• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 HASIL PENELITIAN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

41

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Objek Penelitian

4.1.1 Profil perusahaan

Penelitian mengenai analisis budaya organiasi dan manfaatnya bagi perusahaan akan dilakukan pada PT Quantum Asia Corpora atau yang lebih dikenal dengan AsiaPR. AsiaPR merupakan singkatan dari Asia Public Relations Firm, salah satu divisi dari PT Quantum Asia Corpora yang merupakan perusahaan integrasi konsultan dalam bidang jasa manajemen dan hukum. AsiaPR berdedikasi untuk memperkuat citra positif klien melalui penerapan strategi efektif dalam program komunikasi dan public relations. AsiaPR Didirikan oleh praktisi marketing, public relations, dan finance yang telah memiliki pengalaman lebih dari 15 (lima belas) tahun di bidangnya, AsiaPR berdiri sebagai perusahaan Public Relations yang menggunakan brand approach sebagai menu utama. AsiaPR tidak lagi memandang kredibiltas sebagai citra hanya sebatas baik dan buruk, tetapi sudah lebih detail dengan menggunakan pendekatan citra yang ada pada brand. AsiaPR juga memanfaatkan public relations untuk mendorong terjadinya penjualan. AsiaPR memilih citra perusahaan dalam 5 tahapan penting sebagai berikut:

1. Brand awareness – membangun brand awareness mengenai keuntungan perusahaan yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam target audiens.

2. Brand equity – untuk menguatkan brand differentiation perusahaan anda, sehingga target audiens bisa melihat keunggulan-keunggulan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan lain atau kompetitor.

3. Brand loyalty – kesetiaan publik terhadap perusahaan bisa diartikan dalam banyak hal. Publik begitu senang, bahkan bangga memiliki hubungan dengan AsiaPR, sehingga menjadikan AsiaPR sebagai topik pembicaraan yang positif dalam keseharian mereka. Tidak kalah pentingnya, karyawan perusahaan sebagai publik internal pada setiap

(2)

kesempatan akan terus membicarakan keunggulan AsiaPR dengan sukarela.

4. Brand endroser – tanpa meminta biaya apapun, alangkah baikya apabila orang-orang lain mendorong orang lain untuk ikut bangga seperti dirinya sendiri. Mereka terdorong untuk melakukan hubungan dengan AsiaPR dan juga membeli produk perusahaan. Inilah tahapan dimana AsiaPR menciptakan Third Party Endorser, orang-orang yang dengan sukarela menjadi endorser karena mereka merasa memiliki kesamaan nilai dan harapan yang akan diraih dengan AsiaPR. Publik merasa memiliki satu visi dengan AsiaPR.

5. Brand evangelist – tahapan pencitraan dimana target audiens sudah menjadikan AsiaPR sebagai bagian dari hidupnya. Mereka adalah pembela hidup yang akan rela pasang badan ketika ada pengganggu dan bersedia membantu perusahaan ketika mengalami krisis.

Dengan skala pencitraan di atas, AsiaPR akan membantu perusahaan klien dalam menjangkau reputasi yang lebih kuat. AsiaPR dikenal sebagai local consultant yang memiliki strategi handal dalam bidang Buzz Public Relations, Cyber Public Relations, Brand Community, Internal Loyalty, Integrated CSR, dan Market Education. Tidak mengherankan bila AsiaPR langsung dipercaya untuk memegang beberapa perusahaan global dan nasional, seperti Coca-Cola, Unilever, Toyota, Daihatsu, XL, Telkomsel, Unaids, International Labour Organization (ILO).

4.1.2 Visi perusahaan

Visi AsiaPR adalah Menjadi barometer industri Public Relations di Asia 4.1.2 Misi perusahaan

Misi AsiaPR untuk mewujudkan visi perusahaan adalah solusi komunikasi dengan berbasis:

(3)

AsiaPR mempunyai visi, yaitu menjadi barometer industri PR di Asia, dengan misi AsiaPR adalah solusi komunikasi dengan berbasis research, framework, innovative dan kreatif. AsiaPR akan membantu perusahaan untuk menjangkau reputasi yang kuat. AsiaPR tidak hanya membantu perusahaan dalam berhubungan dengan media massa. AsiaPR juga memiliki strategi handal dalam bidang buzz public relation, cyber public relation, brand community, internal loyalty, intergrated CSR, dan market education.

Terdapat beberapa alasan yang menjadikan AsiaPR layak untuk bersaing dengan perusahaan lain dan memiliki nilai positif dimata masyarakat. AsiaPR berdedikasi untuk melayani klien dengan lebih baik. Berbekal pengalaman di bidang public relations dan komunikasi, AsiaPR melayani jasa program kampanye, marketing, manajemen krisis, sosialisasi pemikiran, dan isu-isu sensitif melalui training dan pengembangan sistem yang menghasilkan output yang lebih baik dalam bidang komunikasi dan public relations. AsiaPR dapat menangani banyak isu, mulai dari isu politik, ekonomi, hingga sosial. Tim AsiaPR sangat berkemampuan dalam mengorganisasi public relations dan program komunikasi di banyak kota di Indonesia yang melibatkan media, LSM, MNC’s, pemerintah dan non pemerintah, parlemen, komunitas bisnis, karyawan, dll. Dengan pengalaman yang dimiliki dalam bidang public relations, AsiaPR siap melayani program dan nilai penting dalam pengembangan organisasi.

4.1.4 Kegiatan perusahaan

Sebagai perusahaan konsultan, kegiatan atau aktivitas utama yang di AsiaPR adalah memberikan pelayanan dalam bentuk jasa. Jasa yang ditawarkan oleh AsiaPR berkonsentrasi pada one stop communication and public relations services. Berikut ini adalah jasa yang ditawarkan oleh AsiaPR:

(4)

1. Corporate communications

Dengan berdasarkan pada kebutuhan klien, maka jasa yang ditawarkan meliputi strategi komunikasi dan PR, evaluasi yang efektif, traning, sistem public relations.

2. Crisis management

Mencakup strategi menangani krisis dalam public relations, mulai dari upaya pencegahan dan penanggulangan.

3. Event management

Event yang dimaksud disini meliputi press gathering (press conference, press tour, dll), konsep dan desain kreatif, penasihat, implementasi, dan evaluasi.

4. Marketing and Brand Public Relations

AsiaPR juga menawarkan jasa konsultasi dalam bidang marketing communications dan brand public relations.

5. Production and Placement

Mencakup jasa konsultasi konsep dan desain kreatif, copy writting, technical production, dan media placement di media cetak dan elektronik.

6. Public Issues Management

Public issues management, yang meliputi community relations, corporate social responsibility (CSR), public policy socialization, dan kampanye politik.

Satu hal yang membedakan AsiaPR dengan konsultan lain adalah AsiaPR tidak hanya menggunakan media relations, press conference, dan media gathering sebagai alat untuk membangun citra. AsiaPR juga mengembangkan media lain yang dapat mencapai target audiens, yaitu Cyber Media, Buzz Anatomy, Third Party Endorser, Internal Employee, dan Brand Community.

(5)

4.1.5 Logo perusahaan

Gambar 4.1 Logo Perusahaan

Logo perusahaan merupakan simbol yang memberikan identitas bagi suatu perusahaan, sehingga membedakan perusahaan tersebut dengan perusahaan lainnya. Gambar diatas merupakan logo dari AsiaPR. Dapat dilihat bahwa logo AsiaPR didominasi oleh warna kuning, putih, merah, dan hitam. Logo AsiaPR didominasi oleh warna kuning untuk mempresentasikan warna dari Asia. Sementara warna merah pada Asia dan polkadot putih mempresentasikan warna Indonesia, yaitu merah putih. Polkadot putih diatur sedemikian rupa, sehingga membentuk huruf A, yaitu Asia.

