• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut maka dasar dari teori perlu juga diteliti karena akan menjadi acuan berpikir untuk mendapatkan suatu model kompetensi yang baik.

2.1 Definisi dari kompetensi model

2.1.1 Kompetensi model brainstorming

Kompetensi bila kita brainstorm akan mengandung arti bahwa kompetensi itu adalah sesuatu yang unik dan mempunyai suatu nilai tambah atau

added valuenya, misalnya seseorang mempunyai kompetensi di kepemimpinan

dan managerial. Itu berarti orang tersebut unik dan mempunyai suatu kekhasan pribadi dan sebagai nilai tambah bagi dirinya sendiri dan itu bisa dikembangkan lagi.

Kompetensi model bila kita brainstrom lagi adalah suatu model yang menuntun kita untuk suatu standar sehingga semua karyawan mempunyai suatu acuan sehingga dari sisi Human Resource nya akan bisa menganalisa sisi GAP yang harus ditingkatkan dan sisi STRENGTH nya yang bisa di pertahankan dan juga bisa ditingkatkan.

(2)

Menurut Boyatzis tahun 1982 menyebutkan bahwa kompetensi adalah “ An underlying characteristic of an employee (i.e., motive, trait,

skill, aspect of one’s self image, social role, or a body of knowledge” . Hal

inilah yang menjelaskan bahwa kompetensi tidak terlepas dari karakter dari seorang karyawan dalam melakukan aktifitas di perusahaan sesuai dengan pekerjaan dan tugas yang diberikan.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Sharon A. Tucker dan Kathryn M. Cofsky yang dikeluarkan oleh American Compensation Association (ACA) volume 3, nomor 1 yang berjudul Competence – Based Pay on a

Banding Platform menyebutkan bahwa kompetensi dapat dikelompokan

menjadi :

skills The demontration of expertise (e.g the

ability to make effective presentations, or to negotiate successfully

knowledge Information accumulated in a particular

area of expertise (e.g accounting, human resources management

Self-concepts Attitudes, value and self image

traits A general disposition behave in certain

ways (e.g flexibility)

motives Re current thought driving behaviors (e.g

drive for achievement, affiliation)

Selain itu bila kita mengutip dari buku yang ditulis oleh Lyle M Spencer, David C.Mccleland dan Signe M. Spencer yang berjudul

(3)

Competency Assestment Methods: History and State of the Art tahun 1990,

menyebutkan bahwa kompetensi dapat di bagi lagi menjadi lebih jauh dalam beberapa katagori berdasarkan kegunaannya yaitu:

1. Essential Competencies serve as the foundation of knowledge and

skill neededby everyone and can be developed through training and are relatively easy to identify.

2. Differentiating Competencies distiguish superior performance

from avarage performance

3. Strategic Competencies includes those are “core” competencies of the organization. These tend to focus on organizational capability and include competencies that create a competitive advantage (e.g. innovation, speed, service, technology)

Di dalam buku ini dikatakan bahwa Essential Competencies dapat dikembangkan dengan mudah melalui pelatihan – pelatihan yang diselenggarakan. Sedangkan Differentiating Competencies dikatakan meliputi self concept, traits dan motives. Diferentiating Competencies sedikit lebih sulit untuk dikembangkan tetapi sangat penting karena dapat menentukan keberhasilan suatu pekerjaan dalam jangka panjang.

Competency : A specific, identifiable, definable, and measurable

knowledge, skill, ability and/or other deployment-related characteristic (e.g. attitude, behavior, physical ability) which a human resource may possess and which is necessary for, or material to, the performance of an activity within a specific business context.

(4)

Definisi kompetensi diatas diambil dari HR-XML Consorsium di Jepang. Rangkuman dari definisi di atas adalah suatu hal yang spesifik, dapat didefinisikan, dapat diukur skill, kemampuan yang diperlukan untuk suatu proses kinerja dari seorang karyawan. Sehingga dari hasil assesment yang dilakukan untuk performance appraisal dapat di ketahui gap seseorang dan faktor mana saja yang bisa digali dari

kekurangannya-weakness itu maupun kelebihannya – strenght itu.

