• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Kode/Nama Rumpun Ilmu: 775/Pend. I.P.A.

LAPORAN AKHIR

PENELITIAN HIBAH BERSAING

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENGATASI RENDAHNYA KETERLIBATAN

BELAJAR MAHASISWA

Tahun ke 1 dari rencana 2 tahun

TIM PELAKSANA

Ketua : Sujarwo, S.Pd.,M.Pd. NIDN : 0117128103

Anggota : Asnarni Lubis, S.Pd., M.Pd NIDN : 0121048602

Dibiayai DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penugasan

Penelitian Hibah Bersaing No. 58/LP2M-UMNAW/M.05/2016 Tertanggal 12 Mei 2016 Bagi Dosen Perguruan Tinggi Swasta

Tahun Anggaran 2016

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) AL-WASHLIYAH

(2)
(3)

RINGKASAN

Ekspektasi dari proses pembelajaran yang terjadi adalah mahasiswa terlibat aktif terhadap seluruh kegiatan, dari awal kegiatan hingga pemaparan hasil kegiatan, yang dirancang sedemikian rupa melalui kelompok-kelompok kecil yang berjumlah tiga orang. Kegiatan kooperatif tersebut adalah dalam rangka mencari bahan/materi/referensi, mendiskusikan, menyusun makalah, mempresentasikan dan evaluasi. Hal ini dilakukan setelah kelompok mahasiswa menerima topik materi dari dosen pengampu mata kuliah. Ternyata, dalam setiap kelompok, masih ada beberapa [tepatnya 3-4 orang] mahasiswa tidak terlibat secara aktif, mereka yang aktif yang memiliki komitmen untuk belajar. Karena itu, beberapa mahasiswa yang tidak aktif tampak jelas kesulitan menyajikan hasil kegiatan di depan kelas dan terlihat dari karakteristiknya pada saat di kelompok masing-masing. Hal ini menandakan bahwa 90% dari jumlah seluruh mahasiswa dalam satu kelas dimasing-masing kelompok melakukan aktivitas yang diarahkan berdasarkan topik materi yang diberikan. Hal ini terbukti dan berdampak pada hasil belajar mereka pada saat dievaluasi.

Penelitian dilakukan dua tahun melalui dua tahap. Metode penelitian pada tahap pertama secara eksploratif, bertujuan untuk membangun model aktivitas pembelajaran berbasis sainstifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa. Hasil penelitian ditahun pertama diperoleh a) data dan dokumentasi bagaimana mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran, apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa dengan atau tanpa adanya intervensi dari dosen pengampu mata kuliah berdasarkan topik materi yang diberikan, b) data dan dokumentasi pemanfaatan fasilitas belajar, yaitu bagaimana fasilitas penunjang dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh mahasiswa, 3) Kendali [format kegiatan] aktivitas mahasiswa, yaitu bagaimana mengendalikan aktivitas pembelajaran. Aktivitas belajar mahasiswa tertulis dalam format kendali kegiatan pembelajaran berdasarkan topik materi yang diberikan. Topik materi disetiap kelompok berbeda satu sama lainnya.

(4)

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada semua hamba-Nya. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada rosul junjungan nabi Muhammad SAW, semoga ummatnya mendapatkan syafa’atnya kelak. Amin.

Alhamdulillah, penelitian ini telah dilaksanakan untuk tahap pertama pada tahun ke 1 dari 2 tahun. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui proses pembelajaran khususnya pada program studi pendidikan anak usia dini. Proses pembelajaran yang telah dilakukan pada tahap pertama penelitian ini turut didukung oleh berbagai pihak, karena itu tak lupa kami sampaikan rasa terima kasih kami yang mendalam kepada:

1. Bapak Rektor UMN Al-Washliyah;

2. Bapak Wakil Rektor II UMN Al-Washliyah;

3. Bapak Ketua LP2M UMN Al-Washliyah beserta sekretaris, kepala bidang dan tata usaha;

4. Mahasiswa program studi pendidikan anak usia dini UMN Al-Washliyah. Semoga semua yang telah dilakukan memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi segenap sivitas akademika UMN Al-Washliyah.

Medan, 13 Agustus 2016 Ketua Tim Peneliti,

(5)

v DAFTAR ISI Halaman Depan ... Halaman Pengesahan ... i Ringkasan ... ii Prakata ... iii Daftar Isi... iv Daftar Tabel ... v Daftar Gambar ... vi

Daftar Lampiran ... vii

Bab I Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang dan Permasalahan ... 1

B. Tujuan Khusus... 2

C. Urgensi Penelitian ... 3

Bab II Tinjauan Pustaka ... 4

A. Belajar dan Pembelajaran ... 4

B. Model Pembelajaran... 5

1. Model Pembelajaran... 5

2. Karakteristik Model Pembelajaran ... 5

3. Pendekatan Pembelajaran Saintifik ... 5

C. Aktivitas Belajar dan Keterlibatan Mahasiswa dalam Belajar .... 6

D. Studi yang Telah dilakukan dan Road Map ... 10

Bab III Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 12

A. Tujuan Penelitian... 12

B. Manfaat Penelitan... 12

Bab IV Metodologi Penelitian ... 12

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 12

B. Metode dan Disain Penelitian ... 12

C. Pemilihan Sampel ... 12

D. Data dan Sumber Data ... 12

E. Metode dan Instrumen Pengumpul Data ... 13

F. Analisis Data ... 13

Bab V Hasil dan Luaran yang dicapai ... 16

A. Hasil yang dicapai ... 16

B. Luaran yang dicapai ... 16

Bab VI Rencana Tahap Berikutnya ... 18

Bab VII Kesimpulan dan Saran ... 19

A. Kesimpulan ... 19

B. Saran ... 19

Daftar Pustaka ... 18

Lampiran Lampiran 1. Format Kendali Kegiatan Aktivitas Belajar... 28

Lampiran 2. Draft Buku ... 37

Lampiran 2. Draft Artikel Ilmiah ... 38

(6)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Format Kendali Kegiatan Aktivitas Belajar

Lampiran 2 Draft Buku yang berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi;

Lampiran 2 Draft Artikel Ilmiah

Lampiran 3 Draft Naskah diterbitkan di Prosiding sebagai Pemakalah pada Seminar Nasional Hasil Penelitian dan PkM

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang dan Permasalahan

Pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan SDM yang berdaya saing. Pendidikan tidak hanya terjadi dan dilakukan secara pribadi tetapi dapat dilaksanakan dalam satu satuan penyelenggaraan pendidikan yang berkesinambungan. Pendidikan dapat dimulai pada setiap individu untuk menghasilkan manusia yang komitmen, kompeten dibidangnya. Proses pendidikan berisikan serangkaian proses belajar dan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif. Untuk itu, pembelajaran yang pernah diterapkan adalah proses pembelajaran kooperatif yang melibatkan mahasiswa dalam mencari, menemukan dan mengkonstruksi pengetahuan baru melalui keterlibatannya. Proses tersebut tentu saja tidak dilakukan secara individual melainkan dilakukan secara berkelompok. Kegiatan mahasiswa secara berkelompok tentu akan meringankan “beban” secara mental bagi setiap individual (mahasiswa) sehingga setiap mereka berpeluang besar untuk menerima, menemukan pengetahuan baru yang belum dimiliki. Eksplorasi kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada materi yang telah diberikan pada setiap kelompoknya. Jumlah maksimal mahasiswa dalam setiap kelompoknya adalah lima dan/atau enam orang. Ekspektasi dari proses kegiatan ini adalah mahasiswa terlibat dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan. Dalam pengertian: mahasiswa melibatkan diri dari proses pencarian bahan, menyusun, mengevaluasi hingga menyajikan di depan kelas. Ketika kegiatan ini mereka lakukan dengan penuh tanggung jawab dan kerjasama yang baik diantara mereka maka akan memberikan dampak terhadap kekuatan pemahaman mereka yang akhirnya akan menunjang kualitas pada saat mereka presentasi. Pemahaman yang mereka miliki merupakan hasil keterlibatan mereka dengan proses kegiatan, sehingga pemahaman tersebut akan bertahan lama di “memori” mereka. Hal ini akan sangat berguna bagi mereka ketika mereka menghadapi evaluasi tengah semester maupun akhir semester. Pada saat ujian, mereka akan mampu mendeskripsikan apa yang mereka fahami dengan bahasa mereka sendiri secara akademik. Selain itu, gerak gerik mereka

(8)

2

pada saat itu akan terlihat konsentrasi dengan tidak melihat samping kiri dan kanan.

