• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA (LAKIN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA (LAKIN)"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

AKUNTABILITAS

KINERJA (LAKIN)

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II MAMUJU

TAHUN 2018

(2)
(3)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

i

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya milik Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya semata, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun Anggaran 2018 ini dapat diselesaikan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 disusun dalam rangka kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain: (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan; (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, (3) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, (4) Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; (5) Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi; (6) Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan PedomanPenyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan (7) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Nomor: Per/09/M.PAN/5/2009 tentang Pedoman Umum, Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah. yang merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi yang dibebankan kepada SKP Kelas II Mamuju dalam kurun waktu tahun 2018. Selain itu, laporan ini disusun sebagai sarana pengendalian dan penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan kepemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government) serta sebagai umpan balik dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.

Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun Anggaran 2018 merupakan laporan pertanggungjawaban kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju kepada pemerintah, dan juga merupakan dokuman penting dalam siklus perencanaan pemantauan, dan umpan balik untuk berikutnya. Dokumen ini menjadi penting karena merupakan data terpadu antara kinerja anggaran yang mendukungnya, antara sasaran dan keluaran yang dicapai, sehingga dapat menjadi instrument untuk menilai efektivitas dan efisiensi, dan produktifitas.

(4)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

ii

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada diharapkan masukan dan saran guna perbaikan dalam kinerja maupun dalam penyusunan laporan ini di masa mendatang.

Mamuju, Januari 2019 Kepala,

Drh. Akhmad Alfaraby NIP. 19800826 200501 1 003

(5)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Badan Karantina Pertanian – Departemen Pertanian Republik Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/ OT.140/4/2008 tanggal 4 April 2008 yang berkedudukan di Kota Mamuju Sulawesi Barat dengan eselonering IVb.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian – Departemen Pertanian RI menetapkan visi yang selaras dengan visi Badan Karantina Pertanian. Adapun visi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, yaitu : MENJADI PELAYAN PUBLIK

YANG TANGGUH DAN TERPERCAYA DALAM

PENYELENGGARAAN KARANTINA DI PROVINSI SULAWESI BARAT. Untuk mewujudkan visi tersebut, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju mengemban misi. Adapun misi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, yaitu :

 Mendukung Program Swasembada Pangan di Provinsi Sulawesi Barat;

 Melindungi Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan Dari Serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPTK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);  Memperlancar Lalulintas Perdagangan Di Sulawesi Barat;

 Mewujudkan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat;

Untuk mewujudkan terselenggaranya perkarantinaan yang handal, cepat, akurat dan efisien, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju pada tahun 2018 melakukan kegiatan Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati.

(6)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

iv

Dalam dokumen Penetapan Kinerja ( PK ) Stasiun Karanstina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 ditetapkan Indikator Kinerja dan Target sebagai berikut :

1. Persentase sertifikasi media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

2. Persentase deteksi HPHK dan OPTK pada media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasuknan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

3. Persentase sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan dan memadai sebesar 100%.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari 3 sasaran indikator kinerja Seluruhnya sangat behasil. Indikator kinerja yang sangat berhasil yaitu :

1. Persentase sertifikasi media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

2. Persentase deteksi HPHK dan OPTK pada media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasuknan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

3. Persentase sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan dan memadai sebesar 100%.

Tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju mengelola APBN sebesar Rp. 7.536.735.000,-. Realisasi penyerapan sampai dengan 31 Desember 2018 mencapai Rp. 7.532.648.733,- atau 99,95 %.

Secara umum capaian kinerja yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju pada tahun anggaran 2018 telah memenuhi target dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Keberhasilan yang dicapai Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju ini tidak terlepas komitmen, keterlibatan dan dukungan aktif segenap dari pegawai SKP Kelas II Mamuju, masyarakat stakeholder, dan Instansi Pemda Kabupaten dan Provinsi Sulawesi Barat.

(7)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 v DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Kedudukan Tugas dan Fungsi ... 3

C. Susunan Organisasi dan Tata Kerja ... 4

D. Sumber Daya Manusia ... 5

E. Dukungan Anggaran ... 7

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA ... 8

A. Rencana Strategik ... 8 1. Visi ... 9 2. Misi ... 10 3. Tujuan ... 11 4. Sasaran Strategis ... 12 B. Penetapan Kinerja ... 14

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 16

A. Kriteria Ukuran Keberhasilan ... 16

B. Pencapaian Kinerja Keseluruhan ... 17

B.1 Sertifikasi karantina Impor, Ekspor dan Antar Area ………….. .. 17

B.2 Dukungan Operasional Pemantauan HPHK/OPTK ... 17

- Pemantauan HPHK ... 17

- Pemantauan OPTK ... 19

(8)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

vi

B.4 Jumlah dan Jenis Sarana ... 21

B.5 Pengembangan Infrastruktur Tanah, Gedung/Bangunan …….. 22

B.6 Capaian Kinerja Lainnya ... 23

C. Evaluasi Kinerja Untuk Setiap Kegiatan ... 24

BAB IV REKOMENDASI TINDAK LANJUT ... 26

BAB V PENUTUP ... 27 LAMPIRAN

(9)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

vii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Komposisi Pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas II

