• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PRASARANA DAN SARANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI PRASARANA DAN SARANA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

118 PRASARANA DAN SARANA

Ketersediaan prasarana dan sarana diperlukan sebagai suatu kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Prasarana dan sarana dapat berupa prasarana dan sarana wilayah maupun fasilitas fisik dan sosial ekonomi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pengembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.

Kegiatan pembangunan infrastruktur teknis atau fisik dan prasarana adalah merupakan investasi pemerintah di sektor publik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas berupa jalan, air bersih, terminal, pelabuhan, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengolahan limbah, kelistrikan, dan telekomunikasi. Secara fungsional, prasarana dan sarana selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa.

Sedangkan prasarana dan sarana sosial dapat berupa sekolah dan rumah sakit dimana secara fungsional adalah fasilitasi kebutuhan dasar manusia.

Sampai saat ini, ketersediaan prasarana dan sarana di Kabupaten Sambas masih minim dan kurang memadai. Fasilitas jalan dan jembatan; jaringan irigasi dan air bersih; fasilitas umum lainnya termasuk fasilitas pemukiman penduduk, relatif masih sangat terbatas.

(2)

A. TRANSPORTASI, POS DAN TELEKOMUNIKASI

1. JALAN

Faktor utama untuk kelancaran perhubungan darat adalah tersedianya sarana jalan, oleh karena jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.

Pada tahun 2010 di Kabupaten Sambas telah ditetapkan beberapa ruas jalan strategis nasional rencana sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No.

567/KPTS/M/2010 tanggal 10 Nopember 2010 yang meliputi ruas jalan Batas Serawak–Aruk-Simpang Tanjung (11,561 Km), Simpang Tanjung–Galing (29,757 Km), Temajok–Merbau (40,000 Km), Merbau–

Tanah Hitam (25,400 Km), Tanah Hitam–SP. Bantanan II (29,909 Km),

(3)

120 SP. Bantanan II–SP. Bantanan I (12,700 Km), Tanah Hitam–Simpang Empat (13,490 Km), Simpang Empat–Pinang Merah (12,095 Km), Pinang Merah – Sentebang (27,750 Km), Sentebang – Sungai Sambas Besar (15,650 Km) dan Sungai Sambas Besar – Tebas (2,150 Km).

Menurut status pengawasan dan kondisi jalan pada tahun 2010 total panjang jalan panjang 1.807.404 km yang terdiri dari jalan nasional 94.502 km , jalan propinsi 74.300 km, jalan kabupaten 842.153 km, jalan desa 576.806 km dan jalan strategis nasional 219.643 km dengan total kondisi jalan baik 50.292 km, kondisi jalan sedang, 677.360 km, kondisi jalan rusak 387.085 km dan 233.667 km kondisi jalan rusak berat.

Tabel 6.1

PANJANG JALAN MENURUT STATUS PENGAWASAN DAN KONDISI JALAN TAHUN 2010

(Kilometer)

NO STATUS PENGAWASAN

KONDISI JALAN

JUMLAH BAIK SEDANG RUSAK RUSAK

BERAT

1 Nasional 41.240 44.802 8.460 - 94.502

2 Propinsi 18.800 25.000 30.500 - 74.300

3 Kabupaten 279.163 361.620 164. 990 36.380 842.153 4 Desa 131.853 174.032 140.661 130.260 576.806 5 Strategis Nasional 38.236 71. 906 42.474 67.027 219.643 Total 50.292 677.360 387.085 233.667 1.807.404 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumberdaya Mineral Kab.

Sambas (Oktober 2011)

(4)

Pada tahun 2011 Panjang jalan kabupaten menurut kondisi jalan baik, 279.163 km, kondisi jalan sedang, 279.163 km, kondisi jalan rusak ringan 164.990 km dan 36,380 km kondisi jalan rusak berat.

Tabel 6.2

PANJANG JALAN KABUPATEN MENURUT KONDISI Panjang jalan berdasarkan

kondisi 2009 2010 2011 satuan 1. Jalan baik 274.878 279.163 279.163 Km 2. Jalan sedang 360.405 361.620 361.620 Km 3. Jalan rusak ringan 170.490 164.990 164.990 Km 4. Jalan rusak berat 36.380 36.380 36,380 Km Sumber : Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumberdaya Mineral Kab.

