4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
Penelitian dalam penulisan skripsi ini pada restoran Bakerzin Surabaya yang memiliki tiga cabang dengan lokasi di Galaxy mall, Tunjungan Plaza, Ciputra World. Dimana restoran Bakerzin yang menyajikan western food, cake, and kopi merupakan salah satu brand restoran yang dimiliki oleh Boga Group. Dalam penelitian ini penulis mendapatkan keterangan mengenai gambaran umum perusahaan, struktur organisasi dan dijelaskan pula hasil dari penelitian dengan data-data dan alat uji statistik yang telah dipilih.
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Boga group merupakan company group yang memiliki 9 branch restaurant bertaraf international yang hadir di Indonesia. Branch restaurant yang di miliki yaitu: Pepper Lunch, Poney, Ten Ten Tempura House, Master Wok, Paradise Inn, Canton Paradise, Paradise Dynasty, Bakerzin, Boga Catering. Awal berdirinya Boga group ini di awali dengan berdirinya PT. Boga Makmur Mandiri, serta diawali dengan dibukanya branch pertama di Cilandak Town Square. Dalam perjalanan bisnis ini, kami juga menerima beberapa penghargaan seperti penghargaan makanan eropa terbaik dihadiahkan oleh Jakarta Java Kini kepada Bakerzin di tahun 2006, dan best multiple restaurant untuk Pepper Lunch di tahun 2014.
Visi dan Misi Boga Group, meliputi : a. Visi
Untuk bisa diakui sebagai yang terbaik dan pemain paling dihormati dalam industri jasa makanan Indonesia.
b. Misi
Kami berusaha untuk memperkaya adegan kuliner Indonesia dengan memperkenalkan konsep – konsep baru F & B. Kami berusaha untuk memberikan pengalaman bersantap yang luar biasa dengan melayani
memelihara dan menumbuhkan orang-orang terbaik yang tersedia di industri. Kami membangun hubungan strategis jangka panjang dengan mitra kami (franchisor, franchise dan pemasok). Kami menyadari bahwa profitabilitas adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesuksesan masa depan.
c. Motto “IT WORKS” : I - Integritas
T - Kepercayaan dan rasa hormat pada setiap orang lain W - Bekerja sama sebagai sebuah tim
O - Keterbukaan
R - Raihlah keunggulan dalam segala sesuatu yang kita lakukan K - Jauhkan belajar dan fokus dalam pemecahan masalah S - Kepuasan dan kebanggaan dalam apa yang kita lakukan
1.1.2 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Owner
Store Manager Store Chef
Cook 1
Cook 3 Cook 2
Steward Store supervisor
Waiter / waitress
4.1.3 Deskripsi Pekerjaan Store Manager :
a. Bertanggung jawab atas kinerja bisnis restoran.
b. Menganalisis dan merencanakan tingkat penjualan dan profitabilitas.
c. Mengorganisir aktivitas pemasaran, seperti acara promosi dan membuat diskon.
d. Mempersiapkan laporan pada setiap akhir shift per hari atau per minggu, termasuk mengontrolan staff, makanan dan penjualan.
e. Membuat dan menjalakan rencana-rencana untuk departemen penjualan, keuntungan and pengembangan karyawan.
f. Mengatur budget dan menyetujuinya dengan senior management.
g. Merencanakan dan mengkoordinasi menu-menu.
h. Mengkoordinasi oprasional keseluruhan restoran selama jadwal shift.
i. Mengatur karyawan dan memberikan masukan.
j. Merespon keluhan-keluhan pelanggan.
k. memastikan seluruh karyawan memakai seragam sesuai standard.
l. Bertemu dan menyambut para tamu dan mengorganisir meja reservasi.
m. Memberi saran kepada tamu atas pilihan menu.
n. Merekrut, melatih dan memotivasi karyawan.
o. Menjaga standar yang tinggi dari quality control, hygiene, dan kesehatan dan keamanan.
p. Mengecek tingkat persediaan dan memesan persedian.
q. Mempersiapkan uang tunai di drawer dan menyediakan petty cash seperti yang dibutuhkan.
