vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT
One of the main reason of investors to invest in stock market is to get maximum return. Capital gain is a form of return that investors obtained from buying stock. Before making decision to invest, investors neet to do a fundamental analysis on financial statement of publicly traded companies so that investors can expect returns that will be obtained. Domestic investment and foreign investment has grown significantly. This growth is a good potential for the domestic and foreign investors to invest in the sub sector of the restaurant, hotel and tourism. This study examines the influence of Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER) on stock returns. The method used in this research is multiple linear regression. The results are DER and ROE has no effect on stock returns and PER has a negative effect with determination coefficient of 28,20%.
vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Salah satu alasan utama investor dalam berinvestasi di pasar modal adalah untuk mendapatkan tingkat kembalian atau return yang sebesar - besarnya. Capital gain
merupakan salah satu bentuk dari return yang didapatkan investor dari pembelian saham. Untuk itu sebelum melakukan keputusan dalam berinvestasi, investor perlu untuk melakukan analisis fundamental pada laporan keuangan perusahaan go public
supaya investor dapat memperkirakan return yang akan didapat. Investasi dalam negeri dan investasi asing mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pertumbuhan ini merupakan potensi yang baik untuk para investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi dalam sub sektor restoran, hotel dan pariwisata. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh rasio Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil yang didapat adalah DER dan ROE tidak memiliki pengaruh terhadap return saham dan PER memiliki pengaruh negatif dengan koefisien determinasi sebesar 28,20%.
viii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL...i
HALAMAN PENGESAHAN...ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI...iii
KATA PENGANTAR...iv
ABSTRACT...vi
ABSTRAK...vii
DAFTAR ISI...viii
DAFTAR GAMBAR...xii
DAFTAR TABEL...xiii
DAFTAR LAMPIRAN...xiv
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Identifikasi Masalah...7
1.3 Tujuan Penelitian...8
ix Universitas Kristen Maranatha
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS...11
2.1 Kajian Pustaka...11
2.1.1 Investasi...11
2.1.2 Pasar Modal...15
2.1.2.1 Instrumen Pasar Modal...16
2.1.2.2 Manfaat Pasar Modal...18
2.1.3 Saham...20
2.1.3.1 Saham Biasa (Common Stock)...21
2.1.3.2 Saham Preferen...22
2.1.3.3 Keuntungan dan Kerugian Saham...23
2.1.4 Pendekatan Untuk Menganalisis Saham...25
2.1.5 Rasio Keuangan...27
2.1.5.1 Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER)...30
2.1.5.2 Return on Equity Ratio (ROE)...31
2.1.5.3 Price to Earning Ratio (PER)...31
2.1.6 Return Saham...32
x Universitas Kristen Maranatha
2.3 Kerangka Pemikiran...35
2.4 Penelitian Terdahulu...36
2.5 Pengembangan Hipotesis...40
2.6 Model Penelitian...42
BAB III METODOLOGI PENELITIAN...43
3.1 Jenis Penelitian...43
3.2 Populasi dan Sampel...43
3.3 Variabel Penelitian...45
3.4 Teknik Pengumpulan Data...48
3.5 Metode Analisis Data...48
3.5.1 Uji Asumsi Klasik...49
3.5.2 Pengujian Model...51
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...54
4.1 Hasil Penelitian...54
4.1.1 Deskripsi Variabel Penelitian...54
4.1.2 Uji Asumsi Klasik...55
4.1.2.1 Uji Normalitas...55
xi Universitas Kristen Maranatha
4.1.2.3 Uji Heteroskedastisitas...58
4.1.2.4 Uji Autokorelasi...60
4.1.3 Analisis Data...61
4.1.4 Uji Hipotesis Penelitian...62
4.1.4.1 Uji T...62
4.1.4.2 Uji F...64
4.2 Pembahasan...66
BAB V SIMPULAN DAN SARAN...69
