Periode dan Peradaban Islam pada Masa Abbasiyah Penulis: Chamim Thoha
A. Periodesasi Masa Abbasiyah
Para sejarawan mengklasifikasi periode Abbasiyah berbeda-beda. Al-Khudri, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Mesir (Egyptian University) membagi ke dalam lima masa, yaitu:1 . M a s a k u a t - k u a s a d a n b e k e r j a m e m b a n g u n , b e r j a l a n 1 0 0 t a h u n l a m a n y a , d a r i 1 3 2 - 2 3 2 H/750-847 M.2. Masa berkuasanya panglima-panglima Turki, berjalan 100 tahun lamanya, dari 232-334H/847-945 M.3. Masa berkuasanya Bani Buwaihiyah, berjalan 100 tahun lamanya, dari 334-447 H/945-1105 M.4. Masa berkuasanya Bani Saljuk, berjalan 100 tahun lamanya, dari 447-530 H/1105-1195 M.5. Masa gerak balik kekuasaan politik khalifah-khalifah Abbasiyah dengan merajalelanya para panglima perang, selama 125 tahun, dari 530 H/1194 M sampai musnahnyaAbbasiyah di bawah serbuan Jengis Khan dan puteranya Hulagu Khan dari Tartar tahun656 H/1258
1
Stryzewki membagi masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah menjadi lima periode, yaitu:1. Periode pertama (132-232 H/750-847 M) disebut periode pengaruh Persia pertama.2. Periode kedua (232-334 H/847-945 M) disebut periode pengaruh Turki pertama.3. Periode ketiga (334-447 H/945-1105 M), masa kekuasaan Dinasti Buwaihiyah dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga Pengaruh Persia Kedua.4. Periode keempat (447-590 H/1105-1195 M), masa kekuasaan Dinasti Saljuk yang biasa disebut dengan masa Pengaruh Turki Kedua.5. Periode kelima (590-656 H/1194-1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain,tetapi kekuasaannya hanya efektif di Bagdad. 2
K e d u a p o l a p e r i o d e s a s i d i a t a s p a d a d a s a r n y a s a m a d a n t i d a k s i g n i f i k a n . U n t u k memudahkan pembahasan, periode Abbasiyah dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pendirian, kemajuan, dan kemunduran.
B. Berdirinya Bani Abbas dan Perkembangan Politik (132-232 H/750-857 M) B a b a k k e t i g a d r a m a b e s a r p o l i t i k I s l a m d i b u k a o l e h A b u l A b b a s ( 7 5 0 - 7 5 4 M ) y a n g berperan sebagai pelopor. Iraq menjadi panggung drama besar itu. Pembentukan kekhilafahanBani Abbas melalui proses yang cukup panjang, dan menggunakan strategi revolusi yanghandal.
Pertama,
Kedua,
melalui upaya-upaya propaganda yang terus menerus dan bersifat rahasiatentang hak kekhilafahan yang semestinya adalah berada ditangan Bani Hasyim bukan BaniUmayah.
Ketiga,
pemanfaatan kaum muslimin non Arab (mawali) yang sejak lama merasadikelas duakan.
Keempat,
propaganda terang-terangan yang dilakukan setelah terjadi peristiwa bentrok senjata pada tahun 120 H, di mana Abu Muslim Al-Khurasani, salah seorang pelopor dinasti Abbasiyah, mengumumkan pemberontakan terhadap Bani Umayyah. Ia mengangkat bendera hitam sebagai simbol pemberontakan.Dalam khutbah penobatannya yang disampaikan setahun sebelumnya di masjid Kufah,khalifah Abbasiyah pertama itu menyebut dirinya
As-Saffih
, penumpah darah, yang kemudianmenjadi julukannya. Julukan itu menjadi pertanda buruk karena dinasti yang baru muncul inim e n g i s y a r a t k a n b a h w a m e r e k a l e b i h m e n g a n d a l k a n k e k u a t a n d a l a m m e n j a l a n k a n kebijakannya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam, di sisi singgasana khalifah tergelar karpet yang digunakan sebagai tempat eksekusi. As-Saffah
menjadi pendiri dinasti Arab ketigay a n g s a n g a t b e s a r d a n s a n g a t l a m a . D a r i 7 5 0 - 1 2 5 8 M , p e n e r u s A b u l A b b a s m e m e g a n g pemerintahan, meskipun mereka tidak selalu berkuasa. Orang Abbasiyah mengklaim
dirinyas e b a g a i p e n g u s u n g k o n s e p s e j a t i k e k h i l a f a h a n , y a i t u g a g a s a n n e g a r a t e o k r a s i , y a n g menggantikan pemerintahan
sekuler dinasti Umayah. Sebagai ciri khas keagamaam dalam istana kerajaannya, dalam berbagai kesempatan seremonial, seperti ketika dinobatkan sebagaikhalifah dan pada sholat jum’at. Khalifah mengenakan jubah, yang pernah dikenakan olehsaudara sepupunya, Nabi Muhammad saw. Akan tetapi masa pemerintahannya begitu singkat.