Untuk memenuhi ekspektasi ini, maka sangat diperlukan kepedulian pengajar sebagai pengendali kegiatan. Kepedulian tersebut tidak hanya mengetahui kehadiran mereka pada saat perkuliahan, melainkan harus mengetahui proses kerjasama yang baik diantara mereka, bagaimana mereka memperoleh bahan, siapa saja yang terlibat dan yang tidak terlibat dan lain sebagainya.

Namun demikian, ternyata kegiatan yang diharapkan tidak terjadi sebagaimana mestinya. Tidak semua mahasiswa dimasing-masing kelompok terlibat dalam proses kegiatan dimaksud. Bahkan ada yang tidak terlibat dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir sehingga temuan yang sangat terkait adalah mereka tidak mampu menyajikan hasil pekerjaan mereka dengan baik, justru kemampuan yang ditampilkan adalah kemampuan membaca, bukan kemampuan menjelaskan dengan bahasa mereka sendiri (faham). Hal ini berdampak pada kemampuan mereka pada saat evaluasi tengah semester dan akhir semester yang berhujung pada rendahnya pencapaian belajar mahasiswa, mereka melakukan kerjasama yang baik diantara mereka (nyontek), artinya secara redaksi masih ditemukan jawaban yang sama satu sama lain diantara mereka. Hanya beberapa mahasiswa yang berhasil memperoleh hasil belajar yang sesuai harapan.

Berdasarkan temuan-temuan sebagaimana dimaksud di atas, mengisyaratkan bahwa keterlibatan mahasiswa harus diperhatikan dan lebih ditingkatkan lagi melalui model yang akan dikembangkan dan diterapkan, sehingga dengan model yang dikembangkan dapat mengkoridori kegiatan belajar mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Untuk itu dikembangkan model pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa.

B.Urgensi Penelitian

Jika diabaikan rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa dari waktu ke waktu akan berdampak terhadap pemerolehan pemahaman yang pada akhirnya terkait dengan prestasi belajar. Dosen, mahasiswa dan fasilitas belajar merupakan bagian yang saling terkait satu sama lain dalam hal tersebut.

(9)

3

Namun, mahasiswa adalah “aktor” sasaran yang paling terkait dengan aktivitas belajar. Rendahnya aktivitas belajar dipicu oleh kesadaran mahasiswa yang tidak memihak kepada tumbuhnya motivasi dan semangat belajar mahasiswa. Rendahnya aktivitas belajar yang terjadi menunjukkan rendahnya keterlibatan belajar khususnya secara berkelompok.

Aktivitas belajar yakni kegiatan mental baik didalam kelas (aktivitas belajar yang dipandu oleh dosen mata kuliah) maupun diluar kelas (aktivitas belajar mandiri yang secara insidental mahasiswa menentukan sendiri seperti di kos-kosan, pelataran kampus dan sebagainya dalam rangka menyelesaikan tugas secara berkelompok). Karena itu, untuk meletakkan siapa yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas merupakan bagian yang perlu dilakukan penataan khususnya dimasing-masing kelompok. Penelitian ini berusaha meletakkan mahasiswa sebagai subjek dalam model pembelajaran berbasis saintifik yang menjadi dasar pemecahan dalam mengatasi rendahnya keterlibatan belajar. Dengan kejelasan aktivitas belajar mahasiswa maka perbedaan konsentrasi berfikir antar perorangan dalam satu kelompok dapat diletakkan sesuai dengan aktivitas belajar masing-masing. Dengan menemukan model yang jelas terhadap aktivitas belajar maka keraguan akan rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa dapat diatasi. Oleh karena itu pula, model ini nantinya dapat menjadi acuan permasalahan serupa pada jenjang sama dan/atau berbeda maupun dalam suatu lembaga lain.

C.Fokus Penelitian dan Penerapannya

Ekspektasi dari kegiatan pembelajaran adalah mahasiswa terlibat dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan. Dalam pengertian: mahasiswa melibatkan diri dari proses pencarian bahan, menyusun, mengevaluasi hingga menyajikan di depan kelas. Ternyata kegiatan yang diharapkan tidak terjadi sebagaimana mestinya. Tidak semua mahasiswa terlibat dalam proses kegiatan dimaksud. Bahkan ada yang tidak terlibat dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir sehingga kemampuan yang ditampilkan adalah kemampuan membaca pada saat presentasi.

Mengacu kepada uraian di atas maka salah satu fakta mengapa hal dimaksud di atas dapat terjadi adalah rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa

(10)

4

di dalam kelompoknya, khususnya ketika tugas kelompok. Penyelesaian tugas kelompok sering kali dilakukan di luar jam belajar terstruktur/terjadwal. Pertemuan-pertemuan yang mereka lakukan tentu saja tidak terjadwal, tidak terkontrol, seperti siapa saja yang hadir, seperti apa pembagian job description, kapan pertemuan lanjutan, dimana, kapan. Melalui fakta inilah perlu dikembangkan model pembelajaran yang sudah ada yakni model pembelajaran berbasis saintifik yang menjadi fokus penelitian ini yang sekaligus menandakan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang pernah dilakukan (lain).

Model pembelajaran yang dikembangkan dikhususkan untuk mengarahkan peserta didik tidak hanya belajar sesuai jam belajar tetapi juga diluar jam belajar seperti penugasan. Model pembelajaran yang ada selama ini hanya digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan tidak mencakup kegiatan belajar diluar kelas. Oleh karena itu kekhususan model adalah menjadi model pembelajaran yang dapat mengarahkan peserta didik belajar di luar jam wajib belajar mereka dan mampu menjaga keterlibatan belajar mereka sehingga tidak menimbulkan kecemburuan secara sosial ketika ada penugasan, sehingga belajar tidak hanya diutamakan pada saat di kelas saja tetapi ketika ada kegiatan terjadwal diluar jam belajar dapat direalisasikan menggunakan panduan model ini.

(11)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A.Belajar dan Pembelajaran

Belajar merupakan proses pengolahan informasi. (Yulaelawati, 2004;87). Proses belajar yang terjadi antara pendidik dan peserta didik akan memberikan implikasi terhadap perkembangan, baik kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang pada awalnya mahasiswa belum mengetahui tentang suatu konsep, tetapi setelah dipelajari, mahasiswa menjadi mengetahui tentang suatu konsep.

Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar peserta didik di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan perilaku mahasiswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2003 dalam Jihad dan Haris: 2008: 1). Menurut Santrock (2007), mendefinisikan belajar (learning) sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman. Sedangkan menurut Asma (2006), kegiatan belajar merupakan kegiatan yang terselenggara secara pribadi dan merupakan proses sosial yang terjadi ketika masing-masing individu berinteraksi satu sama lain dan membangun sebuah pengertian dan pengetahuan bersama. Belajar sebaiknya dilakukan secara berurutan (sequential), terencana dan sistematik (teratur). Belajar secara langsung menghubungkan motivasi positif dan belajar merupakan pembelajaran yang disesuaikan dengan perbedaan-perbedaan individu setiap peserta didik.