Store Supervisor:
a. Jujur, inisiatif, menarik, dinamis, berorientasi pelayanan, dan cerdas b. Memiliki pengetahuan yang baik tentang perhotelan dan cara pelayanan c. Keterampilan komunikasi, manajerial dan literatur komputer yang baik d. Bisa bekerja dalam tim maupun mandiri
e. Mampu mengatasi 50-100 karyawan di bawahnya f. Memiliki penampilan yang rapi dan menarik g. Bersedia di tempakan di setiap outlet di Surabaya Waiter/Waitress :
a. Bertanggung jawab untuk menyediakan pelayan yang memuaskan b. Bertanggung jawab atas kenyamanan pelanggan
c. Bertanggung jawab atas kebersihan outlet Cook 1 :
a. Bertanggung jawab atas quality control dan penampilan penyajian makanan
b. Bertanggung jawab atas tingkat persediaan dan mengorder persediaan c. Bertanggung jawab atas karyawan di bawahnya
d. Memastikan semua karyawan di bawahnya memakai atribut dan seragam sesuai standar
e. Merekrut, melatih dan memotivasi karyawan di bawahnya f. Mempersiapkan menu sesuai dengan standar
g. Menjaga kebersihan di dalam dapur
h. Inventory control harian, mingguan, bulanan Cook 2 :
a. Mempersiapkan menu sesuai dengan standar b. Menjaga kebersihan di dalam dapur
c. Inventory control harian, mingguan, bulanan d. Menguasai menu yang termasuk Hot Kitchen Cook 3 :
a. Mempersiapkan menu sesuai dengan standar b. Menjaga kebersihan di dalam dapur
c. Inventory control harian, mingguan, bulanan d. Menguasai menu yang termasuk Dessert
Steward :
a. Mencuci, mengeringkan dan meletakan cutleries, gelas, piring dan perlengkapan dapur sesuai tempatnya.
b. Menyapu dan mengepel area dapur dan dish washing area
c. Bertanggung jawab dan menjaga kebersihan dan kelayakan peralatan dapur maupun service department.
4.2 Deskripsi Responden
Berikut ini adalah deskripsi profil responden yang telah mengisi kuisioner dalam penelitian ini :
a. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1 Frekuensi Jenis Kelamin Frequency Percent Valid
Percent
Cumulative Percent
Valid laki-laki 30 63.8 63.8 63.8
perempuan 17 36.2 36.2 100.0
Total 47 100.0 100.0
Dari tabel 4.1 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 30 responden (63,8%) adalah berjenis kelamin laki – laki dan 17 responden (36,2%) berjenis kelamin perempuan.
b. Deskripsi Responden Bedasarkan Usia
Tabel 4.2 Frekuensi Usia Responden Frequency Percent Valid
Percent
Cumulative Percent
Valid 17-22 tahun 12 25.5 25.5 25.5
23-28 tahun 29 61.7 61.7 87.2
29-34 tahun 6 12.8 12.8 100.0
Total 47 100.0 100.0
Dari tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 29 responden (61,7%) berusia 23 – 28 tahun, 12 responden (25,5%) berusia 17 – 22 tahun dan 6 responden (12,8%) berusia 29 – 34 tahun.
c. Deskripsi Responden Bedasarkan Pengeluaran Rata – Rata Perbulan Tabel 4.3 Frekuensi Pengeluaran Rata – rata per Bulan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Rp 500.000 –
Rp 1.000.000 5 10.6 10.6 10.6
Rp 1.000.000 –
Rp 2.000.000 22 46.8 46.8 57.4
> Rp 2.000.000 20 42.6 42.6 100.0
Total 47 100.0 100.0
Dari tabel di atas dapat diketahui pengeluaran rata – rata per bulan dengan nominal Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 sebanyak 22 responden (46,8%), Rp >
2.000.000 sebanyak 20 responden (42,6%) dan Rp 500.000 – Rp 1.000.000 sebanyak 5 responden (10,6%).
