• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Bioteknologi Mikoriza Indigenus Gulma Pada Tanah Marginal Untuk Memperbaiki Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penerapan Bioteknologi Mikoriza Indigenus Gulma Pada Tanah Marginal Untuk Memperbaiki Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Rata-Rata Tinggi Tanaman Jagung (cm) Umur 14, 28, 42, dan 56 HST.
Gambar 2.  Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan umur tanaman pada  berbagai dosis mikoriza indigenus gulma

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian fungi mikoriza arbuskula pada berbagai dosis berpengaruh tidak nyata pada semua parameter yang diamati, yaitu :

Setelah masa tanam jagung, C organik dan N total tertinggi tejadi pada tanah tanpa mikoriza dengan tambahan bahan organik 40 ton/ha, sedang untuk P dan K

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media tanam tanah pasir dan agen hayati Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau,

Pemberian pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap volume akar, serapan P tanaman, berat kering tanaman, produksi per plot, diameter tongkol dan jumlah

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dosis aplikasi Mikoriza Veskula Arbuskular (MVA) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap panjang akar tanaman per sampel

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media tanam tanah pasir dan agen hayati Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau,

Bedasarkan penelitian ini menunjukan bahwa , perlakuan jenis kompos kotoran ayam dengan dosis mikoriza 15g/tanaman menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman

Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula FMA memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 4 MST dengan dosis terbaik 15 g/polybag, jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per