• Tidak ada hasil yang ditemukan

surat gugatan sengketa kewenangan antar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "surat gugatan sengketa kewenangan antar"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Jakarta, ____ Juni ___

Kepada Yth,

Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jalan Medan Merdeka Barat

Jakarta Pusat

Hal : Permohonan Untuk Memutus Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :

________________, advokat dan konsultan hukum pada ________, beralamat

di _________, berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal __________, dengan ini bertindak untuk dan atas nama :

N a m a : _____________________ Jabatan : ______________________ Alamat : ____________________

(2)

Jabatan : _________________ Alamat : _________________

Untuk selanjutnya disebut Pemohon [Bukti P-___].

Dengan ini mengajukan permohonan Untuk Memutus Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara terhadap:

_________________ (sebutkan lembaga negara), beralamat di ____________,selanjutnya disebut sebagai Termohon;

Kewenangan Mahkamah Konstitusi

1. Pasal 24 C ayat (1) amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa ” Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat Pertama dan Terakhir yang putusannya bersifat Final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar, Memutus sengketa kewenangan Lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran Partai Politik, dan memutus hasil perselisihan tentang hasil pemilihan umum”.

2. Pasal 10 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun

2003 tentang Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa ” Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang

kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar negara RI Tahun 1945, Memutus pembubaran Partai Politik, dan memutus hasil perselisihan tentang hasil pemilihan umum”.

(3)

Kedudukan Hukum (Legal Standing) Pemohon

_____________________________________________________________________________________ ______________________ (uraikan bahwa Pemohon adalah lembaga negara yang

disebutkan dalam UUD 1945 yang kewenangannya juga ada dan diuraikan dalam UUD 1945, uraikan mengenai objectum litis dan subjectum litis seperti dalam putusan MK diatas)

Pokok Permohonan

________________________________________________________________________________ (Ura ikan tentang kerugian konstitusional yang dialami Pemohon beserta bukti tertulis yang menggambarkan bahwa Pemohon mengalami kerugian sehingga Pemohon mengajukan sengketa tersebut ke

MK)_______________________________________________________________

PETITUM

Bahwa berdasarkan uraian di atas, tindakan-tindakan Termohon yang telah mengambil, mengurangi, menghalangi, mengabaikan, dan/atau merugikan kewenangan konstitusional Para Pemohon merupakan suatu tindakan

inkonstitusional, sehingga Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang bertugas dan berwenang dalam menjaga dan menegakkan konstitusi patut mengoreksi tindakan inkonstitusional Termohon tersebut.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, PEMOHON memohon kepada Majelis Hakim Konstitusi untuk memutus sebagai berikut:

1. Mengabulkan Permohonan PEMOHON untuk seluruhnya; 2. Menyatakan _________________________________________;

3. Menyatakan _________________ bertentangan dengan kewenangan Termohon sebagaimana diatur dalam UUD 1945;

(4)

Atau, apabila Majelis Hakim Konstitusi Republik Indonesia berpendapat lain, mohon Putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Hormat kami,

Referensi

Dokumen terkait

Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar,

Pasal 24C UUD 1945 menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia berwenang untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk

Pasal 29 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir

Berdasarkan Pasal 24C ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Mahkamah Konstitusi berwenang menguji undang-undang terhadap

Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa: Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat Final untuk

Berdasarkan Pasal 24C ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Mahkamah Konstitusi berwenang menguji Undang-Undang terhadap

Pasal 29 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir

Hal tersebut diterjemahkan didalam Pasal 24C Ayat 1 Undang- Undang Dasar 1945 ysng menyebutkan: “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang