KONTRIBUSI FILLER NANOPARTIKEL Fe3O4 DARI HASIL SINTESIS PASIR BESI SUNGAI SIMARITTOP KABUPATEN TOBA SAMOSIR
PADA SIFAT MAGNETO - ELASTISITAS KOMPOSIT FERROGEL
Oleh:
Sahata Saoloan Sihombing NIM 4113240027 Program Studi Fisika
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sain
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan berkatNya yang telah memberikan kesehatan dan hikmat
kepada penulis sehingga penelitian skripsi ini dapat di selesaikan dengan tepat
waktu sesuai yang di rencanakan. Adapun judul skripsi ini yang berjudul
“Kontribusi Filler Nanopartikel Fe3O4 dari Hasil Sintesis Pasir Besi Sungai Simarittop Kabupaten Toba Samosir pada Sifat Magneto-Elastisitas Komposit Ferrogel”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada
pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini mulai dari pengajuan
proposal penelitian, pelaksanaan penelitian sampai penyusunan skripsi antara lain
Bapak Drs. Pintor Simamora, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi, yang telah
memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian
sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini dan Bapak Dr. Ridwan A. Sani,
M.Si selaku dosen penguji I, Bapak Dr. Karya Sinulingga, M.Si selaku dosen
penguji II, Bapak Drs. Jonny H. Panggabean, M.Si selaku dosen penguji III yang
telah memberikan kritikan dan masukan demi penyempurnaan skripsi ini serta Ibu
Dr. Eva Marlina Ginting, M.Si selaku pembimbing akademik yang telah
memberikan bimbingan dan nasehat selama masa perkuliahan.
Secara khusus penulis ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada
kedua orang tuaku Lepi Sihombing dan Manna Hasibuan yang telah
membesarkan, mendidik , mendukung serta mendoakan dangan kasih sayang yang
tulus. Dan kepada Abang/Kakak Toga M. Sihombing, Verawaty Sihombing, Dina
K. Sihombing, Torop M. Sihombing serta Adik penulis, Tiurma H. Sihombing,
Purnama RS. Sihombing, Saur M. Sihombing dan Daniel P. Sihombing yang telah
v
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kawan seperjuangan yaitu Mersya Sitanggang, Hiskia Manalu, Krisna dan juga teman fisika nondik’’11 yaitu Iwan, Kadri, Bill, Randi bersaudara, Jetro, Irfan, Sapwan dan kepada semua wanita fisnondik’’11 yang cantik dan imut yang telah memberikan semangat dan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini. Buat teman- teman satu kos Sunda I
Hutasoit, Janter A. Manurung dan Vicky Munte dan juga buat semua teman ku
yang kerja marketing Honda yang telah memberikan semangat, dukungan serta
mendukung serta kasih sayang. Terima kasih juga terhadap teman dekat yaitu
Saudur Ernita Sianipar yang telah memberi semangat yang luar biasa hingga
penyelesaian skripsi ini. Penulis juga mengucafkan terimaksih banyak buat Ikatan
Keluarga Besar Kristen Fisika (IKBKF) atas semua dukungan untuk penulisan
skripsi ini, semoga IKBKF tetap jaya dan semakin kompak lagi kedepannya.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam menyelesaikan
skripsi ini namun penulis menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi isi
maupun tata bahasa dan penulisan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini
bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhir kata
penulis ucapkan terima kasih.
Medan, April 2015
Penulis
Sahata Saoloan Sihombing
iv
DAFTAR ISI
Hal.