5.1 Simpulan...69
5.2 Saran...70
DAFTAR PUSTAKA...71
LAMPIRAN...75
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teoritis...34
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran...35
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Pertumbuhan Realisasi Investasi PMA dan PMDN Sub Sektor Restoran,
Hotel dan Pariwisata Tahun 2010-2012...6
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu...36
Tabel 3.1 Sampel Penelitian...44
Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel...46
Tabel 3.3 Kriteria Multikolinearitas...50
Tabel 4.1 Deskripsi Variabel Penelitian...54
Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas...56
Tabel 4.3 Hasil Uji Multikolinearitas...58
Tabel 4.4 Hasil Uji Heteroskedastisitas...59
Tabel 4.6 Coefficients Regresi Linear Berganda...61
Tabel 4.7 Correlations Regresi Linear Berganda...63
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
1
Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian di Indonesia dapat dicerminkan melalui indeks harga saham di pasar modal Indonesia. Menurut Sari dan Kaluge (2013) Pasar modal merupakan lembaga keuangan yang mempunyai peran sebagai sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melakukan investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasinya. Menurut Halim (2003) fluktuasi harga saham ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam memperoleh
profit. Apabila profit yang diperoleh relatif tinggi, maka sangat dimungkinkan bahwa
dividen yang dibayarkan relatif tinggi akan berpengaruh positif terhadap harga saham di bursa dan investor akan tertarik untuk membelinya. Akibatnya permintaan saham meningkat dan pada akhirnya harga saham akan meningkat. Peningkatan harga saham ini akan menimbulkan capital gain bagi para pemegangnya.
Salah satu alasan utama investor dalam berinvestasi di pasar modal adalah untuk mendapatkan tingkat kembalian atau return yang sebesar - besarnya. Menurut Halim (2003) return merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi. Capital gain
merupakan salah satu bentuk dari return yang didapatkan investor dari pembelian saham. Untuk itu sebelum melakukan keputusan dalam berinvestasi, investor perlu untuk melakukan analisis fundamental pada laporan keuangan perusahaan go public
2
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha Analisis fundamental merupakan teknik analisis saham yang mempelajari tentang keuangan mendasar dan fakta ekonomi dari perusahaan sebagai langkah dari penilaian harga saham (Sari dan Kaluge, 2013). Menurut Abdul Halim (2003) analisis fundamental membandingkan nilai intrinsik suatu saham dengan harga pasarnya guna menentukan apakah harga pasar saham tersebut sudah mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum. Analisis faktor fundamental didasarkan pada laporan keuangan perusahaan yang dapat dianalisis melalui analisa rasio-rasio keuangan dan ukuran-ukuran lainnya seperti cash flow untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan (Ang, 1997 dalam Susilowati dan Turyanto, 2011). Instrumen utama dalam analisis fundamental adalah laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan go public. Laporan keuangan berisi tentang segala aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan selama periode tertentu dalam konteks akuntansi keuangan sebagai informasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut (Prasetyo dkk, 2013). Laporan keuangan terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi, Ikhtisar laba yang ditahan, dan laporan posisi keuangan (Sawir, 2003).
3
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha penilaian pasar. Dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan 3 kategori rasio yaitu rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio penilaian pasar.