Dari beberapa pengertian belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan usaha sadar yang berproses dan berkesinambungan yang dilakukan mahasiswa dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

(12)

6

B.Model Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik 1. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah: a) rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya; b) landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar; c) tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil; d) Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world). Bruner berpendapat bahwa pada hakekatnya tujuan pembelajaran bukan hanya memperbesar dasar pengetahuan siswa, tetapi juga untuk menciptakan berbagai kemungkinan untuk invention (penciptaan) dan discovery (penemuan). Bruner menganggap sangat penting peran dialog dan interaksi social dalam proses pembelajaran. Berdasarkan dari konsep Bruner, maka seorang pengajar yang akan menggunakan pendekatan berbasis masalah harus menekankan pada beberapa hal berikut ini dalam proses pembelajarannya: a) memberikan tekanan yang kuat untuk membangun keterlibatan aktif semua siswa dalam setiap langkah dan proses pembelajaran yang dilakukan; b) mendorong siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan oleh siswa sendiri tanpa dominasi oleh guru; c) guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk di dalami dalam berbagai kegiatan penyelidikan hingga siswa sampai pada penemuan ide-ide dan mengkonstruksinya menjadi bangunan teori, paling tidak sampai pada pemahamannya yang mendalam tentang teori; d) orentasi yang digunakan adalah induktif bukan orentasi deduktif.

(13)

7 2. Pengertian Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari pemikiran tentang bagaimana metode pembelajaran diterapkan berdasarkan teori tertentu. Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen:

mengamati, menanya, menalar, mencoba/mencipta,

menyajikan/mengkomunikasikan. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Karena itu, metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas

pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis. (www.p4tksb-jogja.com/index.php?...pendekatan-sainti...).

Setiap pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kreativitas peserta didik.

C.Keterlibatan dalam Belajar

Keterlibatan peserta didik dalam setiap kegiatan dapat diawali karena kebutuhan kognitifnya seperti rasa ingin tahu terhadap sesuatu hal. Ketika kebutuhan kognitif tidak hadir dalam diri peserta didik maka karakteristik keinginan untuk tahu terhadap sesuatu hal tidak terlihat dalam sebuah aktivitas. Jika kebutuhan kognitif terhadap sesuatu semakin mningkat maka peserta didik akan terlihat memiliki rasa ingin tahu yang kuat pula. Jika rasa ingin tahu sudah muncul dalam benak peserta didik maka tanpa ada stimulasi dari luar seseorang akan mudah untuk terlibat dalam suatu kegiatan terutama proses pembelajaran. Apabila proses pembelajaran didalamnya memanfaatkan lingkungan belajar maka akan mempengaruhi kebutuhan kognitif. Secara kognitif peserta didik akan memiliki pengetahuan dan pengalaman baru yang ia peroleh dari kegiatan yang lakukan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Didik (2011) yang menyimpulkan bahwa keterlibatan peserta didik dan guru

(14)

8

dalam penggunaan media dan metode inkuiri pada pembelajaran dinamika atmosfer di SMA PGRI 3 Randudongkal kelas X tahun pelajaran 2010/2011 sangat membantu peserta didik untuk memahami materi yang disajikan.

Keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar sangat penting, karena anak didiklah yang belajar, maka anak didik yang harus melakukannya (Edi Suardi dalam Djamarah,1994)( http://repository.ubaya.ac.id/5852/. Dari rasa ingin tahu yang muncul lalu mengarah kepada keterlibatan peserta didik sehingga akan terlihat aktivitas. Aktivitas yang terlihat adalah partisipasi peserta didik dalam suatu aktivitas. Artinya, dalam keterlibatannya, setiap peserta didik dapat terlihat aktivitas dan partisipasi. Oleh karena itu, agar tampak jelas aktivitas dan partisipasi peserta didik dalam belajar maka diperlukan keterlibatan. Peserta didik dalam hal ini adalah mahasiswa. Partisipasi aktif mahasiswa sangat berpengaruh pada proses perkembangan berpikir, emosi, dan sosial. Keterlibatan mahasiswa dalam belajar, membuat mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mengambil keputusan. Namun pembelajaran saat ini pun masih ada yang menggunakan metode belajar dimana mahasiswa menjadi pasif seperti pemberian tugas, dan guru mengajar secara monolog, sehingga cenderung membosankan dan menghambat perkembangan aktivitas mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa bisa diartikan sebagai mahaasiswa berperan aktif sebagai partisipan dalam proses belajar mengajar. Menurut Dimjati dan Mudjiono (1994:56-60), keaktifan mahasiswa dapat didorong oleh peran dosen. Dosen berupaya untuk memberi kesempatan mahasiswa untuk aktif, baik aktif mencari, memproses dan mengelola perolehan belajarnya. Untuk dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar mengajar, dosen dapat melakukannya dengan; keterlibatan secara langsung mahasiswa baik secara individual maupun kelompok; penciptaan peluang yang mendorong mahasiswa untuk melakukan eksperimen, upaya mengikutsertakan mahasiswa atau memberi tugas kepada mahasiswa untuk memperoleh informasi dari sumber luar kelas atau sekolah serta upaya melibatkan mahasiswa dalam merangkum atau menyimpulkan pesan pembelajaran. Adapun kualitas dan kuantitas mahasiswa dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu

(15)

9

faktor internal dan faktor eksternal. Internal faktor meliputi faktor fisik, motivasi dalam belajar, kepentingan dalam aktivitas yang diberikan, kecerdasan dan sebagainya. Sedangkan eksternal faktor meliputi dosen, materi pembelajaran, media, alokasi waktu, fasilitas dan sebagainya (http://belajarpsikologi.com/keterlibatan-mahasiswa -dalam-proses-belajar-mengajar/).

D.Studi yang telah dilakukan dan Peta Jalan (Road Map)

Studi tentang metode pembelajaran kooperatif yang sudah dilakukan penulis adalah melalui penelitian dosen pemula ditahun anggaran 2013 (Sujarwo, 2013). Temuan yang diperoleh pada mata kuliah ilmu kealaman dasar dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif adalah sebagian mahasiswa di masing-masing kelompok tidak terlibat/melibatkan diri dalam aktivitas belajar khususnya proses penyusunan dan penyelesaian tugas. Oleh karena itu perlu dikembangkan model pembelajaran dengan memperhatikan keterlibatan mahasiswa sehingga aktivitas yang terjadi menambah pemahaman dan berujung pada tercapainya hasil belajar secara maksimal.

Peta jalan (road map) penelitian secara utuh dari awal studi sampai memperoleh temuan dapat dilihat pada gambar 1. Dari road map, kegiatan dimulai dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 5-6 orang. Untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis masalah, setelah mahasiswa menerima judul tugas, mereka bereksplorasi dalam mencari, menyusun dan menyajikan hasil eksplorasi.

(16)

11 Menginformasikan Materi Kelompok, yang terdiri dari 3-6 orang Sistem Pembelajaran Keterlibatan Belajar (Fisik, Mental) Mahasiswa Bereksplorasi Mencari Bahan Model Aktivitas Pembelajaran Berbasis Saintifik Penyajian Hasil Eksplorasi

Sistematika Produk dan Penyajian Setting Kelas-Kursi Target Temuan Strategi Mengatasi Rendahnya Keterlibatan Belajar Gbr. Road Map Penelitian Produk Penelitian Lanjutan

(17)

12 BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN A. Tujuan Penelitian

Yang menjadi tujuan khusus penelitian ini adalah:

1. Mengembangkan model pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiwa. Model pembelajaran ini dikhususkan untuk mengarahkan peserta didik tidak hanya belajar sesuai jam belajar tetapi juga diluar jam belajar seperti penugasan. Model pembelajaran yang ada selama ini hanya digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan tidak mencakup kegiatan belajar diluar kelas. Oleh karena itu kekhususan model adalah menjadi model pembelajaran yang dapat mengarahkan peserta didik belajar di luar jam wajib belajar mereka dan mampu menjaga keterlibatan belajar mereka sehingga tidak menimbulkan kecemburuan secara sosial ketika ada penugasan, sehingga belajar tidak hanya diutamakan pada saat di kelas saja tetapi ketika ada kegiatan terjadwal diluar jam belajar dapat direalisasikan menggunakan panduan model ini;

2. Menyusun buku, sebagai gambaran awal, buku yang akan disusun berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi. Buku dimaksud berisikan implementasi model pembelajaran hasil pengembangan dari penelitian ini sesuai kaidah saintifik yang mengarahkan kegiatan belajar di dalam kelas maupun di luar kelas (mandiri secara kelompok);

3. Menghasilkan naskah publikasi artikel ilmiah yang ditujukan terbit di jurnal nasional terakreditasi B yaitu Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY);

4. Menghasilkan makalah yang disajikan di seminar nasional.

B. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah model yang telah dikembangkan dapat digunakan sebagai panduan untuk mengarahkan peserta didik tidak hanya belajar sesuai jam belajar tetapi juga diluar jam belajar seperti penugasan+.

