STANDAR SPMI 1
I. DEFINISI ISTILAH
1. Standar mutu adalah seperangkat tolok ukur kinerja sistem pendidikan yang mencakup masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh unit-unit kerja. Suatu standar mutu terdiri atas beberapa parameter (elemen penilaian) yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan unit kerja untuk menyelenggarakan program-programnya. 2. Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah kriteria minimal tentang
pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.
II. TUJUAN
Menetapkan tolok ukur atau butir-butir mutu yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi dan Program Studi di lingkungan STIPAS KAK secara bertahap (continuous quality improvement) sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
STANDAR SPMI 2
III. RUANG LINGKUP
Standar Mutu ini terdiri dari tiga standar, yaitu Standar Mutu Pendidikan, Standar Mutu Penelitian, dan Standar Mutu Pengabdian kepada Masyarakat. Setiap standar mutu dibagi lagi menjadi 8 (delapan) standar dengan rincian sebagai berikut:
I. Standar Mutu Pendidikan, terdiri dari: 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi Pembelajaran 3. Standar Proses Pembelajaran 4. Standar Penilaian Pembelajaran
5. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 6. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 7. Standar Pengelolaan Pembelajaran
8. Standar Pembiayaan Pembelajaran II. Standar Mutu Penelitian, terdiri dari:
1. Standar Hasil Penelitian 2. Standar Isi Penelitian 3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Penilaian Penelitian 5. Standar Peneliti
6. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 7. Standar Pengelolaan Penelitian
8. Standar Pembiayaan Penelitian
III.Standar Mutu Pengabdian kepada Masyarakat, terdiri dari: 1. Standar Hasil Pengabdian
2. Standar Isi Pengabdian 3. Standar Proses Pengabdian
STANDAR SPMI 3
4. Standar Penilaian Pengabdian 5. Standar Pelaksana Pengabdian
6. Standar Sarana dan Prasarana Pengabdian 7. Standar Pengelolaan Pengabdian
STANDAR SPMI 4
A.Rasionale Standar Kompetensi Lulusan
Standar ini diperlukan agar STIPAS KAK menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang seragam untuk prodi Pendidikan Keagamaan Katolik.
B.Pernyataan Isi Standar Kompetensi Lulusan
1. Lulusan program sarjana program studi di STIPAS KAK paling sedikit menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan dalam ilmu keagamaan katolik dan sains secara integratif-interkonektif secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam;
2. Lulusan program studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS KAK memiliki kualifikasi kemampuan sikap, pengetahuan dan ketrampilan: a. Sikap yang dimaksud adalah perilaku benar dan berbudaya sebagai
hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma sebagai orang yang beriman Katolik yang tercermin dalam kehidupan spiritualdan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
b. Pengetahuan yang dimaksud adalah penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu Keagamaan Katolik dan sains secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
c. Keterampilan yang dimaksud adalah kemampuan melakukan unjuk kerja secara integratif-interkonektif dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui
STANDAR SPMI 5
pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran, mencakup:
1) Keterampilan umum sebagai kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai level KKNI;
2) Keterampilan khusus sebagai kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi.
3. Program studi Pendidikan Keagamaan Katolik merumuskan capaian pembelajaran lulusan melalui forum pengelola program studi sejenis atau nama lain yang setara.
C. Strategi pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Standar kompetensi lulusan dicapai melalui:
1. penerapan secara konsisten profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
2. penerapan kurikulum secara konsisten
D.Indikator Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Indikator pencapaian Standar Kompetensi lulusan adalah: Yang diukur : Ketersediaan profil lulusan
Cara Mengukur : Ketersediaan dokumen profil lulusan
Target Pencapaian : lulusan STIPAS KAK memenuhi profil lulusan E. Interaksi antar Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi lulusan ini terkait dengan: 1. Standar Isi Pembelajaran
STANDAR SPMI 6
3. Standar Penilaian Pembelajaran
4. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 6. Standar Pengelolaan Pembelajaran
7. Standar Pembiayaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan 1. Ketua STIPAS KAK
2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Wakil Ketua III
5. Ketua Senat STIPAS KAK 6. Ketua Program Studi 7. Ketua LPM
8. Ketua LP2M
9. Kabag Perpustakaan 10. Mahasiswa
STANDAR SPMI 7
A. Rasionale Standar Isi Pembelajaran
Standar ini diperlukan agar STIPAS KAK memiliki materi pembelajaran yang sesuai dengan kriteria minimal tingkat keluasan dan kedalaman.
B. Pernyataan Standarisi Isi Pembelajaran
1. Dosen mampu menyusun isi materi pembelajaran dengan kedalaman dan keluasan yang mengacu pada capaian pembelajaran lulusan sesuai standar KKNI secara tepat.
2. Dosen mampu menyusun tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran paling sedikit mencakup konsep teoritis bidang pastoral secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pendidikan dan pengajaran Agama Katolik secara mendalam;
3. Dosen mampu menyusun tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran yang meliputi konsep teoritis bidang pastoral secara umum dan konsep teoritis bidang pendidikan dan pengajaran Agama Katolik secara kumulatif dan/atau integratif.
4. Dosen menuangkan materi ajar dengan tingkat kedalaman dan keluasan dalam bahan kajian yang distrukturkan dalam bentuk mata kuliah secara sistematis.
C. Strategi pencapaian Standar Isi Pembelajaran Standarisi isi pembelajaran dicapai melalui:
a. Sosialisasi capaian pembelajaran yang mengacu pada KKNI sesuai dengan pedoman kurikulum STIPAS KAK kepada para dosen.
b. Membentuk kelompok kerja dosen menurut rumpun mata kuliah pastoral, pendidikan dan psikologi, teologi, dan sosial.
STANDAR SPMI 8
c. Jadwal kerja kelompok dosen sesuai rumpun ilmu
d. Monitoring dan evaluasi penyusunan materi pembelajaran. D. Indikator Pencapaian Standar Isi Pembelajaran
Indikator pencapaian standar isi pembelajaran adalah:
1. Materi ajar setiap mata kuliah memiliki kedalaman dan keluasan yang sesuai dengan rumusan capaian pembelajaran lulusan dalam kurikulum STIPAS KAK yang mengacu pada standar KKNI.
2. Materi pembelajaran setiap mata kuliah memiliki konsep teoritis umum dan konsep teoritis bagian khusus secara mendalam;
3. Materi pembelajaran setiap mata kuliah dengan tingkat kedalaman dan keluasan disusun secara kumulatif dan/atau integratif.
4. Adanya materi pembelajaran terstruktur dalam bahan kajian dalam bentuk mata kuliah secara sistematis.
Yang diukur : Kesesuaian materi pembelajaran dengan pedoman Kurikulum STIPAS KAK yang mengacu pada KKNI.
