PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH (Kritik atas Contradictio in Terminis Pasal 55 Undang-undang no. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah)
Teks penuh
Dokumen terkait
Undang-undang telah memberi kejelasan lembaga mana yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa perbankan syariah baik melalui lembaga pengadilan atau melalui lembaga
Jika dipahami, ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dapat dijelaskan mengenai ayat (1) telah menjadi prinsip hukum
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai kewenangan Pengadilan Agama dalam mengadili sengketa perbankan syariah yang melibatkan pihak non muslim
Disarankan apabila terjadi sengketa perbankan syariah yang tidak dapat diselesaikan lewat musyawarah, maka forum penyelesaian selanjutnya adalah lewat peradilan
Disarankan apabila terjadi sengketa perbankan syariah yang tidak dapat diselesaikan lewat musyawarah, maka forum penyelesaian selanjutnya adalah lewat peradilan
1. Aktualisasi court-annexed mediation dalam penyelesaian sengketa perbankan syariah di Pengadilan Agama Surabaya, Pengadilan Agama Sidoarjo dan Pengadilan Agama
21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah dan penjelasannya, penyelesaian sengketa bank syariah selain dilakukan oleh pengadilan agama, juga diberikan pilhan lain
Di samping itu, penyelesaian sengketa di luar pengadilan juga ikut mengalami perubahan, ini disebabkan karena sebelum dibatalkannya Penjelasan Pasal