d. Deskripsi Responden Bedasarkan Lama Bekerja Tabel 4.4 Frekuensi Lama Bekerja
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 6 bulan –
1 tahun 11 23.4 23.4 23.4
1 - 2 tahun 15 31.9 31.9 55.3
2 - 4 tahun 18 38.3 38.3 93.6
> 4 tahun 3 6.4 6.4 100.0
Total 47 100.0 100.0
Dari tabel di atas dapat diketahui 18 orang responden (38,3%) bekerja selama 2 – 4 tahun, 15 orang responden (31,9%) bekerja selama 1 – 2 tahun, 11 orang responden (23,4%) bekerja selama 6 bulan – 1 tahun sisanya 3 orang responden sudah bekerja selama > 4 tahun.
4.3 Analisa Data 4.3.1 Uji validitas
Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, peneliti melakukan uji validitas untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan dalam penelitian valid atau tidak.peneliti menggunakan bantuan program SPSS 16. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan 30 kuesioner sampel dari 10 kuesioner outlet Galaxy Mall, 10 kuesioner dari outlet Tunjungan Plaza, dan 10 kuesioner dari outlet Ciputra World yang memenuhi syarat awal penentuan responden yang ditentukan oleh peneliti.
Adapun untuk mengukur tingkat validitas peneliti menggunakan product moment (Pearson) (r- hitung) > r- tabel (α =0,05). Uji validitas dilakukan terhadap masing – masing indikator yang membentuk variabel penelitian, yaitu Motivasi Kerja (X) dan Kepuasan Kerja Karyawan (Y)
Tabel 4.5 Uji Validitas
No. Pertanyaan
Product moment (Pearson)
r -tabel α (n=30)
Hasil
1. Arah Perilaku:
Dalam bekerja setiap harinya karyawan selalu hadir tepat waktu.
0,415 0,361 Valid
2. Dalam bekerja karyawan jarang membolos atau tidak hadir tanpa pemberitahuan.
0,223
0,361
Tidak Valid 3. Dalam bekerja karyawan selalu menaati
peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan.
0,569 0,361 Valid
4. Tingkat Usaha:
Karyawan selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu yang disediakan perusahaan untuk menyelesaikan tugas – tugas
0,303 0,361 Tidak Valid
Tabel 4.5 Uji Validitas (sambungan)
No. Pertanyaan
Product moment (Pearson)
r -tabel α (n=30)
Hasil
5. Karyawan selalu berusaha untuk melakukan pekerjaan secara terampil dan kreatif.
0,460 0,361 Valid
6. Karyawan selalu berusaha untuk tidak
melakukan kesalahan pada saat bekerja. 0,379 0,361 Valid 7. Karyawan selalu berusaha untuk serius
dan fokus pada pekerjaan yang dilakukan 0,406 0,361 Valid 8. Tingkat Kegigihan:
Pada saat keadaan cuaca sedang buruk, karyawan akan tetap masuk kerja seperti biasanya
- 0,017 0,361 Tidak Valid
9. Pada saat karyawan mendapat teguran dari atasan, karyawan tidak berkecil hati tetapi justru semakin terpacu untuk bekerja lebih baik lagi.
0,539 0,361 Valid
10. Pada saat karyawan melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaan, karyawan akan berinisiatif sendiri untuk langsung memperbaikinya menjadi baik.
0,377 0,361 Valid
11. Setiap hasil dari pekerjaan yang dilakukan karyawan selalu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
0,432 0,361 Valid
12. Pekerjaan itu sendiri:
Bekerja di tempat kerja saat ini menyenangkan.
0,734 0,361 Valid
Tabel 4.5 Uji Validitas (sambungan)
No. Pertanyaan
Product moment (Pearson)
r -tabel α (n=30)
Hasil
13. Pekerjaan ini sudah sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dikuasai karyawan.
0,737 0,361 Valid
14. Kesempatan Promosi:
Dengan bekerja saat ini karyawan mempunyai masa depan dan kesempatan promosi untuk lebih maju
0,790 0,361 Valid
15. Karir berjalan sesua dengan kemampuan
karyawan. 0,823 0,361 Valid
16. Supervisi:
Pengawasan mutu kerja dari atasan sangat baik.
