• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Modulasi pada Gelombang Radar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Aplikasi Modulasi pada Gelombang Radar"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Research Based Learning – Wave 2015 1

Aplikasi Modulasi pada Gelombang Radar

1

Wildan Syahrun Nahar1,a, Cecep Triyandi2,b, Martinus Tampubolon3,c & Dimas

2

Rexy Arie Saputra4,d

3

1Jl. Pelesiran No. 110 Kota Bandung 40132

4

2Jl. Karangsari IV No. 202 Cimahi, 40535 Bandung

5

3Jl. Tubagus Ismail VI No. 27, Bandung

6

4Jl. Cisitu Lama IV No. 154/68 C, Bandung

7

Email: a[email protected], b[email protected],

8

c[email protected], d[email protected]

9

10

11

Abstrak. Modulasi gelombang merupakan proses mengubah karakteristik

12

tertentu dari suatu gelombang menurut pola osilasi gelombang yang lain. Radar

13

(Radio, Detection, and Ranging) merupakan salah satu alat yang dimanfaatkan

14

untuk mendeteksi jarak / kecepatan suatu objek. Radar menggunakan proses

15

frequency modulation untuk proses pengiriman sinyal, khususnya pada

16

frequency-modulated continuous wave (FMCW). FMCW mengaplikasikan

17

proses modulasi FM untuk menentukan jarak antara radar dengan objek yang

18

dideteksi. Dengan mengetahui frekuensi transmisi dan receive serta waktu

19

tempuh, dapat ditentukan jarak antara objek dengan radar. Sehingga dapat

20

disimpulkan bahwa pada FMCW, jarak dari radar ke target ditentukan oleh

21

perbandingan antara frekuensi kirim dan terima.

22

Kata kunci: continuous wave, frekuensi, modulasi, radar, sinyal.

23

1

Pendahuluan

24

Tujuan dari paper ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang

25

mempengaruhi jarak antara radar ke target pada FMWC yang memanfaatkan

26

proses modulasi FM. Modulasi gelombang pada dasarnya merupakan proses

27

mengubah karakteristik dari sebuah gelombang berdasar pola osilasi gelombang

28

yang lain. Melalui proses ini, karakteristik gelombang kedua dapat

29

“ditumpangkan” pada gelombang pertama, dan kemudian dipisahkan kembali

30

bila diperlukan. Dalam teknik komunikasi, gelombang atau sinyal pita dasar

31

(baseband) dikirimkan kepada sasaran atau objek berjarak jauh dengan

32

memodulasi suatu gelombang pembawa (carrier) berfrekuensi dan berdaya

33

relatif tinggi. Dalam hal ini, sinyal pita dasar tersebut dikenal sebagai

34

gelombang modulasi.

35

Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, radar merupakan alat yang

36

harus terus beroperasi. Kemampuan untuk mendeteksi sasarannya dengan

37

(2)

memancarkan dan menerima deretan sinyal terputus secara periodik. Sedangkan

39

radar dengan continuous wave mengirimkan dan menerima sinyal secara

40

simultan. Prinsip kerja radar dengan sinyal gelombang kontinyu adalah

41

transmitter memancarkan gelombang dengan frekuensi f0 secara terus-menerus,

42

sehingga radar jenis ini harus menggunakan antenna transmitter dan receiver

43

yang berbeda. Oleh osilator, gelombang kontinyu tersebut diteruskan ke antenna

44

dan sebagian kecil gelombangnya bocor menuju detektor. Gelombang dengan

45

frekuensi f0 tersebut akan dimodulasi dengan frekuensi carrier fc untuk

46

kemudian dipancarkan kembali.

47

Pada bagian 2 akan dibahas tentang teori modulasi gelombang yang meliputi

48

jenis-jenis modulasi gelombang. Sedangkan pada bagian 3 akan dibahas tentang

49

macam-macam gelombang radar yang sering dipakai. Serta pada bagian 4 akan

50

dibahas secara khusus mengenai Frequency-Modulated Continuous Wave

51

(FMCW) yang memanfaatkan modulasi FM yang menjadi bahasan utama paper

52

ini.