Mamuju Tahun Anggaran 2018 ... 6 Tabel 2. Rincian Anggaran Stasiun Karantina Pertanian Kelas II

Mamuju Tahun Anggaran 2018 ... 7 Tabel 3. Rencana Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II

Mamuju Tahun Anggaran 2018 ... 13 Tabel 4. Penetapan Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II

Mamuju Tahun Anggaran 2018 ... 14 Tabel 5. Pengukuran Capaian Kinerja Stasiun Karantina Pertanian

Kelas II Mamuju Tahun Anggaran 2018 ... 15 Tabel 6. Target Penambahan 12 Unit Jenis Sarana ... 22 Tabel 7. Target Penambahan Gedung dan Bangunan ... 23

(10)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Struktur Organisasi

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

Lampiran 2. Realisasi Anggaran

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

Lampiran 3. Penetapan Kinerja ( PK )

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

(11)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Terwujudnya tata pemerintahan yang baik (good governance) merupakan harapan semua pihak, langkah untuk mewujudkan hal tersebut ditegaskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan diantaranya adalah Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Setiap Instansi Pemerintah diwajibkan mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) yang bertujuan untuk mendorong terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik.

Sistem AKIP pada dasarnya adalah sistem manajemen berorientasi pada hasil, yang merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan. Dengan menerapkan Sistem AKIP tersebut, setiap instansi pemerintah harus membuat Rencana Strategis (Strategic Plan), Rencana Kerja (Performance Plan), Penetapan Kinerja (Performance

Agreement) serta laporan Pertanggungjawaban Kinerja (Perfomance Accountability Report).

Saat ini penyusunan anggaran berbasis kinerja, yaitu anggaran yang dihitung dan disusun berdasarkan perencanaan kinerja atau dengan kata lain dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan untuk menghasilkan output dan outcome berdasarkan tugas pokok dan fungsi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju. Dengan anggaran berbasis kinerja ini akan dapat dilakukan penelusuran alokasi anggaran ke kinerja yang direncanakan dan pada setiap akhir tahun anggaran juga dapat dilakukan penelusuran realisasi anggaran dengan capaian kinerjanya. Hal ini akan memudahkan evaluasi untuk mengetahui cost efficiency dan cost effectiveness

(12)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

2

anggaran instansi bersangkutan, sekaligus memudahkan pencegahan dan deteksi kebocoran anggaran. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dalam rangka mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita–cita bangsa dan negara.

Ruang Lingkup Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dilakukan pada semua aspek kegiatan, umumnya meliputi aspek managerial, teknis dan keuangan. Keputusan Kepala LAN tersebut dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap instansi pemerintah dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai wujud akuntabilitas instansi pemerintah. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan media pertanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja instansi pemerintah dan bermanfaat untuk mendorong instansi pemerintah untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan membangun secara baik dan benar (Good Governance) yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif, efisien dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya, menjadikan masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah, serta terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun Anggaran 2018.

Adapun tujuan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju, yaitu :

(13)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

3

a. Memberikan informasi mengenai perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju selama Tahun Anggaran 2018;

b. Sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju pada tahun 2018, untuk kemudian diharapkan dapat diperoleh masukan dalam rangka memperbaiki kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju di masa yang akan datang;

c. Untuk mendorong penerapan SAKIP di Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju sehingga terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai salah satu prasyarat terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya.

B. Kedudukan Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Presiden R.I Nomor 7 Tahun 2017 tentang organisasi Kementerian Negara, dan Peraturan Presiden R.I Nomor 45 Tahun 2017 tentang Kementerian Pertanian, Serta Peraturan Menteri Pertanian No.61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, menyatakan bahwa tugas pokok Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) adalah melaksanakan perkarantinaan Pertanian.

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Badan Karantina Pertanian menyelenggarakan fungsi :

1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati;

2. Pelaksanaan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati;

3. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati; dan

4. Pelaksanaan administrasi Badan Karantina Pertanian.

(14)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

4

Untuk melaksanakan fungsi dimaksud maka ditingkat PUSAT organisasi Badan Karantina Pertanian terdiri dari :

1. Sekretariat Badan Karantina Pertainan

2. Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani 3. Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati 4. Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Struktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian adalah UPT di lingkungan Badan Karantina Pertanian, dimana Kepala UPT bertanggungjawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian. UPT Karantina Pertanian mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

C. Susunan Organisasi dan tata Kerja

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Badan Karantina Pertanian – Departemen Pertanian Republik Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/ OT.140/4/2008 tanggal 4 April 2008 yang berkedudukan di Kota Mamuju Sulawesi Barat dengan eselonering IVb.

