Faktor Psikolosi dan Politik Kekaguman terhadap Khomeini (Syiah)
By Syeikh Abul Hassan Ali An-Nadawi ( Bagaimanakah Ahlus Sunnah dan Syiah menilai Rasulullah)
Keberanian Khomeini memimpin revolusi di tengah rakyat Iran dan keberhasilan
menumbangkan imperium Shah Reza Pahlevi cukup membuatnya popular di dunia Islam. Apatah lagi ia berhasil mengalahkan Amerika, Negara adikuasa terkuat dewasa ini, yang beruaha
menghambat revolusinya, demikian pula, kepahlawanan dan perjuangan bermati-matian pemuda Iran, yang berbeza jauh dengan keadaan majority pemuda muslim di berbagai belahan dunia Islam. Menimbulkan kekaguman tersendiri.
Kekaguman masyarakat Islam terhadap Khomeini dilatarbelakangi oleh banyak factor. Antara lain. Terjadinya kemerosotan moral dan kesedaran beragama di tengah masyarakat muslim, buruknya kondisi social di sebahagian besar Negara Islam, dan lemahnya sebagaian besar Negara-negara Islam Arab.
Para Pemuda Islam sangat merindukan dimilikinya harga diri, keluhuran cita-cita, dan perjuangan revolusi dengan identity islam. Dorongan kejiwaan inilah yang membuat mereka mengalu-alukan Imam Khomeini sebagaimana Nasionalis Arab menyangjung Kamal Attartuk (Turki) dan Gamal Abdul Naseer (Mesir). Bahkan sehingga saat ini, kedua tokoh terakhir ini tetap dikagumi oleh kalangan tertentu. Padahal, Keduanya ingkar terhadap Snnah, Melecehkan hadis Nabi saw, mengajak dunia islam menciplak peradaban barat sepenuhnya, dan menyebarkan faham-faham sosialisme.