2010. Pengantar Sosiologi.
Bandung
Hasbullah. 2006. Dasar-Dasar Ilmu
Pendidikan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Peersada.
Iskandar.2009. Metodologi penelitian
pendidikan dan sosial
(Kuantitatif dan kualitatif).
Jakarta: Gaung Persada Press. Kartini, Kartono. 1992. Patologi
Sosial Jilid 11 : Kenakalan
Remaja. Jakarta :PT Raja
Grafindo persada
Koetjaraningrat. 1996. Pengantar
Antropologi 1,Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Koetjaranigrat. 2010.Pengantar
sosiologi ,Jakarta : PT Rineka
Cipta
Lexi J. Moleong.2008. Metodologi
Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja
Rosdakrya
Nazsir, Nasrullah. 2008. Teori-Teori Sosiologi. Bandung: Widya Padjadjaran.
Miles B. Mathew dan A.Huberman Michael. 1992. Analisis Data
Kualitatif. Jakarta: Universitas
Indonesia Prers
Moch Anwar. 1986. Hukum pidana
bagian khusus jilid II.
Bandung: PT Alumni
Paloma, margaret. 1997. Sosiologi
Kontemporer. Jakarta: PT Raya
Grafindo Persada.
Panuh Helmi, 2012. Peran
Kesepakatan Adat Nagari.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi .Yogyakarta: Pustaka Pelajar Internet:
.www. Judi togel dan masyarakat. Com. diakses 15 agustus 2013. www.bentuk-bentuk judi.com.diakses 24 agustus 3013.
Skiripsi
Harfian Ari. 2011. (Skiripsi) Judi togel
terselubung melalui
Handphon Studi Kasus
Masyarakat nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara
Syafrudin .2012. (Skiripsi) Mahasiswa
dan perjudian Studi Kasus di