Rasio Leverage menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya seandainya perusahaan tersebut pada saat itu dilikuidasi (Sawir, 2003). Rasio Leverage yang umum digunakan adalah Debt to Total Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, Time Interest Earn, dan Fixed Charge Coverage. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukkan oleh berapa bagian dari modal sendiri yang digunakan untuk membayar hutang (Susilowati dan Turyanto, 2011). Rasio hutang terhadap ekuitas dihitung dengan jalan membagi total hutang perusahaan (termasuk kewajiban lancar) dengan ekuitas (Van Horne dan JR Wachowicz, 1997). Dalam penelitian yang dilakukan Malintan (2013) menyebutkan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap return saham dan tidak dapat digunakan untuk mengukur perubahan return saham. Sedangkan menurut Susilowati dan Turyanto (2011) dan Dhatt et.al (1999) menyebutkan Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
4
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha menggunakan modal sendiri, sehingga ROE ini sering disebut sebagai rentabilitas modal sendiri (Susilowati dan Turyanto, 2011). Rasio ini memberitahukan
kemampuan menghasilkan laba pada nilai buku investasi pemegang saham dan seringkali digunakan dalam membandingkan dua atau lebih perusahaan dalam industri (Van Horne dan JR Wachowicz, 1997). Semakin tinggi Return On Equity
(ROE) menunjukan kinerja perusahaan semakin baik dan berdampak pada meningkatnya harga saham, jika harga saham semakin meningkat maka return saham juga semakin meningkat dan sangat memungkinkan ROE berpengaruh positif terhadap return saham (Susilowati dan Turyanto, 2011). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Su dan Nardy (2012) dalam Budialim (2013) menemukan bahwa
Return on Equity (ROE) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return
saham. Sedangkan menurut Susilowati dan Turyanto (2011) Return on Equity
(ROE) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham.
5
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha kesediaan investor membayar jumlah tertentu untuk setiap rupiah perolehan laba perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wijaya (2008) Price Earning Ratio (PER) tidak menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Sedangkan menurut Malintan (2013) PER menunjukan hubungan yang searah dengan return saham sehingga dapat disimpulkan bahwa PER berpengaruh positif terhadap return saham hal ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Farkhan dan Ika (2012) yang mennemukan bahwa PER memiliki pengaruh positif terhadap return saham.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak tempat wisata yang mampu menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Keindahan Indonesia menjadikan banyaknya investor lokal maupun asing beramai-ramai berinvestasi di Indonesia. Menurut Spillane (1987) mengatakan banyak negara berpendapat bahwa, pariwisata internasional merupakan salah satu faktor penting dalam ekonomi nasionalnya dan dianggap sebagai invisible export yang dapat memperkuat neraca pembayaran. Dalam berita yang dilansir Metrotvnews pada tanggal 28 April 2014 menyebutkan bahwa 70% - 80% investasi pariwisata Indonesia berasal dari hotel dan restoran atau sekitar US$ 91,1 juta hingga US$ 104,1 juta dari keseluruhan realisasi investasi pariwisata Indonesia pada kuartal 1 2014 yang mencapai US$ 130,13 juta (http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/04/28/235847/80-investasi-pariwisata-indonesia-berasal-dari-hotel-dan-restoran). Pihak Badan Koordinasi Penanaman
6
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2012 sebesar Rp 2,422 triliun dan pada bulan Juni 2013 naik menjadi Rp 4,187 triliun (http://www.beritasatu.com/kuliner/79107-bkpm-sektor-pariwisata-indonesia-naik-signifikan.html). Berikut ini adalah data statistik mengenai pertumbuhan realisasi
investasi asing dan dalam negeri sub sektor restoran, hotel dan pariwisata:
Tabel 1.1
Pertumbuhan Realisasi Investasi PMA dan PMDN
Sub Sektor Restoran, Hotel dan Pariwisata
Tahun 2010 – 2012
2010 2011 2012
PMDN Rp 390.3 miliar Rp 394.4 miliar Rp 1.015 triliun
PMA US$ 346.6 juta US$ 242.2 juta US$ 768.2 juta
Sumber : http://www4.bkpm.go.id/
7
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha Nasional mencapai 4% atau sebesar Rp 296,97 triliun (http://disparbud.jabarprov.go.id/applications/frontend/index.php?mod=news&act=s howdetail&id=1306).
Sedangkan pada industri kafe dan restoran di Indonesia pendapatan tahun 2012 mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 10 triliun dan tumbuh sebesar 15% pada tahun 2013 (http://industri.bisnis.com/read/20130411/12/7905/omzet-kafe-dan-restoran-di-indonesia-tumbuh-15). Ini membuktikan bahwa industri restoran, hotel dan pariwisata memiliki prospek yang menguntungkan bagi investor. Sehingga sub sektor restoran, hotel dan pariwisata menarik untuk diteliti.