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar ix
Daftar Tabel x
Daftar Lampiran xi
BAB I 01
PENDAHULUAN 01
1.1 Latar Belakang 01
1.2 Identifikasi masalah 04
1.3 Batasan Masalah 04
1.4 Rumusan Masalah 05
1.5 Tujuan 05
1.6 Manfaat 05
BAB II 06
TINJAUAN PUSTAKA 06
2.1 Nanopartikel 06
2.2 Metode Pembuatan Nanopartikel 07
2.3 Kopresipitasi 08
2.4 Nanopartikel 09
2.5 Filler 11
2.6 Matrik 11
2.7 Nanokomposit 11
2.8 Polivinil Alkohol (PVA) 13
2.9 Ferrogel 14
2.10Magnet 15
v
2.10.2 Momen Magnetik 16
2.10.3 Induksi Magnetik 16
2.10.4 Jenis Magnet 17
2.10.5 BahanMagnetik 17
2.10.6 Material Magnetik 19
2.11 Pasir Besi 20
2.12 Besi 21
2.12.1 Sifat Besi 22
2.13 Modulus Elastisitas 23
2.14 Karakterisasi 24
2.14.1 X-Ray Diffractometry(XRD) 24
2.14.2 Pengertian Vibrating Sample Magnetometer (VSM) 26
BAB III 28
METODE PENELITIAN 28
3.1. Tempat danWaktu Penelitian 28
3.1.1. Tempat Penelitian 28
3.1.2. Waktu Penelitian 28
3.2. Alat dan Bahan 29
3.2.1.Alat Penelitian 29
3.2.2 Bahan Penelitian 29
3.3 Prosedur Penelitian 30
3.3.1. Persiapan Bahan Dasar 30
3.3.2. Sintesis Fe3O4 dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi 30
3.3.3 Sintesis ferogel 31
3.4. Teknik Pengumpulan Data 32
3.4.1 Karakterisasi Oksida Besi 32
3.4.2 Analisis Kontribusi Filler Magnetik pada Ferogel 32
3.5 Diagram Alir Penelitian 35
3.5.1 Persiapan Bahan Dasar 35
vi
3.5.3 Sintesis Ferrogel 37
BAB IV PEMBAHASAN 38
4.1. Hasil Penelitian 38
4.1.1. Pengujian X-Ray Diffraction Pasir Besi 38
4.1.2. Hasil Sintetis 39
4.1.4 Hasil Uji Sifat Magneto-Elastisitas Ferrogel 41
4.2. Pembahasan 43
4.2.1. Analisis Pasir besi 43
4.2.2. Analisis X-Ray Diffractometer 43
4.2.3. Analisis Vibrating Sample Magnetometer 44
4.2.4 Hasil Uji ferrogel 45
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 47
5.1. Kesimpulan 47
5.2. Saran 47
DAFTAR PUSTAKA 48
x
DAFTAR TABEL
HAL.
Tabel 2.1 Sifat Fisik Besi 22
Tabel 2.2 Sifat Kimia Besi 22
Tabel 2.3 Sifat Lain-lain Besi 23
Tabel 3.1.Waktu Penelitian 28
Table 3.2 Alat Penelitian 29
Tabel 3.3 Bahan Penelitian 29
Tabel 3.4 Karaterisasi X- Ray Diffractometer dari hasil
sintesis nanopartikel 32
Tabel 3.5 Karakteisasi Vibrating Sample Magnetometer
dari hasil sintesis nanopartikel 32
Tabel 3.6 Contoh Tabel Uji Simpangan 34
Tabel 4.1. Fraksi Massa Pasir Besi 39
Tabel 4.2. Fraksi Massa Nanopartikel Fe3O4 40
Tabel 4.3 Hasil uji sifat pemuluran ferrogel 41
Tabel 4.4 Hasil uji sifat simpangan ferrogel 42
Tabel 4.5 Ukuran kristal (nm), nilai magnetisasi saturasi (Ms), medan
koersivitas (Hc) dan magnetisasi ramanen (Mr) untuk masing-masing
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Kristal ferrit 10
Gambar 2.2 Unit Sel 10
Gambar 2.3 Ikatan Struktur PVA 14
Gambar 2.4 Momen Magnetik Benda Magnetik 16
Gambar 2.5 Momen Magnetik Benda Diamagnetik 16
Gambar 2.6 Arah Domain Bahan Paramagnetik Sebelum Diberi