(6)

4.1.6 Struktur organisasi perusahaan --- ---

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Keterangan : Garis Komando --- Garis Koordinasi Managing Partner Consultant Business Advisor Business Development Content Specialist Operational Manager Finance Staff Operational Director Associates Techinical Advisor Consultant Consultant Consultant

(7)

4.1.7 Job description

Masing-masing karyawan memiliki tugas yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai bagian dari AsiaPR. Berikut ini adalah pembagian tugas berdasarkan posisi atau jabatan di AsiaPR:

Managing partner merupakan posisi tertinggi di dalam struktur organisasi di AsiaPR. Managing partner bertanggung jawab atas praktik atau aktivitas keseluruhan di perusahaan.

Business advisor berada dalam kapasitas untuk memberikan nasihat atau pendapat yang berkaitan dengan bidang bisnis. Business advisor juga memiliki wewenang untuk membuat keputusan atau penilaian pada sebuah isu, selain memberikan pendapat.

Technical advisor berwenang untuk memberikan nasihat atau pendapat berkaitan dengan hal-hal teknis yang ada di perusahaan maupun eksternal yang berpengaruh terhadap perusahaan.

Operational Director bertanggung jawab atas segala kegiatan operasional di perusahaan.

Associates memainkan peran penting dalam proyek klien. Associates bertugas untuk mengembangkan model bisnis dan teknis untuk digunakan pada proyek-proyek, dan mengambil bagian dalam penelitian, pengkajian, dan wawancara klien. Associates juga bertugas untuk merumuskan dan menganalisis suatu permasalahan, melalukan penelitian dan peniliaian bisnis, dan melakukan presentasi kepada klien.

Finance staff merupakan bertanggung jawab atas seluruh aktivitas keuangan di perusahaan, baik pemasukan maupun pengeluaran.

Operational manager di AsiaPR bertugas untuk memastikan efektivitas organisasi, berkontribusi terhadap pengembangan dan implementasi strategi organisasi, kebijakan dan praktek. Operational manager langsung berhubungan atau berinteraksi dengan managing partner dan operational

(8)

manager. Tugas lain dari operational manager adalah meningkatkan sistem operasional, proses, dan kebijakan dalam mendukung misi organisasi, mengelola dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi, baik sumber daya, IT, dan keuangan melalui perbaikan fungsi masing-masing. Operational manager juga berperan penting dalam perencanaan jangka panjang dan mengawasi kinerja content specialist, business development, dan konsultan.

Content specialist di AsiaPR bertugas untuk membuat proposal dan bahan presentasi untuk diajukan kepada klien.

Business Development bertugas untuk mengidentifikasi strategi dan potensi pasar dan mengembangkan hubungan bisnis dengan cara mengeksplorasi peluang bisnis yang ada di pasar.

Consultant di AsiaPR terbagi ke dalam beberapa posisi, yaitu:

1. Operator – bertugas untuk membantu researcher dalam menganalisa media. Operator bekerja sesuai dengan arahan researcher. Lingkup kerja operator mencakup pekerjaan yang bersifat teknis yaitu:

1) Membaca surat kabar

2) Membubuhkan tanda pada artikel 3) Meringkas berita

4) Menentukan ukuran panjang dan jumlah kolom pada artikel 5) Menghitung news value

6) Mengisi monitoring sheet

7) Memisahkan lembar artikel surat kabar 8) Mengamati berita di media online 9) Memindai artikel berita.

2. Researcher – bertanggung jawab untuk membantu senior researcher dengan menyelesaikan data-data yang dibutuhkan dalam membuat analisa yang lebih mendalam. Tugas researcher mencakup:

(9)

1) Mengelola dan mengorganisir seluruh database development yang dihasilkan selama proses pemantauan atau monitoring media 2) Mengarahkan, mengawasi, dan mengevaluasi kinerja operator

dalam mengerjakan tugas teknisnya

3) Mengklasifikasikan kategori isu, menentukan kecenderungan sentiment (tone) pemberitaan, dan mengirimkan hasil pemberitaan kepada klien setiap harinya

4) Mengirimkan weekly report, monthly report, three-monhly/quarterly report, dan semester yang diminta klien.

3. Senior researcher, tugas senior researcher adalah:

1) Mengolah data-data awal ynag sudah dikompilasi oleh para researcher untuk kemudian diaplikasikan ke dalam narasi atau deskripsi grafis

2) Bertanggung jawab sebagai quality control terhadap seluruh laporan yang dihasilkan oleh tim media monitoring

3) Membuat weekly report, monthly report, three-monthly/quarterly report/semester

4) Menghasilkan output analisis yang dapat digunakan untuk promosi layanan media monitoring

5) Mengevaluasi performa tim untuk berusaha meningkatkan kapasitas

6) Dalam proyek yang melibatkan kontributor lokal, senior researcher wajib memantau traffic untuk mengatur ketepatan waktu pengiriman para kontributor lokal.

(10)

4.1.8 Profil informan

1. ZR

ZR merupakan operational director di AsiaPR. ZR telah bekerja di AsiaPR sejak AsiaPR berdiri, yakni 9 tahun. Sebagai operational director di AsiaPR, ZR bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional yang berlangsung di AsiaPR.

2. WI

WI merupakan salah satu senior consultant di AsiaPR. Pekerjaan WI sebagai senior consultan di AsiaPR, seperti membuat proposal, menangani sebuah event, dan turut serta bersama karyawan lainnya dalam merencanakan sebuah event.

3. TN

TN telah bekerja di AsiaPR sejak Agustus 2012. TN adalah lulusan S1 Universitas Indonesia jurusan komunikasi dan kini sedang menjalani kuliah S2-nya di bidang komunikasi. Saat ini, TN sedang menangani klien Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

4. EG

EG merupakan alumni Unikom jurusan Komunikasi. EG telah mengabdikan diri di AsiaPR sejak tahun 2009. EG merupakan senior consultant dalam tim Media Monitoring di AsiaPR. Saat ini, EG tengah menangani klien AJB Bumiputera.

(11)

4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.2.1 Hasil penelitian

4.2.1.1 Unsur pembentuk budaya organisasi

Pembentukan budaya organisasi dipengaruhi oleh lima unsur. Kelima unsur yang berpengaruh terhadap pembentukan budaya di sebuah perusahaan atau organisasi adalah:

1. Lingkungan usaha

Lingkungan usaha merupakan unsur penting yang akan menentukan apa yang harus dilakukan oleh AsiaPR untuk dapat mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menjadikan Public Relations sebagai profesi yang berbasis framework dan menjadi trend reputasi di seluruh Asia. Untuk mencapai tujuan tersebut dan sekaligus menjawab peluang dan tantangan lingkungan, hal yang dilakukan oleh AsiaPR adalah mengembangkan framework, memberikan pelayanan yang optimal kepada klien dan memberikan fasilitas pengembangan diri bagi para karyawan.

ZR mengatakan

“Kalau di AsiaPR, kita punya services base on framework atau kerangka. Jadi, kita bekerja berdasarkan framework. Terus yang kedua, pendekatan kita lebih kepada brand PR. Jadi, itulah yang membedakan. Kita selalu membuat program-program itu base on strategy, strategi yang dipake itu framework. Kedua, semua services kita arahkan kepada bagaimana kita membangun brand. Itulah yang membedakan.” (wawancara pada tanggal 28 Mei pukul 10.34 WIB). ZR menambahkan

“Prinsipnya sih sederhana, kita selalu memberikan servis yang bagus kepada klien. Hal ini berbicara mengenai jasa, yaitu how to serve client with our service. Kalau kita memiliki servis yang bagus, tapi bisa melayani klien dengan baik, ya pasti klien akan mikir untuk ke tempat lain. Hal ini karena konsultan merupakan yang memberikan jasa harus, jadi harus selalu mengutamakan servis.” (wawancara tanggal 28 Mei pukul 10.39 WIB).

(12)

Selain itu, ZR juga mengatakan

“Untuk meningkatkan kemampuan atau skill karyawan, AsiaPR memberikan fasilitas kepada teman-teman di kantor untuk ikut training, apapun training-nya. Sebisa mungkin training-nya bukan PR ya, kalau mau belajar PR, kerja aja yang bener di sini, udah tau soal PR. Tapi kita memberikan kesempatan untuk training kalian apakah itu tentang motivasi, skill berinteraksi dengan orang, kemudian skill tentang marketing misalnya.” (wawancara pada tanggal 28 Mei pukul 10.36 WIB).