(18)

13 BAB IV

METODE PENELITIAN A.Metode Penelitian

Penelitian dilakukan dalam dua tahapan selama dua tahun. Di tahun pertama, metode penelitian bersifat eksploratif dengan tujuan untuk mengkonstruksi model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik. Model aktivitas belajar ditentukan berdasarkan variabel aktivitas pembelajaran yaitu 1) kegiatan mental baik didalam kelas maupun diluar kelas, 2) siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, 3) bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas merupakan bagian yang perlu dilakukan penataan khususnya di masing-masing kelompok.

Pada tahap kedua, bertujuan untuk mengembangkan model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Penelitian dilakukan melalui proses pembelajaran untuk menguji model aktivitas pembelajaran yang telah dibangun pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dihasilkan buku tentang model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar, naskah publikasi jurnal. Model yang diperoleh pada penelitian tahun pertama dikembangkan pada penelitian tahun II. Rancangan penelitian pada tahun kedua mengikuti tahun pertama dengan mengujikan model yang telah dibangun pada tahun pertama yaitu mengembangkan model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Pada tahap kedua, dilakukan juga analisis aturan pendidikan terkait dengan aktivitas pembelajaran. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh model terbaik aktivitas pembelajaran berbasis saintifik yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Aktivitas pembelajaran, yaitu kegiatan mental yang dilakukan mahasiswa baik pada saat proses pembelajaran (di kelas) maupun di luar kelas.

(19)

14 B.Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian akan dilakukan mulai bulan April 2016 sampai bulan Oktober 2017. Survei pendahuluan dilakukan berdasarkan proses aktivitas pembelajaran, pemanfaatan fasilitas pembelajaran dan waktu yang digunakan.

Penelitian dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMN Al-Washliyah Jl. Garu II Medan.

C.Pemilihan Sampel

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi aktivitas pembelajaran berbasis saintifik maka pemilihan sampel ditentukan sesuai dengan unsur-unsur aktivitas pembelajaran yaitu jumlah mahasiswa dalam satu kelompok, job description setiap mahasiswa, kegiatan belajar di dalam kelas dan luar kelas, siapa saja yang melakukan kegiatan. Responden yaitu mahasiswa yang tergabung di masing-masing kelompok dan terkait kegiatan pembelajaran. Gambaran pemilihan sampel yaitu banyaknya jumlah mahasiswa yang ada di masing-maing kelompok. D.Data dan Sumber Data

Data dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: 1. Data Primer

Data primer diperoleh secara langsung di lapangan maupun dari responden untuk menggambarkan profil aktivitas pembelajaran yaitu kegiatan mental baik didalam kelas maupun diluar kelas, siapa yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas khususnya di masing-masing kelompok.

2. Data Sekunder

Data sekunder dapat diperoleh dari dosen-dosen yang terkait dengan responden khususnya dosen yang mengisi mata kuliah di kelas responden seperti kegiatan mental baik didalam maupun diluar kelas, siapa yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam (aktivitas belajar yang dipandu oleh dosen mata kuliah) dan diluar (aktivitas belajar mandiri yang secara insidental mahasiswa menentukan sendiri baik di kos-kosan, pelataran kampus dan sebagainya) kelas khususnya di masing-masing kelompok.

(20)

15 E.Metode dan Instrumen Pengumpul Data

Metode dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner dan studi dokumen. Observasi dilakukan sebelum pengumpulan data dilakukan sedangkan kuesioner (daftar pertanyaan) disusun untuk memperoleh data sehubungan dengan topik penelitian, studi dokumen dilakukan sebagai data sekunder untuk penunjang data primer.

F. Analisis Data

Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membangun model aktivitas pembelajaran berbasis kooperatif. Sajian deksriptif didukung dengan data-data kuantitatif yang dianalisa berdasarkan indeks kegiatan pembelajaran yang ditunjukkan seagai indeks aktivitas pembelajaran. Penilaian terhadap indeks aktivitas diukur berdasarkan indeks yang diperoleh pada kegiatan yang ada:

𝑆 = ∑ 𝑆 𝑛 Keterangan:

S : Indeks aktivitas pembelajaran ∑ 𝑆 : Jumlah total skor

n : Jumlah responden

Pada tahap kedua penelitian bertujuan untuk mengembangkan model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa. Penelitian pada tahap ini untuk menguji model aktivitas pembelajaran yang telah dibangun pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini diproduk buku, buku yang akan disusun berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi. Buku dimaksud berisikan implementasi model pembelajaran hasil pengembangan dari penelitian ini sesuai kaidah saintifik yang mengarahkan kegiatan belajar di dalam kelas maupun di luar kelas (mandiri secara kelompok), naskah publikasi jurnal sebagaimana dimaksud pad tujuan penelitian. Model yang diperoleh pada tahap pertama dikembangkan berdasarkan pada tahap kedua. Disain penelitian pada tahap kedua mengikuti tahap pertama akan tetapi dengan tujuan yang berbeda yaitu untuk menguji model aktivitas pembelajaran berbasis

(21)

16

saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa. Populasi penelitian pada tahap kedua ini adalah sama pada penelitian pada tahap pertama. Model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa seperti digambarkan pada fishbone diagram penelitian:

(22)

15 Pola Aktivitas Pembelajaran Pembagian Kelompok Proses Pembelajaran Pembelajaran Saintifik Informasi Materi Aturan Main

Kegiatan Mencari Bahan

Aktivitas dalam kelompok Aktivitas Individu Rendahnya Aktivitas Belajar Aktivitas Selain Kuliah Faktor ekonomi keluarga Motivasi Diri Minat Prosedur Presentasi Panduan Penulisan Makalah Revisi Makalah Presentasi Model Aktivitas Pembelajaran Berbasis saintifik untuk Mengatasi Rendahnya Keterlibatan Belajar

(23)

16 BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil yang dicapai

Hasil yang dicapai adalah data proses aktivitas pembelajaran, pemanfaatan fasilitas pembelajaran dan waktu yang digunakan yang dilakukans ecara berkelompok yang disajikan pada tabel di bawah ini:

Aktivitas dan Nama Mahasiswa

Pemanfaatan

Fasilitas Waktu dan Tempat

Merancang Alat Evaluasi Bahasa, Matematika dan Motorik Halus

[Sari Ramadhani, Rizki Amalia, Wirda Putri]

Hand phone 4 April 2016 Pukul 20.15 di Rumah

Hand phone 26 April 2016 Pukul 21.00 Di Rumah

Laptop dan Hand phone

08.20 4 April April 2016 di Kost 13.20 April 2016 di Kampus A 10.12 4 April 2016 di Kost 10.13 26 April 2016 di Kost 11.23 3 Mei April 2016 di Kost Pengertian Penilaian

Autentik

[Maharani, Nurlaila, Dewi Sri Ningsih (Absen)]

Laptop, Hand

phone 13.40 wib di Warnet Laptop, Hand

phone dan Flash Disk 16.30 wib di Warnet 09.45 win di Kontrakan Jum’at, 6 Mei 2016 Membuat Definisi Konseptual, Operasional dan Lembar Observasi dari Tiga Ranah (Kognitif, Afektif dan Psikomotorik) [Erlinawati, Jalilah]

Notebook, Modem

Sabtu, 23 April 2016 Pukul 20.00 wib di Kamar Kontrakan Jl. Garu II Tanggal 12 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 13 Mei 2016 di Kedai Aceh Jl. Garu II

Tanggal 14 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 15 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 18 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Nelly Kristin, Ari Ramadhan

Hand phone Laptop

Di rumah

Di rumah Gg. Anggur Jl. Garu I

Merancang Alat Evaluasi Motorik Kasar, Sosial Emisonal dan Sains [Rizka Wulandari, Yeshi Anggreani Hutabarat, Nitra Ayuningsih] Hand phone jaringan Wifi 15 April 2016 di rumah 25 April 2016 di kampus 1 Mei 2016 di rumah 2 Mei 2016 17 April 2016 di rumah 13 April 2016 dirumah 23 April 2016 di rumah Merancang Alat Evaluasi