Cara Mengukur : Review isi substansi materi pembelajaran
Target Pencapaian: adanya kesesuaian isi materi pembelajaran tiap mata kuliah dengan pedoman Kurikulum STIPAS KAK yang mengacu pada KKNI. E. Interaksi antar Standar Isi Pembelajaran
Standar isi pembelajaran ini terkait dengan: 1. Standar kompetensi lulusan;
2. Standar proses pembelajaran; 3. Standar penilaian pembelajaran;
4. Standar dosen dan tenaga kependidikan; 5. Standar sarana dan prasarana pembelajaran; 6. Standar pengelolaan pembelajaran;
STANDAR SPMI 9
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Isi Pembelajaran. 1. Ketua STIPAS KAK
2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Wakil Ketua III
5. Ketua Senat STIPAS KAK 6. Ketua Program Studi 7. Ketua LPM
8. Ketua LP2M
9. Kabag. Perpustakaan 10. Mahasiswa
STANDAR SPMI 10
A. Rasionale Standar Proses Pembelajaran
Standar proses pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan. Standar proses sebagaimana dimaksud mencakup: karakteristik, perencanaan, pelaksanaan proses pembelajaran, dan beban belajar mahasiswa. (Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Pasal 10, Ayat 1 dan 2)
B.Pernyataan Isi Standar Proses Pembelajaran
Mengacu kepada Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Nomor 44 Tahun 2015, Ketua Program Studi menetapkan:
1. Karakteristik proses pembelajaran meliputi:
a. Sifat interaktif: menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
b. Holistik: proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
c. Integratif: capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
d. Saintifik: capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma,
STANDAR SPMI 11
dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan
e. Kontekstual: capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya
f. Tematik: capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin
g. Efektif: capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum
h. Kolaboratif: capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
i. Berpusat pada mahasiswa (student center learning): capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.
2. Standar Perencanaan Proses Pembelajaran disusun untuk setiap mata kuliah dan disajikan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang meliputi:
a. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu;
b. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; c. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran
STANDAR SPMI 12
d. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; e. Metode pembelajaran;
f. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
g. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
h. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan i. Daftar referensi yang digunakan.
Rencana pembelajaran semester (RPS) wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung dengan ketentuan:
a. Interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu.
b. Sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau istilah lain.
c. Penelitian mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Penelitian. d. Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa wajib mengacu pada
Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
e. Kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur f. Kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang
efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah.
g. Metode pembelajaran yang meliputi diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
h. Bentuk pembelajaran meliputi: kuliah; responsi dan tutorial; seminar; dan praktikum, atau praktik lapangan.
4. Beban belajar, SKS, semester, masa belajar, dan mahasiswa berprestasi. a. Beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam besaran sks.
STANDAR SPMI 13
b. Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
c. Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester dan perguruan tinggi dapat menyelenggarakan semester antara atau semester pendek. d. Semester antara (semester pendek) sebagaimana dimaksud pada poin
(c) diselenggarakan:
1) Selama paling sedikit 8 (delapan) minggu;
2) Beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) sks;
3) Sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
4) Apabila semester antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tatap muka paling sedikit 16 (enam belas) kali termasuk ujian tengah semester antara dan ujian akhir semester antara.
e. Masa dan beban belajar penyelenggaraan program pendidikan:
1) Paling lama 7 (tujuh) tahun akademik untuk program sarjana, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 144 (seratus empat puluh empat) sks.
2) Paling lama 4 (empat) tahun akademik untuk program magister, setelah menyelesaikan program sarjana, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 36 (tiga puluh enam) sks.
f. Perhitungan sks dan beban belajar pada kuliah, responsi, tutorial dan bentuk lain adalah sebagai berikut:
1) Satu (1) sks pada proses pembelajaran berupa kuliah,responsi, atau tutorial, terdiri atas:
a) Kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
b) Kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester;
STANDAR SPMI 14
c) Kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.
2) Satu (1) sks pada proses pembelajaran berupa seminaratau bentuk lain yang sejenis, terdiri atas:
a) kegiatan tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
b) kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.
3) Perhitungan beban belajar dalam sistem blok, modul,atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhandalam memenuhi capaian pembelajaran.
4) Satu (1) sks pada proses pembelajaran berupapraktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktiklapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat,dan/ atau proses pembelajaran lain yang sejenis, 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester. g. Mahasiswa berprestasi.
1) Beban belajar mahasiswa program sarjana yang berprestasi akademik tinggi, setelah 2 (dua) semester pada tahun akademik yang pertama dapat mengambil maksimum 24 (dua puluh empat) sks per semester pada semester berikut.
2) Mahasiswa berprestasi akademik tinggi sebagaimana dimaksud pada poin (1) merupakan mahasiswa yang mempunyai indeks prestasi semester (IPS) lebih besar
dari 3,00 (tiga koma nol nol) dan memenuhi etika akademik. C. Strategi Pencapaian Standar Proses Pembelajaran
Ketua program studi menetapkan strategi guna mencapai standar proses pembelajaranyakni melalui:
STANDAR SPMI 15
1. Waket I bidang akademik berkoordinasi dengan ketua program studi dan pihak-pihak yang terkait untuk pelaksanaan isi standar.
2. Ketua program studi memberikan tugas tentang berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan proses pembelajaran kepada pihak-pihak terkait. 3. Ketua program studi memberikan pengarahan tentang berbagai hal
berkaitan dengan pelaksanaan proses pembelajaran pada pihak-pihak terkait.
4. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
5. Proses Pembelajaran ini dikuatkan melalui monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
D. Indikator Pencapaian Standar Proses Pembelajaran
1. Indikator pencapaian standar proses pembelajaran adalah: Tercapaianya kemampuan-kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
2. Yang diukur: Indikator capaian pembelajaran.
3. Cara Mengukur: Evaluasi pembelajaran atau standar penilaian pembelajaran.
4. Target Pencapaian: Terpenuhinya capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
E. Interaksi antar Standar Proses Pembelajaran Standar Proses Pembelajaran ini terkait dengan: 1. Standar Kompetensi Lulusan
STANDAR SPMI 16
3. Standar Penilaian Pembelajaran
4. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 6. Standar Pengelolaan Pembelajaran
7. Standar Pembiayaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Proses Pembelajaran
1. Ketua STIPAS KAK 2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Wakil Ketua III 5. Para Dosen
6. Kabag. Administrasi Akademik 7. Mahasiswa
STANDAR SPMI 17
A.Rasionale Standar Penilaian Pembelajaran
Standar ini diperlukan agar STIPAS KAK menghasilkan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan sesuai Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015.
B.Pernyataan Standarisi Penilaian Pembelajaran
1. Ketua menetapkan jadwal atau waktu pelaksanaan penilaian pembelajaran pada tengah semester dan pada akhir semester sesuai dengan Kalender Akademik;
2. Program Studi menyusun dan menyampaikan, tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian pembelajarna setiap tahun akademik
3. melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian. 4. Dosen pengampu mata kuliah melaksanakan proses penilaian sesuai
dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian: edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi pada setiap akhir semester.
5. Dosen Pengampu mata kuliah memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa pada akhir proses pembelajaran.
6. Kepala Bidang Administrasi Akademik mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan pada setiap semester.
STANDAR SPMI 18
C. Strategi pencapaian Standar Penilaian Pembelajaran
1. Pimpinan STIPAS KAK menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan untuk dosen yang berkaitan dengan metode dan mekanisme penilaian, prosedur penilaian, dan instrumen penilaian.