As-Saffah
meninggal karena penyakit cacar air ketika berusia 30an (754-775 M). 3
tokoh-tokoh yang menjadi lawan politiknya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya pamans e n d i r i y a n g d i t u n j u k u n t u k m e n j a d i g u b e r n u r d i S y i r i a d a n d i M e s i r o l e h K h a l i f a h sebelumnya. Sebab mereka tidak bersedia membaiatnya, pembunuhan dilakukan oleh
seorangsuruhan Khalifah Mansur, Abu Muslim Khurasani. Namun Al-khurasani pun akhirnyadihukum mati karena dikhawatirkan akan menjadi pesaingnya di kemudian hari.U n t u k m e n g o k o h k a n p o s i s i d i n a s t i n y a , A l - M a n s u r m u l a i m e n g a m b i l s t r a t e g i y a n g berbeda dengan dinasti Umayah yang bercorah ke-Arab-an. Ia mengambil hubungan denganPersia, dan melengkapi struktur pemerintahannya. Ia memindahkan ibukota dari Damaskus keBagdad pada 762 M. tentara pengawal tidak lagi diambil dari orang-orang Arab, tetapi dariorang-orang Persia. Selain itu, seperti dalam seperti dalam administrasi pemerintahan Persia, Al-Mansur membuat tradisi baru, mengangkat wazir yang membawahi departemen-departemen,yaitu Khalid bin Barmak seorang yang berasal dari Persia.Tidak hanya melakukan konsolidasi ke dalam, AlMansur melakukan upaya penarikank e m b a l i d a e r a h -d a e r a h y a n g s e b e l u m n y a m e l e p a s k a n -d i r i -d a r i p e m e r i n t a h a n p u s a t , d a n m e m b e n t e n g i d a e r a h - d a e r a h p e r b a t a s a n . D i a n t a r a u p a y a - u p a y a t e r s e b u t a d a l a h m e r e b u t benteng-benteng di Asia, kota Malatia, Coppadocia dan Cicilia pada 756-758 M. PegununganTaurus dan daerah dekat selat Bosporus di wilayah utara ibukota juga dijaga keamananya
oleht e n t a r a A l - M a n s u r. I a j u g a m e l a k u k a n p e r d a m a i a n d e n g a n k a i s a r C o n s t a n t i n e V. U n t u k membentengi beberapa wilayahnya, tentara Al-Mansur sempat berhadapan dengan tentara Turki Khazar di Kaukus, Daylami di laut Kaspia, Oxus dan India.Dinasti Abbasiyah seperti halnya dinasti-dinasti yang lain dalam sejarah Islam, mencapaimasa kejayaan politik dan intelektual mereka segera setelah didirikan. Kekhalifahan
Bagdady a n g d i d i r i k a n o l e h A s - S h a ff a h d a n A l - M a n s u r m e n c a p a i m a s a k e e m a s a n n y a m u l a i d a r i khalifah ketiga, Al-Mahdi, hingga khalifah kesembilan, terutama masa Harun Ar-Rashid dananaknya Al-Ma’mun. karena kehebatan dua khalifah itulah, Abbasiyah memiliki kesan baik dalam sejarah Islam.