Sosial Emosional, Motorik Kasar dan

Hand phone 5 April 2016 di kampus 15 April 2016 di rumah

(24)

17 Bahasa [Ismayani, Rizka Rahmadwita, Shila Thawilah] Hand phone Hand phone LKS, Crayon Gambar Hand phone Hand phone Kertas, Pulpen, Rol Buku Metode Pengembangan Sosial Emosional. Pengarang Ali Nugraha 16 April 2016 di rumah 16 April 2016 di rumah 30 April 2016 di rumah 12 April 2016 di rumah 12 April 2016 di rumah 18 April 2016 di rumah 17 April 2016 di rumah

Merancang Alat Evaluasi Pembelajaran AUD [Umi Kalsum, Yusnilawati, Wahyuna Alhadda Lubis] HP Laptop Wifi Kampus Di rumah Di kampus Di warnet

Merancang Alat Evalusi Siti Sa’adah, Rizky Ramadhan, Taslima, Widdayu Lubis Tablet Tablet Komputer Di rumah, di kampus Di rumah, di kampus

Merancang Alat Evaluasi Psikomotorik Kasar, Sosial Emosional dan Bahasa

[Rukyati, Ira Soviana, Nurhabibah Sinaga] Hand phone Laptop Komputer Hand phone Hand phone Hand phone Hand phone Laptop Hand phone Hand phone Laptop Hand phone Hand phone 19.00 di rumah 17.00 di kampus 10.00 di warnet 16.00 di kelas 21.00 di rumah 20.00 di rumah 16.00 di kelas 19.30 di rumah 13.30 di Aula Kampus C 16.00 di kelas 20.00 di rumah 13.30 di kelas 19.00 di rumah Merancang Alat Evaluasi

Sosio Emosional [Danty Novaliani, Putri Eka Sari Arda, Intan Permata Sari] Buku Panduan, Internet Android, HP HP 15.00 – 16.00 di rumah 13.00 di kampus 10.00 di kos 10.00 di kos Eka Merancang Alat Evaluasi

Motorik Halus, Bahasa Isnaeni Sabaa Tharawina

Buku Buku Internet 20 April 2016 Pukul 11.00 di rumah 22 April 2016 Pukul 08.00 di rumah

(25)

18 Buku Internet Buku

23 April 2016 Pukul 17.00 di Kampus C UMN Al-Washliyah 23 April 2016 Pukul 20.00 di rumah 24 April 2016 Pukul 09.00 di Jl. Dr. Mansyur 25 April 2016 Pukul 20.00 di rumah

aktivitas belajar ditentukan berdasarkan variabel aktivitas pembelajaran yaitu 1) kegiatan mental baik didalam kelas maupun diluar kelas, 2) siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, 3) bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas merupakan bagian yang perlu dilakukan penataan khususnya di masing-masing kelompok. Dengan demikian hasil yang dicapai pada tahap pertama ini adalah:

1. Data kegiatan belajar [mental] baik didalam kelas maupun diluar kelas;

2. Data siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa; 3. Data kendali [format kegiatan] aktivitas belajar didalam dan diluar

kelas khususnya ditiap-tiap kelompok.

Adapun data yang dicapai sebagaimana dimaksud di atas adalah sebagai berikut:

1. Data kegiatan belajar [mental] baik didalam kelas maupun diluar kelas;

Data kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas berdasarkan tabel di atas sesuai dengan materi yang diberikan. Mahasiswa mencari dan menyusun materi penugasan didasarkan pada materi yang telah diberikan sebelumnya yang dilakukan dalam beberapa pertemuan. Dalam tiap pertemuannya ada beberapaa mahasiswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan. Pemenuhan materi penugasan dilakukan setiap kelompoknya yang terdiri dari 3 mahasiswa. Untuk merekam kegiatan apa saja yang dilakukan mahasiswa dalam upaya pemenuhan materi penugasan yang telah diberikan, peneliti memberikan format

(26)

19

rekam kegiatan belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan jam belajar kampus. Setiap kelompoknya mengisi format yang telah diberikan, sehingga dapat diketahui mahasiswa belajar apa, belajar pada materi apa, siapa saja yang beraktivitas belajar, aktivitas belajar apa.

No. Nama Mahasiswa Waktu dan Tempat Belajar

1

Sari Ramadhani, Rizki Amalia, Wirda Putri

4 April 2016 Pukul 20.15 di Rumah 26 April 2016 Pukul 21.00 Di Rumah 08.20 4 April April 2016 di Kost 13.20 April 2016 di Kampus A 10.12 4 April 2016 di Kost 10.13 26 April 2016 di Kost 11.23 3 Mei April 2016 di Kost

2 Maharani, Nurlaila 13.40 wib di Warnet 16.30 wib di Warnet 09.45 win di Kontrakan Jum’at, 6 Mei 2016 3 Erlinawati, Jalilah

Sabtu, 23 April 2016 Pukul 20.00 wib di Kamar Kontrakan Jl. Garu II Tanggal 12 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 13 Mei 2016 di Kedai Aceh Jl. Garu II

Tanggal 14 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 15 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

Tanggal 18 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

4 Nelly Kristin, Ari Ramadhan

Di rumah

Di rumah Gg. Anggur Jl. Garu I

5

Rizka Wulandari, Yeshi Anggreani Hutabarat, Nitra Ayuningsih 15 April 2016 di rumah 25 April 2016 di kampus 1 Mei 2016 di rumah 2 Mei 2016 17 April 2016 di rumah 13 April 2016 dirumah 23 April 2016 di rumah 6 Ismayani, Rizka Rahmadwita, Shila Thawilah 5 April 2016 di kampus 15 April 2016 di rumah 16 April 2016 di rumah 16 April 2016 di rumah 30 April 2016 di rumah 12 April 2016 di rumah

(27)

20 12 April 2016 di rumah 18 April 2016 di rumah 17 April 2016 di rumah 7 Umi Kalsum, Yusnilawati, Wahyuna Alhadda Lubis Di rumah Di kampus Di warnet 8

Siti Sa’adah, Rizky Ramdhan, Taslima, Widdayu Lubis

Di rumah, di kampus Di rumah, di kampus

9 Rukyati, Ira Soviana, Nurhabibah Sinaga 19.00 di rumah 17.00 di kampus 10.00 di warnet 16.00 di kelas 21.00 di rumah 20.00 di rumah 16.00 di kelas 19.30 di rumah 13.30 di Aula Kampus C 16.00 di kelas 20.00 di rumah 13.30 di kelas 19.00 di rumah 10

Danty Novaliani, Putri Eka Sari Arda, Intan Permata Sari

15.00 – 16.00 di rumah 13.00 di kampus 10.00 di kos 10.00 di kos Eka

11 Isnaeni Sabaa Tharawina

20 April 2016 Pukul 11.00 di rumah 22 April 2016 Pukul 08.00 di rumah 23 April 2016 Pukul 17.00 di Kampus C UMN Al-Washliyah

23 April 2016 Pukul 20.00 di rumah 24 April 2016 Pukul 09.00 di Jl. Dr. Mansyur

25 April 2016 Pukul 20.00 di rumah

2. Data siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa; Dalam rangka pemenuhan penugasan, dapat diketahui siapa saja yang melakukan aktivitas belajar dan belajar apa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(28)

21 No. Nama Mahasiswa Materi Penugasan Waktu Belajar 1 Sari Ramadhani, Rizki Amalia, Wirda Putri Merancang Alat Evaluasi Bahasa, Matematika dan Motorik Halus 4 April 2016 Pukul 20.15 di Rumah 26 April 2016 Pukul 21.00 Di Rumah 08.20 4 April April 2016 di Kost 13.20 April 2016 di Kampus A 10.12 4 April 2016 di Kost 10.13 26 April 2016 di Kost 11.23 3 Mei April 2016 di Kost 2 Maharani, Nurlaila Pengertian Penilaian Autentik 13.40 wib di Warnet 16.30 wib di Warnet 09.45 win di Kontrakan Jum’at, 6 Mei 2016 3 Erlinawati, Jalilah Membuat Definisi Konseptual, Operasional dan Lembar Observasi dari Tiga Ranah (Kognitif, Afektif dan