2. Pimpinan STIPAS KAK menginstruksikan pengintegrasian data hasil penilaian ke dalam Sistem Informasi Akademik.
D.Indikator Pencapaian Standar Penilaian Pembelajaran
1. IPK mahasiswa mencerminkan standar kompetensi lulusan yang diharapkan.
2. IPK rata-rata lulusan yang semakin tinggi dan masa studi rata-rata lulusan tepat waktu.
E. Interaksi antar Standar Penilaian Pembelajaran Standar Penilaian Pembelajaran ini terkait dengan: 1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi Pembelajaran 3. Standar Proses Pembelajaran
4. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 6. Standar Pengelolaan Pembelajaran
7. Standar Pembiayaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Penilaian Pembelajaran.
1. Ketua STIPAS KAK 2. Wakil Ketua I
3. Ketua Program Studi
STANDAR SPMI 19
5. Ketua LPM
STANDAR SPMI 20
A.Rasionale Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
1. Sebagaimana diamanatkan dalam salah satu misi STIPAS KAK yaitu
menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi untuk pengembangan ilmu profesionalisme, STIPAS KAK yaitu mengembangkan menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas tinggi, peduli pada kepentingan masyarakat, berorientasi global, dan tanggap pada kemajuan IPTEKS, maka sebagai suatu lembaga pendidikan yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, STIPAS KAK perlu secara berkelanjutan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar (PBM) yang diselenggarakan.
2. Untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran bermutu baik haruslah melalui penyediaam dosen dan tenaga kependidikan yang baik dan terjaga secara kualitas. Oleh karena itu, perlu ditetapkan standar dosen dan tenaga kependidikan sebagai acuan minimal untuk proses belajar mengajar.
B.Pernyataan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 1. Perumusan Standar Kualifikasi Akademik
Dosen program sarjana harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI) Dosen program profesi harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun, serta dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi, yang berpengalaman kerja paling sedikit
STANDAR SPMI 21
2 (dua) tahun, dan berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI). Dosen program magister dan program magister terapan harus berkualifikasi akademik lulusan doktor atau doktor terapan yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara dengan jenjang 9 (delapan) KKNI). Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam satuan kerja atau unit masing-masing.
2. Perumusan Standar Kompetensi Pendidik
Dosen pada prodi terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap dengan jumlah minimal dosen tetap 6 orang dengan prosentase minimal 75%. Kompetensi pendidik diberikan pada dosen setelah minimal 2 tahun mengampu mata kuliah dan dinyatakan lulus dalam sertifikasi dosen. Dosen tetap wajib memenuhi beban kinerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.
C. Strategi pencapaian Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
Ketua STIPAS KAK, ketua Program Studi dan atau Pimpinan Unit lainnya melakukan sosialisasi Standar dan mengawasi serta mengevaluasi kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan dalam melakukan beban kinerjanya masing-masing Dosen pada program Studi.
D.Indikator Pencapaian Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 1. Tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki oleh
prodi/fakultas/Unit-unit sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya untuk melakukan beban kinerja yang ditugaskannya sesuai dengan latar belakan disiplin ilmu yang di miliki.
STANDAR SPMI 22
2. Setiap dosen atau tenaga pendidik memiliki beban kinerja minimal yang sesuai dengan perundangan yang berlaku yang terdiri dari pelaksanaan tridharma PT dan penunjang lainnya
3. Tenaga pendidik dan kependidikan secara kontinu dan berkelanjutan diberikan peningkatan kualifikasi melalui pendidikan/pelatihan/ workshop/seminar atau kegiatan lainnya yang relevan dengan jurusan Pendidikan Keagamaan Katolik.
4. Peningkatan kuantitas dosen pada prodi Pendidikan Keagama Katolik yang masih belum memenuhi rasio standar dosen terhadap mahasiswa sesuai yang disyaratkan sesui Program studi
E. Interaksi antar Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan Standar dosen dan tenaga kependidikan ini terkait dengan: 1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi Pembelajaran 3. Standar Proses Pembelajaran 4. Standar Penilaian Pembelajaran
5. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 6. Standar Pengelolaan Pembelajaran
7. Standar Pembiayaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
Pola kepemimpinan dalam penyelenggaraan program studi Pendidika Keagamaan Katolik digambarkan sebagai berikut:
Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS KAK dipimpin oleh Ketua Program Studi yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari struktur organ organisasi STIPAS KAK yang tergambar berikut ini:
STANDAR SPMI 23
Ketua Sekolah adalah Pimpinan atau penangung jawab utama STIPAS KAK yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Yayasan Swasti Sari KAK.
Tugas Ketua:
1) Memimpin penyelengaraan tridarma perguruan tinggi
2) Menkoordinir kegiatan lembaga Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat.
3) Menetapkan kebijakan perguruan tinggi 4) Memilih dan menetapkan wakil ketua
5) Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian tenaga pendidik dan kependidikan kepada Yayasan.
6) Menetapkan struktur Organisasi perguruan tinggi atas persetujuan rapat senat Dosen.
7) Menyelengarakan rapat kerja, rapat koordinasi, rapat senat.
8) Memberikan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada Yayasan
Ketua STIPAS KAK diangkat dan diberhentikan oleh Yayasan setelah mendapat persetujuan dari senat dosen dengan masa jabatan 4 (empat) tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan secara berturut-turut.
Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, ketua STIPAS KAK di bantu oleh 3 (tiga) orang wakil ketua yang bertanggung jawab langsung kepada ketua STIPAS KAK
2. Wakil Ketua
a. Wakil Ketua I Bidang akademik, membantu ketua STIPAS KAK Paapaa dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, dan mengkoordinasikan kegiatan biro administrasi akademik, penjamin mutu akademik.
STANDAR SPMI 24
b. Wakil Ketua II Bidang administrasi membantu ketua STIPAS KAK dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, dan mengkoordinasikan kegiatan biro administrasi umum dan biro administrasi keuangan . c. Wakil Ketua III Bidang kemahasiswaan membantu ketua STIPAS KAK
dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, dan mengkoordinasikan kegiatan biro administrasi kemahasiswaan, perpustakaan, senat mahasiswa dan laboratorium.
3. Ketua Program Studi
a. Menyusun rencana dan program kerja prodi. b. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran. c. Melaksanakan administrasi.
d. Melaksanakan penilaian dan menyusun laporan. 4. Lembaga Penjamin Mutu
a. Merumuskan pedoman sistem penjamin mutu. b. Melaksanakan mekanisme penjamin mutu.
c. Melaksanakan evaluasi penjaminan mutu per semester. d. Melaporkan hasil evaluasi penjaminan mutu kepada ketua. 5. Kepala Bidang Administrasi Akademik
a. Menyusun rencana dan program kerja.
b. Melaksanakan administrasi pendidikan dan pengajaran.
c. Melaksanakan administrasi penelitian dan pengabdian masyarakat. d. Melaksanakan registrasi dan her registrasi mahasiswa.
e. Melaporkan hasil kerja pada wakil ketua I.
6. Kepala Administrasi Umum dan Keuangan (Bendahara) a. Menyusun rencana dan program kerja.
b. Menyusun rencana angaran pendapatan dan belanja tahunan. c. Mengelolah keuangan dan kerumahtanggaan.
d. Melaksanakan administrasi umum: tata usaha dan hubungan kemasyarakatan.