53

2

Teknik Modulasi Gelombang

54

Teknik modulasi gelombang pada dasarnya dapat dibagi ke dalam kelompok

55

teknik analog dan teknik digital. Dalam kelompok modulasi analog masih dapat

56

dibedakan menjadi gelombang pembawa berupa continuous wave dan pulsed.

57

Pada bahasan kali ini akan berfokus pada gelombang kontinyu yaitu modulasi

58

frekuensi atau yang sering disebut Frequency Modulation (FM).

59

Modulasi frekuensi (FM) adalah proses menumpangkan sinyal informasi pada

60

sinyal pembawa sehingga frekuensi gelombang pembawa berubah sesuai

61

dengan perubahan simpangan (tegangan) gelombang sinyal informasi. Pada

62

modulasi FM, frekuensi sinyal informasi mengubah-ubah frekuensi gelombang

63

pembawa.

64

65

(3)

Karakter dari transmisi modulasi FM adalah tidak dapat dipantulkannya

66

gelombang elektromagnetik dari modulasi frekuensi sehingga jarak pancaran

67

adalah line of sight dan terbatas pada daya pancar. Karakter kedua adalah

68

ketahanan modulasi terhadap noise (gangguan) pada transmisi modulasi

69

frekuensi, sehingga kualitas sinyal informasi yang diterima jernih seperti

70

aslinya.

71

3

Teori Gelombang Radar

72

Radar adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk

73

mendeteksi, mengukur jarak dan mapping benda-benda di angkasa seperti

74

pesawat terbang dan satelit. Panjang gelombang yang dipancarkan radar

75

bervariasi, dari milimeter hingga meter. Gelombang sinyal yang dipancarkan

76

dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan

77

menganalisis sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan

78

lokasinya dan dengan analisis lebih lanjut dari sinyal yang dipantulkan dapat

79

juga ditentukan jenisnya.[1]

80

81

Berdasarkan bentuk gelombangnya, radar dibedakan menjadi dua yaitu : 1)

82

continuous wave (gelombang kontinyu) yang menggunakan transmitter dan

83

antena penerima secara terpisah. Radar CW yang tidak termodulasi dapat

84

mengukur kecepatan target serta posisi sudut target secara akurat. Radar ini

85

biasanya digunakan untuk mengetahui kecepatan target dan menjadi pemandu

86

rudal (missile guidance). 2) Pulsed Radar (Radar pulsa) yang merupakan radar

87

yang gelombang elektromagnetiknya diputus secara periodik. Frekuensi denyut

88

radar (pulse repetition frequency / PRF) dapat dikategorikan menjad 3 jenis,

89

yaitu : PRF high, PRF medium, dan PRF low. Pada paper ini hanya akan

90

dibahas jenis radar CW yang termodulasi secara FM atau biasa disebut

91

Frequency-Modulated Continuous Wave (FMCW)[2].

92

4

Frequency-Modulated Continuous Wave

93

FMCW adalah jenis continuous wave radar yang termodulasi secara FM.

94

Tujuan dari FMCW sendiri secara khusus adalah untuk mendeteksi jarak antara

95

radar dengan target. Karakteristik dari FMCW yaitu : 1) pengukuran jarak

96

dilakukan dengan membandingkan frekuensi sinyal diterima dengan referensi

97

(biasanya langsung dengan sinyal transmisi) dan 2) durasi transmisi sinyal

98

secara substansial lebih besar dari durasi penerimaan untuk pengukuran jarak.

99

Secara khusus, FMCW akan menambah frekuensi transmisi secara linier.