Adapun struktur organisasi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Sulawesi Barat yang terdiri dari Pejabat Struktural yaitu Kepala Stasiun dan Kepala Urusan Tatausaha, serta dibantu oleh Petugas Pelayanan Operasional/Administratif dan Kelompok Jabatan Fungsional, dapat dilihat sebagai berikut :

(15)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

5

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008

Tanggal 4 April 2008

D. Sumberdaya Manusia

Petugas Pelayanan Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data, pemberian informasi dan pengelolaan dokumentasi, serta pemberian pelayanan teknis kegiatan operasional perkarantinaan. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan fungsional/teknis sesuai dengan jenjang jabatan fungsional yang dimiliki dan dikoordinir oleh seorang Koordinator Pejabat Fungsional.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju sampai dengan bulan Desember 2018 memiliki 23 pegawai terdiri dari 2 pejabat struktural, 5 orang tenaga administrasi dan 16 tenaga fungsional. Ada pun komposisi pegawai sebagai beikut :

KEPALA ( Eselon IVb ) KEPALA URUSAN TATA USAHA ( Eselon V ) PETUGAS PELAYANAN OPERASIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(16)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

6

Tabel .1 Komposisi Pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju T.A 2018

No. JABATAN JUMLAH SATUAN

1 Struktural 2 orang

2 Medik Veteriner 3 orang

3 POPT Ahli 3 orang

4 Paramedik Veteriner 5 orang

5 POPT Terampil 5 orang

6 Pengadministrasi

Umum 5 orang

JUMLAH 23 orang

Dalam melaksanakan tugas, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Sulawesi Barat mempunyai tugas pokok, yaitu :

1. Mencegah masuknya hama dan penyakit hewan dan tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia

2. Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia

3. Mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah negara Republik Indonesia

Menyelenggarakan fungsi, yaitu :

1. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan;

2. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);

3. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; 4. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK;

(17)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

7

5. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati; 6. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan

dan tumbuhan;

7. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;

8. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;

9. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati;

10. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

E. Dukungan Anggaran

Tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju mengelola APBN sebesar Rp. 7.536.735.000,-. Dimana anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati. Adapun rinciannya Sebagai Berikut :

Tabel .2 Rincian Anggaran Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju T.A 2018

Kegiatan Anggaran

Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

Rp. 952.126.000 Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian

Ekspor

Rp. 37.500.000 Perangkat Pengolah Data Rp. 125.958.000 Peralatan Teknis Laboratorium Rp. 90.420.000

Layanan Perkantoran Rp. 4.665.479.000

Peralatan dan Fasilitas Perkantoran Rp. 188.322.000

Gedung dan Bangunan Rp. 1.566.920.000

(18)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

8

BAB II

PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

A. Rencana Strategis

Terkait dengan Sembilan Agenda Pembangunan Prioritas (NAWA CITA), keberadaan tugas, fungsi, dan peran Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) memiliki keterkaitan erat dengan agenda ke-6 “peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional“ dan agenda ke-7 “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor – sektor strategis ekonomi domestik“. Dengan demikian, keberadaan Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) turut berkontribusi guna mendukung dan mewujudkan visi kepemimpinan nasional untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Pada 7 misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terdapat 2 misi yang memiliki relevansi secara langsung dengan Badan Karantina Pertanian. Rencana Strategis Barantan Tahun 2017 – 2019 ( BARANTAN ), yakni pada misi ke-4, mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera. Serta misi ke-5, mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Keberadaan peran dan fungsi Badan Karantina Pertanian ( BARANTAN ) dengan dmikian akan memberikan kontribusi secara langsung guna menjaga kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan.

Salah satu fungsi utama Badan Karantina Pertanian yang dilaksanakan Oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju adalah berkaitan dengan penyediaan sumberdaya pertanian yang berkelanjutan guna menjamin keamanan pangan di wilayah Sulawesi Barat. Pelaksanaan fungsi tersebut dilakukan melalui pengawasan dan sertifikasi impor dan ekspor, dan sertifikasi karantina antar area dalam rangka mewujudkan daya saing pasar internasional.

(19)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

9

Visi

Visi Pembangunan Nasional 2017-2019 adalah “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

Visi Kementerian Pertanian adalah “Terwujudnya system pertanian-bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi berbasis sumberdaya local untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani”.

Visi Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) adalah “Menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpercaya Dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan, Lingkungan dan Keanekaragaman hayati serta Keamanan Pangan”.

Pengertian tangguh dan terpercaya digambarkan sebagai berikut : Tangguh :

Penyelenggaraan karantina pertanian pada hakekatnya adalah perwujudan pertahanan Negara di bidang Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan. Prinsip pertahanan adalah tangguh menghadapi serangan.

Terpercaya :

Keberhasilan Badan Karantina Pertanian berkaitan dengan peran serta masyarakat dan mitra kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan tindakan Badan Karantina Pertanian perlu mendapat kepercayaan yang tinggi. Kepercayaan akan diperoleh antara lain melalui akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah dibidang perkarantinaan dan keamanan hayati.

Visi Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) di atas, selanjutnya menjadi acuan dalam penyusunan Visi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju, yaitu “MENJADI PELAYAN PUBLIK

(20)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

10

PENYELENGGARAAN KARANTINA DI PROVINSI SULAWESI BARAT”

Misi

Untuk mewujudkan visi diatas, terdapat 7 misi pemerintahan Presiden Jokowi, yaitu :

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritime, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara maritime.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritim yang mandiri , maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan. Dalam kaitannya dengan tugas pokok dan fungsi BARANTAN, maka Misi BARANTAN, yaitu :

1. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

2. Mendukung terwujudnya keamanan pangan.

3. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian.

4. Memperkuat kemitraan perkarantinaan.

(21)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

11

Misi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju yaitu: 1. Mendukung Program Swasembada Pangan di Provinsi Sulawesi

Barat;

2. Melindungi Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan Dari Serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPTK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);

3. Memperlancar Lalulintas Perdagangan di Sulawesi Barat; 4. Mewujudkan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat;

Tujuan

Sesuai sifat Tupoksi Badan Karantina Pertanian yaitu melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, maka hasil yang dapat digambarkan adalah tingkat efektifitas penyelenggaraannya. Tujuan Badan Karantina Pertanian adalah :

a. Terjaganya sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan HPHK dan OPTK

b. Terjaminnya keamanan produk pertanian yang berasal dari hewan dan tumbuhan

c. Pengendalian importasi dan percepatan eksportasi melalui pencegahan masuk dan keluarnya media HPHK dan OPTK. d. Memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan

perkarantinaan.

e. Mewujudkan pelayanan prima.

Sasaran Strategis

Sasaran Program adalah kondisi yang ingin dicapai secara nyata oleh BARANTAN dalam pembangunan lima tahun mendatang sebagai dampak/hail (outcome) dari program kegiatan yang mengacu pada sasaran strategis Kementerian Pertanian. Menurut Peratuan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan dan

(22)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

12

Penelahaan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga, kedudukan Sasaran Strategis berada pada level Kementerian.

Sasaran Program BARANTAN adalah :

1. Meningkatnya efektivitas pengendalian risiko masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK.

2. Meningkatnya kualitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor Media Pembawa HPHK dan OPTK dan keamanan hayati.

3. Meningkatnya kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian.

Peningkatan efektivitas pengendalian risiko masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK diperlukan dalam rangka memaksimalkan tugas dan fungsi BARANTAN, mengingat besarnya ancaman dan risiko berbagai jenis HPHK dan OPTK yang dapat masuk dan tersebar ke wilayah RI karena sangat luasnya wilayah yang harus diawasi dan dijaga. Besarnya risiko dan ancaman tersebut berdampak terhadap kesiapsiagaan seluruh jajaran BARANTAN dalam menjaga wilayah RI sehingga diperlukan implementasi yang konsisten dlam pelaksanaan dan efektivitas tindakan karantina mulai dari tingkat pre border , at border dan post border.

Peningkatan kualitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor media pembawa HPHK dan OPTK dan keamanan hayati, diperlukan dalam rangka memberikan pelayanan perkarantinaan yang maksimal sesuai dengan standar internasional. Pengembangan system pengendalian resiko penyakit hewan secara in-line inspection akan mampu mendukung upaya pengawasan, dan penegakan hukum yang sekaligus mendukung rangkaian proses penjaminan kesehatan sehingga pemasaran produk pertanian yang sesuai standar dapat diterima oleh Negara mitra yang sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

(23)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

13

Peningkatan kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian diperlukan dalam rangka memberikan jaminan terhadap kesehatan dan keamanan produk pertanian kepada masyarakat Indonesia dan Negara mitra sesuai tata aturan internasional. Pemerintah, dalam hal ini BARANTAN sebagai regulator perkarantinaan memiliki mandate konstitusional untuk memberikan perlindungan terhadap warga Negara Indonesia dalam rangka penyediaan kebutuhan produk pertanian yang bermutu tinggi dan produk yang akan diekspor sesuai persyaratan Negara mitra. Oleh karena itu memberikan kepastian regulasi yang harus ditaati dan melaksanakannya dengan konsisten dan konsekuen serta perbaikan system pelayanan publik dapat memberikan kepuasan kepada pengguna jasa karantina pertanian dalam kegiatan ekspor dan impor produk pertanian.

Maka rencana kerja dalam rangka pencapaian sasaran strategis pembangunan karantina pertanian di Sulawesi Barat adalah sebagai berikut :

Tabel .3 Rencana Kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2015 – 2019

No Pilar Karantina Pertanian Tahun

2015 2016 2017 2018 2019 1 Penguatan Kelembagaan (Bulan) 12 12 12 12 12 2 Penguatan SDM/ Penambahan Pegawai (orang) 6 8 10 12 14

3 Jumlah dan Jenis Sarana, Infrastruktur, Yang Sesuai Kebutuhan dan Memadai ( Unit )

35 55 60 70 75

4 Penambahan Jumlah Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Yang Sesuai Standar

(24)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

14

B. Penetapan Kinerja

Penetapan kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki instansi. Penetapan kinerja tersebut bermanfaat untuk memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, untuk melaporkan capaian realisasi kinerja dalam laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan dapat digunakan sebagai alat dalam penilaian keberhasilan suatu organisasi.