STANDAR SPMI 25
e. Mengelolah administrasi kepegawaian. f. Melaporkan hasil kerja pada wakil ketua II. 7. Kepala Administrasi Kemahasiswaan
a. Menyusun rencana dan program kerja.
b. Melaksanakan administrasi pembinaan kelembagaan mahasiswa. c. Melaksanakan administrasi kegiatan mahasiswa.
d. Mengelolah kesejahteraan mahasiswa. e. Melaporkan hasil kerja pada wakil ketua III. 8. Kepala Perpustakaan
a. Menyusun rencana dan program kerja.
b. Memberikan pelayanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan , penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
c. Mengadakan kerja sama antar perpustakaan.
d. Melaksanakan administrasi perpustakaan: katalogisasi. e. Melaporkan hasil kerja pada ketua sekolah.
Sebagai pemimpin program studi, ketua program studi STIPAS KAK dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh seorang sekretaris, para dosen, satuan unit kerja terkait dan mahasiswa. Sampai saat ini Ketua prodi telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan fungsi kepemimpinannya yang digambarkan sebagai berikut:
Pada aspek kepemimpinan operasional, Ketua Program Studi menjabarkan visi, misi program studi untuk mewujudkanya terlaksananya kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi STIPAS KAK. Dengan mengacu pada visi dan misi, Ketua Program studi mendesain program dan rencana kerja mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi. Program kerja tersebut kemudian disosialisasikan kepada para dosen dan pegawai pada STIPA KAK dalam rapat atau pertemuan yang difasilitasi program studi. Tujuan sosialisasi yaitu untuk memastikan bahwa program
STANDAR SPMI 26
kerja yang telah dibuat tersebut sejalan dan mendukung visi dan misi program studi.
Dalam aspek kepemimpinan organisasi, Ketua Program Studi memiliki kemampuan dalam hal tata kerja Program Studi dengan menerapkan secara konsisten Pedoman Deskripsi Kerja Pejabat Struktural dan Pegawai di Lingkungan STIPAS KAK yang mengatur tentang tugas pokok, tanggung jawab, wewenang dan uraian tugas dari Kaprodi dan semua pejabata struktural serta pegawai pada satuan unit kerja yang ada di STIPAS KAK. Dalam aspek kepemimpinan publik, Ketua program studi memiliki kemampuan untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak di luar lembaga atau lembaga mitra baik negeri maupun swasta demi kepentingan pencapaian visi dan misi Program Studi dan membangun kepercayaan publik terhadap Program Studi dan Institusi STIPAS KAK dalam hal pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
1. Menjadi pembina calon komuni pertama di paroki Sta. Maria Sumpta Tahun 2017.
2. Menjadi pembina calon penerima krisma di paroki Sta. Maria Asumpta Tahun 2018
3. Menjadi anggota penyusun bahan katekese APP di paroki Sta. Maria Asumpta Tahun 2017
4. Menjadi pembina calon baptis di paroki Sta. Maria Asumpta Tahun 2016 dan Tahun 2017
STANDAR SPMI 27
A. Rasionale Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Yang dimaksud standar sarana dan prasarana pembelajaran sesuai dengan permenristek Dikti no. 44 Th 2015, Pasal 31 merupakan kriteria minimal tentang sarana dan praarana sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan pembelajaran yang diperlukan agar menghasilkan lulusan STIPAS KAK yang sesuai dengan kualifikasi KKNI level 6
B. Standar Sarana Pembelajaran Pembelajaran
1. Standar sarana pembelajaran sebagaman dimaksud dalam pasal 31 yang dimiliki STIPAS KAK terdiri atas:
1. Perabot
2. Peralatan pendidikan 3. Media pendidikan
4. Buku, buku elektronik, dan repository 5. sarana teknologi informasi dan komunikasi; 6. instrumentasi eksperimen;
7. sarana olahraga; 8. sarana berkesenian; 9. sarana fasilitas umum; 10. bahan habis pakai; dan
11. sarana pemeliharaan, keselamatan, dan keamanan.
Jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan rasio penggunaan sarana sesuai dengan karakteristik metode dan bentuk pembelajaran, serta harus menjamin terselenggaranya proses pembelajaran dan pelayanan administrasi akademik
STANDAR SPMI 28
2. Standar prasarana pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 paling sedikit terdiri atas:
a. lahan; b. ruang kelas; c. perpustakaan;
d. laboratorium/ studio/ bengkelkerja/ unit produksi; e. tempat berolahraga;
f. ruang untuk berkesenian; g. ruang unit kegiatan mahasiswa; h. ruang pimpinan perguruan tinggi; i. ruang dosen;
j. ruang tata usaha; dan k. fasilitas umum.
3. Fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf k meliputi: a. jalan;
b. air; c. listrik;
d. jaringan komunikasi suara; dan e. data.
4. Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a harus berada dalam lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat untuk menunjang proses pembelajaran.
5. Lahan pada STIPAS KAK didirikan dimiliki oleh penyelenggara yakni Yayasan Swasti Sari.
6. Pedoman mengenai kriteria prasarana pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf k ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. 7. Bangunan STIPAS KAK memiliki standar kualitas minimal kelas A atau
STANDAR SPMI 29
8. Bangunan STIPAS KAK memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan, serta dilengkapi dengan instalasi listrik yang berdaya memadai dan instalasi, baik limbah domestik maupun limbah khusus, apabila diperlukan.
9. Standar kualitas bangunan STIPAS KAK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) didasarkan pada peraturan menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum.
10. STIPAS KAK belum dapat menyediakan sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus.
11. Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. pelabelan dengan tulisan Braille dan informasi dalam bentuk suara; b. lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda;
c. jalur pemandu (guiding block) di jalan atau koridor di lingkungan kampus;
d. peta/denah kampus atau gedung dalam bentuk peta/denah timbul; dan
e. toilet atau kamar mandi untuk pengguna kursi roda.
12. Pedoman mengenai sarana dan prasarana bagi mahasiswa yang berkebutuhan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. C. Strategi pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran dicapai melalui:
1. Penempatan secara konsisten Sarana prasarna yang relevan dengan bidang keilmuan yang ada di program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik STIPAS KAK.
2. sosialisasi prasarana dilakukanpada mahasisiwa baru melalui program Oreintasi Pengenalan Kampus
STANDAR SPMI 30
D. Indikator Pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran Indikator pencapaian Standar Sarana dan Prasaran Pembelajaran adalah:
Yang diukur: Kesesuaian sarana dan prasarana yang diperlukan di STIPAS KAK
Cara Mengukur: Mendata seluruh sarana dan prasarana yang ada di STIPAS KAK
Target Pencapaian tercukupinya sarana dan prasarana pada STIPAS KAK E. Interaksi antar Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Standar Sarana dan Prasarana ini terkait dengan: 1. standar kompetensi lulusan;
2. standar isi pembelajaran; 3. standar proses pembelajaran; 4. standar penilaian pembelajaran;
5. standar dosen dan tenaga kependidikan; 6. standar pengelolaan pembelajaran; dan 7. standar pembiayaan pembelajaran.
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran.
1. Ketua
2. Wakil Ketua
3. Kepala Bidang Sarpras 4. Ketua LPM
5. Ketua LP2M
6. Kabag. Perpustakaan 7. Ketua Program Studi 8. Mahasiswa
STANDAR SPMI 31
A. Rasional Standar Pengelolaan Pembelajaran
Tujuan penyusunan standar ini adalah untuk menjadi pedoman bagi pengelola program studi dan semua perangkat pendukung dalam mengelola kegiatan pembelajaran berdasarkan kebijakan yang berorientasi pada mutu
Diharapkan dengan adanya standar ini dapat membantu pengelola dalam merencanakan, melaksanakan dan evaluasi pembelajaran sehingga menghasilkan kualitas lulusan sebagaimana yang diharapkan stakeholder dan dunia kerja.