Maka, berdasarkan latar belakang yang ada peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity
(ROE), dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham pada
Perusahaan Subsektor Restoran, Hotel dan Pariwisata yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010 – 2012 “
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka timbul masalah yang menghubungkan antara Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan
8
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha 1. Apakah terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio ( DER ) terhadap return saham
pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012?
2. Apakah terdapat pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012?
3. Apakah terdapat pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012?
4. Apakah terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Untuk melihat pengaruh Debt to Equity (DER) terhadap return saham pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012.
9
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha 3. Untuk melihat pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham pada
perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012.
4. Untuk melihat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE ), dan Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham pada perusahaan sektor pariwisata, perhotelan dan restoran yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012.
1.4 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoritis
Untuk memberikan pengetahuan terhadap pengembangan ilmu ekonomi mengenai analisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang berpengaruh terhadap return saham. Dapat digunakan sebagai dasar penelitian terutama dengan analisis faktor fundamental yang dikaitkan dengan reaksi rasio terhadap return saham pada penelitian selanjutnya.
2. Kegunaan Praktisi Bisnis a. Bagi Calon Investor
Para investor dapat melakukan analisis saham yang diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia melalui analisis faktor fundamental terhadap return saham. Sehingga, investor dapat memprediksikan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang atas penanaman modal yang dilakukan pada perusahaan di ssubsektor restoran, hotel dan pariwisata.
10
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga dalam mengevaluasi kinerja perusahaan dan dapat dipergunakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan di masa yang akan datang.
c. Bagi Akademisi
69
Universitas Kristen Maranatha
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisis terhadap sampel perusahaan sektor restoran, hotel, dan pariwisata selama periode 2010-2012, maka terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu:
1. Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap
return saham. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suharti (2005), Farkhan dan Ika (2012) dan Malintan (2013). DER tidak berpengaruh disebabkan karena sebagian investor hanya menganggap bahwa perusahaan yang memiliki prospek keberanian yang baik menggunakan hutang yang tinggi dalam struktur modalnya, hutang yang tinggi tidak dapat menggambarkan sebuah perusahaan memiliki kinerja yang buruk dan tidak dapat mempengaruhi kenaikan atau penurunan return saham.
70
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Universitas Kristen Maranatha Eropa yang membuat kepanikan bagi para investor lokal maupun asing dan perekonomian di Indonesia mengalami kelambatan.
3. Price to Earning Ratio (PER) secara parsial memiliki pengaruh negatif terhadap return saham sebesar 28,20% sedangkan sisanya 71,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Farkhan dan Ika (2012) dan Malintan (2013). Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan investor bahwa PER perusahaan yang rendah justru akan lebih menarik investor. Investor menilai harga saham tersebut murah apabila dibandingkan dengan EPS yang diperolehnya (Furda dkk, 2012).
4. DER, ROE, dan PER secara simultan memiliki pengaruh terhadap return
saham sebesar 19,7% sedangkan sisanya 80,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini didukung Amanda dkk (2013) tentang pengaruh DER, ROE, EPS, dan PER terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI tahun 2008-2011.
5.2 Saran
1. Bagi Investor, menurut Malintan (2013) angka dari PER digunakan untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di masa yang akan datang. Investor dapat membeli saham dengan memilih PER yang rendah. PER yang rendah menunjukan harga saham yang murah, sehingga investor akan mendapatkan EPS yang lebih tinggi.
71
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Universitas Kristen Maranatha Keuangan perusahaan mempengaruhi keputusan investor dalam membeli saham. PER merupakan salah satu indikator yang dipertimbangkan oleh investor dalam membeli saham. PER menggambarkan kesediaan investor membayar lembar per saham dalam jumlah tertentu untuk setiap rupiah perolehan laba perusahaan (Farkhan dan Ika, 2012). Dengan banyaknya investor yang menanamkan sahamnya pada perusahaan dapat meningkatkan laba sehingga perusahaan dapat terus bersaing di pasar yang ada.