Adapun Penetapan Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 yaitu :

1. Persentase sertifikasi media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

2. Persentase deteksi HPHK dan OPTK pada media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sebesar 100%.

3. Persentase sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan dan memadai sebesar 100%.

Tabel .4 Penetapan Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju T.A 2018

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Meningkatnya kualitas

layanan publik Badan Karantina Pertanian

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas layanan public SKP Kelas II

83.00 Tingkat kepuasan unit eselon IV

terhadap layanan internal

3.00 Skala Likert

(1-4) Jumlah kasus konoditas

pertanian di lingkup

perkarantinaan SKP Kelas II yang diselaikan

0.00 Jumlah Jumlah komoditas ekspor

pertanian di lingkup

1.00 Jumlah

(25)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

15

perkarantinaan SKP Kelas II yang ditolak negara tujuan karena masalah kesehatan dan keamanan

Jumlah temuan HPHK pada komoditas pertanian di lingkup perkarantinaan SKP Kelas II

57.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan OPTK pada

komoditas pertanian di lingkup perkarantinaan SKP Kelas II

0.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan BPK atas

pengelolaan keuangan SKP Kelas II yang terjadi berulang

0.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan Itjen atas

implementasi SAKIP dan pengelolaan Keuangan yang terjadi berulang

0.00 Jumlah Temuan

(26)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

16

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II MAMUJU

A. Kriteria Ukuran Keberhasilan

Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran tahun 2018 di tetapkan berdasarkan penilaian capaian melalui metode scooring, yaitu :

1. Sangat berhasil ( Capaian ≥ 100 % ) 2. Cukup Berhasil ( 60 – 99 % )

3. Kurang Berhasil ( < 60 % )

Scooring tersebut di atas terhadap sasaran yang telah di tetapkan. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2018

Pengukuran tingkat capaian kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja SKP Kelas II Mamuju Tahun 2018 dengan realisasinya. Tingkat capaian kinerja SKP Kelas II Mamuju tahun 2018 berdasarkan hasil pengukurannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 5. Pengukuran Capaian Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realiasasi Meningkatnya kualitas layanan publik Badan Karantina Pertanian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas layanan public SKP Kelas II

83.00 87.75 Tingkat kepuasan unit

eselon IV terhadap layanan internal

3.00 Skala Likert

(1-4)

3.338 Jumlah kasus komoditas

pertanian di lingkup

perkarantinaan SKP Kelas II yang diselaikan

0.00

Jumlah Jumlah 0.00 Jumlah komoditas ekspor

pertanian di lingkup perkarantinaan SKP Kelas II 1.00 Jumlah 0.00 Jumlah

(27)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

17

yang ditolak negara tujuan karena masalah kesehatan dan keamanan

Jumlah temuan HPHK pada komoditas pertanian di lingkup perkarantinaan SKP Kelas II 57.00 Jumlah Temuan 49.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan OPTK pada

komoditas pertanian di lingkup perkarantinaan SKP Kelas II 0.00 Jumlah Temuan 0.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan BPK atas

pengelolaan keuangan SKP Kelas II yang terjadi

berulang 0.00 Jumlah Temuan 0.00 Jumlah Temuan Jumlah temuan Itjen atas

implementasi SAKIP dan pengelolaan Keuangan yang terjadi berulang 0.00 Jumlah Temuan 0.00 Jumlah Temuan

B. Pencapaian Kinerja Keseluruhan

B.1 Sertifikat karantina impor, ekspor dan antar area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui pelaksanaan tindakan karantina.

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap target Operasional Sertifikasi Karantina dan Pengawasan Keamanan Hayati dapat disimpulkan bahwa penilaian sangat berhasil sebanyak 2 indikator. Dengan rincian sebagai berikut :

- Realisasi sertifikat Karantina Tumbuhan (KT) tahun 2018 sebanyak 3017 sertifikat.

- Realisasi sertifikat Karantina Hewan (KH) tahun 2018 sebanyak 2815 sertifikat.

B.2 Dukungan operasional pemantauan HPHK / OPTK - Pemantauan HPHK

Badan karantina Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis diseluruh wilayah Indonesia berperan aktif dalam program peningkatan populasi sapi dengan melaksanakan tindakan karantina sesuai prosedur dan peraturan yang ada, untuk mencegah masuk dan

(28)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

18

tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan mempertahankan wilayah Republik Indonesia dari status bebas HPHK.

Salah satu HPHK yang harus diwaspadai penyebarannya adalah Brucellosis. Brucellosis atau penyakit Bang merupakan penyakit reproduksi yang umumnya menyerang ternak sapi ini disebabkan oleh

Brucella abortus yang merupakan bakteri gram negatife. Penyakit ini

bersifat zoonosis.

Brucella abortus ini menyebabkan keguguran atau keluron pada

trimester akhir kebuntingan (terjadi pada bulan keenam sampai kesembilan) diikuti dengan periode infertilitas. Brucella abortus ini juga menyebabkan demam undulans pada manusia yang mengkonsumsi susu tanpa tindakan pasteurisasi atau bersentehan dengan kotoran atau tenunan yang tertular.

Penularan dapat terjadi karena karena menelan makanan yang terinfeksi, kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau inhalasi aerosol, selain itu penularan dapat terjadi dengan memasukkan betina tertular ke dalam suatu kelompok ternak.