B. Pernyataan Standarisi Pengelolaan Pembelajaran
1. Ka. Prodi dan Ketua STIPAS melakukan pengelolaan program studi dan pergurtuan tinggi
2. Wakil Ketua I melakukan penyusunan kurikulum dalam setiap mata kuliah
3. Program studi menyelenggarakan program pembelajaran sesuai standar isi, standar proses, standar penialaian yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai capaian pembelajaran lulusan
4. STIPAS KAK melakukan kegiatan sistemik yang menciptakan susuasana akademik dan budaya mutu yang baik
5. Program Studi Melakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik dalam rangka menjaga dan mengingkatkan mutu proses pembelajaran
6. Program studi melaporkan program pembelajaran secara periodik sebagai sumber data dan informasi dalam pengambilan keputusan perbaikan dan pengembangan mutu pembelajaran
STANDAR SPMI 32
C. Strategi pencapaian Standar Pengelolaan Pembelajaran
1. Menyusun dan mensosialisasikan standard an manual yang berkaitan dengan pelaksanaan standar pengelolaan pembelajaran.
2. Melaksanakan pengelolaan pembelajaran sesuai dengan standar dan manual pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan.
3. Mengikutsertakan atau melibatkan para dosen dan tenaga kependidikan dalam pelatihan, training, workshop dll yang dapat meningkatkan kemampuan dosen dan tenaga kependidikan dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pembelajaran secara berkala.
D. Indikator Pencapaian Standar Pengelolaan Pembelajaran
1. Terciptanya atau tertatanya budaya kerja ditingkat satuan pengelola pembelajaran dan para dosen serta tenaga kependidikan yang kondusif dan mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran yang bermutu.
2. Meningkatnya prestasi mahasiswa di bidang akademik dan non akademik.
3. Meningkatnya mutu lulusan STIPAS KAK dan kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan.
E. Interaksi antar Standar Pengelolaan Pembelajaran Standar Pengelolan Pembelajaran ini terkait dengan: 1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi Pembelajaran 3. Standar Proses Pembelajaran 4. Standar Penilaian Pembelajaran
STANDAR SPMI 33
6. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 7. Standar Pembiayaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar SPMI. 1. Ketua STIPAS KAK
2. Waket I, II dan III 3. Kaprodi
STANDAR SPMI 34
A. Rasionale Standar Pembiayaan Pembelajaran
Standar pembiayaan pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang komponen dan besaran biaya investasi dan biaya operasional yang disusun dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
Untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran bermutu baik haruslah melalui pembiayaan dan pendanaan pembelajaran yang baik dan terjaga secara kualitas. Oleh karena itu, perlu ditetapkan standar pembiayaan dan pendanaan pembelajaran sebagai acuan minimal untuk proses belajar mengajar.
B. Pernyataan Standarisi Pembiayaan Pembelajaran
1. Pimpinan STIPAS KAK menyediakan 40% biaya operasional pembelajaran STIPAS KAK yang mencakup biaya dosen, biaya tenaga kependidikan, biaya bahan operasional pembelajaran, dan biaya operasional kelembagaan STIPAS KAK dari pembayaran mahasiswa 2. Pimpinan STIPAS KAK menyediakan biaya investasi STIPAS KAK yang
mencakup biaya pengadaan sarana dan prasarana, biaya pengembangan dosen, dan biaya pengembangan tenaga kependidikan dari mahasiswa sebesar 10% dan 90% dari Yayasan Swastisari dan bantuan pihak lain
3. STIPAS KAK menyiapkan mekanisme standar pembiayaan pembelajaran.
C. Strategi pencapaian Standar Pembiayaan Pembelajaran
1. Ketua STIPAS KAK menugaskan bagian keuangan untuk menyiapkan standar pembiayaan pembelajaran
STANDAR SPMI 35
2. Bagian keuangan membuat analisis kebutuhan pembiayaan pembelajaran tahunan
3. Pimpinan STIPAS KAK menetapkan besaran pembayaran pembelajaran mahasiswa tahunan
4. Bagian keuangan membuat rencana kerja dan anggaran tahunan berdasarkan kebutuhan pembiayaan pembelajaran
D. Indikator Pencapaian Standar Pembiayaan Pembelajaran
1. Tersedianya SK penugasan Ketua tentang pembuatan mekanisme standar pembiayaan pembelajaran
2. Tersedianya analisis kebutuhan pembiayaan pembelajaran tahunan pada bulan Oktober
3. Tersedianya Keputusan Ketua tentang besaran pembayaran tahunan mahasiswa pada bulan Mei
4. Tersedianya RAB tahunan pada bulan Oktober
E. Interaksi antar Standar Pembiayaan Pembelajaran Standar Pembiayaan Pembelajaran ini terkait dengan: 8. Standar Kompetensi Lulusan
9. Standar Isi Pembelajaran 10. Standar Proses Pembelajaran 11. Standar Penilaian Pembelajaran
12. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 13. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran 14. Standar Pengelolaan Pembelajaran
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Pembiayaan Pembelajaran.
STANDAR SPMI 36
2. Para Wakil Ketua I-III 3. Ketua Program Studi 4. Ketua LMP
STANDAR SPMI 37
A. Rasionale Standar Hasil Penelitian
Standar ini diperlukan agar STIPAS KAK menghasilkan penelitian yang dapat didiseminasikan kepada masyarakat.
B. Standar Hasil Penelitian
1. Penelitian STIPAS KAK meliputi penelitian dasar dan penelitian terapan, yang harus memuat prinsip-prinsip kemanfaatan, kemutakhiran, dan mengantisipasi kebutuhan masa mendatang.
2. Materi penelitian dasar harus berorientasi pada luaran penelitian yang berupa penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi suatu gejala, fenomena, kaidah, model, atau postulat baru.
3. Materi penelitian terapan harus berorientasi pada luaran penelitian yang berupa inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan Gereja Katolik.
C. Strategi pencapaian Standar Hasil Penelitian Standar isi penelitian dicapai melalui:
1. Penerapan secara konsisten topik yang relevan dengan bidang keilmuan yang ada di program studi Pendidikan Keagamaan Katolik
2. Sosialisasi penelitian yang integrative dan interkonektif D. Indikator Pencapaian Standar Hasil Penelitian
Indikator pencapaian Standar Isi Penelitian adalah:
Yang diukur: Kesesuaian isi penelitian dengan bidang ilmu yang ada di STIPAS KAK
Cara Mengukur: Review isi substansi penelitian 9. Standar Hasil Penelitian
STANDAR SPMI 38
Target Pencapaian: adanya kesesuaian isi penelitian dan aspek integrasi dan interkoneksi STIPAS KAK
E. Interaksi antar Standar Hasil Penelitian Standar Hasil Penelitian ini terkait dengan: 1. Standar Isi Penelitian
2. Standar Proses Penelitian 3. Standar Penilaian Penelitian 4. Standar Peneliti
5. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 6. Standar Pengelolaan Penelitian
7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Hasil Penelitian. 1. Ketua STIPAS KAK
2. Wakil Ketua I-III
3. Kepala Bidang Administrasi Keuangan 4. Ketua LPM
5. Ketua LP2M
6. Kabag. Perpustakaan 7. Ketua Program Studi 8. Mahasiswa
STANDAR SPMI 39
6. Yayasan Lumen Fidei
A. Rasional Standar Isi Penelitian
Kemajuan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh berlangsungnya berbagai kegiatan akademik yang merupakan perwujudan dari tridharma perguruan tinggi; salah satunya adalah penelitian dengan isi yang sesuai dengan standar. Demikian juga dengan STIPAS KAK sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan. Isi penelitian tersebut harus menciptakan suasana ilmiah yang mampu mendorong kemajuan dan perkembangan perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan. Untuk itu, STIPAS KAK harus memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan berbagai proses akademik (penelitian) tersebut secara menyeluruh sesuai dengan karakter dan kekhasannya.