Menurut Orientation State of Montana Competency Project, ada beberapa poin dari hasil key research findings dari kompetensi :

a. Improve employee performance

b. Focus on organizational culture and value

c. Communicate business strategy throught the organization

d. Focus employee result.

dan outcome dari kompetensi itu adalah :

a. Progress employees in predictable ways through employee

development.

b. Provide structure and management tools for managers.

c. Reduce time and effort in order to change job tasks and pay.

Menurut Giunti Interactive labs, Kompetensi adalah set of

behaviours expressed by an individual and deriving from application of theroritical knowledge, specialitic know hows, skills, mental attitude, in particular, in order to manage skill you should be able to : observer them

(5)

through behaviours, asess them on a scale of values and develop them through learning process.

Menurut Prof Radha R. Sharma Ph.D dalam bukunya 3600 Feedback, Competency Mapping & Assesment Centers tahun 2002 menyebutkan bahwa kompetensi adalah “suatu kombinasi dari ilmu pengetahuan, keahlian, sikap dan kepribadian yang terdapat dalam diri seseorang yang ditetapkan pada fungsi dan pekerjaannya dalam konteks lingkungan untuk saat ini dan di masa depan yang dapat menopang dan mendukung keberhasilan perusahaan”.

2.1.3 Competency Cycle

Competency cycle bertujuan untuk pengembangan terus menerus

baik secara individual maupun juga kompetensi organisasi dan itu berdasarkan 4 tahap fase :

a. Mapping :

Mengindentifikasikan kompetensi bagi perusahaan tersebut dan mengindentifikasikan proficiency level yang di butuhkan untuk setiap job profile.

b. Diagnosis :

Mendiagnosa atau mengambil gambaran proficiency level dari setiap orang dalam perusahaan itu dan melihat apakah ada Gap

skill pada orang tesebut.

(6)

Menaikkan proficiency levelnya ke suatu kompetensi yang “relevan” dari hasil mapping yang tadi sudah dilakukan.

d. Monitoring :

Memonitoring dari hasil yang telah dikembangkan tersebut – memonitoring efek yang telah ditimbulkan setelah melakukan

development tersebut.

2.1.4 Macam – macam Kompetensi

Dalam hal ini secara umum kompetensi dapat di bagi dalam tiga kategori yaitu :

1. Organizational Competency

Menurut Prahalad dan Hamel dalam jurnal Harvard Busines Review tahun 1990 halaman 93 – 94 menyebutkan bahwa

organizational competency memiliki ciri – ciri yaitu :

a. menyediakan akses yang potensial ke berbagai segmen pasar

b. memberikan kontribusi yang signifikan kepada pelanggan atas produk akhir yang dihasilkan

c. organizational competency suatu perusahaan akan sulit ditiru

oleh perusahaan lainnya

(7)

Technical Competency adalah hal yang harus dapat ditunjukan oleh

masing – masing individu dalam tingkatan organisasi atau keseluruhan organisasi.

3. Personal Competency

Aspek – aspek dari seseorang yang mencakup tingkat keahlian dan pencapaian. Secara definisi, kompetensi mengacu kepada keahlian atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang pada tingkat tertentu.

Perusahaan pada saat ini cenderung lebih memfokuskan dirinya pada kompetensi yang umum yang disebut adalah core competencies. Kompetensi ini adalah yang bersifat umum yang akan digunakan dan diterapkan pada semua jabatan yang ada dalam perusahaan.