Beberapa daerah yang dinyatakan bebas Brucellosis yaitu Pulau Lombok di Prop.NTB (SK Mentan No444/Kpts/TN540/7/2002), Pulau Bali (SK Mentan No. 443/Kpts/TN. 540/7/2002), Pulau Sumbawa di Propinsi NTB (SK. Mentan No. 97/Kpts/PO. 660/2/2006).Propinsi Sumatra Barat, Riau, Jambi dan Kep.Riau (SK Mentan No. 2541/Kpts/PD.610/6/2009). Menurut data dari Ditjenkeswan tahun 2010 kasus Brucellosis telah ditemukan di 16 provinsi di Indonesia yaitu Sumatra Utara, Aceh, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogjakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Kasus tertinggi terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan (Pusat Inkahayati, 2011).

(29)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

19

Sulawesi Barat yang secara geografis berbatasan dengan Sulawesi Selatan memiliki kemungkinan untuk tertular Brucellosis. Berkaitan dengan hal tersebut Stasiun Karantina Pertanian Pertanian Kelas II Mamuju Provinsi Sulawesi Barat melakukan pemantauan terhadap kejadian Brucellosis di wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

- Pemantauan OPTK

Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) merupakan suatu kegiatan pokok Karantina Tumbuhan yang dilaksanakan secara kontiniu. Hal ini dilakukan mengingat OPTK dapat menyebar dengan cepat dari satu daerah ke daerah lain, baik menyebar sendiri maupun terbawa bahan tanaman atau sarana transportasi. Mobilitas manusia yang semakin meningkat serta hubungan perdagangan antar daerah dan antar negara yang semakin terbuka, memberikan peluang bagi OPTK untuk menyebar dari suatu daerah ke daerah lain yang masih bebas OPTK. Oleh sebab itu, daerah penyebaran, baik secara kualitas maupun kuantitas perlu dipantau setiap saat sehingga kebijakan pengendalian yang tepat dapat segera diambil melalui tindakan karantina.

Dengan meningkatnya lalulintas hewan dan tumbuhan, dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia, baik dalam rangka perdagangan, pertukaran maupun penyebarannya semakin membuka peluang bagi kemungkinan masuk dan menyebarnya hama dan penyakit hewan, serta organisme pengganggu tanaman yang berbahaya. Saat ini persayaratan – persayaratan karantina yang ketat cenderung digunakan oleh negara mitra dagang untuk menentukan entry status dari produk pertanian impor. Oleh karena itu Karantina Pertanian di Indonesia diharapkan dapat berperan positif dalam menunjang upaya pemerintah dalam pembangunan komoditas pertanian yang berorientasi pasar dan meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

(30)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

20

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Sulawesi Barat mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis di dalam mencegah kelestarian sumber daya alam hayati hewani dan nabati dari ancaman terhadap resiko masuknya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) di Propinsi Sulawesi Barat.

Oleh karena itu, Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan untuk mengetahui keberadaan OPTK AI dan A2 yang mungkin terdapat pada komoditi unggulan dan andalan setiap Kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Barat. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi instansi terkait lainnya untuk mencegah penyebaran dan untuk pengendalian serta untuk penyempurnaan peraturan perundang-undangan Karantina.

Tahun 2018 kegiatan pemantauan dilaksanakan di semua kabupaten di Sulawesi Barat yaitu Kabupaten Mamuju Utara, Mamuju Tengah, Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. Pemantauan difokuskan pada komoditi andalan dan unggulan di masing-masing kabupaten yang disesuaikan dengan keberadaan tanaman di lapangan.

B.3 Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

Laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju yang kompeten dan terakreditasi sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan. Laboratorium di tuntut untuk memenuhi standar yang ditentukan dalam melaksanakan kegiatannya sehingga hasil pengujiannya dapat diperoleh dengan validitas dan akurasi yang tinggi.

Untuk meningkatkan kepercayaan stake holder terhadap pemeriksaan karantina pertanian dan hasil uji yang dikeluarkan

(31)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

21

oleh laboratorium, maka sebuah laboratorium harus menerapkan

Good Laboratory Practice dan standar pelayanan mutu pengujian

dan/atau kalibrasi secara konsisten sesuai dengan metode dan persyaratan yang telah ditetapkan kepada pelanggan atau pihak yang berkepentingan. Pengakuan akan hal tersebut dapat dibuktikan melalui bentuk akreditasi. Untuk memperoleh akreditasi, laboratorium harus memenuhi seluruh persyaratan sistem mutu internasional, yaitu ISO/IEC 17025:2005 atau SNI ISO/IEC 17025:2008 sehingga produk akhirnya berupa laporan hasil uji dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pada tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju menargetkan Laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju dapat menerapkan ISO/IEC 17025:2005 atau SNI ISO/IEC 17025:2008 dengan mendapatkan sertifikat ISO/IEC 17025:2005 atau SNI ISO/IEC 17025:2008 dari Komite Akreditasi Nasional ( KAN ) pada tanggal 24 Agustus 2017. ( Sangat Berhasil )

B.4 Jumlah dan jenis sarana, teknologi informasi yang sesuai kebutuhan dan memadai

Untuk menunjang kegiatan Pengawasan lalulintas terhadap pemasukan/pengeluaran media pembawa HPHK dan OPTK di setiap wilayah kerja maka jumlah dan jenis sarana, teknologi informasi yang sesuai dan memadai diperlukan, hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati yang efektif.