Sambas (Oktober 2011)

(5)

122 Jarak antara kabupaten Sambas dengan ibukota pontianak

(kilometer) 0 Pontianak

50 Sungai Pinyuh 67 17 Mempawah 91 41 24 Sungai Duri 110 60 43 19 Sungai Raya 115 65 48 24 5 Karimunting 145 95 78 54 35 30 Singkawang 161 111 94 70 51 46 16 Selakau 170 120 103 79 60 55 25 9 Sebangkau 175 125 108 84 65 60 30 14 5 Pemangkat 196 146 129 105 86 81 51 35 26 21 Tebas 207 157 140 116 97 92 62 46 37 32 11 Sebawi 225 175 158 134 115 110 80 64 55 50 29 18 Sambas

Jarak Antara Ibukota Kabupaten Sambas dengan Biawak Malaysia (Kilometer)

0 Sambas Kartiasa 5

19 14 Tanjung Harapan 40 35 21 Galing

81 76 62 41 Tanjung 88 83 69 42 7 Sajingan

92 87 73 52 11 4 Aruk

93 88 74 53 12 5 1 Biawak

(Malaysia)

(6)

Jarak Antara Ibukota Kabupaten Sambas Dengan Paloh ( Kilometer )

Sambas Kartiasa

23 Tanah Hitam 40 17 Liku

45 22 5 Setinggak

2. ANGKUTAN

Pada tahun 2010, jumlah kendaraan bermotor beroda empat yang tercatat di Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas diperkirakan sebanyak 780 unit, yang terdiri dari 83,85 persen mobil beban; 6,79 persen mobil penumpang; dan 9,36 persen bis.

Selanjutnya Banyaknya Pengeluaran SIM di Polres Sambas pada tahun 2010 SIM A, 1.117 buah, SIM B1 495 buah SIM B2 33 buah dan 13.671 buah SIM C. Sehingga jumlah pengeluaran SIM selama tahun 2010 mencapai 15.316 buah atau mengalami penurunan sekitar sekitar 4,8 persen dibanding tahun 2009. Sedangkan untuk pengeluran STNK dan BPKB mengalami peningkatan dari tahun 2009, masing-masing menjadi 17.083 buah dan 10.801 buah.

(7)

124 Tabel 6.3

BANYAKNYA PENGELUARAN STNK, BPKB DAN SIM (Buah)

NO JENIS DATA 2008 2009 2010

1 STNK 17.467 16.288 17.083

2 BPKB 1.236 9.310 10.801

3 SIM A 980 1.086 1.117

4 SIM B1 471 376 495

5 SIM B2 21 7 33

6 SIM C 12. 943 14.613 13.671

Sumber : Polres Sambas

Banyak jenis kendaraan pedalaman yang dikenal di Kabupaten Sambas, antara lain kapal motor, sampan/perahu, tongkang, dan beberapa jenis kendaraan lainnya baik bermesin maupun tidak. Pada tahun 2010, jumlah angkutan pedalaman mengalami penurunann sekitar 3,13 persen, yakni dari 639 armada menjadi 619 armada.

Di Kabupaten Sambas sampai dengan kondisi tahun 2011 transportasi darat untuk terminal angkutan jalan kelas c sebanyak 7 unit, transportasi darat komersil 24 unit, kapal fery 2 unit, sedangkan transportasi laut yang diusahakan non peti kemas 2 unit, yang tidak diusahakan untuk pendaratan ikan 1 unit, untuk kapal swasta 5 unit, luas pelabuhan untuk penumpang dan

(8)

angkutan barang 1.120 m² dan jumlah menara mercusuar sebanyak 2 unit.

Untuk transportasi udara Kabupaten Sambas sudah mempunyai perintis 1 unit dengan luas bandara 17.250 m².

Tabel 6.4

SARANA DAN PRASARANA PERHUBUNGAN

TRANSPORTASI 2009 2010 2011 satuan

1. Transportasi Darat

a. Angkutan Jalan

Terminal

- Kelas A - - Unit

- Kelas B - - Unit

- Kelas C 6 7 7 Unit

b. Bus (AKAP) - - Unit

c. Jumlah jembatan timbang - - Unit

d. Angkutan Penyeberangan - - Unit

e. Dermaga - - Unit

f. Komersil 24 24 24 Unit

g. Perintis 55 66 76 Unit

h. Kapal fery 2 2 2 Unit

i. Kendaraan roda empat - 1.848 - Unit

(9)

126 TRANSPORTASI 2009 2010 2011 satuan

2. Transportasi laut

a. Pelabuhan

b. Yang diusahakan

- Peti kemas - - Unit

- Semi peti kemas - - Unit

- Non peti kemas 2 2 2 Unit

c. Yang tidak diusahakan 2 2 2

- Pendaratan ikan 1 1 1 Unit

- Kapal

- Penumpang

- Pelni

- Jumlah - - Unit

- Kapasitas - - orang

- Swasta

- Jumlah 5 5 5 Unit

- Kapasitas - 50.834 - orang

- Luas pelabuhan penumpang 1.120 1.120 1.120 M2

- Barang

- Luas pelabuhan

angkutan barang 1.120 1.120 1.120 M2

(10)

