rj-: ]::.4
-OPII\II
Tahun
Dfi
No
74
KAMIS WAGE
11DESEMBER
20141
18SAPAR
1948
)'KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN
12dalam
Harmoni
Multikdural
ALAM
sejarahnya se[agai pusat ibir.,kota kerajaan Jawa, takhanya membu-at Yoryakarta menjadi barometer
bu-a.yu
.f"*a,
""-i*
juga tempat bertemu danberinte-raksinya' orang-orang'dari berbagai ma-cam suku, ras, dan agaurJ, Sikap keterbukaan
dan keramahtamahan penduduknya telah mem'
buat berbagai budaya masuk, tumbuh, dan ber-kembang di Yogaakarta. Tbk heran apabilaYog-yakarta kemudian me4jelma menjadi kota yang kaya akan seni dan budaya.
Ketrarmonisan dal.aqr transformasi bgdaya antaretnis {i,Yoryaktrrba sebengrnya telah
ter-bentuk sejak lama. Yog)'akarta sebagai tempat
silang budaya dari berbagai penjuru Tanah
Air
bahkan dunia telah menirmbuhkan kesadaranmultikultural
dalarn masyarakahrya. Yoryakar-ta relatifberhasil dalam menahan berbagaige-sekan.a-kibat perbedqan
kodriti dalq-
masya-rakat. Mbnyrtir.perkataan Gus Dur, kebudaya-a4 sebuahbangsa hakikatnya adalah
kenyata-an yangmajemuk;,makakeraganian budaya
da-Iam sebuah bangsa'merupakarr stratu kenisca-yaan yang tidak terelakkan (sunatullah).
Terselenggaranya Kirab Budaya Nusantara
tanggal TDirserhber 2014 kemarin;
seakankem-bali menegaskan
multikultural
socicty yang te-lah djmilikiYogyakarta selama ini. Budaya me-mang tak mengenal sekat danmasyarakatYog-yakarta telah membuktikannya dengan hidup
berdampinga4 tanpa terkotak-kotdk.
Kegiatan'
yang merupakan bagian dari Tbegoe Jogja
Fes-tival ini terselenggara berkat kerja sama antara SKH Ked.aulatan Rakyat, Klenteng F\rk
Ling
Mau,
dan Pemerintah Kota Yoryakarta.Dari berbagai' perbunjukan yang ditampilkan,
satu hal yangpalingmenonJol yaitu Kirab Dewa
Bumi. Irri merupakan bagiart dari kepercayaan dan budaya masyarakat Tionghoa. Dewa Bumi
atau Kongco Hok Tbk Ceng Sin adalah tuan
ru-mah
Klenteng Fuk Ling Miau Gondomananse-bagaimana
rata-rata klenteng
di
Indonesia. Kongco Hok Tek CengSin yang diarakkeluar
klenteng diyakini dapat mendatangkan berkah
bagi masyarakat di'sepanjang jalanan yang
dila-lui
oleh arak-arakan. Tak.heran apabila ma-sy,arakat dari berbagai pe4juruturuthadir
danJ'trfi=g=n
A
-=1", bergotong royong memangguljoli
Kongco Ho-ktTbk Ceng Sin unhrk ngalap berkah- Harapan
ke'
'berkahanitu
tidak hanya untuk pribadi namun juga untukYogyakarta dan Indonesia agaise-nantiasa hidup damai, arnan, dan sejahtera.
Ciri khas budaya Tionghoa juga tampak dari
penampilan Liong Samsi Naga DorengBatalyon Arhanudse I(odam lV/Diponegolo. Menarik
ka-rena para pemairurya prajurit TT'{I.
Ini
menjaditanda
adanya'penerimaan terhadap budayalain, khususnya Tionghoa, sekaligus pengakuan
terhadap keberadaan
fionghoa
di
Indonesiayang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Bagai marraprur budaya Tionghoa
turut
memberiwar-na yang memperkaya khazawar-nah budaya bangsa di Indonesia.
Dalam
Kirab
Budaya Nusantara juga disu-guhkan berbagai atraksi kesenian dan budaya,di antaranya
kirab
BregadaPrajurit
KeratonYorya, Reog Singa Barong dari Forurn IGsenian
Reog, Jatilan Bantul, Marching Band
tlIL
danDrum
Band Bhaladika Arhanudse 15Sema-rang. Ada juga tari-tarian dari Bali, Kalimantan, Sunda,Aceh, serta masih dimeriahkan pula
pe-nampilan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi
Kedirgantaraan (STTI(D) Yogyakarta,
flash-mob, dan senain taichi.
Pendid
ikan
Multikultural
Berpadunya bgrbagai budaya dalam
Kirab
Budaya Nusantara mengajarkar,r betapa penti4g 'kesadaran
multikultural
bagi terciptanya ke-hidupan yang harrnonis. I(dsadaranmultikulhr-ral memiliki dimensi etis bahwa dalam kehidup-an sehari-hari, masyarakat diajak saling
meng-hormati dan menghargai perbedaan. Gagasan
multikulturalisme
diharapkan dapatmenga-komodasi kesetaraan flalam perbedaan
untuk
meredam konflik veffikal maupun horizontal da: lam masyarakat yang heterogen. Melalui perbe-daan, masyarakat dapat saling belajar meng-akui, menghargai eksistensi dan keunikan buda-ya kglompok lain buda-ya4g sangat lumrah.
Multikul-twal
socicty yang dicita+itakan haruslah mam-pu memberi ruang atas keberadaan satu sama lain demi mewujudkan bangsa yang damai.Kearifan untuk menerima sepenulurya keber-agaman budaya sebagai realitas fundamental dalam kehidupan bermasyarakat' dapat
dita-namkan melalui pendidikan
multikultural.
!G-beradaan sekian banyak lembaga pendidikan
,
utariranya sekolah dan kampusdiYoryakarta
dengan peserta
didik
dari beragamlatar
bela-kangmemegang peran strategis dalam pendi-dikan
multikultural.
Mengembangkan sikap to-leransi dan dialog satu sama lain dapat menjadi. langkah awal dalam mewujudkan peran
terse-but. Pada akhirnya semangat rhenghargai ke-beragaman dalam konteks demokrasi hendak-nya tidak hanya tercipta dalam ranah budaya namrm juga dalam berbagai segi kehidupan ber-masyarakat, berbangsa, danbernegara. Q - s.
*) Hend.ra
Kurniotoan
MP4
Dosen Pend.idikan Sejarah
FKIP