0,726 0,361 Valid
17. Atasan adalah orang yang bijaksana dan
perhatian. 0,892 0,361 Valid
18. Rekan Kerja:
Karyawan mempunyai rekan kerja yang menyenangkan.
0,862 0,361 Valid
19. Karyawan selalu berhubungan baik
dengan rekan kerja. 0,757 0,361 Valid
Sesuai dengan hasil yang terlihat dari tabel 4.5 hasil yang tidak valid product moment lebih kecil daripada r- tabel untuk N=30 yaitu 0,361. Dari variabel (X) arah perilaku yang dalam bekerja karyawan jarang membolos atau tidak hadir tanpa pemberitahuan, dari tingkat usaha yaitu karyawan selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu yang disediakan perusahaan untuk menyelesaikan tugas – tugas, sedangkan pada tingkat kegigihan yaitu pada saat keadaan cuaca sedang buruk, karyawan akan tetap masuk seperti biasanya. Dari variabel (Y) semua jawaban adalah valid. Hasil yang tidak valid tidak diikutkan / di drop
4.3.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas digunakan untuk mengukur derajat ketepatan dalam menguji kompetensi setiap butir pertanyaan dalam indikator. Untuk mengukur derajat ketepatan, peneliti menggunakan Cronbach’s Alpha. Apabila Cronbanch’s Alpha (α) yang dimiliki setiap variable > 0,6 maka variabel penelitian dapat dikatakan reliabel. Berikut merupakan hasil uji reliabilitas yang dilakukan peneliti menggunakan bantuan SPSS 16.
Tabel 4.6 Uji Reliabilitas Variabel Cronbanch’s
Alpha
Syarat Crobanch’s Alpha > 0.6
Hasil
X 0,747 0,6 Reliabel
Y 0,943 0,6 Reliabel
Dari hasil tabel 4.6 di atas, dapat dilihat bahwa semua indikator antara lain Motivasi kerja (X) dan Kepuasan kerja (Y) menunjukkan hasil reliabel karena derajat Cronbanch’s Alpha > 0,6.
4.3.3 Analisa Deskriptif Jawaban Responden
Untuk melakukan analisa deskriptif jawaban responden mengenai variabel – variabel penelitian, penulis perlu mengetahui interval kelas untuk mengkategorikan jawaban responden, termasuk ke dalam kategori sangat tidak baik, tidak baik, kurang baik, baik atau sangat baik.
Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat bedasarkan nilai rata – rata (mean) dan standar deviasi. Mean adalah nilai rata – rata dari keseluruhan responden, sedangkan standar deviasi merupakan variasi dari jawaban responden. Nilai minimum adalah jawaban atau skala terendah dan sebaliknya nilai maksimum adalah jawaban atau skala tertinggi. Nilai tersebut diperoleh dari keseluruhan nilai yang diberikan responden terhadap setiap indikator dari variabel bebas maupun terikat.
Penelitian ini menggunakan skala Likert 1 sampai 5. Untuk menentukan nilai rata – rata responden termasuk dalam kategori tertentu,dengan menghitung panjang kelas interval sebagai berikut:
P = Rentang Nilai
Banyak Kelas Interval
(4.1)
=
5 - 15 = 0,8
P = panjang interval kelas
Rentang nilai = data tertinggi – data terendah Banyak kelas interval = 5
Tabel. 4.7 Kategorisasi mean jawaban responden Interval Kategori
1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik 1,80 – 2,59 Tidak Baik
2,60 – 3,39 Kurang Baik 3,40 – 4,19 Baik
4,20 – 5,00 Sangat Baik
Tabel 4.8 Arah perilaku
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan
Dalam bekerja setiap harinya karyawan selalu hadir tepat waktu
47 3 5 4.09 Baik
Dalam bekerja karyawan jarang membolos atau tidak hadir tanpa pemberitahuan
47 2 5 4.26 Sangat
Baik Dalam bekerja karyawan
selalu menaati peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan
47 3 5 4.13 Baik
Valid N (listwise) 47 4.16 Baik
Bedasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa dari variabel arah perilaku, rata – rata jawaban responden masuk kedalam kategori baik , yaitu sebesar 4,16.