Pada tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju menargetkan penambahan 14 unit jenis sarana, teknologi informasi. Antara lain sebagai berikut :

(32)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

22

Tabel 6. Target Penambahan 14 Unit Jenis Sarana

Kebutuhan Target Satuan

Pengadaan Laptop 6 Unit

Pengadaan Printer Dot Matrix 2 Unit

Pengadaan Printer Portable 1 Unit

Pengadaan Scanner 2 Unit

Pengadaan Mesin Antrian 1 Set

Pengadaan CCTV 2 Unit

Pengadaan AC ½ PK 2 Unit

Pengadaan Medical Refrigator 1 Unit

Pengadaan Biomedical Freezer 1 Unit

Pengadaan Timbangan Digital 2 Unit

Pengadaan Meja Pemeriksaan 1 Unit

Pengadaan Kursi Direktur 2 Unit

Pengadaan Karpet 16 M2

Pengadaan Rak Arsip 4 Unit

Pengadaan Kursi Tamu 1 Unit

Pengadaan Meja Tamu 1 Unit

Pengadaan Locker 2 Unit

Pengadaan Lemari Kaca 1 Unit

Pengadaan Meja Kerja ½ Biro 3 Unit

Pengadaan Kursi Kerja 3 Unit

Pengadaan Kursi Pelayanan 1 Unit

Pengadaan Meja Counter 1 Set

Pengadaan Spring Bed 2 Unit

Pengadaan Televisi 1 Unit

Pengadaan Kulkas 2 Unit

(33)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

23

Pengadaan Mesin Potong Rumput 2 Unit

Adapun penambahan 49 unit dan 16 M2 jenis sarana, teknologi informasi seluruhnya terlaksana dengan baik ( Sangat Berhasil ). B.5 Pengembangan infrastruktur tanah, gedung / bangunan / instalasi

Dalam rangka meningkatkan kinerja dalam pelayanan masyarakat dan sesuai dengan Standar Pelayanan Publik (SPP), serta mendukung Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati. Dan melanjutkan pengadaan tanah yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 untuk penggunaan Instalasi Karantina Hewan, pada tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju menargetkan pembangunan beberapa gedung dan bangunan untuk mengoptimalkan tanah yang sudah ada, adapun target pembangunan gedung dan bangunan pada 2018 yaitu :

Tabel 7. Target Penambahan Gedung dan Bangunan Tahun 2018

Kebutuhan Target Satuan

Rehab Gedung Laboratorium 50 M2

Rehab Gedung Kantor UPT 50 M2

Penataan lantai IKH 500 M2

Peningkatan Jalan IKH 1346 M2

Adapun hasil dari pelaksanaan pembangunan gedung dan

bangunan pada 2018 semuanya terlaksana dengan baik. (Sangat Berhasil).

B.6 Capaian Kinerja Lainnya

Selain capaian kinerja yang telah diuraikan diatas, pada tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian mendapatkan tambahan anggaran dalam rangka kegiatan Penguatan Operasional Karantina Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pangan.

(34)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

24

Kegiatan tersebut sesuai dengan upaya Pemerintah Republik Indonesia yan mencanangkan kedaulatan pangan melalui upaya pencapaian swasembada pangan. Pemerintah menargetkan swasembada pangan untuk komoditas unggulan yaitu padi, jagung dan kedelai tahun 2018. Dalam upaya pencapaian swasembada pangan Kementerian Pertanian mengawal program Upaya Khusus (upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian nomor 1243/Kpts/OT.160/12/2014 tentang Kelompok Kerja Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya, Badan Karantina Pertanian ditunjuk sebagai Tim Supervisi Upaya Khusus untuk provinsi Jawa Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara.

Sulawesi Barat merupakan salah satu sentra pendukung atau penyokong ketersediaan pangan nasional. Sejak berdiri menjadi propinsi yang otonom sampai saat ini, produksi bahan pangan (padi, jagung, kedelai) terus mengalami peningkatan yang nyata. Sulawesi Barat telah mengalami surplus bahan pangan dan mampu memberikan sumbangan yang nyata terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan nasional. Surplus bahan pangan yang dicapai oleh Sulawesi Barat merupakan buah dari pean petani, penyuluh, dan para pengambil kebijakan dalam yang terus menerus melakukan perbaikan usahatani serta perluasan areal tanam.

C. Evaluasi Kinerja Untuk Setiap Sasaran Kegiatan

Pelaksanaan kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju tahun 2018 masih banyak mengalami hambatan dan kendala, namun secara umum pelaksanaan nya dapat diatasi. Hambatan dan Kendala yang dijumpai antara lain :

1. Masalah Administrasi dan manajemen, antara lain : (a) Kebijakan anggaran nasional yang mengharuskan

(35)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

25

maupun realokasi anggaran.