2.1.5 Manfaat Penerapan Model Kompetensi

Penerapan model kompetensi dapat diterapkan pada pemilihan orang – orang yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan potensi individualnya untuk menjabat posisi – posisi tertentu dalam suatu organisasi atau perusahaan. Secara lebih khusus lagi manfaatkan dari penerapan model kompetensi ini yaitu :

1. Bagi Perusahaan

a. Model kompetensi akan mempertegas strategi perusahaan, visi dan misi perusahaan serta culture yang ada dalam aktifitas sehari – hari

(8)

b. Model kompetensi dapat digunakan sebagai standar perusahaan secara umum untuk tingkatan karir karyawan

c. Model kompetensi akan menyediakan pemahaman umum atas ruang lingkup dan persyaratan jabatan tertentu

d. Model kompetensi akan menjadi guide dalam melakukan pelatihan – pelatihan yang dibutuhkan perusahaan.

2. Bagi Manager

Model kompetensi dapat menyediakan standar kinerja yang lebih objektif yang ada dalam perusahaan

3. Bagi Karyawan

a. Model kompetensi dapat dijadikan acuan bagi karyawan untuk dapat mengidentifikasikan kriteria sukses dalam perusahaan

b. Model kompetensi dapat dijadikan sebagai standar peningkatan keahlian masing – masing karyawan

2.2

Manajemen sumber daya manusia

2.2.1 Sumber Daya Manusia

Menurut William B. Werther, JR & Keith Davis didalam bukunya yang berjudul Human Resources and Personel Mangement Human

Resources adalah mengacu ke beberapa karyawan di suatu organisasi.

Manager dalam menggunakan aktifitas sumber daya manusia sebagai tujuan untuk memudahkan kontribusi karyawan agar pencapaian strategi dan rencana dari suatu organisasi dapat terwujud.

(9)

2.2.2 Strategic management of human resources

Dengan sumber yang sama yang dijelaskan oleh William B. Werther, JR & Keith Davis, Strategic Management of Human Resources adalah melihat keperluan bahwa manager menggunakan usaha sumber daya manusia untuk melanjutkan competitive advantage dari suatu perusahaan melalui rencana dan tindakan yang difokuskan atas kontribusi ekonomi atau “bottom-line”, dan kesuksesan suatu organisasi.

Penjelasan : Tindakan kontribusi sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas secara langsung dengan cara mencari yang lebih baik dan cara yang lebih efisien untuk menemukan objek dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas kehidupan kerja dari karyawan.

Tujuan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan produktivitas kontribusi karyawan dalam suatu organisasi yang strategic,

ethically, dan tanggung jawab sosial.

2.2.3 Objek dari manajemen sumber daya manusia

Menurut William B. Werther, JR & Keith Davis didalam bukunya yang berjudul Human Resources and Personel Mangement. Objek dari manajemen sumber daya manusia adalah benchmarks terhadap aksi yang di evaluasi. Ada 4 objek yang ada pada manajemen sumber daya manusia yaitu :

(10)

Organizational objective adalah mengenal manajemen sumber

daya manusia yang ada untuk mengkontribusikan efektifitas dari suatu organisasi.

2 . Functional objective

Functional objective adalah memelihara kontribusi pada setiap

departemen di tingkat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 3. Societal objective

Societal objective adalah untuk ethically dan respon sosial untuk

segala kebutuhan dan tantangan sosial dengan meminimalisasi dampak negatif dari permintaan suatu organisasi.

4. Personal objective

Personal objective adalah membantu karyawan dalam pencapaian

tujuan individu, pada tujuan meningkatkan kontribusi individu pada suatu organisasi.

2.3 Job description and Analysis

Didalam manajemen sumber daya manusia terdapat job description dan juga job analysis yang berguna untuk mendapatkan suatu kompetensi yang mengacu pada 2 hal tersebut. Dan dibawah ini adalah uraian yang diambil dari buku Human Resources Strategy, james walker, McGraw Hill

(11)

Job analysis adalah informasi tertulis mengenai pekerjaan apa saja

yang harus dikerjakan dalam suatu perusahaan. Untuk menyediakan suatu istilahnya snap shot untuk suatu pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

The tasks, duties, and responsibilities, etc. that are involved, and / or the human characteristics that are required to perform the job.