4
L a i n d a r i k h a l i f a h - k h a l i f a h t e r d a h u l u y a n g b a n y a k b e r a v i l i a s i k e p a d a P e r s i a , A l - Mu’tashim, anak dari ibu yang berasal dari Turki, mulai memasukkan pengaruh-pengaruhTurki ke dalam pemerintahan Bani Abbas. Ia merekrut orang-orang Turki secara professionaluntuk menjadi
ini sebelumnya belum ada. Karena kemampuannya, tentara pengawal Turki akhirnya begitu berkuasa di istana, sehingga para khalifah sekedar dijadikan boneka. Dan pemerintahan secara
de facto
di tangan para perwira dan tentara pengawal Turki, bukan lagi di tangan khalifah.Untuk melepaskan pengaruh Turki ini, khalifah berikutnya Al-Watsiq, mendirikan ibukotaSamarra, lalu pindah dari Bagdad. Tetapi disana khalifah-khalifah semakin mudah dikuasai oleh tentara pengawal Turki.Al-Mutawakkil merupakan khalifah besar terakhir di masa puncak kejayaan Bani Abbas.K h a l i f a h k h a l i f a h s e s u d a h n y a p a d a u m u m n y a l e m a h -l e m a h d a n t i d a k d a p a t m e -l a w a n k e h e n d a k t e n t a r a p e n g a w a -l d a n s u l t a n - s u l t a n y a n g k e m u d i a n d a t a n g m e n g u a s a i i b u k o t a . Akhirnya ibukota dipindahkan kembali ke Bagdad oleh khalifah Al-Mu’tadid (870-892 M).dari masa Al-Mutawakkil hingga khalifah yang terakhir, Al-Musta’shim (1242-1258 M),meskipun jarak waktunya sangat panjang, tetapi kondisi pemerintahan dan politik mengalamidisintegrasi sehingga pada akhirnya mengalami kemunduran, dan dijatuhkan oleh serangan tentara Hulagi Khan dari Mongolia pada 1258 M.
C. Kemajuan Masa Abbasiyah
Masa ini adalah masa keemasan dan kejayaan umat Islam sebagai pusat dunia dalam berbagai aspek peradaban. Berbeda dengan Bani Umayah, yang lebih menekankan perluasanwilayah kekuasaan, maka Bani Abbas lebih menekankan pembentukan dan perkembangankebudayaan dan peradaban Islam. Abul Abbas dan Al-Mansur telah berhasil meletakkan d a s a r- d a s a r b a n g u n a n k e k h i l a f a h a n , m a k a s e j u m l a h k h a l i f a h b e r i k u t n y a m e l a n j u t k a n melanjutkannya hingga dinasti Bani Abbas berhasil
mencapai kejayaannya. Mereka adalahAl-Mahdi (775-785 M), Al-Hadi (775-786 M), Harun Ar-Rasyid (786-809 M), Makmun (813-833 M), Al-Mu’tashim (833-842 M), Al-Watsiq (842-847 M), dan Al-Mutawakkil (847-861 M).
5
P a d a m a s a H a r u n A r- R a s y i d d a n A l - M a k m u n , d i n a s t i i n i p a l i n g m e n g a l a m i p u n c a k kemajuan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan perekonomian. HarunAr-Rashid memanfaatkan kemajuan perekonomian untuk keperluan sosial seperti membangunrumah sakit umum, pendidikan dokter dan mendirikan farmasi. Dan fasilitas-fasilitas
umumdiadakan seperti pemandian-pemandian dan sarana-sarana belajar bagi masyarakat umum.D i d i r i k a n l a h B a i t u l H i k m a h s e b a g a i p u s a t s t u d i , p e r p u s t a k a a n d a n p e n e r j e m a h a n s e r t a penelitian berbagai ilmu pengetahuan yang paling besar. Melalui bahasa Arab yang efektif, terjadi pertukaran budaya-budaya bangsa dimanakebudayaan Islam mewarnai corak kebudayaan yang lain. Seperti kebudayaan spanyol di Barat, kebudayaan India di Timur, dan kebudayaan negara-negara kecil di Asia Tengah sepertiBukhara, semuanya bercorak Islam di waktu itu.B e r k e n a a n d e n g a n f i l s a f a t I s l a m , m e m a n g b e n a r b i d a n g i n i m u n c u l
s e t e l a h sebagianulama muslim mempelajari filsafat Yunani, tetapi mereka mempelajarinya secarakritis, sehingga hasil penerjemahannya melahirkan catatan-catatan kritis yang kemudian melahirkan pandangan-pandangan tersendiri yang berbeda dengan pandangan-pandangan Yunani. Merekamulai mengembangkan kajian-kajian berdasarkan penelitian yang bersifat empirik, sehinggamereka tidak hanya menguasai filsafat, tetapi juga menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuanyang lebih banyak macamnya, seperti
kedokteran, biologi, fisika, dan lainnya.Para tokoh filosof muslim saat ini adalah Al-Kindi (w.866 M), Al-Farabi (w.950 M),Ibnu Sina (w. 1037 M), Ikhwan As-Shafa (w. 975 M) dan Ibnu Rusyd (w.1198 M). dalam bidang filsafat, para filosof terkenal ini membicarakan masalah logika, jiwa, etika,
negara,agama dan manusia. Hanya saja, masing-masing tokoh mempunyai perbedaan pandangandisamping banyak persamaan. Mereka menulis risalah atau buku tentang filsafat yang amat banyak, disamping ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.