Psikomotorik)

Sabtu, 23 April 2016 Pukul 20.00 wib di Kamar Kontrakan Jl. Garu II Tanggal 12 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A Tanggal 13 Mei 2016 di Kedai Aceh Jl. Garu II Tanggal 14 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A Tanggal 15 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A Tanggal 18 Mei 2016 di Kontrakan Jl. Garu II A

4 Nelly Kristin, Ari Ramadhan Di rumah Di rumah Gg. Anggur Jl. Garu I 5 Rizka Wulandari, Yeshi Anggreani Hutabarat, Nitra Ayuningsih Merancang Alat Evaluasi Motorik Kasar, Sosial Emisonal dan Sains 15 April 2016 di rumah 25 April 2016 di kampus 1 Mei 2016 di rumah 2 Mei 2016 17 April 2016 di rumah 13 April 2016 dirumah 23 April 2016 di rumah 6 Ismayani, Rizka Rahmadwita, Shila Thawilah Merancang Alat Evaluasi Sosial Emosional, Motorik Kasar dan Bahasa 5 April 2016 di kampus 15 April 2016 di rumah 16 April 2016 di rumah 16 April 2016 di rumah 30 April 2016 di rumah

(29)

22 12 April 2016 di rumah 12 April 2016 di rumah 18 April 2016 di rumah 17 April 2016 di rumah 7 Umi Kalsum, Yusnilawati, Wahyuna Alhadda Lubis Merancang Alat Evaluasi Pembelajaran AUD Di rumah Di kampus Di warnet 8 Siti Sa’adah, Rizky Ramdhan, Taslima, Widdayu Lubis Merancang Alat Evalusi Di rumah, di kampus Di rumah, di kampus 9 Rukyati, Ira Soviana, Nurhabibah Sinaga Merancang Alat Evaluasi Psikomotorik Kasar, Sosial Emosional dan Bahasa 19.00 di rumah 17.00 di kampus 10.00 di warnet 16.00 di kelas 21.00 di rumah 20.00 di rumah 16.00 di kelas 19.30 di rumah 13.30 di Aula Kampus C 16.00 di kelas 20.00 di rumah 13.30 di kelas 19.00 di rumah 10 Danty Novaliani, Putri Eka Sari Arda, Intan Permata Sari Merancang Alat Evaluasi Sosio Emosional 15.00 – 16.00 di rumah 13.00 di kampus 10.00 di kos 10.00 di kos Eka 11 Isnaeni Sabaa Tharawina Merancang Alat Evaluasi Motorik Halus, Bahasa 20 April 2016 Pukul 11.00 di rumah 22 April 2016 Pukul 08.00 di rumah 23 April 2016 Pukul 17.00 di Kampus C UMN Al-Washliyah 23 April 2016 Pukul 20.00 di rumah 24 April 2016 Pukul 09.00 di Jl. Dr. Mansyur 25 April 2016 Pukul 20.00 di rumah

4. Data kendali [format kegiatan] aktivitas belajar didalam dan diluar kelas khususnya ditiap-tiap kelompok.

(30)

23 B. Luaran yang dicapai

Sebagaiman tujuan penelitian yang telah diuraikan pada BAB III di atas, maka luaran yang dicapai pada tahap pertama ini adalah:

1. Draft buku, sebagai gambaran awal, buku yang akan disusun berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi. Buku dimaksud berisikan implementasi model pembelajaran hasil pengembangan dari penelitian ini sesuai kaidah saintifik yang mengarahkan kegiatan belajar di dalam kelas maupun di luar kelas (mandiri secara kelompok);

2. Draft naskah publikasi artikel ilmiah yang ditujukan terbit di jurnal nasional terakreditasi B yaitu Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Adapun draft naskah publikasi artikel ilmiah adalah terlampir;

3. Artikel yang disajikan di seminar nasional hasil penelitian yang akan ikuti dan dilaksanakan di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tanggal 23 Agustus 2016 Kota Medan-Sumatera Utara. Adapun naskah artikel dimaksud untuk diseminarkan di acara terebut di atas adalah terlampir.

(31)

24 BAB VI

RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

Berdasarkan hasil dan luaran yang telah dicapai sebagaimana diuraikan pada BAB V maka rencana tahapan berikutnya adalah:

1. Memaksimalkan perolehan data mengenai kegiatan belajar, khususnya diluar kelas;

2. Memaksimalkan perolehan data mengenai siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa;

3. Memaksimalkan perolehan data mengenai kendali [format kegiatan] aktivitas belajar khususnya ditiap-tiap kelompok.

Selai itu, tahapan yang akan dilakukan dalam tahap berikutnya adalah:

1. Merancang model terbaik aktivitas pembelajaran berbasis saintifik yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar melalui proses pembelajaran yang akan dibangun pada tahap pertama dan diuji pada tahap kedua;

2. Menganalisis data diperoleh terhadap aktivitas pembelajaran. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh model terbaik aktivitas pembelajaran berbasis saintifik yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar;

3. Menyusun buku [draft] untuk menjadi rancangan buku layak terbit dengan judul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi;

4. Submit naskah publikasi artikel ilmiah menjadi artikel ilmiah yang ditujukan terbit di jurnal nasional terakreditasi B yaitu Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY);

5. Menjadi pemakalah dalam pertemuan ilmiah Seminar Nasional Hasil Penelitian yang dilaksanakan di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tanggal 23 Agustus 2016 Medan-Sumatera Utara.

(32)

25 BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan

Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan sejumlah informasi/data sementara yakni data kegiatan belajar [mental] baik didalam kelas maupun diluar kelas; data siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa; dan data kendali [format kegiatan] aktivitas belajar didalam dan diluar kelas khususnya ditiap-tiap kelompok. Sedangkan luaran yang dicapai dari luaran yang tertera diusulan penelitian adalah 1) disain pengembangan [masih dalam bentuk rancangan] model pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiwa, 2) draft buku yang berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi, 3) draft naskah publikasi artikel ilmiah yang ditujukan terbit di jurnal nasional terakreditasi B yaitu Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Adapun draft naskah publikasi artikel ilmiah adalah terlampir, 4) naskah artikel yang disajikan di seminar nasional hasil penelitian yang akan ikuti dan dilaksanakan di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tanggal 23 Agustus 2016 Medan-Sumatera Utara. Adapun naskah artikel dimaksud untuk diseminarkan di acara terebut di atas adalah terlampir.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang dapat diajukan dalam ini adalah memaksimalkan peroleh data kegiatan belajar sesuai tujuan yang akan dicapai dan segera menyelesaikan penelitan khususnya tahun pertama dan mempersiapkan untuk tahun kedua, menyelesaikan draft buku yang akan disusun, segera mendaftarkan artikel ilmiah yang dihasilkan ke jurnal cakrawala pendidikan-Universitas Negeri Yogyakarta dan mepersiapkan fisik dan mental untuk mempersiapkan naskah artikel ilmiah yang akan dipublikasikan dalam pertemuan ilmiah nasional tanggal 23 Agustus 2016 di Kampus C Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah. Selain itu, terus membangun dan menjaga kerjasama dengan sasaran kegiatan [mahasiswa] dalam rangka peneyelesaian kegiatan penelitian melalui proses pembelajaran.

(33)

26

DAFTAR PUSTAKA

Ahsan, Arfiyadi. 2012. Model Pembelajaran. Available online: http://modelpembelajarankooperatif.blogspot.com/2012/08/pembelajaran -berbasis-masalah-pbm_25.html. diakses 28 April 2015.

Anonim. 2014. Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Available online:

http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2014/06/model-pembelajaran-berbasis-masalah.html. diakses 28 April 2015.

_____________. 2011. Aktivitas Mahasiswa Dalam Belajar Di Kelas. Available online: http://learningmodels.blogspot.com/2011/04/aktivitas-mahasiswa -dalam-belajar-di-kelas.html. diakses 11 April 2014.

