AKTIVITAS PERGUDANGAN
AKTIVITAS PERGUDANGAN
Penerimaan & Penanganan Penyimpanan
Pengeluaran
Pengendalian / Pengontrolan Perawatan ..
AKTIVITAS PERGUDANGAN
1. Penerimaan & Penanganan
Pemeriksaan dokumen (PO, Surat Jalan dll)
Barang yang belum diperiksa disimpan di “TRANSIT AREA”
Pemeriksaan Mutu (quality Control)
100 % inspection
Sampling (metode sampling)
Pemeriksaan mutu boleh juga dilakukan di tempat supplier
Pemeriksaan quantity barang
Penyelesaian Administrasi
Proses Handling yang benar
100 % inspection biasanya dilakukan untuk :
Supplier baru
Material Pokok
Inkonsistensi quality dari supplier
Ada masalah baru yang timbul
Sampling Inspection dilakukan jika :
Ada konsistensi mutu material yang dikirim dari supplier
Tidak ada masalah yang serius dalam pengiriman material
Prosentase sampling ditentukan berdasarkan :
Konsistensi
Sistem dan prosedur internal supplier
Jika tidak ada masalah dari waktu ke waktu, prosentase sampling dari satu supplier secara kontinyu akan turun
2. Penyimpanan
Penentuan jumlah unit per kelompok
Untuk barang kecil dikelompokkan per bungkus dengan qty tertentu
Pemberian identitas barang
Penyimpanan di rak secara sistematis
Penyimpanan berdasarkan prinsip FIFO
Pemeriksaan kembali untuk barang yang telah disimpan dalam masa tertentu. (Re inspection)
Buatkan layout penyimpanan barang (Lay out Gudang)
Klasifikasi penyimpanan dilakukan per kelompok besar, kemudian per kelompok kecil dst. Penentuan lokasi berdasarkan kategori :
Lokasi Warehouse (jika lebih dari satu gudang)
Lokasi Rak (Lot)
Lokasi subrak
IDENTITAS BARANG BERISI INFORMASI TENTANG :
Nama Barang
Kode Barang
Spesifikasi Barang
Unit
Jumlah Penerimaan
Tanggal Terima
Nama Supplier
Cap Qc Pass
Dll (Sesuai Kebutuhan)
3. Pengeluaran
Aturan Main Pengeluaran Barang
Otorisasi (tanda tangan)
Tata cara pengeluaran barang dari lokasi (pabrik) Pemeriksaan barang keluar pabrik (satpam dll)
Pemeriksaan dokumen permintaan barang Tanda tangan sesuai otorisasi
Data – data lengkap
4. Pengendalian / Pengontrolan 1. Internal (dilakukan sendiri)
2. External (pihak lain yang independen)
Stock opname Partial
Total
Pemeriksaan bukti-bukti pengeluaran dan pemasukan yang sah
Administrasi inventory harus independen (tidak dibawah pengaruh kepala gudang).
Dead stock management
PERAWATAN
LAKUKAN PEMERIKSAAN MUTU BARANG JIKA MASA SIMPAN SUDAH MENCAPAI WAKTU TERTENTU (Re QC)
TERAPKAN PRINSIP-PRINSIP 5 R LANGKAH- LANGKAH 5 R
1. RINGKAS (SEIRI) 2. RAPI (SEITON) 3. RESIK (SEISO) 4. RAWAT (SEIKETSU) 5. RAJIN (SHITSUKE)
Tujuan Implementasi 5R
5R Sebagai dasar KAIZEN di tempat kerja atau GEMBA . Kaizen di tempat kerja (GEMBA) harus diawali
dari 2R (RINGKAS(SEIRI) dan RAPI(SEITON))
3. “Kebersihan” (RAWAT/SEIKETSU) dimulai dari “Disiplin” (RAJIN/SHITSUKE)
INVENTORY MANAGEMENT Jenis – Jenis Inventory
1. Incoming Inventory (Bahan Baku) 2. Work In Process (Wip) Inventory 3. Inventory Barang Jadi (Finished Goods MENGAPA INVENTORY DIBUTUHKAN ??