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Sambas (Oktober 2011)

3. POS DAN TELEKOMUNIKASI

Jumlah kantor pos sampai dengan tahun 2011 sebanyak 7 unit di Kecamatan, masing-masing di Kecamatan Selakau, Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Tebas, Kecamatan Sambas, Kecamatan Jawai, Kecamatan Teluk Keramat dan Kecamatan Paloh. Kantor Pos desa ada 2 unit yaitu di Kecamatan Semparuk dan Sejangkung.

Sarana telekomunikasi untuk kapasitas sentral 3.000 SST, kapasitas terpasang, kapasitas terpakai dan pelanggan mengalami penurunan dari tahun 2010 menjadi 2.716 SST, warnet bertambah dari tahun 2010 dari 25 SSL menjadi 42 SSL, jumlah rumah tangga yang berlangganan telpon sebanyak 1.429 RT.

TRANSPORTASI 2009 2010 2011 satuan

- Ikan

- Jumlah menara

mercusuar 2 2 2 Unit

3. Transportasi udara

- Bandara - -

- Internasional - -

- Domestik - -

- Perintis 1 1 1 Unit

- Luas bandara 17.250 17.250 17.250 M2

(11)

128 Tabel 6.5

JUMLAH SARANA POS DAN TELEKOMUNIKASI SARANA POS DAN

TELEKOMUNIKASI 2009 2010 2011 satuan

1. Kantor pos 7 7 7 Unit

2. Penyedia jaringan internet

3. Telekomunikasi

- Kapasitas sentral 3.000 3.000 3.000 SST - Kapasitas terpasang 2.972 2.972 2.716 SST - Kapasitas terpakai 2.292 2.292 2.716 SST - Pelanggan 2.292 2.292 2.716 SST

- Telepon umum 5

- Telepon koin - - - - Telepon kartu - - -

- Wartel 21 21 unit

- Warnet - 25 42 SSL

- Jumlah keluarga yang

mempunyai TV RT

- Jumlah rumah tangga yang berlangganan telepon

1.429 1.429 1.429 RT

- Penyediaan Jaringan

Internet (ISP)

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Sambas (Oktober 2011)

(12)

B. ENERGI DAN SUMBERDAYA AIR 1. LISTRIK

Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik, usaha-usaha tersebut tampak lebih nyata setelah dilaksanakannya program pembangunan listrik masuk desa.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Pengairan dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Sambas, pada tahun 2011 ada 2 sumber energi listrik di Kabupaten Sambas yaitu PLTD 2 unit dan PLTS sebanyak 65 unit.

Tabel 6.6

SUMBER ENERGI LISTRIK

Jenis Data 2009 2010 2011 Satuan

1 Sumber energi listrik

- PLTD 2 2 2 Unit

Kapasitas kvh/kwh

- PLTS 352 413 65 Unit

Kapasitas kvh/kwh

Sumber : Dinas PU Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kab. Sambas Berdasarkan laporan Perusahaan PT. PLN ( Persero) Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang besarnya kapasitas dan produksi listrik PLN pada tahun 2010 total tenaga yang dibangkitkan 62.283.716 KWh, total tenaga yang terjual 61.465.935

(13)

130 KWh, total pemakaian oleh PLN 817.781 KWh dan 7. 988.792 KWh total hilang pada transmisi.

Pada tahun 2010 besarnya kapasitas dan produksi listrik PLN untuk jumlah tenaga yang dibangkitkan per bulan terendah terjadi pada bulan juli dan tertinggi terjadi pada bulan maret, tenaga yang terjual terendah pada bulan Pebruari sebesar 4.825.501 kwh dan tertinggi pada bulan mei, pemakaian oleh PLN terendah pada bulan Desember 60.411 kwh tertinggi pada bulan September 76. 948 kwh dan hilang pada transmisi terendah bulan Pebruari dan tertinggi pada bulan Juli.

