• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETIMPANGA N ANTARA PEMILIK MODAL DAN BURUH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KETIMPANGA N ANTARA PEMILIK MODAL DAN BURUH"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

KELOMPOK II KETIMPANGA N ANTARA PEMILIK MODAL DAN BURUH

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Ketua : NIZAR FAUZANAnggota :

MUHAMMAD FARIS JPMUHAMMAD RAFLY F  HENDRA PIRDAUS

PENGERTIAN KETIMPANGAN SOSIAL

Menurut Andrinof A. Chaniago

Ketimpangan adalah buah dari pembangunan yang hanya berfokus pada

aspek ekonomi dan   melupakan aspek sosial.

Menurut Budi Winarno

Ketimpangan merupakan akibat dari kegagalan pembangunan di era

globalisasi untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis warga masyarakat.

Menurut Jonathan Haughton & Shahidur R. Khandker

Ketimpangan sosial adalah bentuk-bentuk ketidak-adilan yang terjadi

DEFINISI PEMILIK MODAL DAN BURUH

Modal Pemilik, Modal Pinjaman

Modal Pemilik adalah Sejumlah uang yang ditanamkan dalam satu

perusahaan yang berjalan oleh pemilik atau para pemilik; dana yang diinvestasikan tidak saja dana awal, tetapi termasuk pula keuntungan yang ditahan dan cadangan (proprietary’s stake).

Buruh adalah mereka yang berkerja pada usaha perorangan dan di

berikan imbalan kerja secara harian maupun borongan sesuai dengan

kesepakatan kedua belah pihak, baik lisan maupun tertulis, yang biasanya imbalan kerja tersebut diberikan secara harian. Buruh di bagi 2 :

Buruh profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga

otak dalam bekerja,

Buruh kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot 

FAKTOR-FAKTOR KETIMPANGAN SOSIAL

1.Faktor alami

Perbedaan Sumber Daya Alam 

Pemilik modal dan buruh,itu sangat berpengaruh karena SDA sangat penting bagi pemilik modal dan buruh saling keterkaitan,jika SDA terbatas maka pemilik modal juga akan membatasi jumlah buruh.

Letak dan kondisi geografis

2. Faktor Nonalami

• Pengaruh Globalisasi

Era globalisasi saat ini sangat banyak dampak ( + ) & ( - ) ,khususnya untuk pemilik modal lokal dan buruh lokal. Akan tersaingi oleh tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia,kerana SDM mereka lebih baik di banding Indonesia. Banyak pemilik modal yang gulung tikar karena kalah bersaing di pasar dan buruh pun menganggur tidak ada pekerjaan.

• Kebijakan-kebijakan pemerintah

Sangat berpengaruh juga karena pemerintah yang menetapkan UMR ,jika di

bandingkan dengan negara lain UMR indonesia sangat minim untuk kesejahteraan buruh pun sangat di pertanyakan.

• Faktor internal individu

Sangat perpengaruh karena kepribadiaan seseorang itu berbeda ada yang sangat rajin kerja keras ada juga yang biasa ,ini jelas menimbulkan ketimpangan sosial. Pemilik

modal pun akan memilih orang yang bekerja keras dan buruh yang biasa saja terpaksa untuk di berhentikan.

• Perbedaan kondisi demografis

Menunjukan tingkat pertumbuhan dan struktur kependudukan,tingkat pendidikan dan lain-lain. Ini juga memengaruhi terjadinya ketimpangan pembangunan wilayah. Pemilik modal pasti akan membangun tmpat usaha di daerah yang maju, dan daerah yang

KISAH BURUH PABRIK PANCI KABUR DARI SEKAPAN BOS

TEMPO.COTangerang--Andi Gunawan, 28 tahun, salah seorang buruh korban kekerasan pabrik panci bertekad lari ke kampung halamannya di Kotabumi Lampung demi membebaskan kawan-kawannya sesama buruh yang disekap oleh bos mereka, di Desa Lebak Wangi, Sepatan Kabupaten Tangerang.

Andi kabur setelah bisa keluar dari tempat usaha produsen panci dan penggorengan aluminium itu. Dalam pengakuannya, Andi lari dan menumpang truk di jalan tol untuk menyeberang ke Merak. "Saya bingung, takut bercerita kepada orangtua takut mereka tidak percaya," kata Andi ditemui Tempo, 4 Mei 2013 di Mapolres Tangerang di Tigaraksa. (Baca: Pabrik Kuali di Sepatan Digerebek)

Andi baru berani menceritakan kejadian yang dialami selama bekerja di pabrik panci itu setelah kawannya, Junaidi datang ke rumahnya dan mengatakan telah melapor ke polisi setempat. Akhirnya Andi diantar keluarga melapor ke Polres Lampung pada 28 April 2013. Keluarga kemudian mengadukan kasus tak manusiawi ini ke Komnas HAM dan Kontras. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polda