(b) Masih terbatasnya kuantitas SDM petugas pengelola keuangan dan kegiatan.

(c) Adanya penambahan kegiatan diluar tupoksi SKP Kelas II Mamuju.

2. Masalah Kelembagaan dan SDM antara lain :

(a) Masih sulitnya membangun kelembagaan kemitraan dengan instansi terkait tingkat daerah karena masih adanya pemikiran

ego sectoral antar masing – masing lembaga.

(b) Sumber daya manusia Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju kuantitasnya masih terbatas khususnya tenaga lapangan baik bidang Karantina Hewan maupun Bidang Karantina Tumbuhan.

(c) Penempatan tenaga kerja belum sepenuhnya sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Masalah Teknis, antara lain :

(a) Luasnya areal yang harus diawasi untuk mencegah dan menangkal keluar masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK).

(36)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

26

BAB IV

REKOMENDASI TINDAK LANJUT

Untuk mengatasi berbagai permasalahan dan kendala sebagaimana diuraikan di atas, akan ditempuh berbagai upaya, antara lain:

1. Mengajukan permintaan penambahan SDM untuk tenaga administrasi dan tenaga teknis.

2. Menyelenggarakan koordinasi antar instansi terkait dengan tujuan memperkuat hubungan kelembagaan antar instansi terkait.

3. Dalam proses perencanaan pengajuan anggaran untuk tahun anggaran yang akan datang sebaiknya dilakukan verifikasi oleh tim perencanaan pusat mengenai kesesuaian Mata Anggaran Keuangan.

(37)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Tahun 2018

27

BAB V

PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju tahun anggaran 2018 merupakan uraian tentang capaian indikator kinerja kegiatan, program dan sasaran yang telah dilaksanakan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju tahun anggaran 2018. Laporan ini merupakan wujud dari transparansi dan akuntabilitas Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju dalam melaksanakan berbagai kewajiban dalam rangka pembangunan pertanian sesuai rencana kerja tahunan. Sangat disadari bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana yang diharapkan, belum dapat disajikan secara sempurna namun setidaknya pihak-pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil pembangunan yang telah dilakukan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju.

Berdasarkan pada pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju pada tahun anggaran 2018 telah memenuhi target dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Keberhasilan yang dicapai Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju ini tidak terlepas komitmen, keterlibatan dan dukungan aktif segenap dari pegawai SKP Kelas II Mamuju, masyarakat stakeholder, dan Instansi Pemda Kabupaten dan Provinsi Sulawesi Barat.

Kiranya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju tahun anggaran 2018 ini dapat memenuhi akuntabilitas dan sekaligus sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju. Selain itu, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju tahun anggaran 2018 diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran serta implementasinya di masa yang akan datang.

(38)
(39)

STRUKTUR ORGANISASI

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II MAMUJU

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 Tanggal 4 April 2008 KEPALA ( Eselon IVb ) KEPALA URUSAN TATA USAHA ( Eselon V ) PETUGAS PELAYANAN OPERASIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(40)

REALISASI ANGGARAN

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS II MAMUJU

TAHUN ANGGARAN 2018

NO BELANJA

PAGU

REALISASI

%

SISA

1

51

1.865.561.000

1.865.347.024

99,99

213.976

2

52

3.789.544.000

3.785.674.509

99,90

3.869.491

3

53

1.881.630.000

1.881.627.200

100

2.800

Gambar

Tabel 5.  Pengukuran Capaian Kinerja Stasiun Karantina Pertanian                    Kelas II Mamuju Tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

Lingkup Kegiatan : Pembuatan, Pengembangan, Implementasi, pelatihan Integrasi Sistem Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (target aplikasi : Aplikasi PPDB Online,

Pendapat kedua menyatakan bahwa nasab anak sewa rahim adalah ibu yang melahirkannya, dengan alasan sperma yang masuk tidak muhtaram (tidak terhormat), menyuntikkan atau memasukkan

Hasil penelitian pengaruh variasi kecepatan udara dan massa gabah terhadap waktu pengeringan gabah pada alat pengering terfluidisasi (fluidized bed dryer), didapatkan

Beberapa faktor yang mendorong Said Nursi turun langsung dalam Perang Dunia I diantaranya juga berawal dari kecintaannya pada kebebasan, menolak bentuk kekejaman

Dari keseluruhan model 1, 2, dan 3, terlihat bahwa kebijakan moneter dan keterbukaan perdagangan bersifat ekspansif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di

Untuk itu, agar mampu membangun preferensi merek yang kuat maka sebaiknya menjalin hubungan intensif dengan pelanggan misalnya dengan memiliki account pada jejaring

Wilayah tersebut telah berkembang menjadi kawasan pemukiman yang paling besar di distrik itu dan sekaligus menjadi pusat perdagangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

Pengisian air ke dalam sprayer kemudian dilanjutkan dengan pengisian herbesida Trendy 2 gr dan Supretox 80 cc dengan menggunakan botol takaran kemudian diaduk