Job analysis menurut William B. Werther, JR & Keith Davis, Human Resource And Personal Management, Page 19 – 22, 117 – 133 adalah suatu proses dimana manajemen secara sistematis menginterpretasikan pekerjaan, tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan dalam suatu organisasi.

2. Job Description

Menurut REVOLUTIONIZING Workforce Performance oleh Jack E Bowsher. Job Description adalah uraian suatu pekerjaan dimana seorang karyawan mempunyai panduan untuk melakukan tugas-tugasnya dan tanggung jawab apa yang harus dilakukan.

Penjelasan : “Uraian pekerjaan akan memberikan ketegasan dan standar tugas yang harus dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugasnya dan menjadi dasar untuk menetapkan spesifikasi pekerjaan dan evaluasi pekerjaan bagi sesorang dalam melakukan pekerjaan”

3. Job Specification

Job specification adalah uraian persyaratan kualitas minimum

seorang karyawan/pelamar yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan kompeten.

(12)

4. Job evaluation

Job Evaluation adalah menilai berat atau ringan, mudah atau sukar,

besar atau kecil risiko pekerjaan dan memberikan nama, peringkat, gaji suatu posisi.

5. Job simplification

Job simplification adalah penggunaan logika untuk mencari

penggunaan yang paling ekonomis dari usaha manusia, materi, mesin – mesin, waktu dan ruangan agar cara yang paling baik dan paling mudah dalam mengerjakan pekerjaan.

6. Job enlargement

Job enlargement adalah perluasan pekerjaan dan tanggung jawab

secara vertikal yang dikerjakan seseorang dalam jabatannya.

7. Job Rotation

Job Rotation adalah perpindahan karyawan dari suatu pekerjaan ke

pekerjaan lainnya yang mana hal ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan tugas- tugas yang bervariasi.

8. Job enginering

Job enginering adalah berfokus pada tugas, metode kerja dan alur

kerja, gambaran tempat kerja, standar penampilan dan ketergantungan antara orang dan mesin.

(13)

Job identification adalah mengidentifikasikan berbagai macam

pekerjaan dalam suatu organisasi sebelum mengumpulkan informasi tentang pekerjaan tersebut.

2.4 Model Sub-system

Sebuah sistem terdiri dari 2 atau lebih bagian (sub-system) yang bekerja bersama-sama dalam suatu organisasi dengan batas-batas yang terdefinisi dengan baik. Model sub-system dari manajemen sumber daya manusia

1. Frameworks and Challenges

Frameworks and Challenges adalah mengoperasikan manager dan ahli

sumber daya manusia menghadapi banyak tantangan dalam perjanjian dengan karyawan. Pusat dari tantangan adalah untuk membantu organisasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari ethical dan tanggung jawab sosial. 2. Preparation and Selection

Preparation and Selection adalah dasar informasi yang dibutuhkan untuk

mendukung efektivitas manajemen sumber daya manusia.

Frameworks and Challenges Preparation And Selection Employee Relations and Assessment

(14)

Development and Evaluation Objectives Compensation and Protection

Gambar 2.1 Workflow Human Resource

3. Development and Evaluation

Development and Evaluation adalah karyawan baru yang

berorientasi pada aturan dan prosedur dari perusahaan. Mereka di ditempatkan di suatu pekerjaan dan diberikan pelatihan untuk lebih produktif.

4. Compensation and Protection

Compensation and Protection adalah diperlukan untuk menahan dan

memelihara dari efektifitas karyawan. 5. Employee Relations and Assessmtent

(15)

Employee Relations and Assessmtent adalah memelihara keperluan

efektifitas karyawan lebih dari pada menggaji, keuntungan, dan kondisi kerja yang aman.