Berbagai cara dilakukan oleh AsiaPR untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap klien, seperti pemberian pelayanan atau jasa yang berdasarkan pada framework, menggunakan pendekatan brand PR, pemberian pelayanan yang optimal, dan memberikan fasilitas training kepada karyawan di perusahaan. Setiap perusahaan, perlu memberikan perhatian terhadap produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan, termasuk perusahaan konsultan. Sebagai perusahaan jasa, AsiaPR harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap klien, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor dan tetap dapat mempertahankan kelangsungan bisnis.

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan salah satu kunci keberhasilan di setiap perusahaan, termasuk perusahaan konsultan. Di perusahaan jasa, seperti konsultan, sangat penting untuk memiliki sumber daya yang berkualitas untuk dapat menghasilkan ide-ide yang brilian dan inovatif untuk dapat selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi klien, sehingga perusahaan dapat terus berkembang dan mencapai klien baru yang lebih banyak. Selain mengembangkan kualitas sumber daya yang dimiliki, AsiaPR juga senantiasa memperhatikan jasa mereka miliki, dengan cara mengembangkan framework yang mampu memudahkan kerja pembangunan reputasi, menggunakan pendekatan brand PR, serta membuat strategi dan program berdasarkan framework, Tidak cukup dengan itu saja, AsiaPR juga selalu melayani kliennya dengan optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada klien, caranya adalah dengan selalu mengikuti permintaan dari klien dan tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau proyek klien.

(13)

2. Nilai-nilai

Nilai-nilai merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh setiap individu. AsiaPR selalu membiasakan seluruh karyawannya untuk berpedoman kepada nilai inti perusahaan, yaitu trust and tolerance. Trust and tolerance, berarti kepercayaan dan toleransi. Melalui trust and tolerance, setiap karyawan diajarkan untuk selalu memiliki rasa saling percaya dan menghargai, baik dengan pemimpin maupun sesama karyawan. Hal ini penting agar seluruh kegiatan di perusahaan dapat berjalan dengan lancar.

ZR mengatakan

“AsiaPR selalu bekerja berdasarkan kebersamaan, jadi teamwork gitu. Makanya di AsiaPR itu kita kerja itu engga ada satu orang punya spesialis di kline tertentu, tapi satu orang punya posisi tertentu itu iya, tapi tidak di klien tertentu. Makanya kemudian, teamwork ini diturunkan dalam bentuk Monday meeting. Monday meeting salah satu bentuk dari teamwork kita, jadi semua orang harus tahu apa yang dikerjakan sama temen yang lain. Teamwork di AsiaPR didasarkan pada trust. Di AsiaPR ini kita punya trust and tolerance. Kita mencoba menerapkan percaya satu sama lain, atasan percaya sama bawahan, bawahan percaya sama atasan, peer group juga percaya sama peer group yang lain. Makanya tadi, prinsipnya teamwork. Kalo kita teamwork nggak ada trust-nya, ga akan jalan tuh teamwork. Jadi kalau si A berhalangan, kemudian si A nggak percaya sama si B, pimpinan nggak percaya sama si B, maka kerjaan akan berantakan. Entah kerjaan jadi berantakan atau klien yang paling tidak kita harapkan klien complain dan klien pergi. Jadi trust itu dari semuanya. Hubungannya kenapa digabungin sama tolerance karena trust itu kita ngasih kepercayaan, tapi kepercayaan itu ada batas toleransinya. Artinya kepercayaan itu jangan disalahgunakan. Contoh aplikasinya, di kantor ini dalam soal disiplin kita punya toleransi dalam banyak hal. Kalau di kantor ini kita mau mengajukan izin misalnya, mau pergi mau apa ya silahkan aja, di situ trust-nya. Tapi, toleransinya ya jujur. Sekalinya nggak jujur, kita tahu, ya berarti kita udah nggak trust lagi. Value trust and tolerance itu selalu kita komunikasikan dalam pertemuan berkala dan dan Monday meeting, yang paling sering, saya setiap setahun sekali menyampaikan value kita di rapat kerja tahunan.” (wawancara pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 10.43 WIB).

EG juga menambahkan

“Saya suka dengan value yang dimiliki AsiaPR, yaitu trust and tolerance.” (wawancara pada tanggal 13 Mei 2014 pukul 02.45 WIB).

(14)

Selain nilai trust and tolerance, AsiaPR juga memiliki peraturan dan hukuman yang merupakan pedoman bagi setiap karyawan dalam berpikir dan bertindak. ZR mengatakan

“Aturan dan hukuman pasti ada. Untuk punishment, kita punya. Kita punya aturan-aturan, misalnya batas izin dan batas jam kerja. Semua peraturan di AsiaPR tidak berat, semua ini berangkat pada value trust and tolerance. Jadi, value kita terapkan, even ke peraturan, terutama ke punishment. AsiaPR selalu mengarahkan segala sesuatu ke arah yang positif, sehingga punishment pun harus dalam bentuk yang positif. Misalnya, jika di perusahaan lain ada karyawan yang terlambat, biasanya diberikan SP1, SP2, dan seterusnya. Di AsiaPR tidak begitu, yang kita lakukan adalah mencari solusinya. Pertama, karyawan akan dipanggil untuk mendiskusikan permasalahannya dan dicari solusinya.” (wawancara pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 11.01 WIB)

WI mengatakan

“Sebenarnya, peraturan di sini banget sih, maksudnya buat konsultan ya. Kaya jam kerja yang harusnya 08.30-17.00 itu kita ada yang kadang-kadang dateng jam 09.00, 09.30, itu dengan alasan yang tepat sih tetap ya. Karena kalo jam kerja ya memang harus fleksibel, karena konsultan itu kalo hari biasa nggak ada hitungan lembur, sehingga ya lu fleksibel time-nya juga pokoknya harus meeting sampai malam ya meeting sampai malam, tapin nggak dihitung lembur karena itu memang tanggung jawab elo gitu. Kalau kayak putri (resepsionis) sih setau gue dia harus datang ontime karena kan dia front office, tapi kalo untuk konsultan sih fleksibel ya, yang penting kerjaan lu selesai dan klien puas.” (wawancara pada tangggal 28 Mei 2014 pukul 11.12 WIB).

3. Pahlawan

Pahlawan merupakan sosok idola yang dijadikan panutan karena mampu mewujudkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan nyata dan menjadi tempat bagi karyawan untuk mencari petunjuk apabila sedang mengalami permasalahan atau kesulitan. AsiaPR memiliki pahlawan, yang merupakan sosok orang yang diidolakan, mampu mewujudkan nilai-nilai budaya organisasi di kehidupan nyata, mampu menjadi panutan bagi karyawan, dan mampu menumbuhkan idealisme dan semangat karyawan, serta merupakan tempat bagi karyawan dalam mencari solusi atau

(15)

petunjuk. Orang tersebut adalah managing partner dan operational director AsiaPR, yakni LH dan ZR.

Seperti yang dipaparkan WI

“Kalo lu nanyanya ke gue, yang menjadi sosok panutan gue itu adalah dua orang ini, LH dan ZR. Kenapa LH? Pak Silih itu idenya sangat cemerlang dan gue nggak tau gimana ya, dia itu selalu punya ide yang cemerlang, out of the box gitu loh, walaupun implementasinya di lapangan itu kadang-kadang susah, sehingga ketika gue orang lapangan, gua harus bisa jalanin ide itu. Kita dipaksa dalam tanda kutip untuk berkreasi. Kalo ZR dan LH itu adalah sosok boss yang mereka itu low profile banget, mau becanda, mau cela-celaan dan ZR tuh ketika dia nyusun organisasi dia bisa tuh selalu memberikan kesempatan kepada semua karyawannya untuk lebih maju. ZR itu orang yang selalu melihat potensi karyawannya di mana, dicoba, dan kalau emang gagal ya dia coba yang lain.” (wawancara pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 11.25 WIB).