100

(4)

Frekuensi transmisi tersebut akan berubah pada kecepatan yang tetap. Jarak dari

102

radar ke target dapat dicari dengan perumusan sebagai berikut[3] :

103

104

105

106

107

108

109

110

Keterangan :

111

Df = perbedaan frekuensi kirim-terima (Hz) f1 = frekuensi minimal (Hz)

112

Dt = time delay (s) f2 = frekuensi maksimal

113

(Hz)

114

c = kecepatan cahaya (3 x 108 m/s)

115

116

117

118

Gambar 2 tersebut digunakan untuk mencari hubungan antara Dt dengan beda

119

frekuensi transmisi dan terima (persamaan 2), yang secara matematis dapat

120

diturunkan sebagai berikut :

121

122

123

124

125

126

... (1) ... (2) ... (3)

(5)

127

128

129

130

131

132

133

134

Dari persamaan 2 tersebut, didapatkan hubungan antara waktu tempuh dengan

135

frekuensi transmisi dan terima yang direpresentasikan oleh Df.

136

5

Kesimpulan

137

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Frequency-Modulated

138

Continuous Wave (FMCW) memanfaatkan teknik modulasi gelombang secara

139

FM, dimana frekuensi transmisinya dimodulasi secara linier untuk mengukur

140

jarak dari radar ke target. Selain dari frekuensi, waktu tempuh juga

141

mempengaruhi jarak antara radar ke target. Dengan pemilihan frekuensi

142

maksimum (f2) dan minimum (f1) yang tepat, jarak antara target ke radar dapat

143

ditentukan dengan cukup sederhana melalui persamaan (3).

144

145

Referensi

146

[1]

L. Charvat, Gregory & C. Kempel, Leo, Synthetic Aperture Radar

147

Imaging Using a Unique Approach to FMCW Radar Design, IEEE

148

Antennas and Propagation Magazine, 48(1), pp. 1-3, 2006.

149

[2]

Gustomo, Fery & Suwadi, Analisa Penggunaan Sinyal Radar

150

Bentuk Pulsa dan Gelombang Kontinyu untuk Target Bergerak

151

dengan Model Clutter Terdistribusi Rayleigh, Jurnal Teknik

152

POMITS 2(2), pp. 1, 2013.

153

[3]

Radar Tutorial. Frequency-Modulated Continuous-Wave Radar

154

(FM-CW

Radar).

Tersedia

di

:

155

http://www.radartutorial.eu/02.basics/Frequency%20Modulated%2

156

0Continuous%20Wave%20Radar.en.html [3 November 2015]

157

Gambar

Gambar 1. Proses modulasi frekuensi
Gambar  2  tersebut digunakan  untuk  mencari  hubungan  antara  Dt  dengan  beda 119

Referensi

Dokumen terkait

Busa ( foam ) yang dapat digunakan antaranya putih telur dan tween 80, namun dalam penelitian ini menggunakan bahan putih telur sebagai pembusa, guna mengetahui

Penyampaian salinan izin usaha pertambangan operasi produksi untuk penjualan dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang komoditas tambangnya bersala dari 1 (satu) daerah

Setelah dokumen dikeluarkan, maka secara tidak langsung diantara kedua belah pihak memiliki hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban yang harus di miliki dan

demikian, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik bio-slurry cair dan waktu aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.)..

Melalui pendidikan maka manusia dibentuk, dikonstruksikan dan diarahkan agar menjadi manusia sesungguhnya (humanized human being), makhluk rasional yang memiliki dan

Area penyimpanan, persiapan, dan aplikasi harus mempunyai ventilasi yang baik , hal ini untuk mencegah pembentukan uap dengan konsentrasi tinggi yang melebihi batas limit

Berdasarkan asumsi dan perhitungan yang dikemukakan, maka dapat diperkirakan perkembangan luas lahan, kesempatan kerja, dan kekurangan tenaga kerja pada kegiatan perkebunan

- Mengetahui operasi yang terkait dengan struktur data dan metode pemrograman paling umum yang terkait dengan struktur tersebut... 3 Pemrosesan