B. Pernyataan Isi Standar Isi Penelitian
1. Setiap kegiatan penelitian, peneliti harus memperhitungkan dan merencanakan serta membuat kedalaman isi penelitiannya untuk mewujudkan dan memenuhi visi-misi dan memuat dengan kuat penciri STIPAS KAK.
2. Setiap kegiatan penelitian, LP2M harus memastikan kedalaman isi penelitian sesuai dengan kompetensi peneliti.
3. Setiap tahun, LP2M harus mensosialisasikan urgensi kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa, serta bidang urgensi peningkatan pelayanan pastoral umat dan masyarakat untuk mendukung kedalaman dan keluasan isi penelitian.
4. Minimal 50% stakeholders dapat bekerja sama dengan LP2M dengan memberikan peluang sinergi kerja sama dalam hal yang berkaitan dengan penelitian.
STANDAR SPMI 40
5. Setiap tahun, LP2M mengakomodir minimal 30% isi penelitian yang kedalaman dan keluasannya dapat menjawab urgensi kepentingan di lapangan.
6. Setiap tahun, LP2M memfasilitasi minimal satu buah penelitian yang keluasan isi penelitian membuka peluang sinergi kerjasama dengan pihak eksternal.
7. Setiap kegiatan penelitian, peneliti harus membuat kedalaman dan keluasan isi penelitian dan mengandung prinsip kemanfaatan, kemutakhiran, dan antisipasi kebutuhan masa depan.
8. Setiap kegiatan penelitian, peneliti harus merancang kedalaman dan keluasan isi penelitian sehingga dapat memberi kontribusi bagi perkembangan IPTEKS atau menyentuh kebutuhan masyarakat. 9. Setiap kegiatan penelitian, peneliti harus merancang kedalaman dan
keluasan isi penelitian sehingga dapat memberi manfaat yang riil bagi stakeholder atau masyarakat pada umumnya.
10. Setiap tahun, LP2M harus mensosialisasikan kedalaman dan keluasan isi penelitian berkaitan dengan pendangkalan iman, masalah sekularisasi dan pengaruhnya, sosial budaya, yang memiliki relevansi tinggi dengan kondisi riil umat
11. Setiap tahun, LP2M mengakomodir minimal 30% penelitian yang kedalaman dan keluasan isinya berkaitan dengan masalah iman dan penghayatannya, relevansi filosofi dan teologi bagi pembaruan batin manusia, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat.
C. Strategi pencapaian Standar Isi Penelitian
1. Memotivasi dosen untuk aktif mengikuti berbagai bentuk kegiatan ilmiah tentang penelitian.
2. Memberi pelatihan penyusunan proposal penelitian kepada seluruh dosen dan mahasiswa.
STANDAR SPMI 41
3. Menyediakan dana dan fasilitas pendukung bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah. 4. Membangun sinergitas dengan stakeholder.
5. Mendokumentasikan aktivitas penelitian dosen dan mahasiswa D. Indikator Pencapaian Standar Isi Penelitian
a. Menghasilkan penelitian dasar dan penelitian terapan dalam bidang ilmu keagamaan.
b. Menghasilakn materi penelitian berupa penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi suatu gejala, fenomena, kaidah, model atau atau postulat baru.
c. Mengahsilkan materi penelitian yang berorientasi pada luaran penelitian berupa inovasi serta pengembangan pengetahuan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat (gereja dan negara) E. Interaksi antar Standar Isi Penelitian
Standar Kompetensi Isi Penelitian ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
2. Standar Proses Penelitian 3. Standar Penilaian Penelitian 4. Standar Pelaksana Penelitian
5. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 6. Standar Pengelolaan Penelitian
7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Isi Penelitian 1. Ketua
2. Wakil Ketua I-III 3. Ketua LP2M
STANDAR SPMI 42
4. Ketua LPM
5. Ketua Program Studi 6. Kabag. Perpustakaan
7. Dosen dan Tenaga Kependidikan 8. Mahasiswa
STANDAR SPMI 43
A. Rasionale Standar Proses Penelitian
Penelitian adalah salah satu tugas pokok perguruan tinggi yang memberikan kontribusidan manfaat kepada proses pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta peningkatan mutu kehidupan masyarakat. Perguruan Tinggi harus memiliki sistem perencanaan pengelolaan serta implementasi program-program penelitian yang menjadi unggulan. Untuk itulah diperlukan standar proses penelitian. B. Pernyataan Standar Proses Penelitian
1. Kegiatan penelitian harus mempertimbangkan strandar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, serta keamanan peneliti, masyarakatdan lingkungan.
2. Perencanaan penelitian meliputi penetapan tujuan penelitian, topik unggulan penelitian untuk masing-masing peneliti, road map penelitian, jumlah judul penelitian, buku ajar, jurnal, dll.
3. Pelaksanaan penelitian meliputi seleksi proposal, pemantauandan evaluasi, pelaporan, dan diseminasi hasilpengabdiankepadamasyarakat, peningkatan kapasitas peneliti, akses danpengadaan daya dan layanan penelitian, proses penelitian usul dan laporan akhir, pembuatan kontrak penelitian, kerjasama, dll.
4. Pelaksanaan penelitian meliputi laporan LPM kepada Ketua setiap semester danlaporan online ke DP2M Dikti.
C. Strategi pencapaian Standar Proses Penelitian
1. Adanya kebijakan dan sistem pengelolaan penelitian yang lengkap dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi.
2. Adanya web STIPAS KAK
STANDAR SPMI 44
3. Kebijakan dan upaya yang dilakukan institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu penelitian.
4. STIPAS KAK menciptakan iklim yang kondusif agar dosen dan mahasiswa secara kreatif dan inovatif menjalankan peran danfungsinyasebagaipelakuutama penelitian yangbermutu dan terencana.
5. STIPAS KAK memfasilitasi dalam melaksanakan kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian dalam berbagai bentuk, antara lain penyelenggaraan forum/ seminar ilmiah, presentasi ilmiah dalam forum nasional dan internasional, publikasi dalam jurnal nasional terakreditasi dan/atau irnternasional yang bereputasi.
6. Adanya ekspos/ publikasi hasil penelitian yang ditampilkan pada perpustakaan
D. Indikator Pencapaian Standar Proses Penelitian
1. Adanya laporan kinerja LP2M ke Ketua STIPAS KAK setiap tahun. 2. Terdaftarnya laporan kinerja lembaga atau fungsi penelitian STIPAS
KAK pada pangkalan data Pendidikan Tinggi. 3. Adanya Tugas/ Skripsi mahasiswa.