4. Ritual

Ritual merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara berulang-ulang. Ritual merupakan kegiatan rutin yang mengungkapkan dan memperkuat nilai-nilai utama dari sebuah organisasi. AsiaPR memiliki beberapa ritual. Ritual-ritual tersebut adalah Monday meeting, English day, outing, sharing session, potluck, dan pemberian penghargaan bagi karyawan yang berprestasi atau telah berjasa bagi perusahaan.

TN mengatakan

“Kegiatan formal yang rutin dilakukan oleh AsiaPR adalah Monday meeting – penting sekali karena di Monday meeting semua konsultan bisa tahu semua progress pekerjaan yang ditangani oleh setiap individu. Jadi, saat Monday meeting, karyawan dapat memberikan masukan kepada karyawan lainnya. Selain itu, saat Monday meeting kita juga bertukar informasi dan pengalaman ketika mengalami kesulitan dalam menangani klien dan membuat strategi untuk dapat memuaskan klien. English day – dilakukan setiap Rabu. English day penting supaya setiap karyawan fluent dalam berbahasa Inggris, hal ini mengingat klien kita banyak yang ekspatriat. Pada saat berbicara, presentasi, dan membuat laporan, kita juga menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, karena perusahaan juga sedang menuju perusahaan multinasional, sangat penting bagi setiap karyawan untuk bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Bahkan, ke depannya kita akan mendatangkan native teacher. Rapat kerja tahunan –

(16)

dilakukan setiap tahun, biasanya berupa employee gathering. Biasanya pada acara ini, kita melakukan presentasi mengenai kegiatan yang telah kita lakukan selama setahun, mengutarakan harapan kita kepada AsiaPR, membicarakan mengenai profit yang diperoleh, serta merencanakan kegiatan jalan-jalan keluar negeri. Melalui raker tahunan ini, setiap karyawan dapat mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun, bahkan dari awal AsiaPR berdiri. Dengan adanya raker tahunan ini, membuat kita menjadi lebih termotivasi dan meningkatkan sense of belonging kita terhadap AsiaPR.” (wawancara pada tanggal 22 Mei 2014 pukul 03.19 WIB).

WI menambahkan

“Kalo kegiatan informal, kita udah beberapa kali outing, bahkan outingnya itu pertama kali kita outing itu ke luar negeri. Outingnya itu ke Singapur, tahun lalu ke Bangkok. Itu informalnya. Selain itu, AsiaPR juga punya program CSR buat orang-orang yang nggak mampu dan itu baik di bulan puasa atau di luar bulan puasa. Itu selalu diberikan buat karyawan. Jadi masksudnya gini, jadi karyawan ngerasa punya andil di perusahaan ini. Misalnya banjir, kita bantu orang-orang kebanjiran, kita menghibur mereka, kita kasih sumbangan, itu semuanya karyawan yang ngurusin, manajemen gamau tau. Terus yang sekarang program lagi jalan itu adalah kantor itu punya dana dan itu semuanya diserahkan ke karyawan. Karyawan boleh info ke manajemen bahwa misalnya keluarganya di luar daerahnya ada yang butuh bantuan, bikin jalanan misalnya. Itu karyawan tinggal bilang ke manajaemen dan manajemen akan mentransfer atas nama karyawan. Jadi memang sampai segitunya, karyawan harus punya andil. Ohya, AsiaPR itu selau memberikan jatah ketika karyawannya mau ikut seminar, itu dibayarin. Tinggal ngajuin aja, yang penting result-nya ada.” (wawancara pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 11.30 WIB).

Setiap perusahaan memiliki ritual tersendiri, begitu juga dengan AsiaPR. Ritual, seperti Monday meeting, English day, rapat kerja tahunan dan outing merupakan kegiatan yang masih berlangsung, dipertahankan, dan dijalankan oleh seluruh karyawan. Ritual tersebut tetap dipertahankan dan dijalankan karena memiliki dampak yang positif terhadap karyawan dan juga perusahaan. Dampak positif dari keberadaan budaya organisasi di perusahaan mungkin tidak bisa langsung dirasakan jangka waktu yang singkat atau pendek, melainkan dalam jangka waktu menengah atau panjang.

(17)

5. Jaringan budaya

Jaringan budaya merupakan jaringan komunikasi informal yang berfungsi menyalurkan informasi dan memberikan interpretasi terhadap suatu informasi. Melalui jaringan budaya ini, kehebatan mengenai perusahaan diceritakan dari waktu ke waktu. Melalui jaringan informal, kehebatan perusahaan diceritakan dari waktu ke waktu. Jaringan budaya di AsiaPR tercipta dari kegiatan komunikasi informal, seperti pada saat potluck atau acara makan-makan bersama, dan outing berfungsi sebagai saluran informasi informal bagi karyawan AsiaPR.

WI mengatakan

“Ketika kita lagi seneng-seneng ya biasanya yang diomongin ya yang seneng-seneng, becandaan-becandaan, gitu. Kecuali kalau memang lagi outing nih, kita ngomongin dapet bonus sekian nih, tapi pun tentang perusahaan banget sih nggak sih. Bener-bener kalo lagi outing sih bener-bener buat refreshing temen-temen gitu loh. Bener-bener kedekatan kekeluargaan yang dimunculin, bukannya saya lagi outing, trus bahas pekerjaan kita. Itu kenapa AsiaPR punya yang namanya Monday meeting itu tujuannya, biar semua konsultan tau apa sih yang sedang terjadi dan dilakukan masing-masing konsultan, gitu. Jadi kalo lagi seneng-seneng, semuanya seneng-seneng.” (wawancara pada 28 Mei 2014 pukul 11.40 WIB).

EG mengatakan

“Karena kebanyakan cewek, jadi ya pembahasannya seputar gossip maupun tempat hang out.” (wawancara pada tanggal 30 Mei 2014 pukul 5.00 WIB).

Kegiatan komunikasi informal berfungsi sebagai saluran informal untuk menyalurkan informasi mengenai kehebatan perusahaan, pembawa nilai-nilai budaya, dan mitologi kepahlawanan yang ada di AsiaPR dari waktu ke waktu, tidak berfungsi secara maksimal. Hal ini dikarenakan ketika seluruh anggota di perusahaan, termasuk pemimpin melakukan komunikasi informal, topik atau hal-hal yang dibicarakan tidak berkaitan dengan perusahaan. Hal yang dibicarakan ketika komunikasi informal di AsiaPR biasanya adalah gossip, tempat hangout, dan hal-hal yang

(18)

menyenangkan, kalaupun ada pembicaraan mengenai perusahaan, adalah topik mengenai gaji.

4.2.1.2 Fungsi dan manfaat budaya organisasi

Budaya yang dimiliki oleh sebuah organisasi memiliki fungsi atau kegunaan. Budaya organisasi yang dimiliki oleh AsiaPR, yang meliputi unsur-unsur, seperti value trust and tolerance dan kegiatan-kegiatan yang rutin dilaksanakan, baik formal maupun informal, memiliki fungsi atau kegunaan bagi perusahaan. Fungsi budaya organisasi bagi AsiaPR adalah sebagai batas pembeda terhadap lingkungan, sebagai perekat bagi karyawan, mempromosikan stabilitas sistem sosial untuk menghasilkan lingkungan kerja yang kondusif, sebagai mekanisme kontrol yang memandu dan membentuk sikap para karyawan, sebagai integrator atau alat pemersatu, membentuk perilaku karyawan untuk mencapai tujuan organisasi, sebagai sarana untuk menyelesaikan permasalahan atau konflik yang muncul, sebagai acuan dalam menyusun perencanaan atau strategi perusahaan (perencanaan pemasaran dan penentuan positioning di masyarakat), dan sebagai alat komunikasi antar seluruh anggota di perusahaan.

TN mengatakan

“Pertama, kita mengetahui posisi AsiaPR diantara kompetitor. Kedua, kita mengetahui hal-hal yang harus dikembangkan AsiaPR ke depannya untuk mencapai klien yang baru dan meningkatkan performance AsiaPR.” (wawancara pada tanggal 22 Mei 2014 pukul 03. 25 WIB).