3. Saran yang diharapkan oleh peneliti pada penelitian selanjutnya yaitu:
1. Peneliti selanjutnya dapat menambah periode analisis waktu dan jumlah untuk mendapatkan hasil yang lebih mewakili karakteristik sampel.
2. Peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lain yang mempengaruhi
return saham seperti ROA, DAR, TAT, PBV, NPM, PTBV, dan lain sebagainya.
3. Peneliti selanjutnya agar memperhatikan variabel yang hendak diteliti agar tidak terkena gejala penyimpangan pada pengujian asumsi klasik.
5.3 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini tidaklah sempurna dalam penelitian ini memiliki banyak keterbatasan penelitian yaitu:
72
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Universitas Kristen Maranatha 2. Penelitian ini hanya menganalisis perusahaan sub sektor restoran, hotel dan
pariwisata sehingga tidak dapat menggambarkan keseluruhan industri perdagangan jasa dan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
73
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, A., Darminto, Husaini, A. 2013. Pengaruh Debt to Equity Ratio, Return on Equity, Earning Per Share, dan Price Earning Ratio Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Tahun 2008-2011). Jurnal Administrasi dan Bisnis.
Arista, Desy dan Astohar. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham (Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di BEI Periode Tahun 2005-2006). Jurnal ilmu manajemen dan akuntansi terapan. No 1. Vol 3. Hal. 1-15
BKPM. Perkembangan Realisasi Investasi PMA Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Menurut Sektor, Q2 - 2012 di akses dari http://www4.bkpm.go.id/contents/p16/statistics/17#yr2012 pada tanggal 5 November 2014
Brigham, Eugene F. dan Houston Joel F. 2010. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Buku 1. Salemba Empat. Jakarta
Budialim, Giovani. 2013. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Risiko Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Consumer Goods di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011.
Jurnal ilmiah mahasiswa universitas Surabaya. No.1. Vol. 2. Hal 1-23.
Dhatt, M.S., Kim, Y.H., Mukherji, S. 1999. Relations Between Stock returns and fundamental variable: Evidence from a segmented market. Asia-Pacifc Financial Markets 6. Page: 221-233
Farkhan dan Ika. September 2012 – Februari 2013. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap
Return Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Food And Beverages). Value Added. No.1. Vol. 9 Fidiana. 2010. Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Inflasi Dan Rasio Keuangan
Terhadap Beta Saham. Jurnal investasi. No. 1. Vol.6. Hal 31-46
Furda, Y.P.E., Arfan, M., Jalaluddin. 2012. Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Economic Value Added, Dan Risiko Sistematik Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEI periode 2007-2009).
Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. No.1. Vol.2. Hal. 116-126. Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam SPSS. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam. 2009. Statistik Multivariat SPSS. Penerbit BP Universitas Diponegoro.
74 DAFTAR PUSTAKA
Universitas Kristen Maranatha Harty, Irene. 2014. 80% Investasi Pariwisata Indonesia Berasal dari Hotel dan Restoran
diakses dari
http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/04/28/235847/80-investasi-pariwisata-indonesia-berasal-dari-hotel-dan-restoran pada tanggal 5 November
2014
Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi 7. BPFE. Yogyakarta
Husnan, Suad. 1998. Dasar-dasar teori portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi ketiga. UUP AMP YKPN. Yogyakarta.
http://disparbud.jabarprov.go.id/applications/frontend/index.php?mod=news&act=showdet ail&id=1306diakses pada tanggal 5 November 2014
Kasmir. 2008. Analisis Laporan Keuangan. PT. Rajagrafindo persada. Jakarta.
Kusumawardani, Angrawit. 2012. Analisis Pengaruh EPS, PER, ROE, FEL, DER, CR, ROA pada Harga Saham dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di BEI Periode 2005-2009. Jurnal Ekonomi Universitas Gunadarma. Malintan, Rio. 2013. Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), Price
Earning Ratio (PER), dan Return On Asset (ROA) Terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2010.