Dalam bidang sains lahir para ahlinya seperti al-Fazari, astronom muslim pertama yangm e n c i p t a k a n a s t r o l a b e , a l - F a r g h a n i m e n y u s u n b u k u i k h t i s a r a s t r o n o m i y a n g
s e m p a t diterjemahkan ke bahasa latin oleh Gerard Cremona, Al-Haitam ahli optik penemu benda pengirim cahaya ke mata sebagai lawan teori
sebelumnya, bahwa mata mengirim cahaya ke benda. Dalam ilmu kimia lahir tokoh Jabir ibnu Hayyan perintis Aljabar dan bapak Alkemi,dan juga Al-Razi, pengarang buku besar kimia yang isinya baru dijumpai orang di abad XX di Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya
Eropa. Dan dalam bidang fisika lahir tokohnya Al-Bairuni yang mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, sebelum pendapat itu
dikemukakan oleh Galileo.Sementara itu, dalam bidang geografi hadir pelopornya seperti Al-Mas’udi, penulis hasillaporan kunjungannya ke berbagai dunia Islam di abad X dalam bukunya
Muruj al-Zahab.
Disusul oleh tokoh-tokoh pelancong lainnya seperti Ibnu Hauqal, Al-Bairuni dan Abu Hasan.Di samping sebagai filosof besar, Al-Razi, Al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd adalah para dokter ahli yang terkenal di kalangan muslim maupun non muslim, di Timur dan diBarat. Al-Razi terkenal di Eropa dengan bukunya Al-Hawi, sebanyak lebih dari 20 jilid yang berbicara tentang berbagai cabang ilmu kedokteran. Ibnu Sina yang terkenal dengan bukunya
Al-Qanun fi Al-Tib.
Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, berpuluh kali dicetak
dandipergunakan di Eropa hingga pertengahan abad ke-17. Di samping itu, ia juga mengarang buku
Al-Syifa
, tentang fisika, metafisika dan matematika yang berjumlah 18 jilid.Tak
ketinggalan ilmu-ilmu keagamaan juga berkembang. Dalam ilmu tafsir muncul Al-Thabari (839-932 M). Dalam bidang hadis, Bukhari dan Muslim berhasil menghimpun hadis-hadis Nabi yang sampai saat ini sangat terkenal dengan
Shahih Bukhari dan
Shahih Muslim.