Budaya organisasi yang terdapat di perusahaan bukan hanya sekedar nilai-nilai, pedoman, filosofi, dan ritual dari sebuah organisasi. Lebih dari itu, budaya organisasi memiliki banyak fungsi atau kegunaan bagi perusahaan, misalnya sebagai integrator, sebagai perekat bagi karyawan, sebagai mekanisme kontrol, dan sebagai alat komunikasi. Fungsi budaya organisasi secara tidak langsung mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi.

(19)

Di samping memiliki fungsi atau kegunaan, budaya organisasi juga memiliki manfaat atau dampak positif bagi perusahaan. Nilai atau value trust and tolerance yang menjadi kebanggaan dan diyakini oleh seluruh anggota di AsiaPR menjadikan karyawan bersikap saling terbuka, saling percaya, dan bertoleransi satu sama lain. Ritual yang terdapat di AsiaPR, yang terdiri dari kegiatan formal seperti Monday meeting, English day, dan sharing session dan kegiatan informal, seperti, potluck, kegiatan CSR, outing dan pemberian reward bagi karyawan berprestasi memberikan sejumlah manfaat bagi AsiaPR. Pertama, kualitas karyawan meningkat, tidak hanya dalam bidang PR, tetapi juga bidang lainnya. Kedua, menginspirasi dan memotivasi setiap karyawan untuk bekerja lebih baik lagi demi mencapai prestasi dan memajukan perusahaan. Ketiga, kinerja karyawan meningkat. Keempat, lainnya adalah terciptanya iklim kerja yang nyaman dan kondusif dan menurunnya tingkat turnover. Kelima, dengan adanya budaya organisasi, kualitas komunikasi antar karyawan meningkat dan hal ini akan mendekatkan dan mempererat hubungan satu sama lain. Manfaat lainnya adalah terciptanya suasana kekeluargaan yang melahirkan rasa nyaman bagi setiap anggotanya, membentuk loyalitas karyawan, serta karyawan mendapat penyegaran atau refreshing setelah lelah bekerja melalui ritual informal yang terdapat di AsiaPR.

TN mengatakan

“Kegiatan informal di AsiaPR bermanfaat untuk kedekatan satu sama lain, sarana refreshing, iklim kerja yang sehat, karyawan lebih termotivasi, sehingga akan menunjang produktivitas kerja.” (wawancara pada tanggal 22 Mei 2014 pukul 03.27 WIB).

WI mengatakan

“Yang jelas pertama mempererat karyawan satu sama yang lain, terutama karyawan yang baru karena kan banyak karyawan baru nih. Jadi karyawan-karyawan baru itu yang dikasih kesempatan, jadi mereka tahu kerja di lapangan tuh kaya gini nih. Jadi seperti yang gue bilang, manajemen tuh selalu memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk belajar. Manfaat lainnya yang meningkatkan empati karyawan juga kan kepada orang-orang lain gitu.” (wawancara pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 11.45 WIB).

(20)

Berkaitan dengan manfaat budaya organisasi untuk menurunkan tingkat turnover, TN mengatakan

“Kalau untuk sekarang, saya belum ingin pindah. AsiaPR memberikan banyak hal untuk saya, selain gaji, saya juga mendapat pengetahuan dan pengalaman yang mungkin tidak bisa didapatkan perusahaan lainnya.” (wawancara pada tanggal 22 Mei 2014 pukul 03.31 WIB).

Budaya organisasi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bukan hanya sekedar budaya, lebih dari itu, budaya organisasi mampu memberikan beragam manfaat, tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga perusahaan. Manfaat budaya organisasi juga telah dirasakan oleh AsiaPR, hal ini terlihat dari pernyataan TN dan WI.

(21)

4.2.2 Pembahasan

4.2.2.1 Unsur pembentuk budaya organisasi

Budaya sebuah organisasi terbentuk dari lima unsur, kelima unsur pembentuk budaya tersebut, yaitu:

1. Lingkungan usaha

Merupakan salah satu unsur pembentuk budaya organisasi. Lingkungan usaha merupakan salah satu faktor yang menentukan hal-hal yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan suatu organisasi sekaligus menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan. Lingkungan usaha yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kesuksesan perusahaan, antara lain produk yang dihasilkan, pesaing, dan teknologi.

AsiaPR sebagai perusahaan konsultan bertugas membantu sebuah perusahaan dalam menangani isu atau permasalahan, membangun image perusahaan, meningkatkan brand awareness produk sebuah perusahaan, menciptakan value bagi perusahaan, serta memaksimalkan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan, melalui kemampuan dan pengetahuan. Perusahaan yang bergerak di dalam bidang konsultan perlu untuk selalu memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan, salah satunya melalui tersedianya sumber daya berkualitas.

Keberadaaan sumber daya manusia di perusahaan konsultan merupakan hal mutlak karena melalui sumber daya manusia atau karyawan, perusahaan konsultan dapat memberikan pelayanan kepada klien. Pekerjaan seperti media monitoring, membangun brand dan image perusahaan merupakan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan tanpa sumber daya manusia karena hal tersebut membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, serta ketrampilan. Hal ini hanya mampu dilakukan oleh salah satu faktor penting di perusahaan, yakni sumber daya manusia. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus selalu memperhatikan sumber daya manusia yang dimiliki.

(22)

AsiaPR berusaha menjawab peluang dan tantangan di lingkungan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan mencapai kesuksesan. Cara yang dilakukan oleh AsiaPR untuk dapat menjawab tantangan dan peluang di lingkungan demi mencapai kesuksesan adalah dengan membentuk dan menerapkan berbagai program dan kegiatan yang dapat menunjang kesusksesan perusahaan, yakni AsiaPR membentuk kegiatan rutin atau ritual, seperti Monday meeting, English day, sharing session, dan memberikan fasilitas training secara gratis bagi karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik dan lebih baik lagi. AsiaPR menyadari bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan dalam memenangkan persaingan.

Selain meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki, upaya lainnya yang dilakukan oleh AsiaPR adalah dengan memberikan perhatian kepada jasa atau jenis servis yang diberikan kepada klien. AsiaPR berusaha untuk memberikan sesuatu yang berbeda dari konsultan lainnya, dengan selalu bekerja dan membuat program berdasarkan framework atau kerangka kerja dan menggunakan pendekatan brand PR (brand PR approach). Selain itu, AsiaPR juga selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap kliennya, misalnya dengan selalu mengikuti keinginan atau permintaan klien dan menyelesaikan pekerjaan yang diminta klien dengan tepat waktu. AsiaPR berprinsip bahwa perusahaan dalam bidang jasa tidak hanya menyediakan jasa yang bagus, tetapi juga harus mampu melayani klien dengan sebaik mungkin. Klien yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan akan memiliki kesan yang positif dan ke depannya kesempatan klien untuk bekerja sama kembali dengan AsiaPR semakin terbuka lebar. Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah mengembangkan framework atau kerangka yang merupakan pedoman AsiaPR dalam bekerja.

(23)

2. Nilai-nilai

Nilai merupakan keyakinan dasar yang dianut oleh perusahaan yang berfungsi sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak bagi semua karyawan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Nilai-nilai juga akan memberitahukan kepada setiap individu mengenai apa yang benar dan salah, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

AsiaPR membiasakan karyawan untuk bekerja sesuai dengan peraturan dan nilai-nilai yang dimiliki. Nilai yang dianut oleh AsiaPR adalah trust and tolerance, yang berarti kepercayaan dan toleransi. Dengan nilai ini, pihak manajemen AsiaPR menginginkan seluruh karyawannya untuk bekerja berdasarkan value trust and tolerance. Karyawan harus memiliki sikap saling percaya satu sama lain dan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap karyawan lainnya. Ini penting dalam membangun sense of belonging dan loyalitas karyawan, baik dengan pemimpin maupun dengan karyawan lainnya. Dengan demikian, trust and tolerance bukan hanya milik pemimpin atau pihak manajemen, melainkan setiap individu yang berada di AsiaPR. Trust and tolerance yang digagas oleh pendiri dan pihak manajemen AsiaPR terbukti memiliki dampak positif. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan AsiaPR untuk berkembang dan bertahan selama 9 tahun sebagai perusahaan konsultan lokal.

Di dalam nilai-nilai juga terdapat peraturan. Peraturan ini berfungsi sebagai alat kontrol untuk membentuk perilaku karyawan, sehingga karyawan dapat bekerja sesuai arahan dan mencapai visi, misi, dan tujuan perusahaan. Di AsiaPR, hari kerja yang efektif adalah hari Senin sampai Jumat. Jam kerja mulai pukul 08.30-17.00 WIB. Peraturan mengenai jam dan hari kerja di AsiaPR termasuk fleksibel. Karyawan yang berhalangan hadir dapat meminta izin kepada pemimpin. Pemimpin karyawan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk izin karena pemimpin dalam menjalankan peraturannya berpedoman pada nilai tolerance. Jadi, pemimpin akan memberikan izin kepada karyawan yang berhalangan hadir ke kantor. Berkaitan dengan jam kerja, karyawan bisa datang ke

(24)

kantor pada pukul 09.00 atau 09.30, dengan catatan si karyawan bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan ketentuan yang diminta oleh klien. Kecuali untuk hari Senin, karyawan yang datang terlambat 5 menit akan dikenakan sanksi dengan membayar uang sebesar Rp 10.000 dan keterlambatan di atas setengah jam akan dikenakan sanksi yang sama, namun uang yang harus dibayar adalah Rp 50.000. Hal ini karena setiap hari Senin ada Monday meeting yang merupakan ritual untuk mengevaluasi kinerja seluruh karyawan dalam satu minggu dan ini wajib bagi seluruh karyawan. Peraturan mengenai hari dan jam kerja yang bisa dibilang longgar justru tidak membuat karyawan menjadi tidak disiplin. Kebanyakan karyawan masuk sesuai dengan jam kantor yang berlaku, yakni 08.30 dan pulang pada pukul 17.00, bahkan terkadang pulang lebih malam jika ada pekerjaan

Di setiap perusahaan pasti pernah mengalami masalah atau konflik internal. Hal ini merupakan hal yang wajar terjadi karena setiap individu memiliki cara pandang dan pola piker yang berbeda dalam menyikapi suatu hal. Apabila terjadi permasalahan atau konflik, pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikannya adalah dengan cara duduk bersama, berbicara, dan mendiskusikan dimana letak permasalahannya. Selain itu, apabila terjadi beberapa permasalahan sekaligus, cara yang digunakan oleh pemimpin AsiaPR adalah dengan menyelesaikan permasalahan yang lebih besar, setelah itu baru menyelesaikan masalah yang lebih kecil. Untungnya, di AsiaPR tidak pernah terjadi konflik yang besar. Konflik atau masalah kecil merupakan hal yang umum terjadi dan hal itu selalu diselesaikan dengan cara kekeluargaan, seperti pendekatan penyelesaian masalah yang telah dijelaskan sebelumnya.

Di setiap perusahaan juga pasti seringkali terjadi perbedaan pendapat antar karyawan mengenai pekerjaan. Hal ini terjadi karena masing-masing individu memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat sering sekali terjadi pada AsiaPR. Ketika hal ini terjadi, yang dilakukan adalah berdebat untuk menyuarakan ide mereka masing-masing. Setelah itu, proses pembuatan keputusan akan dilakukan dan

(25)

yang dipilih adalah yang idenya paling cocok. Proses pengambilan keputusan dilakukan oleh pimpinan dari AsiaPR.

3. Pahlawan

Pahlawan merupakan tokoh atau orang yang diidolakan dan dijadikan panutan oleh karyawan karena telah berhasil mewujudkan nilai-nilai budaya organisasi di dalam kehidupan nyata dan tempat mencari petunjuk, serta mampu menumbuhkan semangat (Tika, 2012:17). Di AsiaPR, tokoh atau panutan yang dianggap berhasil dalam mewujudkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan nyata, sosok orang yang menjadi panutan, dan tempat mencari petunjuk apabila mengalami kesulitan atau masalah. Sosok tersebut adalah pemimpin di AsiaPR, yakni LH dan ZR.

LH merupakan pemimpin yang layak dijadikan pemimpin karena telah berperan dalam menciptakan budaya organisasi di AsiaPR dan mewujudkan nilai-nilai budaya organisasi dalam kehidupan nyata. LH juga selalu memiliki ide-ide yang out of the box. Hal inilah yang membuat karyawan merasa kagum dengan pemimpin AsiaPR ini. LH yang selalu memiliki ide yang out of the box telah mampu memacu karyawan untuk bekerja lebih keras lagi untuk dapat membantu LH dalam mewujudkan ide-ide tersebut.

Selain LH, ada juga sosok lain yang dijadikan sebagai pahlawan di AsiaPR. Orang tersebut adalah ZR yang merupakan direktur operasional di AsiaPR yang bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan operasional di AsiaPR. ZR merupakan orang yang pantas untuk dijadikan pahlawan di AsiaPR karena ZR juga telah berperan dalam menciptakan budaya organisasi yang ada di AsiaPR. ZR juga merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu menciptakan budaya organisasi, tapi juga mampu mewujudkan nilai-nilai budaya organisasi di dalam kehidupan nyata. ZR juga merupakan sosok orang yang yang selalu dapat diandalkan oleh setiap karyawannya ketika menghadapi kesulitan. Ketika mengalami kesulitan atau masalah dalam pekerjaan dan membutuhkan petunjuk atau solusi, karyawan di AsiaPR akan meminta petunjuk dari ZR karena ZR merupakan sosok pemimpin yang peduli terhadap karyawan.

(26)

4. Ritual

Ritual merupakan bentuk kegiatan yang bersifat rutin atau dilakukan secara berulang (Tika, 2012:17). Ritual atau kegiatan rutin di AsiaPR terbagi dalam 2 macam kegiatan, yakni formal dan informal. Kegiatan formal yang ada di AsiaPR adalah Monday meeting, English day, sharing session, dan employee gathering. Monday meeting dan English day merupakan program yang dilaksanakan setiap minggu. Monday meeting dilaksanakan setiap hari Senin pagi sebelum karyawan bekerja, yakni pukul 08.30-9.30. English day merupakan program yang dilaksanakan setiap hari Rabu yang dimana seluruh karyawan diharuskan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi formal maupun informal selama jam kerja, yakni pukul 08.30-17.00. Sharing session merupakan kegiatan bulanan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan seluruh karyawan AsiaPR. Employee gathering merupakan program tahunan yang dimana seluruh karyawan AsiaPR berkumpul untuk melakukan presentasi mengenai kegiatan yang telah dilakukan selama setahun, mengutarakan harapan untuk AsiaPR di kemudian hari, membicarakan mengenai profit yang diperoleh perusahaan, dan merencanakan kegiatan jalan-jalan ke luar negeri.

Sedangkan, untuk kegiatan non formal yang ada di AsiaPR adalah outing, potluck, dan kegiatan CSR. Outing merupakan kegiatan jalan-jalan bersama dengan seluruh karyawan AsiaPR yang dilakukan setiap tahun. Kegiatan outing ini selalu dilakukan di luar negeri. Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan dan sebagai sarana refreshing. Gathering Potluck merupakan acara makan-makan bersama yang rutin dilakukan setiap bulan. Selain potluck, AsiaPR juga sering mengadakan acara makan-makan bersama lainnya, seperti acara makan-makan bersama ketika ada karyawan yang sedang berulang tahun. Kegiatan informal lainnya adalah CSR (Corporate Social Responsibilitiy) yang merupakan kegiatan yang dilakukan di bulan puasa, maupun di luar bulan puasa. Kegiatan CSR ini bertujuan untuk membantu masyarakat di luar sana yang tidak mampu dan sedang mengalami kesulitan. Dalam pelaksanaan kegiatan CSR ini, pihak manajemen AsiaPR menyerahkan

(27)

sepenuhnya kepada karyawan AsiaPR, khususnya karyawan baru. Melalui kegiatan CSR ini, karyawan diajarkan untuk peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dan kegiatan ini juga sekaligus melatih kemampuan karyawan dalam mempersiapkan suatu event, serta mempererat hubungan karyawan satu sama lain.