INCOMING (RAW MATERIAL) 1.1 Mengatasi keterlambatan supply
1.2 Mendapatkan discount khusus untuk qty tertentu 1.3 Antisipasi kedepan (kerusuhan, pemogokan dll)
1.4 Jika ada kebijakan pemerintah yang bisa mengakibatkan kenaikan harga.. PROCESS (WIP)
2.1 Fleksibilitas produksi, terutama jika mesin breakdown 2.2 Stabilisasi tingkat output per proses jika ada variasi order 2.3 Meningkatkan utilisasi pabrik, proses dan tenaga kerja..
FINISHED GOODS
3.1 Meningkatkan fungsi customer service (barang diorder langsung ada)
3.2 Sebagai buffer stock jika ada masalah di proses produksi atau kesulitan bahan baku (customer service)
3.3 Mengatasi fluktuasi permintaan , khususnya untuk “seasonal products” Balancing Tools 3.4 Mengantisipasi terjadinya masalah di pabrik atau di pemasok (pemogokan, dll)…
MENGAPA INVENTORY PENTING ?? Nilainya sangat signifikan
Resiko (potensi) kerugian
Over stock
Kehabisan Stock
Peluang untuk cost saving
Law of tens
Karena nilainya sangat signifikan, maka perlu untuk :
Diketahui nilainya secara pasti Dkendalikan jumlahnya
Dikendalikan pergerakannya
DEAD STOCK MANAGEMENT
PENYEBAB TERJADINYA DEAD STOCK (1)
Perubahan disain atau komposisi atau spesifikasi tanpa disertai dengan perhitungan yang matang atau tanpa koordinasi yang baik.
Kesalahan prediksi :
Product life time lebih pendek dari yang diperkirakan Daya serap pasar tidak sebesar yang diperkirakan
Sistem pengendalian stock yang buruk. (Menurut data, stock sudah habis, ternyata kemudian barang tersebut masih ditemukan)
Pada waktu mengorder barang tidak mengetahui posisi stock yang sebenarnya (Over Stock)
Rencana kerja terlalu sering berubah-ubah (terutama sales forecasting) Kesalahan dalam pemesanan barang
Barang Kadaluwarsa karena :
1. Over Stock (terlalu lama disimpan, mutunya menurun) 2. Sistem FIFO tidak benar.
LANGKAH-LANGKAH PREVENTIVE Data stock harus akurat
Penyusunan di rak teratur dan rapi
Hindari terjadinya penyebab yang sudah dibahas STOCK OPNAME
Sering juga disebut Stock Take
Biasanya dibandingkan juga dengan stock administrasi. Jika ada selisih biasanya dilakukan penyesuaian (adjustment) antara stock fisik dan stock administrasi
JENIS STOCK OPNAME STOCK OPNAME TOTAL
– Menghitung seluruh stock yang ada sekaligus. STOCK OPNAME PARTIAL
– Menghitung sebagian stock yang ada secara bergiliran (Cycle Counting). Mengapa Cycle Counting Dibutuhkan ?
CARA MELAKUKAN CYCLE COUNTING
Kelompokkan semua jenis barang ke dalam kategori, misalnya : Fast Moving Stock = A
Slow Moving Stock = B
Very Slow Moving / Dead Stock = C
Tentukan Cycle Time untuk masing-masing kategori, misalnya : Kategori A = 20 Hari Kerja, B = 30 Hari Kerja dst
Hitung Jumlah Item Yang harus dicocokkan setiap harinya Buat Daftar jenis barang Per kategori
Buat schedule stock opname per hari Sehingga seluruh Jenis Barang Yang masuk kategori tsb selesai dihitung dalam 1 siklus
Setiap Jenis Barang sekurang-kurangnya setahun sekali dihitung
Buat Laporan Hasil cycle counting, dan lakukan adjustment berdasarkan prosedur yang sudah ditentukan.