• "Saya sadar hak saya sebagai buruh tidak dibayar, tapi jangankan lari kami dalam tekanan disiksa, gaji tidak dibayar, makan hanya tempe dan terong, tiga bulan hampir tidak mandi dan sikat gigi," kata Andi di hadapan Kapolres Tangerang, Komisaris besar Bambang Priyo Andogo. (Lihat: 

25 Buruh Panci Disekap, 3 Bulan Tidak Mandi)

Andi juga menunjukan koreng di kedua kakinya. Koreng yang telah mongering itu merupakan dampak dari tetesan cairan alumunium panas bahan panci yang dituangkan di kakinya. "Kalau kami bekerja lamban, upahnya ya siksaan," ujar Andi.

• Tempo melihat wajah Andi dan ke-24 kawannya hitam, dekil dengan baju

compang-camping dan robek. Kaki mereka ada yang nyeker adapula yang beralaskan sandal jepit. Bahkan ada yang tali sandalnya sudah putus dan disambung rafia. Rambut mereka

berwarna merah dengan mata coklat dan kulit sekujur tubuhnya kasar akibat jamur berupa panu dan kurap yang menempel. Rata-rata buruh bekerja empat hingga enam bulan di pabrik panci milik Yuki Irawan itu. 

Kapolres Bambang mengatakan dengan kondisi disekap di penampungan tak

• Cerita pelarian buruh ternyata juga dilakukan tiga buruh asal Cianjur. Kepala Desa Suka Galih Cianjur, Ujang mengatakan empat bulan silam, warganya bernama Opik juga

melarikan diri dari tempat penampungan. Menyusul kemudian dua buruh lainnya.

"Ketiganya bercerita dianiaya, kami aparat desa dan Babinsa mendatangi pabrik itu dan mereka berbohong kepada kami," kata Ujang. Kondisi warganya itu lebih parah,

rambutnya gembel karena tidak mandi dan pakaiannya juga compang-camping, "seperti orang gila," kata Ujang.

Para buruh ini kemudian menerima pakaian layak pakai sumbangan

masyarakat yang simpati mellaui Kontras. Mereka juga diberi makanan bergizi dan disuruh mandi. Bahkan Polres juga menyediakan tukang cukur untuk mencukur rambut para buruh . 

Adapun terhadap pelaku, polisi telah menetapkan lima tersangka, termasuk pemilik pabrik panci, Yuki Irawan. Kelima tersangka dikenakan pasal

CARA MENGATASINYA

Berdasarkan kasus di atas dapat di simpulkan bahwa pentingnya

komunikasi yang baik antara pekerja dengan pengusaha. Sebagai seorang pengusaha mereka harus memenuhi kewajiban para pekerja nya agar tidak terjadi perselisihan. Karena para pekerja sudah berusaha menjalankan

kewajibannya untuk bekerja memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Maka perusahaan juga mewajibkan memberi upah dan tunjangan kepada pekerja dan berlaku adil dan bijaksana untuk tidak mempermainkan rakyat kecil.

SUDUT PANDANG PEMERINTAH DALAM MENGATASI MASALAH TENAGA KERJA DI INDONESIA

Meningkatkan mutu tenaga kerja pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu tenaga kerja dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja.

Pelatihan kerja di selenggarakan dan diarahkan untuk membekali,meningkatkan,dan mengembangkan kemampuan dan prokdutifitas tenaga kerja. Dengan adanya

pelatihan kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Disatu sisi pun perusahaan

swasta juga harus pro aktif dalam kesehjahteraan buruh dengan menjadikan pekerja sebagai nilai asset yang tak ternilai tetapi terjamin. Karena dengan menjadikan

Oleh karena nya para majikan dari para buruh, harus berlaku adil dan

bijaksana tidak semena-mena memperlakukan para buruh yang telah

 

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan di kawasan Mebidangro berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan.Sedangkan dilihat dari

Hasil penelitian tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Wilayah Kebijakan Pembangunan di Provinsi Jawa Timur adalah (1) Pola

prioritas pembangunan di Kota batu terutama pembangunan sarana dan prasarana ekonomi untuk wilayah tertinggal agar dapat mengurangi tingkat ketimpangan karena

Hasil penelitian tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Wilayah Kebijakan Pembangunan di Provinsi Jawa Timur adalah (1) Pola hubungan

Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi, dan terjadinya penurunan tingkat kemiskinan tetapi dengan tingkat ketimpangan pendapatan yang semakin tidak merata, diharapkan

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pembangunan/ Modal, dan Tingkat Inflasi terhadap Penerimaan Pajak

Oleh karena dalam rangka pemerataan pembangunan, untuk mengurangi ketimpangan dan mengembangkan pembangunan wilayah berdasarkan potensi masing-masing maka pengembangan

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.. Development Policy and Management