Jurnal ilmiah mahasiswa FEB.
Martalena dan Malinda, Maya. 2011. Pengantar Pasar Modal. Andi, Yogyakarta.
Meythi dan Mathilda M. 2012. Pengaruh Price Earning Ratio dan Price To Book Value
Terhadap Return Saham Indeks LQ45 (Periode 2007-2009). Jurnal Akuntansi. No.1. Vol.4. Hal 1-21.
Nityaryana. 2013. Sejarah Pasar Modal Indonesia Hingga Tahun 2013 diakses dari
http://nityaryana.wordpress.com/2013/04/05/bagaimana-sejarah-pasar-modal-indonesia/ pada tanggal 26 Desember 2014
Pradana, Rio S. 2013. Omzet Kafe dan Restoran di Indonesia tumbuh 15% diakses dari
http://industri.bisnis.com/read/20130411/12/7905/omzet-kafe-dan-restoran-di-indonesia-tumbuh-15 pada tanggal 5 November 2014.
Prasetyo, D., Z.A, Zahroh., Azizah D.F. 2013. Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahan Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2009-2010). Jurnal Administrasi Bisnis.
Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015 diakses dari
http://bappenas.go.id/files/8914/0055/5278/BUKU_1_RKP_2015.pdf pada tanggal
21 Desember 2014
75 DAFTAR PUSTAKA
Universitas Kristen Maranatha Rodo, Fredy. 2013. Analisa Fundamental VS Analisa Teknikal diakses dari
http://www.foreximf.com/belajar-trading/analisa-fundamental-vs-analisa-teknikal/ pada tanggal 20 November 2014
Rokhmatussa’dyah, Ana dan Suratman. 2009. Hukum Investasi & Pasar Modal. Sinar Grafika. Jakarta
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta.
Sawir, Agnes. 2003. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Gramedia pustaka utama. Jakarta.
Sari, Winda dan Kaluge, David. 2013. Analisis Pengaruh Faktor Fundamental dan Kondisi Ekonomi Terhadap Return Saham (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan (BUMN) yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2012). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya.
Spillane J.J. 1987. Ekonomi Pariwisata Sejarah dan Prospeknya. Kanisius. Yogyakarta
Sudaryanti D.S. 2012. Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), dan
Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham (Penelitian pada Perusahaan yang Terdaftar Pada Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Magister Manajemen. No.1. Vol.5.
Suharli, Michell. 2005. Studi Empiris Terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhi Return
Saham pada Industri Food & Beverages di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. No.2. Vol. 7. Hal 99-116.
Suliyanto. 2006. Metode Riset Bisnis. Andi. Yogyakarta
Susilowati, Yeye dan Turyanto, Tri. 2011. Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan. Jurnal Dinamika Keuangan dan Perbankan. Hal 17-37.
Tandelilin, E. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama. BPFE, Yogyakarta.
Ulupui, I.G.K.A. 2009. Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas dan Profitabilitas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman dengan Kategori Industri Barang dan Konsumsi). Jurnal riset akuntansi dan bisnis.
76 DAFTAR PUSTAKA
Universitas Kristen Maranatha WBBA, Amanda dan Pratomo, Wahyu A. 2013. Analisis Fundamental Risiko Sistemik
Terhadap Harga Saham Perbankan yang Terdaftar pada Indeks LQ45. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. No.3. Vol. 1. Hal. 205.
WBP. 2012. BKPM: Sektor Pariwisata Indonesia naik signifikan diakses dari http://www.beritasatu.com/kuliner/79107-bkpm-sektor-pariwisata-indonesia-naik-signifikan.html pada tanggal 5 November 2014
Wijaya, David. 2008. Pengaruh Rasio Modal Saham Terhadap Return Saham Perusahaan-Perusahaan Telekomunikasi Go Public di Indonesia Periode 2007. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. No.2. Vol 10. Hal 136-152.