Hati-Hati Dalam melakukan justifikasi selisih stock. RESIDUAL BALANCE COUNTING
Cara ini efektif jika digunakan sistem on line stock
Setiap kali pengambilan atau penempatan barang, crew menghitung sisa stock yang ada di rak. Hasil penghitungan ini dilaporkan ke sistem (Komputer)
Jika ada selisih / perbedaan, maka segera diambil tindakan lebih lanjut
MANFAAT STOCK OPNAME (TOTAL / PARTIAL) :
Memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di gudang , kadang-kadang hal yang tidak terduga bisa terjadi, misalnya kebocoran internal dll
Data ini bisa digunakan oleh pihak accounting untuk meningkatkan akurasi laporan keuangannya Bisa digunakan untuk melakukan trace back (penelusuran) terhadap penyebab terjadinya
variance.
MASALAH YANG SERING TERJADI Barang rusak dalam penyimpanan
Rusak dalam handling Salah menyimpan barang
Gangguan lain Misalnya : Tikus, Rayap, Kecoa dll Banjir
SELISIH STOCK (Fisik Vs Administrasi) Stock tidak mencukupi
TIP – TIP UNTUK STOCK OPNAME
Pada waktu pelaksanaan stock opname, tidak boleh ada barang keluar atau masuk (Freezing) Penghitungan harus dilakukan oleh pihak independen (pihak yang tidak berkaitan dengan barang yang akan dihitung)
Jika diperlukan akurasi yang tinggi, sebaiknya satu jenis barang dihitung oleh dua orang / kelompok yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan
LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN Sebelum Stock Opname :
– Rapikan semua barang yang ada digudang – Semua barang sudah dalam kemasan yang benar – Buat tabel jenis barang yang perlu dihitung
– Tentukan siapa saja yang bertanggung jawab menghitung masing-masing jenis barang tersebut. Jika perlu buatlah kepanitiaan untuk tujuan stock opname ini
Pada Saat Stock Opname :
– Lakukan penghitungan sampai tuntas
– Jika hasil penghitungan berbeda diantara dua kelompok, lakukan penghitungan bersama-sama. – Pastikan semua barang sudah dihitung dan hasil penghitungan sudah benar
Setelah Stock Opname :
– Buat Laporan hasil stock opname
– Hitung penyimpangan (variance) masing-masing barang (fisik Vs administrasi) PASCA PELAPORAN VARIANCE :
– Pelajari item barang yang selisih. Jika jumlah item barang Banyak, lihat barang-barang dengan selisih terbesar.
– Beri perhatian khusus dan selidiki penyebab selisih tersebut dan ambil langkah-langkah perbaikan.
– Bandingkan dengan hasil stock opname sebelumnya, apakah barang ini bermasalah terus. Jika Ya, cari solusinya segera, a.l.
– Buat tugas pengontrolan khusus untuk barang-barang tersebut (Misalnya dikontrol setiap hari). – Simpan di tempat khusus yang hanya bisa diakses oleh orang tertentu.
JENIS ALAT KONTROL STOCK STOCK CARD (KARTU STOCK)
KOMPUTER (PROGRAM INVENTORY)
KARTU STOCK (1)
– Setiap Barang Mempunyai satu kartu stock
– Setiap pemasukan dan pengeluaran barang yang sama dicatat pada kartu yang sama
KELEMAHAN :
– Resiko salah besar (salah pencatatan, penjumlahan dll) – Pengontrolannya sulit (sulit diperiksa bukti transaksi) – Pengolahan data tidak tersedia
– Data mudah dirubah oleh orang lain, karena tersimpan di tempat yang umum (Iseng atau mempunyai tujuan tertentu)
KELEBIHAN :
– Posisi stock dengan mudah bisa diketahui oleh petugas gudang – Tidak membutuhkan teknologi yang tinggi
– Biaya Investasi rendah
– Tidak membutuhkan manpower skill yang tinggi PROGRAM KOMPUTER
Ciri – Ciri :
Ada operator yang bertanggung jawab melakukan data entry.