Tabel 6. 7

BESARNYA KAPASITAS DAN PRODUKSI LISTRIK PLN TAHUN 2010

Bulan

Tenaga Yang Dibangkitkan

(KWh)

Tenaga Yang Terjual

(KWh)

Pemakaian oleh PLN

(KWh)

Hilang pada Transmisi

(KWh)

Januari 5.024.921 4. 956.556 68.365 701.894

Pebruari 4.886.433 4.825.501 60. 932 342.544

Maret 5.383.839 5.315.392 68.447 857.516

April 5.362.558 5.288.187 74.371 754.122

Mei 5.569.718 5.492.481 77.237 581.433

Juni 5.083. 907 5.015. 966 67. 941 452. 926

Juli 5.008.122 4. 939.772 68.350 987.208

Agustus 5.380.369 5.310.691 69.678 587.350

(14)

Bulan

Tenaga Yang Dibangkitkan

(KWh)

Tenaga Yang Terjual

(KWh)

Pemakaian oleh PLN

(KWh)

Hilang pada Transmisi

(KWh) September 5.211.274 5.134.326 76. 948 435.636

Oktober 5.163.252 5.100.716 62.536 978.865

Nopember 5.030. 990 4. 968.426 62.564 483. 927 Desember 5.178.333 5.117. 922 60.411 825.371 Total 62.283.716 61.465. 935 817.781 7. 988.792 Sumber : PT. PLN ( Persero)Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang

Berdasarkan laporan Perusahaan PT. PLN ( Persero) Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang besarnya kapasitas dan produksi listrik PLN pada tahun 2010 total daya terpasang yang dibangkitkan dari 4 lokasi pembangkit sebanyak 14.805 kwh dengan produsi sebesar 62.283.716 kwh.

Tabel 6. 8

BESARNYA KAPASITAS DAN PRODUKSI LISTRIK PLN MENURUT LOKASI PEMBANGKIT

TAHUN 2010

NO LOKASI TERPASANG DAYA

MAMPU

BEBAN

PUNCAK PRODUKSI

1 Pemangkat - - -

2 Tebas - - - -

3 Sambas 13.095 11.620 11.340 60.782.207

(15)

132

NO LOKASI TERPASANG DAYA

MAMPU

BEBAN

PUNCAK PRODUKSI

4 Balai Gemuruh - - - -

5 Sentebang 860 510 78 789.226

6 Sekura - - - -

7 Sejangkung - - - -

8 Sajingan 100 75 48 74.151

9 Liku 750 640 438 638.132

Total 14.805 12.845 11. 904 62.283.716 Sumber : PT. PLN ( Persero)Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang

Catatan : Region Pemangkat meliputi Ranting Tebas dan Sentebang, Region Sambas meliputi Ranting Balai Gemuruh, sejangkung dan Sajingan, Region Sekura meliputi Ranting Liku.

2. SUMBER DAYA AIR

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi penduduk baik untuk memasak/minum maupun mencuci/mandi.

Bagi daerah Kabupaten Sambas, khususnya di daerah pedalaman secara tradisional penggunaan air bersih masih bersumber dari sungai/danau dan air hujan. Akan tetapi di sebagian kecamatan air bersih dikelola sebagai komoditas industri oleh PDAM. Untuk menyediakan sarana air bersih dan sehat, Perusahaan Daerah Air Minum terus berupaya meningkatkan peranannya.

Pada tahun 2010 total air minum yang terjual 387.069 m³ dengan pemakaian paling banyak dari rumah tangga 296.046 m³ dan pemaiakan paling sedikit dari industri 3.231 m³ dengan total nilai penjualan Rp. 2.226.056.000,-

(16)

Tabel 6.9

BANYAKNYA AIR MINUM YANG TERJUAL DAN NILAI PENJUALAN MENURUT JENIS PELANGGAN

TAHUN 2010 NO JENIS PELANGGAN

AIR MINUM YANG TERJUAL

( M³)

NILAI PENJUALAN ( 000 Rp)

1 Rumah Tangga 296.046 1.653.748

2 Sosial 31.176 41.732

3 Kantor Pemerintah 12. 956 84.734

4 Niaga Besar 38.760 361.696

5 Niaga Kecil 4. 900 35. 945

6 Industri 3.231 48.201

7 Pelabuhan dan sejenisnya - -

Total 387.069 2.226.056

Sumber : PDAM Kabupaten Sambas

Pelayanan air bersih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebagai contoh untuk pengadaan air bersih di Kota Sambas, permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya cakupan pelayanan diakibatkan kurangnya debit air yang dihasilkan serta belum terpenuhinya standar air bersih yang didistribusikan karena kurangnya sistem pengolahan. Dengan demikian sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air sistem non perpipaan seperti sungai, sumur, mata air serta air hujan. Keadaan ini menimbulkan permasalahan kerawanan air terutama bagi masyarakat di daerah pesisir yang wilayahnya memiliki resiko terjadinya intrusi air asin.

(17)

134 Berdasarkan data dari PDAM Kabupaten Sambas tahun 2010 total pelanggan air minum 2.010 pelanggan dan mengalami penurunan dari tahun 2009 sebesar 67,82%, penurunan ini terjadi pada seluruh jenis pelanggan sedangkan untuk pelabuhan dan sejenisnya untuk tahun 2010 tidak berlangganan air minum.