AsiaPR juga memiliki suatu cara atau kebiasaan untuk menghargai karyawan yang telah berjasa atau berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Kebiasaan ini selalu dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil kerja kerja keras karyawan bagi kemajuan perusahaan. Bentuk penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya adalah insentif, bonus per caturwulan, dan pujian. Dengan pemberian penghargaan tersebut, AsiaPR mengharapkan karyawan untuk lebih termotivasi untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Tentunya, dengan adanya penghargaan tersebut juga memotivasi karyawan secara pribadi untuk bekerja lebih baik lagi.

5. Jaringan budaya

Jaringan budaya merupakan jaringan komunikasi informal berfungsi untuk menyalurkan informasi dan memberikan makna terhadap suatu informasi, pembawa nilai-nilai budaya dan mitologi kepahlawanan. Komunikasi informal di AsiaPR terjadi pada saat berlangsungnya kegiatan informal, seperti potluck atau makan siang bersama dan outing. Pada saat kegiatan informal tersebut, adapun hal atau topik yang dibicarakan, yakni seputar hobi, candaan, tempat hangout, dan hal-hal yang menyenangkan. Baik pimpinan maupun karyawan mengaku sangat jarang, bahkan bisa dibilang tidak pernah membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan ketika sedang dalam situasi informal. Kalaupun ada, hanyalah pembicaraan mengenai gaji yang mereka peroleh.

Hal ini karena AsiaPR memiliki kesempatan untuk membicarakan mengenai perusahaan dan hal-hal lainnya yang terkait dengan perusahaan pada saat Monday meeting. Jadi, pada saat kegiatan informal, termasuk pada saat jam makan siang, karyawan hanya membicarakan hal-hal yang

(28)

menyenangkan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan mereka maupun perusahaan. Jaringan komunikasi informal yang berfungsi sebagai saluran informasi untuk menyalurkan informasi mengenai kehebatan perusahaan, nilai-nilai budaya, dan mitologi kepahlawanan dari waktu ke waktu yang ada di AsiaPR tidak berfungsi secara maksimal sebagai sarana untuk mewariskan cerita-cerita mengenai kehebatan perusahaan, nilai-nilai, dan mitologi kepahlawanan di AsaiPR.

Budaya organisasi yang terdapat di AsiaPR diciptakan oleh pendiri dan pihak manajemen AsiaPR. Pendiri AsiaPR yang sekaligus menjabat sebagai managing partner atau pimpinan puncak AsiaPR, yakni bapak Silih Agung Wasesa atau yang biasa disapa dengan Pak Silih, merupakan pihak yang berperan besar dalam terciptanya budaya organisasi di AsiaPR. Penciptaan budaya tersebut didasarkan pada latar belakang, filosofi, dan pengalaman yang dimiliki pendiri perusahaan, yakni Pak Silih. Budaya organisasi diciptakan untuk mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan yang hendak dicapai AsiaPR, yakni menjadikan bidang Public Relations sebagai profesi yang berbasis framework dan menjadi trend reputasi di seluruh Asia. Maka dari itulah lahir trust and tolerance, yakni nilai yang diciptakan oleh pendiri dan sampai saat ini masih diyakini dan dijadikan pedoman oleh setiap anggota di AsiaPR adalah trust and tolerance.

Trust and tolerance Saat ini, AsiaPR memiliki value yang diyakini oleh seluruh anggotanya, yakni trust and tolerance. Trust and tolerance diyakini mampu memberikan identitas kepada AsiaPR, mempererat hubungan antar anggota, dan mendorong AsiaPR dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi. Selain itu, AsiaPR memiliki beberapa ritual, seperti Monday meeting, English day, rapat kerja tahunan, outing, potluck, dan sharing session. Dari awal hingga usianya yang ke 9 tahun, AsiaPR mampu mempertahankan value, ritual dan peraturan yang dibentuk sejak awal dan menjadi pedoman bagi seluruh anggota di perusahaan. Budaya organisasi di AsiaPR hingga kini mampu diterima oleh seluruh karyawan.

(29)

Budaya organisasi yang terdapat di AsiaPR tidak hanya diciptakan oleh pendiri dan pihak manajemen. Budaya organisasi dapat lahir dari hasil interaksi antar anggota di dalam organisasi. Budaya organisasi yang terdapat di AsiaPR, yakni English day merupakan gagasan yang diajukan oleh karyawan dengan tujuan meningkatkan kualitas individu, yang dimana gagasan ini disetujui oleh pihak manajemen dan diterapkan setiap hari Rabu.

4.2.2.2 Fungsi dan manfaat budaya organisasi

Budaya yang terdapat di dalam sebuah perusahaan atau organisasi tidak bisa hanya dipandang sebagai suatu kebudayaan saja. Lebih dari itu, budaya organisasi memiliki fungsi atau kegunaan bagi perusahaan. Value dan budaya organisasi yang dimiliki AsiaPR memiliki fungsi bagi AsiaPR. Beberapa fungsi budaya organisasi tersebut adalah:

1. Sebagai pembeda terhadap lingkungan, organisasi, maupun dengan kelompok lain. Value trust and tolerance dan ritual, seperti Monday meeting, English day, sharing session, potluck, outing merupakan budaya yang dimiliki oleh AsiaPR. Budaya-budaya tersebut memberikan ciri atau identitas bagi AsiaPR.

2. Budaya organisasi berfungsi sebagai perekat bagi karyawan. Dengan kesamaan budaya yang dimiliki dan diyakini oleh setiap individu di AsiaPR akan membentuk sense of belonging dan loyalitas dalam diri setiap karyawan karena memiliki kesamaan dalam keyakinan, dan tujuan bersama yang ingin dicapai. Kegiatan outing, potluck, dan makan bersama merupakan serangkaian kegiatan yang dibentuk oleh AsiaPR untuk mempererat hubungan antar sesama karyawan maupun karyawan dengan pemimpin. Selain itu, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk membentuk loyalitas karyawan. Loyalitas ditunjukkan oleh karyawan AsiaPR dengan memberikan kontribusi terbaik mereka berupa ide, masukan, saran, kritik, tenaga, waktu, dan talenta yang disalurkan ke dalam pekerjaan demi kemajuan AsiaPR. 3. Mempromosikan stabilitas sitem sosial

Budaya organisasi membentuk lingkungan kerja yang positif dan kondusif, serta penanganan terhadap konflik dan perubahan yang

(30)

terjadi di AsiaPR dilakukan secara efektif. Rasa kekeluargaan, keramahan, dan minimnya konflik yang terjadi di AsiaPR membuat suasana kerja menjadi kondusif. Lingkungan kerja yang positif dan kondusif dapat membantu karyawan dalam melahirkan ide-ide yang inovatif, kreatif yang berguna bagi kemajuan perusahaan.

4. Sebagai mekanisme kontrol

Budaya organisasi yang mencakup nilai-nilai dan peraturan yang ditetapkan oleh AsiaPR membantu perusahaan dalam mengendalikan kerja karyawan untuk pencapaian tujuan, visi, dan misi AsiaPR. Kontrol atau pengendali diperlukan agar karyawan dapat bekerja sesuai prosedur dan kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan baik. Di AsiaPR trust and tolerance dan sejumlah peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang terdapat di perusahaan berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mengendalikan karyawan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Trust and tolerance dan peraturan yang berlaku di AsiaPR selalu diingatkan dan ditekankan kepada setiap karyawan pada setiap kesempatan, terutama pada saat rapat mingguan, yaitu Monday meeting, tujuannya agar selalu mengingat dan berpedoman kepada trust and tolerance dan peraturan ketika berpikir dan bertindak.

5. Budaya organisasi berfungsi sebagai integrator atau pemersatu karyawan yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. AsiaPR mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan dan berasal dari latar belakang budaya dan etnis yang berbeda, seperti Batak, Jawa, dan Tionghoa. Keberagaman latar belakang budaya tersebut dapat dipersatukan dengan budaya organisasi yang mampu mengikat dan menjadi pedoman bagi karyawan selama mereka berada di perusahaan. Kesamaan budaya organisasi yang dianut akan mempererat hubungan antar karyawan karena setiap karyawan memiliki kesamaan visi, misi, dan tujuan yang akan dicapai. Otomatis, mereka akan saling membantu satu sama lain untuk dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan tersebut. Budaya organisasi, seperti outing, kegiatan CSR, dan potluck mampu mengakrabkan hubungan

(31)

pemimpin dan karyawan, karyawan dengan karyawan lainnya meskipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda.

6. Budaya organisasi berfungsi sebagai pembentuk perilaku karyawan. Suatu perusahaan menciptakan dan menerapkan budaya organisasi dengan tujuan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan. Serangkaian budaya yang mencakup peraturan, nilai-nilai, filosofi, ritual yang terdapat di suatu perusahaan berfungsi untuk membentuk perilaku karyawannya, sehingga karyawan dapat bekerja lebih terarah dan mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan perusahaan.

7. Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan. Masalah-masalah yang terjadi di perusahaan ini merupakan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan maupun di luar pekerjaan. Untuk masalah atau konflik yang berkaitan dengan pekerjaan misalnya, apabila ada konflik atau masalah yang terjadi, pihak manajemen perusahaan selalu berupaya untuk menyelesaikannya dengan cara baik-baik, yakni diskusi. Ini merupakan salah satu bentuk perwujudan nilai AsiaPR, yakni tolerance. Berkaitan dengan masalah di luar perusahaan, misalnya adalah masalah yang berkaitan dengan adaptasi lingkungan. Seringkali, karyawan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, hal ini umumnya terjadi pada karyawan baru. AsiaPR memiliki kegiatan, seperti potluck dan outing, nilai trust and tolerance yang mampu membuat karyawan cepat beradaptasi. Potluck, outing, dan trust and tolerance merupakan contoh dari budaya organisasi di AsiaPR yang berfungsi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terdapat di perusahaan.

8. Budaya organisasi juga dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antara pimpinan dengan karyawan, karyawan dengan pimpinan, dan antar karyawan. Melalui berbagai kegiatan, seperti Monday meeting, sharing session, rapat kerja tahunan, dan outing seluruh anggota di perusahaan dapat saling berkomunikasi, komunikasi dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan, seperti pendelegasian tugas dari

(32)

pemimpin kepada karyawan atau yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Beragam manfaat dapat diperoleh dari keberadaan budaya organisasi yang ada di perusahaan. Budaya organisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga karyawan. Berikut ini adalah manfaat budaya organisasi bagi AsiaPR:

1. Dengan adanya budaya organisasi, seluruh anggota di perusahaan, termasuk pemimpin perusahaan menjadi lebih dekat satu sama lain. Hal ini ditunjukkan dengan pengakuan karyawan yang merasa nyaman berada di lingkungan AsiaPR, bahkan saat hari pertama mereka bekerja dan juga suasana kekeluargaan di AsiaPR yang tinggi. 2. Karyawan menjadi lebih termotivasi dalam bekerja. Dengan adanya kegiatan formal dan informal, seperti Monday meeting, rapat kerja tahunan, dan outing mampu memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Melalui kegiatan Monday meeting, kinerja karyawan akan dievaluasi setiap minggunya dan hal ini akan membantu memperbaiki kinerja karyawan untuk lebih baik lagi setiap minggunya. Kemudian, melalui rapat kerja tahunan, yang biasanya digelar dalam bentuk employee gathering merupakan sarana evaluasi bagi seluruh karyawan dan berupaya untuk menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya. Untuk kegiatan outing, apabila karyawan ingin pergi ke luar negeri yang jaraknya lebih jauh, karyawan harus meningkatkan kinerja dan mampu memperoleh klien baru yang lebih banyak. Tempat untuk outing ditentukan atau bergantung pada kinerja karyawan, semakin baik kinerja karyawan dan semakin banyak klien yang ditangani, maka semakin jauh juga tempat outing-nya. Pada tahun 2013 kemarin, kegiatan outing dilaksanakan di Thailand, untuk tahun 2014 ini, tepatnya bulan November, seluruh karyawan AsiaPR akan outing ke Hongkong. Lokasi outing tahun ini yang lebih jauh dibanding tahun 2013 lalu menunjukkan bahwa pencapaian karyawan lebih baik atau meningkat dibanding tahun lalu.

(33)

3. AsiaPR memiliki identitas atau kekhasan. Kekhasan tersebut khususnya melalui keberadaan value trust and tolerance. Identitas atau kekhasan yang dimiliki oleh AsiaPR merupakan suatu kebanggaan karena mampu menjadi berbeda dari perusahaan atau konsultan lain.

4. Rendahnya tingkat turnover karyawan, yang dapat diketahui dari pernyataan beberapa karyawan AsiaPR yang juga bertindak sebagai informan dalam penelitian ini. Mereka mengatakan bahwa mereka menyukai value AsiaPR, merasa nyaman berada di AsiaPR, dan belum memiliki keinginan untuk pindah dalam waktu dekat. Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa AsiaPR telah berhasil menciptakan nilai dan budaya yang diterima dan diyakini oleh seluruh anggota karyawan. Budaya organisasi ini juga membuat karyawan merasa nyaman ketika berada di perusahaan.

5. AsiaPR dapat mengembangkan program pengembangan usaha dan sumber daya manusia dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran sumber daya manusia. English day, misalnya. English day merupakan program yang digagas oleh karyawan-karyawan AsiaPR dan disetujui oleh pihak manajemen yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas individu dalam berbahasa Inggris, yang dimana hal ini juga merupakan hal yang positif untuk mendukung kemajuan perusahaan. 6. Terbangunnya iklim kerja yang nyaman dan kondusif. Iklim kerja

merupakan faktor penting bagi karyawan karena akan berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas karyawan. Iklim kerja yang kondusif dan nyaman di AsiaPR dapat dilihat dari minimnya konflik yang terjadi, suasana kekeluargaan yang sangat terasa di lingkungan AsiaPR, keakraban yang terjalin dengan seluruh karyawan di perusahaan, serta adanya sikap saling percaya dan toleransi antar setiap karyawan.

7. Karyawan merasa fresh atau segar kembali setelah melakukan kegiatan informal, seperti outing dan potluck. Pikiran yang segar akan menghasilkan ide-ide yang segar. Ide yang segar merupakan hal yang positif untuk mendukung perkembangan perusahaan. Memiliki

(34)

sumber daya manusia dengan ide-ide yang positif dan inovatif merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan, termasuk perusahaan konsultan yang wajib untuk selalu berinovasi untuk menambah jasa demi mempertahankan keunggulan kompetitif dan memperoleh klien yang lebih banyak.

Gambar

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rancangan aktif, energy matahari dikonversi menjadi energy listrik sel solar, kemudian energy listrik inilah yang digunakan memenuhi kebutuhan bangunan.Dalam

1) Mendalami kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh kepala produksi, supervisor dan manager industri jasa catering, rumah makan dan perusahaan roti/kue. 2)

Tentukan kadar bagi setiap mesin jika anggaran kos bajet tahunan tidak langsung adalah RM 50,000 setiap mesin. (50 marks/markah) If an asset has an initial cost of RM50,000 with

Jadi, sekali lagi tulisan ini akan mengakaji tentang kepemimpinan lelaki Sasak yang tergambar dalam novel yang ditulis oleh Randa Anggarista dengan judul Lalu..

lain yang setara dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. c) Signing partner dan engagement partner mempunyai pengalaman melakukan audit di perusahaan jasa konstruksi

• Sekutu terbatas (Limited Partner): Termasuk sekutu terbatas adalah anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan, dan

Hubungan antara kinerja keuangan suatu perusahaan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial menurut Belkaoui dan Karpik (1989) dalam Sembiring (2003) paling

Dalam penulisan ini akan diangkat cerita rakyat, dari tinggalan megalitik yang terdapat di Gua Sosoraweru Kampung Forir Distrik Kokas Kabupaten Fakfak.. Untuk memudahkan