Medan Magnet Luar 18
Gambar 2.7 Arah Domain Bahan Paramagnetik Setelah Diberi
Medan Magnet Luar 18
Gambar 2.8 Kurva Histeriesis 19
Gambar 2.9 Stress Terhadap Strain 24
Gambar 2.10.Difraksi Bidang Atom 24
Gambar 2.11 Hasil Pola Difraksi Sinar-X 26
Gambar 2.12.Alat Vibrating Sample Magnetometer (VSM) tipe
OXFORDVSM1.2H (BATAN) 27
Gambar 3.1 Simpangan Ferogel 33
Gambar 3.2 Pemuluran Ferogel 33
Gambar 4.1. Pola Difraksi Sinar-X Pasir Besi 38
Gambar 4.2 Pola Difraksi Sinar-X Nanopartikel Fe3O4 39
Gambar 4.3 Kurva Hiesteris Nanopartikel Magnetic 40
Gambar 4.4 Grafik Pemuluran Sebagai Fungsi Persentase Kosentrasi
Filler Fe3O4 41
Gambar 4.5 Grafik Simpangan Sebagai Fungsi Persentase Kosentrasi
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Lampiran 1. Hasil Uji XRD 49
Lampiran 2. Hasil uji XRD sampel Nanopartikel Fe3O4 53
Lampiran 3. Hasil Uji/Analisis Vibrating Sample Magnetometer (VSM) 58
Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian 65
Lampiran 5. Surat Persetujuan Dosen Pembingbing Skripsi 70
Lampiran 6. Surat Keterangan Izin Penelitian 71
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Riset bidang material skala nanometer sangat pesat dilakukan di seluruh
dunia saat ini. Jika diamati, hasil akhir dari riset tersebut adalah mengubah
teknologi yang ada sekarang yang umumnya berbasis pada material skala
mikrometer menjadi teknologi yang berbasis pada material skala nanometer
Orang berkeyakinan bahwa material berukuran nanometer memiliki sejumlah sifat
kimia dan fisika yang lebih unggul dari material ukuran besar. Juga material
dalam ukuran nanometer memiliki sifat-sifat yang lebih kaya karena
menghasilkan beberapa sifat yang tidak dimiliki oleh material ukuran besar. Dan
yang sangat menarik adalah sejumlah sifat tersebut dapat diubah-ubah dengan
melalui pengontrolah ukuran material, pengaturan komposisi kimiawi, modifikasi
permukaan, dan pengontrolan interaksi antar partikel. Salah satu riset berskala
nano yang mempunyai aplikasi yang luas dan banyak yaitu material nanokomposit
(Abdullah. 2008).
Hingga saat ini telah dikenal beberapa jenis cara sintesis yang dilakukan
untuk menghasilkan partikel nano seperti mechano-chemical, laser pyrolisis,
kopresipitasi, sol gel, solvo-thermal, hydrothermal dan teknik sintesis dengan
menggunakan bakteri aerobic. Setiap prosedur sintesis memiliki keuntungan dan
kerugian dan itu berguna untuk menyiapkan partikel nano dengan sifat tertentu.
Salah satu contoh pada aplikasi dan teknologi bidang kesehatan, umumnya
menginginkan partikel nano super paramagnetik dengan ukuran yang lebih kecil
dari 20 nm dengan distribusi ukuran yang sempit agar memiliki sifat kimia dan
fisika yang homogen. Ukuran partikel bisa ditentukan dengan optimalisasi
parameter reaksi seperti suhu, pH, dan kekuatan ionik yang ditentukan oleh garam
kompleks (Ramanujian, 2006).