Tabel 4.9 Tingkat Usaha
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan Karyawan selalu berusaha untuk
memanfaatkan waktu yang disediakan perusahaan untuk menyelesaikan tugas - tugas mereka
47 3 5 4.04 Baik
Karyawan selalu berusaha untuk melakukan pekerjaan mereka secara terampil dan kreatif
47 3 5 4.09 Baik
Karyawan selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan pada saat mereka bekerja
47 3 5 4.13 Baik
Karyawan selalu berusaha untuk serius dan fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan
47 3 5 4.21 Sangat Baik
Valid N (listwise) 47 4.12 Baik
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa pada variabel tingkat usaha, nilai mean jawaban responden masuk kedalam kategori baik, yaitu 4,12.
Tabel 4.10 Tingkat Kegigihan
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan Pada saat keadaan cuaca sedang buruk,
karyawan akan tetap masuk kerja seperti biasanya
47 2 5 4.13 Baik
Pada saat karyawan mendapat teguran dari atasan, mereka tidak berkecil hati tetapi justru semakin terpacu untuk bekerja lebih baik lagi
47 3 5 4.17 Baik
Pada saat karyawan melakukan
kesalahan dalam melakukan pekerjaan, mereka akan berinisiatif sendiri untuk langsung memperbaikinya menjadi baik
47 2 5 4.09 Baik
Setiap hasil daripekerjaan yang dilakukan karyawan selalu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan
47 3 5 4.04 Baik
Valid N (listwise) 47 4.11 Baik
Dengan melihat tabel 4.10 mengenai tingkat kegigihan, secara garis besar nilai rata – rata jawaban responden tergolong baik dengan nilai 4,11.
Tabel 4.11 Pekerjaan itu sendiri
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan
Bekerja ditempat kerja saat ini menyenangkan
47 1 5 3.83 Baik
Pekerjaan ini sudah sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dikuasai karyawan
47 2 5 3.83 Baik
Valid N (listwise) 47 3.83 Baik
Dengan melihat tabel 4.11, diketahui bahwa nilai mean untuk variabel pekerjaan itu sendiri tergolong baik, dengan nilai rata – rata terbaik adalah 3,83.
Tabel 4.12 Promosi
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan Dengan bekerja sat ini karyawan
mempunyai masa depan dan
kesempatan promosi untuk lebih maju lagi
47 1 5 3.87 Baik
Karir berjalan sesuai dengan
kemampuan karyawan 47 1 5 3.79 Baik
Valid N (listwise) 47 3.83 Baik
Dari tabel 4.12 menunjukkan bahwa variabel kesempatan promosi termasuk dalam kategori baik, dengan nilai rata – rata 3,83.
Tabel 4.13 Supervisi
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan Pengawasan mutu kerja dari atasan
sangat baik 47 1 5 3.91 Baik
Atasan adalah orang yang bijaksana
dan perhatian 47 1 5 3.85 Baik
Valid N (listwise) 47 3.88 Baik
Dari tabel 4.13 mengenai supervisi menunjukkan bahwa rata – rata dari jawaban responden tentang atasan adalah termasuk kategori baik yaitu 3.88.
Tabel 4.14 Rekan Kerja
Pernyataan N Min. Max. Mean Keterangan Karyawan mempunyai rekan kerja
yang menyenangkan 47 2 5 3.87 Baik
Karyawan selalu berhubungan baik
dengan rekan kerja 47 2 5 4.00 Baik
Valid N (listwise) 47 3.9 Baik
Dari tabel 4.14 diketahui bahwa dari variabel rekan kerja, memiliki nilai mean yang baik yaitu karyawan mempunyai rekan kerja yang menyenangkan sebesar 3,9.
4.4 Analisa Regresi Linier Sederhana
Dalam model analisis regresi linier sederhana, yang melibatkan variabel dependen (Y) yaitu kepuasan kerja dan variabel independen (X) yaitu motivasi kerja, dan hasil regresi tersebut tampak dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.15 Hasil Regresi Linier Sederhana
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .704 1.205 .584 .562
x .771 .291 .367 2.648 .011
a. Dependent Variable: y
Sehingga, persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Y = 0,704 + 0,771x Keterangan :
Y = kepuasan kerja karyawan X = motivasi kerja karyawan
4.5 Uji t
Uji hipotesis di lakukan dengan melakukan uji t, hipotesis awal yang diajukan penulis adalah diduga motivasi kerja berkorelasi positif dan signifikan
tabel 4.17, nilai t hitung adalah (2.648) lebih besar dari t tabel (1.681), maka hipotesis diterima yaitu motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Restoran Bakerzin Surabaya.
4.6 Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 4.16 Korelasi dan koefisien determinasi
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .367a .135 .116 .702
Dari tabel 4.16 dapat di lihat bahwa nilai R2 menunjukkan nilai 0,135 atau 13,5 % dimana hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan hanya 13,5 % sedangkan sisanya 86,5 % ditentukkan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.7 Uji Asumsi Klasik 4.7.1 Uji Normalitas
Uji normalitas yang digunakan oleh peneliti menggunakan uji normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Apabila nilai probabilitas >0,05 maka menunjukkan berarti bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas yang dilakukan peneliti menggunakan bantuan SPSS 16 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.17 Uji Normalitas
One Sample Kolmogorov- Smirnov Test
Kolmogorov-Smirnov Z 1.015
Asymp. Sig. .254
Dari tabel 4.15 menunjukkan hasil signifikan uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,254 , sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal.
4.7.2 Uji Liniearitas
Uji liniearitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua variabel mempunyai hubungan yang liniear atau tidak secara signifikan dengan kriteria menerima H0 jika F hitung ≤ F tabel.
Tabel 4.18 Uji Linieritas
ANOVA Table Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
y * x Between Groups (Combined) 9.516 14 .680 1.352 .233 Linearity 3.452 1 3.452 6.868 .013 Deviation
from Linearity
6.064 13 .466 .928 .537
Within Groups 16.083 32 .503
Total 25.600 46
Dari tabel 4.16 dapat dilihat F hitung = 0,928, sedangkan F tabel di lihat dari tabel distribusi nilai F 0,05, dengan melihat angka dfnya, dari output di atas df 13.32 maka F tabel=2,09. Karena nilai F hitung lebih kecil dari F tabel (0,928 < 2,09) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier secara signifikan antara variabel motivasi kerja karyawan (X) dengan kepuasan kerja karyawan (Y)
4.7.3 Uji Heterokedastisitas
Berdasarkan gambar 4.2, terlihat titik – titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang jelas, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.8 Pembahasan
Bedasarkan dari profil responden dari karyawan Restoran Bakerzin Surabaya sebanyak empat puluh tujuh responden dapat dilihat bahwa mayoritas responden di dominasi oleh 30 orang laki – laki dengan persentase sebesar 63,8%, sedangkan usia rata – rata dari responden laki –laki dan perempuan adalah 23 – 28 tahun dengan persentase 61,7%, rata – rata waktu lama bekerja responden adalah 2- 4 tahun dengan persentase sebesar 38,3% , rata – rata pengeluaran per bulan responden adalah satu juta sampai dua huta rupiah per bulan dengan persentase sebesar 46,8%. Bedasarkan hasil pengolahan di atas, penelitian ini menunjukkan bahwa variabel motivasi terdapat pengaruh yang signifikan dan berkorelasi positif 13,5% terhadap kepuasan kerja karyawan, sisanya merupakan kontribusi dari variabel lainnya, karena penulis membatasi penelitian ini dalam variabel motivasi kerja saja. Hasil penelitian ini menguatkan hasil penelitian dari Kartika & Kaihatu (2010), yang mengatakan bahwa unsur – unsur motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