2.5 Human Resources Element

Menurut Michael.R.Carrell, Frank E.Kuzmits, Norbert .F.Elbert dalam bukunya yang berjudul Personel/Human Resoures Mangement menerangkan : Dalam suatu manajemen sumber daya manusia ada suatu tahapan atau elemen-elemen yang terdapat di dalamnya. Adapun elemen-elemen elemen-elemen itu terdiri dari :

1. Recruitment.

Recruitment adalah suatu proses pencarian dan penarikan pendaftar

yang memiliki kemampuan sebagai karyawan.

2. Training

Training membantu karyawan untuk melakukan tugas mereka saat

ini, keuntungan dari pelatihan adalah memperpanjang karir seseorang dan membantu mengembangkan tanggung jawab karyawan pada masa depan. Dengan adanya training ini juga akan menunjang karyawan menjadi sumber daya manusia yang memiliki profesionalime yang baik sehingga akan menjadi seseorang yang mampu mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

(16)

Development adalah membantu individu mampu mengatasi

tanggung jawab masa depan, dengan sedikit perhatian untuk tugas saat ini.

4. Carrier

a. Carrier path

Career Path adalah pola yang terstruktur dari suatu tugas

yang membentuk karir sesorang.

b. Carrier goals

Career Goals adalah posisi masa depan yang dapat dicapai

sebagai bagian dari karir.

c. Carrier Planning

Career Planning adalah proses dimana penyeleksian suatu

tujuan karir dan jalan untuk mencapai tujuan karir tersebut.

d. Carrier Development

Career development terdiri dari peningkatan suatu individu untuk

mencapai rencana karir seseorang.

e. Carrier equity

Career equity adalah karyawan ingin kesamaan dalam

sistem promosi dengan respek terhadap kesempatan untuk karir yang lebih tinggi.

(17)

Supervisory concern adalah karyawan ingin menjadi

supervisor untuk memainkan aktivitas dalam pengembangan karir dan menyediakan waktu timbal balik atas kemampuan mereka.

g. Awareness of opportunities

Awareness of opportunities adalah karyawan ingin

pengembangan pengetahuan untuk karir mereka.

h. Employment interest

Employment interest adalah karyawan membutuhkan

sejumlah perbedaan atas informasi dan memiliki keuntungan yang berbeda dari segi level dalam suatu karir.

i. Carrier satisfaction

Career satisfaction adalah karyawan, tergantung atas umur

Gambar

Gambar 2.1 Workflow Human Resource

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi yang mempelajari setiap masalah dengan menempatkannya pada situasi alamiah dan memberikan makna atau

Hasil angket dari ahli media diperoleh bahwa validator A pada menilai dari aspek penilaian tampilan dan program bahan ajarmenarik dan membuat siswa mudah memahami materi, dan

bahwa sehubungan maksud huruf a tersebut di atas, agar pelaksanaannya dapat berjalan tertib dan lancar, perlu dibentuk Panitia Pelaksanaan Peresmian Dimulainya

Pada arch wire rahang bawah dilengkapi dengan open coil di antara gigi premolar kedua kanan dan insisivus kedua kanan untuk menjaga ruang pencabutan, dan ligasi wire 0,001”

Dewasa ini semakin banyak koperasi yang mengangkat manajer untuk menangani usaha koperasi dengan berbagai macam alasan. Alasan yang biasa dikemukakan adalah yang

Tindak lanjut ter$adap insiden keselamatan pasien Program mutu klinis dan keselamatan pasien ukti analisis dan Tindak lanjut ter$adap insiden keselamatan pasien, dan monitoring

Pemberian ekstrak etanol rimpang kunyit ( Curcuma domestica Val) dengan dosis bertingkat (P1, P2, P3) secara peroral pada mencit balb/c yang telah diinjeksi asam asetat

Kesimpulan dari kasus yaitu diantaranya pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian