• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. seperti obesitas, kenaikan berat badan, indeks massa tubuh (IMT). Tingkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. seperti obesitas, kenaikan berat badan, indeks massa tubuh (IMT). Tingkat"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 A. Latar Belakang

Berjalan dengan kemajuan zaman, banyak tuntutan yang harus dilakukan masyarakat. Kemajuan tersebut memiliki banyak sisi negatif yang ditimbulkan yaitu pola hidup masyarakat yang mengalami perubahan seperti obesitas, kenaikan berat badan, indeks massa tubuh (IMT). Tingkat penurunan kegiatan fisik orang kurus akan bertolak belakang dengan orang yang mengalami obesitas dengan kelebihan berat badan” (Rostania, dkk., 2013). Obesitas merupakan masalah klasik dalam lingkungan masyarakat, namun kasus seperti ini penting untuk diperhatikan karena obesitas memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan, status psikososial, kualitas hidup dan usia harapan hidup seseorang.

Aktifitas tubuh yang kurang dan makan makanan yang berlebihan mengakibatknanaiknyaberat badan, terutama pada wanita yang berusia 30-40 tahun yang telah mengalami perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan. Pada wanita usia 30-40 tahun lemak gampang menumpuk dan berat badan susah untuk turun, karena terjadinya penurunan hormon estrogen dan progesteron sehingga berbagai berbagai permasalahan seperti penumpukan lemak pada pinggul dan perut. Penumpukan lemak dapat dikurangi dengan melakukan latihan Body Weight Training(Almatsier, 2009).

Prevelensi obesitas pada perempuan 29% lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yaitu 7.7%, data tersebut menunjukkan bahwa perempuan beresiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kardiovascular.Keadaan

(2)

kelebihan berat badan 10% di atas berat badan ideal atau jumlah presentase lemak tubuh melebihi 20% untuk lakil-laki dan 25% untuk perempuan. Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007. Prevalensi nasional obesitas umum pada masyarakat berusia > 15 tahun adalah 10,3% dengan prevalensi laki-laki 13,9% dan perempuan 23,8%. Berdasarkan data, bisa disimpulkan bahwa overweight dan obesitas di Indonesia telah menjadi masalah besar yang membutuhkan penanganan secara serius (Irianto, 2005).

World Health Organization 2007 (dalam Kurniasih, dkk., 2010), penelitian yang dilakukan pada ibu-ibu ini telah menggunakan anjuran dengan menilai IMT berdasakan kategori ibu-ibu yang dibedakan dengan gaya hidup, pola makan, jenis kelamin dan usia), pada hasil yang diperoleh sejalan menggunakan pengukuran IMT dengan standar NHANES Amerika dalam penelitian Adityawarman (2007) bahwa diperoleh hasil dari analisis hubungan aktivitas fisik dengan komposisi tubuh yang mengakibatkan obesitas, degenerasi diwakili IMT dengan koefisien korelasi p = 0,052 > 0,05 yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan pada remaja dengan rata-rata umur 13 tahun. Walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan atau bermakna tetapi aktivitas fisik yang kurang (aktivitas) dapat menyebabkan overweight atau obesitas.Kelebihan berat badan diatas 25% dari berat badan ideal disebut obesitas. Kegemukan dapat berhubungan dengan berbagai macam penyakit, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit diabetes melitus, penyakit gangguan pernafasan pada usia lanjut. Obesitas dapat juga terjadi tidak hanya karena makan berlebihan,

(3)

tetapi karena aktivitas fisik berkurang sehingga terjadi kelebihan energi (Almatsier, 2009). Selain itu ada beberapa faktor lain yang menyebab-kan obesitas diantaranya pola makan, pola hidup, genetik dan lain-lain. Penelitiin di negara maju mendapat-kan hubungan antara aktivitas fisik yang rendah dengan kejadian obesitas.Individu dengan aktivitas fisik yang rendah mempunyai resiko peningkatan berat badan sebesar 5 kg (Kopelman, 2005).

Untuk melaksanakan olahraga cukup dilakukan sekitar 30 menit saja dan tidak harus berada di tempat yang lapang ataupun datang di pusat kebugaran, melainkan dapat dikerjakan dimana saja dan kapan saja, misalnya dengan berlatih menggunakan beban dalam (bodyweight) yang dilakukan dengan sirkuit diyakini dapat membakar banyak kalori di dalam tubuh. Latihan untuk penurunan berat badan dapat dilakukan dengan latihan body weight training. Latihan beban merupakan salah satu aktivitas pendukung yang bisa digunakan sebagai latihan untuk menurunkan berat badan dengan memenuhi persyaratan tertentu, antara lain; menggunakan sistem sirkuit, detak jantung dapat dipertahankan dalam intensitas 65%75% detak jantung maksimal, dan dikerjakan lebih dari 20 menit (Irianto, 2005). Apabila salah satu persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka latihan beban untuk menurunkan berat badan menjadi tidak maksimal. Sistem sirkuit ini terdiri dari berbagai macam gerakan latihan (pos), setelah selesai pada satu pos latihan segera pindah pada pos yang lainnya, demikian seterusnya sampai seluruh pos latihan selesai dilakukan. Penurunan berat badan

(4)

persen lemak tubuh dan kadar kolesterol darah disebabkan oleh meningkatnya aktifitas fisik (Habut Et Al, 2015).

Sindroma metabolik dapat diatasi dengan cara latihan body weight training.Cara untuk mengetahui penurunan berat badan yaitu pada ibu yang obesitas dengan latihan Body Weight Training(Fatmah, 2011).

Berdasarkan latar belakang diatas dan hasil observasi di Perumahan Kacapiring Mulyoagung Dau maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Latihan Body Weight Training Terhadap Penurunan Berat Badan peserta PKK di Perumahan Kacapiring Mulyoagung Dau ”

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengaruh latihan Body Weight Trainingterhadap penurunan berat badan pada peserta PKK diperumahan Kacapiring Mulyoagung Dau.

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh latihan Body WeightTrainingterhadap penurunan berat badan.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi pengaruhpenurunan berat badan sebelum latihan Body WeightTrainingterhadap penurunan berat badan pada peserta PKK di Perumahan Kacapiring Mulyoagung Dau.

b. Mengidentifikasitingkat penurunan berat badan sesudah latihan Body WeightTraining.

(5)

c. Menganalisis tingkat penurunan berat badan sebelum dan sesudah latihan Body Weight Training.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi penulis

Manfaat penulisan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang pengaruh latihan Body Weight Trainingterhadap penurunan berat badan.

2. Bagi pendidikan

Untuk menambah pemahaman di dunia pendidikan tentang penjelasan penurunan berat badan,serta salah satu latihan yang dilakukan fisioterapi dalam menangani penurunan berat badan.

3. Bagi pembaca

Memberikan informasi kepada pembaca tentang penurunan berat badan dan latihan yang dilakukan fisioterapis serta metodenya.

4. Bagi masyarakat.

Dapatmemberikan informasi yang benar kepada masyarakat,sehingga dapat lebih mengenal dan mengetahui penurunan berat badandalam pendekatan fisioterapi.

5. Bagi fisioterapi

Dapat lebih mengetahui secara mendalam mengenai penurunan berat badandan Body Weight Training dapat digunakan dalampelaksanaan latihan.

(6)

E. KEASLIAN PENELITIAN Table 1.1 Keaslian Penelitian

N o

Nama Tahu

n

Judul Variabel Hasil dan analisa data Perbeda an 1. Devia Anggita Angelia, Nurlan 2017 Hubunga n Aktifitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dependen : Aktifitas fisik. Independ en: Indeks massa tubuh (IMT). Uji Korelasi sebesar (nilai r) : 0,112 Perbedaa n pengaruh latihan body weight training terhadap penuruna n berat badan dengan indeks massa tubuh untuk mengeta hui hubunga n aktifitas fisik dengan IMT. 2. Nafikah Widyaw ati 2014 Pengaruh Senam Fun Aerobic terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) wanita usia 30-40 tahun. Dependen : Senam Fun Aerobic. Independ en : Indeks Massa Tubuh (IMT) Penelitian Kuantitatif dengan Pendekatan pre eksperiment al, one-group pretest-posttest design. Perbedaa n penaruh latihan body weight training dengan senam fun aerobic untuk mengeta hui pengaruh senam

(7)

fun aerobic terhadap IMT wanitta usia 30-40 tahun. 3. Nia Novita Wirawa n 2016 Sensitivit y and specificit y of body mass index and waist-hip ratio in classifyin g obesity in women. Dependen :Sensitivit y body mass index. Independ en :Waist- Hip-Ratio. Cross Sectional Perbedaa n pengaruh latihan body weight training terhadap penuruna n berat badan dengan sensitivit y and specificit y of body mass index and waist hip ratio untuk mengeta hui sensitivit y and specificit y of body mass index and waist hip ratio in classifyin g obesity in women. 4. Dewi Larasati Tristiana 2015 Pengaruh pillates exercise terhadap fleksibilit as Dependen : Pillates Exercise. Independ en : Indeks Uji Wilcoxon, nilai p=0,083 Perbedaa n pengaruh latihan body weight

(8)

punggun g dan indeks massa tubuh (IMT) pada wanita obesitas. massa tubuh (IMT). training terhadap penuruna n berat badan dengan pegaruh pillates exercise terhadap fleksibilit as punggun g untuk mengeta hui Pengaruh pillates exercise terhadap fleksibilit as punggun g dan indeks massa tubuh (IMT) pada wanita obesitas. 5. Riana Damasa nti 2012 Hubunga n Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Aktifitas Fisik Wanita Dependen : Aktifitas Fisik. Independ en : Indeks Massa Tubuh (IMT). Cross Sectional Pengaruh latihan body weight training terhadap penuruna n berat badan dengan aktifitas fisik wanita untuk mengata hui hubunga

(9)

n Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Aktifitas Fisik Wanita. 6. Alan Dwinta KS 2005 Pengaruh Latihan Circuit Body Weight terhadap Penuruna n Berat Badan dan Persentas i Lemak Tubuh Mahasis wa Dependen : Circuit Body Weight. Independ en : Penuruna n Berat Badan One Group Pretest-Postest Design. Perbedaa n pengaruh latihan body weight training terhadap penuruna n berat badan dengan latihan Circuit Body Weight untuk mengeta hui pengaruh latihan Circuit Body Weight terhadap penuruna n berat badan dan persentas i lemak tubuh mahasis wa.

Referensi

Dokumen terkait

Melaksanakan dan memberikan upaya pelayanan untuk menunjang kegiatan pelayanan Puskesmas dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya serta melaksanakan tugas

Rumah pak Shohib, pak Tamzis dan juga mbah Munawaroh menggunakan bahan kayu untuk bagian bangunan yang ditampilkan atau yang diutamakan, seperti bagian depan dan

bahwasanya semakin lama waktu fermentasi, maka jumlah gula yang terkonsumsi semakin tinggi, efisiensi penggunaan substrat semakin tinggi, jumlah total sel semakin

Dijelaskan dalam pasal 22 ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan

Arsitektur Perilaku digunakan sebagai pendekatan agar rancangan Panti rehabilitasi Skizofrenia sesuai dengan penanganan yang ada bagi para pasien, sekaligus diharapkan mampu

Siapa yang berjasa dalam pemenangan, maka mereka itulah yang diberi kesemptan mendapatkan jabatan dan sebaliknya siapa yang berada pada tim kalah, mereka akan jadi

Suatu komunitas khusus yang beranggotakan para cowok berkualitas tinggi yang telah berhasil mentransformasi diri dari cowok yang tidak memiliki kualitas hidup

Buruh gendong adalah sesosok perempuan yang biasanya menggunakan jarit (selendang) untuk membawakan barang dagangan pengunjung di pasar-pasar tradisional, dan untuk sasaran