4. Seminar
5. Publikasi ilmiah
E. Interaksi antar Standar Proses Penelitian Standar Proses Penelitian ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
2. Standar Isi Penelitian
3. Standar Penilaian Penelitian 4. Standar Peneliti
STANDAR SPMI 45
6. Standar Pengelolaan Penelitian 7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Proses Penelitian 1. Ketua STIPAS KAK
2. Ketua Program Studi 3. Ketua Tim Penelitian 4. Ketua LP2M
5. Ketua LPM
6. Dosen yang bersangkutan 7. Mahasiswa.
STANDAR SPMI 46
A. Rasional Standar Penilaian Penelitian
Standar ini diperlukan agar STIPAS KAK dapat memiliki kriteria minimal tentang penilaian terhadap proses dan hasil penelitian dosen dan mahasiswa.
B. Pernyataan Isi Standar Penilaian Penelitian
1. Reviewer internal wajib memberikan penilaian mulai dari proses sampai hasil penelitian dengan menerapkan prinsip, metode dan instrumen berbasis penilaian edukatif, objektif, akuntabel dan transparan sesuai dengan standar hasil, standar isi dan standar proses penelitian serta dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses serta pencapaian kinerja hasil penelitian dosen setiap tahun. 2. Dosen Pembimbing dan penguji memberi penilaian penelitian yang
dilaksanakan oleh mahasiswa dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir dan skripsi berdasarkan ketentuan peraturan di perguruan tinggi setiap pelaksanaan ujian akhir.
C. Strategi pencapaian Standar Penilaian Penelitian Standar penilaian penelitian dicapai melalui:
1. Penetapan prosedur penilaian penelitian dan penunjukan serta pelatihan tim review penelitian.
2. Penentuan kriteria penilaian penelitian.
3. Pembuatan dokumen rubrik penilaian penelitian. 12.Standar Penilaian Penelitian
STANDAR SPMI 47
D. Indikator Pencapaian Standar Penilaian Penelitian
1. Tersedianya laporan hasil penilaian penelitian yang menerapkan prinsip edukatif, objektif, akuntabel dan transparan.
2. Tersedianya laporan penilaian tugas akhir dan skripsi yang dibuat oleh dosen pembimbing dan penguji.
E. Interaksi antar Standar Penilaian Penelitian Standar Penilaian Penelitian ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
2. Standar Isi Penelitian 3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Peneliti
5. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 6. Standar Pengelolaan Penelitian
7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Penilaian Penelitian 1. Ketua STIPAS KAK
2. Wakil Ketua I-III 3. Ketua Program Studi 4. Ketua LPM
5. Ketua LP2M 6. Dosen 7. Mahasiswa
STANDAR SPMI 48
A. Rasionale Standar Peneliti
Permenristek Dikti No 44 tahun 2015, pasal 48 mengatur tentang Standar peneliti. Penelitian adalah salah satu bagian penting dari tri-darma PT. Penelitian dilaksanakan berdasarkan Standar Nasional Penelitian Pendidikan Tinggi (SNP-PT). Setiap PT menetapkan standar penelitian dengan berlandaskan pada SNP-PT. Stipar menetapkan standar penelitian mencakup standar hasil penelitian, standar isi penelitian, standar proses penelitian, standar penilaian penelitian, standar sarpras penelitian, standar pendanaan penelitian, standar peneliti, standar pengelolaan.
Standar peneliti merupakan kriteria minimal tentang kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian. Kemampuan peneliti yang memadai, diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Standar peneliti harus terarah kepada terpenuhinya kualitas seorang peneliti. Kualitas peneliti berkaitan dengan penguasaan metodologi penelitian sesuai dengan bidang keilmuan, objek penelitian, serta kerumitan dan tingkat kedalaman penelitian. Kemampuan peneliti secara spesifik ditentukan berdarkan kualifikasi akademik dan hasil penelitian.
Standar peneliti harus memenuhi standar minimal peneliti yang ditetapkan oleh SNP-PT dan/atau berdasarkan standar peneliti yang ditetapkan oleh STIPAS KAK.
B. Pernyataan Standarisi Peneliti
1. Ketua LP2M memastikan bahwa yang berhak melakukan penelitian adalah dosen tetap STIPAS KAK yang memiliki NIDK dan NIDN serta
STANDAR SPMI 49
tidak sedang menjalani studi lanjut.
2. Ketua LP2M memastikan bahwa peneliti memiliki kemampuan terkait dengan metodologi penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, obyek penelitian serta tingkat kerumitan dan kedalaman penelitian. 3. Ketua Tim peneliti minimal berpendidikan S2 dan mempunyai jabatan
minimal asisten ahli (AA) serta berpengalaman dalam penelitian yang dibuktikan dengan hasil penelitian sebelumnya
4. Anggota tim peneliti adalah dosen tetap dan atau dosen honorer asal tidak sebagai ketua Tim peneliti sesuai ketentuan pasal 48 Permenristek Dikti no 44, tahun 2015.
5. Ketua LP2M memastikan bahwa standar peneliti untuk penelitian mengikuti ketentuan oleh Dirjen Penguatan dan Riset dan Pengembangan, Pedoman Penelitian STIPAS KAK dan pihak donor sesuai dengan sumber pendanaan.
6. Ketua LP2M memastikanadanya keterlibatan mahasiswa di dalam kegiatan penelitian.
7. Ketua LP2M memastikan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam penelitian adalah mahasiswa STIPAS KAK yang masih aktif.
C. Strategi pencapaian Standar Peneliti
1. Melakukan sosialisasi standar peneliti kepada seluruh dosen STIPAS KAK.
2. Melaksanakan kegiatan penelitian sesuai dengan standar peneliti yang telah ditetapkan
3. Menggunakan sistem monitoring dan evaluasi
4. Melakukan upaya pengendalian untuk memastikan bahwa penelitian dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
5. Membuat usaha peningkatan mutu penelitian setelah evaluasi dan pengendalian.
STANDAR SPMI 50
D. Indikator Pencapaian Standar Peneliti
ISI INDIKATOR 201 6 201 7 201 8 201 9 202 0 1. Prosentase peneliti adalah dosen
tetap dan dosen yang tidak sedang studi lanjut. 0% 100 % 100 % 100 % 100 % 2. Ketua tim peneliti untuk
penelitian baik yang didanai oleh STIPAS KAK maupun pihak eksternal memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 0% 100 % 100 % 100 % 100 %
3. Prosentase dosen yang melaksanakan penelitian adalah dosen tetap dan dosen honorer di STIPAS KAK yang telah memiliki NIDN. 0% 100 % 100 % 100 % 100 %
4. Prosentase mahasiswa yang telibat dalam penelitian adalah mahasiswa aktif. 0% 100 % 100 % 100 % 100 % 5. Prosentase kegiatan penelitian
yang mengikuti ketentuan yang berlaku. 0% 100 % 100 % 100 % 100 %
E. Interaksi antar Standar Peneliti Standar Peneliti ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
STANDAR SPMI 51
3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Penilaian Penelitian
5. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 6. Standar Pengelolaan Penelitian
7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Peneliti. a. Ketua STIPAS KAK
b. Wakil Ketua I-III c. Ketua Program Studi d. Ketua LPM
e. Ketua LP2M f. Dosen g. Mahasiswa
STANDAR SPMI 52
A.Rasionale Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
Prasarana penelitian guna menunjang kebutuhan isi dan prosess penelitian dalam rangka memenuhi hasil penelitian (Bdk. Pasal 49 ayat 1). B.Pernyataan Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
1. Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh STIPAS KAK digunakan untuk:
a. memfasilitasi penelitian yang mempunyai kaitan dengan bidang Pastoral, kateketik teologi, filsafat, dan ilmu-ilmu sosial.
b. Memfasilitasi proses pembelajaran dan kegiatan pengabdian masyarakat (pasal 49 ayat 2).
2. Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh STIPAS KAK memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan
C. Strategi pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Penelitian Standar sarana dan prasarana penelitian dicapai melalui:
1. Pengadaan secara konsisten fasilitas-fasilitas yang relevan dengan bidang teologi, filsafat, dan ilmu-ilmu sosial.
2. Kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk pengadaan sarana dan prasarana.
D. Indikator Pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Penelitian Indikator pencapaian Standar sarana dan prasarana penelitian adalah:
STANDAR SPMI 53
1. Tersedianya fasilitas penelitian yang mempunyai keterkaitan dengan teologi, filsafat, dan ilmu-ilmu sosial.
2. Tersedianya fasilitas proses pembelajaran dan pengabdian masyarakat. Terpenuhinya standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan
E. Interaksi antar Standar Sarana dan Prasarana Penelitian Standar Sarana dan Prasarana ini terkait dengan:
1. Standar Hasil Penelitian 2. Standar Isi Penelitian 3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Penilaian Penelitian 5. Standar Peneliti
6. Standar Pengelolaan Penelitian 7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 1. Ketua Sekolah 2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Ketua LPM 5. Ketua LP2M 6. Kabag. Perpustakaan 7. Ketua Program Studi 8. Mahasiswa
STANDAR SPMI 54
A. Rasionale Standar Pengelolaan Penelitian
Berdasarkan RENTRA STIPAS KAK yang menegaskan tentang roadmap penelitian, maka dibutuhkan standar pengelolaan penelitian demi mencapai pengelolaan penelitian yang baik.
Standar Pengelolaan Penelitian adalah kriteria menimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengawasan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penelitian pada STIPAS KAK sesuai Permenristek Dikti RI No. 44 tahun 2015.
B. Pernyataan Isi Standar Pengelolaan Penelitian
1. Pimpinan STIPAS KAK wajib menyusun dan menetapkan standar penelitian yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan kegiatan penelitian paling lambat April
2. Pimpinan STIPAS KAK wajib menetapkan unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang mengelola penelitian, yaitu LP2M.
3. Pimpinan STIPAS KAK menugaskan ketua LP2M dalam pengelolaan penelitian.
4. Pimpinan STIPAS KAK wajib menjamin keberlangsungan penelitian dengan mengupayakan pemenuhan aspek: agenda penelitian jangka panjang, ketersediaan SDM, sarana dan prasarana yang memungkinkan penelitian secara berkelanjutan, mengembangkan dan membina jejaring penelitian dan ketersediaan berbagai sumber dana penelitian.
5. LP2M wajib melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Menyusun dan mengembangkan program penelitian sesuai dengan Renstra penelitian STIPAS KAK
STANDAR SPMI 55
b. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan dan sistim penjaminan mutu internal.
c. Memfasilitasi pelaksanaan penelitian
d. Melaksanakan monitoring dan pelaksanaan penelitian e. Melakukan diseminasi hasil penelitian
f. Memfasilitasi kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, penulisan artikel dan perolehan Haki
g. Memberikan penghargaan kepada peneliti yang berprestasi h. Melaporkan kegiatan penelitian yang dikelolanya.
C. Strategi pencapaian Standar Pengelolaan Penelitian Standar pengelolaan penelitian dicapai melalui:
1. Pimpinan STPAK dan atau ketua LPPM menyusun dan menetapkan strategi dalam upaya pencapaian standar penelitian
2. Pimpinan STPAK dan/ atau pimpinan LPPM mengimplementasi standar pengelolaan penelitian dalam rangka pemenuhan kuantitas dan kualitas penelitian.
3. Ketua LPPM melakukan monitoring dan evaluasi serta mengukur tingkat ketercapaian standar pengelolaan penelitian STPAK.
D. Indikator Pencapaian Standar Pengelolaan Penelitian Indikator pencapaian standar pengelolaan penelitian adalah: Yang diukur: Ketersediaan standar pengelolaan penelitian
Cara Mengukur: efektifitas penetapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan penelitian.
Target Pencapaian: Efisiensi, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan penelitian di STIPAS KAK.
STANDAR SPMI 56
Standar Hasil ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
2. Standar Isi Penelitian 3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Penilaian Penelitian 5. Standar Peneliti
6. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 7. Standar Pembiayaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Pengelolaan Penelitian. 1. Ketua 2. Wakil ketua 3. Kepala Biro 4. Ketua LPM 5. Ketua LP2M 6. Kabag. Perpustakaan 7. Ketua Program Studi 8. Mahasiswa
STANDAR SPMI 57
A. Rasional Standar Pembiayaan Penelitian
Standar pembiayaan penelitian diperlukan agar STIPAS KAK memiliki kriteria minimal sumber dan mekanisme pendanaan
B. Pernyataan Standar Pembiayaan Penelitian
1. STIPAS KAK wajib menyediakan dana penelitian internal
2. Dana penelitian STIPAS KAK dapat bersumber dari dari pemerintah, kerja sama dengan lembaga lain di dalam maupun di luar negeri, atau dana dari masyarakat.
3. Peruntukan pembiayaan
a. Perencanaan penelitian, yang terdiri dari 1) Pelaksanaan penelitian;
2) Pengendalian penelitian;
3) Pemantauan dan evaluasi penelitian; 4) Pelaporan hasil penelitian; dan 5) Diseminasi hasil penelitian. b. Peningkatan kapasitas peneliti
c. Insentif publikasi ilmiah atau insentip kekayaan intelektual
d. Mekanisme pendanaan dan pembiayaan penelitian diatur oleh pemimpin perguruan tinggi.
C. Strategi pencapaian Standar Pembiayaan Penelitian 1. STIPAS KAK menyediakan budget untuk penelitian
2. Membangun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga lain untuk perolehan dana penelitian
STANDAR SPMI 58
D. Indikator Pencapaian Standar Pembiayaan Penelitian
Ketersediaan dana penelitian dosen baik mandiri maupun kelompok. E. Interaksi antar Standar Pembiayaan Penelitian
Standar pembiayaan penelitian ini terkait dengan: 1. Standar Hasil Penelitian
2. Standar Isi Penelitian 3. Standar Proses Penelitian 4. Standar Penilaian Penelitian 5. Standar Peneliti
6. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian 7. Standar Pengelolaan Penelitian
F. Pihak yang terlibat dalam pemenuhan Standar Pembiayaan Penelitian.
1. Ketua Sekolah 2. Wakil Ketua I 3. Wakil Ketua II 4. Wakil Ketua III 5. Ketua Prodi 6. Dosen 7. Mahasiswa