Operator melakukan data entry berdasarkan bukti-bukti transaksi yang sah. Bisa juga dengan menggunakan bar code.
Data disimpan di PC (lokal) atau server
Biasanya sistem multi user, bisa digunakan oleh banyak orang. KEUNTUNGAN :
Faktor Human error lebih kecil Mudah dilakukan trace back Lebih cepat
Datanya mudah diolah lebih lanjut
Sharing data dengan divisi lain sangat mudah (Purchasing, PPIC dll) KELEMAHAN :
– Man Power Requirement lebih tinggi
– Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguasai sistemnya. (Masa Adaptasi lebih lama) – Jika ada masalah, sulit dikompromikan (tidak fleksibel)-> GIGO
– Kadang-kadang ada masalah yang tidak terdeteksi.
INGAT
Sistem apapun yang digunakan, harus : 1. Menjawab posisi stock setiap saat 2. Memungkinkan Trace Back lebih mudah 3. Human Error bisa ditekan sekecil Mungkin
4. Bisa Menekan variance (selisih) stock fisik vs administrasi.
WASPADAI JIKA STOCK ANDA SELISIH TERUS MENERUS
Adding Safety Stock
The Replenishment Cycle
Masalah – masalah PO Management – Rumus PO masih salah
– Data Stock tidak akurat – Rencana Jual tidak akurat
– Skill estimasi jual (BM) kurang akurat – Pasar yg unpredictable
– Gudang perlu pembenahan – Principal
– Stock terbatas – Minimal order
J- adwal pengiriman tdk tepat
STOCK DEPO Gudang Baik Gudang BS Mobil Box
Saldo Awal & Saldo Akhir Cut Off ??
Stock Opname Harian
Forecasting Rencana Jual P-1 Rencana Jual P-2
Angka Bantu Target
Situasional
Program Marketing Program Kompetitor Peak Season
Liburan Sekolah (tergantung jenis industri/bisnis) Force Majeur
Realisasi PO
Barang Dalam Perjalanan Jadwal Tiba
PARETO SYSTEM RULE 20/80
20% DARI JENIS BARANG DI INVENTORY AKAN BERNILAI 80% DARI TOTAL ARV (ARV = ANNUAL REQUIREMENT VALUE) Dengan Mengontrol ini, akan memberikan Hasil Yang Sangat Besar Buat Perusahaa
UTILISASI GUDANG
Utilisasi Ruangan akan meningkatkan daya tampung gudang tetapi di lain pihak akan meningkatkan kompleksitas pengambilan barang (Cost per M2 rendah tetapi Picking Cost Meningkat)
jarak antar barang menjadi lebih jauh dan meningkatkan cost per M2 Dibutuhkan optimalisasi antara parameter :
luas ruangan Picking system Handling System Information System
SISTEM FIFO
FIFO = FIRST IN FIRST OUT Ada 2 jenis sistem FIFO : FIFO Fisik :
Barang secara fisik disusun berdasarkan prinsip FIFO FIFO Administrasi :
Barang secara administrasi disusun berdasarkan urutan masuk dan keluarnya. Biasanya tujuannya untuk mendapatkan harga perolehan masing-masing barang.
CARA MENERAPKAN SISTEM FIFO secara fisik
– TEMPAT PEMASUKAN DI SISI YANG BERBEDA DENGAN TEMPAT PENGAMBILAN UNTUK SATU JENIS BARANG ATAU KELOMPOK BARANG
– PEMASUKAN BARANG DI BELAKANG, PENGAMBILAN DI DEPAN DISUSUN SECARA TERATUR
JENIS BARANG TERTENTU ADA YANG SANGAT SENSITIF TERHADAP FIFO, DAN ADA YANG KURANG SENSITIF. PENENTUAN SISTEM FIFO YANG AKAN
DIGUNAKAN SANGAT TERGANTUNG DARI JENIS BARANG YANG BERSANGKUTAN.