Tabel 6.10

BANYAKNYA PELANGGAN AIR MINUM MENURUT JENIS PELANGGAN TAHUN 2008 - 2010

NO JENIS PELANGGAN 2008 2009 2010

1 Rumah Tangga 5.027 5.167 1.662

2 Sosial 64 61 47

3 Kantor Pemerintah 61 66 32

4 Niaga Besar 595 591 247

5 Niaga Kecil 332 357 21

6 Industri 6 5 1

7 Pelabuhan dan Sejenisnya 1 1 -

Total 6.086 6.248 2.010

Sumber : PDAM Kabupaten Sambas

C. PRASARANA DAN SARANA UMUM LAINYA 1. PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas kondisi bulan Nopember tahun 2011 untuk perumahan : jumlah status kepemilikan rumah sendiri 177.466 unit bertambah sebanyak 8.451 unit dari tahun

(18)

2010, rumah sewa bertambah sebesar 423 unit, penyediaan KPR/BTN bertambah 115 unit , jaringan /instalasi PDAM tidak bertambah, jumlah rumah bangunan permanen bertambah 101 unit, jumlah rumah bangunan non permanen bertambah sebesar 2.814 unit.

Jumlah areal pemukiman seluas 200 m², luas areal pemukiman kumuh bertambah dari 418 m² menjadi 424 m², jumlah penduduk yang btinggal di pemukiman kumuh bertambah 14.928 jiwa, jumlah keluarga yang tinggal di pemukiman kumuh 95 jiwa, luas areal pemukiman di dalam dan tepi hutan berkurang dari 3.051,30 ha menjadi 3.012,20 ha dan jumlah penduduk desa ber alokasi di dalam dantepi hutan bertambah 499 jiwa.

Tabel 6.11

PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN

Jenis Data 2009 2010 2011 satuan

Perumahan :

- Status kepemilkan rumah

- rumah milik sendiri 169.015 169.015 177.466 unit - rumah sewa 42.253 42.253 42.676 unit - Penyediaan perumahan

- KPR/BTN 250 370 485 unit

- Penyediaan jaringan/instalasi

- PDAM 4 4 4 unit

(19)

136

Jenis Data 2009 2010 2011 satuan

- Jumlah rumah bangunan permanen 9. 929 10.127 10.228 unit - Jumlah rumah bangunan non

permanen

89.363 93.831 96.645 unit Pemukiman :

- Luas areal pemukiman 240 200 200 m²

- Luas areal pemukiman kumuh 380 418 424 m²

- Jumlah penduduk yang tinggal di

pemukiman kumuh 135.705 149.275 164.203 jiwa

- Jumlah keluarga yang tinggal di

pemukiman kumuh 27.141 29.855 29. 950 jiwa

- Jumlah areal pemukiman di dalam

dan tepi hutan 3.051,39 3.051,3 3.012,20 ha

- Jumlah penduduk desa beralokasi

di dalam dan tepi hutan 35.621 39.183 39.682 jiwa Sumber : Dinas PU, CK, Tata Ruang dan Perumahan Kab. Sambas (Nopember 2011)

Referensi

Dokumen terkait

Salawat ...21 kali Salawat ...21 kali Terus baca surah yasin 3 kali Terus baca surah yasin 3 kali Setelah membaca Surah Yasin.[seb.. Setelah membaca Surah Yasin.[sebut nama ut

Maka dari latar belakang diatas penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara kualitas tidur dengan keluhan muskuloskeletal pada tenaga kependidikan dan

(1) Tahap analisis (Analysis), yang terdiri dari: (a) Analisis tujuan, tujuan pembuatan trainer ini bagi siswa adalah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk melatih

Faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Umur anak Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan

Tanya: selama ini, apakah KANINDO Syariah jatim pernah melakukan pengembangan produk yang sudah ada, dan berapa target yang telah ditenukan. Jawab: dalam hal ini KANINDO

Amanah-amanah yang bersifat organisasi dan non-organisasi yang menyangkut hajat keluarga besar PPI India merupakan tanggungjawabnya dan juga hubungannya secara eksternal, baik

Kriteria Subyek Penerima tanah juga diatur dalam Pasal 12 ayat 1,2,3 dalam Peraturan Presiden No.86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, hal ini bertujuan untuk

Sebagian orang yang datang untuk menghadiri acara-acara Jemaat dan dikatakan dengan hanya hadir saja, tidak mesti akan beriman kepada beliau (as), namun, para Maulwi