_____________.2013. Aktivitas Dalam Pembelajaran. Available online:

http://mediafunia.blogspot.com/2013/01/aktivitas-dalam-pembelajaran.html. diakses 11 April 2014.

Fauziah, Resti. Abdullah, Ade Gafar. Hakim, Dadang Lukman.2014. Pembelajaran Saintifik Elektronika Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal INVOTEC, Volume IX, No.2, Agustus 2013 : 165-178. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI-Bandung. Haryanto.2012. Keterlibatan Mahasiswa dalam Belajar dan Mengajar. Available online: http://belajarpsikologi.com/keterlibatan-mahasiswa -dalam-proses-belajar-mengajar/. Diakses 11 April 2014.

Haryanto.2011. Pengertian Model Pembelajaran. Available online: http://belajarpsikologi.com/pengertian-model-pembelajaran/. Diakses 28 April 2015.

Hicks, Wm. Vernon, et.al.1970. The New Elementary School Curriculum, New York: Litton Eduactional Publishing.

Jihad, Asep dan Haris, Abdul. 2008. Evaluasi pembelajaran. Yogyakarta; Multi Pressindo.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. Paparan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan R.I. Bidang Pendidikan.

Lazim, M. ___. Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Kurikulum 2013. Available: www.p4tksb-jogja.com/index.php?...pendekatan-sainti.... Diakses 28 April 2015.

Nuswantari, Fini Suci., Mulyono, Hadi., Sriyanto, M. Ismail.2014. Penggunaan Scientific Approach Melalui Model Problem Based Learning Untuk

(34)

27

Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya. Jurnal Didaktika Dwija Indria PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret. Surakarta-Solo.

Pratiwi, Jamilah Candra., Istiyati, Siti., Hartono . 2014. Pendekatan Scientific Dengan Model Problem Based Learning (PBL)Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara. Jurnal Didaktika Dwija Indria PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret. Surakarta-Solo.

Rintayati, Peduk dan Partomo Putro, Sulistya. 2010. Meningkatkan Aktivitas Belajar (Active Learning) Siswa Berkarakter Cerdas Dengan Pendekatan Sains Teknologi (STM). Prodi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Isnaini, Iin. 2012. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Menggunakan Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas Iv SDN 19. Artikel Penelitian. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak.

Sanjaya, Wina. 2004. Strategi Pembelajarn Beroriantasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta; Kencana Prenada Media Group.

Santrock, John W. 2007. Psikologi Pendidikan-Edisi Kedua, Terjemahan Tri Wibowo. Jakarta: Prenada Media Group.

Sujarwo. 2013.Pengaruh Metode Pembelajaran dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Ilmu Kealaman Dasar Mahasiswa FKIP UMN Al-Washliyah. Penelitian Dosen Pemula Tahun 2013. Tidak diterbitkan.

Supinah. ___.Bagaimana Mengukur Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran?. Widyaiswara P4TK Matematika.

(35)

28 Mata

Kuliah:

Kelompok:

Hari / Tanggal : Program Studi : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Semester :

Materi

No. Nama Mahasiswa Uraian Tugas

1 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 2 ……… ……… ……… ………

(36)

29 ……… ……… ……… 3 ……… . ……… . ……… . ……… . ……… . ……… . ……… .

(37)

30 4 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Medan, ………2016 Dosen Mata Kuliah,

(38)

31 Mata

Kuliah:

Kelompok:

Hari / Tanggal : Program Studi : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Semester :

Materi

No. Nama Mahasiswa Uraian Tugas Pemanfaatan

Fasilitas Belajar Waktu Tempat

1 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………...…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….…… ……….……

(39)

32 2 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….…

No. Nama Mahasiswa Uraian Tugas Pemanfaatan

Fasilitas Belajar Waktu Tempat

3 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….…

(40)

33 4 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… ……….…… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… …..……… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… Medan, ………2016 Dosen Mata Kuliah,

(41)

34 Mata

Kuliah:

Kelompok: Hari / Tanggal : Program Studi : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Semester :

Materi

No. Nama Mahasiswa Uraian Tugas Aktivitas Selain Kuliah (Tuliskan) Waktu

1 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………...…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….…

(42)

35 2 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………...…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… 3 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………...…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ………. ……….

(43)

36 4 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………...…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… ……….… Medan, ………2016 Dosen Mata Kuliah,

(44)

37 Lampiran 1

Draft buku yang berjudul mengatasi rendahnya keterlibatan belajar peserta didik berbasis saintifik di perguruan tinggi.

MENGATASI RENDAHNYA KETERLIBATAN BELAJAR PESERTA DIDIK

BERBASIS

SAINTIFIK

DI

PERGURUAN TINGG I

Kata Pengantar

Daftar Isi

Pengertian Keterlibatan Belajar Pengertian Peserta Didik Pengertian Sainstifik

Pengertian Perguruan Tinggi Model Pembelajaran Sainstifik

Karakteristik Peserta Didik di Perguruan Tinggi Lingkungan Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi Motivasi Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi Minat Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi Teori Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi Paradigma Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi Prinsip Belajar Peserta Didik di Perguruan Tinggi

(45)

38 Lampiran 2

Draft artikel ilmiah ditujukan terbit di Cakrawala Pendidikan-Universitas Negeri Yogyakarta

Keterlibatan Belajar Mahasiswa Berbasis Sainstifik Sujarwo1, Asnarni Lubis2

1,2UMN Al-Washliyah

Ekspektasi dari proses pembelajaran yang terjadi adalah mahasiswa terlibat aktif terhadap seluruh kegiatan, dari awal kegiatan hingga pemaparan hasil kegiatan, yang dirancang sedemikian rupa melalui kelompok-kelompok kecil yang berjumlah tiga orang. Kegiatan kooperatif tersebut adalah dalam rangka mencari bahan/materi/referensi, mendiskusikan, menyusun makalah, mempresentasikan dan evaluasi. Hal ini dilakukan setelah kelompok mahasiswa menerima topik materi dari dosen pengampu mata kuliah. Ternyata, dalam setiap kelompok, masih ada beberapa [tepatnya 3-4 orang] mahasiswa tidak terlibat secara aktif, mereka yang aktif yang memiliki komitmen untuk belajar. Karena itu, beberapa mahasiswa yang tidak aktif tampak jelas kesulitan menyajikan hasil kegiatan di depan kelas dan terlihat dari karakteristiknya pada saat di kelompok masing-masing. Hal ini menandakan bahwa 90% dari jumlah seluruh mahasiswa dalam satu kelas dimasing-masing kelompok melakukan aktivitas yang diarahkan berdasarkan topik materi yang diberikan. Hal ini terbukti dan berdampak pada hasil belajar mereka pada saat dievaluasi.

Penelitian dilakukan dua tahun melalui dua tahap. Metode penelitian pada tahap pertama secara eksploratif, bertujuan untuk membangun model aktivitas pembelajaran berbasis sainstifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa. Hasil penelitian ditahun pertama diperoleh a) data dan dokumentasi bagaimana mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran, apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa dengan atau tanpa adanya intervensi dari dosen pengampu mata kuliah berdasarkan topik materi yang diberikan, b) data dan dokumentasi pemanfaatan fasilitas belajar, yaitu bagaimana fasilitas penunjang dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh mahasiswa, 3) Kendali [format kegiatan] aktivitas mahasiswa, yaitu bagaimana mengendalikan aktivitas pembelajaran. Aktivitas belajar mahasiswa tertulis dalam format kendali kegiatan pembelajaran berdasarkan topik materi yang diberikan. Topik materi disetiap kelompok berbeda satu sama lainnya.

Keyword: Keterlibatan Belajar, Pembelajaran Saintifik.