Motivasi dari arah perilaku, tingkat usaha, dan tingkat kegigihan para karyawan di Restoran Bakerzin Surabaya sudah tergolong baik. Menurut Martoyo (2000) motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Pada hakikatnya saat karyawan bekerja karyawan tersebut membawa serta keinginan, kebutuhan, pengalaman masa lalu yang membentuk harapan kerja. Para karyawan yakin perusahaan akan memberikan hasil yang memuaskan karyawan sebagai imbalan dari kerja keras yang baik dan optimal, seperti promosi kenaikan jabatan. Jika keyakinan yang diharapkan oleh para karyawan untuk memperoleh kepuasan maka karyawan akan bekerja keras dan sepenuh hati kepada perusahaan dan sebaliknya. Dilihat dari hasil penelitian faktor motivasi kerja karyawan yang paling tinggi adalah Arah Perilaku. Arah perilaku (direction of behavior) mengacu pada perilaku yang dipilih seseorang dalam bekerja dari banyak pilihan perilaku yang dapat karyawan jalankan baik tepat maupun tidak, karyawan harus memiliki
motivasi untuk memilih perilaku yang fungsional dan dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuannya (George & Jones, 2005, p.175). Contoh arah perilaku yang dipilih karyawan saat bekerja dengan menaati peraturan yang ada, datang tepat waktu. Dari hasil wawancara singkat yang penulis lakukan dapat di simpulkan motivasi karyawan dalam memilih perilaku yang fungsional terhadap perusahaan sangat tinggi, karena dari pihak atasan yang berhubangan baik dan memberikan motivasi pada bawahannya, sehingga adanya kesadaran dari karyawan untuk memilih perilaku yang menguntungkan perusahaan dan individu para karyawan, seperti meningkatkan penjualan menu untuk menaikan sales restoran, tetap datang tepat waktu pada saat bekerja meskipun cuaca sedang tidak baik.
Kepuasan kerja sering ditunjukkan oleh karyawan dengan caranya menyukai pekerjaan itu sendiri serta tingkat keasikannya dalam menjalankan pekerjaan, umumnya dapat dinyatakan bahwa kepuasan kerja adalah rasa nyaman dan hubungan yang positif antara sesama karyawan (Bakotic, 2013). Contoh karyawan akan datang bekerja dengan senang hati dan giat ketika lingkungan kerja dan adanya hubungan positif antar rekan kerja karyawan. Kepuasan kerja dari faktor pekerjaan itu sendiri, promosi, supervisi, dan rekan kerja juga sudah tergolong baik. Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, unsur kepuasan kerja dengan nilai mean paling tinggi adalah rekan kerja. Menurut George & Jones (2002, p.59) Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, begitu juga dengan karyawan didalam melakukan pekerjaannya membutuhkan interaksi dengan orang lain baik rekan kerja maupun atasan.
Pekerjaan seringkali juga memberikan kepuasan kebutuhan sosial, dimana tidak hanya dalam arti persahabatan saja tetapi dari sisi lain seperti kebutuhan untuk dihormati, berprestasi, dan berafiliasi. Rekan kerja juga merupakan bagian perwujudan salah satu teori motivasi menurut Alderfer yaitu kebutuhan akan hubungan (Relatedness Needs), dimana penekanan ada pada pentingnya hubungan antar-individu (interpersonal relationship) dan bermasyarakat (sosial relationship) (dalam Kartika & Kaihatu, 2010, p.105). Dari hasil wawancara singkat yang penulis lakukan rekan kerja merupakan kepuasan kerja karyawan yang paling tinggi dan membuat karyawan lebih semangat dalam bekerja. Dari sebagian besar karyawan
– karyawan tersebut menjalani pekerjaan dengan hati yang senang dan tanpa beban jika rekan kerja dalam satu shift membuat karyawan nyaman. Perhatian dari sesama rekan kerja juga berperan sangat penting dalam kepuasan kerja karyawan.