Dalam bidang fiqih berdiri tokoh-tokoh madzab seperti Abu Hanifah, Malik bin Anas, As-S y a f i ’ i d a n A h m a d b i n H a n b a l . S e j a r a h I s l a m d i s u s u n o l e h I b n u H i s y a m d a n I b n u S a a d . Dalam ilmu kalam lahir pula tokoh-tokoh madzab seperti Abu Hasan Al-Asy’ari, Abu MuslimA l - M a t u r i d i , Wa s h i l b i n A t h a ’ , d a n l a i n n y a . S e d a n g k a n d a l a m b i d a n g t a s a w u f m u n c u l Zunnun Al-Mishri, Abu Yazid al-Bustami, Al-Hallaj, dan sebagainya. D. Kemunduran Dinasti Abbasiyah dan Penyebab Kehancurannya
Ada beberapa faktor internal yang menjadi penyebab kemunduran hingga kehancurandinasti Abbasiyah, da antaranya adala sebagai berikut: Pertama,
m a s u k n y a d o m i n a s i k e k u a t a n l u a r k e d a l a m p u s a t p e m e r i n t a h a n B a g d a d , sehingga menjadikan posisi khalifah sebagai boneka. Dalam arti, secara de jure
pemerintahan dikuasai olehkekuatan lain. Seperti dikatahui bahwa sejak awal kekhalifahan Bani Abbas memasukkanunsur-unsur non Arab, baik personil maupun kebudayaannya, seperti unsur Persia dan Turki.D i k e m u d i a n h a r i u n s u r- u n s u r i t u i k u t m e w a r n a i j a l a n n y a p e m e r i n t a h a n , h i n g g a p a d a perkembangan selanjutnya, militer dan penjaga dikuasai oleh orang-orang Turki. Pada 945-1055 M dinasti Buwaihi dari Persia secara de facto berkuasa di Bagdad. Selanjutnya pada
6
1055-1194 dinasti saljuk dari Turki menguasai pemerintahan. 27 orang khalifah setelah Al-Mutawakkil (819-847 M), terdapat dua belas khalifah yang keberadaannya dipermainkan oleh para pengawal istana dari Turki. Sebagai
contoh, khalifah Al-Musta’in melarikan diri bariBagdad karena tidak tahan dengan perlakuan kasar pengawal Turki, Al-Mu’taz dipaksa turuntahta oleh pengawalnya setelah berkuasa selama tiga bulan. Al-Muhtadi diturunkan dari tahtadan
dipenjarakan karena bentrok dengan orang Turki, dan masih banyak lagi khalifah-khalifahyang dipecat, disingkirkan, dibunuh atau dipenjarakan oleh para
pengawalnya dari Turki. Kedua,
lemahnya semangat patriotism negara. Pada periode kedua (950-1050 M),
banyak wilayah yang dipimpin oleh para gubernur melepaskan diri dari pusat Bagdad, kemudianmereka mendirikan dinasti-dinasti kecil secara mandiri. Di wilayah barat Bagdad, munculd i n a s t i I d r i s d i M a r o k o , d i n a s t i A g l a b h i d i Tu n i s i a , d i n a s t i Tu l u n i d i M e s i r, d a n
d i n a s t i hamdani di Aleppo. Di wilayah timur muncul dinasti Thahiri di Khurasan. Disintegrasi inidisebabkan wilayah Bani Abbas yang terlalu luas tanpa di imbangi dengan pemerintahan pusatyang kuat.
Ketiga,
kesulitan ekonomi, dikarenakan banyaknya wilayah yang melepaskan diri darikekuasaan Abbasiyah, padahal sumber utama penghasilan Bani Abbas adalah dari pajak yangdibayarkan oleh daerah kekuasaan tersebut. Situasi sulit ini diperparah dengan munculnya pemberontakan-pemberontakan di beberapa wilayah Bani Abbas. Di Iraq terdapat gerakanSyi’ah Qaramithah yang dipimpin oleh Hamdan Qarmat yang mulai beroperasi pada 874 M. juga gerakan Hasyasyin yang dipimpinHasan bin Saban.
Keempat,
k e t i d a k j e l a s a n s i s t e m p e rg a n t i a n k h a l i f a h . D i n a s t i i n i t i d a k m e m p u n y a i ketentuan mengenai mekanisme penggantian khalifah. Hal ini menjadi penyebab perebutankekuasaan antara keluarga Bani
berkeinginan untuk memperluas kekuasaannya. Maka diperintahkan Kubilai untuk melakukan misi penyeranganke wilayah Timur, sedangkan Hulagu ke wilayah Barat untuk menaklukkan kekhilafahan Islam. Hulagu bermunat menghancurkan Islam karena dua hal, kebenciannya terhadap Islam,dimana hal ini ditimbulkan oleh isterinya yang beragama Kristen, dank arena janji Manguk e p a d a r a j a A r m e n i a u n t u k m e n y e r a h k a n J e r u s s a l e m k e p a d a o r a n g - o r a n g s a l i b , a p a b i l a Mangu berhasil menumbangkan kekuatan Islam.
7
P a d a 1 0 P e b r u a r i 1 2 5 8 M b e n t e n g B a g d a d d i t e m b u s p a s u k a n H u l a g u , d a n k e m u d i a n Bagdad dihancurkan. Kekayaan negara
termasuk buku-buku di perpustakaan-perpustakaandibakar. Khalifah dan keluarganya dibunuh. Inilah hari yang sangat menyedihkan bagi