A. Pendahuluan

Pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan SDM yang berdaya saing. Pendidikan tidak hanya terjadi dan dilakukan secara pribadi tetapi dapat dilaksanakan dalam satu satuan penyelenggaraan pendidikan yang berkesinambungan. Pendidikan dapat dimulai pada setiap individu untuk menghasilkan manusia yang komitmen, kompeten dibidangnya. Proses pendidikan berisikan serangkaian proses belajar dan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif. Untuk itu, pembelajaran yang pernah diterapkan adalah proses pembelajaran kooperatif yang melibatkan mahasiswa dalam mencari, menemukan dan mengkonstruksi pengetahuan baru melalui

(46)

39

keterlibatannya. Proses tersebut tentu saja tidak dilakukan secara individual melainkan dilakukan secara berkelompok. Kegiatan mahasiswa secara berkelompok tentu akan meringankan “beban” secara mental bagi setiap individual (mahasiswa) sehingga setiap mereka berpeluang besar untuk menerima, menemukan pengetahuan baru yang belum dimiliki. Eksplorasi kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada materi yang telah diberikan pada setiap kelompoknya. Jumlah maksimal mahasiswa dalam setiap kelompoknya adalah lima dan/atau enam orang. Ekspektasi dari proses kegiatan ini adalah mahasiswa terlibat dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan. Dalam pengertian: mahasiswa melibatkan diri dari proses pencarian bahan, menyusun, mengevaluasi hingga menyajikan di depan kelas. Ketika kegiatan ini mereka lakukan dengan penuh tanggung jawab dan kerjasama yang baik diantara mereka maka akan memberikan dampak terhadap kekuatan pemahaman mereka yang akhirnya akan menunjang kualitas pada saat mereka presentasi. Pemahaman yang mereka miliki merupakan hasil keterlibatan mereka dengan proses kegiatan, sehingga pemahaman tersebut akan bertahan lama di “memori” mereka. Hal ini akan sangat berguna bagi mereka ketika mereka menghadapi evaluasi tengah semester maupun akhir semester. Pada saat ujian, mereka akan mampu mendeskripsikan apa yang mereka fahami dengan bahasa mereka sendiri secara akademik. Selain itu, gerak gerik mereka pada saat itu akan terlihat konsentrasi dengan tidak melihat samping kiri dan kanan.

Untuk memenuhi ekspektasi ini, maka sangat diperlukan kepedulian pengajar sebagai pengendali kegiatan. Kepedulian tersebut tidak hanya mengetahui kehadiran mereka pada saat perkuliahan, melainkan harus mengetahui proses kerjasama yang baik diantara mereka, bagaimana mereka memperoleh bahan, siapa saja yang terlibat dan yang tidak terlibat dan lain sebagainya.

Namun demikian, ternyata kegiatan yang diharapkan tidak terjadi sebagaimana mestinya. Tidak semua mahasiswa dimasing-masing kelompok terlibat dalam proses kegiatan dimaksud. Bahkan ada yang tidak terlibat dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir sehingga temuan yang sangat terkait adalah mereka tidak mampu menyajikan hasil pekerjaan mereka dengan baik, justru kemampuan yang ditampilkan adalah kemampuan membaca, bukan kemampuan menjelaskan dengan bahasa mereka sendiri (faham). Hal ini berdampak pada kemampuan mereka pada saat evaluasi tengah semester dan akhir semester yang berhujung pada rendahnya pencapaian belajar mahasiswa, mereka melakukan kerjasama yang baik diantara mereka (nyontek), artinya secara redaksi masih ditemukan jawaban yang sama satu sama lain diantara mereka. Hanya beberapa mahasiswa yang berhasil memperoleh hasil belajar yang sesuai harapan.

Berdasarkan temuan-temuan sebagaimana dimaksud di atas, mengisyaratkan bahwa keterlibatan mahasiswa harus diperhatikan dan lebih ditingkatkan lagi melalui model yang akan dikembangkan dan diterapkan, sehingga dengan model yang dikembangkan dapat mengkoridori kegiatan belajar mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Untuk itu dikembangkan model pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan belajar mahasiswa.

(47)

40 B. Metode Penelitian

Penelitian dilakukan dalam dua tahapan selama dua tahun. Di tahun pertama, metode penelitian bersifat eksploratif dengan tujuan untuk mengkonstruksi model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik. Model aktivitas belajar ditentukan berdasarkan variabel aktivitas pembelajaran yaitu 1) kegiatan mental baik didalam kelas maupun diluar kelas, 2) siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, 3) bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas merupakan bagian yang perlu dilakukan penataan khususnya di masing-masing kelompok.

Pada tahap kedua, bertujuan untuk mengembangkan model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Penelitian dilakukan melalui proses pembelajaran untuk menguji model aktivitas pembelajaran yang telah dibangun pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dihasilkan buku tentang model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar, naskah publikasi jurnal. Model yang diperoleh pada penelitian tahun pertama dikembangkan pada penelitian tahun II. Rancangan penelitian pada tahun kedua mengikuti tahun pertama dengan mengujikan model yang telah dibangun pada tahun pertama yaitu mengembangkan model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Pada tahap kedua, dilakukan juga analisis aturan pendidikan terkait dengan aktivitas pembelajaran. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh model terbaik aktivitas pembelajaran berbasis saintifik yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Aktivitas pembelajaran, yaitu kegiatan mental yang dilakukan mahasiswa baik pada saat proses pembelajaran (di kelas) maupun di luar kelas.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Didasarkan pada metodologi penelitian sebagaimana pada bab sebelumnya dinyatakan bahwa di tahun pertama, metode penelitian bersifat eksploratif dengan tujuan untuk mengkonstruksi model aktivitas pembelajaran berbasis saintifik. Model aktivitas belajar ditentukan berdasarkan variabel aktivitas pembelajaran yaitu 1) kegiatan mental baik didalam kelas maupun diluar kelas, 2) siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa, 3) bagaimana mengendalikan aktivitas belajar didalam dan diluar kelas merupakan bagian yang perlu dilakukan penataan khususnya di masing-masing kelompok. Dengan demikian hasil yang dicapai pada tahap pertama ini adalah: 1. Data kegiatan belajar [mental] baik didalam kelas maupun diluar kelas; 2. Data siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa; 3. Data kendali [format kegiatan] aktivitas belajar didalam dan diluar kelas

khususnya ditiap-tiap kelompok. D. Kesimpulan

Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan sejumlah informasi/data sementara yakni data kegiatan belajar [mental] baik didalam kelas maupun diluar kelas; data siapa saja yang melakukan aktivitas belajar, aktivitas belajar apa; dan data kendali [format kegiatan] aktivitas belajar didalam dan diluar kelas khususnya ditiap-tiap kelompok. Sedangkan luaran yang dicapai dari luaran yang tertera diusulan penelitian adalah 1) disain pengembangan [masih dalam bentuk rancangan] model pembelajaran berbasis saintifik untuk

Gambar

Gambar 2. Fishbone Diagram Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

memungkinkan untuk ditarik kembali, yaitu menjadikan barang yang mempunyai nilai harta menurut pandangan syariah sebagai jaminan hutang, sehingga orang yang

produk yang sama baikknya dengan metode lain,yang tidak terlalu produk yang sama baikknya dengan metode lain,yang tidak terlalu banyak memerlukan biaya tambahan (bahan pembantu,

Upaya-upaya peningkatan kualitas dadih baik secara fisik, kimia, maupun mikrobiologis sangat diperlukan.Upaya pengembangan dadih dari makanan tradisional menjadi salah satu produk

Penulisan dalam penelitian ini mengkaji tentang Pelaksanaan Perjanjian Studi Lanjut Antara Yayasan Slamet Rijadi Dengan Dosen, yang mengkaji akibat hukum antara Yayasan Slamet

playing pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas III di SLBN 1 Kubung Koto Baru Solok”. Peneliti berharap metode ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berlalu lintas agar

Penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan hubungan antara lama permainan game online dengan gangguan pola tidur pada mahasiswa Poso di

i) Melaporkan insiden dan status banjir kepada Ketua ERT / Komander / Timbalan Komander. ii) Mengkoordinasi persiapan, pelaksanaan dan penilaian persediaan bot bagi memastikan

Hal inilah yang menyebabkan kebingungan (kekacauan) dalam masyarakat mengenai aturan apa yang harus dipakai atau diterapkan. Dalam masyarakat menjadi tidak ada kepastian aturan