Metode sintesis untuk sintesis nanopartikel Fe3O4, metode kopresipitasi
merupakan salah satu metode sintesis nanopartikel yang cukup sederhana dan
2
medianya. Metode kopresipitasi merupakan proses kimia yang membawa suatu zat
terlarut ke bawah sehingga terbentuk endapan yang dikehendaki. Pada metode
kopresipitasi material-material dasar diendapkan bersama secara stoikiometris
dengan reaktan tertentu. Kopresipitasi merupakan metode yang prosesnya
menggunakan suhu yang lebih rendah dan mudah untuk mengontrol ukuran
partikel sehingga waktu yang dibutuhkan relatif lebih singkat. Beberapa zat yang
paling umum digunakan sebagai zat pengendap dalam kopresipitasi adalah
hidroksida, karbonat, sulfat dan oksalat (Abdullah, 2008).
Nanopartikel megnetik khususnya Fe3O4 mengalami perkembangan yang
cukup pesat. Hal ini terjadi karena sifat superparamagnetis yang dimiliki
membuat nano partikel magnetit bermanfaat dalam berbagai aplikasi. Aplikasi
dibidang industri antara lain sebagai energy storange, magnetite data storange,
ferofluida, absorbent, pasivasi coatin. Di bidang medis dimanfaatkan sebagai agen dalam bioimaging yakni drug delivery system baik dengan cara conjugatiaon
ataupun encapsulation, hyperthermia. Bahkan kajian yang sampai saat ini masih
dikembangkan adalah pemanfaatan Fe3O4 pada bidang biomimetik. Biomimetik
didefenisikan sebagai peniruan mekanisme alam untuk menciptakan produk baru.
Cabang ilmu ini mencoba menangkap ide ide dari makhluk hidup kemudian
mengembangkannya menjadi sebuah produk teknologi. Pada bidang biomagnetit
dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan otot buatan (artificial muscles)
(Ramanujan,2004).
Aplikasi khusus pada partikel magnetik otot buatan (artificial muscles)
dan hydrogel hyperthermia, partikel magnet dibuat berbentuk gel yang disebut
ferogel. Ferogel ini merupakan kombinasi sifat magnetik dari filler magnet dan
sifat elastik dari hidrogel. Karena pengaruh kombinasi sifat inilah, ferrogel terjadi
perubahan bentuk dan sifat termal ketika ada pengaruh medan magnet luar.
Berbagai macam percobaan telah dilakukan untuk mengetahui kemampuan bahan
ferrogel yang dapat bersifat magneto-elastisitas dan magneto-termal. Ferrogel mewakili sebuah jenis bahan baru yang menarik sebagai kombinasi sifat magnetik
3
partikel nano magnetik yang dilarutkan di dalam sebuah pengikat silang jaringan
polimer.
Penelitian terdahulu/terkait dengan penelitian ini, seperti yang dilakukan
oleh (Sunaryono, 2013) mengenai ferogel berbasis partikel Fe3O4 yang diperoleh
dari bahan dasar pasir besi Tulungagung telah berhasil difabrikasi. Ferogel
merupakan komposit hidrogel (campuran polivinil alkohol dan air) dengan filler
partikel magnetit Fe3O4 dalam ukuran mikron dan nano. Hasil karakterisasi
Scanning Electron Microscopic (SEM) dan Transmission Electron Microscope (TEM) ukuran mikron partikel Fe3O4 sekitar 1-10 μm dan ukuran nano partikel
Fe3O4 sekitar 11-15 nm. Kontribusi filler Fe3O4 pada komposit ferrogel dapat
terlihat pada karakterisasi magneto-elastisitasnya. Ketika ferrogel dipengaruhi
oleh medan magnetik luar yang berubah terhadap fungsi arus listrik, respon gerak
ferogel cenderung membentuk pola histerisis dan menyempit seiring
berkurangnya konsentrasi. Ferrogel dengan filler partikel mikron Fe3O4 lebih
sensitif terhadap pengaruh perubahan medan magnet dibandingkan filler
nanopartikel Fe3O4. Hal ini disebabkan karena magnet remanen partikel mikron
Fe3O4 (8,233 emu/gr) lebih besar dibandingkan partikel nano Fe3O4 (7,995
emu/gr).
Penelitian selanjutnya yang dilakukan (Rahmawati, 2013) hasil
karakterisasi X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa kandungan Fe3O4
paling tinggi terdapat di daerah Bandung harjo dengan persentase 30 %.Proses
ekstraksi menggunakan magnet permanen berhasil meningkatkan presentase
Fe3O4 sebesar 76 % dan masih ada fasa lain yaitu Al0.95 Ga0.05 sebesar 24 %.
Analisis pengukuran kristal Fe3O4 untuk partikel nano dilakukan dengan
pengujian difraksi sinar-X dan pengukuran partikelnya dilakukan pengujian SEM
dengan perbesaran 50.000 kali. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan data
yang lebih akurat sebagai data pendukung untuk akurasi ukuran kristal yang
diperoleh dari hasil difraksi sinar-X. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa
ukuran Fe3O4 untuk partikel nano sekitar 82,42 – 110,9 nm. Karakterisasi
magneto-elastisitas ferrogel menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi filler
4
Berdasarkan uraian masalah diatas menunjukkan bahwa kandungan
magnetit pasir besi dari setiap tempat itu berbeda dan baik buruknya sifat
magneto-alastisitasnya dipengaruhi kandungan magnetitnya, maka dari
permasalahan itu peneliti akan mencoba melakukan penelitian untuk mengetahui
sintesis dan sifat magneto-elastisitas nanokomposit ferrogel dengan menguji
sampel dari tempat yang berbeda. Dengan demikian judul penelitian ini adalah “Kontribusi Filler Nanopartikel Fe3O4 dari Hasil Sintesis Pasir Besi Sungai
Simarittop Kabupaten Toba Samosir pada Sifat Magneto-Elastisitas Komposit Ferrogel ”
1.2 Identifikasi Masalah
1. Melimpahnya sumber daya alam pasir besi di Indonesia yang
belum dimanfaatkan.
2. Pasir besi mengandung superparamagnetik yang bagus untuk
digunakan di bidang industri dan kesehatan.
3. Minimnya pabrikasi ferrogel menggunakan bahan dasar pasir besi.
1.2 Batasan masalah
Batasan ruang lingkup yang jelas berdasarkan uraian yang telah
dikemukakan pada latarbelakang diatas, maka penulis membatasi permasalahan
sebagai berikut :
1. Pabrikasi komposit ferrogel berbahan dasar nanopartikel Fe3O4,
Polivinil Alkohol (PVA) dan aquades.
2. Pengujian simpangan dan pemuluran ferrogel adalah magnet
permanent.
3. Karakterisasi X-Ray Diffractometer dan Vibrating Sample
5
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana sifat magnetik nanopartikel Fe3O4 ?
2. Bagaimana pengaruh konsentrasi filler Fe3O4 terhadap sifat elastisitas
ferogel ?
3. Bagaimana kandungan Fe3O4 yang terdapat pada pasir besi dan pada
hasil sintesis ?
1.4. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengaruh Konsentrasi Fe3O4 yang digunakan dalam
pembuatan komposit ferogel.
2. Mengetahui sifat magnetik nanopartikel Fe3O4 dengan
menggunakan analisis VSM.
3. Mengetahui kandungan Fe3O4 pada pasir besi dan pada hasil
sintesis dengan menggunakan analisis XRD.
1.5. Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk membuat suatu
47
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa :
1. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pasir besi dari Sungai Simarittop
Tobasamosir memiliki kandungan yang cukup tinggi yaitu 41,5%.
2. Pasir besi Sungai Simarittop Tobasamosir sangat bagus sebagai bahan
dasar sintesis nanopartikel Fe3O4 dan hasil sintesis mempunyai kandungan
Fe3O4 sebesar 70,9% dengan ukuran 34,86 nm.
3. Hasil pengukuran Vibrating Sample Magnetometer (VSM) terlihat bahwa
medan koersivitas (-Hc), magnet saturasi (Ms) dan magnet remanen (Mr)
masing-masing sebesar 0,018 tesla, 52,25 emu/gram dan 17,5 emu/gram.
4. Simpangan dan pemuluran ferrogel sebanding dengan dengan besarnya
konsentrasi Fe3O4, semakin besar persentase kandungan Fe3O4 pada
ferrogel maka sifat magneto-elastisitasnya semakin meningkat.
5.2. Saran
Untuk melengkapi hasil penelitian ini pelu dilakukan :.
1. Perlu penggunaan PVA yang saponifikasinya 99% supanya pada uji
pemuluran mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
2. Perlu menghaluskan hasil sitesis menggunakan Ball Milling sebelum
melakukan X-Rays Difraction (XRD) supanya mendapatkan hasil yang
48
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M., Virgius, Yudistira., Nirmin, Khairurrijal, (2008), Sintesis Nanomaterial, Jurnal Nanosains & Nanoteknologi 1: 33-57
Abdullah, M., Hadiyarman,Agus Rijal, dan Bebeh Wahid Nuryadin, (2008), Fabirkasi Material Nanokomposit Super Kuat dan Transparan Menggunakan Metode Simple Mixing,Jurnal Nanosains & Nanoteknologi,2:1-5
Afza, Erini. 2011. Pembuatan Magnet Permanent Ba-Hexa Ferrite (Bao.6Fe2O3)
Dengan Metode Koopresipitasi Dan Karakterisasinya. [ Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara, Program Sarjana.
Khairiah, (2011), Sintesis dan Karakterisasi Penumbuhan Nanopartikel ZnS Dengan Metode Kopresipitasi., Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Mashuri, dkk, (2009), Transformasi Fasa pada Nanokomposit Fe3O4-Fe2O3., Jurnal Sains Materi Indonesia 1:135-140
Nanoworldindonesia,(2014), Nanopartikel Dan Aplikasinya Dalam Bidang Medis,
http://nanoworldindonesia.org/profil-kami/83-nanopartikel-dan-aplikasinya-di-bidang-medis.html(diakses pada 09 September 2014) Perdana F. Angelina, (2010), Sintesis dan Karakterisasi Partikel Nano Fe3O4
dengan Tempelate PEG – 1000, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya
R.V. Ramanujan, and L.L. Lao, Journal of Materials Science :Materials inMedicine, 15 (10) (2004)1061-1064
R.V. Ramanujan, and L.L. Lao, The mechanical behaviour of smart magnet-hydrogel composites (Institute of Physics Publishing, Smart Materials and Structures 15, 2006).
Rosmayati, Lisna., Andriani, Yayun, (2012), Rancang Bangun Abdsorben Nanopartikel untuk Merkuri Removal, Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi 46: 9-21
Retno rahmawati, Nita Handayani, (2013), Fabrikasi Ferogel Berbahan Dasar Magnetit (Fe3O4) dari Hasil Sintesis Pasir besi Pantai Utara Jawa dan Sifat Magneto Elastisitasnya. Jurnal Kaunia Vol. IX, No. 1, April 2013: 70-82
Rijswijk, (2001), Natural Fibre Composites Structures and Materials. Laboratory Faculty of Aerospace Engineering Delft University of Technology
Saxena S K, (2004), Polyvinyl Alcohol (PVA) Chemical and Technical Assesment. 61st JECFA.
Sunaryo, dkk, (2013) ,Kontribusi Filler Magnetik Fe3O4 pada Efek Histerisis Magneto-Elastisitas Komposit Ferogel. Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol. 9 No.1, Januari 2013
Sunaryo, Wira Widyawidura, (2010), Metode Pembelajaran Bahan Magnet dan Identifikasi Kandungan Senyawa Pasir Alam Menggunakan Prinsip Dasar Fisika. Cakrawala Pendidikan, Februari 2010, Th. XXIX, No. 1